Anda di halaman 1dari 93

6

BAB I
INTI MASALAH EKONOMI, KEBUTUHAN,
KELANGKAAN DAN SISTEM EKONOMI
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)

URAIAN

1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan Masalah pokok ekonomi


kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi, konsep Kelangkaan
ekonomi dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi konsumen Sistem ekonomi
dan produsen,permintaan, penawaran, harga keseimbangan,
dan pasar.
A. INTI MASALAH EKONOMI ATAU PERSOALAN DASAR EKONOMI
Problema / masalah ekonomi adalah adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat
pemenuhan kebutuhan sangat terbatas.
Inti masalah ekonomi atau Persoalan dasar ekonomi adalah :
a. Secara klasik, masalah ekonomi meliputi : Masalah produksi, Konsumsi dan Distribusi
b. Secara Modern, masalah ekonomi meliputi : Barang apa yang akan diproduksi dan berapa banyak
(what), Bagaimana cara memproduksi (How), dan Untuk siapa barang-barang tersebut (For Whom).
B. KEBUTUHAN
1. Kebutuhan menurut instansitasnya, dibedakan menjadi : Kebutuhan primer, Kebutuhan sekunder dan
Kebutuhan tersier
2. Kebutuhan menurut sifatnya, dibedakan menjadi ; Kebutuhan jasmani dan Kebutuhan rokhani
3. Kebutuhan menurut waktu penggunaannya, dibedakan menjadi : Kebutuhan sekarang dan Kebutuhan
mendatang
4. Kebutuhan menurut subyeknya atau konsumennya, dibedakan menjadi ; Kebutuhan perseorangan
(individu) dan Kebutuhan masyarakat (sosial)

C. KELANGKAAN

Keadaan timpang antara kebutuhan manusia tidak terbatas, dihadapkan pada sarana atau alat yang
terbatas dinamakan kelangkaan (scarcity).
Barang dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya:
a.
Menurut sifatnya, barang dibedakan menjadi : Barang ekonomi dan Barang bebas
b.
Menurut fungsinya (tujuan penggunaannnya), barang dibedakan menjadi : Barang konsumsi dan
Barang produksi/barang modal
c.
Menurut wujudnya, barang dibedakan menjadi : Barang konkrit/nyata/material dan Barang
abstrak/immaterial
d.
Menurut cara penggunaannya, barang dibedakan menjadi : Barang substitusi dan Barang
komplementer
e.
Menurut pengerjaannya, barang dapat dibedakan menjadi : Barang mentah/bahan mentah,
Barang setengah jadi dan Barang jadi
Menurut AL Meyers jenis-jenis kegunaan barang atau benda sebagai berikut :
a.
Element Utility (faedah elemen)
b.
Time Utility (faedah waktu)
c.
Place utility (faedah tempat)
d.
Form Utility (faedah bentuk)
e.
Ownership utility (faedah hal milik)
Macam-macam barang yang lain dalam ilmu ekonomi, diantaranya :
a. Barang inferior adalah Barang yang permintaannya turun pada saat pendapatan seseorang naik,
contob : gaplek, cirinya kualiasnya rendah.
b. Barang giffen adalah Hampir sama dengan barang inferior yaitu barang yang kualitasnya rendah.
Bedanya barang giffen memiliki efek pendapatan yang lebih besar dari efek substitusinya, sedangkan
barang inferior memiliki efek pandapatan yang negatif yang lebih besar dari efek substitusinya.
c. Barang superior : Barang yang bermutu tinggi

D. BIAYA SEHARI-HARI DAN BIAYA PELUANG


Biaya sehari-hari adalah biaya / ongkos yang dikeluarkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan
berbagai macam barang/jasa yang diperlukan agar tercapai kemakmuran
Sedangkan Biaya Peluang/Ongkos Alternatif (Opportunity Cost) adalah sejumlah barang atau
pendapatan yang harus dikorbankan agar sejumlah barang yang lain dapat diproduksi/digunakan. Jadi
Ongkos alternatif sejumlah barang X adalah sejumlah barang Y yang harus dikorbankan agar sejumlah
barang X dapat diproduksikan.
Contoh :
Suatu ruangan Toko disewakan dengan pendapatan sewa Rp 150.000,00 perbulan. Pemilik
mempertimbangkan untuk menggunakan sendiri, karena jika digunakan sendiri diperkirakan akan
menghasilkan Rp 175.000,00 perbulan. Jadi biaya kesempatan yang dikorbankan sebesar Rp 150.000,00
dan keuntungan yang diperoleh atas keputusan ini sebesar Rp 25.000,00, yang diperoleh dari Rp
175.000,00 dikurangi Rp 150.000,00.

6
E. METODE EKONOMI
1. Metode Induksi : Metode yang bermula dari kenyataan/fakta yang ada ,di masyarakat, dianalisa
kemudian dibuat kesimpulan ekonomi
2. Metode Deduksi : Metode yang bermula dari teori-teori / dalil-dalil umum yang telah ada lalu
dianalisa kemudian dibuat kesimpulan ekonomi.
3. Metode Sintesa : Metode yang menggunakan kenyataan dan teori secara bersama-sama untuk
membuat kesimpulan ekonomi.
F. PRINSIP DAN MOTIF EKONOMI
1. Prinsip ekonomi adalah pedoman / patokan yang digunakan manusia dalam melakukan kegiatan
tindakan ekonomi. Pedoman tersebut berupa : Dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk
memperoleh hasil yang tertentu atau dengan pengorbanan yang tertentu untuk memperoleh hasil
yang sebesar-besarnya.
2. Motif ekonomi adalah gejala sesuatu yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi
Tindakan atau motif ekonomi tersebut berupa :
a. Untuk mencari keuntungan / kemakmuran
b. Untuk mencapai penghargaan
c. Untuk mencapai kekuasaan
d. Untuk melakukan kegiatan sosial
G. HUKUM EKONOMI
Hukum ekonomi adalah hubungan / pertalian antara dua variabel ekonomi yang saling berkaitan.
Contoh : Hukum permintaan, hukum penawaraan, hukum Gresham, dan lain-lain
Ciri-ciri Hukum Ekonomi:
Hukum ekonomi berlaku jika keadaan yang lain tetap (Ceteris Paribus), dan keadaan tersebut adalah :
a. Pendapatan konsumen tetap
b. Selera konsumen tetap
c. Harga barang lain tetap
d. Praduga tentang harga tetap
e. Tidak ada barang pengganti /substitusi
Hubungan dalam hukum ekonomi ada dua macam, yaitu:
1. Hubungan Kausal (sebab akibat)
Adalah hubungan yang menerangkan bahwa perubahan suatu variabel akan menyebabkan perubahan
variabel yang lain (hubungan ini bersifat searah)
2. Hubungan Fungsional / Interdependence (saling mempengaruhi)
Adalah perubahan variabel ekonomi dimana perubahan suatu variabel ekonomi akan menyebabkan
perubahan variabel ekonomi yang lain, dan sebaliknya (hubungan ini berlaku secara timbal balik)
H. SISTEM EKONOMI
a. Sistem ekonomi tradisional
Masyarakat yang mempunyai sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang belum ada
pembagian kerja, cara mendapatkan barang dengan barter (natura), belum mengenal uang sebagai
alat pembayaran, produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi dan hanya untuk memenuhi
kebutuhan sendiri/masyarakat.
Ciri-ciri
Kebaikan
Keburukan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Belum ada pembagian


kerja
Pertukaran dengan sistem
barter
Jenis produksi ditentukan
sesuai dengan kebutuhan
Hubungan
masyarakat
bersifat kekeluargaan
Bertumpu pada sektor
agraris
Keadaan masyarakatnya
masih statis, tradisional dan
msikin

1.
2.
3.

Setiap
masyarakat
termotivasi untuk menjadi
produsen
Produksi tidak ditujukan
untuk mencari keuntungan
Dengan
sistem
pertukaran barter, masyarakat
cenderung bertindak jujur

1.
2.
3.
4.

Tidak ada kerjasama antar


individu atau masyarakat
Sulit
mempertemukan
kedua belah pihak yang saling
membutuhkan
Jenis dan jumlah barang
yang diproduksi sering tidak
mencukupi kebutuhan
Sulit menetapkan ukuran
dari barang yang dipertukarkan

b. Sistem ekonomi sosialis/terpusat


Sistem ekonomi sosialis adalah system ekonomi dimana seluruh kebijaksaanaan perekonomian
ditentukan oleh pemerintah sedangkan masyarakat hanya menjalankan peraturan yang ditentukan.
Sistem ekonomi terpusat ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Karl Marx dalam bukunya
yang benjudul Das Kapital tahun 1867. Jadi sistem ini lebih bersifat memerintah, karena campur
tangan pemerintah di bidang ekonomi melakukan pembatasan - pembatasan atas kegiatan yang
dilakukan oleh masyarakat.
Ciri-ciri
Kebaikan
Keburukan
1.
2.
3.

Perencanaan disusun oleh


pemerintah pusat
Semua
alat
produksi
dikuasai oleh negara
Produksi, distribusi dan
konsumsi
diatur
secara
terpusat

1.
2.
3.

Pemerintah bertanggung
jawab
penuh
dalam
perekonomian
relatif tidak ada jurang
pemisah antara orang kaya dan
miskin
Hasil
produksi
dapat

1.
2.
3.

Hak
milik
perorangan
sangat dibatasi dan rakyat
kurang memiliki pilihan
Potensi dan daya kreasi
tidak berkembang
Tidak terdapat kebebasan
individu

6
4.

Inisiatif dan hak


perorangan dibatasi

milik
4.

dinikmati secara rata


Mudah
melakukan
pengendalian harga

c. Sistem ekonomi liberal


Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem dimana negara memberi kebebasan kepada setiap orang
untuk mengadakan kegiatan ekonomi. Sistem ini berdasar pada teori yang dikekukakan oleh Adam
Smith (1723 - 1790) dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nations, yang diterbitkannya pada
tahun 1776, dengan ajaran pokoknya yaitu memberikan kebebasan perseorangan di setiap sektor
ekonomi.
Ciri-ciri
Kebaikan
Keburukan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Hak milik atas alat


produksi di tangan perorangan
Harga barang ditentukan
oleh
permintaan
dan
penawaran di pasar
Adanya persaingan bebas
Tidak ada campur tangan
pemerintah
dalam
perekonomian
Modal memegang perang
penting
terbuka kesempatan bagi
individu
untuk
mengejar
keuntungan

1.
2.
3.
4.

Dapat
meningkatkan
efisiensi dan kualitas barang
yang diproduksi
Terdorong untuk mengejar
kemakamuran bagi dirinya
sendiri
Setiap
orang
atau
pengusaha termotivasi mencari
keuntungan
Pemilihan sektor usaha
disesuaikan
dengan
kemampuan

1.
2.
3.
4.
5.

Menimbulkan persaingan
tidak sehat
Terdapat
kesenjangan
kaya dan miskin
Menimbulkan monopoli
Terdapat eksploitasi SDM
Pemanfaatan SDA sering
tidak
memperhatikan
kelestarian lingkungan

d. Sistem ekonomi campuran (sosialis dan liberal)


Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem liberal dan sistem sosialis, yang
mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang juga berarti garis antara peran
mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu.
Ciri-ciri
Kebaikan
Keburukan
1.
2.

Adanya campur tangan


pemerintah
dalam
perekonomian
Pihak swasta ikut berperan
dalam kegiatan perekonomian

1. Sektor ekonomi pemerintah dan 1.


swasta terpisah secara jelas
2. Fluktuasi harag dapat lebih
terkendali
2.
3. Hak milik perorangan diakui dan
pemerintah mendorongnya

Jika
peran
pemerintah
mendominasi
akan
timbul
etatisme
Jika peran swasta mendominasi,
akan timbul monopoli yang
merugikan masyarakat

e. Sistem ekonomi Indonesia (Demokrasi Ekonomi)


Demokrasi ekonomi yang diterapkan di Indonesia mengandung ciri-ciri positif sebagai berikut :
a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan
b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh negara
c. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
d. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan Lembagalembaga Perwakilan Rakyat serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada Lembagalembaga Perwakilan rakyat pula
e. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai
hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak
f. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan
masyarakat
g. Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batasbatas yang tidak merugikan kepentingan umum
h. Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
Sedangkan ciri negatif dalam sistem perekonomian Indonesia yang harus dihindarkan diantaranya :
a. Sistem. free fight liberalism, yakni yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa
lain.
b. Sistem etatisme, yakni negara serta aparatur ekonomi bersifat dominan, mendesak dan
mematikan potensi dan daya kreasi unit ekonomi di luar sektor negara
c. Monopoli, yakni pemusatan kekuasaan ekonomi pada satu kelompok.

BAB II
PERILAKU KONSUMEN DAN PERILAKU PRODUSEN
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
1.Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan
kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi, konsep
ekonomi dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi
konsumen dan produsen, permintaan, penawaran, harga
keseimbangan, dan pasar.

URAIAN
Peranan dan Perilaku
konsumen/produsen
dalam kegiatan ekonomi

A.

PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN


Konsumen adalah pihak yang melakukan kegiatan untuk menghabiskan atau memanfaatkan barang
dan jasa. Sedang Produsen adalah pihak yang melakukan kegiatan untuk menghasilkan atau
menciptakan barang dan jasa, sehingga kedua pihak tersebut dapat melakukan kegiatan ekonomi.
1.
Pelaku ekonomi untuk menjalankan kegiatan ekonomi
Kegiatan-kegiatan ekonomi dilakukan atau dijalankan oleh 5 pelaku dalam suatu perekonomian, yaitu:
1. Rumah tangga / Rumah Tangga Konsumsi
2. Perusahaan / Produsen atau Rumah Tangga Produksi
3. Pemerintah / Negara
4. Lembaga-lembaga keuangan (Bank dan Bukan Bank)
5. Masyarakat Luar Negeri
2.
Nilai suatu barang
1. Nilai pakai (Value in use), yang terdiri dari : Nilai pakai subyektif dan Nilai pakai obyektif
2. Nilai Tukar (Value in exchange), yang terdiri dari : Nilai tukar subyektif dan Nilai tukar obyektif
TEORI NILAI OBYEKTIF
Ada beberapa teori nilai obyektif dan tokohnya, diantaranya :
1. Teori nilai pasar (oleh Humme dan Locke).Nilai suatu barang sangat tergantung pada permintaan
dan penawaran barang di pasar.
2. Teori nilai biaya produksi (oleh Adam Smith). Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya
produksi yang dikeluarkan oleh produsen untuk membuat barang tersebut.
3. Teori nilai tenaga kerja (oleh David Recardo). Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya
tenaga kerja yang diperlukan untuk menghasilkan barang tersebut.
4. Teori nilai biaya reproduksi (oleh Carey). Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya yang
dikeluarkan untuk menghasilkan barang itu kembali (biaya reproduksi). Sebab untuk menentukan
nilai suatu barang tidak berpangkal pada biaya produksi yang pertama kali, tetapi pada biaya
produksi yang dikeluarkan sekarang.
5. Teori nilai kerja rata-rata atau Teori nilai lebih (oleh Karl Marx).
TEORI NILAI SUBYEKTIF
a.
Herman Henrich Gossen (1854)
Gossen mempelajari cara pemuasan kebutuhan menjadi Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II.
Hukum Gossen I, yaitu hukum kepuasan yang semakin berkurang (Law of diminishing utility), yang
berbunyi :
Jika suatu kebutuhan dipenuhi terus menerus, maka kenikmatannya makin lama makin
berkurang, sehingga akhirnya dicapai rasa kepuasan
Hukum Gossen II, yaitu hukum perata nilai batas atau Law of Marginal utility, yang berbunyi :
Manusia akan berusaha untuk memenuhi berbagai macam kebutuhannya sampai pada tingkat
intensitas yang sama
b.
Karl Manger (Teori nilai Australia)
Karl Manger melanjutkan penelitiannya berdasarkan Hukum Gossen dengan membuat daftar
kebutuhan konsumen, sehingga konsumen akan membagi pendapatnya untuk memenuhi berbagai
macam kebutuhan sampai mencapai tingkat intensitas yang harmonis.
c.
Von Bohm Bawerk (Teori nilai batas)
Nilai batas adalah nilai yang diberikan kepada barang yang dimilikinya paling akhir atau nilai
pemuasan yang paling akhir.
2.

Teori Perilaku Konsumen


a. Pendekatan Marginal Utility, yang bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan (utility) setiap
konsumen bisa diukur dengan uang atau dengan satuan lain, sehingga konsumen selalu berusaha
mencapai kepuasan total yang maksimum.
b. Pendekatan Kurva Indiferen (Indifference Curve) adalah kurva yang menunjukkan kombinasi
konsumen antara 2 macam barang, yang memberikan tingkat kepuasan yang sama bagi konsumen.
c. Hukum Engel
Hubungan antara pendapatan dengan konsumsi adalah berbanding terbalik seperti yang
dikemukakan oleh sarjana ekonomi Jerman bernama ENGEL yang terkenal dengan HUKUM
ENGEL, berbunyi :
Semakin besar pendapatan, semakin kecil bagian pendapatan yang digunakan untuk konsumsi, dan
sebaliknya

6
3.

Fungsi Produksi atau Persamaan Produksi


Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan antara tingkat
output dan tingkat (kombinasi) penggunaan input-input.
Secara matematis fungsi produksi adalah :

Q = f (C, L, R, T)

Q
f
C
L
R
T

: Quantity (jumlah barang yang dihasilkan)


: Fungsi (simbol persamaan fungsional)
: Capital (modal atau sarana yang digunakan)
: Labour (tenaga kerja)
: Resources (sumber daya alam)
: Technologi (tehnologi dan kewirausahaan)

Sedangkan

Marginal Product =

TP
X

Dan

Average Product =

TP
X

Keterangan : TP = Selisih besarnya total produksi


TP = Total produksii
X = Selisih besarnya input
X = besarnya input
4.
Teori Produksi
a.
Tahapan Produksi
1.
Sektor produksi primer meliputi bidang ekstraktif dan bidang agraris
2.
Sektor produksi sekunder meliputi bidang industri dan bidang perdagangan
3.
Sektor produksi tersier meliputi bidan g jasa/ pelayanan
b.
Faktor-faktor Produksi
1.
Faktor produksi asli, terdiri dari : Faktor produksi alam dan Faktor produksi tenaga
kerja
2.
Faktor produksi turunan, terdiri dari : Faktor produksi modal dan Faktor produksi
pengusaha
5.

Perilaku Produksi
Menurut David Recardo penambahan faktor produksi tidak selalu dapat memberikan hasil yang
sebanding, seperti yang digambarkan dalam Hukum hasil lebih yang semakin berkurang atau The
Law of diminishing returns yang berbunyi
Dengan suatu tekhnik tertentu, maka mulai titik tertentu penambahan faktor produksi tidak
lagi memberikan penambahan hasil produksi yang sebanding. Atau dengan kata lain tambahan hasil
lama kelamaan akan menurun, meskipun faktor produksi terus bertambah.
Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel di bawah ini :
Contoh :
Tanah : 1 Ha, Modal Rp 5.000.000,00
Tambahan Hasil
Law of diminishing retuns
Hasil Total
Pekerja
(Marginal
terjadi pada pekerja yang ke-4
(Total Product)
Product)
dan seterusnya, yaitu setelah
1
10
10
tercapai marginal product
2
21
11
maksimum sebesar 13.
3
34
13
4
42
8
5
46
4
6
48
2

6.

Produktivitas
Produktivitas dapat ditingkatkan dengan cara sebagai berikut :
1.
Secara Ektensif yaitu menambah jumlah faktor produksinya.
2. Secara Intensif yaitu meningkatkan produktivitas setiap faktor produksi atau memaksimalkan faktor
produksi yang sudah ada.
3. Rasionalisasi yaitu mengeluarkan kebijaksanaan yang rasional yang mengarah pada efisiensi
produksi agar produktivitas optimal.
Rasionalisasi dapat ditempuh dengan jalan :
1. Mekanisasi Yaitu mengganti alat-alat produksi dengan mesin-mesin/ alat-alat yang serba
modern.
2. Standardisasi yaitu dilakukan dengan membuat suatu standar/ ukuran dalam hal mutu, bentuk,
ukuran dan lain-lain terhadap suatu produk tertentu.
3. Spesialisasi/ pembagian kerja.
4.
Menempatkan pekerja pada tempat yang sebenarnya (the right man on the right place)
4.
Kurva Kemungkinan Produksi (Production Possibility Curve = PPC)
Kurva kemungkinan produksi adalah kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi
maksimum output yang dapat dihasilkan.

B.

DIAGRAM ARUS KEGIATAN EKONOMI


Aktivitas ekonomi yang melibatkan Rumah Tangga Produksi dan Rumah Tangga Konsumsi digambarkan
oleh Francois Quesney (1694-1774) dalam bukunya yang berjudul Tableua Economique, yang disebut
sebagai the Circular Flow of Economic Activity yang artinya arus lingkaran kegiatan ekonomi
yangmeliputi arus barang dan arus uang.
ARUS LINGKARAN KEGIATAN EKONOMI
Penjualan barang dan jasa
1
3
2

RTP

Uang hasil
penjualan

RTK

Sewa, Upah
Bunga dan Laba
4
Faktor
Produksi

1
Keterangan :
1.
Pasar input
2.
dengan RTP
3.
C.

Aliran arus barang

3. Pasar faktor produksi /

Aliran arus uang

5. Hubungan antara RTP

Pasar hasil produksi / Pasar output


PERAN KONSUMEN DAN PRODUSEN

a.
1.
2.
3.
4.
5.
b.

oleh produsen

Peran Konsumen
Sebagai pemakai barang atau jasa yang dihasilkan
tenaga kerja, modal dan pengusaha)
rangka melindungi konsumen
dan jasa

Sebagai penyedia faktor-faktor produksi (alam,


Dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam
Memperlancar peredaran atau perputaran barang
Dapat menaikkan harga faktor-faktor produksi,
artinya dapat menaikkan harga sewa, upah, bunga dan laba

Peran Produsen
Sebagai penghasil barang atau jasa yang ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan konsumen
2.
Sebagai pemakai atau pengguna faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh
konsumen
3.
Dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam rangka meingkatkan
produksinya
4.
Memperlancar penyediaan barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen
5.
Dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga akan
meningkatkan kemakmuran bangsa
6.
Sebagai pihak yang dapat meingkatkan inovasi-inovasi di bidang produksi
barang atau jasa
7.
Melakukan pembayaran faktor-faktor produksi sehingga dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat
1.

BAB III
PERMINTAAN, PENAWARAN, HARGA KESEIMBANGAN
DAN PASAR
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)

URAIAN

1. Siswa mampu memahami permasalahan ekonomi dalam


kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan
sistem ekonomi, konsep ekonomi dalam kaitannya dengan
kegiatan ekonomi konsumen dan produsen, konsep ekonomi
dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga
keseimbangan, dan pasar.
A.
No.

Keterangan

Permintaan

Penawaran
Jumlah keseluruhan barang atau jasa
yang akan dijual atau ditawarkan oleh
produsen pada berbagai macam tingkat
harga
Jumlah barang yang ditawarkan akan
selalu
berbanding
lurus
dengan
harganya (positif) artinya jika harga
barang naik, maka jumlah barang yang
ditawarkan bertambah, sebaliknya jika
harga turun, maka jumlah barang yang
ditawarkan berkurang
a.
Biaya produksi artinya biaya yang
dikeluarkan untuk membuat barang
atau jasa
b.
Kemajuan tehnologi atau adanya
tehnologi baru
c.
Harga bahan baku untuk membuat
barang
d.
Banyaknya produsen yang menawarkan
barang
e.
Laba yaang diinginkan produsen
f.
Kebijakan pajak dan subsidi
P = a + bQ atau Q = a + b P
Nilai a = Ujudnya angka saja (boleh +/)
Nilai b = Yang ada hurufnya ( harus +)

Pengertian

Jumlah keseluruhan barang dan jasa


yang ingin dibeli oleh konsumen pada
berbagai macam tingkat harga

2.

Hukum atau
hubungan antara
harga dengan
jumlah barang

3.

Faktor yang
mempengaruhi

Jumlah barang yang diminta akan


selalu berbanding terbalik dengan
harganya (negatif), artinya jika harga
barang naik, maka jumlah barang yang
diminta akan berkurang, dan jika
harga barang turun, maka jumlah
barang yang diminta akan bertambah
a.
Pendapatan
atau
penghasilan masyarakat
b.
Distribusi pendapatan
masyarakat
c.
Selera
konsumen
terhadap barang
d.
Jumlah penduduk
e.
Harga barang lain yang
berhubungan dengan barang tersebut
f.
Prediksi
masyarakat
tentang kondisi di masa yang akan
datang
g.
Adanya
barang
substitusi
h.
Kegunaan akan suatu
barang

4.
5.

Fungsi
Syarat mutlak
fungsi
Cara menentukan
persamaan fungsi

P = a b Q atau Q = a b P

Grafiknya

M elereng dari kiri atas ke kanan


bawah

7.

Permintaan dan penawaran


Harga keseimbangan
Berbagai bentuk pasar barang
Pasar input (Pasar Faktor Produksi)

PERMINTAAN (DEMAND) DAN PENAWARAN (SUPPLY)

1.

6.

Nilai a = Ujudnya angka saja (harus +)


Nilai b = Yang ada hurufnya ( harus )

P P1
Q Q1

P2 P1 Q 2 Q1

P P1
Q Q1

P2 P1 Q 2 Q1

Melereng dari kiri bawah ke kanan atas

Ada tiga macam barang dimana kurva permintaan yang menurun tidak berlaku, yaitu;
a. Barang giffen adalah barang inferior (barang bermutu rendah) yang efek pendapatannya lebih
besar dari pada efek substitusinya
b. Barang spekulasi adalah bila konsumen berhadap bahwa harga barang di masa mendatang
akan mengalami kenaikan, maka kenaikan harga sekarang justru diikuti dengan kenaikan
permintaan
c. Barang prestise adalah kesediaan konsumen untuk membayar barang dengan harga yang lebih
tinggi, karena unsur prestise, misal pakaian bekas milik orang kenamaan, permataan bekas
orang terkenal dan sebagainya.
B. KESEIMBANGAN PASAR
Keseimbangan pasar (Price Equillibrium) adalah harga yang terjadi apabila jumlah barang yang
diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.
Rumus keseimbangan pasar adalah sebagai berikut.

Pd = Ps

Qd = Qs

6
atau
Keterangan :
Pd = P untuk fungsi permintaan
Ps = P untuk fungsi penawaran

Qd = Q untuk fungsi permintaan


Qs = Q untuk fungsi penawaran.

Contoh:
Fungsi permintaan P = 1000 20Q dan fungsi penawaran P = -600 + 20Q. Tentukan besarnya
keseimbangan!
Jawab:
Pd = Ps
1000 - 20 Q = -600 + 20 Q
-40 Q = - 1600
Q = 40 unit
Jika Q = 40, maka P = 1000 - 20 (40) = 200. Jadi keseimbangan pasarnya : Q = 40 dan P = 200 atau
(40,200).
Gambarnya:
P
1.000
D
S
200
0

30 40

50

- 600

C. PERGESERAN KURVA PERMINTAAN DAN KURVA PENAWARAN

a.

Grafik permintaan yang bergeser ke kanan dan grafik penawaran


yang bergeser ke kiri tampak sebagai berikut :

P
3
P
2
P
1
P

D1
D

E3
E1
E

S1

S1
E2

D1

Q1 Q Q2 Q3

Keterangan :
No. Sebelum perubahan kurva
permintaan dan
penawaran
1.
Harga pasar setinggi OP

Perubahan kuva permintaan


ke kanan dari D D1

Perubahan kurva penawaran


ke kiri dari S S1

Harga pasar setinggi OP2 Harga pasar setinggi OP1


(harga naik dari P P2)
(harga naik dari P P1)
2.
Jumlah barang sebesar OQ
Jumlah barang sebesar OQ3 Jumlah barang sebesar OQ1
(jumlah barang naik dari Q (jumlah barang turun dari Q
Q3)
Q1)
3.
Keseimbangan pasar di E
Keseimbangan pasar di E2
Keseimbangan pasar di E1
Jika kurva permintaan dan penawaran mengalami perubahan semua, maka harga pasar
setinggi OP3, jumlah barang sebesar OQ2 dan keseimbangan pasar sebesar E 3
b.
Grafik permintaan yang bergeser ke kiri dan grafik penawaran yang
bergeser ke kanan tampak sebagai berikut :

P
P1
P2
P3

D1

D
E1
E3

S
E2

S1

6
S
S1

D1

Q1 Q2 Q Q3

Keterangan :
No. Sebelum perubahan kurva
permintaan dan
penawaran
1.
Harga pasar setinggi OP
2.
3.

Perubahan kuva permintaan


ke kiri dari D D1

Perubahan kurva penawaran


ke kanan dari S S1

Harga pasar setinggi OP2 Harga pasar setinggi OP1


(harga turun dari P P2)
(harga turun dari P P1)
Jumlah barang sebesar OQ
Jumlah barang sebesar OQ1 Jumlah barang sebesar OQ3
(jumlah barang turun dari Q (jumlah barang naik dari Q
Q1)
Q3)
Keseimbangan pasar di E
Keseimbangan pasar di E1
Keseimbangan pasar di E2
Jika kurva permintaan dan penawaran mengalami perubahan semua, maka harga pasar
setinggi OP3, jumlah barang sebesar OQ2 dan keseimbangan pasar sebesar E 3

PENGARUH PAJAK TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR


Pajak yang dikenakan atas penjualan selalu menambah harga barang yang ditawarkan, sehingga
hanya mempengaruhi fungsi penawaran, sedang fungsi permintaannya tetap.
Contoh:
Fungsi permintaan ditunjukkan dengan P = 50 2Q, dan fungsi penawaran ditunjukkan dengan P = -30
+ 2 Q. Terhadap barang tersebut dikenakan pajak sebesar Rp 10,00 per unit. Tentukan Titik
keseimbangan pasar setelah pajak.
Jawab:
Penawaran sesudah pajak: P = -30 + 2 Q + 10
P = -20 + 2 Q
Sedangkan persamaan permintaan tetap.
Keseimbangan pasar setelah pajak
Pd = Ps
50 2Q = -20 + 2 Q
-4 Q = -70
Q = 17,5
Jika Q = 17,5 maka P = 50 2 (17,5)
P = 15
Jadi keseimbangan setelah pajak adalah P = 15 dan Q = 17,5 atau (17,5 ; 15)
Pengaruh pajak dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
a. Beban pajak yang harus ditanggung oleh konsumen (tk)
Untuk pajak perunit :
Untuk pajak keseluruhan

tk = P1 P

tk = (P1 P ) Q1

Dimana:
tk = beban pajak yang ditanggung konsumen
PI = harga keseimbangan setelah pajak
P = harga keseimbangan sebelum pajak
Q1 = Jumlah keseimbangan setelah pajak
Berdasarkan contoh diatas maka pajak yang ditanggung konsumen perunit adalah :
Tk = 15 10 = Rp 5,00 .
b. Beban pajak yang ditanggung produsen (tp)
Untuk pajak perunit :
Untuk pajak keseluruhan :

tp = t - tk

tp = (t - tk ) Q1

Dimana:

tp = beban pajak yang ditanggung produsen


t = besarnya pajak per unit
tk = besarnya pajak yang ditanggung konsumen
Berdasarkan contoh di atas, maka pajak yang ditanggung produsen perunit adalah :
tp = 10 5 = Rp 5,00
c. Pajak yang diterima Pemerintah (T)
Dimana Q1 = Jumlah keseimbangan setelah pajak
T = QI x t
t = Besarnya pajak perunit
Berdasarkan contoh di atas maka Pajak yang diterima pemerintah adalah :
T = 17,5 x 10 = Rp 175,00

6
* PENGARUH SUBSIDI TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR
Subsidi merupakan bantuan yang diberikan pemerintah kepada produsen dan konsumen, sehingga
subsidi selalu megurangi harga barang yang ditawarkan atau hanya mempengaruhi fungsi
penawaran, sedang fungsi permintaannya tetap.
Contoh:
Fungsi permintaan ditunjukkan dengan P = 50 2Q, dan fungsi penawaran ditunjukkan dengan P =
-30 + 2 Q. Terhadap barang tersebut Pemeintah memberi subsidi Rp 10,00 per unit. Tentukan Titik
keseimbangan pasar setelah subsidi
Jawab:
Penawaran tanpa subsidi : P = -30 + 2 Q
Penawaran dengan subsidi: P = -30 + 2 Q 10
P = -40 + 2 Q
Karena persamaan permintaannya tetap, maka keseimbangan setelah subsidi adalah
50 2Q =
-40 + 2 Q
-4 Q
=
-90
Q
=
22,5
Jika Q = 22,5 maka P = 50 2 (22,5) = 5
Jadi keseimbangan setelah subsidi adalah: P = 5 dan Q = 22,5 atau (22, 5)
Subsidi dibagi menjadi tiga bagian antara lain sebagai berikut :
a.
Bagian subsidi yang dinikmati konsumen (sk)
Subsidi konsumen perunit :
Subsidi konsumen keseluruhan :

sk = P - PI

b.

Dimana:
sk = subsidi yang dinikmati konsumen
P = harga keseimbangan sebelum subsidi
PI = harga keseimbangan dengan adanya subsidi
Q1 = Jumlah keseimbangan setelah subsidi
Bagian subsidi yang dinikmati produsen (sp)
Subsidi produsen perunit :
Subsidi produsen keseluruhan :

sp = s - sk

c.

sk = (P P1) Q1

sp = (s sk) Q1

Dimana:
sp = subsidi yang dinikmati produsen
s = subsidi per unit
sk = subsidi yang dimiliki konsumen
Jumlah sibsidi yang dibayarkan oleh pemerintah (S)

S = Q1 x s
Dimana:

S = subsidi yang dibayar oleh pemerintah


QI = jumlah barang yang terjual setelah subsidi
s = subsidi per unit

D. PASAR ATAU STRUKTUR PASAR


Pasar adalah hubungan keseluruhan dari permintaan dengan penawaran terhadap barang atau jasa.
Dilihat dari hubungan antar pembeli dan penjual, pasar dibedakan menjadi :
1. Pasar persaingan sempurna Adalah pasar dimana terdapat banyak penjual dan banyak pembeli
untuk memperdagangkan barang yang homogen. Ciri-ciri pasar persaingan sempurna diantaranya :
a. Jumlah penjual dan pembeli sangat banyak
b. Barang yang dijual bersifat homogen
c. Terdapat kebebasan keluar masuk pasar, baik bagi pembeli maupun penjual
d. Ada mobilitas barang, sehingga pembeli dapat memperoleh barang dalam jumlah berapapun
e. Penjual dan pembeli memahami keadaan pasar yang sebenarnya.
2. Pasar persaingan tidak semuprna Adalah pasar dimana syarat-syarat pasar persaingan sempurna
tidak terpenuhi. Pasar persaingan tidak sempurna, terdiri dari :
a. Pasar Monopoli adalah Pasar yang terdapat satu pihak penjual yang menguasai
b. Pasar Duopoli adalah Pasar yang terdapat dua pihak penjual yang menguasai
c. Pasar Oligopoli adalah Suatu pasar yang didalamnya terdapat beberapa penjual menguasai (3
10 penjual / produsen)
d. Pasar Persaingan Monopolistis adalah Pasar terdapat banyak penjual dalam suatu jenis barang
tertentu, tetapi tiap penjual mempunyai ciri barang yang berbeda (differensiasi produk).
E. ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN

6
Elastisitas adalah Kepekaan atau angka yang menunjukkan perubahan harga barang terhadap
perubahan jumlah barang atau pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang diminta dan
jumlah barang yang ditawarkan.
Terdapat beberapa macam Koefisien elastisitas (E), diantaranya :
1.
Elastisitas Harga (Price Elasticity) adalah Perbandingan antara persentase perubahan
jumlah barang dengan persentase perubahan harga barang.
2.
Elastisitas silang (Cross Elaticity) adalah pengaruh perubahan harga barang x terhadap
jumlah barang y yang diminta, jadi rasio antara jumlah barang y yang diminta dengan harga barang
x
3.
Elastisitas Pendapatan (Income Elasticity) adalah pengaruh perubahan pendapatan
terhadap jumlah barang yang diminta.
Untuk lebih memberikan gambaran seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap jumlah
barang yang diminta atau yang ditawarkan, maka koefisien elastisitasnya dapat dihitung dengan
rumus sebagai berikut :

E=

Rumus :

E
Keterangan
Q
P
P
Q

:
=
=
=
=

perubahan nisbi jumlah barang


perubahan nisbi harga

Q P
x
P Q

Dan

atau

P
P'
Q

selisih jumlah barang


selisih harga barang
harga mula-mula
jumlah barang mula-mula

Macam-macam sifat elastisitas


No.
Jenis Elastisitas
1.
2.
3.
4.
5.

Q
Q1
P

atau

Permintaan
Permintaan
Permintaan
Permintaan
Permintaan

elastic
inelastic
uniter/normal
elastis sempruna
inelastis Sempurna

Rumus
E
E
E
E
E

>1
<1
=1
=
=0

Logika
%Q>%P
%Q<%P
%Q=%P
%Q,%P=0
% Q = 0, % P

Contoh barang
Keb. Lux atau mewah
Keb. Primer/pokok
Keb. Sekunder
Keb. Dunia (gandum, minyak)
Keb. Tanah, air minum dsb.

Cara Smart menentukan besarnya elastisitas, tanpa mencari turunan Q atau Q, yaitu :
a. Jika persamaan gungsi menunjukkan P = a bQ (fungsi permintaan) dan P = a + bQ (fungsi
penawaran) maka rumus elastisitas :

P
P-a

b. Jika persamaan menunjukkan Q = a bP (fungsi permintaan) dan Q = a + bP (fungsi penawaran),


maka rumus Elastisitasnya :
bP
E
bP a
F. ELASTISITAS SILANG
Untuk menentukan besarnya Elastisitas silang dirumuskan sebagai berikut :
% perubahan jumlah barang Y yang diminta
Q y Px
Exy
E xy
x
% perubahan harga barang X
Px Q y
Atau
Keterangan :
Qy = Jumlah barang Y yang diminya
Px = Harga barang X
Elastisitas silang hanya berlaku untuk 2 macam barang :
a. untuk barang komplementer, elastisitas silang bersifat negatif
b. untuk barang subtitusi, elastisitas silang bersifat positif.
G. ELASTISITAS PENDAPATAN
Untuk menentukan besarnya Elastisitas pendapatan dirumuskan sebagai berikut :

Q Y
x
Y Q

Keterangan :
Q = Jumlah barang yang diminya
Y = Pendapatan konsumen

Elastisitas pendapatan hanya berlaku untuk 2 macam barang :


a. untuk barang inferior (bermutu rendah), elastisitas pendapatan bersifat negatif

6
b. untuk barang superior (bermutu tinggi), elastisitas pendapatan bersifat positif.
H. EXCESS DEMAND DAN EXCESS SUPPLY
a. Excess demand adalah kelebihan permintaan akibat harga turun (penetapan harga maksimum oleh
pemerintah)
b. Excess supply adalah kelebihan penawaran akibat harga naik (penetapan harga minimum oleh
pemerintah)
D
S
Harga Minimum
P2

Excess Supply

Harga Pasar P

P1
Harga Maksimum

KETERANGAN :
No.

Kebijakan

1.

Harga
Maksimum

2.

Harga
Minimum

0
Tujuan

Excess demand

Q1

D
Q2

Sebelum ada
kebijakan

Setelah ada
kebijakan

1. menurunkan harga pasar OP : harga pasar


OP1 : Harga pasar
2. melindungi konsumen
OQ : jumlah barang OQ1 : jumlah penawaran
OQ2 : jumlah permintaan
1. menaikkan harga pasar
OP : harga pasar
OP2 : Harga pasar
2. melindungi produsen
OQ : jumlah barang OQ1 : jumlah permintaan
OQ2 : jumlah penawaran

Akibat kebijakan
Harga pasar turun
Kelebihan permintaan
(Excess demand)
Harga pasar turun
Kelebihan penawaran
(Excess supply)

I. PASAR FAKTOR PRODUKSI ATAU PASAR INPUT


Pasar Faktor produksi / pasar input adalah pasar yang memperjualbelikan faktor-faktor produksi, baik
factor produksi alam, tenaga kerja, modal dan pengusaha.
1. Pasar tanah (Sumber Daya Alam) adalah Pasar yang menghubungkan penjual dengan pembeli
tanah untuk melakukan transaksi perdagangan. PemilikTanah menerima imbalan jasa berupa sewa
Teori sewa tanah :
a. Menurut David Ricardo. Tinggi rendahnya sewa tanah akan ditentukan oleh kesuburan tanah
Karena membedakan kesuburan tanah, maka teori ini disbeut juga Teori Differensial
b. Menurut Von Thuen. Tinggi rendahnya sewa tanah selain ditentukan oleh perbedaan kesuburan
tanah juga sangat ditentukan oleh jauh dekatnya (letak) tanah dengan pasar.
2. Pasar Tenaga Kerja (Sumber Daya Manusia) adalah pasar yang menghubungkan penjual dan
pembeli tenaga kerja untuk melakukan transaksi perdagangan. Tenaga kerja akan memperoleh
upah/gaji
Teori upah / gaji
a. Menurut David Ricardo (Teori Upah Alami), Besarnya upah buruh sama dengan biaya hidup
minimum buruh besar keluarganya
b. Menurut J.S. Mill (teori Dana Upah), Besranya upah akan ditentukan oleh dana upah yang
tersedia dan jumlah buruh.
c. Menurut Von Thunen (Teori Upah Ethis), Besarnya upah akan bergantung pada besarnya biaya
pemeliharaan hidup dan besarnya produktivitas kerja buruh
d. Menurut Karl Mark (Teori Upah Lebih), Tenaga kerha memiliki nilai tukar dan nilai pakai bagi
pengusaha. Pengusaha harus membayar nilai tukarnya untuk mendapatkan nilai pakainya.
Kelebihan nilai pakai atas nilai tukar ini disebut nilali lebih.
3. Pasar Modal (Sumber Daya Modal) adalah pasar yang menghubungkan antara penjual dan pembeli
modal uang untuk melakukan transaksi perdagangan. Pemilik modal akan menerima pendapatan
berupa bunga modal
Teori bunga modal :
a. Menurut J.B. say (Teori Produktivitas)
Bung amodal merupakan kontra prestasi karena modal itu dapat menghasilkan suatu
produk/barang.
b. Menurut Nassau W. Senior (teori Abstinence / penghematan)
Bung amodal merupakan balas jasa kepada pemiliknya karena ia telah melakukan penghematan
(tidak berkonsumsi) membentuk modal
c. Menurut Von Bohn Bawerk (Teori Agio / Time Preference)
Bunga modal ini berdasarkan pada nilai uang. Nilai uang akan senantiasa turun . maka bunga
modal ini dimaksudkan agar nilai uang yang dikembalikan tetap sama dengan nilai uang
tersebut pada saat dipinjamkan
4. Kewirausahaan / pengusaha. Pengusaha akan memperileh balas jasa berupa keuntungan / laba.
Teori Laba Pengusaha
1) Menurut J.B. Say. Laba pengusaha akan ditentukan oleh keahlian dalam memimpin perusanaan

6
dan resiko yang akan ditanggungnya
2) Menurut J. Schumpeter. Laba pengusaha merupakan balsa jasa karen a kemampuan pengusaha
dalam mengadakan kombinasi baru dalam proses produksinya :
a.
Penggunaan teknik produksi
yang baru
yang baru
d.
Penggunaan manajemen yang
b.
Penemuan bahan dasar yang
baru
baru
e.
Penggunaan teknik pemasaran
c.
Pembukaan daerah pemasaran
yang baru

BAB IV
PENDAPATAN NASIONAL, INDEKS HARGA DAN INFLASI
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
2. Memahami kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi, Produk
Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),
Pendapatan Nasional (PN), inflasi konsumsi dan investasi, uang dan
Perbankan.

