Anda di halaman 1dari 3

Laporan Kimia

ENDOTERM DAN EKSOTERM

Disusun oleh:
Angela
07

Monalisa

Kurniawan

XI IPA 1

SMA Fons Vitae 1


Jl. Matraman Raya no 129, Jakarta Timur
I.

II.

Landasan Teori
Entalpi (H) adalah jumlah energi yang dimiliki sistem pada tekanan tetap. Hukum
kekekalan energi menjelaskan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat
dimusnahkan, tetapi hanya dapat diubah dari bentuk energi yang satu menjadi bentuk
energi yang lain. Nilai energi suatu materi tidak dapat diukur, yang dapat diukur hanyalah
perubahan energi (E). Demikian juga halnya dengan entalpi, entalpi tidak dapat diukur,
kita hanya dapat mengukur perubahan entalpi (H).
Pada reaksi kimia, sistem dapat melepaskan atau menyerap kalor. Reaksi kimia
dengan sistem melepaskan kalor disebut reaksi eksoterm, sedangkan reaksi kimia dengan
dengan sistem menyerap kalor disebut reaksi endoterm. Pelepasan kalor (eksoterm) terjadi
karena setelah reaksi berlangsung, suhu larutan lebih tinggi dari suhu lingkungan sehingga
otomatis kalor mengalir dari sistem (larutan) ke lingkungan dan begitu juga sebaliknya
pada reaksi endoterm.
Tujuan

Membandingkan reaksi yang melepas kalor (eksoterm) dan reaksi yang menyerap
kalor (endoderm).
III.

IV.

V.

Alat dan bahan


a. Mg + 2HCl
1.
Tabung reaksi
2.
Larutan HCl 2 mL
3.
Pita magnesium 1 cm
b. Ba(OH)2.8H2O + 2NH4Cl
1.
Tabung reaksi
2.
Bubuk NH4CL 1 sendok kecil
3.
Bubuk Ba(OH)2.8H2O 1 sendok kecil
4.
Tutup karet
Cara kerja
:
a. Mg + 2HCl
1.
Mengambil larutan HCl 2 mL, lalu dimasukkan ke dalam tabung reaksi
2.
Memasukkan pita magnesium 1 cm
3.
Mengamati perubahan yang terjadi
b. Ba(OH)2.8H2O + NH4Cl
1.
Memasukkan 1 sendok bubuk Ba(OH)2.8H2O ke dalam tabung reaksi
2.
Memasukkan 1 sendok bubuk NH4Cl
3.
Menutup tabung reaksi dengan penutup karet
4.
Mengocok tabung reaksi
5.
Mengamati perubahan yang terjadi
Hasil pengamatan
a. Mg + 2HCl
Air menjadi keruh kebiruan, muncul gelembung kecil menyerupai soda,
tabung reaksi menjadi panas, serta pita magnesium menjadi hilang terlarut.
b. Ba(OH)2.8H2O + NH4CL
Campuran bubuk menjadi dingin, sedikit berwarna hijau, dan menjadi larutan
yang kemudian memadat. Ketika penutup dibuka, jika dihirup akan mengeluarkan
bau tidak sedap. Ketika penutup dibuka, suhu bubuknya menjadi normal.

VI.

VII.

VIII.

Pembahasan
Ketika Mg dicampur atau dimasukkan ke dalam HCl lama kelamaan akan habis.
Tabung semakin panas dan kalor mengalami perpindahan dari sistem ke lingkungan.
Sehingga terjadi reaksi eksoterm. Pada pencampuran barium hidroksida dan kristal
amonium klorida terjadi reaksi endoterm, karena kalor berpindah dari lingkungan ke
sistem. Buktinya adalah lingkungan menjadi dingin. Bau gas yang ditimbulkan sangat
menyengat, seperti amoniak atau seperti wc yang tidak dibersihkan.
Kesimpulan
a. Mg + HCl
Melepas kalor
b. Ba(0H)2.8H2O + NH4CL
Menyerap kalor
Daftar Pustaka
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_fisika1/termokimia/pengertianreaksi-eksoterm-dan-endoterm/
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_sma1/kelas-2/entalpi-dan-perubahanentalpi-%CE%B4h/
http://airlangga25.wordpress.com/2009/10/08/termokimia/