Anda di halaman 1dari 4

JURNAL UMUM

Sebelum melanjutkan materi ini. Cobalah Anda pahami kembali tentang jurnal umum,
bagaimana bentuk formatnya dan bagaimana mencatatnya. Jika telah memahaminya dapat
melanjutkan ke materi berikutnya.
Di muka sudah dijelaskan bahwa transaksi-transaksi dalam perusahaan dagang sangat banyak
sifat dan jumlahnya, dan tidak semua transaksi bisa dicatat di dalam jurnal khusus. Untuk itu
transaksi tersebut harus dicatat di dalam suatu jurnal yang dinamakan dengan jurnal umum
perusahaan dagang pada modul yang dahulu.
Perlu Anda ketahui bahwa transaksi-transaksi yang dapat dicatat di dalam jurnal umum
meliputi :
1) retur pembelian barang dagang, yang dahulu dibeli dengan kredit karena barang rusak;
2) retur penjualan barang dagang, yang dahulu dijual dengan secara kredit karena barang
rusak;
3) pengubahan utang usaha menjadi utang wesel;
4) pengubahan piutang usaha menjadi piutang wesel;
5) penjualan sebagian aktiva tetap yang sudah tidak layak pakai secara kredit;
6) pengurangan harga.
Perlu dijelaskan kepada Anda sekali lagi maksud retur pembelian adalah adanya
pengembalian barang dagang atau barang lain yang sudah dibeli karena rusak. Sedangkan
pengurangan harga adalah potongan yang diberikan kepada langganan. Biasanya kedua
transaksi ini dicatat dalam satu akun yang diberi nama pembelian retur dan potongan harga.
Adanya pengembalian barang atau adanya pengurangan harga dinyatakan dengan Nota
Kredit. Sedangkan retur penjualan adalah pengembalian barang dagang atau barang lain yang
sudah dijual oleh para langganan, mungkin saja diberikan pengurangan harga kepada
langganan. Pencatatannya dalam akun diberi nama penjualan retur dan pengurangan harga.
Bagaimana, apakah sudah paham dengan uraian di atas, jika sudah Anda boleh melanjutkan
lagi kemateri selanjutnya. Untuk lebih jelasnya lagi. Coba simak dan pahami jurnal umum
berikut ini dengan menggunakan format 5.

Untuk lebih meningkatkan lagi pemahaman Anda, coba kerjakan soal-soal di bawah ini,
dengan cermat dan jangan tergesa-gesa, langkah demi langkah dan catatlah transaksi-

transaksi itu kedalam jurnal umum.


Anda dihadapkan dengan transaksi-transaksi perusahaan dagang UD. Sumber Bayu,
Semarang selama bulan Juni 2000,Juni

10 : Diterima kembali barang dagang yang dijual dengan syarat n/60 dari Tuan Basuki
Rp. 200.000,- karena rusak.
12 : Dikirim kembali sebagian barang dagangan yang dibeli dari U.D. Dahlia senilai
Rp. 50.000,- karena rusak.
13 : Dikeluarkan nota kredit No. 1 kepada Toko Keluarga untuk barang-barang rusak
karena kesalahan pembungkusan sebesar Rp. 30.000,15 : Dikirim nota debit kepada UD Laris untuk barang yang rusak Rp. 40.000,-

Transaksi-transaksi tersebut dicatat dalam jurnal umum (memorial) sebagai berikut:

