Anda di halaman 1dari 13

LATAR BELAKANG

Istilah radikal bebas telah menjadi populer di masyarakat, terutama di


masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Banyak faktor yang dapat
menyebabkan produksi radikal bebas, internal maupun eksternal. Perubahan pola
hidup masayarakat menjadi modern, memicu berbagai aktivitas yang dapat memicu
terbentuknya radikal bebas. Misalnya, dalam hal pemilihan makanan. Masyarakat
modern dengan aktivitasnya yang padat cenderung untuk memilih makanan yang
praktis dan cepat, sehingga makanan cepat saji menjadi pilihan dibandingkan harus
mengolah makanan sendiri. Makanan cepat saji unggul dalam segi kepraktisannya,
namun memiliki dampak yang berbahaya bagi kesehatan. Berdasarkan
Kusumaningsih (2007) makanan cepat saji banyak mengandung lemak tidak jenuh
yang dapat memicu terbentuknya radikal bebas. Selain itu, Sumber-sumber radikal
bebas dari dalam tubuh, juga terjadi karena proses konsumsi oksigen termasuk juga
stres secara emosional, dan latihan yang terlalu berat. Terbentuknya radikal bebas
juga dapat terjadi karena faktor eksternal, radikal bebas yang berasal dari luar tubuh
berasal dari proses pembakaran, seperti emisi gas kendaraan bermotor, asap rokok,
paparan sinar matahari, dan sebagainya.
Radikal bebas yang terbentuk, dapat dilawan dengan zat antioksidan.
Antioksidan memiliki kemampuan untuk menetralisir radikal bebas tanpa menjadi
radikal bebas itu sendiri. Ketika antioksidan menetralkan radikal bebas dengan
menerima atau menyumbangkan elektron, mereka tidak akan berubah menjadi
radikal bebas dan tetap stabil. Dengan kata lain, antioksidan adalah zat kimia yang
menawarkan elektron mereka sendiri ke radikal bebas, sehingga mencegah
kerusakan sel. Antioksidan yang berasal dari luar tubuh adalah vitamin C, vitamin
E, betakaroten, selenium, zinc, mangan, dan senyawa flavonoid. Vitamin C dan
Vitamin E dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayuran segar. Bagi masyarakat
yang hidup di perkotaan, cukup sulit mengurangi paparan sumber radikal bebas.
Ditambah lagi dengan aktivitas yang cukup padat dan pola konsumsi makanan yang
tidak seimbang. Pada kondisi seperti ini suplemen antioksidan dapat menjadi solusi
untuk melawan radikal bebas.

Salah satu buah yang mengandung Vitamin E dan C tinggi, adalah buah
Carica atau sering dikenal dengan buah pepaya gunung. Kandungan vitamin C buah
ini bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan buah Jeruk, sehingga dapat membantu
tubuh dalam menangkal radikal bebas. Selain itu, Carica juga mengandung
betacryptoxanthin, lutein, dan zeaxanthin, serta betacarotein yang dikenal sebagai
senyawa antioksidan. Dengan keistimewaannya tersebut, buah Carica dapat diolah
menjadi suplemen antioksidan sehingga menjadi solusi untuk melawan radikal
bebas. Rasa dari buah ini sangat khas dan aromanya pun segar, sehingga buah ini
sangat cocok untuk diolah menjadi makanan atau minuman kesehatan.

Gambar 1. Buah Carica (Carica Pubescens)


Buah Carica merupakan buah yang berasal dari Amerika Selatan. Di
Indonesia, buah ini banyak ditemukan di Dataran Tinggi Dieng (Hidayat 2000)1.
Buah carica masuk dalam keluarga pepaya. Bedanya, jika pepaya biasa lebih
dikenal sebagai tumbuhan tropis yang memerlukan banyak panas dan matahari,
maka Carica termasuk keluarga pepaya yang hanya bisa tumbuh di tempat tinggi,
memerlukan temperatur yang cukup dingin, dan banyak hujan. Kondisi tersebut
sangat cocok dengan iklim Dataran Tinggi Dieng. Nama latin buah carica ini adalah
Carica Pubescens atau Carica Candamarcensis, atau kadang dikenal sebagai
Mountain Papaya.

Hidayat S. 2000. Potensi dan prospek pepaya gunung (Carica pubescens Lanne & K. Koch) dari
Sikunang, Pegunungan Dieng, Wonosobo. Bogor: UPT Balai Pengembangan Kebun Raya LIPI
Bogor. hlm 89-95.

