Anda di halaman 1dari 38

PRESENTASI KASUS

KATARAK MATUR OKULI DEKSTRA

Disusun oleh :
Adimas Ratman Hana K
Vania Eka Putri
Pembimbing :
dr. Andito K. A. , Sp.M
KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA
PERIODE 24 NOVEMBER 27 DESEMBER 2014

IDENTITAS PASIEN
Nama
Umur
Alamat
Jenis Kelamin
Pekerjaan
Agama
Suku Bangsa
No. RM

: Tn. B.K
: 59 tahun
: Cakung, Jakarta Timur
: Laki-laki
: Swasta
: Islam
: Jawa
: 2135305

ANAMNESA
Keluhan Utama : Penglihatan kedua mata buram
Keluhan Tambahan
: Sering melihat kabut
atau asap didepan kedua mata
Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke
poliklinik mata dengan keluhan penglihatan kedua
mata buram sejak 1 bulan yang lalu. Mata kanan
pasien dirasa lebih buram dibandingkan dengan
mata kirinya. Buram dirasa perlahan-lahan dan
semakin lama semakin memberat hingga
mengganggu aktivitas pasien.

ANAMNESA

(Lanjutan) Pasien merasa lebih sulit melihat bendabenda yang terletak jauh dibandingkan dengan
sebelumnya, mata kanan pasien lebih sulit melihat
dan mengenal benda-benda yang berada
didepannya. Pasien juga mengeluh pandangan
berbayang pada kedua mata seperti melihat kabut
atau asap dan pasien sering merasa silau. Pusing
dan pegal pada daerah mata disangkal. Nyeri pada
mata disangkal. Mata merah dan berair disangkal.

ANAMNESA

Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien tidak pernah


mengalami hal ini sebelumnya. Riwayat alergi dan
trauma disangkal oleh pasien. Saat ini pasien tidak
menggunakan kacamata, dulu sebelum pensiun
pasien hanya menggunakan kacamata baca
dengan ukuran +2,00/+2,00. Pasien memiliki
riwayat penyakit sistemik seperti diabetes melitus
yang tidak terkontrol sejak 1 tahun yang lalu dan
tidak rutin mengonsumsi obat-obatan oralnya.
Pasien menyangkal memiliki riwayat penyakit
hipertensi dan jantung.

ANAMNESA
Riwayat Penyakit Keluarga : Keluarga pasien
tidak ada yang mengalami keluhan serupa dan
tidak ada keluarga yang mempunyai riwayat
katarak, hipertensi, atau diabetes melitus.
Riwayat Sosial : Pasien sehari-harinya merupakan
seorang pensiunan guru sejak 5 tahun yang lalu,
aktivitas sehari-hari pasien hanya didalam rumah
dan lingkungan sekitar rumah. Pendidikan terakhir
pasien S-1.

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum :
Kesadaran
:
Tekanan darah
:

Tampak sakit ringan


Compos mentis
130/80 mmHg

STATUS OFTALMOLOGI
Okuli Dekstra (OD)

Okuli Sinistra (OS)

Ortho

Ortho

Baik ke segala arah

Baik ke segala arah

Supra cilia

T.A.K

T.A.K

Palpebra superior

T.A.K

T.A.K

Palpebra inferior

T.A.K

T.A.K

Konjungtiva palpebra superior

T.A.K

T.A.K

Konjungtiva palpebra inferior

T.A.K

T.A.K

Konjungtiva bulbi

T.A.K

T.A.K

Kornea

Jernih

Jernih

Kedudukan bola mata


Gerak bola mata

Bilik Mata Depan


Kedalaman

Dalam

Dalam

Hifema

Tidak ada

Tidak ada

Hipopion

Tidak ada

Tidak ada

Iris-Pupil

(Midriasis)

