Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH ILMU BIOMEDIK

Oksidasi Asam Lemak dan Biosintesis Asam Lemak

Di susunoleh :
Nur Andrianto
Nur Zakiah Ilyas
Nurhidayah

Tingkat 1C

AKADEMI KEPERAWATAN
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan, karena atas Rahmat-NYA
makalah OKSIDASI ASAM LEMAK dan BIOSINTESIS ASAM
LEMAK inidapat kami selesaikan.
Tidak lupa pula kami mengucapka nterimakasih kepada
pihak pihak yang turut membantu menyelesaika nmakalah ini
dan dukungan dari dosen dosen pembimbing kami.
Dengan di tulisnya makalah ini kami berharap dapat
menbantu dalam proses pembelajaran dan dapat bermanfaat
bagi para pembaca.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan ini banyak
terdapat kekurangan. Hal ini disebabkan terbatasnya wawasan
dari literature yang kami miliki. Dengan demikian saran dan
kritik yang membangun guna menyempurnakan makalah ini
sangat kami harapkan. Atas perhatiannya kami ucapkan
terimakasih.

Samarinda, 14 September 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman judul

...............................................................

Kata pengantar

...............................................................

ii

Daftar isi

....................................................................

BAB I PENDAHULUAN

iii

: iv

A. Latar Belakang
B. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN

: vi

A. Pengertian
a. Oksidasi Asam Lemak
b. Biosintesi Asam Lemak
B. Proses
a. Oksidasi Asam Lemak
b. Biosintesis Asam Lemak
BAB III PENUTUP : xvii
A. Kesimpulan
a. Biosintesis Asam Lemak
b. Oksidasi Asam Lemak
B. Saran
C. Daftar Pustaka

xix

xx

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakng
Oksidasi asam lemak berperan dalam metabolisme semua
makhluk hidup dan mempunyai berbegai tujuan, terutama
dalam reaksi-reaksi untuk menghasilkan energi. Proses oksidasi
asam lemak ini dapat berlangsung melalui 3 tahapan.
Proses
Biosintesis asam lemak

Asam lemak adalah rantai

hidrokarbon alifatik panjang yang memiliki gugus asam


karboksilat. Panjang rantai hidrokarbon asam lemak bervariasi
dari 10 sampai 30 karbon.
Rantai hidrokarbon ini bersifat nonpolar yang berfungsi untuk
menyeimbangkan

gugus

asam karboksilat

yang

bersifat

polar.Rantai hidrokarbon asam lemak biasanya berjumlah genap


karena berkaitan dengan tambahan dua karbon dari aseteil-CoA
saat biosintesis asam lemak.
Sintesis asam lemak bukan beararti kebalikan dari jalur
penguraian asam lemak artinya pembentukan asam lemak
sebagian besar berlangsung melalui lintas yang berbeda,
dikatalisis oleh rangkaian enzim yang berbeda dan terjadi
didalam bagian sel yang tidak sama, walaupun ada sebagian

kecil asam lemak yang dihasilkan melalui kebalikan dari reaksi


penguraian asam lemak dalam mitokondria.
Ciri kedua yang menonjol dari mekanisme biosintesis asam
lemak adalah bahwa senyawa antara asil didalm proses ini
adalah senyawa tioester, bukan KoA seperti yang terjadi
didalam oksidasi lemak, tetapi merupakan protein dengan berat
molekul rendah yang disebut protein pembawa asil atau ACP
yang mempunyai gugus SH-esensial.
Ciri ketiga adalah bahwa sintesis asam lemak terjadi didalam
sitosol sel eukariotik sedangkan oksidasi asam lemak terjadi
terutama didalam mitokondria.Asam lemak yang dibuat
didalam sitosol kemudian digunakan sebagai unit pembangun
untuk membuat triasilgliserol atau fosfolipid.
B. Tujuan
Untuk mengetahui pengertian Oksidasi Asam Lemak dan
Biosintesis Asam Lemak
Untuk mengetahui proses dari Oksidasi Asam Lemak dan
Biosintesis Asam Lemak

BAB 2
PEMBAHASAN
A. Pengertian
OKSIDASI ASAM LEMAK
merupakan sekelompok senyawa hidrokarbon berantai panjang
dengan gugus karboksilat pada ujungnya.
Oksidasi asam lemak terjadi didalam mitokondria. Asam lemak
bergabung dengan carnitin

