Anda di halaman 1dari 103

ENZIMOLOGI KLINIK

ENZIM :
PROTEIN SPESIFIK YANG MENGKATALISASI
REAKSI BIOKIMIA TANPA MENGUBAH TITIK
KESEIMBANGAN REAKSI ATAU TANPA
MENGALAMI PERUBAHAN KOMPOSISI ATAU
TIDAK TERPAKAI PADA REAKSI.

ENZIM DITEMUKAN
DI SEMUA JARINGAN TUBUH, DI SERUM
ATAU PLASMA PASCA TRAUMA,
DI SEL

KADAR ENZIM PLASMA ATAU SERUM


SERING DAPAT MEMBANTU MENEGAKKAN
DIAGNOSA PENYAKIT TERTENTU ATAU
KELAINAN FISIOLOGI ORGAN.

STRUKTUR ENZIM.
ENZIM MERUPAKAN MAKROMOLEKUL YANG
TERUTAMA TERDIRI DARI PROTEIN DAN
BERBENTUK GLOBUL DENGAN SATU
BAGIAN SEBAGAI ACTIVE SITE.

ISO ENZIM
PROTEIN YANG MENGKATALISASI REAKSI
BIOKIMIA YANG SAMA,
PADA SPESIES YANG SAMA TETAPI
MEMPUNYAI STRUKTUR DAN KANDUNGAN
KIMIANYA YANG BERBEDA.

ISO ENZIM DAPAT BERASAL DARI ORGAN


YANG BERBEDA (MISAL : ALKALI
PHOSPHATASE), DARI KOMPARTEMEN SEL
YANG BERBEDA (MISAL : GOT) ATAU DARI
KOMPARTEMEN SEL YANG SAMA (MISAL :
LDH). DAPAT DIBEDAKAN DENGAN CARA
ELEKTROFORESIS ATAU KROMATOGRAFI.

COFAKTOR :
MOLEKUL NON PROTEIN YANG
DIPERLUKAN DALAM AKTIVITAS ENZIM.

ACTIVATOR :
KOFAKTOR INORGANIK
CO-ENZYME :
KOFAKTOR ORGANIK,
SEPERTI NAD
(NICOTINAMIDE ADENINE DINUCLEOTIDE)

MOLEKUL ENZIM
B.M 10.000 - 1.000.000.

BANDINGKAN DENGAN
B.M. GLUKOSA 180
B.M. KOLESTEROL 386.

BESAR MOLEKUL
DAN BERAT MOLEKUL ENZIM
KEMAMPUAN ENZIM KELUAR DARI SEL
MASUK SIRKULASI DARAH DAN
ELIMINASINYA MELALUI GINJAL.

MAKIN KECIL MASA DAN BERAT MOLEKUL


ENZIM, MAKIN MUDAH KELUAR DARI
JARINGAN DAN MASUK KE SIRKULASI
DARAH DAN DIKELUARKAN MELALUI
GINJAL. AMILASE DAN LIPASE MUDAH
MELEWATI GLOMERULUS GINJAL.

FUNGSI ENZIM
SEBAGAI KATALISATOR BIOLOGIS,
MEMPERCEPAT REAKSI KIMIA.

SEBAGAI KATALISATOR
ENZIM BERSIFAT :
1) SPESIFIK.
SATU ENZIM HANYA DAPAT MENGENAL
SATU JENIS SUBSTRAT. SIFAT SPESIFIK INI
DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR AKTIFITAS
ENZIM DALAM CAIRAN TUBUH.

2) TIDAK BERUBAH
3) JUMLAH KECIL/ SEDIKIT
4) DAPAT DIPAKAI BERULANG ULANG
5) MEMPERCEPAT KESEIMBANGAN
6) DAYA KATALITIKNYA DIPENGARUHI OLEH
SUHU, pH, KADAR GARAM.
7) TERDAPAT DI SEMUA JARINGAN

BERDASARKAN JENIS REAKSI KATALITIK


ENZIM DIBAGI MENJADI
6 KELAS :
1) OKSIDO-REDUKTASE
2) TRANSFERASE
3) HIDROLASE
4) LIASE
5) ISOMERASE
6) LIGASE

ENZIM TERDAPAT PADA BERBAGAI BAGIAN


DARI SEL.