Bentuk

Bulat, reguler

Bulat, reguler

Letak

Ditengah

Ditengah

Warna

Cokelat kehitaman

Cokelat kehitaman

Refleks cahaya langsung

RAPD

Lensa

Keruh

Keruh

Subluksasi

Tidak ada

Tidak ada

Dislokasi

Tidak ada

Tidak ada

Tes bayangan iris

Vitreus humor
Visus dan refraksi

1/300

Visus

Koreksi

Cyl

Axis

Add

5/60
S-2,00
-

Pin Hole

Tonometri
Tonometri schiotz

8/7,5 (15,6 mmHg)

7/7,5 (18,5 mmHg)

Okuli Dekstra

Okuli Sinistra

RESUME

Pasien laki-laki 59 tahun, datang ke poliklinik mata dengan


keluhan penglihatan kedua mata buram sejak 1 bulan lalu.
Pasien merasa lebih sulit melihat benda-benda yang
terletak jauh dibandingkan dengan sebelumnya, mata
kanan pasien lebih sulit melihat dan mengenal bendabenda yang berada didepannya. Pasien juga mengeluh
pandangan berbayang pada kedua mata seperti melihat
kabut atau asap dan pasien sering merasa silau. Mata
merah dan berair disangkal. Riwayat alergi dan trauma
disangkal oleh pasien. Pasien memiliki riwayat penyakit
sistemik seperti diabetes melitus yang tidak terkontrol sejak
1 tahun yang lalu dan tidak rutin mengonsumsi obat-obatan
oralnya. Pasien menyangkal memiliki riwayat penyakit
hipertensi dan jantung. Keluarga pasien tidak ada yang
mengalami hal yang serupa.

RESUME
OD

OS

1/300 PH (-)

Visus

5/60 PH (-)

Normal

Palpebra

Normal

Tenang

Konjungtiva

Tenang

Tenang

Sklera

Tenang

Normal

Kornea

Normal

Dalam

BMD

Dalam

Bulat, reguler, bayangan iris

Iris

Bulat, reguler, bayangan iris

negatif

positif

RP (+)

Pupil

RP (+)

Keruh

Lensa

Keruh

(-)

Reflek fundus

(+)

15,6 mmHg (8/7,5)

TIO

18,5 mmHg (7/7,5)

ASSEMENT

Diagnosis Kerja
Katarak senilis matur OD
Katarak senilis imatur OS

Diagnosis Banding
Retinopati diabetikum
AMD

PLANNING
Diagnostik : Funduskopi pupil lebar,
Terapi : Anjuran untuk Ekstraksi Lensa OD ke dokter
spesialis Mata
Edukasi : Kontrol faktor resiko

Prognosis

Dubia

TINJAUAN PUSTAKA

KATARAK
kekeruhan lensa akibat :
- Hidrasi (penambahan cairan) lensa
- Denaturasi protein lensa
- keduanya

FAKTOR PENYEBAB
Fisik
Kimia
Penyakit predisposisi
Genetik dan gangguan perkembangan
Infeksi virus selama kehamilan
Usia

GEJALA KATARAK

Gejala umumnya adalah :


Penglihatan tidak jelas, seperti terdapat kabut
menghalangi objek.
Peka terhadap sinar atau cahaya.
Dapat melihat dobel pada satu mata.
Memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat
membaca.
Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu.

KLASIFIKASI KATARAK

Usia : - katarak kongenital ..< 1 th


- katarak juvenil > 1 th
- katarak senilis > 50 th

KATARAK KONGENITAL
Mulai

terjadi sebelum atau segera setelah lahir


dan bayi usia kurang 1 tahun
Dari Ibu hamil menderita:
rubela,galaktosemia,homosisteinuri,DM,hipoparati
roidsm,toksoplasmosis,inklusi
sitomegalik,histoplasmosis
Biasanya dgn kel herediter lain : mikroftalmus,
aniridia, koloboma iris, keratokonus, iris
heterokromia, lensa ektopik, displasia retina,
megalo kornea

