Anda di halaman 1dari 6

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN HECTING

DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD TIDAR KOTA MAGELANG

Inisial pasien (usia) : Tn. M


Diagnosa medis

: Vulnus Laserasi

Tanggal masuk

: 24 Desember 2014

1. Diagnosa keperawatan dan dasar pemikiran


Risiko infeksi berhubungan dengan trauma jaringan : robekan pada jari tangan
Ds :
-

Klien mengatakan tangan kanannya robek terkena selepan

Klien mengatakan darah yang keluar banyak dan hanya ditutup dengan
kain

Klien mengatakan jari tangannya nyeri

Do:
-

TD : 120/ 80 mmHg
Nadi : 86 x/ menit
RR : 20 x/menit
Suhu : 36o C

Tampak ada robekan di ujung jari tangan kanan klien

Tampak keluar darah dari robekan

2. Tindakan keperawatan yang dilakukan


Hecting pada ujung jari tengah tangan kanan

3. Prinsip-prinsip tindakan
Prinsip yang harus diperhatikan :

1) Cara memegang kulit pada tepi luka dengan surgical forceps harus
dilakukan secara halus dengan mencegah trauma lebih lanjut pada
jaringan tersebut.
2) Ukuran kulit yang yang diambil dari kedua tepi luka harus sama
besarnya.
3) Tempat tusukan jarum sebaiknya sekitar 1-3 cm dari tepi luka. Khusus
daerah wajah 2-3mm.
4) Jarak antara dua jahitan sebaiknya kurang lebih sama dengan tusukan
jarum dari tepi luika.
5) Tepi luka diusahakan dalam keadaan terbuka keluar ( evferted ) setelah
penjahitan
Alat :
1) Steril
-

wadah dari logam

needle holder/ pemegang jarum

jarum dengan ujung segi tiga

jarum dengan ujung bulat

Pinset anatomi

Pinset chirrurgis

Gunting Benang

Gunting jaringan

Klem arteria berujung lurus/ bengkok

Kain steril

2) Non steril
-

NaCl fisiologis

Povidon Iodine 10%

Perhidrol 3%

Lidocain 2%

Klorin 0,5%

Kasa steril

Plester

Spuit 3cc

Benang side no 3.0

Benang catgut no. 3.0

Prosedur pelaksanaan :
1) Menentukan jenis luka
-

menilai bentuk luka : teratur/tidak

menilai tepi luka : teratur/tidak, jembatan jaringan

menilai luas luka : panjang dan lebar dalam cm

menilai kedalaman luka : dalam cm 2

2) Memberikan penjelasan dan meminta persetujuan tindakan medik:


-

menjelaskan kondisi luka

menjelaskan prosedure tindakan

menjelaskan tujuan tindakan,keuntungan dan kerugian

meminta persetujuan tindakan

3) Menyiapkan peralatan yang diperlukan dalam keadaan steril


4) Menentukan jenis benang dan jarum yang diperlukan
5) Memilih antiseptik, desinfektan yang diperlukan
6) Melakukan cuci tangan secara foerbringer
7) Memakai sarung tangan steril
8) Melakukan tindakan aseptik anti septik
-

dimulai dari tengah ke tepi secara sentrifugal

menggunakan kasa dan povidon iodine

9) Melakukan anestesi lokal (secara infiltrasi atau lapangan)


cara: menusukkan jarum sub kutan menyusuri tepi luka sampai seluruh
luka teranestesi dengan baik. Lakukan aspirasi untuk memastikan bahwa
ujung jarum tidak masuk pembuluh darah (terlihat cairan darah dalam
spuit). infiltrasikan lidokain bersamaan waktu menarik mundur jarum 2-4
cc (tergantung luas luka)

10) Pasang kain steril. 12. Lakukan eksplorasi luka untuk mencari perdarahan
aktif, jaringan-jaringan mati/ rusak. Perdarahan dari vena cukup
dihentikan dengan penekanan menggunakan kasa steril beberapa detik.
11) Desinfeksi menggunakan povidon Iodine
12) Menjahit luka
-

Gunakan needle holder untuk memegang jarum.