LETAK ENZIM.
ENZIM DI DALAM SEL DIBEDAKAN :
ENZIM UNILOKULER
ENZIM MULTILOKULER

ENZIM UNILOKULER :
HANYA ADA DI SALAH SATU BAGIAN DARI
SEL SAJA:
DI DINDING SEL SAJA,
DI SITOPLASMA SAJA,
DI MITOKONDRIA SAJA ,
DI LISOSOM SAJA,
DI ENDOPLASMIK RETIKULUM SAJA.
CONTOH :
GPT, LDH DI SITOPLASMA.
GLDH : DI MITOKONDRIA

ENZIM MULTI LOKULER :


TERDAPAT DI LEBIH DARI SATU BAGIAN SEL
MISALNYA : GOT, CK ADA DI SITOPLASMA
DAN MITOKONDRIA.
ALP, GAMMA-GT ADA DI DINDING SEL DAN
MIKROSOME.

ENZIM DI MEMBRAN SEL


(PLASMA MEMBRAN)
SEPERTI ALP, GAMMA-GT, 5-NU,
DILEPASKAN KE SIRKULASI TERGANTUNG
KELAINAN YANG TERJADI.

PLASMA MEMBRANE :
ALP, 5-NT, gamma-GT
SITOPLASMA :
ALAT, LDH, ASAT, CK
MITOKONDRIA :
ASAT, CK, GLDH
NUKLEUS
LISOSOM : ACP
MIKROSOM (ENDOPLASMIK RETIKULUM) :
gamma-GT, ALP

ENZIM DI ORGAN (JARINGAN) TERTENTU,


DAPAT BERADA TERUTAMA DI BAGIAN TEPI,
BAGIAN TENGAH ATAU TERSEBAR. DARI
SEL

SEBAGAI CONTOH ENZIM DI HATI :


* DI BAGIAN TEPI ASINUS DARI ORGAN HATI :
GOT DAN GPT
* DI BAGIAN ASINOSENTRAL DARI ORGAN :
GLDH
* MENYEBAR DI SEKITAR KANALIKULI
BILIARIS : ALP, LAP (LEUCINE AMINO
PEPTIDASE, 5-NT
(NUCLEOTIDASE),
GAMMA GT.

JARANG DIJUMPAI ENZIM YANG HANYA


TERDAPAT DI SATU ORGAN TERTENTU,
PADA UMUMNYA SATU JENIS ENZIM
TERDAPAT DI BERBAGAI ORGAN. OLEH
KARENA ITU ENZIM YANG KHAS UNTUK
SATU ORGAN TERTENTU TIDAK ADA.

ENZIM YANG DIANGGAP ORGAN SPESIFIK :


CREATINE KINASE (CK) UNTUK OTOT SERAN
LINTANG, SORBITOL DEHYDROGENASE
(SDH) UNTUK SEL HATI.
ENZIM YANG TERDAPAT PADA BEBERAPA
ORGAN : LDH, GOT, GPT.

ENZIM DALAM DARAH

ENZIM KHAS PLASMA :


DISEKRESI OLEH BERBAGAI ORGAN DAN
AKTIF BEKERJA DI DALAM PLASMA. :
FAKTOR KOAGULASI DAN FIBRINOLISIS,
PSEUDO-CHOLINE ESTERASE,
CERULOPLASMIN,
LIPOPROTEIN LIPASE,
LCAT (LECITHIN-CHOLESTEROL ACYL
TRANSFERASE).