(derivate lysine) menembus

membrane mitokondria mengalami -oksidasi mengahasilkan 2


karbon dengan menghasilkan banyak energi. Beta oksidasi
terjadi dihati dan jaringan lemak. Oksidasi terjadi pada atom C
kedua dari gugus karboksil (Rantai C beta). Pada setiap
oksidasi akan kehilangan 2 atom C untuk menghasilkan 1 atom
asetil Co-A. sebagai perbandingan, katabolisme 1 mol asam
lemak (mengandung 6 atom C) menghasilkan 44 mol ATP,
sedangkan 1 mol glukosa(juga mengandung 6 atom C) hanya
menghasilkan 36 mol ATP, berarti oksidasi asam lemak
menjadi energi sangat efisien. Jika asetil Co-A dari asam
piruvat mencukupi untuk sumber energi, maka asetil Co-A akan
diubah menjadi asam lemak sebagai cadangan sumber energi.

A. Oksidasi asam lemak terjadi dalam 3 tahap yaitu


a. aktivasi,
b. pengangkutan kedalam sel mitokondria, , dan
c. oksidasi menjadi asetil CoA. Secara umum, masuknya asam
lemak ke dalam lintas metabolik didahului dengan perubahan
asam lemak menjadi turunan koenzim A (CoASH).
Turunan asil ini disebut alkanoil atau alkenoil-CoA, dan di
dalam bentuk ini asam lemak dikatakan berada dalam
keadaan teraktivasi. Aktivasi asam lemak akan memicuh
pembentukan tioester dari asam lemak dan CoA. Proses ini
dibarengi dengan hidrolisis ATP menjadi AMP. Enzim yang
mengkatalisis reaksi ini adalah asil-CoA sintetase.
B. Proses dan Mekanisme Oksidasi Asam Lemak
Mekanisme Oksidasi Asam Lemak, Reaksi, Tahapan, Hasil
Akhir. Proses penguraian asam lemak dimulai dengan tahapan
-Oksidasi. Proses -Oksidasi ini berlangsung dimitokondria.
Tahap Pertama
Menggiatkan asam pilmitat bebas dengan asetil koenzim A
dalam sitoplasma, oleh enzim hasil koenzim

A sintetase

menghasilkan palmitoil koenzim A. pada reaksi ini sebagai


sumber energi digunakan 1 molekul ATP untuk satu molekul
palmitil koenzim A yang terbentuk. Dalam hal ini terjadi
terjadi 2 reaksi pemecahan ikatan fosfat berenergi tinggi,
yaitu terhidrilisisnya ATPmenjadi AMP+PPi, dan terurainya
PPi menjadi 2 Pi oleh enzim pirofosfattase. Dengan demikian

untuk menggiatakan satu molekul asam lemak daam tahapan


reaksi

ini,

digunakan

energi

yang

didapatakan

dari

pemecahan 2 ikatan fosfat berenergi tinggi dari satu molekul


ATP.
Tahap Reaksi ke dua
Palmitot koenzim A diangkut dari sitoplasma kedalam
mitokondria dengan bantuan molekul pembawa yaitu,
kartnitin yang terdapat didalam mitokondria
Tahap Reaksi ke tiga
Yaitu proses dehidrogenase palmitoil koenzim A yang telah
berada dalam mtokondria dengan enzim asil koenzim A
dehidrogenes yang menghasilkan senyawa enoil koenzim A.
Pada reaksi ini FAD (flavin adenin denukleotida) yang
bertindak sebagai koenzim

direduksi menjadi FADH2.

