Anda di halaman 1dari 5

INGGRID TANAMA - 13334747

DOSEN : Dra.Refdanita,M.Si.Apt
HIPERTENSI
Penyempitan
pembuluh darah

OBAT
Vasodilator:
Diazoksid,
Hidralazin, Natrium
nitroprusid, Minoksidil,
Prazosin, doksazosin,
dan terazosin, Iloprost

Kelebihan
Penghambat
hormon
Adrenergik
noradrenalin
Kelebihan
Alfa-bloker
hormon
adrenalin
dan
noradrenalin

Takikardia

Beta-bloker

MEKANISME KERJA OBAT


Obat-obat dalam kelas ni
mempunyai sifat farmakologik
yang berbeda-beda tetapi sama
sama mempunyai kemampuan
vasodilator
dengan
cara
merelaksasi otot polos pembuluh
darah

Saraf mencegah pelepasan noradrenalin


dari saraf adrenergik pasca
ganglion.
Doksazosin
dan
prazosin
menghambat reseptor alfa pasca
sinaptik
dan
menimbulkan
vasodilatasi,
namun
jarang
menyebabkan takikardi. Obat ini
menurunkan
tekanan
darah
dengan cepat setelah dosis
pertama
penurunan daya pompa jantung

DOSIS
SEDIAAN
Beraprost: hipertensi paru primer: dosis awal, 60 mcg sehari dalam 3 dosis terbagi, Oral
sesudah makan, dapat ditingkatkan hingga maksimum 180 mcg sehari dalam 3-4 dosis
terbagi; perbaikan tukak, nyeri dan rasa dingin yang disebabkan oleh oklusi arteri
kronik: Dewasa, dosis lazim 120 mcg sehari dalam 3 dosis terbagi.

Reserpin: 0,05-0,10 mg sebagai obat lini kedua yang ditambahkan 1-2 minggu setelah Oral
pemberian tiazid/diuretika sebagai obat lini pertama. Sebagai dosis awal dapat
digunakan 0,25 mg selama 1 minggu
hipertensi, 1 mg sehari, ditingkatkan setelah 1-2 minggu menjadi 2 mg sekali sehari, Oral
kemudian 4 mg sekali sehari, bila perlu; maksimal 16 mg sehari. Hiperplasia prostat
jinak

Propanolol HCL : oral, hipertensi, dosis awal 80 mg 2 kali sehari, tingkatkan dengan Oral,
interval mingguan bila perlu; dosis penunjang 160-320 mg sehari. Hipertensi portal, Injeksi
dosis awal 40 mg 2 kali sehari, tingkatkan sampai 80 mg 2 kali sehari sesuai dengan Intravena.
frekuensi jantung; maksimal 160 mg 2 kali sehariFeokromositoma (hanya bersama alfabloker), 60 mg sehari selama 3 hari sebelum pembedahan atau 30 mg sehari pada pasien
yang tidak cocok untuk pembedahan. Angina, dosis awal 40 mg 2-3 kali sehari; dosis
penunjang 120-240 mg sehari Aritmia, kardiomiopati obstruktif hipertropik, takikardi
ansietas, dan tirotoksikosis (tambahan), 10-40 mg 3-4 kali sehari Ansietas dengan gejalagejala seperti palpitasi, berkeringat, tremor, 40 mg 4 kali sehari selama 2-3 hari,
kemudian 80 mg 2 kali sehari, mulai 5-21 hari setelah infark Profilaksis migren dan
tremor esensial, dosis awal 40 mg 2-3 kali sehari; dosis penunjang 80-160 mg sehari