URAIAN
Pendapatan nasional
Indeks harga dan inflasi

A. KONSEP PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL


1.

Komponen Pendapatan Nasional / Metode Perhitungan Pendapatan


Nasional
1.
Metode Produksi atau Pendekatan Produksi (Produck Approach) adalah dengan
menjumlahkan nilai tambah semua barang-barang dan jasa-jasa tersebut dijumlahkan.
Rumus :
PN = (P1Q1) + (P2Q2) + . + (PnQn)
Atau
PN = Pendapatan Nasional
Pn = Harga jual suatu produk
Qn = Hasil produksi
2. Metode Pengeluaran atau Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach) adalah dengan
menjumlahkan pengeluaran atau expenditure dari masing-masing sektor dalam
perekonomian, yaitu : Pengeluaran konsumsi (C), Pengeluaran Investasi (I), Pengeluaran
pembelian pemerintah (G), dan Ekspor (X), Impor (M) atau Expor netto (X-M).
Rumus :
PN = C + I + G + (X M)

PN = PnQn

dimana :

3. Metode Pendapatan atau Pendekatan Pendapatan (Income Approach) adalah dengan


menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh faktor produksi, yang terdiri dari sewa (rent),
upah dan gaji (wage and salary), bunga (interest), dan laba (profit).
Rumus :
PN = r + w + i + p
2.

Konsep dan cara perhitungan pendapatan nasional


Dalam perhitungan pendapatan nasional suatu negara dikenal beberapa konsep pendapatan
nasional, yaitu :
1. GDP (Gross Domestic Product = Produk Domestik Bruto) adalah jumlah seluruh produksi yang
dihasilkan masyarakat, baik masyarakat asing yang berada di dalam negeri, maupun
masyarakat nasional dalam waktu satu tahun.
2. GNP (Gross National Product = Produk Nasional Bruto) adalah jumlah seluruh produk yang
dihasilkan oleh masyarakat suatu negara tanpa menghitung produk yang dihasilkan oleh
masyarakat asing di dalam negeri dalam waktu satu tahun.
3. NNP (Nett National Product = Produk Nasional Bersih) adalah GNP setelah dikurangi dengan
penyusutan dan perbaikan barang modal.
4. NNI (Nett National Income = Pendapatan Nasional Bersih) adalah NNP setelah dikurangi
dengan pajak tidak langsung, yang merupakan pendapatan nasional yang dihitung
berdasarkan balas jasa yang diterima para pemilik faktor produksi.
5. PI (Personal Income = Pendapatan Perseorangan) adalah NNI dikurangi dengan dana sosial,
pajak perusahaan, laba yang ditahan dan ditambah transfer payment pemerintah, yang
merupakan pandapatan yang diterima oleh masyarakat atau rumah tangga.
6. DI (Disposible Income = Pendapatan yang siap dibelanjakan) adalah pendapatan yang benarbenar diterima oleh masyarakat dan siap untuk dibelanjakan. Besarnya DI yaitu PI setelah
dikurangi dengan pajak langsung/pajak personal/pajak perseorangan. DI dipergunakan untuk
dua sektor, yaitu :Saving (tabungan) Compsumtion (konsumsi)
Untuk memberikan gambaran tentang perhitungan pendapatan nasional, di bawah ini diberikan
contoh cara menghitung pendapatan nasional dalam suatu negara. Angka berikut hanya
merupakan contoh saja, agar memudahkan cara berpikir. (Dalam milyar Rupiah)

6
GDP (Gross Domestic Product)
Produk yang dihasilkan masy. Asing di dalam negeri
Produk yang dihasilkan masy. Nasional di luar negeri
GNP (Gross National Product)
Penyusutan dan penggantian barang modal
NNP (Nett National Product)
Pajak tidak langsung
NNI (Nett National Income) atau NI (National Income)
NNI (Nett National Income) atau NI (National Income)
Dana sosial
Rp 3.000,00
Laba yang ditahan
Rp 6.000,00
Pajak perusahaan/perseroan
Rp 12.000,00

Transfer pemerintah (Pembayaran pindahan pemerintah)


PI (Personal Income)
Pajak langsung
DI (Disposible Income)
Tabungan (saving)
Pengeluaran konsumsi perseorangan

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

156.000,00
26.000,00
130.000,00
10.000,00
140.000,00
15.000,00
125.000,00
22.000,00
103.000,00

+
-

Rp 103.000,00

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

21.000,00
82.000,00
8.000,00
74.000,00
4.000,00
70.000,00
15.000,00
55.000,00

+
-

B. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB)


Produk Domestik Regional Bruto merupakan produksi yang dihasilkan oleh suatu masyarakat dalam
kurun waktu 1 tahun yang berada di daerah / regional tertentu. Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) sebagai salah satu indikator ekonomi memuat berbagai instrumen ekonomi yang didalamnya
terlihat dengan jelas keadaan makro ekonomi suatu daerah dengan pertumbuhan ekonominya, income
percapita dan berbagai instrumen lainnya.
C. MANFAAT MEMPELAJARI PENDAPATAN NASIONAL
1. Untuk mengetahui struktur perekonomian suatu negara, apakah agraris, industri dan sebagainya.
2. Untuk mengetahui kemajuan ekonomi atau perkembangan perekonomian dari tahun ke tahun,
apakah mengalami kemajuan, kemunduran atau tetap.
3.
Untuk mengetahui tingkat kemakmuran masyarakat setelah dibandingkan dengan
jumlah penduduk, yaitu tentang pendapatan perkapitanya.
4.
Untuk membandingkan perekonomian antar negara di dunia.
5.
Sebagai pedoman bagi pemerintah untuk mengambil kebijaksanaan yang berkaitan
dengan perencanaan pembangunan ekonomi nasional.
6.
Untuk mengetahui penggunaan pendapatan masyarakat
7.
sebagai pedoman untuk melaksanakan pembangunan
Sedangkan PNB Riil dihitung dengan rumus :

IH to
PNB Riil t n =

x PNB tn
IH tn

D.

IH to
PNB Riil tn
IH tn
PNB tn

= Indeks harga pada tahun sebelumnya


= PNB Riil pada tahun n
= Indeks harga pada tahun n
= PNB pada tahun n

PENDAPATAN PERKAPITA.
Pendapatan Perkapita adalah Pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk dalam suatu Negara
selama kurun waktu 1 tahun, atau ditentukan oleh besarnya pendapatan nasional dan jumlah
penduduk.
Pendapatan perkapita dapat dihitung sebagai berikut :

PDB tahun t
PDB per kapita =
Jumlah Penduduk tahun t

PNB tahun t
Atau PNB per kapita =

Jumlah Penduduk tahun t

% Pendapatan

E. DISTRIBUSI PENDAPATAN NASIONAL


Distribusi pendapatan nasional merupakan unsur penting untuk mengetahui tingi rendahnya
kesejahteraan atau kemakmuran suatu Negara. Untuk mengetahui tingkat pemerataan distribusi
pendapatan suatu Negara dapat diketahui dari grafik yang dinamakan Kurva Lorenz, artinya kurva yang
menggambarkan hubungan antara distribusi jumlah penduduk dengan distribusi pendapatan. Sedangkan
indicator untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan adalah Koefisien Gini atau Indeks
Gini.
Untuk lebih jelasnya perhatikan kurva Lorenz berikut ini.
E
A

Keterangan :
1. Semakin besar indeks gini, semakin timpang
(tidak merata) distribusi pendapatannya
2. Semakin kecil indeks gini, semakin merata
distribusi pendapatannya
3. Kurva Lorenz ditunjukkan garis lengkung OA
4. OA merupakan garis kemerataan sempurna
5. Indeks Gini / Koefisien Gini dirumuskan :
Luas Daerah B

IG = Luas Segitiga OAD

6
B

C
O

% Penduduk

Kriteria nilai Indeks Gini atau Koefisien Gini sebagai berikut :


a.
Kurang dari 0,4 atau 40%, tingkat ketimpangannya rendah
b.
Antara 0,4 (40%) sampai dengan 0,5 (50%), tingkat ketimpangannya sedang
c.
Lebih besar dari 0,5 atau 50%, tingkat ketimpangannya tinggi
F. INDEKS HARGA
1. Pengertian Angka Indeks (Indeks Harga)
Angka indeks merupakan suatu ukuran statistik yang menunjukkan perubahan suatu variabel atau
sekumpulan variabel yang berhubungan satu sama lain pada waktu atau tempat yang sama atau
berlainan.
Angka indeks adalah angka relatif yang diyatakan dalam persentase. Biasanya untuk kesederhanaan
bentuk
persentase bias dihilangkan.
Ada tiga kemungkinan dalam perhitungan indeks harga, yaitu :
a. Jika Indeks harga > 1 atau 100%, berarti harga mengalami kenaikan
b. Jika Indeks harga < 1 atau 100%, berarti harga mengalami penurunan
c. Jika Indeks harga = 1 atau 100%, berarti harga tetap (tidak naik dan tidak turun)
2. Metode Perhitungan Indeks harga
1. Indeks Harga tidak Tertimbang dengan Metode Agregatif Sederhana.
a. Angka indeks harga (price = P)
Rumus :

IA =

Pn
Po

Dimana :
IA = Indeks harga yang tidak ditimbang
Pn = harga yang dihitung angka indeksnya
Po = harga pada tahun dasar

x 100

b. Angka indeks kuantitas (Quantity = Q)


Rumus :

IA =

Qn
Qo

x 100

2. Angka Indeks Tertimbang


a. Metode agregatif sederhana
Rumus:

IA

IL

Dimana
IA = Indeks harga yang ditimbang
Pn = Nilai yang dihitung angka indeksnya
Po = Harga pada tahun dasar
W = Faktor penimbang

(Pn.W ) x100
(Po.W )

b. Metode Laspeyres
Rumus:

Pn. Qo
Po. Qo

x100

Dimana :
IL = Angka Indeks Laspeyres
Pn = Harga tahun yang dihitung angka indeksnya
Po = Harga pada tahun dasar
Qo = Kuantitas pada tahun dasar

c. Metode Paasche
Rumus:

IP

Pn.Qn

Po. Qn

x100

d. Metode Drobisch and Bowley


Rumus:

ID

Dimana :
IA = Indeks kuantitas yang tidak ditimbang
Qn = kuantitas yang akan dihitung angka indeksnya
Qo = kuantitas pada tahun dasar

IL IP
2

e. Metode Irving Fisher (Indeks Ideal)


Rumus :
IF
IL X IP

Dimana:
IP = Angka Indeks Paasche
Pn = Harga tahun yang dihitung angka indeksnya
Po = Harga pada tahun dasar
Qn= Kuantitas tahun yang dihitung angka indeksnya
Dimana:
IA = angka indeks Drosbich
IL = Angka indeks Laspeyres
IP = Angka indeks Paasche

f. Metode Marshal Edgewarth


Rumus:
(Qo Qn)Pn

IM

(Qo Qn)Po

x100

G. INFLASI
1.
Inflasi dan Laju inflasi
Inflasi adalah suatu keadaan di mana tingkat harga secara umum (price level) cenderung naik. Dan
laju inflasi adalah kenaikan atau penurunan inflasi dari periode ke periode atau dari tahun ke
tahun.
Untuk menentukan laju infasi dapat dirumuskan sebagai berikut :
Indeks Harga Periode ini - Indeks Harga Periode lalu
x 100%
Laju Inflasi =
Indeks Harga Periode Lalu
2.

Sebab-sebab timbulnya inflasi.


1. Kenaikan permintaan melebihi penawaran atau di atas kemampuan berproduksi (Demand Pull
Inflation)
2. Kenaikan biaya produksi (Cost Push Inflation)
3. Meningkatnya jumlah uang yang berdar dalam masyarakat
4. Berkurangnya jumlah barang di pasaran
5. Inflasi dari luar negeri (imported inflation)
6. Inflasi dari dalam negeri (domestic inflation)
3. Jenis-jenis inflasi
a. Inflasi ringan, inflasi di bawah 10% per tahun (belum mengganggu kegiatan perekonomian suatu
Negara dan masih dapat dengan mudah untuk dikendalikan)
b. Inflasi sedang, inflasi atnara 10% - 30% per tahun (Belum membahayakan, tetapi sudah
menurunkan kesejahteraan masyarakat yang berpenghasilan tetap)
c. Inflasi berat, inflasi antara 30% - 100% per tahun (Sudah mengacaukan perekonomian karena
orang cenderung enggan menabung dan lebih senang menyimpan barang)
d. Inflasi sangat berat atau hiperinflasi, inflasi di atas 100% per tahun (Mengacaukan kegiatan
perekonomian suatu Negara dan sulit untuk dikendalikan / diatasi)
4. Teori Inflasi
1. Teori Kuantitas adalah suatu teori yang mengemukakan bahwa terjadinya inflasi itu sebenarnya
hanya disebabkan oleh satu factor, yaitu kenaikan jumlah uang yang beredar (JUB)
2. Teori Keynes
Teori Keynes mengenai inflasi didasarkan pada teori makronya. Menurut teori Keynes inflasi
terjadi karena suatu masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuan ekonominya.
3. Teori Strukturalis.
Teori strukturalis adalah teori inflasi jangka panjang karena menyoroti sebab-sebab inflasi yang
berasal dari kekakuan (inleksibilitas) struktur ekonomi suatu Negara. Menurut teori ini ada 2
ketegaran (kekakuan) utama dalam perekonomian Negara sedang berkembang yang dapat
menimbulkan inflasi, yaitu : Ketegaran suplai bahan makanan dan barang-barang ekspor
5. Cara Mengatasi Inflasi.
1. Kebijakan Moneter artinya mempengaruhi jumlah uang yang beredar
a. Politik diskonto atau suku bunga (Discount Policy), menaikkan suku bunga
b. Politik pasar terbuka (Open market policy), menjual surat berharga
c. Politik pagu kredit atau pembatasan kredit (Plafon credit policy), membatasi pemberian
pinjaman
d. Politik uang ketat (Tight money policy), mengurangi jumlah uang yang beredar
e. Politik cadangan kas atau giro wajib minimum (cash ratio poticy), menaikkan cadangan kas
2. Kebijakan Fiskal artinya kebijakan mengatur pendapatan dan pengeluaran negara (APBN)
a. Mengurangi pengeluaran negara
b. Penghematan pengeluaran pemerintah (disesuaikan dengan rencana)
c. Pengurangan utang luar negeri
d. Menaikkan atau mengefektifkan pajak
3. Kebijakan non moneter dan non fiskal
a. Peningkatan produksi dan peningkatan jumlah barang di pasaran
b. Kebijakan upah dengan menaikkan upah riil yang sudah memperhitungkan inflasi
c. Pengendalian dan pengawasan harga, misalnya pemerintah menetapkan kebijakan harga
maksimum
6. Deflasi
Deflasi merupakan suatu keadaan di mana tingkat harga secara umum mengalami penurunan.
Keadaan harga barang dapat mengalami kenaikan dan penurunan, dimana ternyata dari hasil
perhitungan diketahui bahwa sebagian besar barang mengalami penurunan harga dan sebagian
yang lain mengalami kenaikan, maka terjadi deflasi.
7. Dampak inflasi terhadap perekonomian

6
1. Terhambatnya pertumbuhan ekonomi negara, karena berkurangnya investasi dan berkurangnya
minat menabung.
2. Masyarakat yang berpenghasilan rendah tidak dapat menjangkau harga barang, karena harga
barang mengalami kenaikan.
3. Jika terdapat kebijakan untuk mengurangi inflasi, maka akan terjadi pengangguran, karena
pemerintah berusaha untuk menekan harga.
4. Masyarakat akan cenderung untuk menyimpan barang daripada menyimpan uang.
5. Nilai mata uang turun, karena adanya kenaikan harga barang.

BAB V
KONSUMSI DAN INVESTASI
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)

URAIAN

2. Siswa mampu memahami kebijakan pemerintah dalam


bidang ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB), Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional
(PN), konsumsi dan investasi, uang dan Perbankan.

Fungsi konsumsi dan fungsi tabungan

A. FUNGSI KONSUMSI DAN TABUNGAN


1.

Pengertian
Dalam suatu perekonomian, pendapatan masyarakat suatu negara secara keseluruhan
(pendapatan nasional) dialokasikan ke dalam dua kategori penggunaan, yaitu untuk keperluan
konsumsi dan tabungan. Menurut John Maynard Keynes, pendapatan suatu negara dapat
dirumuskan sebagai berikut.
Keterangan:
a.
Ditinjau dari segi perseorangan
Y = income/pendapatan

C = consumption/konsumen
S = saving/tabungan
I = investment/investasi

Y=C+S
b.

Ditinjau dari segi perusahaan

Y=C+I
Dari dua persamaan tersebut berarti besarnya
2.

S=I

Fungsi Konsumsi
Fungsi konsumsi adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara konsumsi (C) dengan
pendapatan (Y). pada umumnya fungsi konsumsi diasumsikan mempunyai persamaan linear,
sebagai berikut.
Syarat mutlak fungsi Konsumsi :
C = a + bY
Nilai a = Harus positif
Nilai b = Harus positif
Dimana:
C = tingkat konsumsi nasional
a = besarnya pengeluaran konsumsi pada saat pendapatan nasional nol atau Autonomous
Consumption.(konsumsi otonom)
b = MPC (Marginal Propencity to consume) yaitu hasrat untuk berkonsumsi batas
Untuk mengetahui besarnya a, dihitung dengan menggunakan rumus.

a = (APC MPC)Y
Dimana APC menunjukkan besarnya Average Propencity to Consume artinya hasrat untuk
berkonsumsi rata-rata. MPC adalah perbandingan antara besarnya konsumsi pada suatu tingkat
pendapatan nasional, dengan besarnya tingkat pendapatan nasional itu sendiri.
Jadi :

APC =
Sedangkan

C
Y

b = MPC =
3.

C
Y

Keterangan :
C = Kenaikan konsumsi
Y = Kenaikan pendapatan

Fungsi Tabungan
Fungsi tabungan yaitu fungsi yang menunjukkan hubungan antara tabungan (S)
dengan pendapatan (Y).
Fungsi tabungan dapat dirumuskan sebagai berikut
Syarat Mutlak fungsi tabungan :
S = -a + (1 b) Y
Nilai a
= harus negatif
Nilai 1 b
= harus positif

S
1 b atau MPS =
Y

Keterangan :
S = Kenaikan Tabungan
Y = Kenaikan pendapatan

Dimana:
S = tingkat tabungan nasional.
1 b = MPS (Marginal Propencity to save) yaitu hasrat untuk menabung batas.

6
4.

5.

Tingkat pendapatan BEP (Break Even Point) atau Break Even Income (BEI).
Tingkat pendapatan BEP adalah tingkat pendapatan di mana besarnya pendapatan sama dengan
besarnya pengeluaran untuk konsumsi.
Dimana Y = Tingkat Pendapatan
Y = C atau S = 0
C = Fungsi Konsumsi
S = Fungsi Tabungan
Hubungan Antara MPC (marginal Propencity to Consument) dengan MPS (Marginal Propencity to
Save)
Hubungan Antara MPC apat dinyatakan seperti berikut ini.

MPC + MPS = 1 atau MPC = 1 MPS atau MPS = 1 - MPC


6.

Angka Pengganda (Multiplier)


Angka pengganda adalah angka yang menunjukkan tambahan pendapatan nasional akibat adanya
perubahan konsumsi atau tabungan. Angka pengganda biasa ditulis dengan huruf k dan dirumuskan
sebagai berikut.

k=

1
1 - MPC

atau

k=

1
MPS

Contoh:
Pada tingkat pendapatan nasional per tahun sebesar Rp. 400 milyar, besarnya konsumsi per
tahunnya adalah Rp. 300 milyar, dan
Pada tingkat pendapatan nasional per tahun sebesar Rp. 500 milyar, besarnya konsumsi per
tahunnya Rp. 360 milyar.
Tentukan hal berikut :
1.
Fungsi konsumsi
4. Hubungan antara MPC dan MPS
2.
Fungsi tabungan
5. Angka Pengganda Pendapatan
3.
Tingkat BEP
6. Grafik fungsi konsumsi dan fungsi tabungan
Jawab:
1. Mencari fungsi konsumsi
100C 30000 = 60Y 24000
APC = C = 300 = 0,75
100C = 30000 24000 + 60Y
Y
400
100C = 6000 + 60Y
MPC = b = C = 360 - 300 = 60 = 0,60
C = 60 milyar + 0,6Y (sama)
Y 500 - 400 100
2. Fungsi tabungan
a = (APC MPC) Y
S = -a +(1 b)Ymaka: S = - 60 + (1 0,6)Y
a = (0,75 0,6) 400
S = - 60 milyar + 0,4 Y
a = 0,15 x 400
3. Tingkat pendapatan BEP
a = 60 milyar
Y=C
Jadi Fungsi konsumsi C = a + bY adalah :
Y = 60 milyar + 0,6Y
C = 60 milyar + 0,6 Y
0,4Y= 60 milyar
Atau dengan cara :
Y = 150 milyar
Jadi besarnya BEP pada saat pendapatan
C - C1
Y - Y1
Rp. 150 milyar

4.
Hubungan
antara MPC dengan MPS
C 2 C1 Y2 Y1
MPC + MPS = 1
0,6 + 0,4
= 1 (terbukti)
C 300 =
Y 400 .
5. Angka pengganda
360 300
500 400
k =
1
=
1
= 1 = 2,5
C 300 =
Y 400 .
1 MPC
1 0,6
0,4
60
100
6. Grafik fungsi konsumsi dan fungsi tabungan
C/S

Y=C
C = 60 + 0,6Y
BEP

60
S = - 60 + 0,4 Y

0
-60

150

200

6
Hal-hal lain yang Berhubungan dengan Fungsi Konsumsi dan Fungsi tabungan (Smart Solution) :
1.

Menentukan besarnya kenaikan kunsumsi tambahan konsumsi (C)

C = Y (1 MPS)
2.

Menentukan besarnya kenaikan tabungan atau tambahan tabungan (S)

S = Y (1 MPC)
3.

Menentukan besarnya kenaikan pendapatan atau tambahan pendapatan (Y)

Y =

S
1 - MPC

Atau

Y =

I
1 - MPC

Contoh :
Diketahui fungsi konsumsi suatu negara C = 250 + 0,8 Y, dan jika pendapatan meningkat dari Rp 200.000,00
menjadi Rp 300.000,00 tentukan besarnya kenaikan tabungan
Jawab :
Kenaikan tabungan,
S = Y (1 MPC)
S = 100.000 (1 0,8)
S = 100.000 x 0,2
S = Rp 20.000,00
B. KURVA PERMINTAAN INVESTASI
Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau perbelanjaan penanam-penanam modal atau
perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk
menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian.
Kurva permintaan investasi dalam perekonomian diperoleh dengan cara menjumlahkan investasi
seluruh perusahaan pada masing-masing tingkat bunga. Pada tingkat bunga yang lebih rendah, semakin
banyak proyek investasi yang menguntungkan suatu perusahaan, sehingga total belanja dalam investasi
meningkat dan sebaliknya, sehingga kurva permintaan investasi berbentuk garis yang melereng dari kiri
atas ke kanan bawah
Sedangkan fungsi yang menunjukkan hubungan antara tingkat investasi dan tingkat pendapatan
nasional dinamakan Fungsi Investasi. Fungsi Investasi digambarkan sejajar dengan sumbu datar atau
horisontal, yang juga disebut sebagai Investasi otonom, artinya besar kecilnya pembentukan modal tidak
hanya dipengaruhi oleh besar kecilnya pendapatan nasional. Besar kecilnya pengeluaran investasi
perusahaan ditentukan oleh faktor-faktor berikut ini, yaitu :
1. Tingkat bunga yang berlaku
2. Tingkat keuntungan yang akan diperoleh dari investasi
3. Prediksi atau ramalan keadaan ekonomi di masa depan
4. Kemajuan tehnologi suatu negara
5. Tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya
6. Keuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan
Dalam analisis perhitungan pendapatan nasional suatu negara, keseimbangan perekonomian negara
pada perekonomian dua sektor, dapat dirumuskan sebagai berikut
C = Fungsi konsumsi
I = Besarnya investasi
Y = C + I atau S = I
S = Fungsi tabungan
Contoh :
Pada suatu perekonomian negara Z diketahui fungsi konsumsi C = 60 milyar + 0,60 Y, sedangkan
besarnya pengeluaran investasi perusahaan ( I ) sebesar Rp 20 milyar. Tentukan :
a.
Besarnya Pendapatan Nasional Keseimbangan
b.
Besarnya Konsumsi Keseimbangan
c. Besarnya Tabungan Keseimbangan
d. Gambar grafik fungsi Konsumsi, tabungan dan Investasi dalam keadaan keseimbangan.
Jawab :
a. Besarnya Pendapatan Nasional Keseimbangan
Y=C+I
Atau dengan rumus S = I, maka :
Y = 60 milyar + 0,6 Y + 20 milyar
- 60 milyar + 0,4 Y = 20 milyar
Y 0,6 Y = 80 milyar
0,4 Y = 80 milyar
0,4 Y = 80 milyar
Y = 200 milyar
Y = 200 milyar
Jadi pendapatan nasional keseimbangan sebesar Rp 200 milyar
b. Besarnya Konsumsi keseimbangan

6
C
C
C
C

=
=
=
=

60 milyar + 0,6 Y, dan jika Y = 200 milyar, maka


60 milyar + 0,6 (200 milyar)
60 milyar + 120 milyar
180 milyar. Jadi Konsumsi keseimbangan sebesar Rp 180 milyar

c. Besarnya Tabungan Keseimbangan


Jika C = 60 milyar + 0,6 Y, maka S = - 60 milyar + 0,4 Y
Dan jika Y = 200 milyar, maka S = - 60 milyar + 0,4 ( 200 milyar )
S = - 60 milyar + 80 milyar
S = 20 milyar
Atau dengan menggunakan rumus Y = C + S, maka S = Y C, sehingga
S = 200 milyar 180 milyar = 20 milyar
Jadi tabungan Keseimbangan sebesar Rp 20 milyar
d. Grafik Keseimbangan perekonomian
- Untuk fungsi konsumsi dimulai dari titik a
- Untuk fungsi tabungan dimulai dari titik a
- Kemudian kedua titik tersebut ditarik garis lurus memotong titik BEP
C/S/I
Y=C
Y=C+I

C = 60 + 0,6Y
80

BEP
60
20
0
-60

S=I

150

200

S = - 60 + 0,4 Y

BAB VI
UANG DAN BANK
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
2. Memahami kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi,
Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional (PN), inflasi konsumsi
dan investasi, uang dan Perbankan.

URAIAN
Uang
Perbankan

A. UANG
a.

Pengertian Uang
Uang, yaitu: alat untuk mempermudah pertukaran. (Money was made to facility business transaction),
yang secara umum dapat diterima di dalam bentuk pembelian barang-barang atau jasa-jasa serta untuk
pembayaran utang.
Alat pertukaran yang dapat disebut sebagai uang, harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
1. Digemari atau diterima oleh umum (acceptability)
2. Mudah disimpan dan dipindahtangankan (Portability)
3. Tahan lama dan tidak lekas rusak (durability)
4. Dapat dibagi-bagi dan tidak mengurangi nilainya (devisibility)
5. Mempunyai nilai yang stabil atau tetap (stability of value)
6. Jumlahnya memenuhi kebutuhan (uniformity)

b.

Fungsi Uang
Fungsi uang dibagi menjadi dua macam, yaitu fungsi asli dan fungsi turunan
1. Fungsi asli atau fungsi primer, meliputi : Sebagai alat tukar umum (medium of exchange dan
Sebagai satuan hitung (unit of account)
2. Fungsi turunan atau fungsi sekunder, meliputi : Sebagai alat pembayaran (means of payment),
Sebagai standar pembayaran utang (standar of defered payment), Penimbun kekayaan, Sebagai
alat pembentukan modal dan pemindahan modal (transfer of value), dan Sebagai ukuran harga
atau pengukur nilai (standard of value)
c.
Jenis-jenis uang
1.
Berdasarkan bahan (material), uang dibedakan menjadi ; Uang logam dan Uang kertas
merupakan uang fiduaciry (uang kepercayaan)
2.
Berdasarkan Lembaga atau badan pembuatnya, uang dibedakan menjadi : Uang kartal (uang
kertas dan uang logam) dan Uang giral (cek, giro,
atau surat perintah pembayaran
lainnya/telegrafic transfer)
3. Berdasarkan Nilainya, Uang dibedakan menjadi : Uang bernilai penuh (full bodied money) dan
Uang yang tidak bernilai tidak penuh (representative full bodied money ) atau Uang bertanda
(Token money) ,
4. Berdasarkan Kawasan / Daerah berlakunya, uang dibedakan menjadi : Uang domestic dan Uang
Internasional
b.

Permintaan dan Penawaran Uang


Permintaan Uang (Demand of money)
Permintaan uang adalah sejumlah uang tertentu yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk
melakukan transaksi dalam perdagangan atau tujuan tertentu. Permintaan uang datang dari 4
pihak, yaitu : pihak perseorangan / konsumen, pihak pengusaha / produsen, pihak investor /
penanam modal dan pihak pemerintah (dapat bertindak sebagai produsen, konsumen dan
pengatur)
Dalam analisis JM Keynes, masyarakat memegang uang atau permintaan uang, untuk memenuhi
tiga keinginan, yaitu :
a.
Permintaan uang untuk tujuan Transaksi,
Dipengaruhi oleh tingkat pendapatan
b.
Permintaan uang untuk tujuan Berjaga-jaga
c.
Permintaan uang untuk tujuan Spekulasi
Dipengaruhi oleh tingkat bunga
2. Penawaran Uang(Supply of money)
Penawaran uang adalah sejumlah uang tertentu yang disediakan oleh pemerintah atau bank untuk
dapat dimiliki oleh masyarakat. Penawaran uang dapat mempengaruhi tingkat harga, tingkat bunga
dan tingkat kegiatan ekonomi suatu Negara. Oleh karena itu pertambahan penawaran uang dalam
perekonomian perlu dikendalikan. Tugas tersebut dipegang oleh Bank Sentral.
1.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran uang.


Faktor yang mempengaruhi penawaran uang
Faktor yang mempengaruhi permintaan uang
(JUB)
1. Alasan transaksi (transaction motive)
1. Tingkat pendapatan
2. Alasan berjaga-jaga (precautionary motive)
2. Tingkat suku bunga
3. Alasan spekulasi (speculative motive)
3. Selera masyarakat
4. Tingkat harga barang
4. Sistem pembayaran dan kebijakan moneter
5. Tingkat suku bunga
5. Tingkat harga barang

6
c.

6. Ekspektasi (perkiraan /ramalan masa yad)


6. Jenis kekayaan yang dimiliki masyarakat
Teori Kuantitas Uang
Teori kuantitas uang merupakan teori yang mengemukakan adanya hubungan langsung antara
perubahan jumlah uang yang beredar dengan perubahan harga barang. Hubungan tersebut dapat
dikemukakan bahwa harga barang berbanding lurus dengan jumlah uang yang beredar. Teori kuantitas
tersebut dikemukakan oleh Irving fisher (persamaan pertukaran), dengan rumus sebagai berikut:

MV=PT
Dimana
M = money in circulation (jumlah uang yang beredar)
V = velocity of circulation (kecepatan peredaran uang)
P = price (tingkat harga rata-rata barang)
T= trade (jumlah barang yang diperdagangkan)
Dari persamaan tersebut dapat diketahui hal berikut.
1. Apabila terdapat perubahan pada M atau V, maka akan mengakibatkan perubahan yang sebanding
terhadap P.
2. Apabila terdapat perubahan terhadap T, maka akan terjadi perubahan yang sebaliknya terhadap P.
Kecepatan laju peredaran uang ditentukan oleh :
a.
kebiasaan pembelajnaan konsumen,
b.
frekuensi pembayaran pendapatan,
c.
praktek-praktek bank, dan
d.
keadaan psikologi umum.
d.

e.

Nilai Uang
a. Nilai nominal nilai yang berdasarkan pada tulisan yang tertera pada uang.
b. Nilai intrinsik yaitu nilai yang berdasarkan pada bahan yang digunakan untuk membuat uang.
c. Nilai Internal, nilai yang diukur dengan kemampuan uang untuk ditukarkan dengan sejumlah barang
dan jasa.
d. Nilai Eksternal yaitu nilai yang diukur dengan kemampuan uang untuk ditukarkan dengan sejumlah
mata uang luar negeri atau uang asing.
1.

2.

f.

g.

a.
b.
c.
d.

Uang yang beredar dalam masyarakat dan Uang inti


Uang yang beredar adalah mata uang dalam peredaran atau seluruh
jumlah mata uang yang telah diedarkan oleh bank sentral ditambah dengan uang giral yang
dimiliki oleh perorangan, perusahaan dan badan pemerintah (M1)
Sedangkan dalam arti luas uang yang beredar (M2) adalah :
a. mata uang dalam peredaran / uang kartal (uang kertas dan uang logam)
b. uang giral (cek dan giro)
c. uang kuasi (near money / hampir uang), yang terdiri dari deposito berjangka, tabungan dan
rekening (tabungan) valuta asing milik swasta domestic
Uang inti (reserve money) merupakan inti dari proses penciptaan uang,
baik bagi penciptaan uang kartal maupun uang giral. Tanpa ada uang inti, tidak akan ada uang
kartal maupun uang giral.
Jadi uang inti dapat didefinisikan sebagai berikut :
a. saldo rekening korang (giro) milik bank-bank umum atau masyarakat pada Bank Indonesia dan
b. uang tunai yang dipegang baik bank-bank umum maupun oleh masyarakat umum
Sistem Standar Moneter
Standar moneter adalah sistem moneter yang didasarkan atas standar nilai uang, termasuk di
dalamnya peraturan tentang cirri-ciri / sifat-sifat dari uang, pengaturan tentang jumlah uang yang
beredar (baik logam maupun kertas), ekspor-impor logam mulia serta fasilitas bank dalam
hubungannya dengan demand deposit (simpanan yang setiap saat dapat diambil)
Standar uang dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
a. Standar kertas adalah sitem keuangan dimana uang kertas berlaku sebagai alat tukar/ alat
pembayaran yang sah dan tak terbatas, akan tetapi tidak ditukarkan dengan emas dan perak
pada bank sirkulasi.
b. Standar logam (Metalisme)
Beberapa Istilah Tentang Uang
Inflasi adalah suatu keadaan dimana harga barang secara umum mengalami kenaikan secara
terus menerus atau terjadi penurunan nilai uang dalam negeri.
Deflasi adalah suatu keadaan dimana terdapat peristiwa penurunan harga barang umum secara
terus menerus atau terjadi peningkatan nilai uang.
Devaluasi adalah kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menurunkan nilai
mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah
ekspor ke luar negeri dan membatasi jumlah impor serta menambah devisa negara.
Revaluasi adalah kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk meningkatkan nilai
mata uang di dalam negeri terhadap mata uang asing.

6
e.
f.

g.

Apresiai adalah suatu proses peningkatan nilai mata uang dalam negeri yang disebabkan oleh
adanya mekanisme perdagangan.
Depresiasi adalah suatu proses penurunan nilai mata uang dalam negeri yang disebabkan
adanya mekanisme pedagangan.
Sanering adalah kebijaksanaan pemerintan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dalam
masyarakat dengan cara memotong uang (nilai mata uang). Cara ini dilakukan bila berbagai cara
untuk menjaga kestabilan nilai mata iang tidak membawa hasil.

B. BANK
a. Pengertian dan Peranan Bank
Menurut UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan Bank badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan
atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
b. Fungsi dan Jenis Bank
Adapun jenis perbankan dewasa ini dapat ditinjau dari beberapa segi, diantaranya :
1. Dilihat dari segi fungsinya, jenis bank terdiri dari :
a. Menurut UU Pokok Perbankan Nomor 14 tahun 1967, jenis bank diantaranya : Bank Umum, Bank
Pembangunan, Bank Tabungan, Bank Pasar, Bank Desa, Lumbung Desa, Bank Pegawai dan Bank
lainnya
b. Menurut UU Pokok Perbankan nomor 10 tahun 1988, jenis bank diantaranya : Bank umum dan
Bank perkreditan Rakyat
2. Dilihat dari segi kepemilikannya, jenis bank terdiri dari : Bank milik pemerintah, Bank milik
swasta nasional, Bank milik Koperasi, Bank milik asing dan Bank milik campuran
3. Dilihat dari segi status, jenis bank terdiri dari :
a. Bank devisa, yaitu bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang
berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan
b. Bank non devisa yaitu bank yang belum mempunyai ijin untuk melaksanakan transaksi sebagai
bank devisa, sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi yang berhubungan dengan luar negeri.
4. Dilihat dari segi cara menentukan harga, jenis bank terdiri dari :
a. Bank yang berdasarkan prinsip konvensional (Barat)
b. Bank yang berdasarkan prinsip syariah (Islam)
Dalam menjalankan fungsinya bank harus memperhatikan :
a.
Likuiditas artinya kemampuan bank untuk melunasi kewajiban sewaktu-waktu atau saat jatuh
tempo atau dapat melunasinya dalam jangka pendek
b.
Solvabilitas artinya kemampuan bank untuk memenuhi seluruh kewajibannya bila bank
tersebut bubar, atau dapat melunasinya dalam jangka pendek maupun jangka panjang
c.
Rentabilitas artinya kemampuan bank untuk memperoleh keuntungan atau laba agar dapat
terjaga kontinuitasnya.
d.
Soliditas artinya Kemampuan bank untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat, sehingga
menunjukkan bahwa bank tersebut dalam kondisi sehat

c. Bank Sentral

Bank sentral di Indonesia dipegang oleh Bank Indonesia. Menurut UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang
Bank Indonesia, Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen bebas dari campur tangan
pemerintah dan atau pihak-pihak lainnya, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam
undang-undang tersebut.
Fungsi Bank Sentral adalah sebagai bank dari pemerintah dan sebagai bank dari bank umum (banker's
bank), sekaligus untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
Adapun tugas bank sentral antara lain sebagai berikut.
1) Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
2) Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
3) Mengatur dan mengawasi bank
4) Sebagai penyedia dana terakhir (last lending resort) bagi bank umum dalam bentuk Bantuan
Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)
Kewenangan Bank Indonesia
Kewenangan yang dimiliki Bank Indonesia selaku bank sentral tidak dapat dipisahkan dengan
pelaksanaan tugas Bank Indonesia.
1. Dalam rangka melaksanakan tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, BI
memiliki kewenangan:
a. menetapkan sasaran-sasaran moneter, dengan memperhatikan sasaran laju inflasi
b. melakukan pengendalian moneter, dengan menggunakan berbagai instrumen kebijakan
moneter (operasi pasar terbuka, fasilitas diskonto, penetapan giro wajib minimum, dan
imbauan).