Dengan mekanisme fosforilasi bersifat oksidasi melalui rantai


penafasan suatu molekul FADH2 dapat menghasilkan 2
molekul ATP.
Tahap Reaksi ke empat
Ikatan rangkap pada enoil koenzim A dihidratasi menjadi 3hidroksipalmitoil koenzim A hidratase. Reaksi tahap kimia
adalah dehidrogenase dan NAD+ sebagai koenzimnya. Pada
reaksi ini 3-hidrokspalmitoil koenzim A dioksidasi menjadi
3-ketopalmitoil

koenzim

A,

sedangkan

NADH

yang

terbentuk dari NAD+ dapat dioksidasi kembali melalui

mekanisme fosforilasi bersifat oksidasi yang dirangkaikan


dengan rantai pernafasan menghasulkan tiga molekul ATP .
Reaksi Tahap Akhir
Mekanisme beta -oksidasi adalah pemecahan molekul
dengan enzim asetil koenzim A asetiltransferase atau disebut
juga tiolase. Pada reaksi ini satu molekul koenzim A (CoA)
bebas berintraksi dengan 3-ketopalmitoil koenzim A dan sisa
rantai asam lemak dalam bentuk koenzim A-nya. Yang
mempunyai rantai 2 atom karbon lebih pendek dari palmitoil
koenzim A semula.
Proses degradasi asam lemak selanjutnya adalah pengulangan
mekanisme -oksidasi secara kontinu sampai rantai panjang
asam lemak tersebut habis dipecah menjadi molekul asam
palmitat (C16) menghasilkan 8 Mol koenzim A (C2) dengan
melalui tujuh kali -oksidasi
Reaksi keseluruhan dari -oksidasi asam lemak dapat dilihat
pada gambar 2. Setlah semua reaksi -oksidasi berakhir maka
dilanjutkan dengan masuk dalam siklus Krebs. Reaksi
oksidasi dan biosintesis asam mempunyai reaksi yang sangat
penting
BIOSINTESIS ASAM LEMAK
Biosintesis Asam Lemak melalui lintasan khusus
Sintesis asam lemak bukan beararti kebalikan dari jalur penguraian
asam lemak artinya pembentukan asam lemak sebagian besar

berlangsung melalui lintas yang berbeda, dikatalisis oleh rangkaian


enzim yang berbeda dan terjadi didalam bagian sel yang tidak
sama, walaupun ada sebagian kecil asam lemak yang dihasilkan
melalui kebalikan dari reaksi penguraian asam lemak dalam
mitokondria. Lebih lanjut ditemukan bahwa senyawa antara
berkarbon 3 ikut serta didalam biosintesis asam lemak dan bahwa
CO2 juga diperlukan
dari mekanisme biosintesis asam lemak adalah bahwa senyawa
antara asil didalm proses ini adalah senyawa tioester, bukan KoA
seperti yang terjadi didalam oksidasi lemak, tetapi merupakan
protein dengan berat molekul rendah yang disebut protein
pembawa asil atau ACP yang mempunyai gugus SH-esensial. Ciri
ketiga adalah bahwa sintesis asam lemak terjadi didalam sitosol sel
eukariotik sedangkan oksidasi asam lemak terjadi terutama didalam
mitokondria.Asam lemak yang dibuat didalam sitosol kemudian
digunakan sebagai unit pembangun untuk membuat triasilgliserol
atau fosfolipid.

a. Proses Biosintesis Asam Lemak


Pada hakikatnya sintesis asam lemak berasal dari asetil
KoA.Enzim bekerja sebagai katalis adalah kompleks enzimenzim yang terdapat pada sitoplasma, sedangkan enzim-enzim
pemecah asam lemak terdapat pada mitokondria.
- Reaksi awal adalah karboksilasi asetil koenzim A menjadi
malonil koenzim A.asetil KoA intramitokondrion pertama-

tama bereaksi dengan oksaloasetat untuk membentuk sitrat,


ini merupakan tahap pertama dalam siklus asam sitrat oleh
aktivis sitrat sintase.

Asetil KoA + oksaloasetat +H2O

Sitrat +KoA + H+

Sitrat yang terbentuk, kemudian keluar dari matriks menuju


sitosol, menembus membran mitokondria dalam melalui system
transport trikarboksilat yang spesific selanjutnya sitrat bereaksi
dengan KoA sitosol dan ATP untuk menghasilkan Asetil KoA
sitosol, reaksi ini dikatalisis oleh sitrat liase yang disebut juga
sebagai

enzim

Sitrat + ATP +KoA

pemecah

sitrat.

