Anda di halaman 1dari 15

PPKN

Kelompok 1 :

Anggi Fitriyani
Annisa Syahnun
Annisa Maharani R
Cahyo Hadi P.
Gloria Ira M.
Rinaldy R.
Sola Gratia Asie B.
Velda Yolanda

Pengertian HAM
HAM (Hak Asasi Manusia) adalah hak yang
melekat pada diri setiap manusia sejak awal
dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan
tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.
HAM Sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa,
bersifat kodrati, universal dan abadi, berkaitan
dengan harkat dan martabat manusia.

KASUS KASUS PELANGGARAN HAM


TERBESAR DI INDONESIA

Tragedi bom bali l


Korban Bom Bali I sekitar 202 jiwa melayang

* Australia 88
* Indonesia 38 (kebanyakan
suku Bali)
* Britania Raya 26
* Amerika Serikat 7
* Jerman 6
* Swedia
* Belanda 4
* Perancis 4
* Denmark 3
* Selandia Baru 3

* Swiss 3
* Brasil 2
* Kanada 2
* Jepang 2
* Afrika Selatan 2
* Korea Selatan 2
* Ekuador 1
* Yunani 1
* Italia 1
* Polandia 1
* Portugal 1
* Taiwan 1

Bom Bali I terjadi di kecamatan Kuta di


Bali,Indonesia pada malam hari tanggal 12
Oktober 2002. Bom Bali I mengorbankan 202
orang dan mencederakan 209 yang lain,
kebanyakan merupakan wisatawan asing.
Peristiwa ini sering dianggap sebagai peristiwa
terorisme terparah di Indonesia. Kejadian ini
terjadi tepat 1 tahun lebih 1 bulan lebih 1 hari
setelah bom World Trade Center (WTC) Amerika
Serikat pada 11 September 2001. Kejadian ini
terjadi di 2 tempat hiburan di jalan Legian, Kuta,
Bali.

KRONOLOGIS BOM BALI


12 Oktober 2002:
Paddys Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta,
Bali diguncang bom. Dua bom meledak pada waktu
yang hampir bersamaan, yaitu pikul 23.05 Wita.
Kurang lebih 10 menit kemudian, ledakan kembali
mengguncang Bali pada pukul 23.15 Wita, bom
meledak di Renon, berdekatan dengan kantor
Konsulat Amerika Serikat. Namun tak ada korban
jiwa dalam peristiwa itu.

16 Oktober 2002
Pemeriksaan saksi untuk kasus
terorisme mulai dilakukan. Lebih dari 50
orang telah dimintai keterangan di Polda Bali.
Untuk membantu Polri, Tim Forensik Australia
(asal kebanyakan turis yang menjadi korban)
ikut diterjunkan untuk identifikasi jenazah.

20 Oktober 2002
Tim Investigasi Gabungan Polri dan kepolisian
luar negeri yang telah dibentuk
menyimpulkan, bom di Paddys Pub berjenis
TNT seberat 1 kg dan di depan Sari Club,
merupakan bom RDX berbobot antara 50-150
kg. Sementara bom di dekat konsulat Amerika
Serikat menggunakan jenis TNT berbobot kecil
yakni 0,5 kg.

29 Oktober 2002
Pemerintah yang saat itu dipegang oleh
Megawati Soekarnoputri terus mendesak
polisi untuk menuntaskan kasus yang
mencoreng nama Indonesia itu. Putri
Soekarno itu memberi deadline, kasus harus
tuntas pada November 2002.

30 Oktober 2002
Titik terang pelaku bom Bali
I mulai muncul. 3 sketsa
wajah tersangka pengebom
itu dipublikasikan.

BOM BALI II
Bom Bali II terjadi pada hari Sabtu, 1 Oktober 2005.
Kejadian ini terjadi di Kaf Nyoman, Kaf Menega,
dan Restoran R.AJAs, Kuta Square yang letajnya satu
di Kuta dan dua di Jimbaran. Kejadian ini
menyebabkan 23 orang tewas dan 196 lainnya lukaluka. 1 Oktober juga merupakan Hari Kesaktian
Pancasila.

Komisioner Polisi Federal Australia Mick Keelty


mengatakan bahwa bom yang digunakan berbeda
dari ledakan sebelumnya yang terlihat
kebanyakan korban meninggal dan terluka
diakibatkan oleh shrapnel (serpihan tajam), dan
bukan ledakan kimia. Pejabat medis menunjukan
hasil sinar-x bahwa ada benda asing yang
digambarkan sebagai pellet di dalam badan
korban dan seorang korban melaporkan bahwa
bola bearing masuk ke belakang tubuhnya.

Faktor penyebab

Menteri Pertahanan Amerika Serikat pernah


mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia adalah
tempat yang paling potensial sebagai tempat
bersembunyinya teroris. Pernyataan ini langsung di
bantah secara keras oleh Presiden RI, yaitu ibu Megawati
Soekarno Putri. Beliau menyatakan, bahwa Indonesia
tidak pernah bersahabat degan Teroris. Teroris tidak akan
pernah dapat bermukim dengan tenang di Indonesia.
Untuk membuktikan bahwa pernyataan Menteri
pertahanan Amerika Serikat itu benar, maka Amerika
mengirimkan orang-orangnya ke Indonesia untuk
meneror bangsa Indonesia dengan Bom yang maha
Dahsyat yaitu di daerah Bali.

saran
Untuk mengatasi kasus yang terjadi tersebut, menurut kami
seharusnya perlu penyelesaian terhadap berbagai konflik di tanah
air yang telah melahirkan berbagai tindakan kekerasan yang
melanggar Hak Asasi Manusia, baik oleh sesama kelompok
masyarakat yaitu dengan cara menyelesaikan akar permasalahan
secara terencana, adil, dan menyeluruh. Hukum di Indonesia harus
ditegakkan, sistem peradilan harus berjalan dengan baik dan adil,
para pejabat penegak hukum harus memenuhi kewajiban tugas
yang dibebankan kepadanya dengan memberikan pelayanan yang
baik dan adil kepada masyarakat pencari keadilan, memberikan
perlindungan kepada semua orang dalam rangka menegakkan
hukum. Selain itu, perlu adanya kontrol dari masyarakat dan
pengawasan dari lembaga politik terhadap upaya-upaya penegakan
Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh pemerintah.