Tabel 1. Klasifikasi Buah Carica

Sumber: Prosiding Seminar Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (2000)

Buah Carica merupakan buah yang mudah ditanam dan dipelihara. Usia
pohon Carica relatif panjang yaitu hingga mencapai 15 tahun bahkan lebih. Carica
biasanya ditanam berselang-seling dengan tanaman-tanaman lain seperti kentang,
kacang-kacangan, dan lain sebagainya. Kurang lebih satu tahun setelah dipanen,
pohon carica tersebut sudah bisa menghasilkan buah yang baik. Jika mutu buah
sudah mulai menurun, biasanya setelah enam bulan, petani tinggal memangkas
pohon tersebut. Dari pucuk-pucuknya akan tumbuh tunas baru yang segera
menghasilkan buah yang lebih baik. Dalam seminggu, rata-rata petani dapat
memetik 4-5 kuintal buah carica per minggu. Hal ini berarti, dari sisi aspek teknis
dan produksi tidak ada kendala berarti yang ditemui, karena pohon Carica mudah
ditanam dan juga mudah mengolahnya. Ketersediaan bahan baku dalam jangka
panjang menjadi potensi industri pengolahan buah Carica untuk semakin
berkembang.
Saat ini, pengolahan buah Carica di Dieng masih dilakukan oleh industri
kecil. Proses pengolahan yang dilakukan oleh semua produsen tersebut relatif
serupa, yaitu dijadikan manisan basah dan selai yang dikemas dalam botol ataupun
cup plastik. Pengolahan buah Carica dalam bentuk manisan memang menjadi salah
satu solusi agar buah dapat tahan lebih lama, namun bentuk pengolahan ini
memiliki berbagai kelemahan. Kemasan manisan dalam bentuk botol kaca rentan
pecah. Selain itu botol yang digunakan dalam pengemasan cukup besar, sehingga

tidak praktis untuk dikonsumsi. Sementara itu, buah yang dikemas dalam cup
plastik hanya dapat bertahan selama enam bulan.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka diperlukan pengolahan buah
Carica yang dapat meningkatkan nilai tambah Buah Carica namun tidak
menghilangkan khasiat dari buah Carica yang tinggi akan senyawa antioksidan.
Solusi dari hal tersebut yaitu dengan membuat minuman kesehatan dalam bentuk
serbuk instan buah Carica. Pengolahan dalam bentuk serbuk instan yaitu bertujuan
agar lebih praktis, dapat diminum kapan saja, dan tentu lebih tahan lama. Minuman
kesehatan ini diberi nama Dieca (Dieng Carica). Minuman serbuk instan
antioksidan ini memilik rasa yang khas dan beraroma segar sehingga dapat menjadi
daya tarik tersendiri bagi konsumen. Selain itu minuman kesehatan ini sangat bagus
untuk prospek kedepannya sebagai usaha minuman kesehatan karena produk ini
merupakan produk baru.

DESKRIPSI PRODUK
NAMA PRODUK

DIECA
(Dieng Carica)

TEKNOLOGI PENGOLAHAN
Pengolahan buah Carica hingga menjadi serbuk minuman dilakukan dengan
menggunakan teknologi pengeringan dengan mesin spray dryer. Teknologi spray
drying sudah umum digunakan oleh industri besar proses pembuatan minuman
serbuk. Teknologi ini memanfaatkan kemampuan semprot alat tersebut untuk
mengubah bahan dasar yang berupa cairan menjadi serbuk kering. Alat untuk
melakukan spray drying dinamakan spray dryer. Keuntungan penggunaan spray
drying adalah menghasilkan produk yang bermutu tinggi, berkualitas serta tingkat
kerusakan gizi yang rendah. Selain itu perubahan warna, bau dan rasa dapat
diminimalisir. Hal ini sangat menguntungkan bagi usaha atau industri yang

memproduksi berbagai jenis produk instan berbasis serbuk yang mudah mengalami
kerusakan (denaturasi)2.