6
2. Dalam rangka melaksanakan tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, BI
diberi kewenangan:
a. Menetapkan penggunaan alat pembayaran, meliputi : mengeluarkan, mengedarkan, menarik,
dan memusnahkan uang rupiah, termasuk menetapkan macam, harga, ciri uang, bahan yang
digunakan, serta tanggal mulai berlakunya.
b. Mengatur dan menyelenggarakan sistem pembayaran meliputi kewenangan memberikan izin
kepada pihak lain untuk menyelenggarakan jasa sistem pembayaran, mengatur sistem kliring
dan menyelenggarakan kliring antar bank serta menyelenggarakan penyelesaian akhir
(setelmen) transaksi pembayaran antarbank.
3. Dalam rangka melaksanakan tugas mengatur dan mengawasi bank, BI memiliki kewenangan:
a. memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank
b. menetapkan peraturan di bidang perbankan
c. melaksanakan pengawasan bank baik secara langsung maupun tidak langsung
d. mengenakan sanksi terhadap bank sesuai ketentuan perundangan.
Independensi Bank Indonesia
Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2004, Bank Indonesia memiliki lima indepensi,
yaitu:
1. Independensi Kelembagaan (Institutional Independence)
Bank Indonesia adalah lembaga negara yang bebas dari campur tangan pemerintah dalam
melaksanakan tugas dan wewenangnya.
2. Independensi Sasaran Akhir (Goal Independence)
Bank Indonesia dalam menetapkan sasaran akhir kebijakan moneter yaitu sasaran inflasi
mempunyai tingkat independensi yang rendah, karena harus berkoordinasi dengan pemerintah.
3. Independensi Instrumen (Instrument Independence)
Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk menetapkan sendiri sasaran-sasaran moneter dan
melaksanakan pengendalian moneter dengan menggunakan berbagai instrumen moneter yang lazim
digunakan.
4. Independensi Personal (Personal Independence)
Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk
apa pun dan dari pihak mana pun.
5. Independensi Keuangan (Financial Independence)
Dewan Gubernur berwenang menetapkan anggaran tahunan Bank Indonesia yang meliputi anggaran
kegiatan operasional, anggaran kebijakan moneter, sistem pembayaran, serta pengaturan dan
pengawasan perbankan.
Organisasi Bank Sentral
Bank Indonesia sebagai bank sentral Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubernur.
Dewan Gubernur terdiri atas:
1. Gubernur (sebagai ketua)
2. Deputi Gubernur Senior (sebagai wakil ketua)
3. Deputi Gubernur, minimal empat orang dan maksimal tujuh orang (sebagai anggota)
Dewan Gubernur mempunyai masa jabatan maksimal lima tahun dan hanya dapat diangkat kembali
untuk satu kali masa jabatan berikutnya.
Dewan Gubernur diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan terlebih dahulu mendapatkan
persetujuan DPR.
Pada organisasi bank sentral umumnya terdapat tiga badan yang memiliki kewenangan tertinggi:
1. Badan Pembuat Kebijakan (Policy Making Unit) = Dewan Gubernur
2. Badan Pelaksana Kebijakan (Executing Unit) = Angota Dewan Gubernur
3. Badan Pengawas (Supervisory Unit) = dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat
d.

Bank Umum
Bank umum merupakan yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan
prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Dari definisi tersebut, kegiatan bank umum secara lengkap meliputi kegiatan :
a. Menghimpun dana (Funding) dalam bentuk : Simpanan Giro (Demand Deposit), Simpanan Tabungan
(Saving Deposit), dan Simpanan deposito (Time Deposit),
b. Menyalurkan dana (Lending) atau menjual dana yang dihimpun dari masyarakat, dalam bentuk :
Kredit investasi, kredit modal kerja, kredit perdagangan, kredit produktif, kredit konsumtif, dan
kredit profesi
c. Memberikan jasa-jasa bank lainnya

e. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional
atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran
Usaha bank perkreditan rakyat, meliputi hal berikut.
1. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan
dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
2. Memberikan kredit.

6
3. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai yang ditetapkan dalam
peraturan pemerintah.
4. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berkangka, sertifikat
deposito dan atau tabungan pada bank lain.

f.

Bank Syariah

Bank Syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatannya dengan aturan perjanjian berdasarkan
hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembayaran kegiatan
usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah Islam.
Dalam perdagangan Islam ada dua konsep utama, yaitu:
a. Larangan atas penerapan bunga
b. Sebagai penggantiannya dipakai sistem bagi hasil
Prinsip bank syariah antara lain :
a. Prinsip Mudharabah (pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil)
Bank memberi modal, nasabah memberikan keahliannya, laba dibagi menurut rasio nisbah yang
disetujui.
b. Prinsip Murabahah (Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan)
nasabah membeli suatu komoditi menurut rincian tertentu, bank mengirimkan kepada nasabah
imbalan harga tertentu berdasarkan perstujuan awal kedua belah pihak.
c. Prinsip Musharakah (Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal)
Bank dan nasabah menjadi mitra usha dengan masing menyumbang modal dan menyepakati rasio
laba dimuka untuk waktu tertentu.
d. Prinsip Ijarah (Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan)
e. Prinsip Ijarah wa iqtina (Dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa
dari pihak bank oleh pihak lain)

C. LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (LKBB)


Sebagaimana bank,Lembaga Keuangan bukan bank ini juga berfungsi sebagai pengumpul dan penyalur
dana dari dan ke masyarakat, maksudnya adalah untuk menunjang pengembangan pasar uang dan
pasar modal serta membantu permodalan perusahaan perusahaan. LKBB didrikan atas dasar Surat
Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-792/MK/IV/12/1970 tanggal 7 Desember 19670 tentang Lembaga
Keuangan, yang telah diubah dan titambah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan No.
562/KMK.011/1982 tanggal 1 September 1982 tentang Perubahan dan Tambahan Surat Keputusan
Menteri Keuangan No. KEP-38/MK/IV/1972 tanggal 18 Januari 1972.
Menurut jenisnya, lembaga keuangan bukan bank dapat dibedakan sebagai berikut.
a. Lembaga pembiayaan pembangunan (Development Finance Corporation DFC),
b. Lembaga Perantara Penerbitan dan Perdagangan surat-surat.
c. Lembaga penjamin kredit

D. PRODUK PERBANKAN DAN LEMBAGA KEUANGAN


Sesuai dengan pengertian bank, maka produk perbankan diantaranya adalah sebagai berikut.
a. Kredit Pasif (Menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan) yang berupa hal berikut ini :
Giro,Deposito berjangka, Sertifikat deposito, Tabungan dan Surat berharga
b. Kredit aktif (Menyalurkan kepada masyarakat atau melayani pemberian kredit kepada masyarakat,
baik kredit jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang), diantaranya : Kredit Rekening
Koran (R/K), Kredit Reimburs (Letter of Credit), Kredit aksep, Kredit documenter,dan
Kredit
dengan jaminan surat-surat berharga,
c. Memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, baik lalu lintas pembayaran dalam negeri dan
pembayaran intenasional.
Seperti bank, lembaga keuangan bukan bank juga memiliki produk-produk tertentu dalam kegiatannya,
diantaranya, sebagai berikut :
a.
Perusahaan pembiayaan,
b.
Perusahaan sewa-guna (leasing),
c.
Perusahaan anjak piutang,
d.
Perusahaan pegadaian,
e.
Perusahaan kartu kredit,
f.
Perusahaan asuransi, dan
g.
Perusahaan penyelenggaraan dana pensiun

E. KREDIT
a. Pengertian
Kata kredit bersal dari bahasa latin Credere yang artinya kepercayaan. Dalam masyarakat kata
tersebut sering disamakan dengan pinjaman, artinya bila seseorang mendapat kredit berarti

6
mendapat pinjaman. Dengan demikian kredit dapat diartikan sebagai tiap-tiap perjanjian suatu
jasa (prestasi) dan adanya balas jasa (kontra prestasi) di masa yang akan datang.
Kredibilitas adalah layak atau tidaknya seseorang untuk memperoleh kredit. Kredibilitas tersebut
harus memenuhi lima syarat yang biasa dikenal dengan istilah 5C, yaitu sebagai berikut :
Character, Capital, Capacity, Collateral dan Condition of Economic
b. Jenis-jenis Kredit.
Kredit yang masih diberlakukan sampai dengan saat ini diantaranya adalah :
1. Kredit Likuiditas Bank Indonesia (BLBI, diantaranya : Kredit Usaha Tani (KUT), Kredit kepada
Koperasi (KUD), Kredit kepada Bulog untuk pengadaan pangan dan gula, dan Kredit investasi
yang diberikan oleh bank-bank pembangunan dan LKBB
2. Kredit yang tidak ditunjang oleh Kredit Likuiditas Bank Indonesia, diantaranya : Kredit
Usaha Kecil (KUK), Kredit ekspor, Kredit Kepada Kontarktor Nasional, Kredit Produksi, Impor
dan Penyaluran Pupuk dan Obat Hama untuk BIMAS, Kredit Investasi Kecil (Kredit Modal Kerja
Permanen), Kredit Investasi (Kredit modal Kerja sampai dengan Rp 75.000.000,00), Kredit
kepada Guru, Kredit Mahasiswa Indonesia dan Kredit Asrama Mahasiswa
c. Kebaikan dan keburukan kredit.
Kredit mempunyai beberapa kebaikan, diantaranya sebagai berikut.
1. meningkatkan produktivitas
2. memperlancar konsumsi barang atau jasa
3. memperlancar tukar menukar atau perdagangan
4. memperlancar arus peredaran uang dan barang
Keburukan kredit antara lain sebagai berikut.
1. Produk yang dihasilkan akan mengalami kelebihan (over production), sehingga dapat
menjatuhkan harga barang.
2. Timbul spekulasi dalam perdagangan, sehingga membawa akibat yang tidak baik.
3. Dapat menimbulkan inflai (kenaikan harga barang), karena meningkatkan jumlah uang yang
beredar.
4. Kredit konsumtif dapat mendorong masyarakat untuk hidup melebihi kemampuannya.
5. Kredit produktif memberi kesempatan kepada orang-orang atau badan mendirikan badan usaha
untuk mencoba-coba atau secara ekonomis tidak dapat dipertanggung jawabkan, sehinga
mengakibatkan kegagalan atau jatuh pailit.

BAB VII
KEBIJAKAN PEMERINTAH DI BIDANG EKONOMI,
BIAYA PRODUKSI, PENERIMAAN DAN LABA
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
2. Memahami kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi,
Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional (PN), inflasi konsumsi
dan investasi, uang dan Perbankan.

URAIAN
Kebijakan pemerintah di bidang
ekonomi /
moneter pasca krisis 1997
Biaya produksi, penerimaan dan laba

A. PERBEDAAN ANTARA EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO


No.

Keterangan

1.

Pengertian

2.

Ruang lingkup yang


dipelajari

Ekonomi Mikro

Ekonomi Makro

Ilmu yang mempelajari aktivitas-aktivitas


perekonomian yang bersifat bagian kecil,
sehingga memusatkan perhatiannya pada
masalah
bagaimana
konsumen
akan
mengalokasikan
pendapatannya
yang
terbatas terhadap berbagai macam barang
dan jasa yang dibutuhkan, yang akhirnya
memperoleh kepuasan maksimum.
a.
Permintaan, penawaran dan keseimbangan
pasar
b.
Elastisitas permintaan dan elastisitas
penawaran
c.
Teori perilaku konsumen
d.
Teori produksi, biaya produksi, penerimaan
produsen dan laba
e.
Pasar persaingan sempurna
f.
Pasar Monopoli
g.
Pasar oligopoli
h.
Pasar Persaingan monopolistik
i.
Permitaan akan input
j.
Mekanisme harga (harga maksimum dan
harga minimum)

Ilmu Ekonomi yang mempelajari mekanisme


bekerjanya
perekonomian
secara
keseluruhan. Dengan demikian hubungan
kausal yang dipelajari dalam ekonomi
makro, pada intinya adalah hubungan antar
variabel-variabel ekonomi agregatif (secara
keseluruhan).
a.
Penghitungan pendapatan nasional
b.
Keseimbangan pendapatan nasional dalam
perekonomian dua sektor
c.
Keseimbangan pendapatan nasional dalam
perekonomian tiga sektor
d.
Kebijakan iskal dan sistem perpajakan
e.
Uang, Bank dan Penciptaan uang
f.
Kebijakan moneter dan Uang yang beredar
g.
Pasar uang dan Pasar tenaga kerja
h.
Teori inflasi
i.
Perdagangan luar negeri, nilai valuta asing
dan neraca pembayaran
j.
Perdagangan luar negeri dan tingkat
kesimbangan pendapatan nasional
k.
Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi

B. MASALAH YANG DIHADAPI PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI


a.
Masalah Pertumbuhan ekonomi
b.
Masalah Ketidakstabilan kegiatan ekonomi
c.
Masalah Pengangguran dan Inflasi
d.
Masalah Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran
C. TUJUAN DAN KEBIJAKAN EKONOMI MAKRO
1.
Tujuan-tujuan kebijakan ekonomi makro
Kebanyak pemerintah dan masyarakat suatu negara menginginkan suatu keadaan perekonomian
yang ideal, sehingga tujuan dari kebijakan ekonomi makro antara lain :
a.
Tingkat kesempatan kerja (tingkat Employment) yang tinggi
b.
Peningkatan kapasitas produksi nasional yang tinggi
c.
Tingkat pendapatan nasional yang tinggi
d.
Keadaan perekonomian yang stabil
e.
Neraca pembayaran luar negeri yang seimbang
f.
Distribusi pendapatan yang lebih merata
g.
Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi
h.
Tingkat inflasi yang rendah
2.
Bentuk bentuk kebijakan ekonomi makro
a. Kebijakan Fiskal, meliputi langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan dalam
pendapatan ddam pengeluaran negara dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran
agregat dalam perekonomian atau mempengaruhi jalannya perekonomian.

6
b. Kebijakan Moneter, meliputi langkah-langkah pemerintah yang dijalankan oleh Bank Sentral
(Bank Indonesia) untuk mempengaruhi atau merubah penawaran uang dalam masyarakat atau
merubah tingkat bunga (mempengaruhi jumlah uang yang beredar), dengan maksud untuk
mempengaruhi pengeluaran agregat
c. Kebijakan segi Penawaran, bertujuan untuk mempertinggi efisiensi kegiatan perusahaa
sehingga dapat menawarkan barang nya dengan harga yang lebih murah atau dengan mutu
yang lebih baik.

D. KEBIJAKAN MONETER DAN PENGARUHNYA DALAM PEREKONOMIAN


1.

Pengertian Kebijakan moneter


Kebijakan moneter atau politik moneter adalah kebijakan yang meliputi langkah-langkah
pemerintah yang dilaksanakan oleh Bank Sentral (Bank Indonesia) untuk mempengaruhi (merubah)
penawaran uang dalam perekonomian atau merubah tingkat bunga, dengan maksud untuk
mempengaruhi pengeluaran agregat.
2. Jenis-jenis kebijakan moneter
1.
Kebijakan Moneter Kuantitatif
Kebijakan moneter dalam rangka untuk mempengaruhi JUB yang bersifat kuantitatif antara lain:
a.
Discount Policy (Politik diskonto) artinya kebijakan untuk menaikkan atau menuruntak
suku bunga bank dalam rangka untuk memperlancar likuiditas sehari-hari.
b.
Open Market Policy (Politik pasar terbuka atau operasi pasar terbuka) artinya Kebijakan
untuk memperjualbelikan surat-surat berharga oleh Bank Indonesia di pasar uang.
c.
Cash Receive Ratio (Politik Cadangan Kas atau Giro wajib minimum) artinya kebijakan
untuk menaikan atau menurunkan cadangan kas yang harus ada di bank-bank umum.
Jumlah uang yang beredar dapat dirumuskan sebagai berikut :

Jumlah uang yang beredar =

Alat Likuid atau Uang tunai


Cadangan wajib minimum

2. Kebijakan Moneter Kualitatif


a.
Plafon Credit Policy (Politik Pagu kredit) artinya kebijakan untuk mmperketat atau
mempermudah dalam pembelian pinjaman kepada masyarakat.
b.
Moral Suation Policy (Politik Pembujukan Moral) artinya Bank Indonesia menghimbau
kepada bank-bank umum untuk mempertimbangkan kondisi ekonomi secara makro agar arus
uang dapat berjalanlancar.
E. BIAYA PRODUKSI, PENERIMAAN PRODUSEN DAN LABA
1.
Biaya Produksi (Cost)
Biaya produksi adalah jumlah pengorbanan biaya yang dikeluarkan produsen untuk menghasilkan
sejumlah output. Untuk memperoleh keuntungan maksimum, setiap produsen harus berusaha
menekan biaya produksi serendah mungkin
Pada dasarnya biaya produksi ada dua macam, yaitu :
a. Biaya Tetap Total/Total Fixed Cost/TFC adalah biaya yang besarnya tak tergantung pada unit
yang diproduksi
b. Biaya variabel Total/Total Variable Cost/TVC adalah biaya yang tergantung pada unit yang
diproduksi
Secara matematis Konsep biaya produksi (fungsi biaya produksi ) adalah :
1. Biaya Total / Total Cost / TC artinya keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk produksi

TC = TFC + TVC

Atau

TC = a + bQ

2. Biaya Tetap Rata-rata / Average Fixed Coast / AFC artinya biaya tetap yang dibebankan pada
setiap unit produksi

AFC =

TFC
Q

Q = Unit produksi

3. Biaya Variabel Rata-rata / Average Variabel Cost / AVC artinya biaya variable yang dibebankan
pada setiap unit produksi

AVC =

TVC
Q

4. Biaya Rata-rata / Average Coast /AC artinya biaya total yang dibebankan pada setiap unit
produksi atau setiap output
TC

AC = AFC + AVC atau AC = Q

5. Biaya Marjinal / Marginal Cost / MC artinya tambahan biaya karena adanya tambahan satu unit
produksi
TC

TVC

MC = Q Q

atau MC = TC1

Contoh soal :
Untuk memperoduksi 250 unit barang dikeluarkan biaya tetap Rp. 30.000,00 dan biaya variabel Rp.
200,00 per-unit. Tentukan fungsi TC, besarnya TC, AC, AFC, AVC dan MC, jika produksi dinaikkan
menajdi 300 unit, serta grafiknya!
Jawab :
- Fungsi biaya total
TC = 30.000 + 200Q
- Besarnya biaya total
TC = 30.000 + 200 (250) = 80.000
- Besarnya AC

80.000
AC =
= 320
250
-

30.000
= 120
250

Besarnya AVC
AVC =

TC

70.000
60.000
50.000
40.000
30.000
20.000
10.000

Besarnya AFC
AFC =

Besarnya MC
TC
90.000 80.000

MC =
=200
Q
300 250
Grafiknya

200( 250)
= 200
250

TVC
TFC

100

200

300

2. Penerimaan (Revenue) Produsen


Penerimaan (revenue) adalah penerimaan yang diperoleh dari hasil penjualan outputnya.
Secara matematis konsep revenue (Fungsi penerimaan) antara lain :
a. Total Revenue (TR)Yaitu penerimaan produsen sebagai hasil penjualan seluruh outputnya. Total
Revenue adalah jumlah output (Quantity) kali harga jual (Price)
Dan

TR = P x Q

TR = f (Q)

b. Average Revenue (AR) Yaitu penerimaan produsen per unit output. Jadi AR adalah harga jual per unit
output
TR

AR = Q atau AR = P
c. Marginal Revenue (MR) Yaitu kenaikan penerimaan total (TR) sebagai akibat bertambahnya satu unit
output
TR

MR = Q atau MR = TR1
Contoh :
Diketahui fungsi permintaan P = 100 2Q. Tentukan fungsi permintaan total , besarnya penerimaan
total, penerimaan rata-rata, dan penerimaan marjinal jika terjual 10 unit!
Jawab :
- Fungsi penerimaan total
- Besarnya penerimaan rata-rata
TR
TR = P x Q TR = (100 2Q) Q
800
AR =
AR =
=80
TR = 100Q 2Q2
Q
10
- Besarnya penerimaan total
- Besarnya penerimaan marjinal
Jika Q = 10 TR = 100 (10) 2 (102) =
MR = TR MR = 100 4Q
800
Jika Q = 10 MR = 100 4 (10) = 60
2) Keuntungan Maksimal (Profit)
1. Keuntungan / kerugian ()

= TR - TC

2. Titik impas / titik pulang pokok / tidak laba dan tidak rugi

TR = TC

MR = MC atau TR1 = TC1

6
3. Keuntungan maksimum atau laba maksimum
Jadi keuntungan maksimum atau laba maksimum yang diperoleh suatu perusahaan dalam berbagai
bentuk pasar, terjadi saat kurva MC memotong kurva MR atau MC = MR
Contoh :
Diketahui fungsi permintaan P = 250 Q dan fungsi biaya produksi TC = Q 2 + 50Q + 400.
Tentukan besarnya unit yang menghasilkan laba maksimum dan besarnya laba maksimum !
Jawab :
- Unit yang mengahsilkan laba maksimum
- 4Q = -200
Jika P = 250 Q, maka
- Q = 50 unit
TR = 250 Q Q2
- Besarnya laba maksimum
MR = TR = 250 2Q
Jika Q = 50 unit maka
Jika TC = Q2 + 50Q + 400, maka
TR = 250 (50) - 502
= 10.000
MC = TC = 2Q + 50
TC = 502 + 50 . 50 + 400 = 5.400
Jadi unit pada laba maks :
Laba maksimum = 4.600
MR = MC
======
250 2Q = 2Q + 50
Syarat keuntungan maksimum :
a. Keuntungan Maksimum pada pasar
Persaingan sempurna

b. Keuntungan maksimum pada pasar


Monopoli

MC
Harga

MC
Harga
AC

P1

P2

P=AR=MR=D

AC
P1

B
C

P2

AR = D
0

Q1

Output

Keterangan :
Harga berbentuk saat MC memotong MR
1.
Harga pasar setinggi OP1
2.
TR = OQ1BP1
3.
TC = OQ1CP2
4.
Keuntungan maksimum P1P2CB dengan jumlah output OQ1 dan harga OP1
5.
Kurva MC selalu memotong kurva AC minimum
6.

Q1

MR

Output

BAB VIII
KETENAGAKERJAAN, TUJUAN PEMBANGUNAN,
PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENGANGGURAN
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
3. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya
terhadap pembangunan ekonomi, APBN dan APBD,
perekonomian terbuka, mengenal pasar modal.

A.

URAIAN
Pembangunan dan pertumbuhan
ekonomi
Pengangguran beserta dampaknya
terhadap pembangunan nasional

KESEMPATAN KERJA
1.

Dalam arti sempit, kesempatan kerja adalah banyak sedikitnya tenaga kerja yang mempunyai
kesempatan untuk bekerja.
2.
Dalam arti luas, kesempatan kerja adalah banyak sedikitnya faktor-faktor produksi yang
mungkin dapat ikut dalam proses produksi.
Banyak sedikitnya tenaga kerja dan aktor-faktor produksi yang ikut dalam proses produksi, sehingga
mereka memiliki kesempatan kerja akan berkaitan dengan hal-hal berikut ini : Angkatan kerja,
Penduduk usia kerja, Bekerja, Jumlah Jam Kerja, Jenis Pekerjaan / Jabatan, Lapangan Usaha /
Lapangan Pekerjaan, Penduduk yang berkerja, Upah Buruh, Upah pekerja dan kebutuhan fisik
minimum, dan Produktivitas tenaga kerja.
B.

HUBUNGAN ANTARA JUMLAH PENDUDUK, ANGKATAN KERJA, KESEMPATAN


KERJA DAN PENGANGGURAN
Hubungan antara jumlah penduduk, angkatan kerja, kesempatan kerja dan pengangguran dapat
diuraikan sebagai berikut : Besar kecilnya jumlah penduduk akan dapat menjadikan angkatan kerja dan
bukan angkatan kerja. Angaktan kerja akan dapat bekerja tergantung dari pada permintaan tenaga
kerja, dan yang bukan angkatan kerja berarti meneruskan pendidikan atau sekolah. Permintaan tenaga
kerja dan lulusan dari pendidikan akan mendapatkan kesempatan kerja, jika tidak mendapatkannya
berarti terjadi pengangguran.

C.

PENGANGGURAN
Pengangguran
adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau
mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak
mungkin mendapatkan pekerjaan atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena sudah diterima
bekerja / mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
Pengangguran yang terjadi pada suatu negara, disebabkan oleh beberapa jenis,diantaranya :
1.
Pengangguran Ketidakcakapan adalah pengangguran yang terjadi karena seseorang
mempunyai cacat fisik atau jasmani, sehingga dalam dunia perusahaan mereka sulit untuk diterima
menjadi pekerja/karyawan.
2.
Pengangguran Musiman adalah pengangguran yang biasa terjadi pada sektor pertanian,
misalnya pada musim paceklik. Pada musim ini banyak pekerja atau petani yang menganggur,
karena musimnya yang tidak menguntungkan bagi petani.
3. Pengangguran Friksional (peralihan) adalah pengangguran yang terjadi karena penawaran tenaga
kerja lebih banyak dari pada permintaan tenaga kerja atau tenaga kerja yang sudah bekerja tetapi
menginginkan pindah pekerjaan lain, sehingga belum mendapatkan tempat pekerjaan yang baru.
Kelebihan tersebut menimbulkan adanya pengangguran.
4. Pengangguran karena upah terlalu tinggi artinya pengangguran yang terjadi karena para pekerja
atau pencari kerja menginginkan adanya upah atau gaji terlalu tinggi, sehingga para pengusaha
tidak mampu untuk memenuhi keinginan tersebut, sehingga menimbulkan adanya pengangguran.
5. Pengangguran Struktural adalah pengangguran yang terjadi karena terdapat kelebihan faktor
produksi, khususnya faktor produksi tenaga kerja. Bila suatu perusahaan atau pengusaha terjadi
kelebihan semacam ini, maka akan terdapat pengangguran faktor produksi tersebut, sehingga
menimbulkan adanya pengangguran.
6. Pengangguran Voluntary adalah pengangguran karena seseorang secara sukarela tidak mau bekerja.
7. Pengangguran Tehnologi adalah pengangguran karena adanya pergantian tenaga manusia dengan
tenaga mesin

D.

CARA-CARA MENGATASI PENGANGGURAN


Kenyataan menunjukkan bahwa masalah pengangguran merupakan masalah yang sangat buruk
efeknya atau dampaknya pada aktivitas perekonomian masyarakat, baik kegiatan produksi, distribusi
maupun konsumsi. Dan oleh sebab itu secara terus menerus usaha-usaha harus dilakukan untuk
mengatasi pengangguran.

6
a.
b.
c.
d.
e.
f.
E.

Adapun cara-cara untuk mengatasi pegangguran antara lain :


Memperluas kesempatan kerja, dengan membuka lapangan
kerja baru, baik dibidang pertanian, bidang industri, bidang perdagangan maupun bidang jasa.
Meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga para lulusan sudah siap pakai untuk
menjadi tenaga yang trampil.
Meningkatkan kualitas tenaga kerja, dengan memberikan pendidikan ketrampilan
melalui pendidikan formal dan non formal.
Memberikan kesempatan kerja ke luar negeri, melalui penyaluran Tenaga Kerja
Indonesia (TKI).
Mendorong tumbuh berkembangnya usaha-usaha atau industri rumah tangga.
Memberikan peranan KB untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.
PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

a. Perbedaan antara Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi


Pertumbuhan Ekonomi (Economic Growth) adalah perkembangan kegiatan dalam
perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah
dan kemakmuran masyarakat meningkatdalam jangka panjang. Petumbuhan ekonomi tersebut
merupakan salah satu indicator keberhasilan pembangunan
Sedangkan Pembangunan Ekonomi (Economic Development) adalah pertumbuhan
ekonomi yang diikuti oleh perubahan-perubahan dalam struktur ekonomi dan corak kegiatan
ekonomi atau Usaha meningkatkan pendapatan per kapita dengan jalan mengolah kekuatan
ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal, penggunaan tehnologi,
penambahan pengetahuan, peningkatan ketrampilan, penambahan kemampuan berorganisasi
dan manajemen.
Pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan rumus :

Pertumbuhan Ekonomi tahun t =

GNP
100%
GNP to

dimana : Simbol : perubahan, yang diperoleh dari (GNP tahun ini GNP tahun lalu)
GNPto
: GNP sebelum berubah (GNP tahun lalu)
Contoh :
GNP tahun 2005 sebesar Rp 800,00 Trilyun dan GNP tahun 2006 sebesar Rp 900,00 trilyun, maka
besarnya pertumbuhan ekonomi tahun 2006 adalah :
Tingkat PE tahun 2006

900 800
x 100% = 12,5%
800

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi negara


berkembang
Pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
1. Tanah dan Kekayaan Alam Lainnya
2. Jumlah dan Mutu Penduduk dan Tenaga Kerja
3. Barang-barang Modal dan Tingkat Tehnologi
4. Sistem Sosial dan Sikap Masyarakat
5. Luas Pasar sebagai Sumber Pertumbuhan
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi Pembangunan ekonomi antara lain :
1. Sumber-sumber ekonomi yang produktif
2. Pendapatan nasional atau produksi nasional
3. Tingkat konsumsi potensial
F.

TEORI-TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI.


Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu bidang penyelidikam yang telah lama dibahas oleh
ahli-ahli ekonomi. Berikut ini diuraikan teori-teori pertumbuhan ekonomi dari pemikiran ekonomi,
yaitu :
1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Aliran Merkantilisme.
Menurut Aliran Merkantilisme pertumbuhan ekonomi atau perkembangan ekonomi suatu
negara ditemtukan oleh peningkatan perdagangan internasional dan penambahan pemasahan
hasil industri serta surplus dalam neraca perdagangan suatu negara.
2. Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Aliran Klasik
a. Adam Smith
Adam Smith mengemukakan teori pertumbuhan ekonomi dalam sebuah buku yang
berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations atau
dengan ringkas The Wealth of Nations tahun 1776. Menurut Adam Smith, ada empat
factor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu : Jumlah penduduk, Jumlah
stok barang-barang modal, Luas tanah dan kekayaan alam, dan Tingkat tehnologi yang
digunakan serta adanya spesialisasi dan pembagian kerja internasional.

b. David Recardo
David Recardo mengemukakan teori pertumbuhan ekonomi dalam sebuah buku yang
berjudul The Principles of Political Economy and Taxation. Menurut David Recardo
pertumbuhan ekonomi suatu Negara ditentukan oleh pertumbuhan penduduk. Dengan
bertambahnya penduduk akan menambah tenaga kerja dan akan membutuhkan tanah
atau alam.
3. Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo Klasik
a.
Joseph Schumpeter
Teori Schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha dalam
menciptakan pertumbuhan ekonomi dan para pengusaha merupakan golongan yang akan
terus menerus membuat perbaruan atau inovasi dalam ekonomi, sehingga tingkat
pertumbuhan perekonomian suatu negara terjadi jika para pengusaha terus menerus
mengadakan inovasi dan mampu pengadakan kombinasi baru atas investasinya atau
proses produksinya, diantaranya :
b.
Penggunaan teknik produksi yang baru
c.
Penemuan bahan dasar yang baru
d.
Pembukaan daerah pemasaran yang baru
e.
Penggunaan manajemen yang baru
f.
Penggunaan teknik pemasaran yang baru,
b.
Harrod Domar
Dalam analisis teori pertumbuhan ekonomi Menurut Teori Harrod Domar, bertujuan
untuk menjelaskan syarat yang harus dipenuhi supaya perekonomian dapat mencapai
Pertumbuhan yang teguh (Steady Growth) dalam jangka panjang. Asusmsi yang
digunakan oleh Harrod-Domar dapat teori pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh
beberapa hal, yaitu :
Tahap awal perekonomian telah mencapai tingkat full employment
Perekonomian terdiri dari sektor rumah tangga (konsumen) dan sektor
perusahaan (produsen)
Fungsi tabungan dimulai dari titik nol, sehingga besarnya tabungan
proporsional dengan pendapatan
Hasrat menabung batas (Marginal Propencity to save) besarnya tetap
Sehingga menurut Harrod Domar pertumbuhan ekonomi yang teguh akan mencapai
kapasitas penuh (full capacity) dalam jangka panjang.
c. Sollow Swan
Menurut teori Sollow Swan, ada 4 anggapan dasar dalam menjelaskan pertumbuhan
ekonomi, yaitu :
Tenaga kerja (Penduduk) tumbuh dengan laju tertenti
Fungsi produksi Q = f (K,L) berlaku bagi setiap periode (K : Kapital, L :
Labour)
Adanya kecenderungan menabung dari masyarakat
Semua tabungan masyarakat diinvestasikan
4. Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Aliran Historis
a.
Friederich List (1789 18456)
Menurut Friederich List perkembangan ekonomi ditinjau dari tehnik berproduksi
sebagai sumber penghidupan.Tahapan pertumbuhan ekonominya antara lain :Masa
berburu atau mengembara, Masa beternak atau bertani, Masa bertani dan
kerajinan, Masa kerajinan Industri dan Perdagangan. Buku hasil karyanya berjudul
Das Nationale System der Politischen Oekonomie (1840).
b.

Bruno Hildebrand (1812 1878)


Menurut Bruno Hildebrand, perkembangan ekonomi ditinjau dari cara pertukaran
(tukar-menukar) yang digunakan dalam masyarakat.Tahap pertumbuhan ekonominya :
Masa Pertukaran dengan natura (barter), Masa pertukaran dengan uang dan Masa
pertukaran dengan kredit/giral.
Pendapatnya ditulis dalam sebuah buku yang berjudul Die National Ekonomie der
gegenwart und Zukunfit (1848).

c.

Karl Bucher (1847 1930)


Menurut Karl Bucher, perkembangan ekonomi ditinjau dari jarak antara produsen
dengan konsumenTahap pertumbuhan ekonominya antara lain : Rumah tangga
tertutup, Rumah tangga kota, Rumah tangga bangsa dan Rumah tangga dunia.

d.

Werner Sombart (1863 1941)


Menurut Werner Sombart, perkembangan ekonomi ditinjau dari susunan organisasi dan
idiologi masyarakat.Tahapan pertumbuhan ekonomi sebagai berikut :Zaman
perekonomian tertutup, Zaman perekonomian Kerajian dan pertukangan, Zaman
perekonomian Kapitalis (Kapitalis purba, madya, raya dan akhir)

6
Karyanya ditulis dalam sebuah buku yang berjudul Der Moderne Kapitalismus (1927),
e.

W.W. Rostow
W.W. Rostow dalam bukunya yang berjudul The Stage of Economic Growth membagi
pertumbuhan ekonomi menjadi lima tahap atas dasar kemajuan tingkat teknologi.
Kelima tahap itu adalah : Masayarakat tradisional, Prasyarat lepas landas, Lepas
landas, Gerakan kearah kedewasaan dan tahap konsumsi tinggi.

G. PERTUMBUHAN EKONOMI NEGARA MAJU DAN PEMBANGUNAN EKONOMI NEGARA BERKEMBANG


Masalah dan hambatan pembangunan ekonomi di negara berkembang adalah sebagai berikut :
1.
Pertanian Tradisional
2.
Taraf hidup yang rendah
3.
Produktivitas yang rendah
4.
Kekurangan modal dan tenaga ahli
5.
Laju pertambahan penduduk yang tingi atau perkembangan penduduk pesat
6.
Masalah menciptakan kesempatan kerja dan pengangguran
7.
Ketergantungan pada sektor pertanian
H. TUJUAN PEMBANGUNAN NASIONAL
Tujuan Pembangunan Nasional adalah mewujudkan masyarakat adil dan makmur, material dan
spiritual berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945.
Pembangunan Nasional Indonesia diprogramkan sesuai dengan TAP MPR Nomor IV / MPR / 1999 tentang
GBHN. Sesuai dengan TAP MPR tersebut arah kebijakan pembangunan Nasional di bidang ekonomi
diantaranya terdapat 28 butir.
I. KEBIJAKAN DASAR PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Mengingat pelaksanaan pembangunan ekonomi nasional sebagaimana diamanatkan dalam TAP MPR
nomor IV / MPR / 1999 tentang GBHN dan Propenas belum berhasil mengatasi krisis ekonomi, maka
dipandang perlu adanya kebijakan dasar pemulihan ekonomi nasional seperti yang tercantum dalam
TAP MPR RI nomor II / MPR / 2002, tentang Rekomendasi Kebijakan Untuk Mempercepat Pemulihan
Ekonomi Nasional.

BAB IX
APBN, APBD DAN KEBIJAKAN FISKAL
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
3. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya
terhadap pembangunan ekonomi, APBN dan APBD,
perekonomian terbuka, mengenal pasar modal.

A.

URAIAN
APBN dan APBD

Jenis-jenis
pengeluaran
dan
penerimaan
pemerintah pusat dan pemerintah
daerah
Kebijakan pemerintah di bidang fiskal

PENGERTIAN, FUNGSI DAN TUJUAN APBN DAN APBD


1. Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (Budget)
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah suatu daftar yang memuat secara rinci
tentang sumber-sumber penerimaan dan alokasi pengeluarannya dalam jangka waktu tertentu,
dalam rangka mencapai sasaran pembangunan dalam kurun waktu satu tahun. APBN ditetapkan
dengan Undang-Undang, berarti penyusunannya harus dengan persetujuan DPR. sesuai dengan UUD
1945 pasal 23. Dari pengertian tersebut dikandung maksud bahwa setiap tahun pemerintah
bersama dengan DPR menyusun APBN, yang dimulai tanggal 1 Januari dan berakhir tanggal 31
Desember tahun yang bersangkutan.
Siklus dan mekanisme APBN meliputi beberapa tahap :
(a) tahap penyusunan RAPBN oleh Pemerintah;
(b) tahap pembahasan dan penetapan RAPBN menjadi APBN dengan Dewan Perwakilan Rakyat;
(c) tahap pelaksanaan APBN;
(d) tahap pengawasan pelaksanaan APBN oleh instansi yang berwenang antara lain Badan Pemeriksa
Keuangan; dan
(e) tahap pertanggungjawaban pelaksanaan APBN.
Siklus penyusunan APBN akan berakhir pada saat Perhitungan Anggaran Negara (PAN) disahkan oleh
DPR pada dua tahun kemudian.
APBN memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah :
1. Fungsi Alokasi artinya APBN berfungsi untuk mengalokasikan faltor-faktor produksi yang
tersedia di dalam masyarakat, sehingga kebutuhan masyarakat akan Public Goods atau
Kebutuhan umum akan terpenuhi.
2. Fungsi Distribusi artinya APBN berfungsi untuk pembagian pendapatan nasional yang adil atau
pembagian dana ke berbagai sector.
3. Fungsi Stabilisasi artinya APBN berfungsi untuk terpeliharanya tingkat kesempatan kerja yang
tinggi, tingkat harga yang relative stabil dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup
memadai.
2. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah suatu rencana kerja pemerintah daerah
yang mencakup seluruh penerimaan dan belanja (pengeluaran) pemerintah daerah, baik Propinsi
ataupun Kabupaten dalam rangka mencapai sasaran pembangunan dalam kurun waktu satu tahun
yang dinyatakan dalam satuan uang dan dsetujui oleh DPRD.
Pada dasarnya Fungsi dan tujuan penyusunan APBD sama dengan fungsi dan tujuan APBN, hanya
dalam APBD ruang lingkupnya yang berbeda, untuk APBN berskala nasional sedangkan APBD
terbatas pada wilayah daerah dan pelaksanaannya diserahkan kepada kepala daerah atau Gubernur
dan Bupati / Walikota, serta sesuai dengan kebijakan otonomi daerah.

B.

SUMBER-SUMBER PENDAPATAN NEGARA DAN DAERAH.


Sumber-sumber pendapatan Negara.
Penerimaan Negara dan Hibah
1. Penerimaan Dalam negeri
a. Penerimaan perpajakan
1) Pajak dalam negeri (PPh, PPN, PBB, Cukai
dan lainnya )
2) Pajak perdagangan internasional (bea
masuk, Pajak impor)
b. Penerimaan Bukan pajak
1) Penerimaan sumber daya alam
2) Bagian laba BUMN
3) Penerimaan Negara bukan pajak lainnya
2. Hibah

Sumber-sumber pendapatan Daerah.