KATARAK KONGENITAL
Bentuk katarak kongenital :
Katarak piramidalis atau polaris anterior
Katarak piramidalis atau polaris posterior
Katarak zonularis atau lamelaris
Katarak pungtata dan lain-lain
Pupil mata bayi menderita katarak ini terlihat bercak putih
atau suatu leukokoria
Komplikasi : nistagmus dan strabismus
Terapi : bedah

KATARAK RUBELA

Rubela pada ibu dapat mengakibatkan katarak pada


lensa fetus
2 bentuk kekeruhan :
Kekeruhan sentral dengan perifer jernih seperti mutiara
Kekeruhan di luar nuklear yaitu korteks anterior dan
posterior atau total
Mekanisme : rubela dapat dengan mudah melalui
barier plasenta. Virus ini masuk atau terjepit di dalam
vesikel lensa dan bertahan dalam lensa sampai 3 tahun

KATARAK JUVENIL

Biasanya penyulit peny sistemik atau metabolik dan peny lain


seperti :
Katarak metabolik :DM, galaktosemik,hipokalsemik,defisiensi
gizi,aminosiduria, penyakit wilson
Otot : distrofi miotonik (umur 20- 30 tahun)
Katarak traumatik
Katarak komplikata :
- kel kongenital dan herediter
- katarak degeneratif
- katarak anoksik
-toksik :steroid,ergot dll
- katarak radiasi

KATARAK SENILIS

Kekeruhan lensa pada usia lanjut yaitu di atas 50 tahun


Dikenal dalam 4 stadium yaitu insipien, imatur, matur
dan hipermatur

KATARAK KOMPLIKATA

Akibat dari penyakit seperti ablasi retina, retinitis


pigmentosa, glaukoma, tumor intraokular, iskemia
okular, nekrosis anterior segmen, buftalmis, trauma,
pasca bedah mata
Juga dari peny sistemik endokrin : DM, hipoparatiroid,
galaktosemia, miotonia distrofi
Keracunan obat : steroid lokal lama atau sistemik, oral
kontra septik, miotika antikolinesterase
Tanda khusus : mulai katarak di daerah korteks atau
bawah kapsul menuju daerah korteks atau bawah
kapsul menuju daerah sentral.
kekeruhan dapat difus, pungtata atau linier. Dapat
berbentuk rosete, retikulum, terlihat vakuol

KATARAK DIABETES

Katarak yang terjadi pada pasien diabetes melitus dapat terjadi


dalam 3 bentuk :
Pasien dengan dehidrasi berat , asidosis dan hiperglikemia nyata,
pada lensa akan terlihat kekeruhan berupa garis akibat kapsul lensa
berkerut. Bila dehidrasi lama akan terjadi kekeruhan lensa ,
kekeruhan akan hilang bila terjadi rehidrasi dan kadar gula normal
kembali.
Pasien diabetes juvenil dan tua tidak terkontrol , dimana terjadi
katarak serentak pada kedua mata dalam 48 jam , bentuk dapat
snow flake atau bentuk piring subkapsular
Katarak pada pasien diabetes dewasa dimana gambaran secara
histologik dan biokimia sama dengan katarak pasien non diabetik.
Pada kasus-kasus ini perlu dilakukan pemeriksaan urine dan
pengukuran kadar glukosa darah puasa.

KATARAK SEKUNDER

Terjadi akibat terbentuk jaringan fibrosis pada sisa lensa yang


tertinggal, paling cepat sesudah 2 hari EKEK atau dari suatu
trauma yang memecahkan lensa
dapat ditemukan gambaran mutiara Elsching maupun cincin
Soemmering pada kapsul posterior lensa.
Mutiara Elsching adalah epitel subkapsular yang berproliferasi dan
membesar sehingga tampak sebagai busa sabun atau telur kodok.
Cincin Soemmering terjadi akibat kapsul anterior yang pecah dan
traksi ke arah pinggir-pinggir melekat pada kapsul posterior
meninggalkan daerah jernih di tengah. Pada cincin ini tertimbun
lensa epitel yang berproliferasi
Terapi : pembedahan seperti disisio katarak sekunder,
kapsulotomi, membranektomi atau keluarkan seluruh membran
keruh