Asetil-KoA + ADP+Pi +

oksaloasetat
Oksaloasetat yang terbentuk tidak dapat kembali ke mitokondria
seperti semula. Untuk bisa kembali ke matrik mitokondria
melalui system transport dikarboksilat oksaloasetat terlebbih
dahulu di reduksi menjadi malat oleh malat sitosolid
dehidrogenase, yang selanjutnya di oksidasi kembali menjadi
oksaloasetat untuk menyempurnakan proses ulang-alik. Setelah
asetil KoA terbentuk di dalam sitosol selanjutnya mengalami
karboksilasi

menghasilkan

malonil

KoA,

yang

menjadi

precursor 14 atom karbo dari ke 16 atom karbon palmitat.Reaksi


tidak dapat balik ini dikatalisis oleh asetil-KoA karboksilase.

ATP +Asetil-KoA + CO2 + H2O malonil KoA+ ADP + Pi +


H+CO2 yang masuk ke dalam reaksi menjadi gugus karboksilat
bebas malonil KoA.
- Reaksi kedua ialah pemindahan gugus karboksilat kepada
asetil KoA.katalis dalam reaksi ini ialah transkarboksilase.
Telah diteliti bahwa zat-zat antara dalam sintesis asam lemak
diikat oleh suatu protein pengangkut asil (acyl carrier protein)
atau ACP.ACP adalah protein yang relative kecil tahan panas,
dengan berat molekul 9.000.
Gugus prostetiknya

adalah

4-fosfopantetein yang juga

membentuk bagian dari struktur Koenzim-A.


Asetil KoA + ACP asetil ACP + HSKoA Malonil KoA + ACP
Malonil ACP + HSKoA Gugus prostetik protein pembawa asil
adalah senyawa 4-fosfopantetein, yang terikat secara kovalen
terikat

pada

gugus

hidroksil

residuserin

pada

rantai

polipeptida.Fosfopantetein, yang mengandung vitamin B asam


pantotenat, adalah juga bagian dari molekul KoA.Gugus SHnya
adalah tempat masuknya gugus malonil selama sintesis asam
lemak.Kedua gugus SH berpartisipasi dalam biosintesis asam
lemak.
- Reaksi ketiga dalam sintesis asam lemak adalah tahap
memperpanjang rangkaian atom C, yang dimulai dengan
pembentukan asetil ACP dan malonil ACP, dengan katalis
asetiltransasilase dan maloniltransasilase.

Maloniltransasilase

bersifat

sangat

khas,

sedangkan

asetiltransasilase dapat memindahkan gugus asil selain asetil,


walaupun lambat. Asam lemak dengan jumlah atom C ganjil di
sintesis berawal dari propinil ACP. Dari reaksi pembentukan di
atas, Asetil dan malonil ACP bereaksi membentuk asetoasetil
ACP, dengan enzim asil-malonil ACP kondense sebagai katalis.
Asetil ACP + malonil ACP

asetoasetil ACP + ACP +

CO2
Pada reaksi kondensasi ini, senyawa 4 atom C dibentuk dari
senyawa 2 atom C dengan senyawa 3 atom C dan CO2
dibebaskan. Tahap selanjutnya ialah reduksi gugus keto pada C
no 3, dari asetoasetil ACP manjadi 3-hidroksi butiril
ACPdengan ketoasil ACP reduktase sebagai katalis. Kemudian
3-hidroksi butiril ACP diubah menjadi krotonil ACP dengan
pengeluaran molekul air (dehidrasi). Enzim yang bekerja pada
reaksi ini adalah 3-hidroksi asil ACP dehidratase.
- Reaksi

terakhir

dalam

sintesis

asam

lemak

adalah

pembentukan butiril ACP dari krotonil ACP dengan katalis


enoil

ACP

reduktase.

Jadi

putaran

pertama

proses

perpanjangan rantai C ini telah mengubah asetil koenzim A


menjadi butiril ACP.
Untuk memulai putaran reaksi selanjutnya, dalam hal untuk
memperpanjang rantai dengan unit 2-karbon lainnya, gugus
malonil selanjutnya dipindahkan dari malonil KoA ke gugus
fosfopantetin SH pada ACP.Gugus butiril lalu meninggalkan

gugus SH-Sis dan menggantikan CO2 dari gugus malonil pada


gugus ACP-SH. Gugus 3-ketonya direduksi pada ketiga tahap
selanjutnya pada siklus sintase untuk menghasilkan gugus asil 6karbon

jenuh.Lalu

gugus

heksanoil

dipindahkan

dari

fosfopantetein SH ke gugus sistein SH. Dari siklus tersebut


dihasilkan Palmitoil-S-ACP sebagai produk akhir. Proses
perpanjangan ini berhenti pada karbon 16, dan asam palmitat
bebas dilepaskan dari molekul ACP oleh aktivitas enzim
hidrolitik.