Pendapatan Asli Daerah
a. Pajak Daerah
b. Retribusi daerah
c. Bagian laba Badan Usaha Milik Daerah
d. Penerimaan dari Dinas-dinas daerah
e. Penerimaan lain-lain
Dana Perimbangan
a. Bagi hasil pajak dan bukan pajak
b. Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah
Pusat
c. Dana Alokasi Khusus (DAK)
d. Dana Perimbangan
e. Pinjaman pemerintah daerah
f. Pinjaman untuk Badan Usaha Milik Daerah
(BUMD)
Lain-lain Pendapatan yang sah

6
C.

JENIS PEMBELANJAAN PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH


Jenis Pembelanjaan Pemerintah pusat
Belanja Negara
1. Belanja Pemerintah Pusat
1) Belanja pegawai
2) Belanja barang
3) Belanja Modal
4) Pembayaran bunga utang (dalam negeri dan
luar negeri)
5) Subsidi (BBM dan non BBM)
6) Belanja Hibah
7) Bantuan Sosial
8) Belanja lainnya
2. Belanja Daerah
1) Dana Perimbangan
a. Dana bagi hasil
b. Dana Alokasi Umum (DAU)
c. Dana Alokasi Khusus (DAK)
2) Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian

Jenis Pembelanjaan Pemerintah Daerah


1. Anggaran belanja rutin
a. Belanja DPRD
b. Belanja Kepala Daerah
c. Belanja Pegawai
d. Belanja Barang
e. Belanja Pemeliharaan
f. Belanja Perjalanan Dinas
g. Belanja lain-lain
h. Angsuran pinjaman dan bunga
i. Subsidi kepada daerah bawahan
j. Pengeluara yang tidak termasuk bagian lain
k. Pengeluaran tak terduga
2. Anggaran Belanja Pembangunan
a. Proyek-proyek daerah
b. Biaya operasional dan pemeliharaan sarana
dan prasarana daerah
c. Proyek-proyek pembangunan

Berdasarkan uraian tentang sumber penerimaan Negara dan Belanja Negara diusahakan setiap APBN
dan APBD menunjukkan adanya tabungan pemerintah. Semakin tinggi tabungan pemerintan atau
Negara maka akan dapat meningkatkan investasi atau penanaman modal untuk usaha sehingga
pembangunan dapat berjalan dengan lancar atau dengan kata lain APBN menunjukkan surplus. Secara
matematis tabungan pemerintah atau tabungan Negara dapat dihitung sebagai berikut :

Tabungan Pemerintah = Penerimaan dalam negeri Pengeluaran rutin


D. PENGARUH APBN DAN APBD TERHADAP PEREKONOMIAN
Dengan penyusunan APBN dan APBD dapat berdampak pada peningkatan pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi dengan meingkatkan pendapatan dan penghematan pengeluaran.
Adapun Pengaruh APBN dan APBD terhadap perekonomian masyarakat antara lain :
1. Dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, maksudnya dapat mengetahui besarnya
GNP dari tahun ke tahun.
2. Dapat menciptakan kestabilan keuangan atau moneter negara, sebabnya dapat mengatur jumlah
uang yang beredar di masyarakat.
3. Dapat menimbulkan investasi masyarakat, karena dapat mengembangkan industri-industri dalam
negeri.
4. Dapat memperlancar Distribusi pendapatan, maksudnya dapat mengetahui sumber penerimaan dan
penggunaan untuk belanja pegawai dan belanja barang serta yang lainnya.
5. Dapat memperluas kesempatan kerja, karena terdapat pembangunan proyek-proyek negara dan
investasi negara, sehingga dapat membuka lapangan kerja yang baru dan dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
E. KEBIJAKAN PEMERINTAH DI BIDANG FISKAL
1. Pengertian
Kebijakan Fiskal atau Kebijakan Anggaran adalah kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan
pendapatan dan pengeluaran Negara atau APBN, agar sesuai dengan pertumbuhan ekonomi yang
diharapkan dan pada gilirannya akan meningkatkan penciptaan lapangan kerja.
2. Macam-macam Kebijakan Anggaran.
APBN yang disusun pemerintah setiap tahun dapat dimanfaatkan untuk menentukan kebijakan
anggaran (fiskal) yang disesuaikan dengan kondisi perekonomian suatu negara.
Kebijaksanaan anggaran meliputi :
1.
Anggaran Seimbang adalah anggaran yang disusun dengan pendapatan
totalnya sama / seimbang dengan pengeluaran totalnya. Tujuannya untuk memelihara
stabilitas ekonomi dan mencegah terjadinya deficit
2.
Anggaran Dinamis adalah anggaran yang selalu meningkat dibandingkan
dengan anggaran tahun sebelumnya. Dan diusahakan meingkat dalam pendapatannya dan
penghematan pengeluarannya, sehingga dapat meningkatkan tabungan pemerintah/Negara
untuk kemakmuran msyarakat
3.
Anggaran Defisit adalah anggaran dengan pengeluaran Negara lebih besar
dari pada penerimaan Negara. Atau lebih spesifik Penerimaan rutin dan penerimaan
pembangunan tidak mencukupi untuk membiayai seluruh pengeluaran pemerintah. Dengan
kata lain deficit APBN terjadi apabila pemerintah harus meminjam dari bank sentral atau
harus mencetak uang baru untuk membiayai pembangunannya

6
4.

Anggaran Surplus adalah anggaran dengan penerimaan Negara lebih besar


dari pada pengeluaran Negara. Kebijakan ini dijalankan bila keadaan ekonomis edang dilanda
inflasi (kenaikan harga secara terus menerus), sehingga anggaran harus menyesuaikan dengan
kenaikan harga barang atau jasa.

Untuk mengatasi defisit anggaran dapat dilakukan dengan cara antara lain :
1.

Kemungkinan penciptaan uang baru.


Untuk membiayai pengeluaran, pemerintah dapat menciptakan uang baru, dengan cara
pemerintah mengeluarkan uang kertas baru melalui pinjaman dari Bank Sentral dan Bank
Sentral memberikan kredit kepada pemerintah atau sering dikatakan Anggaran Defisit
Spending.
Resiko yang timbul adalah terjadinya inflasi, yaitu meningkatkan harga barang secara umum,
karena bertambahnya jumlah uang yang beredar.
2.
Kemungkinan untuk pinjaman
Untuk membiayai pengeluaran, pemerintah dapat juga memperoleh dana melalui pinjaman
dengan cara pengeluaran obligasi dan surat-surat berharga.
Untuk mencapai kebijakan tersebut, maka penyusunan APBN harus berdasarkan prinsip-prinsip atau
asas-asas sebagai berikut
1.
Anggaran berimbang yang dinamis, maksudnya penerimaan diusahakan meningkat
melalui tabungan pemerintah.
2.
Penentuan skala prioritas yang tepat, artinya pengeluaran harus disesuaikan dengan
kepentingannya.
3.
Dana-dana pembangunan dalam negeri yang makin besar, artinya penerimaan dalam
negeri untuk selalu ditingkatkan, sedang penerimaan pembangunan (yang berasal dari utang
luar negeri) selalu dihemat atau diperkecil.
4.
Bekerja atas dasar program terpadu, artinya pelaksanaan program yang dapat
menjamin terpeliharanya stabilitas kehidupan ekonomi yang mampu mendorong pembangunan
secara mantap.

F. PAJAK DAN FUNGSINYA


Sesuai dengan ketentuan Pasal 23 ayat (2) UUD 1945, ketentuan-ketentuan perpajakan yang merupakan
landasan pemungutan pajak harus ditetapkan dengan Undang-Undang. Berdasarkan ketentuan tersebut,
maka Undang-Undang tentang perpajakan di Indonesia yang sekarang berlaku terdiri dari :
a. Undang-Undang nomor 16 tahun 2000, tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
b. Undang-Undang nomor 17 tahun 2000, tentang Pajak Penghasilan.
c. Undang-Undang nomor18 tahun 2000, tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak
Penjualan atas Barang Mewah.
d. Undang-Undang nomor 12 tahun 1994, tentang Pajak Bumi dan Bangunan.
e. Peraturan pemerintah RI Nomor 24 tahun 2000 Tentang Bea Meterai
1.

Pengertian Pajak dan Pungutan Resmi Lainnya


Pajak (Tax) adalah iuran wajib dari rakyat kepada negara dengan tidak menerima imbalan jasa
secara langsung berdasarkan undang-undang, untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum.
Peranan pajak diantaranya :
a. Berfungsi sebagai alat demokrasi di Indonesia untuk melaksanakan pembangunan.
b. Penerimaan negara dari pajak akan meningkatkan tabungan pemerintah.
c. Masyarakat harus menyadari dan merasa memperoleh kenikmatan atas pembangunan dalam
segala bidang yang dijalankan pemerintah.
d. Kelangsungan pembangunan Indonesia memerlukan biaya dan masyarakat harus menyadari
bahwa biaya tersebut merupakan tanggung jawab bersama.
Disamping pemerintah memungut pajak, juga terdapat pungutan lain selain pajak, yaitu :
1. Retribusi adalah iuran rakyat yang disetorkan melalui kas negara atas dasar pembangunan
tertentu dari jasa atau barang milik negara yang digunakan oleh orang-orang tertentu.
2. Cukai adalah iuran rakyat atas pemakaian barang-barang tertentu, seperti minyak tanah,
bensin, minuman keras, rokok atau tembakau.
3. Bea Masuk adalah bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang dimasukkan ke dalam
daerah pabean Indonesia dengan maksud untuk dikonsumsi di dalam negeri. Sedangkan bea
keluar adalah bea yang dikenakan atas barang-barang yang akan dikeluarkan dari wilayah
pabean Indonesia dengan maksud barang tersebut akan diekspor ke luar negeri.
4. Sumbangan adalah iuran orang-orang atau golongan orang tertentu yang harus diberikan
kepada negara untuk menutupi pengeluaran-pengeluaran negara yang karena sifatnya tidak
memberikan prestasi kepada umum, dan pengeluarannya tidak dapat diambil dari kas
negara.
Sedangkan perbedaan antara pajak dengan pungutan resmi lainnya sebagai sumber pendapatan
negara adalah :

Pajak

Pungutan resmi lainnya

a. Iuran dengan imbalan yang tidak langsung


dari negara
b. Dapat dipaksakan
c. Berlaku untuk seluruh rakyat tanpa kecuali

a. Iuran dengan imbalan yang langsung


dari negara
b. Tidak ada unsur paksaan
c. Pengenaan terbatas pada mereka
orang-orang tertentu
d. Prestasi (imbalan) diterima oleh
golongan tertentu atau orang-orang
tertentu

d. Prestasi (imbalan) diterima oleh seluruh


rakyat

2. Fungsi Utama dan Jenis Pajak


a. Fungsi Utama Pajak Bagi Pemerintah
1. Fungsi Anggaran (fungsi Budgeter) yaitu sebagai sumber pemasukan keuangan negara
yang menghimpun dana ke kas negara untuk membiayai pengeluaran negara atau
pembangunan nasional. Jadi fungsi pajak adalah sebagai sumber pendapatan negara,
yang bertujuan supaya terdapat posisi anggaran pendapatan dan pengeluaran yang
seimbang (balance budget).
2. Fungsi Mengatur (fungsi Regulered) yaitu pajak digunakan sebagai alat untuk mengatur
atau melaksanakan kebijakan negara dalam lapangan ekonomi dan sosial.
3. Fungsi Pemerataan (fungsi Distribution) yaitu pajak digunakan untuk menyeimbangkan
dan menyesuaikan pembagian pendapatan masyarakat dengan kesejahteraan
masyarakat. Atau dengan kata lain pajak berfungsi untuk pemerataan pendapatan
masyarakat, seperti yang dicantumkan dalam Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur
Pemerataan.
b. Jenis-Jenis Pajak Yang Berlaku di Indonesia
Pajak yang berlaku di Indonesia dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu :
1. Ditinjau dari cara pemungutannya, dibagi dua :
a) Pajak langsung adalah pajak yang dibebankan harus ditanggung oleh wajib pajak
sendiri, dan tidak boleh dilimpahkan kepada orang lain.
Contoh : Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak
perseroan (PPs), Pajak Kekayaan, Pajak deviden, Pajak bunga deposito,
Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama (BBN) dan sebagainya.
b) Pajak Tidak Langsung adalah pajak yang pemungutannya dapat dialihkan kepada
orang lain.
Contoh : Pajak Penjualan(PPn), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Cukai, Pita Rokok,
Pajak Tontonan, Bea Meterai, Bea Masuk (Pajak Impor), Pajak Ekspor dan
sebagainya.
2. Ditinjau dari obyek yang dikenakan pajak, dibagi dua :
a) Pajak subyektif adalah pajak yang pemungutannya berdasar atas subyeknya
(orangnya), keadaan diri pajak dapat mempengaruhi jumlah yang harus dibayar.
Contoh : Pajak Penghasilan, Pajak Kekayaan dan sebagainya.
b) Pajak Obyektif adalah pajak yang pemungutannya berdasar atas obyeknya.
Contoh : Pajak Kekayaan, Bea Masuk, Bea Meterai, Pajak Impor, Pajak Kendaraan
Bermotor, Pajak Bumi dan Bangunan, dan sebagainya.
3. Ditinjau dari siapa yang memungut pajak, dibagi dua :
a) Pajak Negara adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat melalui aparatnya,
yaitu Dirjen Pajak, Kantor Inspeksi Pajak yang tersebar di seluruh Indonesia, Dirjen
Bea dan Cukai.
b) Pajak Daerah (Lokal) adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan
terbatas pada rakyat daerah itu sendiri, baik yang dilakukan oleh Pemda Tingkat I
maupun Pemda Tingkat II.
3. Tarif Pajak
Sedangkan cara pemungutan pajak atau sistem penetapan tarif pajak terdiri dari empat
cara, yaitu :
1. Tarif Pajak Proporsional (sebanding) adalah tarif pajak dengan menggunakan
prosentase yang tetap untuk setiap dasar pengenaan pajak.
2. Tarif Pajak Degresif (menurun) adalah tarif pajak dengan menggunakan prosentase
yang menurun untuk setiap dasar pengenaan pajak.
3. Tarif Pajak Konstan (tetap) adalah tarif pajak yang tetap untuk setiap dasar pengenaan
pajak atau besarnya pajak yang dibayarkan jumlahnya tetap.
4. Tarif Pajak Progresif (menaik) adalah tarif pajak dengan prosentase yang semakin
meningkat untuk setiap dasar pengenaan pajak.
5. Tarif Pajak Regresif (menurun) adalah tarif pajak dengan menggunakan prosentase
yang menurun untuk setiap dasar pengenaan pajak, tetapi penurunannya sedikit-sedikit.

6
4. Cara Menghitung Pajak
Sistem perpajakan adalah cara yang digunakan oleh pemerintah untuk memungut atau menarik
pajak dari rakyat dalam rangka membiayai pembangunan dan pengeluaran pemerintah lainnya.
a. Undang-Undang Nomor 16 tahun 2000 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan.
Undang-undang ini berisi dua bab, yaitu :
1. Bab I Tentang Pengertian dasar yang berkaitan dengan Pajak dan Perhitungan pajak.
2. Bab II Tentang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena
Pajak, Surat Pemberitahuan dan Tata Cara Pembayaran Pajak.
b. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2000 Tentang Pajak Penghasilan.
Pengertian
Pajak Penghasilan (PPh) adalah pajak yang dikenakan terhadap subyek pajak atas
penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak. Sedangkan penghasilan
adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima, baik berasal dari Indonesia
maupun luar Indonesia, yang dapat menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan.
Besarnya Pajak Penghasilan dihitung berdasarkan PKP (Penghasilan Kena Pajak) dan
Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Penghasilan persih pertahun Penghasilan Tidak Kena
Pajak (PTKP)
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 137/PMK.03/2005 ditetapkan tanggal 30 Desember
2005, tentang Penyesuaian besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak, yaitu:
(1) Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak disesuaikan menjadi sebagai berikut :
a. Rp. 13.200.000,00 (tiga belas juta dua ratus ribu rupiah) untuk diri Wajib Pajak Orang
Pribadi;
b. Rp. 1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang
kawin;
c. Rp. 13.200.00,00 (tiga belas juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk seorang istri
yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami;
d. Rp. 1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota
keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat,
yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak (3 (tiga) orang untuk setiap
keluarga.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mulai berlaku sejak Tahun Pajak 2006.
Tarif Pajak Penghasilan
Menurut UU Nomor 17 tahun 2000, Tarif Pajak yang ditetapkan atas penghasilan wajib pajak
perseorangan (orang pribadi) :
Penghasilan Kena Pajak (PKP)
-

Sampai dengan Rp. 25.000.000,00


Di atas Rp. 25.000.000,00 Rp. 50.000.000,00
Di atas Rp. 50.000.000,00 Rp. 100.000.000,00
Di atasRp.100.000.000,00 Rp. 200.000.000,00
Di atas Rp. 200.000.000,00

Tarif Pajak
5%
10 %
15 %
25 %
35 %

Sedangkan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap adalah :
Penghasilan Kena Pajak (PKP)
-

Sampai dengan Rp. 50.000.000,00


Di atas Rp. 50.000.000,00 Rp. 100.000.000,00
Di atas Rp. 100.000.000,00

Tarif Pajak
10 %
15 %
30 %

c. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.
Tarif PPN dan PPn BM

6
Menurut Pasal 7 UU nomor 18 tahun 2000, tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah :
(1) Tarif Pajak Pertambahan Nilai adalah 10% (sepuluh persen).
(2) Tarif Pajak Pertambahan Nilai atas Ekspor Barang Kena Pajak adalah 0% (nol persen).
(3) Dengan Peraturan Pemerintah, tarif pajak dapat diubah serendah-rendahnya 5% (lima
persen) dan setinggi-tingginya 15% (lima belas persen).
Sedangkan Tarif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPn BM), menurut Pasal 8, adalah :
(1) Tarif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah serendah-rendahnya 10% (sepuluh persen) dan
setinggi-tingginya 75% (lima puluh persen).
(2) Atas ekspor barang kena pajak yang tergolong mewah dikenakan pajak dengan tarif 0%
(nol persen).
(3) Dengan Peraturan Pemerintah ditetapkan kelompok barang kena pajak yang tergolong
mewah yang dikenakan PPn BM.
(4) Macam dan jenis barang yang dikenakan PPn BM atas barang kena pajak yang tergolong
mewah ditetapkan oleh Menteri Keuangan.
d. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 Tentang Pajak Bumi dan Bangunan.
Pengertian
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah Pajak pusat yang hasil pemungutannya diserahkan ke
Pemerintah Daerah, untuk membiayai pembangunan di wilayahnya.
Tarif PBB
Tarif PBB yang dikenakan pada obyek pajak adalah 0,5% dari nilai jual obyek kena pajak.
Dan besarnya Nilai Jual Obyek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar Rp. 8.000.000,00
untuk setiap wajib pajak atau sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Sedangkan Dasar pengenaan PBB antara lain :
1. Dasarnya adalah nilai jual obyek pajak.
2. Besarnya nilai jual obyek pajak ditetapkan 3 tahun sekali oleh Menteri Keuangan,
kecuali untuk daerah tertentu ditetapkan setiap tahun sesuai dengan perkembangan
daerahnya.
3. Dasar perhitungan pajak adalah Nilai Jual Obyek Pajak Kena Pajak (NJOPKP) yang
ditetapkan serendah-rendahnya 20% dan setinggi-tingginya 100% dari Nilai Jual Obyek
Pajak (NJOP).
4. Besarnya Nilai jual kena pajak ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah dengan
memperhatikan kondisi ekonomi nasional.
e. Peraturan pemerintah RI Nomor 24 tahun 2000 Tentang Bea Meterai
Bersdasarkan peraturan pemerintah tersebut, besarnya bea meterai sebagai berikut:
a. Surat perjanjian, akta notaris, akta PPAT, surat lamaran sebesar Rp 6.000,00
b. Dokumen nominal Rp 250.000,00 Rp 1.000.000,00 sebesar Rp 3.000,00
Lebih dari Rp 1.000.000,00 sebesar Rp 6.000,00
c. Cek dan bilyet giro sebesar Rp 3.000,00

BAB X
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
3. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya
terhadap pembangunan ekonomi, APBN dan APBD,
perekonomian terbuka, mengenal pasar modal.

URAIAN
Kurs valuta asing, dan neraca
pembayaran
Kebijakan bidang ekspor dan impor

A. PENDAGANGAN INTERNASIONAL.
1.

Pengertian, Faktor- faktor yang menyebabkan


dan Manfaat Perdagangan Internasional.
Perdagangan Internasional (International Trade) adalah kegiatan transaksi dagang antara negara
yang satu dengan negara yang lain, baik mengenai barang ataupun jasa-jasa, dan dilakukan
melewati batas daerah suatu negara. Misalnya Indonesia mengadakan hubungan dagang dengan
Perancis, Jepang, China, Amerika Serkat, Singapura, Malaysia dan lain-lain.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perdagangan internasional antara lain
1. Adanya perbedaan sumber alam
2. Adanya perbedaan faktor produksi.
3. Tidak semua negara mempunyai kondisi ekonomis yang sama.
4. Tidak semua negara dapat memproduksi sendiri suatu barang.
5. Adanya motif keuntungan dalam perdagangan.
6. Adanya persaingan antar pengusaha dan antar bangsa dalam hal perdagangan.
Perdagangan timbuk karena adanya dorongan atau motif untuk berdagang. Motif ini adalah
kemungkinan diperolehnya manfaat dari perdagangan atau Gains from trade. Secara garis besar
manfaat dari perdagangan internasional adalah :
a.
Suatu negara memperolah sejumlah barang yang dibutuhkan
b.
Suatu negara mendapatkan harga yang lebih murah dan pada
barang tersebut diproduksi sendiri
c.
Suatu negara akan memperoleh keuntungan dan perdagangan Internasional (gains from trade)
d.
Suatu negara dapat melaksanakan kegiatan ekspor dan impor
e.
Suatu negara dapat menambah devisa negara dan hasil ekspor
f.
Suatu negara dapat melakukan alih tehnologi dari negara lain
g.
Suatu negara dapat mempercepat pertumbuhan dan pembengunan
ekonomi
h.
Suatu negara dapat meningkatkan pendapatan nasional
(Pendapatan Nasional Bruto)

2.

Teori Perdagangan Internasional


a. Merkantilisme
Merkantilisme adalah suatu 42ancer kebijaksanaan ekonomi yang dianut dan dipraktekkan oleh
sekelompok negarawan Eropa pada abad-abad keenam beals dan tujuh belas. Kebijaksanaan
Merkantilisme berpusat pada dua ide pokok.
1. Penumpukan logam mulia (emas)
2. Hasrat yang besar untuk mencapai dan mempertahabkan kelebihan nilai ekspor atas nilai
impor. Tujuan utama Merkantilisme adalah : pembentukan 42ancer nasional yang kuat dan
pemupukan kemakmuran nasional untuk mempertahankan mengembangkan kekuatan
42ancer. Pelopornya adalah Sir Josiah child, Thomas Mun, Jean Bodin dan Van Hornich
Colbert.
b. Teori Kaum Klasik
Asumsi (anggapan) yang dipakai kaum klasik dalam Teori Perdagangan Internasional :
a. Dua barang dan dua negara
b. Tidak ada perubahan teknologi
c. Teori nilai atas dasar tenaga kerja
d. Ongkos produksi yang konstan
e. Ongkos transportasi diabaikan (= nol)
f. Kebebasan bergerak faktor-faktor produksi di dalam negeri, tetapi tidak dapat berpindah
melalui batas negara
g. Persaingan sempurna di pasar barang maupun pasar faktor produksi
h. Distribusi pendapatan tidak berubah
1. Adam Smith (Teori Keuntungan Mutlak)
Untuk menunjukkan kelebihan perdagnagn bebas atas perdagangan campur tangan
pemerintah, Adam Smith mengemukakan idenya tentang :
a. Pembagian kerja internasional
b. Spesialisasi internasional

6
Keuntungan mutlak adalah keuntungan yang dinyatakan dengan banyaknya jam/hari kerja
yang dibutuhkan untuk membuat barang-barang tersebut.Atau singkatnya Keuntungan
mutlak ditunjukkan oleh satu negara unggul satu jenis produk.
Contoh :
Hari kerja per satuan output
Dasar tukar dalam negeri
Rempah-rempah
Permadani
Indonesia
400 kg/hari
200 unit/hari 1 perm = 2 kg rempah-rempah
Persia
200 kg/hari
800 unit/hari 1 perm = 0,25 kg rempah-rempah
Persia secara mutlak lebih efisien dalam produksi Permadani, sedangkan Indonesia secara
mutlak lebih efiesien dalam produksi Rempah-Rempah, sehingga Persia berspesialisasi pada
produksi Permadani dan Indonesia berspesialisasi pada produksi Rempah Rempah.
Oleh karena itu, Indonesia akan mengekspor rempah-rempah ke Persia dan Persia akan
mengekspor permadani ke Indonesia.
Negara

2. David Ricardo (Teori Keuntungan Komparatif)


David Ricardo membedakan dua keadaan :
a. Perdagangan dalam negeri
b. Perdagangan luar negeri
Untuk perdagangan dalam negeri berlaku prinsip keuntungan/ongkos mutlak (Adam Smith).
Perdagangan luar negeri, di lain pihak, tidak mungkin dilakukan atas dasar/ongkos mutlak.
Menurut Ricardo dalam perdagangan internasional dasar tukar ditentukan oleh ongkos
komparatif (biaya yang paling murah di negara yang bersangkutan). Atau singkatnya
Keuntungan Kmparatif ditunjukkan oleh satu negara unggul kedua jenis produk.
Contoh :
Hari kerja per satuan output
Negara
Dasar tukar dalam negeri
Rempah-rempah
Permadani
Indonesia
300 kg/hari
200 unit/hari 1 perm = 1,5 kg rempah-rempah
Persia
400 kg/hari
800 unit/hari 1 perm = 0,5 kg rempah-rempah
Dari contoh tersebut Persia memiliki keunggulan mutlak untuk kedua jenis produk
tersebut, tetapi keuntungan tertingginya pada produksi permadani. Dan Indonesia memiliki
kelemahan mutlak untuk kedua jenis produk, tetapi kelemahan terkecilnya pada produk
rempah-rempah. Jika kedua negara mengadakan perdagangan, maka kedua negara tetap
mendapatkan keuntungan , yakni :
1. Di Persia 1 unit permadani = 0,5 kg rempah-rempah, dan di Indonesia 1 unit permadani
= 1,5 kg rempah-rempah, jika kedua negara berdagang, maka Persia akan mendapatkan
keuntungan 1 kg rempah-rempah.
2. Di Indonesia 1 kg rempah-rempah = 2/3 unit permadani dan di Persia 1 kg rempahrempah = 2 unit permadani. Jika kedua negara berdagang, maka Indonesia akan
mendapatkan keuntungan 1 1/3 permadani.
B. KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1. Politik Proteksi.
Politik Proteksi adalah kebijakan pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri yang sedang
tumbuh (infant industry) dan persaingan-persaingan barang-barang impor. Tujuan Kebijakan
proteksi adalah :
- Memaksimalkan produksi dalam negeri
- Memperluas lapangan kerja
- Memelihana tradisi nasional
- Menghindari resiko yang mungkin timbul jika hanya menggantungkan diri pada satu komoditi
andalan
- Menjaga stabilitas nasional, yang dikhawatirkan akan terganggu jika bergantung pada negara
lain.
Kebijakan Proteksi dapat dilakukan melalui
A.
Tarif dan Bea masuk.
Tarif adalah suatu pembebanan atas barang-barang yang melintasi daerah pabean (costum
area). Dan barang-barang yang masuk ke wilayah negara dikenakan bea masuk. Dengan
pengenaan bea masuk yang besar atas barang-barang dan luar negeri, mempunyai maksud
untuk proteksi atas industri dalam negeri dan untuk memperoleh pendapatan negara. Bentuk
umum kebijakan tarif adalah penetapan pajak impor dengan prosentase tertentu dari harga
barang yang diimpor tersebut. Akibat dan pengenaan tarif, sebagai berikut : Harga barang
naik, Produksi dalam negeri meningkat, Jumlah barang di pasar turun, dan Impor barang
turun
Ada tiga macam penentuan Tarif, atau bea masuk, yaitu :
a.
Bea ekspor (export duties) adalah pajak / bea yang dikenakan terhadap barang
yang diangkut menuju negara lain (diluar costum area)

6
b.

Bea transito (transit duties) adalah pajak / bea yang dikenakan terhadap barangbarang yang melalui batas wilayah suatu negara dengan tujuan akhir barang tersebut
negara lain .
c.
Bea impor (import duties) adalah pajak / bea yang dikenakan terhadap barangbarang yang masuk dalam suatu negara ( tom area)
B.

2.

3.

C.

Pelarangan impor.
Pelarangan impor adalah kebijakan pemerintah untuk melarang masuknya barang-barang dari
luar negeri, dengan tujuan untuk melindungi produksi dalam negeri dan meningkatkan produksi
dalam negeri.
Akibat Kebijakan pelarangan impor sebagai berikut : Harga barang naik, Produksi dalam
negeri meningkat, dan Jumlah barang di pasar turun.
C. Kuota atau pembatasan impor
Kuota adalah kebijakan pemerintah untuk membatasi barang-barang yang masuk dari luar
negeri. Akibat kuota serbagai berikut : Harga barang naik, Produksi dalam negeri meningkat,
Jumlah barang di pasar turun, dan Impor barang turun
D. Subsidi
Subsidi adalah kebijakan pemerintah untuk membantu menutupi sebagian biaya produksi
perunit barang produksi dalam negeri. Sehingga produsen dalam negeri dapat menjual barangnya yang lebih murah dan bisa bersaing dengan barang impor. Dampak kebijakan subsidi
sebagai berikut : Harga barang di pasar tetap, Produksi dalam negeri meningkat, Jumlah
barang di pasar tetap dan Impor barang turun.
E. Dumping
Dumping adalah kebijakan pemerintah untuk mengadakan diskriminasi harga, yakni produsen
menjual barang di luar negeri lebih murah dan pada di dalam negeri.
Syarat yang harus dipenuhi dalam kebijakan dumping yaitu :
- Kekuatan monopoli di dalam negeri lebih besar dan pada luar negeri, sehingga kurva
permintaan di dalam negeri lebih inelastis dibanding kurva permintaan di luar negeri.
- Terdapat hambatan yang cukup kuat sehingga konsumen dalam negeri tidak dapat
membeli barang dan luar negeri.
Politik Dagang Bebas (Free Trade)
Politik dagang bebas adalah kebijakan pemerintah untuk mengadakan perdagangan bebas antar
negara. Pihak-pihak yang mendukung kebijakan perdagangan bebas mengajukan alasan bahwa
perdagangan bebas akan memungkinkan bila setiap negara berspesialisasi dalam memproduksi
barang dimana suatu negara memiliki keunggulan komparatif.
Politik Autarki
Politk autarki adalah kebijakan perdagangan dengan tujuan untuk menghindarkan diri dari
pengaruh-pengaruh negara lain, baik pengaruh politik, ekonomi, militer, sehingga kebijakan ini
bertentangan dengan prinsip perdagangan internasional yang menganjurkan adannya perdagangan
bebas
PEMBAYARAN INTERNASIONAL

1. Cara Pembayaran Internasional.


a. Kompensasi Pribadi atau Private Compensation.
Adalah cara pembayaran dengan mengalihkan penyelesaian utang piutang pada seorang
penduduk dalam satu negara dimana penduduk tersebut tinggal.
b. Pembayaran Tunai (Cash Payment) atau Pembayaran dimuka
adalah pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan uang tunai atau cek, dan
pembayaran tersebut dilakukan bersama-sama dengan surat pesanan atau menunggu
diterimanya kabar bahwa barang yang telah dipesan dikapalkan oleh eksportir.
c. Pembayaran dengan Surat Wesel Dagang atau Commercial bill of exchange atau
Commercial draft atau Trade bill.
Adalah pembayaran yang dilakukan dengan cara eksportir menarik surat wesel atas
importir sejumlah harga barang-barang beserta biaya-biaya pengirimannya. Yang dimaksud
dengan wesel adalah surat perintah pembayaran dari seseorang (penarik wesel) yang
ditujukan kepada orang lain (yang kena tarik) untuk membayar sejumlah uang tertentu
(nilai nominal wesel) kepada seseorang yang ditunjuk dalam surat wesel (pemegang wesel)
pada tanggal yang sudah ditentukan (hari jatuh tempo).
d. Pembayaran dengan Letter of Credit (L/C)
adalah surat yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan pembelian sejumlah barang
dimana bank sendiri yang mengakseptir (menyetujui) dan membayar surat wesel yang
ditarik oleh eksportir.
Sedangkan transaksi yang menggunakan fasilitas L/C terdiri dari :
- L/C biasa, artinya L/C dimana seorang importir bisa langsung membayar sesuai dengan
harga barang melalui bank yang ditunjuk
- Merchant L/C, artinya L/C dimana seorang importir dapat memasukkan barang terlebih
dahulu dengan melakukan pembayaran sebagian, sedangkan sisanya dibayar kemudian
- Indutrial L/C, artinya import banang-barang industri atau barang modal secara cepat
dan tidak dipakai untuk barang konsumsi.
- Red Clause L/C, artinya L/C yang mencantumkan instruksi kepada Advising Bank (bank

yang ditunjuk) untuk melaksanakan pembayaran sebagian dari jumlah L/C kepada
eksportin sebelum mengapalkan barang-barang ekspor.
Usance L/C artinya L/C yang pembayarannya baru dilakukan dengan tenggang waktu
tertentu, misalnya 1 bulan dari pengapalan barang atau 1 bulan setelah penunjukan
dokumen

e. Pembayaran kemudian atau Rekening Terbuka (Open Account).


Adalah cara membiayai transaksi perdagangan internasional dimana eksportir mengirimkan
barang krpada importir tanpa adanya dokumen-dokumen untuk meminta pembayaran,
Pembayaran dilakukan setelah barang tersebut laku dijual atau sesudah satu sampai
dengan tiga bulan setelah tanggal pengiriman, atau sesuai dengan penjanjian yang mereka
sepakati bersama.
2. Neraca Pembayaran (Balance of Payment)
Neraca Pembayaran adalah catatan (dokumen) sistematis yang mengikhtisarkan seluruh
transaksi ekonomi antara penduduk (resident) suatu negara, dengan penduduk negana lain
selama masa tertentu (1 tahun). Dan untuk menyusun neraca pembayaran luar negeri atau
neraca pembayaran internasional, perlu dibedakan antara transaksi debit dengan transaksi
kredit.
1. Transaksi Debit adalah transaksi yang menimbulkan bertambahnya kewajiban bagi
penduduk negara yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk mengadakan
pembayaran kepada penduduk negara lain.
2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menimbulkan bertambahnya hak bagi penduduk
negara yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk menerima pembayaran dari
negara lain.
3.

Komponen Neraca Pembayaran


Berdasarkan Neraca pembayaran di atas, diketahui bahwa neraca tersebut dibagi ke dalam
beberapa transaksi ekonomi internasional. Secara garis besar transaksi ekonomi internasional (luar
negeri) atau pos-pos dasar suatu negara dapat dibedakan sebagai berikut:
1.
Transaksi dagang (Trade account)
2.
Transaksi Pendapatan modal (ncome on investment)
3.
Transaksi-transaksi unilateral (Unilateral Transaction)
4.
Transaksi Penanaman Modal Langsung ( Direct Investment)
5.
Transaksi Utang-piutang jangka panjang (Long term Loan)
6.
Transaksi Utang-piutang jangka pendek (Short term capital)
7.
Transaksi Lalu Lintas Moneter (Monetary acomodating)

4.

Pos-pos di debit dan di kredit dalam neraca pembayaran


Dalam transaksi internasional terdapat suatu transaksi yang harus dicatat pada sisi debit dan
dicatat pada sisi kredit. Pos-pos yang di debit dan pos-pos yang di kredit dalam neraca pembayaran
:
Transaksi Debit

Transaksi Kredit

1. Neraca barang
- Impor barang dari Negara lain
2. Neraca jasa
- Pembayaran jasa ke penduduk LN
- Pembayaran biaya pariwisata ke LN
3. Neraca Hasil Modal
- Pembayaran bunga dan deviden
4. Neraca Modal
- Kredit yang diberikan ke LN dan
Pembayaran cicilan utang
5. Neraca Utang Piutang jangka panjang
- Pembelian obligasi dari LN

1. Neraca barang
- Ekspor barang ke Negara lain
2. Neraca jasa
- Penerimaan jasa dari penduduk LN
- Peenerimaan pariwisata dari LN
3. Neraca Hasil Modal
- Penerimaan bunga dan deviden
4. Neraca Modal
- Kredit yang diproleh dari LN dan
Penerimaan cicilan utang
5. Neraca Utang Piutang jangka panjang
- Penjualan obligasi ke LN

5. Defisit dan Surplus Neraca Pembayaran.


Dalam neraca pembayaran kemungkinan terjadi surplus dan kemungkinan terjadi defisit, yakni :
1. Defisit, apabila jumlah ekspor lebih kecil dari pada impor
2. Surplus, apabila jumlah ekspor lebih besar dari pada impor.
Defisit atau surplus yang terjadi pada suatu negara yang mempunyai neraca pembayaran
dikarenakan oleh :
1. Stok Nasional, maksudnya Jika terjadi penurunan stok nasional berarti defisit, dan jika
terjadi kenaikan stok nasional berarti surplus.
2. Pinjaman akomodatif, maksudnya Pinjaman yang masuk karena berkaitan dengan adanya
kelebihan impor berarti merupakan bagian dan defisit. Sedangkan Pinjaman yang masuk
atas kemauannya sendiri (pinjaman otonam) tidak mempengaruhi defisit.
3. Defisit total adalah besarnya penurunan stok nasional ditambah pinjaman akomodatif
4. Surplus total adalah besarnya kenaikan stok nasional ditambah pinjaman akomodatif.

6
Sedangkan dampak neraca pembayaran terhadap kegiatan ekonomi suatu negara antara lain :
1. Perubahan terhadap Kurs Devisa.
2. Perubahan terhadap harga.
3. Perubahan terhadap tingkat pendapatan.
4. Perubahan terhadap tingkat bunga
D. ALAT PEMBAYARAN INTERNASIONAL.
Untuk melakukan pembayaran ke luar negeri dari adanya transaksi internasional diperlukan suatu
alat pembayaran internasional atau alat pembayaran luar negeri, yang disebut dengan Devisa. Devisa
dapat diperoleh dengan dua sumber, yaitu :
1. Devisa umun adalah devisa yang diperoleh dari hasil ekspor barang atau dari penjualan jasa, dan
transfer. Tingkat kurs devisa umum ditentukan oleh penawaran dan permintaan valuta asing di
pasar valuta asing.
2. Devisa kredit adalah devisa yang berasal dari kredit atau pinjaman luar negeri. Tingkat kurs
devisa kredit ditentukan oleh Pemerintah, yang bertindak sebagai debitur, bukan oleh permintaan
dan penawaran valuta asing di pasar valuta asing.
E. SISTEM KURS VALUTA ASING.
1. Sistem standar emas (Gold Standart System) atau sistem kurs tetap (Fixed rate system).
Sistem standar emas (Gold Standard) mulai digunakan di Inggris tahun 1870, dimana masing-masing
mata uang memiliki kandungan emas tertentu. Sebagai contoh 1 mengandung 4 gram emas,
sedangkan US $ 1 mengandung 2 gram emas, maka 1 dapat dibuat kurs dengan US dollar sebesar
$ 2 atau US $ 1 = 0,5. Dalam sistem standar emas kurs valuta asing relatif stabil, dapat berubah
disekitar titik paritas arta yasa dan dibatasi oleh titik ekspor emas dan titik impor emas.
Dan penggunaan sistem ini terdiri dan empat macam kurs valuta asing, yaitu :
a) Kurs paritas arta yasa (Mint Parity), adalah kurs yang menunjukkan perbandingan kandungan
emas yang diperoleh dengan menukarkan satu satuan uang suatu negara dengan sa tu satuan
uang negara lain.
b) Kurs titik ekspor emas (Gold Export Point) adalah kurs valuta asing tertinggi yang terjadi dalam
sistem standar emas
c) Kurs titik impor emas (Gold Import Point) adalah kurs valuta asing terendah yang terjadi dalam
sistem standar emas.
d) Kurs valuta asing yang terjadi adalah kurs yang bergernak naik atau turun di sekitar kurs
paritas arta yasa.
2. Sistem Kurs Mengambang / Sistem Kurs Bebas (Floating Exchange Rate System)
Sistem kurs mengambang adalah suatu sistem devisa dimana kurs suatu mata uang
dengan mata uang yang lain dibiarkan untuk ditentukan secara bebas oleh tarik
menarik kekuatan pasar. Pada sistem ini keterkaitan sistem harga antan negara
terbentuk, karena kurs beban dapat digunakan sebagai pedoman dalam
menentukan nilai mata uang dalam negeri yang dinyatakan dalam emas,
Ada dua macam sistem kurs mengambang, yaitu :
a.
Sistem kurs mengambang yang murni (Clean Float), adalah sistem kurs
,mengambang tanpa adanya campur tangan pemerintah (intervensi pemerintah). Pemerintah
tidak berusaha untuk menstabilkan kurs valuta asing.
b.
Sistem kurs mengambang kurang murni (Dirty Float atau Managed Floating
Exchange Rate), adalah sistem kurs mengambang yang masih diintervensi oleh pemerintah atau
penguasa moneter melalui pasar. Pemerintah secara aktif melakukan
upaya untuk
menstabilkan kurs valuta asing.
5.
Sistem Kurs Tambatan (Paged Rate System).
Dalam sistem kurs tambatan, mata uang yang dipergunakan dalam negeri merupakan mata uang
yang tidak konvertabel terhadap emas. Seperti halnya dalam sistem pengawasan devisa, kurs
valurta asing ditetapkan oleh pemerintah dan kuota valuta asing (Exchange Quota) tidak
dipergunakan.
Suatu negara menggunakan sistem kurs tambatan apabila memenuhi syarat-syarat pokok sebagai
berikut :
a.
Mata uang dalam negeri tidak konvertabel terhadap emas
b.
Tidak ada pembatasan mengenai penggunaan valuta asing
c.
Kurs valuta asing ditentukan oleh pemerintah
4. Sistem Kurs Mengambang Terkendali atau kurs yang distabilkan (Managed Float / Dirty Float)
Pada tahun 1972 sistem Bretton Woods mulai tidak berfungsi lagi, maka sistem moneter
internasional yang digunakan oleh sebagian besar negara dunia sampai saat ini adalah Sistem Kurs
Mengambang Terkendali. Dalam sistem ini pemerintah atau bank sentral tidak menetapkan secara
tegas perbandingan mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Jadi penentuan kurs
diserahkan pada kekuatan pasar. Namun bank sentral akan tetap melakukan pengawasan untuk
mengatasi perubahan-perubahan yang mendadak dan yang dapat menguncangkan stabilitas
perekonomian.
F. KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL
1. Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional.