Jepit jarum pada ujung pemegang jarum pada pertengahan atau


sepertiga ekor jarum. Jika penjepitan kurang dari setengah jarum,
akan sulit dalam
menjahit.

Pegang needle holder dengan jari-jari sedemikian sehingga


pergelangan tangan dapat melakukan gerakan rotasi dengan bebas.
masukkan ujung jarum pada kulit dengan jarak dari tepi luka sekitar
1cm, membentuk sudut 90

dorong jarum mengikuti kelengkungan jarum.

Jahit luka lapis-demi lapis dari yang terdalam. Aproksimasi tepi luka
harus baik.

Penjahitan luka bagian dalam menggunakan benang yang dapat di


serap atau monofilament

Jarak tiap jahitan sekitar 1cm. Jahitan yang terlalu jarang luka kurang
menutup dengan baik.

Bila terlalu rapat meningkatkan trauma jaringan dan reaksi inflamasi.

13) Melakukan dressing Setelah penjahitan selesai, lakukan eksplorasi.


Jahitan yang terlalu ketat/ kendor diganti. Desinfeksi luka dengan
povidone iodine. Tutup dengan kasa steril beberapa lapis untuk menyerap
discharge yang mungkin terbentuk. Dan diplester
14) Berikan edukasi tentang makanan, cara merawat luka, mengganti kasa.
Waktu kontrol. Menjelaskan lama penyembuhan, waktu pengangkatan
jahitan,

hasil

jahitan,

penyembuhan luka.
15) Membereskan alat

penyulit-penyulit

yang

mempengaruhi

16) Cuci tangan


17) Dokumentasi keperawatan

4. Analisa tindakan keperawatan


Jahitan kulit sebaiknya terbuat dari berbagai bahan yang dapat di absopsi,
seperti sutra, katun, linen, kawat, nilon dan dakron (seratpoliester). Tujuannya
untuk mencegah timbulnya infeksi dari luka tersebut serta mengobservasi
perkembangan luka.
Tindakan hecting pada Tn.M dilakukan menggunakan benang cutgut 3.0
dengan cara simpul tunggal. Tindakan ini dilakukan selama 30 menit dengan
jumlah 5 jahitan. Setelah dijahit, luka dibalut menggunakan sufratul dan kasa
steril kering dan tidak muncul tanda-tanda perdarahan.
5. Bahaya yang mungkin muncul
1) Jika jahitan terlalu tegang dapat menyebabkan avaskularisasi
sehinggamenyebabkan kematian jaringan
2) Jika teknik penjahitan yang dilakukan tidak steril maka dapat terjadi
infeksi
3) Pembersihan luka yang kurang teliti juga dapat menimbulkan infeksi jika
masih ada benda asing yang tertinggal pada luka

6. Hasil yang didapat dan maknanya


S:
-

Klien mengatakan saat dijahit tidak terasa nyeri

O:
-

Luka robek pada jari tengah kanan dijahit sebanyak 5 jahitan dibalut
dengan kasa steril

A:
-

Masalah risiko infeksi tidak muncul

P:
-

Anjurkan klien untuk kontrol 2 hari lagi di poli bedah

Anjurkan klien untuk tidak menghindari luka agar tidak basah

Anjurkan klien untuk tidak pantang memakan apapun kecuali memiliki


alergi

7. Tindakan keperawatan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi


diagnosa keperawatan di atas (mandiri dan kolabiratif)
-

Injeksi IM tetagam 250 iu

Pemberian obat antibiotic dan anti nyeri

8. Evaluasi diri
Tindakan hecting yang dilakukan pada Tn.M sudah dilakukan sesuai prosedur.
9. Kepustakaan
1) Mansjoer, Arif . 2000. Kapita selekta kedokteran. Ed.3 jilid 2. Jakarta :
FKUI
2) Nanda Diagnosis Keperawatan 2012-2014
3) PPD Unsoed. Diakses melalui
http://kedokteran.unsoed.ac.id/Files/Kuliah/modul%20/Genap%20I%20%20Hecting.pdf pada tanggal 3 Januari 2014

Nama dan tanda tangan mahasiswa

( Intan Herdini Devi)