Gambar 2. Mesin Spray Dryer


Berikut ini adalah tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pengolahan buah
Carica menjadi sebuk instan:
1. Sortasi dan Gradding
Sortasi merupakan suatu proses yang bertujuan untuk memisahkan hasil
panen buah Carica yang baik (tidak mengalami kerusakan fisikdan terlihat
menarik) dengan yang jelek (hasil yang telah mengalami kebusukan/kerusakan
fisik akibat penguapan/serangan hama dan penyakit serta benda asing yang
tidak dikehendaki). Sedangkan gradding bertujuan untuk memisahkan hasil
panen berdasarkan tingkat mutu, sesuai dengan standar mutu yang ditentukan.
2. Trimming (Peeling & Seeding)
Trimming merupakan teknik menghilangkan/membuang bagian pada hasil
pertanian yang tidak diinginkan. Disini, trimming yang diterapkan adalah
peeling(pengupasan) untuk menghilangkan kulit, dan seeding untuk
menghilangkan biji.

http://hmitpub.blogspot.com/2012/01/metode-pengeringan-spray-drying.html

3. Perendaman
Perendaman menggunakan air bertujuan untuk menghilangkan getah pada
carica yang masih menempel. Sedangkan, perendaman larutan garam bertujuan
untukmenghilangkan lender (getah), mengikat air pada bahan sehingga bahan
kenyal, serta untuk pengawetan.
4. Size Reduction
Size reduction merupakan proses pengecilan ukuran bahan dengan gaya
mekanis tanpa merubah sifat-sifat kimia bahan. Proses size reduction bertujuan
untuk mendpatkan sari dari buah Carica. Proses ini dilakukan menggunakan
mesin blender.
5.

Penyaringan dan Atomization


Setelah diblender, selanjutnya dilakukan penyaringan terhadap larutan sari

buah Carica. Kemudian sari buah Carica dihomogenisasikan terlebih dahulu.


Tujuan dari atomizer ini adalah untuk memperluas permukaan sehingga
pengeringan dapat terjadi lebih cepat.
6. Pengeringan
Proses pengeringan menggunakan spray dryer

dilakukan dengan

mengurangi kadar air suatu bahan sehingga dihasilkan produk berupa bubuk
melalui penguapan cairan.
KEMASAN
Produk ini dikemas dalam bentuk sachet untuk kemasan sekali minum dan kemasan
botol yang lebih ekonomis.
A. Kemasan sachet
Kemasan sachet ditujukan bagi konsumen yang menginginkan penyajian
yang praktis tanpa harus menakar terlebih dahulu serbuk yang akan diseduh.
Kemasan ini dibuat dalam bentuk stick dengan tujuan agar lebih praktis juga
menghemat penggunaan plastik dan karton pembungkus. Satu kotak sterdiri
dari 10 stick sachet yang berat bersihnya adalah 200 gram dan dijual dengan
harga Rp. 8000,00.

B. Kemasan Botol
Kemasan botol menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan
pemakaian produk yang lebih ekonomis. Botol yang digunakan terbuat dari
plastik, hal ini agar konsumen lebih mudah membawanya karena ringan.
Berat bersih, dari kemasan botol ini adalah 500 gram yang dapat digunakan
untuk 25 kali penyajian. Kemasan botol dijual dengan harga Rp. 18.000,00.

Gambar 3. Kemasan Botol Produk Dieca

PENYAJIAN
Produk ini dapat disajikan dengan menggunakan air panas ataupun air dingin.
Tuangkan satu sachet atau dua sendok teh lalu seduh dengan 150 ml air, kemudian
aduk hingga rata.

KANVAS BISNIS MODEL

1. Customer Segments (Segmen Pelanggan)


Siapa pelanggan yang menjadi tujuan dari bisnis anda? Untuk siapa anda
menciptakan nilai? Siapa pelanggan terpenting anda?

Pelanggan utama dari usaha ini adalah kalangan menengah ke atas


yang peduli akan kesehatan

Wisatawan yang berkunjung ke DataranTinggi Dieng

2. Value Proposition (Proposisi Nilai)


Nilai disini dapat berupa barang, jasa, atau fasilitas yang diberikan oleh
perusahaan kepada konsumen. Nilai yang diberikan kepada konsumen
yaitu:

Khasiat dari buah Carica yang mengandung vitamin C yang tinggi


dan zat antioksidan yang dipercaya dapat melawan radikal bebas dan
mencegah penuaan dini

Kemasannya yang praktis dan ringan, sehingga mudah untuk dibawa


kemana-mana. Selain itu, penyajiannya pun sangat mudah.

Belum ada yang menawarkan produk minuman serbuk instan yang


kaya akan antioksidan seperti produk ini

Terdapat pilihan kemasan sesuai dengan kebutuhan dan daya beli


pengguna jasa.

3. Channels (Saluran)
Menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan berkomunikasi dengan
segmen pelanggannya dan menjangkau mereka untuk memberikan
proposisi nilai.

Cara menjangkau konsumen adalah dengan penjualan langsung dan


media sosial online. Media sosial yang digunakan adalah website
dan instagram.