6
1. Kerjasama ekonomi bilateral adalah kerjasama ekonomi yang melibatkan dua negara dan bersifat
saling membantu. Contoh Kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan Malaysia, Indonesia dengan
Inggris, Indonesia dengan Amerika Indonesia dengan Australia, dan sebagainya.
2. Kerjasama Ekonomi Regional adalah kerjasama ekonomi diantara beberapa negara yang berada di
kawasan tertentu. Contoh : ASEAN, MEE, EFTA, APEC, AFTA dan sebagainya
3. Kerjasama Ekonomi Multilateral / Internasional adalah kerjasama ekonomi yang melibatkan ba nyak
negara dan tidak terikat oleh batas region atau wilayah atau kawasan negara tertentu.
Contoh : Kerjasama antara Indonesia, Jerman, Perancis, Jepang, Inggris, Korea, China, Rusia,
Singapura, dan sebagainya
4. Kerjasama Ekonomi Antar Regional yaitu kerjasama ekonomi diantara dua kelompok kerjasama
ekonomi regional.
Contoh : Kerjasama antara MEE dengan ASEAN.
2. Badan-badan kerjasama Ekonomi Regional.
1. ASEAN (Assiciation of South East Asian Nations)
atau
Persatuan
negara-negara
Asia
Tenggara.ASEAN merupakan suatu kerjasama
negara-negara
untuk
kestabilan
politik,
ekonomi dan sosial budaya. ASEAN didirikan
tanggal 8 Agustus 1967, dengan tujuan :
- Mempercepat proses pertumbuhan ekonomi,
sosial dan kebudayaan Asia Tenggara umumnya
dan anggota pada khususnya
- Mewujudkan
terciptanya
perdamaian
dan
kestabilan di kawasan Asia Tenggara
- Menciptakan kerjasama yang aktif dalam
bidang sosial, ekonomi dan kebudayaan
2. EEC (European Economic Community) atau MEE
(Masyarakat Ekonomi Eropa) EEC adalah suatu
kerjasama antara negara Eropa untuk menciptakan
keselarasan
anggota-anggotanya
dalam hal ekonomi, sosial dan kestabilan politik
di Eropa.
EEC didirikan pada tanggal 1 Januari 1958 oleh
9 negara dengan tujuan untuk bekerja ke arah
pengembangan aktivitas ekonomi, yang serasi,
ekspansi berkesimambungan dan seimbang,
pemantapan stabilitas, memacu peningkatan
standar kehidupan dan ikatan lebih erat di
antara sesama anggotanya.
Selain EEC, masyarakat Eropa juga membentuk
onganisasi lainnya, yaitu :
- ECSC (European Coal and Steel Community)
atau Masyarakat Batu Bara dan Baja Eropa
- EAEC (European Atomic Energy Community)
atau Masyarakat Tenaga Atom Eropa
3. Badan-Badan
Kerjasama
Ekonomi
Internasional.
1. IMF (International Monetary Fund) atau Dana
Moneter Internasional.
Badan ini lahir pada tanggal 27 Desember 1945
setelah diadakan Konferensi di Bretton Woods,
Amerika. Dengan maksud untuk melancarkan
kembali moneter internasional yang meliputi
Penetapan kurs devisa, pemeliharaan kurs
devisa, membantu negara anggota dalam
menghadapi kesulitan neraca pembayaran,
memberi saran pencegahan inflasi dan
sebagainya.
2. IBRD (International Bank for Reconstruction and
Development) atau World Bank (Bank Dunia)
IBRD atau Bank Dunia didirikan pada tanggal 27
Desember 1945 dengan tujuan untuk membantu
pembiayaan usaha-usaha pembangunan dan
perkembangan
negara-negara
anggotanya
dengan memudahkan penanaman modal untuk
tujuan yang produktif. Atau singkatnya IBRD
bertugas untuk menangani masalah investasi
internasional.

3. ITO (International Trade Organisation) atau


Organisasi Pendagangan Internasional, atau
WTO (World Trade Onganisation) Merupakan
organisasi Perdagangan yang bertujuan untuk
memajukan perdagangan internasional agar
tercipta suasana yang dapat membatasi atau
mengadakan peraturan yang bersifat menghambat kelancaran pertukaran barangbarang internasional, dan berusaha untuk
meningkatkan volume perdagangan dunia
dengan cara meliberalisasikan perdagangan
internasional.
4. GATT (General Egreement on Tariff and
Trade) atau Persetujuan Umum tentang Tarif
dan Perdagangan.
Didirikan atas dasar perjanjian di Jenewa,
Swiss. Merupakan persetujuan internasional
dengan maksud untuk mengurangi atau
menghilangkan
rintangan-rintangan
perdagangan internasional, khususnya tarif
dan bea cukai yang tinggi yang ternyata
menghambat ekspor impor antar negara.
Prinsip yang mendasari terbentuknya GATT
adalah :
- Asas The Most Favourite Nation atau Non
Diskriminasi, artinya bahwa setiap fasilitas
(terutama keringanan bea masuk bagi barang
tertentu) yang diberikan kepada suatu negara
anggota harus diberikan pula kepada semua
negara anggota GATT lainnya.
- Asas Resiprositas (saling menguntungkan),
artinya apabila
negara anggota
lain
memberikan keringanan, maka sebagai
imbalannya negara tersebut juga harus
memberikan keringanan kepada negara yang
pertama tadi.
5. IFC (International Finance Corporation) atau
Badan Keuangan Internasional.
IFC didirikan pada tanggal 24 Juli 1956
bertugas memberikan pinjaman kepada
pengusaha
swasta
dan
membantu
mengalihkan investasi luar negeri ke negaranegara sedang berkembang, Sedangkan
tugasnnya adalah memupuk perkembangan
ekonomi dinegara-negara anggota, terutama
memberikan kredit jangka panjang kepada
pengusaha swasta tanpa jaminan dan
pemerintah.
6. IDA (International Development Association)
atau
Perhimpunan
Pembangunan
Internasional.
IDA didirikan tahun 1960 di Washington DC,
Amerika Serikat, dengan tujuan untuk
mendorong kemajuan ekonomi negara-negara
yang sedang berkembang dan memberi
pinjaman dengan syarat pinjaman yang

6
ringan.
7. UNCTAD (United Nations Conference on Trade
and Development) atau Konferensi PEB tentang
perdagangan dan Pembangunan. UNCTAD
didirikan dengan maksud untuk mengusahakan
kemajuan perdagangan dunia dan mengatur
komoditi, hasil industri, pengalihan teknologi,
perkapalan
dan
lain-lain.
Dan
untuk
menyalurkan serta melancarkan perundingan
internasional mengenai ekspor impor antara
negara industri dengan negara yang sedang
berkembang, yang sering disebut Dialog Utara
Selatan
8. ILO (International Labour Organisation) atau
Organisasi Buruh Sedunia.
ILLO
didirikan
dengan
tujuan
untuk
menciptakan perdamaian melalui keadilan
sosial, perbaikan nasib buruh, stabilitas
ekonomi
sosial
dan
menyusun
hukum
perburuhan.
9. FAO (Food and Agricultural Organization) atau
Organisasi Makanan dan Pertanian.
Badan ini didirikan tanggal 16 Oktober 1945
dengan tujuan untuk memajukan pertanian,
peternakan, perikanan, kehutanan, pengairan,
sistem bercocok tanam dan lain-lain.
10. UNDP (United Nations Development Program)
atau Program Pengembangan PBB.
UNDP
merupakan
suatu
badan
yang
memberikan sumbangan untuk membiayai
survey jalan di Indonesia, dan menangani
program pengalihan teknologi.
11. UNIDO (United Nations Industrial Development
Organization) atau Organisasi pengembangan
Industri PBB.
UNIDO
didirikan
dengan
tujuan
untuk
pengembangan industri seperti pembukaan
lapangan baru dibidang industri, perbaikan
sistem industri yang masih ada dan lain-lain.
12. APO (Asian Productivity Organization)
Didirikan pada tahun 1961 dengan maksud :
- untuk meningkatkan peranan produktifitas
dan pengembangan ekonomi
- untuk meningkatkan usaha-usaha di bidang
kegiatan tertentu khususnya pertanian dan
perindustrian
13. ADB (Asian Development Bank) atau Bank
Pembangunan Asia. Tujuan didirikannya ADB
adalah meminjamkan dana dan memberikan
bantuan teknik kepada negara-negara yang
sedang berkembang.
14. OPEC (Organization of Petroleum Exporting
Countries) atau Organisasi negara-negara
Pengekspor Minyak.
OPEC didirikan pada tahun 1960, dengan tujuan
:
- menghimpun negara-negara penghasil dan
pengekspor minyak
- menjaga kestabilan harga minyak
- menghindarkan persaingan antara negara
penghasil minyak
- berusaha untuk memenuhi kebutuhan
minyak di seluruh dunia
15. CGI (Consulative Group on Indonesia)
Merupakan kelompok beberapa negara yang
memberi bantuan kepada Indonesia, dengan
syarat tanpa Belanda di dalamnya. CGI
didirikan sebagai pengganti IGGI pada bulan
Maret tahun 1992.
16. OECD (Organization for Economic Cooperation
and Development) atau kerjasama ekonomi

antar negara berkembang. OECD bermaksud


untuk mempenjuangkan kestabilan ekonomi
anggota-anggotanya dan juga membantu
negara-negara berkembang
17. APEC (Asia Pacific Economic Cooperation)
APEC didirikan pada bulan November 1989
yang merupakan gabungan negara-negara
Asia Pasifik / Selatan (negara sedang
berkembang)
dengan
tujuan
untuk
memperbaiki dan meningkatkan keadaan
ekonomi negara anggotanya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka
kerjasama APEC dewasa ini mencakup 3
program kegiatan utama, yaitu :
a. Program yang berkaitan dengan upaya
liberalisasi
perdagangan
(Trade
Liberalizatin)
b. Program yang memberikan perhatian
terhadap upaya untuk memperlancar
kegiatan perdagangan dan investasi
(Trade and Investment Facilitation
Program)
c.
Program
kerjasama
pembangunan
(Development
Cooperation
Program)
diantaranya termasuk program bantuan
tehnik.
18. AFTA (Asean Free Trade Area) atau Kawasan
Pendagangan Bebas Iysia Tenggara.
AFTA menupakan organisasi pendagangan
bebas ASEAN dengan mak sud untuk
mengantisipasi dalam menghadapi era
perdagangan be bas dunia.
19. EFTA (European Free Trade Association) atau
Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa.
Badan ini bertujuan untuk bekerjasama
dalam perdagangan dan pajak untuk barangbarang industri.
20. NAFTA (North
American
Free
Trade
Agreement) atau Persetujuan Perdagangan
Bebas Amerika Utara. Badan ini didirikan
untuk
memajukan
dan
meningkatkan
perdagangan di kawasan Amerika Utara.
Perjanjian perdagangan bebas tersebut
dilakukan dengan cara menghilangkan atau
mengurangi hambatan-hambatan di bidang
perdagangan, baik dalam bentuk hambatan
tarif maupun nontarif.
21. IDB (Islamic Development Bank) atau Bank
Pembangunan Islam.
IDB didirikan tanggal 23 April 1975, dengan
tugas utama untuk membantu negara-negara
anggota, yaitu negara-negara Islam dalam
meningkatkan
pembangunan
dibidang
ekonomi dan sosial. Iuran dan setonan
anggota IDB dinyatakan dalam satuah ID
(Islamic Dinars).
22. ASEM (Asia Europe Meeting)
ASEM merupakan forum kerjasama negara
Asia
dan
Eropa
untuk
memelihara
perdamaian secara global, stabilitas dan
kemakmuran
yang
bertujuan
untuk
memajukan kegiatan perdagangan dan
investasi lebih besar antara dua kawasan
melihat
liberalisasi
perdagangan
dan
investasi serta fasilitasi di antara negara
anggota. Kerjasama ASEM ini berdiri tahun
1996, oleh 25 negara.

BAB XI
PASAR MODAL
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
3. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya
terhadap pembangunan ekonomi, APBN dan APBD,
perekonomian terbuka, mengenal pasar modal.

URAIAN
Jenis produk dalam bursa efek

A. BURSA
Bursa merupakan pasar abstrak artinya keseluruhan permintaan dan penawaran yang berhubungan
satu sama lain dan barang yang diperjualbelikan berdasarkan contoh saja (Sampel produksi). Sedangkan
transaksi berikutnya berdasarkan perjanjian yang disepakati bersama. Termasuk dalam pasar abstrak yaitu:
Pasar Uang, Bursa efek/pasar modal, bursa valuta asing, bursa komoditi dan bursa tenaga kerja.
1.

PASAR UANG (Money Market)


Pasar uang adalah pasar yang memperdagangkan kredit jangka pendek yang mempunyai jangka waktu
kurang dari satu tahun, seperti wesel, surat-surat berharga dan sebagainya.
Fungsi pasar uang diantaranya :
1. mempermudah masyarakat memperoleh dana-dana jangka pendek untuk membiayai modal kerja
atau keperluan jangka pendek lainnya;
2. memberikan kesempatan masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan dengan membeli Sertifikat
Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU); dan
3. menunjang program pemerataan pendapatan bagi masyarakat.
Adapun surat-surat berharga yang diperdagangkan antara lain : Surat wesel, SBI (Sertifikat Bank
Indonesia), SBPU (Surat Berharga Pasar Uang), Call Money, Commercial Paper dan Sertifikat
deposito.
Lembaga-lembaga yang ikut dalam pasar uang adalah: Bank-bank, Perusahaan-perusahan Umum,
Perusahaan Asuransi, Yayasan dan Lembaga Keuangan lainnya: Koperasi dan Rumah Gadai.
Keuntungan adanya pasar uang :
a.
b.
c.
Keburukan
a.
b.

2.

Terpenuhinya kebutuhan dana jangka pendek bagi Badan Usaha yang memerlukan
Tersalurnya dana dari penabung yang ingin membungakan modalnya
Pembeli akan mendapatkan keuntungan berupa bunga
adanya pasar uang :
Mendorong untuk berspekulasi
Jika kursnya turun akan menimbulkan kerugian bagi pembeli

Pasar VALUTA ASING (Foreign Exchange Market)


Pasar Valuta Asing (Valas) adalah pasar yang memperdagangkan valuta asing atau uang asing dan
sebagai lembaga pasar dimana orang dapat memperoleh fasilitas untuk melakukan pembayaran kepada
penduduk Negara lain atau menerima pembayaran dari penduduk Negara lain. Secara umum permintaan
atau penawaran valuta asing dilakukan di bursa valuta asing yang diselenggarakan oleh bank atau
lembaga keuangan lainnya. Pertemuan antara permintaan dan penawaran valuta asing akan membentuk
kurs atau nilai tukar (Exchange Rate)
Kurs valuta asing terdiri dari dua macam :
1. Kurs jual adalah kurs yang berlaku apabila menukar dari Mata uang dalam negeri terhadap
mata uang asing, dengan cara dibagi.
2. Kurs Beli adalah kurs yang berlaku apabila menukar dari Mata uang asing terhadap mata uang
dalam negeri, dengan cara dikalikan
Ada tujuh mata uang dunia yang biasanya di perdagangkan di pasar valuta asing. Ketujuh mata
uang dunia tersebut adalah : Dolar Amerika / USD, Poundsterling Inggris / GBP, Euro Dolar / EUR,
Swiss Franc / CHF, Japanese Yen / JPY, Australian Dolar / AUD dan Canadian Dolar / CAD
Keuntungan adanya Pasar Valuta Asing :
a. Hubungan Perdagangan antar negara semakin berkembang
b.
Mempermudah pertukaran uang bagi seseorang yang memerlukan transaksi di luar
negeri
c.
Mendorong berkembangnya expor dan impor
Keburukan adanya Pasar Valuta Asing :
a.
Perubahan kurs akan mendorong spekulasi
b.
Menimbulkan inflasi (kenaikan harga barang secara umum)
c.
Jika negara sedang resesi, akan mendorong kebijakan Devaluasi

3.

PASAR MODAL (Capital Market)

Pasar Modal diatur dalam UU Nomor 8 tahun 1995. Menurut UU ini yang dimaksud dengan :
1.
Afiliasi adalah:
a. hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara
horizontal maupun vertikal;
b. hubungan antara Pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari Pihak tersebut;
c. hubungan antara 2 (dua) perusahaan di mana terdapat satu atau lebih anggota direksi atau
dewan komisaris yang sama;
d. hubungan antara perusahaan dan Pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan
atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;
e. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung,
oleh Pihak yang sama; atau
f. hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.
2. Anggota Bursa Efek adalah Perantara Pedagang Efek yang telah memperoleh izin usaha dari Bapepam
dan mempunyai hak untuk mempergunakan sistem dan atau sarana Bursa Efek sesuai dengan
peraturan Bursa Efek.
3. Biro Administrasi Efek adalah Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan
pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.
4. Bursa Efek adalah Pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk
mempertemukan penawaran jual dan beli Efek Pihak-Pihak lain dengan tujuan memperdagangkan
Efek di antara mereka.
5. Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi,
tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan
setiap derivatif dari Efek.
6. Emiten adalah Pihak yang melakukan Penawaran Umum.
7. Informasi atau Fakta Material adalah informasi atau fakta penting dan relevan mengenai peristiwa,
kejadian, atau fakta yang dapat mempengaruhi harga Efek pada Bursa Efek dan atau keputusan
pemodal, calon pemodal, atau Pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut.
8. Kustodian adalah Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan
Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi
Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.
9. Lembaga Kliring dan Penjaminan adalah Pihak yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan
penyelesaian Transaksi Bursa.
10. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian adalah Pihak yang menyelenggarakan kegiatan Kustodian
sentral bagi Bank Kustodian, Perusahaan Efek, dan Pihak lain.
11. Manajer Investasi adalah Pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para
nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan
asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
12. Menteri adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia.
13. Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek,
Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang
berkaitan dengan Efek.
14. Penasihat Investasi adalah Pihak yang memberi nasihat kepada Pihak lain mengenai penjualan atau
pembelian Efek dengan memperoleh imbalan jasa.
15. Penawaran Umum adalah kegiatan penawaran Efek yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual Efek
kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-undang ini dan peraturan
pelaksanaannya.
16. Penitipan Kolektif adalah jasa penitipan atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu Pihak
yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian.
17. Penjamin Emisi Efek adalah Pihak yang membuat kontrak dengan Emiten untuk melakukan
Penawaran Umum bagi kepentingan Emiten dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa Efek
yang tidak terjual.
18. Perantara Pedagang Efek adalah Pihak yang melakukan kegiatan usaha jual beli Efek untuk
kepentingan sendiri atau Pihak lain.
19. Pernyataan Pendaftaran adalah dokumen yang wajib disampaikan kepada Badan Pengawas Pasar
Modal oleh Emiten dalam rangka Penawaran Umum atau Perusahaan Publik.
20. Perseroan dalah perseroan terbatas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1 Ketentuan Umum
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.
21. Perusahaan Efek adalah Pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek,
Perantara Pedagang Efek, dan atau Manajer Investasi.
22. Perusahaan Publik adalah Perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 (tiga
ratus) pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp3.000.000.000,00 (tiga
miliar rupiah) atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan
Peraturan Pemerintah.
23. Pihak adalah orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang
terorganisasi.
24. Portofolio Efek adalah kumpulan Efek yang dimiliki oleh Pihak.

25. Prinsip Keterbukaan adalah pedoman umum yang mensyaratkan Emiten, Perusahaan Publik, dan
Pihak lain yang tunduk pada Undang-undang ini untuk menginformasikan kepada masyarakat dalam
waktu yang tepat seluruh Informasi Material mengenai usahanya atau efeknya yang dapat
berpengaruh terhadap keputusan pemodal terhadap Efek dimaksud dan atau harga dari Efek
tersebut.
26. Prospektus adalah setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran Umum dengan tujuan
agar Pihak lain membeli Efek.
27. Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal
untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
28. Transaksi Bursa adalah kontrak yang dibuat oleh Anggota Bursa Efek sesuai dengan persyaratan yang
ditentukan oleh Bursa Efek mengenai jual beli Efek, pinjam meminjam Efek, atau kontrak lain
mengenai Efek atau harga Efek.
29. Unit Penyertaan adalah satuan ukuran yang menunjukkan bagian kepentingan setiap Pihak dalam
portofolio investasi kolektif.
30. Wali Amanat adalah Pihak yang mewakili kepentingan pemegang Efek yang bersifat utang.
Kegiatan usaha sebagai Wali Amanat dapat dilakukan oleh:
a. Bank Umum; dan
b. Pihak lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah
Sedangkan Kepemilikan Saham dan Permodalan Perusahaan Efek diatur dalam Keputusan Menteri
Keuangan RI Nomor 179/KMK.010/2003.
Adapun instrument dalam pasar modal diantaranya :
1.
Saham, adalah tanda penyertaan modal pada
Perseroan Terbatas (PT) sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD)
Saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek terdiri dari : Saham Biasa (Common Stock) dan Saham
Preferen (Preffered Stock)
2.
Obligasi adalah surat tanda meminjamkan uang
yang mempunyai jangka waktu tertentu, biasanya lebih dari 1 tahun. Dengan demikian pada
hakikatnya obligasi adalah surat tagihan atas beban atau tanggungan pihak yang menerbitkan /
mengeluarkan obligasi tersebut.
3.
Waran / Futures adalah efek yang diterbitkan oleh
suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegangnya untuk memesan saham dari perusahaan
tersebut pada harga dan jangka waktu tertentu
4.
Sertifikat Danareksa adalah surat berharga yang
diterbitkan oleh PT Danareksa (Persero) untuk mewakili efek / surat berharga yang dibeli oleh PT
Danareksa sebagai pendukung atau jaminannya. Sedangkan sertfikat Dana adalah jenis sertifikat
atas tunjuk yang didukung oleh portepel berasal dari sebagian kekayaan Danareksa yang dipisahkan
terdiri dari saham, obligasi dan surat berharga pasar uang dimana pengelola portepelnya dilakukan
oleh Danareksa selaku pengelola dana
5.
Opsi adalah Pasar keuangan memperdagangkan hak
untuk menentukan pilihan terhadap saham dan obligasi
Lembaga-lembaga pengelola pasar modal terdiri dari :
1.
Badan Pembina Pasar Modal adalah Badan yang dibentuk untuk memberikan
pengarahan dan pertimbangan kebijaksanaan kepada menteri keuangan di bidang pasar modal
2.
Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) adalah badan yang berada langsung di
bawah dan bertanggung jawab kepada menteri keuangan, yang bertugas :
a.
mengadakan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan yang akan menjua sahamsahamnya melalui pasar modal apakah telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dan
sehat serta baik
b.
menyelenggarakan bursa pasar modal yang efekif dan efisien
c.
terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan-perusahaan yang menjual
saham-sahamnya melalui pasar modal
Dijelaskan dalam pasal 3 Kepmenkeu RI No : 503/KMK.01/1997 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Badan Pengawas Pasar Modal, fungsi Bapepam adalah:
a. penyusunan peraturan di bidang Pasar Modal;
b. pembinaan dan pengawasan terhadap Pihak yang memperoleh izin usaha, persetujuan,
pendaftaran dari Bapepam dan Pihak lain yang bergerak di Pasar Modal;
c. penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik;
d. penyelesaian keberatan yang diajukan oleh Pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek,
Lembaga Kliring dan Penjaminan, dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian;
e. penetapan ketentuan akuntansi di bidang Pasar Modal;
f. pengamanan teknis pelaksanaan tugas pokok Bapepam sesuaidengan kebijaksanaan yang
ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
3.

PT Danareksa (Persero) adalah Perusahaan yang dapat mempercepat proses


pengikutsertaan masyarakat dalam pemilikan daham-saham dan meningkatkan partisipasi
masyarakat dalam pengerahan dana dan mengelola dana tersebut dengan maksud agar masyarakat
luas dapat turut serta menikmati keuntungannya

Manfaat Pasar Modal bagi Masyarakat


1) Dengan adanya penambahan modal memungkinkan dua usaha dapat lebih meningkatkan kegiatan
usahanya.
2) Dengan adanya penyaluran modal kepada pihak lain memungkinkan para pemilik modal
mendapatkan keuntungan dari modal yang dipinjamkan.
3) Penambahan modal mendorong peningkatan produksi dan memperluas lapangan kerja.
4) Meningkatkan penyediaan kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa.
5) Dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Fungsi Bursa Efek/Pasar Modal
1. sebagai sarana badan usaha untuk mendapatkan tambahan modal;
2. sebagai sarana pemerataan pendapatan;
3. memperbesar produksi dengan modal yang didapat sehingga produktivitas meningkat;
4. menampung tenaga kerja; dan
5. memperbesar pemasukan pajak bagi pemerintah.
Keuntungan yang diperoleh dengan adanya pasar modal antara lain :
a.
Dunia usaha dapat memperoleh tambahan modal untuk
meningkatkan hasil produksinya
b.
Penanaman modal (investor)memperoleh keuntungan dari
investasinya
c.
Orang-orang yang terkait dalam pasar modal dapat
memperoleh penghasilan dari kegiatan di bursa efek
d.
Pemerintah mendapat tambahan pajak
Sedangkan kerugiannya :
a.
Mendorong spekulasi untuk pihak yang terkait (terutama investor)
b.
Jika harga kurs menurun maka akan menimbulkan kerugian bagi investor
4.

PASAR BARANG BERJANGKA (Bursa Komoditas)


Pasar barang berjangka adalah produk trading (perdagangan) yang memperdagangkan kontrak
berjangka suatu komoditi dengan nominal tertentu. Nilai investasinya 10% dari nilai kontrak,
keuntungan didapat dari pergerakan harga komoditi yang diperdagangkan dan keuntungan yang
diperoleh adalah keuntungan penuh (100%), serta kerugian yang mungkin terjadi bisa sebagian atau
seluruh margin. Sedangkan Bursa Komoditi adalah pasar dimana permintaan dan penawaran terjadi
atas suatu barang berdasarkan contoh saja, sedangkan penyerahan dan pembayarannya berdasarkan
perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.
Keuntungan Pasar Barang berjangka/ Bursa Komoditas berjangka :
a.
Mendorong peningkatan perdagangan barang dan perluasan ekspor
b.
Meningkatkan devisa 53ancer
c.
Menyerap tenaga kerja
d.
Meningkatkan pendapatan masyarakat
Kerugian adanya Pasar Barang :
a.
Jika harga tturun, akan menimbulkan devaluasi
b.
Melimpahnya barang di pasar akan mengakibatkan harga jualnya
menurun

5.

PASAR TENAGA KERJA


Pasar tenaga kerja adalah tempat bertemunya permintaan dan penawaran tenaga kerja. Dalam pasar
tenaga kerja terjadi pertemuan antara pencari kerja dan penyedia lapangan pekerjaan.
Informasi tentang penyediaan lapangan pekerjaan dapat diperoleh pada Kantor Departemen Tenaga
Kerja atau melalui mas media. Baik media cetak maupun media elektronik.
Keuntungan Pasar Tenaga Kerja
a.
Memudahkan pencari kerja untuk memperoleh informasi tentang lowongan
pekerjaan
b.
Terhindarnya Calo tenaga Kerja
c.
Memudahkan Badan Pemerintah/Swasta untuk memperoleh tenaga kerja
Sedangkan kerugiannya :
a.
Sering tidak sesuai antara Pemerintah dengan penawaran Tenaga Kerja
b.
Jika Penawaran Tenaga Kerja melimpah, maka upah yang ditawarkan
akan menjadi rendah

B.

MEKANISME KERJA BURSA EFEK


Dalam mekanisme kerja bursa efek terbih dahulu suatu perusahaan yang masuk dalam bursa efek
adalah perusahaan yang sudah Go Public, artinya perusahaan yang sudah layak untuk menawarkan
sahamnya di bursa efek. Prosedur Emisi Efek (Go Public) adalah rangkaian kegiatan dari suatu

perusahaan yang akan memasyarakatkan sahamnya atau menerbitkan obligasi untuk ditawarkan
kepada masyarakat, dengan ketentuan diatur oleh Menteri Keuangan. Setelah perusahaan mencapai
Go Public, maka langkah berikutnya melakukan Perdagangan Efek di Bursa Efek yang telah terdaftar.
Dalam mekanisme pasar modal di Indonesia, terdapat empat golongan pelaku utama yaitu investor
(pemodal), sector bisnis (emiten), lembaga penunjang pasar modal dan badan pemerintah.
a. Lembaga penunjang pasar modal diantaranya : Penjamin Emisi Efek , Wali Amanat (Trustee) ,
Penanggung (Guarantor) , Kustodian, Perantara Perdagangan Efek , Biro Administrasi Efek
(BAE) , Anggota Bursa efek dan sebagainya
b. Profesi Penunjang Pasar Modal diantaranya : Akuntan Publik , Notaris , Konsultan Hukum ,
dan Perusahaan Penilai
C.

ISTILAH-ISTILAH LAIN DALAM PASAR MODAL


Pasar Modal (capital market) adalah pasar yang memfasilitasi penerbitan dan perdagangan surat
berharga keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana.Penerbitan surat berharga dilakukan melalui
mekanisme Penawaran Umum (Public Offering) atau sering disebut go public. Sedangkan Pasar
Sekunder merupakan pasar yang memfasilitasi jual beli atas surat berharga yang telah diterbitkan
melalui penawaran umum tersebut. Pihak perusahaan yang menawarkan surat berharga (efek) kepada
masyarakat investor melalui penawaran umum disebut Emiten.
KELEMBAGAAN DAN PELAKU PASAR MODAL
BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal) merupakan lembaga atau otoritas tertinggi di pasar modal
yang melakukan pengawasan dan pembinaan atas pasar modal. Secara struktural BAPEPAM berada di
bawah pengawasan dan pengendalian Menteri Keuangan.
LEMBAGA PASAR MODAL
1. BURSA EFEK
adalah lembaga/perusahaan yang menyelenggarakan atau menyediakan fasilitas sistem (pasar)
untuk mempertemukan penawaran jual beli efek. (Undang-Undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995)
Tugas Bursa Efek:
a. Menyediakan sarana perdagangan efek
b. Mengupayakan likuiditas perdagangan efek
c. Menyebarluaskan informasi bursa ke seluruh lapisan masyarakat
d. Memasyarakatkan pasar modal untuk menarik calon investor dan perusahaan yang go public
e. Menciptakan instrumen dan jasa baru
f. Membuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan bursa
g. Mencegah praktik transaksi yang dilarang melalui pelaksanaan fungsi pengawasan
2. LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN (LKP)
merupakan lembaga di pasar modal yang memberikan jasa kliring dan penjaminan atas transaksi
yang terjadi di bursa.
Fungsi LKP:
a. Melakukan kliring (proses penentuan hak dan kewajiban anggota bursa yang timbul dari
transaksi bursa) atas semua transaksi bursa pada Bursa Efek di Indonesia
b. Melakukan penjaminan penyelesaian transaksi bursa
3. LEMBAGA PENYIMPANAN DAN PENYELESAIAN (LPP)
adalah lembaga yang menyelenggarakan kegiatan kustodian sentral (tempat penyimpanan
terpusat) bagi Bank Kustodian dan Perusahaan Efek.
Bank Kustodian adalah bank yang bertindak sebagai tempat penyimpanan dan penitipan uang, surat
berharga, maupun barang-barang berharga lainnya.
4. PERUSAHAAN EFEK
adalah pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang
Efek dan/atau Manajer Investasi.
PELAKU PASAR MODAL
1. PENJAMIN EMISI EFEK
adalah Perusahaan yang membuat kontrak dengan Emiten untuk melakukan Penawaran Umum bagi
kepentingan Emiten tersebut.
Kontrak ini memiliki sistem penjaminan dalam dua bentuk:
a. Best Effort, yaitu Penjamin Emisi hanya menjual sebatas yang laku
b. Full Commitment, yaitu Penjamin Emisi menjamin penjualan seluruh saham yang ditawarkan.
2. PERANTARA PEDAGANG EFEK
Dalam masyarakat awam, istilahnya adalah pialang (broker).
a. Perantara jual beli efek artinya bertindak sebagai perantara dalam aktivitas jual beli efek.
b. Pedagang efek artinya di samping bertindak sebagai perantara juga dapat melakukan aktivitas
jual beli saham untuk kepentingan perusahaan efek itu sendiri.

Tugas Perantara Pedagang Efek:


a. Menyelesaikan amanat jual beli dari pemberi amanat.
b. Menyediakan data dan informasi bagi kepentingan para investor.
c. Membantu mengelola dana bagi kepentingan para investor.
d. Memberikan saran kepada para investor.
3. MANAJER INVESTASI
adalah perusahaan/perorangan yang telah mendapat izin usaha dari BAPEPAM untuk mengelola
portofolio efek untuk para investor atau nasabah, baik secara perorangan atau kolektif.
EMITEN
Adalah pihak yang melakukan kegiatan Penawaran Umum, yaitu perusahaan yang telah mengeluarkan
saham atau obligasi yang dijual kepada masyarakat.
PERUSAHAAN PUBLIK (Public Company)
Adalah perseroan yang sahamnya telah dimiliki oleh sekurang-kurangnya 300 pemegang saham dan
memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp 3 miliar.
INVESTOR
Adalah orang yang memiliki dana lebih untuk diinvestasikan ke dalam pembelian saham atau obligasi.
SAHAM

Merupakan surat berharga yang menunjukkan kepemilikan atau penyertaan modal investor di
dalam suatu perusahaan.

Penjualan saham pertama kali kepada publik disebut dengan istilah Pasar Perdana (Primary
Market)

Keuntungan memiliki saham:


a. Dividen, yaitu bagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit
saham atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.
b. Capital Gain, adalah selisih antara harga beli dan harga jual yang lebih tinggi.
Misalnya seorang investor membeli saham Bank BNI dengan harga Rp 900,00. Beberapa waktu
kemudian investor menjual saham tersebut dengan harga Rp 1.200,00 per lembar. Berarti ia
mendapat capital gain sebesar Rp 300,00 per lembar saham yang dijual.
OBLIGASI

Adalah surat berharga yang menunjukkan bahwa perusahaan yang mengeluarkan obligasi menjamin
sejumlah dana kepada masyarakat dan memiliki kewajiban untuk membayar bunga secara berkala
maupun pokok utang pada waktu yang telah ditetapkan kepada pembeli obligasi tersebut.

Keuntungan membeli obligasi:


a. Memberikan pendapat tetap berupa kupon (bunga).
b. Capital gain, yaitu keuntungan penjualan obligasi dengan harga lebih tinggi dibandingkan dengan
harga belinya.
Terdapat tiga jenis tingkat penjualan obligasi:
1.
Obligasi dijual lebih tinggi dari nilai pokok obligasi (premium)
2.
Obligasi dijual sama dengan nilai pokok obligasi (at par)
3.
Obligasi dijual lebih rendah dari nilai pokok obligasi (discount)
REKSA DANA

Adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat


investor untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Keuntungan membeli Reksa Dana


a. Diversifikasi Efek
b. Memudahkan investasi di pasar modal
c. Efisiensi waktu

Reksa Dana dapat dibedakan menjadi:


a. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Funds)
b. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds)
c. Reksa Dana Saham (Equity Funds)
d. Reksa Dana Campuran (Discretionary Funds)
PASAR SEKUNDER (Secondary Market)

Merupakan pasar yang difasilitasi oleh Bursa Efek untuk jual beli saham yang telah
diperoleh di Pasar Perdana.

Pasar Sekunder merupakan kelanjutan dari Pasar Perdana. Di Indonesia terdapat dua Bursa
Efek, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Efek Surabaya (BES) sebagai tempat berlangsungnya
perdagangan efek di Pasar Sekunder.

Batasan dalam perdagangan saham adalah batasan minimal yang dikenal dengan istilah
satuan perdagangan atau lot. Satu lot setara dengan 500 saham.
Prosedur Perdagangan Saham di BEI (Bursa Efek Indonesia) :

1.
2.

3.
4.
5.
6.
7.

Investor menghubungi Perusahaan Efek baik untuk order beli atau jual saham.
Order beli atau jual saham yang disampaikan investor akan diteruskan oleh petugas di Perusahaan
Efek (dealer) ke pialang yang ada di lantai bursa. Pialang di lantai bursa akan memasukkan order
tersebut ke sistem komputer BEI yaitu Jakarta Automated Trading System (JATS). Jika order terpenuhi,
pialang memberitahukan dealer untuk selanjutnya disampaikan lepada investor.
Semua transaksi yang terjadi di sistem JATS selanjutnya dikirim ke sistem komputer yang ada di
LKP dan LPP untuk memasuki tahap penyelesaian transaksi (settlement).
Netting adalah proses yang ada di sistem komputer LKP yang bertujuan untuk mengetahui hak dan
kewajiban masing-masing perusahaan efek.
Sistem komputer di LPP akan menyelesaikan transaksi yaitu dengan cara melakukan
pemindahbukuan antar rekening.
Hasil penyelesaian transaksi selanjutnya disampaikan kepada masing-masing Perusahaan Efek yang
selanjutnya akan menyerahkan hak dan kewajiban para nasabahnya.
Proses penyelesaian transaksi dalam waktu tiga hari atau dikenal dengan istilah T+3.

ISTILAH-ISTILAH SAHAM
1.
Previous Price, menunjukkan harga pada penutupan hari sebelumnya.
2.
Open atau Opening Price, menunjukkan harga pertama kali pada saat pembukaan sesi I (jam
09.30) perdagangan.
3.
High atau Highest Price, menunjukkan harga tertinggi suatu saham yang terjadi sepanjang
pergadangan pada hari itu.
4.
Low atau Lowest Price, merupakan harga terendah suatu saham yang terjadi sepanjang
pergadangan pada hari itu.
5.
Last Price, merupakan harga terakhir yang terjadi atas suatu saham.
6.
Change menunjukkan selisih antara harga Previous dengan harga Last yang terjadi.
7.
Close atau Closing Price, merupakan harga penutupan suatu saham yang terjadi pada akhir sesi II
(jam 16.00).
INDEKS HARGA SAHAM
Merupakan indikator yang dapat dipergunakan para investor untuk mengetahui pergerakan pasar dan
pergerakan harga saham.
Indeks berfungsi:
1.
Sebagai indikator tren pasar.
2.
Sebagai indikator tingkat keuntungan.
3.
Sebagai tolok ukur kinerja suatu portofolio.
4.
Memfasilitasi pembentukan portofolio dengan strategi pasif.
5.
Memfasilitasi berkembangnya produk derivatif.
Macam-macam Indeks di BEJ:
1. Indeks Individual
adalah indeks harga masing-masing saham yang tercatat pada BEJ
2. Indeks Harga Saham sektoral
adalah indeks semua saham yang termasuk dalam masing-masing sektor, yaitu pertanian,
pertambangan, industri dasar, aneka industri, konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan,
perdagangan dan jasa, dan manufaktur.
3. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
adalah indeks semua saham yang tercatat sebagai komponen perhitungan indeks.
4. Indeks LQ-45
adalah indeks yang terdiri atas 45 saham pilihan dengan mengacu pada dua variabel yaitu likuiditas
perdagangan dan kapitalisasi pasar.
5. Indeks Syariah (Jakarta Islamic Index JII)
adalah indeks yang terdiri atas 30 saham yang mengakomodasi syariah investasi dalam Islam atau indeks
yang berdasarkan syariah Islam.
6. Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan
adalah indeks yang secara khusus didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEJ yaitu kelompok
Papan Utama dan Papan Pengembang.
Cara Perhitungan Indeks Harga Saham
Perhitungan indeks di BEJ menggunakan rata-rata tertimbang dari nilai pasar (market value weighted
average index) dengan rumus:

Nilai Pasar
Indeks =

X 100
Nilai Dasar

Keterangan :
Nilai Pasar adalah kumulatif jumlah saham hari ini atau disebut sebagai kapitalisasi pasar.
Nilai Dasar adalah nilai yang dihitung berdasarkan harga perdana dari masing-masing saham atau
berdasarkan harga yang telah dikoreksi jika perusahaan telah melakukan kegiatan yang menyebabkan

jumlah saham yang tercatat di bursa berubah, atau kegiatan yang menyebabkan perubahan harga dasar
saham tersebut.

BAB XII
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
4. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa.

URAIAN

Persamaan dasar akuntansi


Jurnal umum
Siklus akuntansi perusahaan jasa
Laporan keuangan perusahaan jasa

A. DEFINISI AKUNTANSI
Akuntansi sering disebut sebagai Bahasa Bisnis atau Bahasa Pengambilan Keputusan , karena
semakin kita dapat memahami dan menguasai ilmu akuntansi, maka akan semakin baik pulan untuk
menangani dunia usaha, dan dapat menangani berbagai aspek keuangan suatu perusahaan
Definisi akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu :
a. Definisi dari sudut pemakai, akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin yang menyediakan
informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatankegiatan suatu organisasi.
b. Definisi dari sudut proses kegiatan, akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu proses pencatatan,
penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi.
B. PROSES AKUNTANSI
a.

Tahap pencatatan dan penggolongan meliputi kegiatan :


Penyusunan atau pembuatan bukti bukti
pembukuan atau bukti transaksi, baik transakai internal maupun transaksi eksternal.
2.
Pencatatan ke dalam jurnal, baik ke dalam jurnal
umum maupun ke dalam jurnal khusus
3.
Posting atau pencatatan ke buku besar, baik ke
buku besar utama maupun buku besar pembantu
1.

b.

