Anda di halaman 1dari 3

SOSIO BUDAYA GIZI

A.

Gizi ~ Aspek Sosio Budaya


1. Perspektif Sosial
- manusia adalah makhluk sosial
- manusia belajar utk hidup bekerjasama
2. Perspektif Budaya
Budaya : suatu rangkaian adat & tradisi yg membawa ke arah
gerakan berpikir serta kepercayaan sesuai yg diinginkan --- sbg
pedoman hidup dlm berperilaku --- kebiasaan makan
B. Gizi sebagai Fenomena Biokultural
1. Bio: pangan/zat gizi yg terkandung di dlmnya mengalami proses
biologik & mpy pengaruh pd fungsi organ
2. Kultural: faktor2 budaya akan mempengaruhi jenis pangan yg
dipilih, cara2 pengolahan, cara2 mengkonsumsi serta kapan dan
dimana mereka makan
C. Makanan dipandang dari segi budaya
Menurut Foster dan Anderson (1986) dalam konteks budaya,
makanan bukanlah semata-mata suatu produk organik dengan
kualitas-kualitas biokimia, yang dapat dipakai manusia untuk
mempertahankan hidup. Makanan dibentuk secara budaya; bagi
sesuatu yang akan dimakan, ia memerlukan pengesahan budaya.
D. Pengetahuan, Kepercayaan dan Food Belief
- Kepercayaan dan pengetahuan adalah inti dari kebudayaan
- Goodenough menyatakan: kebudayaan mengacu kepada sistem
pengetahuan dan kepercayaan yang disusun sebagai pedoman
manusia dalam mengatur pengalaman dan persepsi mereka,
menentukan tindakan,dan memilih diantara alternatif yang ada.
Kepercayaan masyarakat ini melahirkan larangan atau tabu.
E.
Nilai dan Arti Makanan
1. Gastronomic function : berkaitan dg organoleptik makanan (rasa,
tekstur, kekenyalan, warna, bau) yg mempengaruhi daya terima
didasarkan pd aspek psikologis dan budaya
2. Makanan sbg aspek budaya : memberikan identitas s/ klp
masyarakat atau individu
3. Makanan sbg fungsi religi : makanan sbg sarana komunikasi dg
Tuhan (sesajen), menunjukkan kesetiaan, penolakan pd konsep
keduniawian (tirakat)
4. Makanan sbg alat komunikasi
5. Makanan sbg status ekonomi
6. Makanan sbg simbol kekuasaan (embargo)
F.Perbedaan Food consumption, Food Pattern, Food Habit

Food consumption (Konsumsi Makan) = lebih ke arah kuantitas


makanan/minuman yg dikonsumsi ( gr nasi)
2. Food Pattern = lebih ke arah pola makan yang sifatnya berulangulang, berkaitan dg: kombinasi makan, jumlah, waktu makan
3. Food Habit (Kebiasaan Makan)
- Habit = kebiasaan, pola perilaku yg diperoleh praktek yg
berulang-ulang
- Food habit= what people do/practice influenced by what people
think, what people feel and what people perceive
- Food habit; perilaku makan yg dipengaruhi oleh faktor2 sosio
budaya
G. FOOD BELIEF
1. Pengertian
sikap/attitude, kepercayaan/ believe, kebiasaan/habit, serta
pantangan/taboo yg mempengaruhi perilaku konsumsi
Setiap masyarakat mempunyai Food Belie System sendiri2
Contoh : 1) India = penyembuhan aurweda; unsur : angina,
api, tanah, kayu
2) Cina = Hot cold dikotomi (yin-yang)
3) stratifikasi makanan = minangkabau
2. Beberapa Pandangan thd Makanan
a. Cultural super food = pandangan thd tinggi/rendahnya nilai
makanan pokok
b. Prestise food = biasanya berkaitan dg konsumsi produk hewani
c. Symphatetic food = kaitannya dg saraf simpatik (mis. Jika ingin
cerdas makan otak ayam/sapi)
d. Physiological group food = bahwa makanan dpt menimbulkan
efek fisiologis tubuh (mis. Makan daging/ikan mengakibatkan
cacingan)
H. FOOD PREFERENCE
Sebagai tindakan atau ukuran suka atau tidak suka terhadap
makanan
Food preference dipengaruhi :
1. karakteristik individu
umur, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, pengetahuan,
kesehatan
Contoh: anak lebih suka makanan yg manis, wanita lebih suka
makanan asam, orang yg menderita penyakit jantung
menghindari makanan mengandung kolesterol, dll
2. Karakteristik makanan
- Rasa, bentuk, warna, tekstur, harga, bumbu, pengemasan,
dll (organoleptik)
1.

Karaketristik makanan ini akan berkaitan dengan daya


terima
3. Karakteristik lingkungan
- Musim
- Pekerjaan
- Mobilitas
- Jumlah keluarga
Tingkat sosial masyarakat
I. FOOD TABOO
1. Pengertian
- Suatu larangan utk mengkonsumsi jenis makanan tertentu,
bila ada yg melanggar akan mendapat bahaya yg bersifat
magic/super power
- Food taboo ini bersumber dari kepercayaan dan budaya
setempat
- Foster and Anderson (1986) = Karena pantangan agama,
tahayul, kepercayaan tentang kesehatan dan suatu peristiwa
yang kebetulan dalam sejarah ada bahan-bahan makanan
bergizi
baik
yang
tidak
boleh
dimakan,
mereka
mengklasifikasikannya sebagai bukan makanan.
2. Faktor-faktor yg mendasari terjadinya food taboo:
a. Bahwa suatu makanan dipantang, karena makanan tsb asing
bagi masy setempat.
b. Ada kebudayaan tertentu yg menolak u/ mkn binatang t3
(peliharaan atau krn agama/kepercayaan melarang)
c. Ada larangan/pantangan krn untuk mencegah musnahnya
hewan t3
d. Taboo karena alasan tdk higienis/kesehatan
3. Pengaruh Taboo thd Gizi
a. Menguntungkan
jika makanan yg dipantang menurut kesehatan memang
sebaiknya dihindari (sinergis)
b. Merugikan
jika makanan yg dipantang tsb, esensial/penting bagi tubuh
(antagonis)

Anda mungkin juga menyukai