ENZIM SEKRESI.
ENZIM TIDAK AKTIF BEKERJA DI DALAM
PLASMA :
AMILASE (PANKREAS DAN PAROTIS), LIPASE
(PANKREAS), ACID PHOSPHATASE (ACP)

ENZIM SELULER.
BERFUNGSI DI DALAM SEL UNTUK
METABOLISME SEL.
DIBAGI DALAM :
1) ENZIM KHAS ORGAN TERTENTU
2) ENZIM BERASAL DARI BERBAGAI ORGAN

1)

ENZIM KHAS ORGAN TERTENTU


SEPERTI
CK PADA OTOT SERAT LINTANG,
SORBITOL DEHYDROGENASE (SDH)
YANG KHAS UNTUK ORGAN HATI,

2)

ENZIM YANG BERASAL DARI BERBAGAI


ORGAN ,
CONTOH : GOT, LDH.

PENETAPAN AKTIFITAS ENZIM DAPAT


DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT BANTU PADA :
PEMERIKSAAN PENYARING, DIAGNOSIS,
DIAGNOSIS BANDING,
PROGNOSIS SUATU PENYAKIT SERTA
MEMANTAU HASIL PENGOBATAN.

BEBERAPA HAL PENTING YANG PERLU


DIKETAHUI MENGENAI ENZIM ANTARA LAIN :

1.

MEKANISME PERUBAHAN KEAKTIFAN


ENZIM DALAM DARAH.

PELEPASAN ENZIM DARI SEL MENINGKAT BILA


TERJADI :
PERUBAHAN PERMIABILITAS ATAU KERUSAKAN
DINDING SEL, INDUKSI OLEH BAHAN TERTENTU
DAN PROLIFERASI SEL SECARA AKTIF.

KEGAGALAN SIRKULASI UMUM, MENYEBABKAN


KEAKTIFAN ENZIM MENINGKAT
1) PENINGKATAN PERMIABILITAS DINDING SEL
2) KERUSAKAN DINDING SEL ATAU KERUSAKAN SEL.
MISALNYA PADA INFARK MIOKARD
3) INDUKSI OLEH OBAT-OBAT TERTENTU,
SEPERTI GT OLEH ALKOHOL
4). PROLIFERASI SEL SECARA AKTIF PADA :
PERTUMBUHAN,
KEHAMILAN (ALP PADA PERTUMBUHAN TULANG)
PERTUMBUHAN TUMOR ( ACP PADA TUMOR/Ca PROSTAT),
REGENERASI
5) KEGAGALAN SIRKULASI UMUM DAN GINJAL.
CONTOH :
PADA OBSTRUKSI BILIARIS/SALURAN EMPEDU: ALP, -GT
MENINGKAT,
PADA OBSTRUKSI PANKREAS : PENINGKATAN AMILASE &
LIPASE.

AKTIFITAS ENZIM MENURUN.


1) FUNGSI SINTESIS BERKURANG : PSEUDO
CHOLINE ESTERASE MENURUN
2) MASA JARINGAN SEHAT BERKURANG PADA
SEROSIS HEPATIS
3) DEFISIENSI KONGENITAL.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA AKTIFITAS


ENZIM
1) ANTIKOAGULANSIA.
ANTIKOAGULAN OKSALAT DAN EDTA MENGHAMBAT
AKTIFITAS ENZIM, SERUM > BAIK DARI PLASMA EDTA
2) SERUM KERUH: MENGGANGGU PEMBACAAN SERAPAN.
3) HEMOLISIS.
ENZIM YANG ADA DI RBC LEPAS KADAR YANG TERUKUR
DI SERUM LEBIH TINGGI.
4) SEBAIKNYA ENZIM SEGERA DIPERIKSA.
5) PENYIMPANAN. TERGANTUNG :
JENIS ENZIM, & SUHU RUANGAN,
SUHU LEMARI PENDINGIN ATAU HARUS DIBEKUKAN
BERKAITAN DENGAN KESTABILAN ENZIM YANG DIPERIKSA.