Kelebihan
cairan tubuh

Diuretik

Konversi
Penghambat ACE
Angiotensin I ke
Angiotensin II

Reseptor
Angiotensin II

Injeksi intravena, aritmia dan krisis tirotoksik, 1 mg selama 1 menit; jika perlu ulang
dengan interval 2 menit; maksimal 10 mg (5 mg dalam anestesia) Catatan. Bradikardi
yang berlebihan dapat diatasi dengan injeksi intravena atropin sulfat 0,6-2,4 mg dalam
dosis terbagi 0,6 mg setiap kali; overdosis lihat penanganan darurat keracunan.
Obat-obatan jenis diuretik bekerja Hipertensi: 12,5 25 mg perhari dosis tunggal pada pagi hari
Oral
dengan cara mengeluarkan cairan
tubuh
(lewat
kencing)
sehingga volume cairan ditubuh
berkurang yang mengakibatkan
daya pompa
jantungmenjadi
lebih ringan.
Penghambat ACE bekerja dengan
cara
menghambat
konversi
angiotensin I menjadi angiotensin
II

Antagonis
reseptor Sifatnya
mirip
dengan
Angiotensin II
penghambat ACE, tetapi obat
golongan ini tidak menghambat
pemecahan bradikinin dan kininkinin lainnya, sehingga tidak
menimbulkan
batuk
kering
persisten
yang
biasanya
mengganggu
terapi
dengan
penghambat ACE.

Kaptopril : hipertensi, digunakan sendiri, awalnya 12,5 mg 2 kali sehari; jika digunakan Oral
bersama diuretika (lihat keterangan), atau pada usia lanjut; awalnya 6,25 mg 2 kali sehari
(dosis pertama sebelum tidur); dosis penunjang lazim 25 mg 2 kali sehari; maksimal 50
mg 2 kali sehari (jarang 3 kali sehari pada hipertensi berat) Gagal jantung (tambahan),
awalnya 6,25 - 12,5 mg di bawah pengawasan medis yang ketat (lihat keterangan di
atas); dosis penunjang lazim 25 mg 2 - 3 kali sehari; maksimal 150 mg sehari. Profilaksis
setelah infark miokard pada pasien dengan disfungsi ventrikel kiri (asimtomatik atau
simptomatik) yang stabil secara klinis, awalnya 6,25 mg, dimulai 3 hari setelah infark,
kemudian ditingkatkan dalam beberapa minggu sampai 150 mg sehari (jika dapat
ditolerir dalam dosis terbagi). Nefropati diabetik, 75-100 mg sehari dalam dosis terbagi;
jika diperlukan penurunan tekanan darah lebih lanjut, antihipertensi lain dapat digunakan
bersama kaptopril; pada gangguan ginjal yang berat, awalnya 12,5 mg 2 kali sehari (jika
diperlukan terapi bersama diuretika, sebaiknya dipilih diuretika kuat daripada tiazid)
Irbesartan : Hipertensi, dosis awal 150 mg sehari sekali, jika perlu dapat ditingkatkan Oral
hingga 300 mg sehari sekali. Pada pasien hemodialisis atau usia lanjut lebih dari 75
tahun, dosis awal 75 mg/hari dapat digunakan. Hipertensi pada pasien diabetes mellitus
tipe II, dosis awal 150 mg sehari sekali dan dapat ditingkatkan hingga 300 mg sehari
sekali sebagai dosis penunjang untuk pengobatan penyakit ginjal, pada pasien
hemodialisis atau lansia di atas 75 tahun, dosis awal 75 mg sehari sekali.

ANTIANGINA OBAT
a) Kebutuhan
O2 mening Nitrat
kat

exercise
berlebihan,
b) Penyediaan
O2 menuru
n

sumbatan
vaskule,
Beta-bloker
Penyakit
pembuluh
darah arteri

Caantagonis

MEKANISME KERJA OBAT


Pembentukan radikal bebas nitrit oksida (NO)
reaktif, kemudian berinteraksi dan mereduksi gugus SH
enzim guanilat siklase sehingga enzim menjadi aktif.
Pengaktifan enzim ini merangsang siklik guanosin-3,5monofosfat-dependend
protein
kinase,
terjadi
defosforilasi rantai myosin, suatu protein yang terlibat
pada proses kontraksi, sehingga ukuran buluh vascular
meningkat (terjadi vasodilatasi).

DOSIS
Gliseril Trinitrat:
sublingual, 0,3-1 mg, bila perlu diulang.
Oral profilaksis angina, 2,6-2,8 mg 3 kali sehari
atau 10 mg 2-3 kali sehari. Infus intravena, 10-200
mcg/menit.