Cara penyusunan Jurnal Penyesuaian dengan penalaran Selamat pagi sahabat blog akuntansi pendidik
yang saya banggakan, saudara pasti sedang berusaha memahami jurnal penyesuaian, sebagian orang berpendapat bahwa jurnal
penyesuaian merupakan salah satu materi akuntansi dasar yang sulit, saya harap saudara tidak berpendapat seperti itu, apabila
saat ini saudara berpendapat seperti itu ayo segera rubah mind set saudara yakinkan dalam pikiran saudara bahwa jurnal
penyesuaian itu mudah untuk dipahami. Untuk memulai memahami materi jurnal penyesuaian di artikel ini akan dibahas
tentang apa itu jurnal penyesuaian, mengapa kita harus membuat jurnal penyesuaian dan bagaimana cara menyusun jurnal
penyesuaian. secara lebih detail silahkan pahami pemaparan berikut ini. Jurnal penyesuaian diartikan sebagai jurnal yang
disusun untuk menyesuaikan saldo akun atau rekening yang belum menunjukan saldo sebenarnya ke saldo yang sebenarnya
pada ahir periode akuntansi. Berdasarkan pengertian jurnal penyesuaian tersebut dapat dipahami bahwa jurnal penyesuaian
bertujuan untuk menyesuaikan saldo akun tertentu pada suatu periode, bukan membenarkan kesalahan dalam pencatatan.
Apabila terdapat kesalahan atau kekeliruan dalam penjurnalan atau pencatatan transaksi keuangan maka kesalahan tersebut
dapat diselesaikan dengan jurnal koreksi, jadi jurnal penyesuaian berbeda dengan jurnal koreksi. untuk memahami tentang
jurnal koreksi lebih lanjut silahkan baca artikel menyusun jurnal koreksi. Dengan penyusunan jurnal penyesuaian maka akan
membuat pengukuran laba atau rugi periode tersebut lebih akurat dan membuat nilai aktiva dan kewajiban yang sesuai dengan
periode tersebut sehingga akan menghasilkan laporan keuangan yang benar dan penyajian aktiva dan pasiva dalam neraca
saldo setelah penutup juga menampilkan saldo yang benar dan sesuai dengan kondisi perusahaan. Tujuan Jurnal penyesuaian
Jurnal penyesuaian disusun dengan tujuan sebagai berikut: a) Agar setiap rekening riil, khususnya rekening aktiva dan
rekening utang menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode b) Agar setiap rekening nominal, khususnya
rekening pendapatan dan biaya menunjukkan pendapatan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu periode tertentu.
Rekening yang perlu disesuaikan antara lain adalah sebagai berikut: A. Pendapatan yang masih harus diterima atau piutang
pendapatan Piutang pendapatan merupakan pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum diterima secara
tunai oleh perusahaan dan belum dicatat dalam buku perusahaan. Contoh : Tanggal 31 Desember sebuah hotel belum
menerima pembayaran sewa kamar sebesar Rp 500.000; karena pembayaran baru dilakukan pada saat check out. Dari kondisi
tersebut maka dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut: B. Biaya yang masih harus dibayar atau utang biaya Merupakan biaya
yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dicatat oleh perusahaan dan belum dibayarkan secara tunai atau per
kas. Contoh : Suatu perusahaan belum membayar gaji karyawan sebesar Rp 500.000; Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai
berikut : C. Pendapatan diterima dimuka Merupakan pendapatan yang sudah diterima, tetapi sebenarnya merupakan