ELIMINASI ENZIM OLEH BERBAGAI ORGAN


(HATI, GINJAL, USUS) ,
MAKROFAG DARI RES

MASA PARUH ENZIM DI PLASMA BERBEDABEDA. ADA YANG RELATIF SINGKAT


(BEBERAPA JAM) SAMPAI YANG RELATIF
LAMA (BEBERAPA HARI).

SEBAGAI CONTOH :

(AST / GOT) = 17 + 5 JAM


(GLDH) = 18 + 1 JAM
(LDH-5) = 10 + 2 JAM
(ALT / GPT) = 1.5 2.5 HARI
(gamma-GT) = 3 4 HARI
(CHE) = + 10 HARI
(ALP) = 3 7 HARI

2. PENYEBARAN ENZIM DI BERBAGAI JARINGAN.


KEBANYAKAN ENZIM TERDAPAT DI DALAM SEL
BERBAGAI JARINGAN, JARANG HANYA PADA SUATU
JARINGAN TERTENTU SAJA TIDAK ADA ENZIM
YANG SPESIFIK UNTUK SUATU JARINGAN
TERTENTU.

BEBERAPA ENZIM ADA LEBIH BANYAK DI


JARINGAN TERTENTU DIBANDINGKAN DENGAN DI
JARINGAN LAIN, SEPERTI :
GLDH DAN ALT TERUTAMA TERDAPAT DI SEL HATI.
ENZIM-ENZIM INI SECARA RELATIF KHAS UNTUK
HATI.

3. PENYEBARAN ENZIM DI DALAM JARINGAN


TERTENTU.
ALT DAN AST : DI DAERAH ASINUS,
GLDH : DI DAERAH ASINOSENTRAL.
ALP., 5-NT, -GT DAN LAP (LEUCINE
AMINOPEPTIDASE) DI SEKITAR KANALIKULI
BILIARIS.

4). LETAK ENZIM DI DALAM SEL.


ADA ENZIM YANG BERSIFAT UNILOKULER,
CONTOH : ALT DAN LDH HANYA DI
SITOPLASMA ,
GLDH HANYA DI MITOKONDRIA.
ADA ENZIM YANG BERSIFAT MULTILOKULER,
CONTOH :
AST DI SITOPLASMA DAN MITOKONDRIA,
ALP DI DINDING SEL DAN DI MIKROSOM.

PERBEDAAN LETAK ENZIM :


KERUSAKAN AWAL DARI SEL ENZIM
SITOPLASMA ENZIM SITOPLASMA AKAN
MENINGKAT LEBIH DAHULU DARI PADA ENZIM
MITOKONDRIA.

SEBAGAI SATUAN : IU (INTERNATIONAL UNIT).


1 IU : JUMLAH ENZIM YANG MENGKATALISASI
PERUBAHAN 1 uMol SUBSTRAT DALAM WAKTU 1
MENIT PADA KONDISI TERTENTU (SUHU, LARUTAN
PENYANGGA, KADAR SUBSTRAT DAN ADANYA KOFAKTOR).

CARA PENETAPAN AKTIVITAS ENZIM ADA 2 CARA :


CARA END POINT
CARA KINETIK

1) CARA PENGUKURAN DUA TITIK ATAU END


POINT DIMANA AKTIFITAS ENZIM DIUKUR SEBAGAI
PERUBAHAN SUBSTRAT ATAU PRODUK SELAMA
JANGKA WAKTU TERTENTU, YAITU PADA AWAL
REAKSI SAMPAI AKHIR REAKSI.

2) CARA KINETIK, DIMANA PERUBAHAN KADAR


REAKTAN DIUKUR SECARA INTERMITEN ATAU
TERUS MENERUS. CARA KINETIK DINILAI LEBIH
TEPAT DAN TELITI DIBANDING CARA END POINT,
TETAPI MEMERLUKAN REAGEN YANG LEBIH
MAHAL.