Bekerja sama dengan Herbal Shop seperti Serambi Betani untuk


saluran pemasaran lainnya.

Melakukan promosi lewat media online seperti twitter, facebook,


dan youtube.

Ikut serta dalam pameran-pameran produk herbal ataupun pameran


produk olahan agribisnis.

4. Customer Relationships (Hubungan Pelanggan)


Menggambarkan berbagai jenis hubungan yang dibangun perusahaan
bersama segmen pelanggan yang spesifik.

Melakukan promosi dan edukasi mengenai khasiat buah Carica dan


pentingnya senyawa antioksidan untuk melawan radikal bebas

Menyediakan pelayanan konsumen untuk meningkatkan layanan.

5. Revenue Streams (Arus Pendapatan)


Menggambarkan uang tunai yang dihasilkan perusahaan dari segmen
pelanggan.

Dalam penjualan langsung pembayaran dilakukan dengan cara tunai


dan pada penjualan online pembayaran dilakukan secara non-tunai
(transfer).

6. Key Resource (Sumber Daya Utama)


Menggambarkan aset-aset terpenting yang diperlukan agar sebuah model
bisnis dapat berfungsi.

Sumber daya utama dalam usaha ini adalah bahan baku utama yaitu
buah Carica atau pepaya gunung

Teknologi pengolahan buah Carica menjadi serbuk

Pegawai yang berfungsi sebagai tenaga kerja utama dalam


pengolahan buah Carica menjadi minuman serbuk instan.

Aset berupa bangunan, mesin, dan peralatan

7. Key Activities (Aktivitas Kunci)


Apa dan bagaimana anda membuat dan menentukan aktivitas kunci
sehingga model bisnis dapat bekerja?

Kunci utama dari bisnis ini adalah pengolahan buah Carica menjadi
minuman kesehatan instan.

Penyuluhan terhadap petani Carica agar buah yang dihasilkan


kualitasnya bagus dan seragam.

Aktivitas pemasaran, dimana dengan pemasaran yang baik akan


menjaring konsumen lebih banyak dan membuat konsumen lebih
tertarik pada produk ini

8. Key Partnership (Kemitraan Utama)


Siapa yang menjadi mitra bisnis perusahaan anda sehingga mampu
mengoptimalkan model bisnis ? Mengapa?

Mitra bisnis dalam usaha ini adalah petani Carica di Dieng

Pegawai atau tenaga kerja yang merupakan mitra dalam operasional


kerja

Herbal Shop seperti Serambi Botani yang membantu dalam


pemasaran produk

9. Cost Structure (Struktur Biaya)


Menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan
model bisnis.

Biaya terpenting dalam bisnis ini adalah investasi mesin, yaitu


mesin spray dryer sebagai alat utama dalam pengolahan produk.

Biaya variabel seperti pembelian bahan baku dan tenaga kerja

Biaya operasional dan pemasaran

Partner Utama :

Petani Carica

Pegawai

Herbal Shop

Media sosial online

Aktivitas Kunci :

Proposisi Nilai :

Penyuluhan petani

Khasiat Buah Carica

Carica
Proses pengolahan buah
Carica menjadi serbuk

Hubungan Pelanggan :

Variasi Kemasan Produk


Kemasan yang Praktis

Paket promosi harga

Melakukan promosi
dan edukasi mengenai
khasiat buah Carica
Menyediakan
pelayanan konsumen

instan

Pasokan buah Carica

Penjualan langsung

Teknologi

Penjualan di Herbal

pengeringan
Pegawai

Media Sosial

Mesin dan Peralatan

Pameran produk

Biaya variabel berupa pembelian bahan baku dan tenaga kerja

Biaya operasional dan pemasaran

Biaya penyusutan

kesehatan

Wisatawan yang

Shop

atas yang peduli akan

Saluran :

Biaya investasi gedung, mesin, dan peralatan

Kalangan menengah ke

Tinggi Dieng

Sumber Daya Utama :

berkunjung ke Dataran

Sistem pemasaran

Struktur Biaya :

Segmen Pelanggan :

Arus Pendapatan :

Penjualan produk secara langsung dan online

Tugas Mata Kuliah Inovasi dan Kewirausahaan

Business Canvas Model


Minuman Instan Antioksidan dari Buah Pepaya Gunung (Carica Pubescens)
dengan Menggunakan Teknologi Spray Dryer

Oleh :
Lia Nur Alia Rahmah
P056132591.52

Dosen:
Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr

PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS


INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2014