Tahap pengikhtisaran / peringkasan meliputi kegiatan :


1. Penyusunan neraca saldo, yang datanya bersumber dari saldo-saldo yang ada pada buku besar
2. Penyusunan jurnal penyesuaian, untuk menyesuaikan dengan keadaan atau fakta yang
sebenarnya pada akhir periode, dan penyusunan kertas kerja/neraca lajur, yang bertujuan
untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan
3. Pembuatan jurnal penutup, dibuat untuk mengetahui besarnya laba atau rugi suatu perusahaan
dan sekaligus untuk menutup perkiraan atau akun yang bersifats sementara (Temporary
account)
4. Pembuatan necara saldo setelah penutupan, dipergunakan untuk mengecek kembali
pencatatan yang akan dilakukan pada periode berikutnya
5. Penyusunan jurnal pembalik, dipergunakan untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan
pencatatan pada periode akuntansi berikutnya
c.
Tahap pelaporan dan penganalisaan meliputi kegiatan :
1. Penyusunan laporan keuangan, yang terdiri dari Laporan Laba/Rugi, Laporan Perubahan Modal,
Neraca dan Laporan Arus Kas
2. Pembuatan analisa laporan keuangan, digunakan untuk pengambilan keputusan ekonomi, baik
untuk perkembangan usaha maupun untuk penambahan investasi.
C. KEGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI BAGI PEMAKAI.
Informasi akuntansi yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan memiliki Kegunaan yaitu :
1. sebagai alat perencanaan, pengendalian kegiatan perusahaan dan dasar pembuatan keputusan bagi
pimpinan
2. sebagai laporan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak di luar perusahaan.
Sedangkan Pihak-pihak yang memerlukan informasi akuntansi antara lain :
a. Pihak intern atau Pimpinan perusahaan (Manajer)
b. Pihak ekstern perusahaan, terdiri dari :
1. Investor atau calon investor
2. Karyawan
3. Pemberi Pinjaman (Bank)
4. Pemasok atau Kreditur lainnya
5. Pelanggan
6. Pemerintah
7. Masyarakat

D. BIDANG SPESIALISASI AKUNTANSI


a. Akuntansi keuangan atau akuntansi umum (Financial Accounting) adalah akuntansi yang
kegiatannya sejak dari pencatatan transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan untuk
kepentingan pihak di luar perusahaan, seperti investor, kreditur, pemerintahdan lain sebagainya.
b. Akuntansi manajemem (Management Accounting) adalah akuntansi yang meliputi segala kegiatan
di dalam perusahaan dan membantu manajemen perusahaan, untuk pertimbangan pengambilan
keputusan
c. Akuntansi Biaya (Cost Accounting) adalah akuntansi yang kegiatan utamanya ditujukan untuk
menghitung biaya-biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan (pabrik) atau perusahaan industri.
d. Akuntansi pemeriksaan (Auditing) adalah akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan bebas
atas akuntansi umum, yang biasanya dikerjakan oleh akuntan public
e. Akuntansi perpajakan (Tax Accounting) adalah akuntansi yang berkaitan dengan masalah
perpajakan, seperti pengisian SPT, perhitungan PPh, PPN dan sebagainya. Dengan tujuan untuk
memenuhi peraturan perpajakan yang berlaku dan untuk menekan pajak seminimal mungkin.
f. Akuntansi Anggaran (Budgetting) adalah akuntansi yang menyajikan kegiatan keuangan untuk
jangka waktu tertentu dilengkapi sistem penganalisaan dan pengawasannya
g. Sistem akuntansi(Accounting System) adalah akuntansi yang berhubungan dengan prosedur
akuntansi dan peralatannya serta penentuan langkah dalam pengumpulan dan pelaporan data
keuangan
h. Akluntansi Pemerintahan (Government Accounting) adalah akuntansi yang kegiatannya diarahkan
pada transaksi-transaksi yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan.
E.

F.

BIDANG GARAPAN / PROFESI AKUNTANSI


Jabatan-jabatan dalam lapangan akuntansi dapat dikelompokkan dalam berbagai bidang. Berdasarkan
lingkup kegiatan dan bidang garapannya, profesi akuntansi terdiri dari :
1. Akuntan Publik adalah akuntan yang kegiatannya memberikan jasa untuk kepentingan perusahaan
dengan sejumlah pembayaran tertentu, yang juga disebut akuntan ekstern
2. Akuntan Pemerintah adalah akuntan yang bekerja sebagai pemeriksa atau auditor untuk
pemerintah atau Negara
3. Akuntan Pendidik adalah akuntan yang bekerja sebagai pengajar atau dosen di perguruan tinggi
4. Akuntan Intern atau akuntan Perusahaan adalah akuntan yang bekerja dalam perusahaan dan
bertugas khusus di bidang akuntansi intern untuk membantu pengelola perusahaan.
ETIKA PROFESI AKUNTAN
Etika Profesi Akuntan adalah kode etik seorang akuntansi yang diperlukan untuk mengatur perilaku
anggotanya dalam menjalankan praktik profesinya bagi masyarakat. Etika professional bagi praktik
akuntan di Indonesia disebut dengan istilah Kode Etik dan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia
(IAI) sebagai organisasi profesi akuntan.
Prinsip etika profesi Ikatan Akuntan Indonesia antara lain :
1. Tanggung jawab Profesi
2. Kepentingan Publik
3. Integritas
4. Obyektivitas
5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
6. Kerahasiaan.
7. Perilaku Profesional
8. Standar Teknis

G. DASAR HUKUM PELAKSANAAN AKUNTANSI.


Penyelenggaraan pembukuan di Indonesia yang merupakan kewajiban bagi suatu perusahaan harus
berpedoman pada suatu dasar hokum atau kerangka dasar, yang disebut Standar Akuntansi Keuangan
(SAK). Kerangka dasar ini merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan
keuangan bagi para pemakai eksternal.
Kerangka dasar SAK yang mendasari laporan keuangan membahas antara lain :
1. Tujuan laporan keuangan
2. Karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan
3. Definisi, pengakuan dan pengkuruan unsure-unsur yang membentuk laporankeuangan, dan
4. konsep modal serta pemeliharaan modal.
Tujuan penyusunan kerangka dasar ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi :
1. komite penyusunan SAK dalam pelaksanaan tugasnya
2. penyusunan laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam
SAK
3. auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum, dan
4. para pemakai laopran keuangan, dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan yang disusun sesuai dengan SAK

H. ASAS ATAU ASUMSI DASAR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN.


Dalam menyusun laporan keuangan suatu perusahaan digunakan anggapan dasar atau asumsi dasar agar
laporan keuangan yang dibuat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.
Asumsi dasar penyusunan laporan keuangan yang dimaksud diantaranya adalah :
1. Asas Accrual Basic (Dasar Akrual)
2. Asas Cash Basic (Dasar Tunai).
3. Asas Kesatuan Usaha ( Konsep Entitas)
4. Asas Going Concern (Kelangsungan usaha)
5. Asas Pembandingan Pengeluaran beban dengan Penghasilan (Matching Concept)
6. Asas Harga Perolehan (Cost)
I. SIFAT, JENIS, DAN FUNGSI LAPORAN KEUANGAN.
Laporan keuangan(Financial statement) adalah hasil akhir dari proses kegiatan akuntansi atau
merupakan suatu ringkasan dari transaksi keuangan. Laporan keuangan disusun untuk memberikan
informasi tentang posisi harta, utang dan modal yang terjadi dalam rumah tangga perusahaan serta
laba dan ruginya. Laporan keuangan yang disusun memiliki tujuan. Tujuan laporan keuangan untuk
tujuan umum adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan
yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusankeputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggung jawaban (stewardship) manajemen atas
penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
Sifat (Karakteristik Kualitatif) Laporan keuangan, diantaranya : Dapat dipahami, Relevan,
Materialitas, Keandalan (Reliable), Penyajian Jujur, Substansi Mengungguli Bentuk, Netralitas,
Pertimbangan Sehat, Kelengkapan, dan Dapat Dibandingkan.
Sedangkan Jenis Laporan Keuangan.
a. Neraca
b. Laporan laba-rugi
c. Laporan perubahan ekuitas
d. Laporan arus kas
J. UNSUR-UNSUR NERACA DAN LAPORAN RUGI-LABA.
1. Unsur Neraca.
Neraca adalah laporan yang meunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode, posisi
keuangan yang dimaksud terdiri atas Aktiva (Harta), Kewajiban (Utang) dan Ekuitas (Modal). Pospos ini didefinisikan sebagai berikut :
a. Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa
lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharkan akan diperoleh perusahaan.
b. Kewajiban adalah utang perusahaan di masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu,
penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang
mengandung manfaat ekonomi
c. Ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.
2. Unsur Laporan Rugi Laba
Laporan Rugi laba adalah laporan yang menunjukkan kinerja perusahaan, yakni tentang besarnya
pendapatan (penghasilan) dan beban pada akhir periode akuntansi.
Unsur penghasilan dan beban didefinisikan sebagai berikut :
a. Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi
dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang
mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.
b. Beban (expense) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi
dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang
mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam
modal.

K. KLASIFIKASI DAN KODE REKENING ATAU PERKIRAAN

1.Klasifikasi Rekening atau Perkiraan


Rekening atau akun atau perkiraan (account) adalah daftar tempat mencatat perubahan aktiva,
kewajiban, modal, pendapatan dan beban dari transaksi keuangan. Rekening memberikan informasi
tentang operasional perusahaan setiap hari, sehingga dapat diketahui besarnya perubahan aktiva,
kewajiban, modal, pendapatan dan beban.
Pada dasarnya rekening diklasifikasikan (dikelompokkan) menjadi dua, yaitu :
a. Rekening riel (neraca) adalah reeking yang pada akhir periode dilaporkan dalam laporan neraca
Rekening ini meliputi : Rekening Aktiva, Kewajiban dan Ekuitas (Modal)
b. Rekening nominal (rugi-laba) adalah rekening yang pada akhir periode dilaporakan dalam laporan
rugi-laba.
Rekening ini meliputi : Rekening Pendapatan dan Beban
a. Rekening Aktiva atau Harta.
Rekening harta atau aktiva dikelompokkan menjadi :
1. Aktiva Lancar (Current account)
Contoh nama rekening : Kas, Piutang usaha, surat-surat berharga, Perlengkapan, Asuransi
dibauar di muka, sewa dibayar di muka dan sebagainya.
2. Investasi Jangka Panjang (Long term investment)
Contoh nama rekening : Investasi saham dan Investasi obligasi

3. Aktiva Tetap (Fixed Asset)


Contoh nama rekening : Peralatan, Tanah, Gedung, Kendaraan, Mesin dan sebagainya.
4. Aktiva tidak berujud (Intangible asset)
Contoh nama rekening : Goodwill, Hak paten, Hak cipta dan sebagainya.
b. Rekening Kewajiban atau Utang
Rekening kewajiban dikelompokkan menjadi :
1. Utang 61ancar (Current Liability)
Contoh nama rekening : Utang usaha, Utang gaji, Beban yang terurang, Pendapatan diterima
di muka dsb.
2. Utang Jangka Panjang (Long term liability)
Contoh nama rekening : Utang obligasi, Utang hipotik, KIK dan KMKP.
c. Rekening Ekuitas (Modal)
Modal adalah bagian hak pemilik terhadap kekayaan perusahaan, yaitu selisih antara harta
dikurangi dengan utang. Contoh rekening nama rekening : Modal Ani, Modal Tono, Modal Budi
dan sebagainya.
d. Rekening Pendapatan atau penghasilan.
Pendapatan adalah hasil bruto yang diterima perusahaan dalam melakukan operasionalnya.
Contoh nama rekening : Pendapatan usaha, pendapatan bunga, pendapatan di luar usaha dan
sebagainya.
e. Rekening Beban.
Beban adalah biaya biaya yang dikeluarkan perusahaan dan yang harus diakui dalam
memperoleh pendapatan.
Contoh nama rekening : Beban gaji, beban sewa, beban listrik dan air, beban perlengkapan dsb.
2. Kode Rekening.
1). Sistem Numerial (Numerical) adalah pemberian nomor kode rekening dengan menggunakan
angka.
2) Sistem Desimal adalah pemberian kode rekening dengan menggunakan dasar angka sepuluh
digit, yaitu angka 0 sampai dengan 9.
3) Sistem Mnemonic adalah pemberian kode dengan menggunakan huruf.
4) Sistem Kombinasi huruf dan angka. Pada system ini setiap rekening atau perkiraan diberi kode
dengan menggunakan huruf dan angka/nomor.
L. SUMBER PENCATATAN.
Dokumen sumber yang merupakan bukti pencatatan yang dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.
Bukti pencatatan intern atau transaksi internal adalah bukti
pencatatan yang dibuat perusahaan untuk kepentingan perusahaan sendiri dan tidak berhubungan
dengan pihak luar perusahaan, dan biasanya berbentu memo. Misalnya : Penyusutan aktiva tetap,
pemakaian perlengkapan, penggunaan bahan baku, pengambilan barang dan sebagainya.
b. Bukti pencatatan ekstern atau transaksi eksternal adalah bukti pencatatan yang terjadi antara
perusahaan dengan pihak di luar perusahaan. Misalnya : Faktur, nota, cek, kuitansi dan sebagainya.
M. PERSAMAAN AKUNTANSI.
1. Prinsip Keseimbangan antara Aktiva dan Pasiva.
Setiap transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan, dicatat dengan menggunakan sistem
berpasangan dan menggunakan prinsip keseimbangan antara aktiva dengan pasiva, artinya jumlah
kekayaan harus sesuai dengan hak atas kekayaan perusahaan tersebut, sehingga persamaan
akuntansinya adalah :

AKTIVA = PASIVA
Pasiva dibagi menjadi dua, yaitu hak dari para kreditur (Kewajiban) dan Hak dari Pemilik
perusahaan (Ekuitas), sehingga harta bias berasal dari pemilik perusahaan yang disebut modal dan
bias juga berasal dari pinjaman (dari luar perusahaa) yang disebut Kewajiban / Utang. Jadi
Persamaan akuntansinya berubah menjadi :

AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS atau HARTA = UTANG + MODAL


2. Pengaruh Transaksi Keuangan terhadap Persamaan Akuntansi.
Pencatatan transaksi ke dalam persamaan akuntansi dapat dilakukan sebagai berikut :
Pencatatan
Transaksi
Akun Modal
Akun Harta
Akun Utang
a. Adanya Investasi awal pemilik
Bertambah
Bertambah
b. Pembelian aktiva secara tunai
Bertambah/Berkurang
c. Pembelian aktiva secara kredit
Bertambah
Bertambah
d. Penerimaan pendapatan tunai / kredit
Bertambah
Bertambah
e. Pembayaran biaya atau beban
Berkurang
Berkurang
f. Pengambilan uang tunai untuk pribadi
Berkurang
Berkurang
g. Pembayaran / pelunasan utang
Berkurang
Berkurang
Sedangkan hal-hal yang dapat mempengaruhi besarnya modal suatu perusahaan dalam pencatatan
persamaan akuntansi, antara lain :

a.
b.
c.
d.
e.

Adanya
Adanya
Adanya
Adanya
Adanya

laba atau rugi perusahaan


pendapatan yang diterima perusahaan
beban yang dikeluarkan perusahaan
pengambilan untuk keperluan pribadi (Prive)
investasi tambahan dari pemilik atau dari sumbangan (donasi)

N. LAPORAN KEUANGAN (FINANCIAL STATEMENT)


1. Laporan Rugi-Laba (Income Statement) adalah laporan yang menunjukkan pendapatan dan beban
dari suatu perusahaan dalam satu periode akuntansi. Laporan laba-rugi perusahaan disajikan
sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi
penyajian secara wajar.
2. Laporan Perubahan Modal (Capital Statement) adalah laporan yang menunjukkan sebab-sebab
adanya perubahan modal, dari modal awal sampai dengan modal akhir periode.
3. Neraca (Balance Sheet) adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan atau possisi
keuangan suatu perusahaan pada akhir periode. Posisi keuangan yang dimaksud terdiri atas jumlah
aktiva, kewajiban dan modal. Penyusunan neraca harus diurutkan sesuai dengan tingkat
likuiditasnya atau tingkat kelancarannya. Rekening yang lancar harus didahulukan penyusunannya
dan rekening yang kurang lancar disusun di bawahnya.
4. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) adalah laporan yang menunjukkan arus masuk dan aurs
keluas tentang kas dan setara dengan kas.
Laporan arus kas harus menyajikan tiga aktivitas kas, yaitu :
a.

Arus Kas dari Aktivitas Operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan
(principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas
investasi dan aktivitas pendanaan.

ARUS KAS MASUK


-

Penjualan barang dagangan


Pendapatan dari jasa
Penerimaan kas dari royalty, fees, komisi dan pendapatan lain
Pendapatan bunga asset yang menghasilkan (bunga)
Pendapatan ekuitas surat berharga (deviden)

Pembayaran
Pembayaran
Pembayaran
Pembayaran
Pembayaran

ARUS KAS KELUAR

b.

pembelian barang dagangan


untuk beban operasi (gaji, sewa, asuransi, listrik, telepon, air dsb)
untuk pembelian kepada supplier di luar persediaan
kepada pemberi pinjaman (bunga)
untuk pajak

Arus Kas dari Aktivitas Investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang
serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas

ARUS KAS MASUK


- Penjualan aktiiva jangka panjang (property, pabrik, tanah, bangunan, peralatan, aktiva
tak berujud, dsb)
- Penjualan surat utang atau ekuitas perusahaan lain (kecuali surat berharga yang
diperlakukan sebagai setara kas)
- Pengembalian dari pokok pinjaman kepada pihak ketiga

ARUS KAS KELUAR

- Pembelian aktiva jangka panjang (aktiva tetap, aktiva tak berujud, dan aktiva jangka
panjang lain termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aktiva tetap yang
dibangun sendiri)
- Pembelian surat utang dan ekuitas perusahaan lain (kecuali trading securities)
- Pinjaman kepada pihak lain
c.
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan
perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan

ARUS KAS MASUK


- Hasil Dari pinjaman
- Hasil dari penerbitan saham ekuitas sendiri
- Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik dan pinjaman lainnya

ARUS KAS KELUAR

- Pelunasan pokok pinjaman


- Pembelian kembali saham perusahaan sendiri
- Pembayaran deviden
O. MEKANISME DEBIT DAN KREDIT

Bukti pencatatan yang ada dalam suatu perusahaan antara lain : Faktur, Kuitansi, Cek, Nota kontan,
Nota Debit , Nota Kredit, dan Memo tersebut dianalisis untuk mengetahui rekening yang dicatat
sebelah debit dan rekening yang dicatat sebelah kredit.
Pencatatan transaksi ke sebelah debit dan kredit berarti menunjukkan adanya penambahan atau
pengurangan terhadap rekening atau perkiraan atau akun. Untuk lebih mengetahui analisis transaksi
terhadap perubahan suatu rekening, dapat disajikan daftar atau tabel berikut ini.
Bertambah
Rekening / Perkiraan
Berkurang dicatat
Saldo normal
dicatat
1. Aktiva atau Harta
Debit
Kredit
Debit
2. Akumulasi penyusutan aktiva tetap
Kredit
Debit
Kredit
3. Kewajiban atau utang
Kredit
Debit
Kredit
4. Modal atau Ekuitas
Kredit
Debit
Kredit
5. Pengambilan prive pemilik
Debit
Kredit
Debit
6. Pendapatan
Kredit
Debit
Kredit
7. Beban atau biaya
Debit
Kredit
Debit
Jadi berdasarkan analisis pengaruh transaksi keuangan ke dalam suatu rekening atau perkiraan,
maka dengan pertolongan bentuk rekening huruf T yang sederhana, cara mendebit atau mengkredit
adalah sebagai berikut :

Aktiva

Kewajiban
-

Pendapatan
-

Modal
-

Beban
+

K
-

P. JURNAL (JOURNAL)
Jurnal adalah pencatatan tentang pendebitan dan pengkreditan secara kronologis dari transaksi
keuangan beserta penjelasan yang diperlukan. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan,
sebelum dibukukan ke dalam Buku Besar, harus dicatat dahulud alam jurnal. Oleh karena itu jurnal
sering disebut sebagai buku catatan pertama (Book of Original Entry)
Fungsi Jurnal antara lain :
1. Fungsi mencatat artinya jurnal digunakan untuk mencatat setiap terjadi transaksi keuangan, baik
yang bersifat transaksi internal maupun transaksi eksternal
2. Fungsi Historis artinya jurnal digunakan untuk mencatat transaksi keuangan sesuai dengan urutan
kejadian (kronologis), tanggal yang lebih dahulu harus dicatat, kemudian mencatat transaksi pada
tanggal berikutnya
3. Fungsi Analisis artinya jurnal merupakan hasil analisis dari petugas akuntansi, baik yang akan
dicatat ke sebelah debit maupun yang akan dicatat ke sebelah kredit.
4. Fungsi Instruktif artinya jurnal bersifat memerintah untuk melakukan pencatatan akuntansi
berikutnya atau posting ke buku besar
5. Fungsi Informatif artinya jurnal dapat memberikan keterangan secara jelas, sehingga dalam jurnal
ada keterangan atas pencatatan suatu transaksi.
Bentuk Jurnal :
JURNAL UMUM
Halaman
Tgl.
Keterangan
Ref.
Debit
Kredit
Rekening yang di debit
Rekening yang dikredit
Keterangan : ..

Rp xxxxxxx
Rp xxxxxxx

Q. BUKU BESAR
a. Bentuk Buku Besar
1. Bentuk T sederhana
2. Bentuk skontro atau bentuk dua kolom
3. Bentuk saldo tunggal atau bentuk tiga kolom
4. Bentuk saldo rangkap atau bentuk 4 kolom
b. Posting
Proses memindahkan catatan dari jurnal yang telah dibuat ke buku besar atau memindahkan dari
kolom debit jurnal ke buku besar sebelah debit dan memindahkan kolom kredit jurnal ke buku
besar sebelah kredit disebut Posting.

R. DAFTAR SISA ATAU NERACA SALDO (TRIAL BALANCE)

Daftar sisa atau Neraca Saldo adalah laporan tentang saldo-saldo semua perkiraan yang terdapat pada
buku besar. Jumlah angka yang terdapat dalam neraca sisa merupakan saldo normal tiap perkiraan
buku besar, yakni :
1. Akun atau Rekening Aktiva / Harta bersaldo normal debit, tetapi untuk Rekening Akumulasi
penyusutan aktiva tetap bersaldo normal kredit
2. Akun atau Rekening Kewajiban / Utang bersaldo normal kredit
3. Akun atau Rekening Ekuitas / Modal bersaldo normal kredit, tetapi untuk rekening Prive bersaldo
normal debit
4. Akun atau Rekening Pendapatan bersaldo normal kredit
5. Akun atau Rekening Beban bersaldo normal debit

S. JURNAL PENYESUAIAN
Jurnal penyesuaian (Adjustment journal) adalah penyesuaian tentang catatan-catatan atau fakta yang
sebenarnya pada akhir periode. Jurnal penyesuaian disusun berdasarkan data dari neraca saldo dan
data penyesuaian akhir periode
Pada dasarnya pencatatan jurnal penyesuaian bersumber dari neraca saldo serta keteranganketerangan pada akhir periode.
Saldo-saldo di dalam neraca saldo yang memerlukan jurnal
penyesuaian antara lain sebagai berikut :
No

Macam Penyesuaian

a.

Pemakaian perlengkapan (Jumlah yang disesuai


kan adalah jumlah yang terpakai)
Piutang pendapatan/pendapatan yang masih
harus diterima
Utang beban/beban yang masih harus dibayar

b.
c.
d.

f.

Utang pendapatan/pendapatan diterima di


muka
1) Saat penerimaan dicatat sebagai utang
(jumlah Yang disesuaikan adalah jumlah yang
sudah terlampaui)
2) Saat penerimaan dicatat sebagai pendapatan
(jumlah yang disesuaikan adalah jumlah
yang belum terlampaui)
Beban dibayar di muka
1) Saat pembayaran dicatat sebagai harta
(jumlah Yang disesuaikan adalah jumlah yang
sudah terlampaui)
2) Saat pembayaran dicatat sebagai beban
(jumlah Yang disesuaikan adalah jumlah yang
belum terlampaui)
Kerugian piutang/piutang yang tidak tertagih

g.

Penyusutan aktiva tetap

e.

Jurnal Penyesuaian
Beban perlengkapan
Perlengkapan
Piutang
Pendapatan ..
Beban . ..
Utang .

Rp. xxx

.... diterima di muka


Pendapatan .

Rp. xxx

Pendapatan .
.... diterima di muka

Rp. xxx

Beban .
.... dibayar di muka

Rp. xxx

.... dibayar di muka


Beban .

Rp. xxx

Rp. xxx
Rp. xxx

Beban kerugian piutang


Rp. xxx
Cadangan kerugian piutang
Beban penyusutan .
Rp. xxx
Akumulasi penyusutan..

Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx

Rp. xxx
Rp. xxx

Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx

T. NERACA LAJUR ATAU KERTAS KERJA (WORK SHEET)


Neraca lajur atau kertas kerja adalah suatu kertas berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang
direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat
perusahaan akan menyusun laporan keuangan dengan cara yang sistematis. Kertas kerja yang biasa
digunakan adalah kertas kerja dengan bentuk 10 kolom, yakni kolom Neraca Saldo, Ayat Penyesuaian,
Neraca saldo disesuaikan, Rugi-Laba dan Neraca.

U. JURNAL PENUTUP (CLOSING ENTRY)


Jurnal Penutup adalah ayat jurnal untuk mengenolkan saldo perkiraan sementara, jika perusahaan
ingin mengetahui laba atau rugi usaha selama satu periode. Sumber penyusunan ayat jurnal penutup
berasal dari kertas kerja kolom rugilaba.

Prosedur penyusunan jurnal penutup dilakukan dengan urutan sebagai berikut :

Menutup akun

Jurnal Penutup

1. Pendapatan
2. Beban
3. Ikhtisar Laba Rugi jika diperoleh laba
Laba diperoleh apabila Ikhtisar L/R K > D
4. Ikhtisar Laba Rugi jika diderita rugi
Laba diperoleh apabila Ikhtisar L/R D > K
5. Pengambilan prive

Pendapatan
Ikhtisar L/R
Ikhtisar L/R
Beban-beban
Ikhtisar L/R
Modal pemilik
Modal pemilik
Ikhtisar L/R
Modal pemilik
Prive pemilik

Rp xxx
Rp xxx
Rp xxx
Rp xxx
Rp xxx
Rp xxx
Rp xxx

Rp xxx

Rp xxx
Rp xxx

V. NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN BUKU (AFTER CLOSING TRIAL BALANCE)


Setelah dibuat ayat jurnal penutup dan postingnya, tahap berikutnya dalam siklus akuntansi adalah
menyusun neraca saldo setelah penutupan. Neraca Saldo Setelah Penutupan Buku adalah suatu daftar
yang berisi saldo-saldo rekening buku besar setelah perusahaan melakukan penutupan buku, tujuannya
supaya aktiva/harta, kewajiban/utang dan modal selalu dalam keadaan seimbang, sebelum perusahaan
memulai pencatatan pada tahun atau periode berikutnya.

W. JURNAL PEMBALIK
Jurnal Pembalik (Reversing Entry) adalah jurnal kebalikan dari jurnal penyesuaian yang dilakukan
pada awal periode berikutnya. Akan tetap tidak berarti semua jurnal penyesuaian dilakukan
penyusunan jurnal pembalik. Bentuk Jurnal penyesuaian yang dibuat jurnal pembalik sebagai berikut :
Jurnal penyesuaian tentang
1.

Utang beban

2. Piutang pendapatan
3. Beban dibayar di muka
saat membayar
dicatat
sebagai beban
4. Pendapatan diterima di
muka
saat
Menerima
dicatat
sebagai
pendapatan

Bentuk Jurnal penyesuaian

Jurnal pembalik yang dibuat

Beban ........
Rp xxx
Utang .........
Rp xxx
Piutang .......
Rp xxx
Pendapatan .........
Rp xxx
........ dibayar di muka Rp xxx
Beban .........
Rp xxx

Utang ..........
Rp xxx
Beban ..........
Rp xxx
Pendapatan..... ....
Rp xxx
Piutang .........
Rp xxx
Beban..... .....
Rp xxx
......... dibayar di muka Rp xxx

Pendapatan .........
Rp xxx
...... diterima di muka Rp xxx

......... diterima di muka Rp xxx


Pendapatan .........
Rp xxx

BAB XIII
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
5. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan
dagang dan penutupan siklus akuntansi perusahaan
dagang.

URAIAN
Jurnal khusus
Posting dari jurnal khusus ke buku
besar utama dan pembantu
Siklus akuntansi perusahaan dagang
Harga pokok penjualan
Laporan keuangan perusahaan dagang
Jurnal Penutup
Jurnal Pembalik

A. PENGERTIAN PERUSAHAAN DAGANG


Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak dibidang membeli barang dagangan dan
menjualnya kembali tanpa merubah bentuk dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan (laba).
Sedangkan barang dagangan (merchandise inventory) adalah barang yang dibeli perusahaan untuk
dijual kembali. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan utama perusahaan
dagang adalah membeli dan menjual barang dagangan tanpa merubah barang.
B. PERBEDAAN ANTARA PERUSAHAAN DAGANG DAN PERUSAHAAN JASA.
No

Ditinjau dari segi

Kegiatannya

2
3

Pendapatannya
Bahan operasionalnya

Perusahaan dagang
Membeli dan menjual barang
dagangan
Hasil penjualan barang dagang
Beban penjualan dan beban
administrasi umum

Perusahaan Jasa
Memberikan pelayanan jasa
Hasil penjualan jasa
Beban usaha dan beban luar
usaha

C. AKUN AKUN KHUSUS YANG DIJUMPAI DALAM PERUSAHAAN DAGANG


Dalam perusahaan dagang, akun-akun yang biasanya dijumpai antara lain :
a. Akun Pembelian adalah akun yang digunakan untuk membeli barang dagangan baik secara
tunai maupun secara kredit.
b. Akun Penjualan adalah akun yang digunakan untuk menjual barang dagangan baik secara tunai
maupun secara kredit.
c. Akun Retur pembelian dan pengurangan harga adalah akun untuk mengembalikan sebagian
barang yang telah dibeli kepada penjual karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.
d. Akun Retur penjualan dan pengurangan harga adalah akun untuk menerima kembali sebagian
barang yang telah dijual dari pembeli karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.
e. Akun Utang dagang adalah akun untuk mencatat timbulnya utang dagang dan pelunasan
kewajiban atas pembelian secara kredit.
f. Akun Piutang dagang adalah akun untuk mencatat timbulnya piutang dagang dan penerimaan
pelunasan piutang atas penjualan secara kredit.
g. Akun Potongan pembelian adalah akun untuk mencatat potongan yang diterima pembeli karena
melunasi utang dalam masa potongan.
h. Akun Potongan penjualan adalah akun untuk mencatat potongan yang diberikan oleh penjual
karena menerima pelunasan piutang dalam masa potongan
i.Akun Beban angkut pembelian adalah akun untuk mencatat timbulnya beban angkut yang
ditanggung pembeli.
j. Akun Beban angkut penjualan adalah akun untuk mencatat beban angkut untuk mengirim
barang yang ditanggung oleh penjual.
D. SYARAT PENYERAHAN BARANG DAN SYARAT PEMBAYARAN BARANG
Barang dagangan yang diserahkan kepada pembeli atau konsumen dapat dilakukan dengan syaratsyarat sebagai berikut :
a. FOB Shipping Point (franco gudang penjual) artinya beban angkut barang sejak dari gudang
penjualan sampai dengan gudang pembelian menjadi tanggungjawab pembeli.
b. FOB Distinationt Point (franco gudang pembeli) artinya beban angkutan barang sejak dari
gudang sampai dengan gudang pembeli menjadi tanggungjawab penjual.
Sedangkan syarat pembayaran barang dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Tunai atau kontan artinya pembayaran dilakukan saat terjadi transaksi.
b. n/30 artinya pembayaran dilakukan paling lambat 30 hari setelah terjadinya transaksi.
c. n/EOM (End of Month) artinya pembayaran dilakukan paling lambat akhir bulan.
d. n/10 EOM artinya pembayaran dilakukan paling lambat 10 hari setelah akhir bulan.
e. 2/10,n/30 artinya bila pembayaran dilakukan dalam waktu 10 hari atau kurang setelah tanggal
transaksi, terdapat potongan 2%, jangka waktu kredit 30 hari.

E. PENCATATAN TRANSAKSI DALAM PERUSAHAAN DAGANG.


Ada 2 metode pencatatan traksaksi yang berhubungan dengan perusahaan dagang, yaitu :
a.
Metode phisik atau periodik, artinya pencatatan yang berkaitan
dengan barang dagangan tidak dilakukan secara kontinve, sehingga persediaan barang dagangan
akhirnya dihitung secara fisik yang ada digudang.
Pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum sebagai berikut :

No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

9.
10.

b.

Transaksi

Jurnal Umum

Pembelian barang dagangan

Pembelian
Kas / Utang dagang

Rp. xxx
Rp. xxx

Pengiriman kembali barang dagangan


yang telah dibeli (retur pembelian)

Kas / Utang dagang


Rp. xxx
Retur pembelian dan PH

Rp. xxx

Penjualan barang dagangan

Kas / Piutang dagang


Penjualan

Rp. xxx
Rp. xxx

Penerimaan kembali barang yang telah


dijual (retur penjualan)

Retur penjualan dan PH


Kas / Piutang dagang

Rp. xxx

Pembayaran biaya angkut barang yang


dibeli

Beban angkut pembelian


Kas

Rp. xxx

Pembayaran beban
dijual

Beban angkut penjualan


Kas

Rp. xxx

Pembayaran utang dagang tanpa adanya


potongan

Utang dagang
Kas

Rp. xxx

Pembayaran utang dagang dengan adanya


potongan

Utang dagang
Kas
Potongan pembelian

Rp. xxx

Penerimaan pelunasan
potongan

Kas

Rp. xxx

angkut barang yang

piutang tanpa

Penerimaan pelunasan piutang dengan


potongan

Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx

Piutang dagang
Kas
Potongan penjualan
Piutang dagang

Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx

Metode perpetual atau permanen terus-menerus, artinya


pencatatan yang berkaitan dengan barang dagangan dilakukan secara kontinve, sehingga bila
terjadi pembelian akan menambah persediaan barang dagangan dan bila terjadi penjualan
akan mengurangi persediaan barang dagangan.

Pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum sebagai berikut :

No
1.
2.
3.

4.

5.
6.
7.

Transaksi
Pembelian barang dagangan

Jurnal Umum
Persediaan barang dagangan Rp. xxx
Kas / Utang dagang

Rp. xxx

Pengiriman kembali barang dagangan


yang telah dibeli (retur pembelian)

Kas / Utang dagang


Rp. xxx
Persediaan barang dagangan

Rp. xxx

Penjualan barang dagangan

Kas / Piutang dagang


Rp. xxx
Penjualan
Harga pokok penjualan
Rp. xxx
Persediaan barang dagangan

Penerimaan kembali barang yang telah


dijual (retur penjualan)

Retur penjualan dan PH


Rp. xxx
Kas / Piutang dagang
Persediaan barang dagangan Rp. xxx
Harga pokok penjualan

Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx

Pembayaran biaya angkut barang yang


dibeli

Persediaan barang dagangan Rp. xxx


Kas

Rp. xxx

Pembayaran beban
dijual

Beban angkut penjualan


Kas

Rp. xxx
Rp. xxx

Utang dagang
Kas

Rp. xxx

angkut barang yang

Pembayaran hutang dagang tanpa adanya


potongan

Rp. xxx

8.

Pembayaran utang dagang dengan adanya


potongan

Utang dagang
Rp. xxx
Kas
Rp. xxx
Persediaan brg dagangan
Rp. xxx

9.

Penerimaan pelunasan
potongan

Kas

10.

piutang tanpa

Penerimaan pelunasan piutang dengan


potongan

Rp. xxx
Piutang dagang

Kas
Potongan penjualan
Piutang dagang

Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx

F. JURNAL KHUSUS
Jurnal khusus adalah jurnal yang dirancang secara khusus untuk mencatat transaksi yang bersifat
sama dan sering terjadi atau berulang-ulang, dengan tujuan agara dapat bekerja secara efektif dan
efisien.
Jurnal khusus (Special Journal) yang biasa digunakan dalam akutansi perusahaan dagang ada 4
macam:
a. Jurnal Penerimaan Kas (JKM), untuk mencatat transaksi penerimaan kas.
b. Jurnal Pengeluaran Kas (JKK), untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
c. Jurnal Pembelian (JB), untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan dan aktiva lain
secara kredit.
d. Jurnal penjualan (JP), untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan secara kredit.
Disamping keempat jurnal khusus tersebut, perusahaan dagang harus tetap mempuyai Jurnal Umum
untuk mencatat transaksi yang tidak dapat ditampung dalam jurnal khusus yang tersedia.
Pencatatan transaksi ke dalam jurnal khusus dapat dilakukan sebagai berikut :
Jurnal Khusus
1. Jurnal penerimaan kas

2. Jurnal pengeluaran kas

3. Jurnal pembelian
4. Jurnal penjualan
5. Jurnal umum / memorial

Pencatatan
Akun didebit
Kas dan Potongan Penjualan

Pembelian, Utang dagang, Serbaserbi / rekening lain (Beban,


Perlengkapan, Peralatan, retur
penjualan dsb)
Pembelian, Serba-serbi / rekening
lain (Perlengkapan, Peralatan dan
aktiva lainnya)
Piutang dagang
Utang dagang, Retur penjualan,
dan Akun lain yang perlu didebit

Akun dikredit
Penjualan, Piutang dagang, Serbaserbi / rekening lain (Pendapatan,
Retur pembelian, utang bank dan
sebagainya)
Kas dan Potongan Pembelian

Utang dagang
Penjualan
Piutang dagang, Retur pembelian
dan Akun lain yang perlu dikredit

G. BUKU BESAR PEMBANTU


Buku besar pembantu merupakan pencatatan secara rinci namanama pelanggan beserta jumlahnya.
Selanjutnya buku besar utama merupakan perkiraan kontrol atau perkiraan pengendali dan buku besar
pembantu merupakan rincian dari perkiraan kontrol. Bentuk buku pembantu sama dengan bentuk buku
besar utama.
Terdapat tiga macam buku besar pembantu dalam perusahaan dagang, antara lain :
a.
Buku besar pembantu piutang, adalah buku tempat mencatat
rincian piutang perusahaan menurut nama pelanggan atau debitur. Sumber pencatatan buku
pembantu piutang berasal dari bukti transaksi yang berkaitan dengan piutang dan dapat berasal
dari Jurnal Penjualan, Jurnal Umum dan Jurnal Penerimaan Kas
b.
Buku besar pembantu utang, adalah buku tempat mencatat rincian
utang perusahaan menurut nama kreditur. Sumber pencatatan buku pembantu utang berasal dari
bukti transaksi yang berkaitan dengan utang dan dapat berasal dari Jurnal Penmbelian, Jurnal
Umum dan Jurnal Pengeluaran Kas
c.
Buku besar pembantu persediaan, adalah buku tempat mencatat
secara rinci persediaan barang dagangan, baik jenis, jumlah, harga per unit, maupun harga pokok
secara keseluruhan. Sumber pencatatan buku pembantu persediaan berasal dari bukti transaksi
yang berkaitan dengan persediaan barang dan dapat berasal dari Jurnal Penjualan, Jurnal
pembelian, Jurnal Penerimaan Kas, Jurnal Pengeluaran Kas dan Jurnal Umum

H. JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN DAGANG


Untuk menyusun jurnal penyesuaian perusahaan dagang sama dengan penyusunan jurnal
penyesuaian perusahaan jasa, hanya dalam perusahaan dagang masih terdapat jurnal penyesuaian untuk
Persediaan Barang Dagangan, yang dapat disusun sebagai berikut :
No

Macam Penyesuaian

a.

Pemakaian perlengkapan (Jumlah yang


disesuai kan adalah jumlah yang terpakai)
Piutang pendapatan/pendapatan yang masih
harus diterima
Utang beban/beban yang masih harus dibayar

b.
c.
d.

Jurnal Penyesuaian

f.

Utang pendapatan/pendapatan diterima di


muka
1) Saat penerimaan dicatat sebagai utang
(jumlah Yang disesuaikan adalah jumlah
yang sudah terlampaui)
2) Saat penerimaan dicatat sebagai
pendapatan (jumlah yang disesuaikan
adalah jumlah yang belum terlampaui)
Beban dibayar di muka
1) Saat pembayaran dicatat sebagai harta
(jumlah Yang disesuaikan adalah jumlah
yang sudah terlampaui)
2) Saat pembayaran dicatat sebagai beban
(jumlah Yang disesuaikan adalah jumlah
yang belum terlampaui)
Kerugian piutang/piutang yang tidak tertagih

g.

Penyusutan aktiva tetap

h.

Persediaan Barang Dagangan


1) Metode/Pendekatan Ikhtisar L/R

e.

Beban perlengkapan

Rp. xxx

Perlengkapan
Piutang
Pendapatan ..
Beban . ..
Utang .

Rp. xxx
Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx
Rp. xxx

.... diterima di muka


Pendapatan .

Rp. xxx

Pendapatan .
.... diterima di muka

Rp. xxx

Beban .
.... dibayar di muka

Rp. xxx

.... dibayar di muka


Beban .

Rp. xxx

Beban kerugian piutang


Rp. xxx
Cadangan kerugian piutang
Beban penyusutan AT
Rp. xxx
Akumulasi penyusutan AT

Ikhtisar L/R
Rp.
Persed.barang dagangan (awal)
Persed.barang dagangan (akhir)
Rp.
Ikhtisar L/R
2) Metode/Pendekatan Harga pokok penjualan Harga pokok penjualan
Rp.
Persed.barang dagangan (awal)
Pembelian
Beban angkut pembelian
Persed.barang dagangan (akhir)
Rp.
Retur pembelian dan PH
Rp.
Potongan pembelian
Rp.
Harga pokok penjualan

xxx
xxx
xxx

xxx
xxx
xxx

Rp. xxx
Rp. xxx

Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx

Rp. xxx

I. KERTAS KERJA PERUSAHAAN DAGANG UNTUK AKUN IKHTISAR R/L DAN AKUN HARGA POKOK
PENJUALAN
Salah satu dari jurnal penyesuaian adalah jurnal penyesuaian untuk persediaan barang dagangan.
Untuk membuat jurnal penyesuaian dapat menggunakan dua metode, yaitu metode ikhtisar laba/rugi
dan metode harga pokok penjualan, maka dalam pencatatannya dapat dikemukakan sebagai berikut :
a.