BENTUK MODIFIKSI CARA KINETIK ADALAH


OPTIMIZED STANDARD, DIMANA BEBERAPA
FAKTOR, SEPERTI JENIS LARUTAN DAPAR, KADAR
SUBSTRAT, PH, KO-ENZIM, ZAT PENGAKTIF DIATUR.
DENGAN MODIFIKASI INI KETELITIAN DIPERTINGGI
DAN MEMUNGKINKAN PERBANDINGAN HASIL
ANTAR LABORATORIUM.

PENAFSIRAN HASIL PENETAPAN ENZIM


DARI PENGETAHUAN TENTANG LETAK ENZIM
DAPAT DIPEROLEH BERBAGAI MANFAAT DALAM
MENILAI ARTI PERUBAHAN AKTIFITAS ENZIM ATAU
BEBERAPA JENIS ENZIM :

1) PENAFSIRAN HASIL BERDASARKAN


PEMERIKSAAN ENZIM SECARA TUNGGAL.
KELEMAHAN : KURANG ADANYA ENZIM YANG KHAS
UNTUK ORGAN TERTENTU MISALNYA ORGAN HATI,
SEHINGGA MANFAATNYA SANGAT TERBATAS.
CONTOH : ENZIM GLDH DAN GPT RELATIF KHAS
UNTUK HATI.

PENINGKATAN AKTIFITAS GPT SAMPAI 20 KALI


NORMAL, HAMPIR SELALU MENUNJUKKAN ADANYA
KERUSAKAN SEL HATI AKUT
YANG DISEBABKAN OLEH
VIRUS, OBAT, ATAU TOKSIN, WALAUPUN DAPAT
DISEBABKAN OLEH HAL LAIN.

PENINGKATAN AKTIVITAS ENZIM SITOPLASMA


(GPT) MENUNJUKKAN PERADANGAN ATAU
NEKROSIS SEL AKUT.
PENINGKATAN ENZIM DI MITOKONDRIA
MENUNJUKKAN PROSES PENYAKIT LEBIH BERAT.

2) BERDASARKAN PEMERIKSAAN
ISO-ENZIM.
BERBAGAI JARINGAN MENGHASILKAN ENZIM YANG
MENGKATALISASI SUATU REAKSI BIOKIMIA YANG
SAMA.
ENZIM-ENZIM INI = ISO-ENZIM.
DENGAN CARA-CARA TERTENTU DAPAT
DIBEDAKAN ISO-ENZIM YANG BERASAL DARI
JARINGAN TERTENTU.

PEMERIKSAAN ISO ENZIM LEBIH BERMANFAAT DARI


PADA PEMERIKSAAN ENZIMNYA,
KARENA ISO ENZIM BERSIFAT
ENZIM ORGAN SPESIFIK.

CONTOH:
ALP MEMPUNYAI ISO-ENZIM DI HATI, TULANG,
USUS, PLASENTA, DAN TUMOR TERTENTU.
CK MEMPUNYAI ISO-ENZIM DI OTAK, JANTUNG, DAN
OTOT RANGKA.
LDH MEMPUNYAI ISO-ENZIM DI JANTUNG, HATI DAN
ERITROSIT.

3) BERDASARKAN POLA HUBUNGAN ANTAR


BEBERAPA ENZIM.
HASIL PENETAPAN BEBERAPA ENZIM PADA SAAT
YANG SAMA, PENAFSIRAN LEBIH BAIK DAN LEBIH
LENGKAP.
KOMBINASI PEMERIKSAAN ENZIM SITOPLASMA GPT
DAN ENZIM MITOKONDRIA GOT DALAM BENTUK
RASIO DIGUNAKAN MENILAI DERAJAT KERUSAKAN
SEL HATI.