SEDIAAN
Sublingual, ral, Infus Intravena.
Contoh, Gliseril Trinitrat :
Retard (Heinrich Mack NachfJerman) kapsul pelepasan lambat
2,5 mg, 5 mg;

Pemblokkan reseptor 1 dapat menurunkan kecepatan


jantung, kontraksi miokardial, keluaran jantung dan
tekanan darah, sehingga kebutuhan oksigen miokardial
berkurang dan nyeri iskemik dapat dihilangkan.

Atenolol:
hipertensi, dosis awal 400 mg sekali sehari atau
200 mg 2 kali sehari, jika perlu tingkatkan setelah
dua minggu sampai 400 mg 2 kali sehari. Angina,
dosis awal 400 mg sekali sehari atau 200 mg 2
kali sehari; 300 mg 3 kali sehari; pada angina
berat, sampai 1,2 g sehari telah digunakan.
Aritmia, 0,4-1,2 g sehari dalam 2-3 dosis terbagi
Nifedipin: angina dan fenomena Raynaud, sediaan
konvensional, dosis awal 10 mg (usia lanjut dan
gangguan hati 5 mg) 3 kali sehari dengan atau
setelah makan; dosis penunjang lazim 5-20 mg 3
kali sehari; untuk efek yang segera pada angina:
gigit kapsul dan telan dengan cairan. Hipertensi
ringan sampai sedang dan profilaksis angina:
sediaan lepas lambat, 30 mg sekali sehari
(tingkatkan bila perlu, maksimum 90 mg sekali
sehari) atau 20 mg 2 kali sehari dengan atau
setelah makan (awalnya 10 mg 2 kali sehari, dosis
penunjang lazim 10-40 mg 2 kali sehari).

Oral, Injeksi Intravena. Contoh,


Atenolol : Betablok (Kalbe
Farma) 50mg, 100mg,

Kerja utamanya adalah menghambat pemasukan ion


kalsium luar sel, melalui saluran membrane kalsium, ke
dalam sel. Karena ion kalsium mempunyai peran penting
dalam memelhara fungsi jantung dan jaringan otot polos
vascular. Pengurangan kadar kalsium dalam sel jantung
dan sel otot polos vascular koroner akan menyebabkan
vasodilatasi jaringan tersebut. Akibatnya terjadi
penurunan kecepatan denyut jantung, penurunan
kontraksi mikardial dan melam-batnya konduksi
atrioventrikular.
Mekanisme kerja yang lain adalah menghalangi secara
selektif penyebab vasokonstrksi, dengan merangsang
postsinaptik reseptor 2 dalam buluh vascular atau secara
langsung menunjukkan efeknya pada jaringan miokardial.

Oral, Injeksi, Infus. Contoh,


Nifedipine:
Adalat (Bayer)
tablet 5mg; 10mg, Adalat
Oros (Bayer)
tablet
20mg,
30mg,
60mg,
Adalat
Retard (Bayer) tablet 20mg

Antiaritmia
aktivitas
pacu
jantung
yang
abnormal
atau
penyebaran
impuls abnormal.b.

Obat
Mekanisme Kerja
Gol. IA
- hambatan saluran Na
kuinidin, - Memperpanjang action potential
prokainamid,
Obat aritmia ni dapat menyebabkan depresi berat nodus sinoatrial,
disopiramid
tetapi hanya
disopiramid yang dengan jelas memperlambat aktivitas sinus SA
jantung manusia yang
c.
mengalami denervasi. Pada manusia normal kuinidin dapat
meningkatkan irama sinus
melalui penghambatan kolinergik atau secara refleks meningkatkan
perangsangan simpatis.
Dalam kadar terapi, kuinidin, prokainamid, dan disopiramid secara
nyata menurunkan
kecepatan picu serabut purkinje. Efek ni terjadi secara langsung
yaitu mengurangi
kemiringan depolarisasi fase 4 dan mengubah potensial ambang
mendekati O. Amplitudo,
lonjakan (overshoot) dan Vmax fase O di atrium, ventrikel, dan sel
purkinje diturunkan secara
dose-dependent tanpa perubahan yang nyata dan Vm.
Gol. IB:
lidokain,
tokainid