Untuk Akun Ikhtisar Laba/Rugi


Jumlah akun ikhtisar laba/rugi pada kolom ayat penyesuaian harus dipindahkan ke kolom neraca
saldo disesuaikan dan kolom laba/rugi sebelah debit (tersendiri) dan sebelah kredit (tersendiri)
sesuai dengan jumlahnya masingmasing.
Nama Perkiraan
Ikhtisar laba/rugi

NS

AP

NSD
K

L/R
K

Neraca
K

Rp.xxx Rp.xxx Rp.xxx Rp.xxx Rp.xxx Rp.xxx

b.

Untuk Akun Harga Pokok Penjualan


Jumlah akun harga pokok penjualan sebelah debit dan kredir pada kolom ayat penyesuaian, dicari
selisihnya. Selisih (saldo) tersebut dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan dan kolom
laba/rugi sebelah debit.
Nama Perkiraan
Harga pokok penj.

NS

AP

NSD
K

Rp.xxx Rp.xxx Rp.xxx

L/R
K

D
Rp.xxx

Neraca
K

J. LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG

Laporan keungan (financial statement) adalah hasil akhir dari akuntansi yang merupakan suatu
ringkasan transaksi keuangan. Laporan keuangan disajikan dengan maksud memberikan informasi
mengenai posisi harta, utang, dan modal yang terjadi dalam rumah tangga perusahaan dan membantu
pimpinan dalam pengambilan keputusan. Pada umumnya laporan keuangan meliputi laporan laba/rugi,
laporan perubahan modal, dan neraca.
1. Laporan Laba/Rugi (Income Statement)
Laporan laba/rugi adalah laporan yang menunjukkan pendapatan dan beban pada akhir periode
akuntansi.
Penyajian laporan laba/rugi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu tahap langsung (single step)
dan bentuk bertahap (multiple step).
Penyajian laporan laba/rugi secara singkat sebagai berikut :
PD ________________________
Laporan laba/Rugi
untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 200___
----------------------------------------------------------------------------------------------------Penjualan
Rp.
Retur penjualan dan Potongan penjualan
Rp Penjualan bersih
Rp
Harga Pokok Penjualan
Rp .... Laba kotor
Rp
Beban Usaha (Beban penjualan & Beban admi. dan umum)
Rp Laba usaha
Rp
Pendapatan di luar usaha
Rp +
Rp
Beban di luar usaha
Rp Laba bersih sebelum pajak
Rp
Pajak penghasilan
Rp Laba bersih setelah pajak
Rp
===========
2. Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)
Laporan perubahan modal adalah laporan yang menunjukkan adanya perubahan modal. Hal-hal
yang diperhitungkan dalam penyusunan laporan perubahan modal adalah sebagai berikut :
a. Besar modal awal periode
b. Besar laba atau rugi usaha
c. Besar pengambilan pribadi pemilik atau prive
d. Besar investasi tambahan dari pemilik
e. Besar modal akhir periode
Laporan perubahan modal hanya lazim berlaku dibuat pada perusahaan perseorangan,
persekutuan, atau firma, sedangkan untuk perusahaan berbentuk perseorangan terbatas (PT)
istilahnya adalah laporan laba ditahan atau Return Earning Statement.
3. Neraca (Balance Sheet)
Neraca adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode, yaitu
laporan tentang besarnya harta, utang, dan modal perusahaan. Penyusunan laporan necara pada
perusahaan dagang caranya sama seperti menyusun laporan neraca dalam perusahaan jasa dan
disusun sesuai dengan tingkat likuiditasnya
Ada dua cara menghitung Laba / Rugi dalam Akuntansi :
1.

Laba / Rugi = Pendapatan Beban


2.

Dari laporan perubahan modal :


Modal awal
Rp ...............
Laba bersih
Rp ............... +
Rp ...............
Prive pemilik
Rp ...............
Modal akhir
Rp ...............

Pendapatan terdiri dari :


a. Penjualan
b. Pendapatan lain-lain
Beban terdiri dari :
a. Retur penjualan dan Potongan penjualan
b. Harga pokok penjualan
c. Beban penjualan
d. Beban administrasi
e. Beban lain-lain
f.
Pajak penghasilan

K. PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN (Cost of Goods Sold)

Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold) adalah harga pokok dari barang-barang yang telah laku
dijual selama periode tertentu.
Dalam menghitung harga pokok penjualan harus diperhatikan unsur-unsurnya :
a. Persediaan Barang Dagangan awal (+)
b. Pembelian (+)
c. Beban angkut pembelian (+)
d. Retur pembelian dan Pengurangan harga ()
e. Potongan pembelian ()
f. Persediaan Barang Dagangan akhir ()

Contoh :
Diketahui data akuntansi per 31 Desember 2007
sebagai berikut :
Persediaan barang dagangan (awal)Rp 15.000.000,00
Pembelian
Rp 75.000.000,00
Retur pembelian dan PH
Rp 1.500.000,00
Potongan pembelian
Rp 2.500.000,00
Beban angkut pembelian
Rp 1.000.000,00
Persediaan barang dagangan (akhir)Rp 12.500.000,00
Diminta : Hitunglah besarnya HPP !

Jawab :
Persediaan barang dagangan (awal)Rp 15.000.000,00 (+)
Pembelian
Rp 75.000.000,00 (+)
Retur pembelian dan PH
Rp 1.500.000,00 ()
Potongan pembelian
Rp 2.500.000,00 ()
Beban angkut pembelian
Rp 1.000.000,00 (+)
Persediaan barang dag. (akhir)
Rp 12.500.000,00 ()
Harga Pokok Penjualan
Rp 74.500.000,00
===============

L. JURNAL PENUTUP (CLOSING ENTRY)


Jurnal Penutup adalah ayat jurnal untuk mengenolkan saldo perkiraan sementara, jika perusahaan
ingin mengetahui laba atau rugi usaha selama satu periode. Sumber penyusunan ayat jurnal penutup
berasal dari kertas kerja kolom rugilaba.
Prosedur penyusunan jurnal penutup dilakukan dengan urutan sebagai berikut :
Menutup akun

Jurnal Penutup

1. Pendapatan
2. Beban
3. Ikhtisar Laba Rugi jika diperoleh laba
Laba diperoleh apabila Ikhtisar L/R K > D
4. Ikhtisar Laba Rugi jika diderita rugi
Laba diperoleh apabila Ikhtisar L/R D > K
5. Pengambilan prive

Pendapatan
Ikhtisar L/R
Ikhtisar L/R
Beban-beban
Ikhtisar L/R
Modal pemilik
Modal pemilik
Ikhtisar L/R
Modal pemilik
Prive pemilik

Rp xxx
Rp xxx
Rp xxx
Rp xxx
Rp xxx

Rp xxx
Rp xxx
Rp xxx
Rp xxx
Rp xxx

M. JURNAL PEMBALIK
Jurnal Pembalik (Reversing Entry) adalah jurnal kebalikan dari jurnal penyesuaian yang dilakukan
pada awal periode berikutnya. Akan tetap tidak berarti semua jurnal penyesuaian dilakukan
penyusunan jurnal pembalik. Bentuk Jurnal penyesuaian yang dibuat jurnal pembalik sebagai berikut :
Jurnal penyesuaian tentang
1.

Utang beban

Bentuk Jurnal penyesuaian

Beban ........
Rp xxx
Utang .........
Rp xxx
2. Piutang pendapatan
Piutang .......
Rp xxx
Pendapatan .........
Rp xxx
3. Beban dibayar di muka saat ........ dibayar di muka Rp xxx
membayar dicatat sebagai
Beban .........
Rp xxx
beban
Rp xxx
4. Pendapatan diterima di Pendapatan .........
...... diterima di muka Rp xxx
muka
saat
Menerima
dicatat sebagai pendapatan

Jurnal pembalik yang dibuat


Utang ..........
Rp xxx
Beban ..........
Rp xxx
Pendapatan..... ....
Rp xxx
Piutang .........
Rp xxx
Beban..... .....
Rp xxx
......... dibayar di muka Rp xxx
......... diterima di muka Rp xxx
Pendapatan .........
Rp xxx

BAB XIV
MANAJEMEN DAN BADAN USAHA
DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
6. Memahami manajemen badan usaha dalam perekonomian
nasional, pengelolaan koperasi dan kewirausahaan.

URAIAN
Manajemen
Badan usaha

A. MANAJEMEN UMUM
a. Manajemen sebagai Ilmu.
Mengenai batasan manajemen, di bawah ini diutarakan beberapa ahli dari Sarjana Indonesia,
diantaranya :
1. Prof. Dr. Mr. S Prajudi Atmosudirdjo. Manajemen adalah menyelenggarakan sesuatu dengan
menggerakkcan orang-orang, uang, mesin-mesin, dan alat-alat sesuai denagan kebutuhan.
2. Dr. Sondang P Siagian, MPA. Manajemen adalah kemampuan atau ketrampilan untuk memperoleh
sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
3. Drs. Karnadi Wargasasmita. Manajemen adalah mengatur, mengurus, memimpin; mengawasi pekerjaan-pekerjaan ke arah tujuan usaha
4. Drs. The Liang Gie. Manajemen adalah proses yang menggerakkan tindakan-tindakan dalam usaha
kerjasama manusia, sehingga tujuan yang telah ditentukan benar-benar tercapai.
Beberapa definisi manajemen yang dikemukakan oleh sarjana-sar.jana Barat, antara lain :
1. Websters Dictionary. Manajemen adalah tindakan mengendalikan, kecakapan dalam menjuruskan
admisistrasi (Management is the act of managing, skill in directing administration)
2. Harold Koontz dart ODonnell. Manajemen adalah penyelesaian pekerjaan melalui kegiatankegiatan dari pada orang lain. (Management is getting thing done through the effort of other
people)
3. John D Millet. Manajemen adalah proses pembimbingan dan penyediaan fasilitas-fasilitas kerja
terhadap orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi resmi untuk mencapai suatu tujuan.
(Management is the process of dircting and fasilitating the work of people organized in formal
groups to achieve a desired goal).
4. George R Terry. Manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan
mempergunakan kegiatan orang lain. (Management is the accomplishing of a predetermined
objective through the effort of other people )
5. Frederick W Taylor.
Beliau mengemukakan empat prinsip manajemen penting, yaitu :
a.
pengembangan metode kerja terbaik
b.
pemilihan serta pengembangan pekerja-pekerja
c.
usaha menghubungkan metode kerja terbaik dengan pekerja yang terpilih dan terlatih
d.
adanya kerjasama antara manajer dan non manajer, kerjasama mana melalui pembagian
kerja, dan tanggung jawab manajer untuk merencanakan pekerjaan.
6. Henry Fayol.
Ia menekankan pada pandangannya tentang manajemen sebagai suatu hal yang terdiri dari fungsifungsi.
Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa Manajemen adalah suatu seni dan ilmu
perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari pada sumber daya
manusia untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu atau sebelumnya.
b. Unsur-unsur Manajemen
Unsur manajemen (tools of manajemen) tersebut terdapat 6 unsur, yaitu
1. Man (Tenaga Kerja Manusia)
2. Money (Uang yang diperlukan untuk mencapai tujuan)
3. Mathodes (Cara kerja atau sistem kerja yang digunakan untuk mencapai tujuan)
4. Materials (Bahan-bahan yang diperlukan)
5. Machines (Mesin-mesin yang diperlukan untuk mencapai tujuan)
6. Market (Pasar atau pemasaran sebagai tempat untuk memperjualbelikan hasil produksi)
c. Tingkatan Manajemen
Menurut tingkatannya manajemen dapat dibedakan menjadi 3 tingkatan yang dapat digambarkan
sebagai berikut :
1. Top Management (Manajemen Puncak)
2. Middle Management (Manajemen Menengah)
3. First Lina Management atau Lower Management (Manajemen
Bawah)

B. PRINSIP DAN FUNGSI MANAJEMEN


a. Prinsip Manajemen
Prinsip Manajemen adalah suatu dalil umum yang dapat disimpulkan dari proses menggerakkan orangorang dan menggerakkan fasilitas-fasilitas, yang berlaku sebagai dasar petunjuk bagi seseorang dalam
melakukan perbuatan-perbuatan atau menjalankan tindakannya untuk mencapai tujuan yang
dikehendaki
Satu-satunya yang membahas mengenai prinsip-prinsip manajemen adalah Henry Fayol terdapat 14
prinsip, diantaranya : Pembagian Kerja (Disition of Labour), Kekuasaan (wewenang) dan tanggung
jawab (Authority and Responsibility), Disiplin (Dicipline), Kesatuan perintah (unity of command),
Kesatuan Arah (Unity of Direction), Kepentingan individu harus berada di bawah kepentingan umum
( Subordinate of individual interest to general interest), Pembayaran upah yang adil (remuneration of
personal), Pemusatan (Sentralisation), Rantai Skala atau Scalar Chain (line of authority), Tata tertib
(order), Keadilan (equity), Stabilitas pegawai (Stability 0f tenure of personal), Inisiatif (initiative), dan
Jiwa kesatuan (Esprits de corps)
b. Fungsi-Fungsi Manajemen.
No

Nama Ahli

Judul Buku
General
And
Management

Fungsi-fungsi manajemen

1.

Henry Fayol

2.

Harold
Koontz
ODonnel

3.

George R Terry

Principle of Management

4.

Dr. Sondang P Siagian

Filsafat Administrasi

5.

Drs. The Liang Gie

Ilmu Administrasi

dan

Industrial

Principles of Management

1. Planning (perencanaan)
2. Organizing (Pengorganisasian)
3. Commanding (Pemberian Komando)
4. Coordinating (Pengkoordinasian)
5. Controlling (Pengawasan)
1. Planning (perencanaan)
2. Organizing (Pengorganisasian)
3. Staffing (Penempatan Tenaga kerja)
4. Directing (Pemberian pengarahan)
5. Controlling (Pengawasan)
1. Planning (perencanaan)
2. Organizing (Pengorganisasian)
3. Actuating (Penggerakan)
4. Controlling (Pengawasan)
1. Planning (perencanaan)
2. Organizing (Pengorganisasian)
3. Motivating (Pemberian motivasi)
4. Controlling (Pengawasan)
5. Evaluating (Penilaian)
1.
Perencanaan
2.
Pembuatan Keputusan
3.
Pembimbingan
4.
Pengkoordinasian
5.
Pengendalian

C. URAIAN SINGKAT TENTANG FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN.


Untuk lebih memberikan gambaran yang jelas tentang fungsi manajemen, di bawah ini diuraikan fungsi
manajemen menurut GR Terry yang terdiri dari : Perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan
pengawasan.
1. Planning (Perencanaan) adalah pemilihan fakta-fakta dan usaha menghubung-hubungkan antara
fakta yang satu dengan yang lain, kemudian membuat perkiraan dan peramalan tentang keadaan
dan perumusan tindakan untuk masa. yang akan datang yang sekiranya diperlukan untuk mencapai
hasil yang dikehendaki. Atau dengan kata lain Perencanaan adalah kegiatan yang berhubungan
dengan waktu untuk mencapai tujuan
Suatu rencana yang baik harus berpedoman pada 5 W dan 1 H, yaitu :
a. What, artinya tindakan apa yang hars dikerjakan.
b. Why, artinya apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan
c. Where, artinya dimanakah tindakan itu dilaksanakan
d. When, artinya kapan tindakan itu dilaksanakan
e. Who, artinya siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu
f. How, artinya bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu.
2. Organizing (Pengorganisasian) adalah mengalokasikan seluruh pekenjaan yang harus dilaksanakan
antara kelompok kerja dan menetapkan wewenang relatif serta tanggung jawab masing-masing
individu, yang bertanggung jawab atas setiap komponen kerja dan menyediakan lingkungan keria
yang tepat dan sesuai. Atau dengan kata lain Pengorganisasian adalah kegiatan yang
berhubungan dengan mengatur manusia atau karyawan atau pegawai.

Struktur Onganisasi
Dalam penyusunan struktur organisasi dikenal beberapa jenis hubungan, yaitu :
a. Struktur organisasi garis (line relation)
Merupakan struktur organisani yang paling sederhana dan yang paling tua. Dalam struktur
organisasi garis ini aliran tugas dan tanggungjawab terlihat dengan jelas dengan arah vertilkal,
artinya wewenang mengalir dari atas ke bawah, sedangkan tanggung jawab dari bawab ke atas.
b. Struktur organisasi fungsional atau staf (Staff relation)
Organisasi fungsional atau staf bermula diciptakan oleh FW Taylor, dimana segelintir pimpinan
tidak mempunyai bawahan yang jelas, sebab setiap atasan berwenang memberi komando
kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
c. Struktur organisasi Garis dan Staf
Pada bentuk organisasi garis dan staf, terdapat satu atau beberapa orang staf. Staf yaitu orang
yang ahli dalam bidang tertentu, yang tugasnya memberi nasehat dan saran dalam bidangnya
kepada pimpinan di dalam organisasi tersebut.
3. Actuating (Penggerakan) adalah menempatkan semua anggota dari pada kelompok agar kerja
secara sadar untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan dan
pola organisasi. Atau dengan kata lain Penggerakan artinya kegiatan yang berhubungan dengan
memotivasi atau memberi semangat kepada karyawan atau pegawai
4. Controlling (Pengawasan) adalah proses penentuan apa yang akan dicapai (standard), apa yang
sedang dihasilkan (pelaksanaan), menilai pelaksanaan dan bilamana perlu mengambil tindakan
korektif sehingga pelaksanaan dapat berjalan menurut rencana, yaitu sesuai dengan standard. Atau
dengan kata lain Pengawasan adalah kegiatan yang berhubungan dengan mengendalikan atau
mengawasi setiap pekerjaan serta melakukan tindakan koreksi.
D. BIDANG-BIDANG MANAJEMEN

a. Manajemen Produksi adalah pelaksanaan kegiatan-kegiatan manajerial seperti planning

b.
c.

d.
e.

E.

(perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), actuaiting (Penggerakan) dan Controlling


(Pengawasan), terhadap sistem-sistem produksi dengan tujuan agar produksi dapat berjalan
secara efektif dan efisien.
Manajemen Pemasaran(Marketing Management) adalah penerapan fungsi-fungsi manajemen
dalam kegiatan penciptaan dan penyerahan barang atau jasa kepada konsumen atau
masyarakat, agar dapat memperluas pasar bagi kemajuan suatu perusahaan ataupun industri.
Manajemen Personalia atau Manajomen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah seni dan ilmu
dalam perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan dalam hal pengadaan,
pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharaan terhadap sumber
daya manusia secara terpadu untuk mencapai tujuan organisasi.
Manajemen Keuangan adalah aktivitas dari pada fungsi manajemen untuk menyediakan segala
kebutuhan finansial yang berkaitan dengan operasional perusahaan dan organisasi.
Manajemen Admintstrasi/Akuntansi adalah cara mengajukan informasi mengenai administrasi
atau akuntansi sedemikian rupa sehingga dapat membantu manajemen dalam menentukan
garis-garis kebijaksanaan dan operasional sehari-hari dari pada suatu usaha.
BADAN USAHA.

a. Pengertian Badan Usaha.


Dari uraian di atas lebih lanjut pengertian badan usaha dengan perusahaan dapat
dikemukakan di bawah ini :
1. Badan Usaha adalah suatu kesatuan yuridis ekonomis yang medirikan usaha untuk mencari
keuntungan.
2. Perusahaan adalah suatu kesatuan teknis dan tempat proses untuk memproduksi barang
dan jasa secara efektif dan efisien.
b. Jenis Badan Usaha.
Ditinjau dari lapangan usahanya, badan usaha digolongkan menjadi lima jenis, yaitu :
1. Badan Usaha Ekstraktif adalah badan usaha yang kegiatannya mengambil hasil alam secara
langsung, sehingga menimbulkan manfaat tertentu. Contohnya pertambangan, perikanan
laut, penebangan kayu, pendulangan emas atau intan, dan sebagainya.
2. Badan Usaha Agraris adalah badan usaha yang kegiatannya mengolah alam sehingga dapat
memberikan manfaat yang lebih banyak. Contohnya Pertanian, perikanan darat,
peternakan, perkebunan dan sebagainya.
3. Badan Usaha Industri adalah badan usaha yang kegiataanya mengolah dari bahan mentah
menjadi barang jadi yang siap untuk dikonsumsi. Cantohnya : perusahaan tekstil,
meubelair, industri logam, kerajinan tangan, assembling dan sebagainya.
4. Badan Usaha Perdagangan adalah badan usaha yang kegiatannya menyalurkan barang dari
produsen kepada konsumen, atau kegiatan pertukaran atau jualbeli. Contoh grosir,
pedagang eceran, supermarket, perusahaan ekspor impor dan sebagainya.
5. Badan usaha Jasa adalah badan usaha yang kegiatannya bergerak dalam bidang pemberian
atau pelayanan Jasa tertentu kepada konsumen. Contoh : salon, dokter, bengkel, notaris,

ansuransi, bank, akuntan dan sebagainya.


Ditinjau dari pemilikan modal, dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang modalnya milik negara, yang
berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN bergerak disektor-sektor yang
menguasai hajat hidup orang banyak. Contoh : Perjan, Perum dan Persero.
2. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh
swasta, dapat berbentuk perseorangan maupun persekutuan. Contoh: Firma, Persekutuan
Komanditer, Perseroan Terbatas, Koperasi dan sebagainya.
3. Badan Usaha Campuran adalah badan usaha yang modalnya sebagian milik pemerintah dan
sebagian milik swasta. Contohnya PERSERO. Modal yang dimiliki oleh badan usaha ini
adalah 51% atau lebih dimiliki pemerintah dan paling banyak 49% dimiliki oleh swasta atau
investor. Contoh : PT Telkom, PT Garuda, PT BNI 1946, PT Jakarta LLoyd dan sebagainya.
c. Bentuk dan Fungsi Badan Usaha
Bentuk badan usaha menurut yuridis ekonomis atau menurut bentuk hukumnya dibedakan
menjadi 7 macam, yaitu :
1. Badan Usaha Perseorangan
Badan usaha perseorangan adalah suatu bentuk badan usaha yang hanya didirikan oleh
seorang, modalnya dart seorang dan ia sendiri yang memimpin dan bertanggung jawab atas
segala pekerjaan dengan tujuan untuk mendapat laba.
Kebaikan badan usaha perseorangan antara lain :
a) Organisasinya yang mudah (ease of organization), karena aktivitas relatif terbatas dan
perusahaan repatif kecil.
b) Kebebasan bergerak (freedom of action). Pemilik mempunyai kebebasan yang luas,
karena setiap keputusannya merupakan kata terakhir.
c) Keuntungan jatuh pada seorang (retention of all profits)
d) Pajaknya rendah (low tales)
e) Rahasia perusahaan lebih terjamin (secrecy), karena umunnya pengusaha sendiri yang
menjalankan tugas-tugas penting.
f) Ongkos organisasinya rendah (law organization cost).
g) Dapat mengambil keputusan dengan cepat, karena tanpa menunggu persetujuan orang
lain.
h) Keuntungan yang besar akan menambah dorongan dan semaagat bagi pimpinan
Keburukan badan usaha perseorangan :
a) Tanggung jawab pimpinam tidak terbatas (unlimited liability)
b) Besarnya modal terbatas (limitazian on capital)
c) Kelangsungan hidup atau kontinuitas tidak terjamin (lack of continuity)
d) Kecakapan pimpinan yang terbatas, karena bila pimpinan tidak cakap, maka akan
mengalami kemunduran
e) Kerugian akan ditanggung sendiri
2. Badan Usaha Firma
Firma adalah persekutuan dua orang atau lebih untuk mendirikan dan menjalankan suatu
perusahaan di bawah nama bersama, dan masing-masing sekutu atau anggota memiliki
tanggungjawab yang sama terhadap perusahaan. Tanggung jawab sekutu tidak terbatas
sehingga tidak ada pemisahan antara kekayaan perusahaan dengan kekayaan pribadi atau
prive. Apabila perusahaan menderita kerugian, maka seluruh kekayaan pribadinya dapat
dijaminkan untuk menutup kerugian firma.
Kebaikan Firma diantaranya :
a) Kebutuhan akan modal lebih mudah terpenuhi
b) Pengelolaan perusahaan dapat dibagi-bagi sesuai dengan keahlian masing-masing
sekutu
c) Setiap resiko dipikul bersama-sama sehingga dirasakan tidak terlalu berat
d) Keputusan yang diambil lebih baik karena berdasarkan pertimbangan lebih dari seorang
e) Kemampuan untuk mencari kredit lebih besar, karena lebih dipercaya pihak ketiga
(bank)
Sedangkan keburukan firma antara lain :
a) Terdapat kemungkinan timbulnya perselisihan patam diantara para pemilik atau pendiri
b) Keputusan yang diambil kurang cepat, karena harus menunggu musaywarah
c) Akibat tindakan seorang anggota, akan menyebabkan terlibatnya anggota yang lain
d) Perusahaan dikatakan bubar apabila salah seorang anggota mengundurkan diri atau
meninggal dunia.
3. Badan Usaha Persekutuan Komanditer
Persekutuan komanditer atau CV (Commanditaire Venootschaft) adalah Persekutuan dua
orang atau lebih untuk mendirikan usaha dimana satu atau beberapa orang sebagai sekutu
yang hanya menyerahkan modal dan sekutu lainnya yang menjalankan perusahaan. Jadi
dalam persekutuan komanditer dikenal dua sekutu, yaitu :
a. Sekutu aktif atau sekutu bekerja atua sekutu komplementer, yaitu sekutu yang berhak
memimpin perusahaan
b. Sekutu pasif atau sekutu tidak bekerja atau sekutu komanditer (sleeping partner) yaitu
sekutu yang hanya menyerahkan madalnya saja.
4. Badan Usaha Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan Terbatas (PT) adalah suatu persekutuan yang mamperoleh modal dengan
mengeluarkan sero atau saham, dimana tiap orang dapat memiliki satu atau lebih saham,
serta bertanggungjawab sebesar modal yang diserahkan.
Mendirikan PT harus dengan akta notaris dan harus ada ijin (persetujuan dari Menteri
Kehakiman dan PT tersebut harus diumumkan dalam berita negara (Lembaran Berita
Negara), sehingga PT berbentuk Badan Hukum
Dalam akte pendiriannya harus memuat :
a. Nama PT dan Tujuannya tidak bertentangan dengan kesusilaan dan ketertiban umum
b. Nama-nama pendiri PT serta alamatnya
c. Tempat kedudukan PT
d. Jumlah modal PT
e. Anggaran dasar PT
Modal yang disebutkan dalam anggaran dasar terdiri dari :
1. Modal Statuter yaitu modal yang tecantum dalam neraca PT
2. Modal yang ditempatkan yaitu sebanyak 20% dari modal statuter harus sudah terjual
3. Modal yang disetor yaitu modal yang harus disetor ke kas PT, minimal 10% dan modal
statuter.
Dalam PT ada tiga badan yang menentukan kelancaran jalannya kehidupan PT, yaitu :
a. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mempunyai. kekuasaan tertinggi dalam PT.
RUPS inilah yang berhak memilih dan mengangkat serta menetapkan gaji Direksi
maupun Dewan Komisaris.
b. Direksi (Direktur Utama) adalah seseorang yang memimpin dan bertanggungjawab atas
jalannya PT.
c. Dewan Komisaris adalah orang-orang yang dipilih para pesero (biasanya pesero yang
memiliki sero terbanyak). Tugas Komisaris adalah mengawasi dan memberikan nasihat
kepada Direksi.
Kebaikan Perseroan Terbatas, antara lain :
- Tanggung jawab pesero terbatas
- Kebutuhan akan pengembangan modal mudah dipenuhi
- Kontinuitas kehidupan PT lebih terjamin
- Lebih dipercaya pihak ketiga dalam hal kredit
- Efisiensi dibidang kepemimpinan
- Lebih mampu memperhatikan nasib buruh dan kanyawan.
Sedangkan keburukan Perseroan Terbatas antara lain :
- Perhatian pesero terhadap PT kurang
- Biaya dalam PT lebih besar (biaya pendirian, biaya organisasi. dan biaya pajak
perseroan)
- Memimpin PT lebih sulit dari pada perusahaan bentuk lain.
5. Badan Usaha Koperasi.
Sesuai dengan UU nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, Bab I Pasal 1, Koperasi
adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan
melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi
rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
6. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia no. 17 tahun 1967, maka Perusahaan
Negara digolongkan ke dalam tiga bentuk usaha Negara, yaitu :
a. Perusahaan Jawatan (PERJAN) atau Departemen Agency, adalah perusahaan negara
yang modalnya setiap tahun ditetapkan dalam APBN, bagi departemen yang
bersangkutan.
Ciri-ciri Perusahaan Jawatan antara lain :
- pengabdian/pelayanan kepada masyarakat (public service)
- sebagai suatu bagian dari departemen/dirjen/direktorat/ pemerintah daerah
- dipimpin oleh seorang Kepala.
- memperoleh fasilitas negara
- pegawainya pegawai negeri
- pengawasan dilakukan baik secara hirarki maupun secara fungsional seperti bagianbagian dari suatu Departemen/ Pemerintah Daerah
b. Perusahaan Umum (PERUM) atau Public Corporation, adalah perusahaan negara yang
modal seluruhnya milik negara (berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan).
Contob : Perum Husada Bakti, Perum Pegadaian, Perum Pelayaran dan sebagainya.
Ciri-ciri Perusahaan Umum antara lain :
- melayani kepentingan umum .
- umumnya bergerak dibidang jasa vital (public utility)
- dibenarkan memupuk keuntungan
- berstatus badan hukum
- mempunyai nama dam kekayaan sendiri serta kebebasan bergerak seperti

perusahaan swasta
- hubungan hukumnya diatus secara hubungan hukum pendata
- modal seluruhnya dimiliki oleh negara dan kekayaan negara yang dipisahkan
- dipimpin oleh seorang Direksi
- pegawainya adalah pegawai perusahaan negara
- laporan tahunan perusahaan, disampaikan kepada pemenintah
c. Perusahaan Perseroan (PERSERO) atau Public State Company, adalah perusahaan negara
yang modalnya terdiri dari saham-saham yang dimiliki oleh pemerintah (seluruh atau
sebagian besar), yang bergerak dibidang produksi dengan tujuan mencari laba.
Contoh : PT. Telkom., PT. Pos Indonesia, PT. Semen Gresik, PT. BRI, PT. Bank Mandiri
dan sebagainya.
Ciri-ciri Perusahaan Perseroan antana lain :
- memupuk keuntungan (profitability)
- sebagai badan hukum perdata (yang berbentuk PT)
- hubungan usahanya diatur menurut hukum perdata
- modal seluruhnya atau sebagian merupakan kekayaan negara yang dipisahkan
(dimungkinkan joint dengan swasta nasional/asing)
- tidak memiliki fasilitas-fasilitas negara
- dipimpin oleh seorang Direksi
- status pegawainya sebagai pegawai perusahaan swasta
- peranan pemerintah sebagai pemegang saham
7. Badan Usaha Perusahaan Daerah.
Perusahaan Daerah adalah perusahaan yang modalnya berasal dari kekayaan daerah yang
dipisahkan, baik yang didirikan oleh Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Kabupaten /
Kota. Perusahaan daerah bergerak di bidang usaha umum yang menguasai hajat hidup
orang banyak. Contoh : PDAM, PD Sari Petojo Solo, PD Pasar Jaya Jakarta dan sebagainya.
F.

PENGGABUNGAN BADAN USAHA.


Kambinasi badan usaha sering dibedakan menjedi dua jenis, yaitu:
a. Kombinasi vertikal adalah gabungan beberapa badan usaha yang bekerja pada tingkat yang
berbeda-beda dalam proses produksi suatu barang atau barang produksinya berurutan. Misalnya
: Untuk memproduksi kain, terdapat beberapa badan usaha seperti petani kapas, pengangkutan
kapas, pemintalan, pertenunan dan penyempurnaan kain.
b. Kombinasi Horisontal atau paralelisasi adalah gabungan dari beberapa badan usaha yang
bekerja dalam tingkat yang sama dalam proses produksi barang atau gabungan dan beberapa
badan usaha yang memproduksi atau menjual barang yang berlainan. Misalnya : penggabungan
antara pabrik sabun cuci dengan pabrik sabun mandi, antara pabrik sikat gigi dengan pabrik
pasta gigi, dan sebagainya.
Sedangkan bentuk kerjasama atau penggabungan badan usaha diantaranya adalah
a. Kartel adalah bentuk kerjasama antara beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang
usaha yang sama, dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan, memperkecil kondisi
persaingan dan menperluas atau menguasai pasar.
b. Trust adalah peleburan beberapa badan usaha menjadi sebuah perusahaan yang baru, sehingga
diperoleh kekuasaan.yang besar dan monopoli.
c. Holding Company adalah suatu PT yang besar yang menguasai sebagian besar sero atau saham
perusahaan lainnya, Secara yuridis badan usaha yang dikuasai tetap berdiri sendiri namun
diatur dan dijalankan sesuai dengan kebijakan PT yang menguasai
d. Concern
Sebenarnya consern sama halnya dengan Holding company yaitu memiliki sebagian besar
saham-saham dari beberapa badan usaha. Perbedaannya adalah bahwa holding company sering
berbentuk PT, sedangkan Concern sering dimiliki perseorangan, yaitu seorang hartawan yang
mempunyai modal yang amat besar.
e. Corner dan Ring adalah penggabungan beberapa badan usaha dengan tujuan mencari
keuntungan yang besan, dengan cara menguasai penawaran barang untuk memperoleh
monopoli dan menaikkan harga.
f. Syndikat adalah kerjasama sementara oleh beberapa badan usaha untuk menjual atau
mengerjakan suatu proses produksi.
g. Merger adalah penggabungan beberapa badan usaha dengan jalan meleburkan diri menjadi
satu perusahaan baru. Jadi merger identik dengan trust.
h. Joint Venture adalah penggabungan beberapa badan usaha untuk mendirikan satu bentuk usaha
bersama dengan modal bersama pula, dengan tujuan untuk menggali kekayaan alam dan
mendidik tenaga ahli untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
i. Production Sharing adalah kerjasama bagi hasil antara pihak-pihak tertentu.
j. Waralaba (Franchise) adalah Sistem usaha yang tidak memakai modal sendiri, artinya untuk
membuka usaha dengan menggunakan investor lain (Franchisor)

BAB XV
KOPERASI DAN KEWIRAUSAHAAN
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
6. Memahami manajemen badan usaha dalam perekonomian
nasional, pengelolaan koperasi dan kewirausahaan.

URAIAN
Pengetahuan Koperasi
Koperasi sekolah
Kewirausahaan

A. PENGEMBANGAN KOPERASI
a. Pengertian
Seperti telah dijelaskan di muka bahwa dalam UU nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, Bab I
Pasal 1, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi
dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi
rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.Dalam Bab III, Pasal 4, disebutkan fungsi dan peran
koperasi, antana lain:
a. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya
b. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan masyarakat dan manusia
c. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional
dengan koperasi sebagai sokogurunya
d. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha
bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi
Menurut Pasal 6 UU nornor 25 tahun 1992 Bab IV, disebutkan bahwa syarat pembentukan koperasi
antara lain:
a. Koperasi Primer dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) orang
b. Koperasi Sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) koperasi.
Persyaratan tersebut dimaksudkan untuk menjaga kelayakan usaha dan kehidupan koperasi.. Orangorang pembentuk koperasi adalah mereka yang memenuhi persyaratan keanggotaan dan mempunyai
kepentingan ekonomi yang sama.
Dengan keanggotaan koperasi yang terdiri dari orang seorang dan badan hukum koperasi, maka
terdapat empat tingkatan dalam organisasi koperasi, yaitu :
1. Koperasi Primer adalah koperasi yang beranggotakan mininal 20 orang dan daerah kerjanya berada
pada tingkat kecamatan atau tingkat Desa.
2. Koperasi Pusat adalah koperasi yang anggotanya minimal 5 koperasi primer dan daerah kerjanya
tingkat Kabupaten atau Kotamadya
3. Koperasi Gabungan adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat dan daerah kerjanya
berada pada tingkat Propinsi atau daerah yang dipersemakan.
4. Koperasi Induk adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 Koperasi Gabungan dan daerah kerjanya
berada pada tingkat nasional.
b. Prinsip Koperasi
a.
Koperasi melaksanakan Prinsip Koperasi sebagai berikut :
1)
Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2)
Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
3)
Pembagian SHU dilakukan secara adil sebagnding dengan besarnya jasa usaha
masing-masing anggota
4)
Pemberian balas jasa yang terbnatas terhadap modal
5)
Kemandirian.
b.
Dalam mengembangkan Koperasi, maka koperasi melaksnakan pula Prinsip Koperasi
sebagaia berikut.
- Pendidikan Koperasi
- Kerjasama antar Koperasi
c.

Pengelolaan Koperasi.
Pengelolaan koperasi sebaiknya berpedoman pada tiga sehat, yakni sehat organisasi, sehat usaha dan
sehat mental. Dalam Bab VI Pasal 21 sampai dengan pasal 40 tentang Perangkat Organisasi menurut UU
nomor 25 tahun 1992, disebutkan bahwa Perangkat organisasi koperasi terdiri dari :
1. Rapat anggota.
Rapat anggota merupakan pemegang kekuassan tertinggi dalam Koperasi. Rapat anggota
menetapkan :
a) Anggaran dasar
b) Kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi
c) Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian Pengurus dan Pengawas
d) Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi, serta pengesahan laporan
keuangan
e) Pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya
f) Pembagian sisa hasil usaha
g) Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi

2. Pengurus.
Menurut Pasal 30 UU nomor 25 tahun 1992 tentang Pengurus, disebutkan bahwa :
a) Pengurus bertugas :
- mengelola koperasi dan usahanya
- mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggsuran pendapatan dan
belanja koperasi
- menyelenggarakan Rapat Anggota
- mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas
- menyelenggarakan pembukuan keuangan dn inventaris secara tertib
- memelihara daftar buku anggota dan pengurus
b) Pengurus berwenang
- mewakili Koperasi di dalam dan di luar pengadilan
- memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai
dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar
- melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan Koperasi sesuai dengan
tanggung jawabnya dan Keputusan Rapat Anggota
3. Pengawas
Dalam pasal 39 UU nomor 25 tahun 1992 tentang Pengawas, ditetapkan sebagai berikut :
a) Pengawas bertugas
- melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi
- membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya
b) Pengawas berwenang
- meneliti catatan yang ada pada Koperasi
- mendapatkan segala keterangan yang diperlukan
c) Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga.
d. Organisasi dan Pengelolaan KUD.
Koperasi Unit Desa (KUD) adalah organisasi ekonomi rakyat di pedesaen yang pembentukannya
dilakukan oleh seluruh warga masyarakat desa tersebut dan wilayahnya meliputi satu kecamatan.
Pembentukan KUD terdasarkan Inpres nomor 4 tahun 1973, dengan tujuan :
1. menjamin terlaksanakanya program peningkatan produksi pertanian, khususnya produksi pangan
2. memberikan kepastian pada masyarakat desa, bahwa mereka tidak hanya bertanggung jawab atas
peningkatan produksi saja, tetapi juga secara nyata dapat memetik dan menikmati hasilnya guna
meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraanya.
B.