4) HUBUNGAN PEMERIKSAAN ENZIM DENGAN


PEMERIKSAAN NON ENZIM.
BERSIFAT SALING MELENGKAPI.
MISALNYA PENURUNAN KEAKTIFAN CHE DAN
ADANYA HIPOALBUMINEMIA MENUNJUKKAN
ADANYA PENURUNAN FUNGSI SINTESA DARI HATI.

POLA ENZIM PADA BEBERAPA PENYAKIT.

UNTUK MENDIAGNOSIS HEPATITIS AKUT DAN


DIAGNOSA BANDING DARI BERBAGAI KEADAAN
IKTERUS DAPAT DIGUNAKAN KOMBINASI HASIL
PEMERIKSAAN AKTIFITAS ENZIM SEPERTI GPT DAN
GOT DAN DITENTUKAN RASIONYA.

PADA HEPATITIS AKUT,


AKTIVITAS GPT & GOT SANGAT TINGGI,
RASIO GOT/GPT : 0.40 0.80.
PADA PENYAKIT LAIN
AKTIVITAS ENZIM GPT & GOT TIDAK TINGGI
DGN RASIO SEKITAR 1.

DENGAN MENGGUNAKAN
RASIO DE RITIS & RASIO KUNTZ : RASIO
GOT/gamma-GT,
[GOT + GPT]/GLDH,
ANGKA KETEPATAN DIAGNOSIS LEBIH TINGGI,
95 98% HEPATITIS AKUT
90 95% HEPATITIS OBSTRUKTIF.

HEPATITIS AKUT.
GOT & GPT MENINGKAT 20 50 X NORMAL DAN
CEPAT TURUN KEMBALI.
(MINGGU KE-1 GOT DAN GPT TURUN SAMPAI 50%).
gamma-GT TURUN LEBIH LAMBAT, MINGGU KE-3
gamma GT > TINGGI DARI GOT.
RASIO GOT/gamma-GT < 0.7,
RASIO [GOT + GPT]/GLDH > 50.

HEPATITIS KRONIK.
RASIO GOT/GPT = 1 ATAU LEBIH BESAR,
DENGAN GOT < gamma-GT,
RASIO [GOT + GPT]/GLDH < 50.
GOT DAN GPT < 5 10 KALI DARI NORMAL.

PADA KOLESISTITIS
AKTIFITAS gamma-GT SANGAT MENINGKAT,
GOT & GPT MENINGKAT SEDIKIT
(2 3 KALI NILAI NORMAL),
GPT > GOT.
CHE & GLDH NORMAL.

PERLEMAKAN HATI.
BIASANYA GOT DAN GPT MENINGKAT 2 3 KALI
NILAI NORMAL,
MEMBAIK DENGAN PEMBERIAN DIET.
CHE TINGGI ATAU NORMAL,
gamma-GT MENINGGI (TIDAK SELALU).

HEPATITIS KRONIK AKTIF


BIASANYA NILAI AKTIFITAS GOT DAN GPT 5 10
KALI NILAI NORMAL DENGAN
GPT > GOT,
GAMMA-GT > GOT.

PADA HEPATITIS KRONIK PERSISTEN:


GOT > GPT
TETAPI
GAMMA-GT < GOT.

PADA IKTERUS OBSTRUKTIF


YANG PALING MENINGKAT :
ALKALI FOSFATASE (ALP) & gamma-GT.
PADA OBSTRUKSI EKSTRA HEPATIK
RASIO [GOT + GPT]/GLDH < 20

PADA SEROSIS HEPATIS BERAT,


CHE (KOLINESTERASE) MENURUN < 1000 U/L,
GOT DAN GPT NORMAL.

PADA INFARK MIOKARD,


ENZIM YANG MENINGKAT :
AST [GOT],
LDH,
CK.