OPERASI KATARAK

Ekstraksi katarak ekstra kapsular (EKEK)


pengangkatan nukleus lensa dengan membuka kapsula anterior
dan meninggalkan kapsula posterior.
EKEK mempunyai sejumlah keuntungan dibandingkan EKIK, yang
berhubungan dengan intaknya kapsula posterior, yaitu :
Insisi yang kecil pada EKEK dan sedikit trauma dari endotel
kornea
Komplikasi cepat dan lambat dari vitreus sampai kornea, iris
dapat diminimalisasi atau dieliminasi
Tempat anatomi yang baik terhadap IOL bila kapsula posterior
masih intak
Sebaliknya, kapsula yang intak menyebabkan masuknya bakteri
dan mikroorganisme lain ke dalam kamera okuli anterior selama
proses pembedahan, yang bisa mencapai rongga vitreus posterior
dan dapat menyebabkan endopthalmitis

OPERASI KATARAK

Ekstraksi katarak intrakapsular (EKIK)


mengangkat seluruh lensa termasuk kapsula posterior.
Teknik ini dapat dilakukan dengan alat alat yang
sedikit canggih dan di daerah dimana tidak terdapat
mikroskop operasi dan sistem origasi.
dapat digunakan pada kasus-kasus dimana zonular
rusak berat
Kontraindikasi pada pasien kurang dari 40 tahun yang
masih ada ligamen hialoidea kapsular
Penyulit : astigmat, glaukoma, uveitis, endoftalmitis dan
perdarahan

OPERASI KATARAK

Small Incision Catarac Surgery (SICS)


Beda dengan EKEK adalah incisi dibuat hanya 5 -7 mm
dan tidak memerlukan jahitan sutura
Phacoemulsification
merupakan bentuk EKEK yang terbaru dimana
menggunakan getaran ultrasonik untuk menghancurkan
nukleus sehingga material nukleus dan kortek dapat
diaspirasi melalui insisi 3 mm.

PEMBAHASAN

Pasien laki-laki berumur 59 th penglihatan kedua mata buram secara


perlahan-lahan sejak 1 bulan yang lalu
berat pada mata sebelah kanan dan semakin memberat hingga
mengganggu aktivitasnya
lebih sulit melihat benda-benda yang terletak jauh
pandangan berbayang pada kedua mata seperti melihat kabut atau
asap

Katarak merupakan kekeruhan


pada lensa sehingga
mengakibatkan penurunan tajam
penglihatan.
Lensa pasien katarak akan
semakin cembung akibat proses
hidrasi korteks, sehingga indeks
refraksi berubah karena daya
biasnya bertambah dan mata
menjadi myopia

Usia pasien yang lebih dari 50


tahun merupakan salah satu
penentu jenis katarak sehingga jenis
katarak yang sesuai adalah katarak
senilis.
Nyeri pada mata disangkal. Mata
merah dan berair disangkal. Hal ini
menyatakan bahwa tidak ada tandatanda peradangan pada mata.

bayangan iris (+)


tampak pada mata
kiri pasien
SHADOW TEST

bayangan iris (-)


tidak tampak pada
mata kanan pasien

KATARAK MATUR EKSTRAKSI LENSA

ECCE + IOL

pembedahan yang
dilakukan lebih lebar
dibandingkan dengan
teknik fakoemulsifikasi
sehingga proses
penyembuhan akan
berlangsung lebih lama
dan kemungkinan
terjadinya astigmatisma
juga lebih besar.

Fakoemulsifikasi

memiliki komplikasi
astigmatisma yang
lebih kecil hanya saja
biayanya lebih mahal
dibandingkan dengan
ECCE.

PROGNOSIS

Prognosis pasien ini baik, hal ini disebabkan karena


katarak merupakan suatu kekeruhan pada lensa
yang dapat diperbaiki. Sehingga tajam penglihatan
pasien setelah dioperasi akan lebih baik
dibandingkan dengan sebelum dioperasi