b. Pengaturan Biosintesis Asam Lemak


Kecepatan biosintesis asam lemak ditentukan terutama oleh
kecepatan reaksi asetil-KoA karboksilase, yang membentuk
malonil-KoA.Asetil-KoA karboksilase adalah suatu enzim
alosterik.Enzim ini hampir-hampir tidak aktif jika tidak akTif
jika tidak terdapat modulator pengaktifnya yaitu sitrat.Bilamana
konsentrasi sitrat pada mitokondrion meningkat, molekul ini
terlepas menuju sitosol.Didalam sitosol, sitrat menjadi pemberi
isyarat alosterik bahwa siklus asam sitrat telah cukup
memperoleh bahan bakar dan bahwa kelebihan asetil-KoA perlu
disimpan sebagai lemak.Sitrat menjadi terikat pada tempat
alosterik asetil-KoA karboksilase, menyebabkan peningkatan
yang tinggi pada kecepatan pengubahan asetil-KoA menjadi
malonil-KoA.Sitrat sitosol adalah juga sumber asetil-KoA yang
diperlukan pada sintesis asam lemak.Sebaliknya, bilamana

terdapat kelebihan produksi palmitoil-KoA, molekul ini


berperan sebagai suatu isyarat alosterik yang menghambat
asetil-KoA karboksilase.Karena asam lemak tidak dapat
disimpan dalam bentuknya sendiri tetapi hanya sebagai
triagliserol, konsentrasi gliserol fosfat dapat mengontol sintesis
asam lemak
2.5 Biosintesis Triasilgliserida Dan Hubungannya Denga
Fosfolipid
Jalur metabolik biosintesis suatu trigliserida dapat terlihat pada
gambar. Tahap pertama sitesis trigliserida ialah pembentukan
gliserofosfat, baik dari gliserol(reaksi 1) maupun dari dihidroksi
aseton fosfat (reaksi 2). Reaksi 1 berlangsung dalam hati dan
ginjal dan reaksi 2 berlangsung dalam mukosa usus serta dalam
jaringan adipose. Selanjutnya gliserofosfat yang telah terbentuk
bereaksi dengan 2 mol asil koenzim A membentuk suatu asam
fosfatidat (reaksi 3). Tahap berikutnya ialah reaksi hidrolisis
asam fosfatidat ini dengan fosfatase sebagai katalis dan
menghasilkan suatu 1,2-digliserida(reaksi 4). Asilaswi terhadap
1,2-digliserida ini merupakan reaksi pada tahap akhir karena
molekul asil koenzim A akan terikat pada atom C nomor 3,
sehingga

terbentuk

trigliserida

(reaksi

5)

Dari gambar tersebut juga dapat dilihat jalur metanolik


biosintesis fosfolipid. Sebelum membewntuk trigliserida, 1,2digliserida dapat bereaksi dengan sitidindifosfat-kolin (CDP-

kolin) menghasilkan fosfatidikolin (reaksi 10). Selain itu 1,2digliserida dapat pula bereaksi dengan sitidin difosfatetanolamina menghasilkan fosfati diletanolamina (reaksi 6)
CDP-kolin dan CDP-etanolamina

Etanolamina atau kolin mengikat guguis fosfat dari ATP dengan


enzim

kinase

sebagai

katalis

dengan

menghasilkan

fosfoetanolamina atau fosfoklorin.


Kemudian fosfoetanolamina atau fosfoklirin bereaksi sebagai
sitidintrifosfat (CTP) menghasilkan CDP-etanolamina atau
CDP-kolin. Katalis untuk reaksi ini adalah transferase. CDPetanolamina atau CDP-kolin dapat bereaksi dengan 1,2digliserida membentuk fosfatidil etanolamina atau fosfatidil
kolin.