DIAWALI PENINGKATAN AKTIVITAS CK DAN ISOENZIMNYA (CK-MB), DIIKUTI PENINGKATAN GOT,


ALFA-HBDH (LDH-1 DAN LDH-2) DAN TOTAL LDH.
CK-MB NORMAL 2 3 % DARI TOTAL CK.
PADA INFARK MIOKARD MENINGKAT SAMPAI
SEKITAR 22 %.

PADA PENYAKIT OTOT RANGKA (PROGRESSIVE


MUSCULAR DYSTROPHY, DERMATOMYOSITIS)
ENZIM YANG TERUTAMA
MENINGKAT :
CK DAN LDH.

METASTASIS CARSINOMA HEPAR PENINGKATAN


AKTIVITAS ENZIM
ALP, LAP, 5-NT, GAMMA-GT DISERTAI
PENINGKATAN RINGAN ENZIM GPT DAN GOT.

PADA METASTASIS CARSINOMA TULANG


(OSTEOBLASTIK) ENZIM ALP SANGAT
MENINGKAT,
AKTIFITAS GOT DAN GPT NORMAL.

Pola enzim beberapa penyakit


-----------------------------------------------------------------------------------------------------ALP
LAP
5-NT GGT
AST ALT LDH CK
------------------------------------------------------------------------------------------------------Obstruksi saluran
empedu
4+
4+
4+
4+
+
+
+
(-)
Nekrosis hati
+
+
+
+
4+
4+
+
(-)
Infark miokard
---+
2+
+/2+
4+
Penyakit otot
----+
+/-- 2+
4+
Karsinoma hati (1 4 +) (1 4+) (1 4+) (1 4+)
2+
+
3+
(--)
Karsinoma tulang
4+
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

SECARA TEKNIS HASIL PEMERIKSAAN ENZIM


DIPENGARUHI OLEH BERBAGAI FAKTOR :

1) BAHAN PEMERIKSAAN:SERUM / PLASMA


MENGHAMBAT AKTIFITAS ENZIM :
ANTIKOAGULAN
KADAR UREUM SERUM TINGGI HEMOLISA
TIDAK DAPAT DINILAI.

2) LAMANYA BAHAN DISIMPAN SEBELUM


DIPERIKSA.
BILA SERUM TIDAK SEGERA DIPERIKSA.
DIPISAHKAN DARI BEKUAN DARAH, TERJADI
PERUBAHAN KEAKTIFAN ENZIM AKIBAT ENZIM
KELUAR DARI ERITROSIT.

BEBERAPA ENZIM BERSIFAT TIDAK STABIL BAIK


PADA SUHU KAMAR MAUPUN PADA SUHU LEMARI
ES.

3) CARA PEMERIKSAAN.
- CARA PENGUKURAN 2 TITIK (END POINT)
- CARA MONITORING TERUS MENERUS (CARA
KINETIK).

4) ALAT YANG DIPERGUNAKAN.


FOTOMETER HARUS SESUAI DENGAN CARA YANG
DIPERGUNAKAN.
UNTUK CARA OPTIMISED, FOTOMETER HARUS
DAPAT MENGUKUR PADA PANJANG GELOMBANG
ULTRA VIOLET YANG DIPERGUNAKAN.

5). SUHU INKUBASI DAN SUHU PENGUKURAN


TIDAK SELALU SAMA.

SEBELUM HASIL PEMERIKSAAN DIBANDINGKAN,


ANGKA HASIL HARUS DIKONVERSIKAN TERLEBIH
DAHULU KE SUHU YANG SAMA.

TIAP ENZIM BERFUNGSI SECARA OPTIMAL PADA


SUHU TERTENTU.

PADA SUHU 40 50 C ENZIM MENGALAMI


DENATURASI .

PADA SUHU DINGIN AKTIVITAS ENZIM BERKURANG.


PEMERIKSAAN AKTIVITAS ENZIM TIDAK DAPAT
SEGERA DILAKUKAN, BILA ENZIM BARU
DIKELUARKAN DARI LEMARI PENDINGIN.