Mengurangi laju depolarisasi


fenitoin,

Dosis
injeksi intravena, pada pasien tanpa gangguan Oral, Injeksi
sirkulasi yang berat, 100 mg sebagai bolus Intravena
selama beberapa menit (50 mg pada pasien lambat.
dengan BB lebih ringan atau pasien dengan
gangguan sirkulasi yang berat), segera diikuti
dengan infus 4 mg/menit selama 30 menit, 2
mg/menit selama 2 jam, kemudian 1
mg/menit; kadarnya dikurangi lagi bila
infusnya dilanjutkan lebih dari 24 jam
(pantauan EKG dan supervisi dokter ahli
jantung).

Lidokain : injeksi intravena, pada pasien tanpa Injeksi dan


gangguan sirkulasi yang berat, 100 mg Infus
sebagai bolus selama beberapa menit (50 mg Intravena
pada pasien dengan BB lebih ringan atau
pasien dengan gangguan sirkulasi yang berat),
segera diikuti dengan infus 4 mg/menit
selama 30 menit, 2 mg/menit selama 2 jam,
kemudian 1 mg/menit; kadarnya dikurangi
lagi bila infusnya dilanjutkan lebih dari 24
jam (pantauan EKG dan supervisi dokter ahli
jantung).

Gol. IC
enkainid, flekainid

Mekanisme kerja Obat kelas ini berafinitas tinggi terhadap kanal Na


di sarkolema. Obat ini merupakan obat
antiaritmia yang sangat poten dalam memperlambat konduksi dan
menekan arus masuk
Nakedalam sel. Obat-obat kelas IC terikat kuat dan menyekat kanal
Na yang dapat
menurunkan Vmax dan lonjakan (overshoot) potensial aksi di atrium,
ventrikel dan serabut
purkinje dibandingkan dengan penghambat kanal Na lainnya.

Enkainid: peroral sebagai kapsul 25,35 dan Oral


50 mg. dosis awal adalah 25 mg, diberikan
tiga kali sehari,dosis ini dapat dinaikan tiap 35 hari sampai mencapai 4 kali 50 mg/hari.
Penyesuaian dosisdiperlukan pada penderita
dengan gangguan hati atau ginjal.

Gol. II :
hambatan efek simpatis pd. Jantung
propranolol,esobutanol
dan esmolol.

Propanolol: berkisar 30 sampai 320 mg/hari Oral


dan biasanya di berikan sebanyak 3 sampai 4
kali sehari

Gol. III:
amiodaron, bretilium,
sotalol, dofetilid dan
ibutilid.

Amiodaron : oral, 200 mg 3 kali sehari selama Oral


dan
1 minggu, 200 mg 2 kali sehari selama 1 Infus
minggu berikutnya; dosis penunjang, biasanya Intravena
200 mg sehari atau dosis minimal yang
diperlukan untuk mengendalikan aritmia.
Infus intravena via kateter vena sentral, 5 mg/
kg bb selama 20-120 menit dengan pantauan
EKG; maksimal 1,2 g dalam 24 jam.

Gol. IV:
Verapamil
ditiazem

Obat-obat dalam kelas ni mempunyai sifat farmakologik yang


berbeda-beda tetapi sama
sama mempunyai kemampuan memperpanjang lama potensial aksi
dan refraktoriness
serabut purkinje dan serabut otot ventrikel. Obat-obat ini
menghambat sistem saraf otonom
secara nyata melalul penghambatan adrenoreseptor secara non
kompetitif.

Penyekat saluran Ca. penekanan potensial aksi yang Ca dependent


dan dan perambatan konduksi di nodus AV

Verapamil :. Injeksi intravena lambat selama Injeksi


2 menit (3 menit pada usia lanjut), 5-10 mg Intravena
(sebaiknya dengan pemantauan ECG); pada lambat
takiaritmia paroksimal jika perlu 5 mg lagi
setelah 5-10 menit.