PENGEMBANGAN KOPERASI SEKOLAH


1. PENTINGNYA KOPERASI SEKOLAH
Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya murid/siswa pendidikan dasar, pendidikan
menengah, dan sekolah-sekolah tempat pendidikan yang setaraf dengan itu. Dengan kata lain
Koperasi sekolah adalah Koperasi siswa. Menurut peraturan yang berlaku anggota koperasi harus
orang yang sudah dewasa, akan tetapi koperasi sekolah ternyata anggota-anggotanya belum
dewasa. Oleh karena itu koperasi sekolah dimaksudkan untuk melatih siswa dalam melakukan
kegiatan ekonomi yang telah diijinkan dari pemerintah.
2. RUANG LINGKUP DAN LANDASAN HUKUM KOPERASI SEKOLAH
Ruang lingkup pembinaan koperasi sekolah meliputi beberapa hal, diantaranya :
a. peningkatan kesadaran berkoperasi serta langkah-langkah pembinaan dan penyuluhan untuk
mengembangkan koperasi sekolah.
b. Pembinaan fasilitas seperti ruang pemupukan modal, penyediaan kredit dengan syarat
memadai untuk pengadaan sarana, bantuan tenaga manajemen atau pengelolaan dan lain-lain
c. Peningkatan ketrampilan siswa dalam mengelola koperasi melalui latihan-latihan yang praktis,
misalnya Praktik Kerja Nyata yang berkaitan dengan pengorganisasian, yang nantinya
diharapkan dapat menjadi kader koperasi di masyarakat.
Sedangkan landasan hukum berdirinya koperasi sekolah yaitu :
a.
Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi
No.
638/AKPTS/Men/1974 tentang ketentuan pokok mengenai Koperasi Sekolah
b.
Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0158/P/1984
dan Menteri Koperasi nomor 51/M/KPTS/III/1984, tertanggal 22 Maret 1984
c.
Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5/U/1984, tentang Pendidikan
Perkoperasian
d.
UU No 25 tahun 1992 tentang Perkoprasian
3. CARA-CARA MENDIRIKAN KOPERASI SEKOLAH
Dalam rangka pendirian koperasi sekolah yang semula belum ada, perlu diketahui langkah-langkah
untuk mendirikannya dan hal-hal yang menyangkut pendirian koperasi sekolah tersebut.
Langkah-langkah atau Prosedur pembentukan koperasi sekolah, sebagai berikut :
1.
Tahap persiapan
2.
Tahap pembentukan
3.
Tahap Pengesahan

Apabila telah memenuhi syarat meka selambat-lambatnya dalam waktu 3 bulan dari tanggal
pengajuan itu, akan diterima surat pengakuan atau surat keputusan pengesahan dan akta
pendirian koperasi sekolah dari Kantor Dinas Koperasi
4.
KEGIATAN USAHA KOPERASI SEKOLAH
1.
Unit usaha pertokoan, meliputi pengadaan buku pelajaran, alat ttulis, seragam
sekolah, serta barang lain yang diperlukan siswa
2.
Unit usaha simpan pinjam, yang bertujuan untuk melayani penabungan dan
pinjaman uang guna meringankan para siswa dan juga untuk menumbuhkan kegemaran
menabung bagi siswa
3.
Unit usaha Cafetaria (warung) sekolah, dimaksudkan untuk menampung siswa agar
tidak keluar dari lingkup sekolahan.
4.
Unit usaha jasa lainnya, disesuaikan dengan perkembangan pertumbuhan kegiatan
ekonomi masyarakat, seperti foto copy, wartel, Warnet, menerima percetakan, Travel bus,
bursa buku, penjahitan pakaian seragam siswa, pengetikan dan penjilidan (Rental),
pengoperasian gedung serba guna dan sebagainya.
5.
MANFAAT KOPERASI SEKOLAH.
Sebagaimana tujuan koperasi yaitu untuk kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat
pada umumnya, maka Koperasi sekolah sangat bermanfaat bagi anggotanya, antara alain :
1.
Dapat menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah
2.
Dapat mendidik siswa untuk mandiri atau mampu mengurus dirinya sendiri
3.
Dapat berlatih menjadi wiraswastawan di bidang perkoperasian
4.
Membimbing para siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dalam menyelanggarakan
koperasi sekolah
5.
Dapat menanamkan disiplin, rasa tanggung jawab, setia kawan, dan gotong royong.
C. PEMBAGIAN SISA HASIL USAHA
1. Pengertian dan cara menghitung pembangian SHU
Pendapatan koperasi selama satu tahun buku setelah dikurangi biaya-biaya disebut Sisa Hasil Usaha
(SHU) Sisa Hasil Usaha Koperasi dibagi sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang dan anggaran
dasar koperasi. Berdasarkan Pasal 45 UU Nomor 25 tahun 1992 tentang SHU, maka SHU yang
diperoleh koperasi dibagi sesuai dengan Anggaran Dasar Koperasi, yaitu :
SHU DARI ANGGOTA
1 Daba cadangan
Anggota sebanding dengan jasa dan
2
usaha
3 Dana Pengurus
4 Dana pegawai / karyawan
5 Dana Pendidikan Koperasi
6 Dana Sosial
7 Dana Pembanguan Daerah kerja

SHU DARI BUKAN ANGGOTA


1 Dana Cadangan
2 Dana Pengurus
3
4
5
6

Dana
Dana
Dana
Dana

Pegawai / Karyawan
Pendidikan Koperasi
Sosial
Pembangunan Daerah kerja

Contoh :
Pada tahun 2006 koperasi TERBIT Solo memperoleh laba bersih Rp.17.500.000,00
Jumlah tersebut diperoleh dari :
Anggota
Rp.15.000.000,00
Bukan anggota
Rp. 2.500.000,00
Rp.17.500.000,00
Dalam anggaran dasar koperasi ditetapkan tentang pembagian sisa hasil usaha seperti berikut :
Sisa Hasil Usaha dibagi untuk
1. Bagian anggota :
1.1. Jasa Modal
1.2. Jasa penjualan
1.3. Jasa pembelian
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Cadangan koperasi
Dana pengurus
Dana pendidikan
Dana pengembangan Daerah bekerja
Dana pegawai / karyawan
Dana sosial

Sisa Hasil Usaha dari


Anggota

Bukan Anggota

25%
15%
10%+
50%
20%
10%
5%
5%
5%
5%
100%

50%
15%
10%
10%
10%
5%
100%

Berdasarkan data atau keterangan di atas saudara diminta : menyusun pembagian Sisa Hasil Usaha

Jawab :
Pembagian Sisa Hasil Usaha Koperasi
Sisa Hasil Usaha dibagi untuk
1. Bagian anggota :
1.1. Jasa Modal
1.2. Jasa penjualan
1.3. Jasa pembelian
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Cadangan koperasi
Dana pengurus
Dana pendidikan
Dana pembangunan Daerah kerja
Dana pegawai / karyawan
Dana sosial

Sisa Hasil Usaha dari


Anggota
Rp. 3.750.000,00
Rp. 2.250.000,00
Rp. 1.500.000,00
Rp. 7.500.000,00
Rp. 3.000.000,00
Rp. 1.500.000,00
Rp.
750.000,00
Rp.
750.000,00
Rp.
750.000,00
Rp.
750.000,00
Rp.15.000.000,00

Bukan Anggota

Rp.1.250.000,00
Rp. 375.000,00
Rp. 250.000,00
Rp. 250.000,00
Rp. 250.000,00
Rp. 125.000,00
Rp.2.500.000,00

Total
Rp. 3.750.000,00
Rp. 2.250.000,00
Rp. 1.500.000,00
Rp. 7.500.000,00
Rp. 4.250.000,00
Rp. 1.875.000,00
Rp. 1.000.000,00
Rp. 1.000.000,00
Rp. 1.000.000,00
Rp.
875.000,00
Rp.17.500.000,00

2. Jasa Modal dan Jasa Anggota


a. Jasa Modal atau Jasa Simpanan
Yaitu jumlah bagian Sisa Hasil Usaha yang diterima anggota imbalan modalnya dalam koperasi
Perhitungannya :

Bagian anggota =

Simpanan anggota ybs


x Jasa
Total simpanan anggota

modal

Contoh :
Anis adalah seorang anggota koperasi, modal Anis berupa : Simpanan pokok Rp.100.000,00,
Simpanan wajib Rp.150.000,00 dan Simpanan sukarela Rp.150.000,00
Apabila jumlah simpanan anggota Rp.400.000,00, hitunglah bagian jasa modal yang diterima Anis !
Jawab :
Rp. 250.000,00
Bagian anggota =
x Rp.3.750.000,00
Rp. 4.000.000,00
= Rp.234.375,00
b. Jasa pembelian
Yaitu bagian SHU yang diterima anggota karena koperasi membeli barang atau jasa dari anggotanya

Bagian anggota =

Pembelian dari anggota ybs


x Jasa
Total pembelian dari anggota

pembelian
Contoh :
Anis anggota koperasi mejual barang kepada koperasi sebesar Rp.500.000,00 total penjualan
anggota kepada koperasi Rp.5.000.000,00 dan jasa pembelian sebesar Rp.1.500.000,00. Hitunglah
bagian yang diterima Anis !
Jawab :
Rp. 500.000,00
Bagian anggota =
x Rp.1.500.000,00
Rp. 5.000.000,00
= Rp150.000,00

c. Jasa penjualan atau Jasa Anggota


Yaitu bagian SHU yang diterima anggota karena jasanya membeli dari koperasi sehingga koperasi
itu memperoleh laba

Bagian anggota =

Penjualan kepada anggota ybs


x Jasa penjualan
Total penjualan kepada anggota

Contoh :
Anggota koperasi yaitu Anis membeli dari koperasi Rp.1.000.000,00 dan total pembelian anggota
dari koperasi Rp.10.000.000,00 serta jasa penjualan sebesar Rp.2.250.000,00. Hitunglah bagian
jasa penjualan yang diterima Anis !
Jawab :

Rp. 1.000.000,00
x Rp.2.250.000,00
Rp. 10.000.000,00
= Rp.225.000,00
Jadi seorang angota koperasi akan memperoleh pembagian SHU sebagai berikut :
Bagian anggota =

1. Memperoleh jasa simpanan atau jasa modal


2. Memperoleh jasa simpanan atau jasa modal, dan jasa pembelian
3. Memperoleh jasa simpanan atau jasa modal, jasa pembelian, dan jasa penjualan
D.

KEWIRAUSAHAAN.
a. Pengertian wirausaha dan manfaat Wirausaha.
Kewirausahaan berasal dari kata wira yang berarti berani, utama, teladan, berbudi luhur. Dan
usaha yang berarti upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jadi wirausaha dapat
diartikan suatu keberanian untuk berupaya memenuhi kebutuhannya.
Dengan demikian definisi Kewirausahaan dapat dikemukakan sebagai suatu keberanian untuk
melakukan upaya-upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar
kemampuan dan keberanian yang dimilikinya dengan cara memanfaatkan segala potensi untuk
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupun bagi orang lain.
b. Peranan Wirausaha Dalam Perekonomian Nasional
Menurut J Schumpeter menekankan pentingnya peranan wirausahawan dalam kegiatan ekonomi
suatu negara, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena para pengusaha
merupakan golongan yang akan terus menerus membuat perbaharuan atau inovasi dalam kegiatan
ekonomi. Inovasi tersebut meliputi memperkenalkan barang-barang baru, mempertinggikan
efisiensi dalam memproduksi suatu barang, memperluas pasar suatu barang ke pasaran-pasaran
yang baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru, dan mengadakan perubahanperubahan dalam organisasi dengan tujuan mempertinggi efisiensi.
c. Ciri-ciri wirausaha.
1. Mempunyai keberanian untuk mengambil resiko dalam menjalankan usahanya, untuk mengejar
keuntungan yang merupakan imbalan dari karyanya
2. Mempunyai daya kreasi, imajinasi dan kemampuan yang sangat tinggi untuk menyesuaikan diri
dengan kaadaan.
3. Mempunyai semangat dan kemauan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi
4. Selalu mengutamakan efisiensi dan penghematan biaya
5. Mempunyai kemampuan untuk menarik bawahan dan partner usaha yang mempunyai
kemampuan tinggi
6. Mempunysi cara analisis yang tepat, sistematis dan metodologis
7. Tidak konsumtif, selalu menanamkan kembali keuntungan yang diperoleh, baik untuk
memperluan usaha yang sudah ada atau menanamkannya pada usaha-usaha yang baru
8. Mempunyai kemampuan yang tinggi dalam menilai kesempatan yang ada, dalam membawa
teknik-teknik baru dalam mengorganiseasi usaha-usahanya secara efektif dan efisien.
Sedangkan Menurut pendapat Bygrave, ciri-ciri atau karakteristik wirausahawan dikenal dengan
istilah 10 D, diantaranya : Dream (Visi ke depan), Decisiveness (Keputusan dengan cepat), Doers
(Melaksanakan keputusan), Determination (Penentuan / Kebulatan tekad), Dedication
(Pengabdian), Devotion (Mencintai pekerjaan), Details (Dapat memerinci), Destiny (Bertanggung
jawab atas nasib usahanya), Dollars (Kekayaan) dan Distribute (Membagi-bagi)
d. Sektor-sektor/bidang usaha yang bisa dimasuki.
1. Sektor ekonomi Formal adalah kegiatan-kegiatan usaha yang dikelola sedemikian rupa,
sehingga kegiatannya bersifat tetap atau menjadi tumpukan harapan pengelola
2. Sektor Ekonomi Informal adalah kegiatan-kegiatan usaha yang bersifat sampingan dan biasanya
tidak berbentuk perusahaan serta biasanya berbentuk home industri (industri rumah tangga)
e. Konsep Wirausahawan profesional.
Seorang wirausahawan harus dapat menekuni setiap usahanya secara profesional, sehingga usaha
yang didirikan dapat berkembang dengan baik dan dapat menguntungkan semua pihak. Dan seorang
wirausahawan haruslah mampu melihat ke depan, melihat ke depan bukanlah melamun kosong,
tetapi melihat, berfikir dengan penuh perhitungan mencari pilihan berbagai alternatif masalah dan
pemecahannya. Untuk itu diperlukan sorang wirausahawan yang handal dan profesional,
diantaranya memiliki konsep sebagai berikut :
a. Mengenal sangat dalam terhadap produknya
f. Ramah dalam pelayanan
b. Yakin dan percaya terhadap produknya
g. Santun dalam penampilan
c. Tidak berdebat dengan calon pelanggan
h. Menciptakan transaksi
d. Memiliki jiwa antusias
i. Memenuhi kebutuhan pelanggan
e. Komunikatif dalam negosiasi
j. Jujur, berani dan mempunyai keberanian
Wirausahawan yang baik tidak membiarkan dirinya direncanakan oleh pihak lain, melainkan
merencanakan pengembangan dirinya sendiri.

BAB XVI
METODE KUANTITATIF
STANDAR KOMPETENSI
5.

Analisa laporan
keuangan

6.

Metode

KOMPETENSI DASAR
Menganalisis laporan keuangan (likuiditas, solvabilitas dan
rentabilitas
Menerapkan metode kuantitatif (bunga tunggal, bunga
majemuk, bunga wesel, anuitas dan penyusutan)

kuantitatif
A. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
1. RASIO PENGUKURAN LIKUIDITAS
1.
Current Ratio

Harta Lancar
Current Ratio = --------------------- x 100%
Utang Lancar
2.

Quick Ratio (Acid Test Ratio)

Harta Lancar Persediaan


Quick Ratio = -------------------------------------- x 100%
Utang Lancar
3.

Cash Ratio atau Intermediate Solvency

Kas + Efek-efek
Cash Ratio = ------------------------ x 100%
Utang Lancar
4.

Tingkat perputaran Piutang

Total penjualan kredit


Tingkat Perputaran Piutang = ------------------------------- x 100%
Rata-rata Piutang
Sedangkan untuk mencari rata rata piutang dirumuskan :

Saldo Piutang awal + Saldo Piutang akhir


Rata rata Piutang = ---------------------------------------------------2 (dua)
5. Tingkat Peprutaran Persediaan

Harga pokok barang yang dijual


Tingkat Perputaran Persediaan = --------------------------------------------- x 100%
Rata-rata nilai persediaan
Sedangkan untuk mencari rata rata persediaan dirumuskan :

Persediaan awal + Persediaan akhir


Rata

rata
Persediaan
=
-----------------------------------------------2 (dua)
6.

Perputaran Modal Kerja

Total Penjualan
Perputaran Modal kerja = ---------------------------------------Jumlah Modal Kerja rata-rata
Jumlah Modal kerja rata-rata = Aktiva lancar Utang lancar

2. RASIO PENGUKURAN SOLVABILITAS


1. Rasio Modal Sendiri dengan Total Aktiva

Modal Sendiri
Rasio Modal Sendiri = --------------------- x 100%
Total Aktiva
2. Rasio Modal Sendiri dengan Aktiva Tetap

Modal Sendiri
Rasio Modal Sendiri = -------------------------- x 100%
Total Aktiva tetap
3. Rasio Aktiva Tetap dengan Utang Jangka Panjang

Total Aktiva Tetap


Rasio Aktiva tetap = --------------------------------------- x 100%
Total Utang Jangka Panjang
4. Rasio Utang jangka panjang dengan modal sendiri.

Utang jangka panjang


Rasio Utang jangka panjang dengan Modal Sendiri = ------------------------------ x 100%
Modal Sendiri
5. Rasio Utang dengan modal sendiri.

Utang lancar + Utang jangka panjang


Rasio Utang dengan Modal Sendiri = ---------------------------------------------------- x 100%
Modal Sendiri
3. RASIO PENGUKURAN RENTABILITAS
1. Rasio Operating Income dengan Operating Assets

Income
Rasio Operating Income = ---------------------------------------Rata-rata Operating assets
Operating assets awal + Operating assets akhir
Rata-rata Operating Assets = --------------------------------------------------------------2 (dua)
2. Turn Over dari Operating Assets

Jumlah Aktiva
Turn Over Operating Income = --------------------------------Total Penjualan
3. Return On Investment (ROI)

Return On Investment = Operating assets turnover x Profit Margin


ATAU

Penjualan
Laba Usaha
Return On Ivestment = ---------------------------- x ----------------------Operating assets
Penjualan
4. RASIO LAIN-LAIN
1.
Gross Profit Margin

Penjualan Harga Pokok Penjualan


Gross Profit Margin = ------------------------------------------------ x 100%
Penjualan bersih

ATAU

Laba Kotor
Gross Profit Margin = ----------------------- x 100%
Penjualan bersih
2.

Net Margin Ratio

Laba bersih
Net Margin Ratio = ----------------------- x 100%
Penjualan bersih
3.

Operating Ratio

Harga Pokok Penjualan + Biaya Operasi


Operating Ratio = -------------------------------------------------------Penjualan bersih
B. METODE KUANTITATIF
1.

Bunga Tunggal
Bunga adalah balas jasa dari pinjaman atau simpanan yang dibayarkan pada akhir suatu jangka
waktu yang telah ditentukan atas penggunaan modal (pinaman). Bunga Tunggal dapat
diperhitungkan secara harian, bulanan ataupun tahunan atau dirumuskan sebagai berikut :
a. Bunga setelah t tahun (bunga tahunan)

B = M. b. t
b. Bunga setelah t bulan (Bunga bulanan)

B = M. b.

Keterangan :
B : Besarnya bunga
M : Pokok pinjaman (Modal awal)
b : Persen bunga (suku bunga)
t : Jangka waktu (lama pembungaan)

t
12

c. Bungan setelah t hari (bunga harian)

B = M. b.
t
360
Sedangkan Nilai Akhir (NA) dari suatu modal atau pinjaman setelah bunga tunggal adalah :

NA = M + B

Atau

NA = M (1 + bt)

Contoh :
Tuan Ari Gunawan mendepositokan uang sebesar Rp 30.000.000,00 ke bank atas dasar bunga
tunggal 12 % setahun. Hitunglah besarnya uang Tuan Ari Gunawan setelah dideposito selama 2
tahun :
Jawab :
B = M. b. t.
B = Rp. 30.000.000,00 x 12 % x 2
B = Rp. 7.200.000,00
Uang Tuan Ari Gunawan setelah 2 tahun (NA)
=M+B
= Rp. 30.000.000,00 + Rp. 7.200.000,00
= Rp. 37.200.000,00
Atau dengan menggunakan rumus perhitungan nilai akhir (NA)
NA = M ( 1 + bt )
NA = Rp. 30.000.000,00 ( 1 + 12 %. 2)
= Rp. 30.000.000,00 ( 1 + 0,24)
= Rp. 30.000.000,00 (1,24)
= Rp. 37.200.000,00

2.

Bunga Majemuk
a. Pengertian Bunga Majemuk
Bunga Majemuk adalah bunga yang diperhitungkan atas modal dan bunga tersebut ditambahkan
pada modal awal untuk dibungakan lagi pada periode berikutnya, sehingga besarnya bunga pada
setiap periode berikutnya berbeda.
Rumus untuk menghitung Nilai Akhir Modal dengan Bunga Majemuk :

Mn = M ( 1 + i ) n

Keterangan :
Mn : Modal setelah n periode atau Nilai akhir modal
M : Modal awal atau Pokok pinjaman
i : Suku bunga
n : Jangka waktu atau masa bunga.

Contoh :
Uang sebesar Rp. 4.000.000,00 disimpan di bank dengan suku bunga majemuk 12 % pertahun.
Hitunglah Nilai Akhir modal atau yang setelah 6 tahun !
Mn = M ( 1 + I ) n
M5 = Rp. 4.000.000,00 (1 + 0,12)6
= Rp. 4.000.000,00 x 1,126
= Rp. 4.000.000,00 x 1, 973822685
= Rp. 7.895.290,74
b. Perhitungan Nilai Akhir Modal dengan masa Bunga Pecahan.
Untuk menghitung nilai akhir modal dengan masa bunga pecahan digunakan langkah sebagai
berikut :
a. Hitung terlebih dahulu Nilai Akhir dari modal berdasarkan masa bunga majemuk yang terdekat.
b. Sisa masa bunga yang belum dihitung digunakan untuk menghitung bunga berdasarkan bunga
tunggal dari nilai akhir pada a.
Atau dapat digunakan rumus bunga pecahan sebagai berikut :
Jika periode bunga tahunan adalah n, dan periode bunga bulanan adalah m, maka rumus Nilai Akhir
modal dengan masa bunga pecahan adalah :

Mn + m = M (1 + i) n. (1 +

m
.i )
12

Contoh :
Modal sebesar Rp. 5.000.000,00 dibungakan dengan bunga majemuk 9 % setahun. Hitunglah Nilai
Akhir modal jika dibungakan selama 4 tahun 4 bulan !
Jawab :
M4 + 4

= Rp. 5.000.000,00 (1 + 0,09)4. (1 +


= Rp.
= Rp.
= Rp.
= Rp.

3.

4
.0,09)
12

5.000.000,00 (1,09)4. (1 + 0,03)


5.000.000,00 (1,41158161).(1,03)
7.057.908,05 x 1,03
7.269.645,29

Bunga Wesel
Wesel (Notes) adalah surat perintah dari pihak yang meminjamkan kreditur kepada pihak yang
eminjam (debitur) untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu kepada orang
yang namanya disebutkan dalam surat itu. Sedangkan promes adalah surat kesanggupan dari pihak
yang meminjam (debitur) kepada pihak yang meinjamkan (kreditur) untuk membayar sejumlah
uang kepada orang yang namanya disebutkan dalam surat itu.
Jika dalam suatu perusahaan terjadi penarikan wesel atas depitur atau penerimaan promes, maka
akan menimmbulkan Piutang Wesel (Wesel Tagih). Dan jika suatu perusahaan mengaksep wesel
(menyetujui) atau menyerahkan promes, maka akan timbul Utang Wesel ( wesel bayar ) sebelum
tanggal jatuh temponya.
Apabila wesel atau promes sebelum tanggal jatuh temponya didiskontokan atau dijual kepada Bank
atau pihak lain, maka dalam pendiskontoan wesel tersebut akan memperhitungkan besarnya
Diskonto wesel
Ketentuan dalam menghitung Diskonto dan Nilai Tunai wesel adalah :
a. Banyaknya hari dalam tiap bulan dihitung menurut hari sesungguhnya.
b. Satu tahun ditetapkan 360 hari
c. Hari diskonto atau hari bunga dihitung mulai dari tanggal pendiskontoan sampai dengan tanggal
jatuh tempo.
d. Nilai tunai wesel dihitung dari Nilai wesel saat jatuh tempo dikurangi dengan diskonto.
e. Bunga atau diskonto wesel dihitung dengan rumus :
Untuk bunga harian :
Untuk bunga bulanan :

Bunga / Diskonto =
MxLxP
360 x100

Bunga/Diskonto =

MxLxP
12 x100

Keterangan :
M
: Modal awal (Nominal wesel)
L
: Lama pembuangan (hari bunga)
P
: Persen bunga.
Contoh (Wesel berbunga)
Pada tanggal 10 Juli 2007 Wesel PD PUSAKA, Solo dengan nominal sebesar Rp 6.000.000,00,
bunga 15% setahun atas nama UD SEJATI, Semarang untuk jangka waktu 120 hari. Pada
tanggal 9 Agustus 2007 wesel tersebut didiskontokan ke bank dengan diskonto 9 %.
Diminta
:
a. Hitunglah hari diskontonya
b. Hitunglah nilai wesel saat jatuh tempo yang harus dibayar oleh UD SEJATI, Semarang
c. Hitunglah nilai tunai wesel yang diterima PD PUSAKA pada saat pendiskontoan wesel.
d. Tentukan tanggal jatuh tempo wesel tersebut.
e. Jurnalnya
Jawab :
a. Hari diskonto wesel = 120 hari (10 Juli s.d 9 Agustus)
= 120 hari 30 hari
= 90 hari
b. Nilai wesel saat jatuh tempo
Nominal wesel
Rp6.000.000,00
Bunga selama 120 hari :

6.000.000 x 120 x 15
360 x 100

= Rp 300.000,00 +

Nilai wesel saat jatuh tempo

Rp6.300.000,00
===============

c. Nilau tunai wesel saat pendiskontoan


Nilai wesel saat jatuh tempo
Rp. 6.300.000,00
Diskonto selama 90 hari :

6.300.000 x 90 x 9
360 x 100

= Rp 141.750,00 -

Nilai tunai wesel (uang yang diterima) Rp. 6.158.250,00


==============
d. Menentukan tanggal jatuh tempo
Tanggal wesel 10 Juli 2007 ditambah 12 hari
Bulan Juli : 31 10
= 21
Agustus
= 31
September
= 30
Oktober
= 31
Nopember
=7 +
120 Hari
Jadi tanggal jatuh temponya adalah 7 Nopember 2007
e. Jurnalnya
UD SEJATI

PD PUSAKA

Jurnal tanggal 10 Juli 2007


Utang dagang
Rp 6.000.000,00
Utang wesel
Rp 6.000.000,00
Jurnal tanggal 9 Agustus 2007
-

Jurnal tangal 10 Juli 2007


Piutang wesel
Rp 6.000.000,00
Piutang dagang
Rp 6.000.000,00
Jurnal tanggal 9 Agustus 2007
Kas
Rp 6.158.250,00
Pendapatan bunga
Rp 158.250,00
WeselyangdidiskontokanRp 6.000.000,00
Jurnal tanggal 7 Nopember 2007
Wesel yg didiskontokan Rp 6.000.000,00
Piutang wesel
Rp 6.000.000,00

Jurnal tanggal 7 Nopember 2007


Utang wesel
Rp 6.000.000,00
Beban bunga
Rp 300.000,00
Kas
Rp 6.300.000,00

BANK
Jurnal tanggal 10 Juli 2007
Jurnal tanggal 9 Agustus 2007
Piutag wesel Rp 6.000.000,00
Beban bunga Rp 158.250,00
Kas
Rp 6.158.250,00
Jurnal tanggal 7 Nopember 2007
Kas
Rp 6.300.000,00
Piutang wesel
Rp 6.000.000,00
Pendapat bunga Rp 300.000,00

4.
Anuitas
1. Pengertian Angsuran dan Anuitas
Jika suatu pinjaman atau modal yang dilunasi dengan angsuran yang besarnya tetap dalam satu
periode tertentu, maka angsuran disebut dengan anuitas Setiap anuitas terdiri atas pembayaran
bungan yang dihitung atas dasar bunga majemuk dan angsuran pinjaman. Bagian yang dipakai
untuk mengangsur pinjaman disebut angsuran
2. Menghitung Besarnya Anuitas
A = besarnya anuitas
Rumus :

Contoh :

(1 i) n
A iM
(1 i) n 1

M = pinjaman
i = b = persen bunga
n = banyaknya anuitas

Pinjamam sebesar Rp. 2.400.000,00 dilunasi dengan cara anuitas tahunan selama 5 tahun dengan
bunga 10% per tahun. Hitunglah besarnya anuitas !
Jawab :

(1 0,1)5
(1 0,1)5 1
1,61051
A = 240.000
161051
A = 0,1 x 2.400.000

A = Rp. 633.133,95

3. Membuat Tabel Rencana Angsuran


Berdasarkan contoh di atas dapat disusun tabel rencana angsuran sebagai berikut :
Anuitas (A) = Rp. 633.113,95
Tahun

Utang awal (M)

Sisa utang = M-a

Bunga (b)
b= 10 % x M

Angsuran (a) a = A-b

Rp.

2.400.000,00

Rp.

240.000,00

Rp.

393.113,95

Rp. 2.006.886,05

Rp.

2.006.886,05

Rp.

200.688,61

Rp.

432.425,34

Rp. 1.574.460,71

Rp.

1.574.460,17

Rp.

157.446,07

Rp.

475.667,88

Rp. 1.098.792,83

Rp.

1.098.792,83

Rp.

109.879,28

Rp.

523.234,67

Rp.

575.558,16

Rp.

575.558,16

Rp.

57.555,82

Rp.

575.558,13

Rp.

Rp.

765.569,78

Jumlah

Rp. 2.400.000,00

4. Menghitung Besarnya Angsuran pada akhir periode tertentu (an)


Rumus :
an = (A b. M1) (1+b)n-1
Atau
an = ak(1
Keterangan :
an = angsuran ke n
A = besarnya anuitas
b = suku bunga
M1= utang tahun pertama (pokok pinjaman)
n = tahun ke n

+ b) n-k

Keterangan :
an = angsuran ke n
ak = angsuran ke k
b = suku bunga

Contoh 1
Utang sebesar Rp. 2.400.000,00 akan dilunasi dengan anuitas Rp. 633.113,95 pertahun dengan
bunga 10 % per tahun. Hitunglah angsuran ke-4 !
Jawab :
a4 = (633.11,95 0,1 x 2.400.000) (1+0,1)4-1
a4 = (393.113,95) (1,1)3
a4 = 393.113,95 x 1,331
a4 = Rp. 523.234,67
Contoh 2
Pada pelunasan utang dengan anuitas 18 % setahun diketahui bahwa angsuran ke-2 sebesar Rp.
228.785,46. Hitunglah besarnya angsuran ke-5 !
Diketahui :
a5 = 228.785,46(1 + 0,18) 5-2
a5 = 228.785,46 x 1,183
= 228.785,46 x 1,643032
= Rp 375.901,83
5. Menghitung Besarnya Pinjaman/Modal Awal dari Angsuran (M)
Rumus :

M a1

(1 i) n 1
i Atau

atau

MA

(1 i) n 1
atau
i (1 i) n

A - a1
i

Contoh : Suatu pinjaman dilunasi dengan anuitas bulanan sebesar Rp. 333.979,58 dengan bunga 2%
untuk 10 kali angsuran. Tentukan besarnya pinjaman awal jika besarnya angsuran pertama Rp.
273.979,58.
Jawab :

(1 0,02) 10 1
0,02
273.979,58 x 0,218994419
M =
0,02
M = 273.979,58

M = 3.000.000,00
6. Menghitung Sisa Pinjaman pada Akhir Periode Tertentu (Sn)
Rumus :

A - a 1 (1 i ) n
Sn
i

Contoh :
Suatu pinjaman sebesar Rp 2.400.000,00 akan dilunasi dengan anuitas selama 5 tahun dengan
bunga 10% pertahun dan besarnya anuitas sebesar Rp Rp 633.113,95. Hitunglah besarnya angsuran
pertama dan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke 3.
Jawab :
Menghitung angusran pertama
a1 = A i M, maka a1 = 633.113,95 0,1 x 2.400.000,00 = 393.113,95
Menghitung sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke 3

S3

633.113,95 - 393.113,95 (1 0,1) 3


0,1

= Rp 1.098.792,83

7. Anuitas dan Pembulatan


Dalam praktik sehari-hari biasanya para pemberi pinjaman atau bank menghendaki besarnya
anuitas dibulatkan ke atas atau ke bawah dengan kelipatan seratus, seribu atau menurut
perjanjian.
Contoh :
Pinjaman sebesar Rp. 7.000.000,00 akan dilunasi dengan 10 anuitas bulanan, berdasarkan bunga 3%
per bulan. Hitunglah besarnya anuitas jika pembayarannya dibulatkan ke atas dalam Rp. 100,00!
Jawab :
A = iM

(1 i) n
(1 i) n 1

A = 0,03 X 7.000.000

(1 0,03) 10
(1 0,03) 10 1

1,343916376
1,343946376 1
A = Rp. 820.613,55
jadi anuitas dibulatkan menjadi Rp 820.700,00
A = 210.000

8. Menghitung Kelebihan atau Kekurangan dari anuitas yang dibulatkan


1. Anuitas yang dibulatkan ke atas
Jika pembayaran anuitas dibulatkan keatas berarti terdapat kelebihan pembayaran, kelebihannya
dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

L a1

(1 i) n - 1
-M
i

Contoh :
Berdasarkan contoh anuitas dan pembulatan di atas, maka kelebihan pembayaran dihitung :

(1 0,03)10 - 1
- 7.000.000
0,03
610.700 x 0,343916379
L
- 7.000.000
0,03
L 610.700

L = 7.000.991,10 7.000.000,00 = Rp 991,10


2. Anutias yang dibulatkan ke bawah
Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke bawah, berarti terdapat kekurangan pembayaran anuitas
yang dapat dihitung dengan rumus :
n

K M - a1

9. Menghitung banyaknya Periode (n)


Rumus :

log A - log (A - iM)


log (1 i)

(1 i) - 1
i

5.

Penyusutan (Depresiasi)

1. Metode Garis Lurus


Menurut metode ini besarnya penyusutan setiap akhir periode sama dan dibagi rata menurut aktiva
tetap.
Rumus :

Penyusutan pertahun =

Harga perolehan - Nilai Residu


Taksiran umur ekonomis

Sedangkan tarif tetap dari harga perolehan/Harga beli dapat dihitung dengan rumus :
T=

HP NR

x 100%

HP x UE

Contoh :
Suatu mesin diperoleh dengan harga perolehan Rp. 17.500.000,00. Taksiran umur ekonomis 5
tahun dengan nilai residu Rp. 2.500.000,00. Hitunglah besarnya penyusutan tiap akhir tahun !
Jawab :
Penyusutan pertahun =

Rp. 17.500.00,00 - Rp. 2.500.000,00


= Rp. 3.000.000,00
5

2. Metode Tarif Tetap Atas Nilai Buku


Menurut metode ini besarnya penyusutan setiap tahun semakin kecil mengikuti tuannya umur
aktiva tetap.

Rumus : T 1 - n

S
A

T : Tarif penyusutan (%)


S : Nilai sisa/nilai residu
A : Harga perolehan aktiva
n : Umur ekonomis

Sedangkan nilai buku merupakan harga perolehan aktiva tetap dikurangi jumlah penyusutan. Atau
dirumuskan :

Nilai Buku = Harga Perolehan Akumulasi Penyusutan


Contoh :
Berdasarkan contoh, maka tarif penyusutan dapat dihitung :
T=1-

2.500.00
17.500.000

T = 1 - 5 0,142
T = 1 0,68
T = 0,32 atau 32 %
Penyusutan tiap tahun dapat dihitung sebagai berikut :
Tahun I = 32 % x (17.500.000 0) = Rp. 5.600.000,00
Tahun II = 32 % x (17.500.000 5.600.000) = Rp. 3.808.000,00
Tahun III = 32 % x (17.500.000 9.408.000 ) = Rp. 2.589.440,00
Dan seterusnya.
Perhitungan/penentuan tarif penyusutan dapat juga dilakukan dengan menduakalikan metode garis
lurus, sehingga rumus : T :
Contoh :

200%
Umur Ekonomis

Berdasarkan contoh, maka tarifnya = T =

200%
= 40 % dari nilai buku
5

Penyusutan tahun I = T x NB = 40% X (Rp 17.500.000,00 0) = Rp 7.000.000,00


Penyusutan tahun II = 40 % x (17.500.00 7.000.000) = Rp 4.200.000,00
dan seterusnya
Menghitung besarnya beban penyusutan dan nilai buku pada akhir periode tertentu dengan metode
tarif dari nilai buku.
1. Menghitung Beban Penyusutan (Depresiasi)

Dn = TA (1 T)n-1

Dn : Beban penyusutan tahun ke-n

T : Tarif penyusutan
A : Harga perolehan aktiva tetap
n : Tahun ke-n
2. Menghitung Nilai Buku

NBn = A (1 T)n

NBn: Nilai Buku tahun ke-n

Contoh :
Mesin dengan harga perolehan Rp. 17.500.000,00 dapat digunakan 5 tahun dengan nilai residu Rp.
2.500.000,00. Penyusutan 40 % dari nilai buku. Hitunglah :
a. beban penyusutan tahun ke-4
b. nilai buku akhir tahun ke-4!
Jawab :
a. Beban penyusutan tahun ke-4 :
b. Nilai buku akhir tahun ke-4
D4 = 40 % x 17.500.000 (1 0,4)4-1
NB4 = 17.500.000,00 (1 0,4)4
3
= 7.000.00 (0,6)
= 17.500.00 x 0,64
= Rp. 1.512.00,00
= Rp. 2.268.00,00
3. Metode Jumlah Angka Tahun (JAT)
Menurut metode ini besarnya penyusutan adalah perolehan aktiva dikurangi nilai residu dikalikan
dengan tingkat penyusutan tiap-tiap periode/angka tahun.
Rumus :

Jumlah Angka tahun =

n(n 1)
2

Contoh :
Berdasarkan contoh di atas, maka penyusutan dapat dihitung sebagai berikut :
Angka tahun =

5(5 1)
= 15 atau
2

Jumlah angka tahun = 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 15

5
x (17.500.000 2.500.000) = Rp. 5.000.000,00
15
4
Penyusutan tahun II :
x (17.500.000 2.500.000) = Rp. 4.000.000,00
15
Penyusutan tahun I :

Dan seterusnya

4. Metode Unit Produksi


Menurut metode ini penyusutan didasarkan pada produksi yang dicapai suatu aktiva dalam suatu
periode untuk satuan unit produksi. Kemudian penyusutan setiap periode dihitung dengan
mengalikan penyusutan tiap unit produksi dengan hasil produksi yang ducapai.
Rumus :

Penyusutan per unit =

Harga perolehan - Nilai residu


Taksiran unit produksi

Contoh :
Mesin dengan harga perolehan Rp. 17.500.000,00 akan mampu memproduksi 100.000 unit selama 5
tahun dengan nilai residu Rp. 2.500.000,00. Hitunglah penyusutan mesin pada tahun I dan II, jika
pada tahun tersebut dihasilkan 25.00 unit dan 20.000 unit !.
Jawab :
Penyusutan per unit =

17.500.000 2.500.00
Rp.150,00
100.000

Penyusutan tahun I = 25.000 x Rp. 150,00 = Rp. 3.750.000,00


Penyusutan tahun II = 20.00 x Rp. 150,00 = Rp. 3.000.000,00

5. Penjualan Aktiva Tetap


Perhitungan L/R Penjualan aktiva tetap adalah :
Harga jual aktiva tetap
Harga perolehan aktiva tetap
Rp xxxx
Akumulasi penyusutan aktiva tetap
Rp xxxx -

Rp xxxx

Nilai buku aktiva tetap


L/R. Penjualan aktiva tetap

Rp xxxx Rp xxxx

6. Pertukaran Aktiva Tetap.


Perhitungan laba atau rugi pertukaran aktiva tetap adalah :
Harga Perolehan aktiva tetap (baru)
Uang yang ditambahkan
Harga pertukaran
Harga perolehan Aktiva tetap (lama)
Akumulasi penyusutan aktiva tetap
Nilai buku aktiva tetap
Laba atau Rugi pertukaran

Rp xxxx
Rp xxxx
---------- (-)

Rp xxxx
Rp xxxx
----------- (-)
Rp xxxx

Rp xxxx
---------- (-)
Rp xxxx
=======

DAFTAR PUSTAKA
1. Algifari dan Rudy Bahrudin, 1992, Matematika Ekonomi, STIE YKPN, Yogyakarta
2. AL Haryono Jusup, Dasar-dasar Akuntansi Jilid I, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN,
Yogyakarta, 2001
3. AL Haryono Jusup, Dasar-dasar Akuntansi Jilid II, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN,
Yogyakarta, 2003
4. Anto Dajan, 1981, Pengantar Metode Statistik Jilid 1, LP3ES, Jakarta
5. Bambang Puji Raharjo, 2004 Strategi Sukses UAN dan SPMB, Andi Offset, Yogyakarta
6. Boediono, Ekonomi Internasional, BPFE, Yogyakarta, 2001
7. Boediono, Dr, Ekonomi Makro, BPFE, Yogyakarta, 1993
8. Boediono, Dr, Ekonomi Mikro, BPFE, Yogyakarta, 1982
9. Dumairy, 1983, Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi, BPFE UGM, Yogyakarta
10. Editor Perry Warjiyo, Bank Indonesia Bank Sentral Republik Indonesia Sebuah Pengantar, Pusat
Pendidikan dan Studi Kebansentralan, Jakarta, 2004
11. HZA Moechtar, Dasar-dasar Akuntansi Jilid I dan II, Institut Dagang Muchtar, Surabaya, 1985
12. Imron Rosyadi, Ekonomi Internasional, Soal dan Penyelesaiannya, Muhammadiyah University Press,
Surakarta, 2002
13. Ismawanto, Drs, Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X, Gema Ilmu, Surakarta, 2007
14. Ismawanto, Drs, Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI, Gema Ilmu, Surakarta, 2007
15. Ismawanto, Drs, Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII, Gema Ilmu, Surakarta, 2007
16. Iswardono SP, Drs, MA, Uang dan Bank, BPFE, Yogyakarta, 1999
17. Kasmir, SE, MM, Dasar-Dasar Perbankan, PT Raja Grafindo Perkasa, Jakarta, 2004
18. Lyn M Fraser, Aileen Ormiston, Memahami Laporan Keuangan, PT Indeks, Jakarta, 2004
19. Manulang M, 1992, Dasar-dasar Manajemen, Ghalia Indonesia, Jakarta
20. Noorroso Kuhardjo, Drs, Ilmu Ekonomi Bagi Negara Berkembang, Akademika Pressindo, Jakarta, 1984
21. Nopirin, Ph.D, Ekonomi Moneter, BPFE, Yogyakarta, 1984
22. PT Persero Danareksa, Pasar Modal Indonesia, Pengalaman dan tantangan, Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi UI, Jakarta, 1987
23. S Hadribroto, Prof, Dachnial Lubis, Sudrajad Sukadam, Dasar-dasar Akuntansi, LP 3 ES, Jakarta, 1978
24. Sobri, Drs, Ekonomi Internasional, BPFE UII, Yogyakarta, 1986
25. Sadono Sukirno, Pengantar Teori Makro Ekonomi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2003
26. Sadono Sukirno, Pengantar Teori Mikro Ekonomi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2005
27. Soediyono, Prof, Dr, MBA, Ekonomi Internasional, Liberty, Yogyakarta, 1995
28. Soelistya, Dr, MBA, Ekonomi Internasional (Teori Perdagangan Internasional), Liberty, Yogyakarta, 1986
29. Winardi, Prof, Dr, SE, Kamus Ekonomi Inggris Indonesia, CV Mandar Maju, Bandung, 1998
30. Zaki Baridwan, Drs, Akuntan, Intermediate Accounting Bagian I, Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi
UGM, Yogyakarta, 1975