6). pH.
pH EKSTRIM ENZIM RUSAK, AKIBAT :
DENATURASI ENZIM, PERUBAHAN MUATAN
LISTRIK
TIAP ENZIM pH OPTIMAL UMUMNYA pH
BERKISAR 7 8..

7). CO-FAKTOR :
ZAT BUKAN PROTEIN YANG BERIKATAN
DENGAN ENZIM PADA SEBELUM TERJADI
PROSES REAKSI.

KO-FAKTOR INORGANIK : AKTIVATOR (CA++,


MG++, FE++, MN++, ZN++)
KOFAKTOR ORGANIK : KO-ENZIM (NADH,
NAD)

8). INHIBITOR.
REAKSI ENZIMATIK TIDAK DAPAT
BERLANGSUNG BILA ADA INHIBITOR.
(KOMPETITIF INHIBITOR DAN NON
KOMPETITIF INHIBITOR).

ENZIM DALAM KLINIK

CREATINE KINASE (CK):


ENZIM YANG BERHUBUNGAN DENGAN
REGENERASI ATP DI SISTEM SEL OTOT
ATAU SISTEM TRANSPORT.

CK TERDAPAT DI BERBAGAI JARINGAN,


YANG PALING BANYAK DI OTOT SKELET,
OTOT JANTUNG,
JARINGAN SARAF.
KADAR CPK MENINGKAT BILA TERDAPAT
TRAUMA/KERUSAKKAN PADA OTOT ATAU
SEL SARAF

KADAR CPK MENINGKAT DALAM 6


JAMPASCA KERUSAKAN OTOT & KADAR
MENCAPAI PUNCAK 18 JAM SETELAH
TRAUMA, KEMBALI KE NILAI NORMAL
DALAM WAKTU 2 3 HARI

PENINGKATAN AKTIVITAS CK JUGA


DITEMUKAN PADA KELAINAN SUSUNAN
SYARAF PUSAT,
SEPERTI PADA
STROKE,
DEGENERASI SYARAF,

KADAR CK MENINGKAT PADA


HIPOTIROIDISM, HIPERPIREKSIA
MALIGNANT

CK MEMPUNYAI 3 ISO ENZIM :


CK BB (OTAK),
CK MB (OTOT JANRUNG)
CK MM (OTOT SKELET)

CK-MB MENINGKAT 3 6 JAM SETELAH


TERJADI INFARK, KADAR MENCAPAI
PUNCAK DALAM 12 18 JAM, KEMBALI KE
NILAI NORMAL DALAM 12 24 JAM
SETELAH INFARK
KARENA CK-MB JUGA DITEMUKAN DI OTOT
SKELET (WALAUPUN SEDIKIT), BILA ADA
KERUSAKAN OTOT SKLELET YANG LUAS
CK-MB MENINGKAT

UNTUK MENGHINDARI SALAH DIAGNOSA


DAPAT DIGUNAKAN RATIO CK-MB : CK
NILAI RATIO > 2.5 KEMUNGKINAN ADALAH
INFARK MIOKARD

CK-BB TERUTAMA ADA DI OTAK DAN PARU


MENINGKAT PADA :
CEREBROVASCULAR ACCIDENT & INFARK
PARU.
CK-MM MENINGKAT PADA KELAINAN OTOT
: MIOPATI, LATIHAN BERAT, MULTIPLE I.M.
INJECTION, ELECTROCONVULSIVE
TYERAPY, CHRONIC ALCOHOLISM,
SURGERY

UNTUK MEMBANTU DIAGNOSA INFARK


MIOKARD : LDH & AST
CARDIAC MARKER LAINNYA : TROPONIN
TROPONIN MEMILIKI 3 ISOTYPE :
TROPONIN T, TROPONIN I & TROPONIN C.
TROP[ONIN T DAN TROPONIN I
MERUPAKAN MARKER LEBIH BAIK UNTUK
INFARK MIOKARD