Fosfatidiletanolamina

dapat

juga

terbentuk

dari

fosfatidilserin dapat terbentuk dari fosfatidil etanolamina dengan


serin. Dalam reaksi ini terjadi penggantian gugus etanolamina
dengan gugus serin (reaksi 8)

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
a. Biosintesis Asam Lemak
Asam lemak adalah rantai hidrokarbon alifatik
panjang yang memiliki gugus asam karboksilat. Panjang
rantai hidrokarbon asam lemak bervariasi dari 10 sampai
30 karbon.
senyawa antara asil di dalam proses ini adalah senyawa
tioester, bukan KoA seperti yang terjadi didalam oksidasi
lemak, tetapi merupakan protein dengan berat molekul
rendah yang disebut protein pembawa asil atau ACP yang
mempunyai gugus SH-esensial
a. Proses biosintesis asam lemak ada 3, yaitu:
Karboksilasi asetil KoA menjadi Malonil KoA,
Pemindahan gugus karboksilat kepada asetil KoA dan
Tahap perpanjangan rangkaian atom C
b. Pengaturan biosintesis asam lemak ada 2, yaitu:
Kecepatan reaksi asetil KoA karboksilase, yang
membentuk malonil KoA
Konsentrasi gliserolfosfat dapat mengontrol sintesis asam
lemak

a. Oksidasi Asam Lemak


merupakan

sekelompok

senyawa

hidrokarbon

berantai panjang dengan gugus karboksilat pada ujungnya.


Oksidasi asam lemak terjadi didalam mitokondria. Asam lemak
bergabung dengan carnitin (derivate lysine) menembus
membrane mitokondria mengalami -oksidasi mengahasilkan 2
karbon dengan menghasilkan banyak energi. Beta oksidasi
terjadi dihati dan jaringan lemak. Oksidasi terjadi pada atom C
kedua dari gugus karboksil (Rantai C beta). Pada setiap
oksidasi akan kehilangan 2 atom C untuk menghasilkan 1 atom
asetil Co-A. sebagai perbandingan, katabolisme 1 mol asam
lemak (mengandung 6 atom C) menghasilkan 44 mol ATP,
sedangkan 1 mol glukosa(juga mengandung 6 atom C) hanya
menghasilkan 36 mol ATP, berarti oksidasi asam lemak
menjadi energi sangat efisien. Jika asetil Co-A dari asam
piruvat mencukupi untuk sumber energi, maka asetil Co-A akan
diubah menjadi asam lemak sebagai cadangan sumber energi.
Oksidasi asam lemak terjadi dalam 3 tahap yaitu
d. aktivasi,
e. pengangkutan kedalam sel mitokondria, , dan
f. oksidasi menjadi asetil CoA. Secara umum, masuknya asam
lemak ke dalam lintas metabolik didahului dengan perubahan
asam lemak menjadi turunan koenzim A (CoASH).

Turunan asil ini disebut alkanoil atau alkenoil-CoA, dan di


dalam bentuk ini asam lemak dikatakan berada dalam
keadaan teraktivasi. Aktivasi asam lemak akan memicuh
pembentukan tioester dari asam lemak dan CoA. Proses ini
dibarengi dengan hidrolisis ATP menjadi AMP. Enzim yang
mengkatalisis reaksi ini adalah asil-CoA sintetase.
Perbedan oksidasi dan biosintesis asam palmitat
No Komponen

Oksidasi

Biosintsis

1. Tempat

Mitokondria

Sitoplasma

2. Sistem Pembawa

CoA

ACP

3. Molekul

Pemanjang Asetil

Rantai

Co-A Malonil-Co-

(beratom

A(beratom

carbon dua)

carbon 3)

4. Sistem Koenzin dalam NAD+/NADH & NAPDH/NADP+


dalam

reaksi FAD/FADH2

hidrogenasi
B. Saran
C. Daftar Pustaka
a. Oksidasi Asam Lemak
b. Biosintesis Asam Lemak
Lehninger, Albert L.1992.Dasar-Dasar Biokimia Jilid
2.Jakarta : Erlangga
Mathews, Christophner K dan K.E. Fan
Holde.1995.biochemistry.USA: The Benjamin
Chummings Publishing Company, INC

Poedjiadi, Anna dan Supriyanti, F.M. Titin.2006.DasarDasar Biokimia.Jakarta: UI Press


c.