pendapatan periode yang akan datang. Dalam akuntansi, penerimaan uang yang jasanya belum diberikan kepada pihak
pembayar disebut "Pendapatan Diterima Dimuka". Terdapat 2 cara pencatatan atas "Pendapatan Diterima Dimuka", yaitu:
Pendekatan Hutang dan Pendekatan Pendapatan. Misalkan untuk pembahasan berikut, Maskapai Penerbangan Garuda pada
tanggal 1 Desember th X menjual tiket pesawat dengan total harga Rp 15.000.000,00. Sampai dengan 31 Desember th X harga
tiket atas penumpang yang sudah diberangkatkan berjumlah Rp 9.000.000,00. 1. Pendekatan Hutang Jurnal yang dibuat
adalah mendebet rekening Kas dan mengkredit rekening Pendapatan Diterima Dimuka. Jurnal yang dibuat untuk mencatat
penjualan tiket pada tanggal 1 Desember (Jurnal Umum) adalah: Selanjutnya pada tanggal 31 Desember, karena maskapai
penerbangan tersebut telah menerbangkan penumpang dengan nilai Rp 9.000.000,00 maka perusahaan tersebut akan
mengakui pendapatan tiket sebesar Rp 9.000.000,00. Jumlah ini akan dilaporkan dalam Laporan Laba Rugi. Sementara itu
harga tiket sebesar Rp 6.000.000,00 belum diterbangkan sehingga masih berstatus "Pendapatan Diterima Dimuka" dan
jumlah ini akan dilaporkan dalam neraca. Untuk itu jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah: 2. Pendekatan Pendapatan Dengan
pendekatan ini, Jurnal transaksi pada tanggal 1 Desember adalah sbb: Jurnal Penyesuaian yang dibuat pada 31 Desember
adalah sbb: D. Biaya dibayar dimuka Merupakan biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi sebenarnya harus dibebankan pada
periode yang akan datang. Misalnya pada tanggal 1 agustus 2012 perusahaan A membayar biaya iklan untuk produknya kepada
perusahaan iklan sebesar 12.000.000 rupiah untuk jangka waktu satu tahun ke depan. Susunlah jurnal penyesuaian untuk
biaya iklan tersebut! Berdasarkan ilustrasi di atas maka dapat diketahui bahwa pada saat dibayar beban iklan yaitu pada 1
Agustus 2012 sampai dengan ahir periode yaitu 31 desember 2012, jasa iklan yang seharusnya diterima perusahaan A belum
seluruhnya diterima, jasa iklan akan diterima seluruhnya oleh perusahaan A setelah satu tahun dari tanggal pembayaran yaitu
pada bulan juli 2013. Untuk mencatat biaya iklan yang dibayar dimuka dalam akuntansi terdapat dua pendekatan yaitu
pendekatan harta atau disebut juga pendekatan neraca dan pendekatan beban atau disebut juga pendekatan laba-rugi. 1.
Pendekatan Harta Rekening harta dalam ilustrasi ini adalah "Iklan dibayar di muka Jurnal saat terjadi transaksi yaitu tanggal 1
Agustus 2012 Iklan dibayar di muka ........... Rp 12.000.000
Kas ........................................... Rp 12.000.000 Selanjutnya
sampai dengan 31 Desember 2012, perusahaan A baru menikmati jasa iklan selama 5 bulan terhitung dari bulan Agustus
sampai bulan desember, sehingga biaya iklan untuk 5 bulan (Rp 5.000.000,00) harus dicatat di rekening "Biaya iklan" untuk
dilaporkan dalam Laporan Laba Rugi sedangkan sisanya yaitu Rp 7.000.000 belum diakui sebagai biaya tetapi diakui sebagai
piutang iklan atau disebut juga iklan dibayar di muka. Dengan demikian jurnal penyesuaian yang disusun oleh perusahaan A
adalah sebagai berikut: Biaya Iklan ...............................Rp 5.000.000
Iklan dibayar di muka ........................Rp 5.000.000 2.
Pendekatan Beban Rekening beban maupun biaya dalam ilustrasi di atas adalah biaya iklan Jurnal saat transaksi yaitu pada
tanggal 1 agustus 2012 adalah sebagai berikut: Biaya Iklan .....................Rp 12.000.000
Kas ......................................Rp
12.000.000 Selanjutnya sampai dengan 31 Desember 2012, perusahaan A, baru menikmati jasa iklan selama 5 bulan sehingga
biaya iklan untuk 5 bulan adalah Rp 5.000.000. Biaya sebesar 5.000.000 tersebut adalah biaya iklan yang diakui dalam
periode yang bersangkutan sehingga biaya tersebut adalah biaya iklan yang akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi. Dengan
demikian jurnal penyesuaian yang disusun adalah sebagai berikut: Iklan dibayar di muka .................Rp 7.000.000
Biaya
Iklan ................................................Rp 7.000.000 E. Biaya pemakaian perlengkapan Merupakan bagian dari harga beli
perlengkapan yang telah dikonsumsi selama periode akuntansi. Perlengkapan perlu dibuatkan jurnal penyesuaian karena
perlengkapan yang sudah terpakai dicatat atau diakui sebagai beban yang akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi. Contoh :
Pada neraca saldo tanggal januari 1988 Saldo perlengkapan sebesar 137.450 Perlengkapan yang masih tersisa tanggal 31
Desember 1998 sebesar Rp. 47.900. Jawab : Jumlah perlengkapan yang tersisa Rp. 47.900, berarti pemakaian perlengkapan
tahun 1998 adalah Rp. 89.550 (Rp. 137.450 Rp. 47.900), Maka jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah sbb: F. Penyusutan
Aktiva tetap atau depresiasi Merupakan penyusutan aktiva tetap yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi. Semua
aktiva tetap selain tanah sesuai dengan prosedur dalam akuntansi akan mengalami penyusutan atau pengurangan nilai
sehingga harus dibuatkan akumulasi penyusutan untuk mecatat nilai aktiva tetap yang telah disusutkan. Dalam menghitung
nilai penyusutan aktiva tetap dikenal beberapa metode , salah satunya adalah metode garis lurus. Contoh : Sebuah aktiva tetap
dalam hal ini kendaraan dibeli dengan harga Rp 126.000.000,- diperkirakan umur ekonomis mobil tersebut adalah 14 tahun,
apabila perusahaan menggunakan metode garis lurus dalam menghitung nilai penyusutan aktiva tetap, berapa beban
penyusutan mobil tersebut setiap tahun? buatlah jurnal penyesuaian untuk penyusutan mobil tersebut! Besarnya penyusutan
mobil dalam setahun dihitung sebagai berikut:
126.000.000 / 14 = Rp 9.000.000 Jurnal Penyesuaian untuk mencatat
beban depresiasi tersebut adalah : Kesimpulan Jurnal Penesuaian merupakan jurnal yang dibuat untuk menyesuaiakan saldo
rekening-rekening yang belum menunjukan saldo yang sebenarnya ke saldo yang sebenarnya sampai dengan ahir periode
akuntansi. Jurnal penyesuaian disusun setelah kita menyusun Neraca Saldo, setelah neraca saldo disusun maka disusunlah
jurnal penyesuaian, jika terdapat akun atau rekening yang belum sesuai dengan keadaan sebenarnya. Jika neraca saldo dan
jurnal penyesuaian telah tersusun maka akan dapat disusun neraca saldo yang telah disesuaikan, yang kemudian akan
dijadikan sumber dalam penyusunan laporan keuangan. Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan maka dibuatlah
Neraca Lajur atau Kertas Kerja, Jika anda sudah memahami hakikat jurnal penyesuaian saya sarankan untuk berlatih
menyusun jurnal penyesuaian untuk mengetes kemampuan anda. jika anda memerlukan soal dan pembahasan tentang jurna
penyesuaian silahkan baca studi kasus jurnal penesuaian Description: Memahami arti penting, tujuan penyusunan, jenis-jenis
rekening atau akun yang perlu disesuaikan dan cara penyusunan jurnal penyesuaian dengan penalaran Rating: 4.5 DAPATKAN
ARTIKEL TERBARU DALAM BLOG INI SECARA GRATIS MELALUI: Email Anda dengan cara memasukan alamat email anda
dalam kotak berikut ini, selanjutnya buka email anda dan klik link konfirmasi: Komentar Posted by: Andi Pujianto Artikel
ini, diperbarui pada: 10:00 AM Terima kasih Telah Membaca Cara penyusunan Jurnal Penyesuaian dengan penalaran
Akuntansi Keuangan Dasar Akuntansi Pendidik PENTING Artikel ini telah dipatenkan melalui myfreecopyright.com dan
DMCA.Com, Apabila Saudara ingin mengutip, maka Saudara diharuskan memberi link sumber menuju ke artikel ini. Jika tidak
akan diproses secara DMCA Takedown yang tentu saja tidak baik akibatnya bagi blog saudara. Terima kasih atas perhatian dan
kerjasamanya. Artik

Sumber: http://akuntansipendidik.blogspot.com/2012/09/Cara-penyusunan-jurnal-penyesuaian-dengan-penalaran.html
Semoga artikel ini bermanfaat untuk saudara