Anda di halaman 1dari 37

ASUHAN

KEPERAWATAN BAGI
ODHA

Th. Ratna Indraswati

DAMPAK PENYAKIT HIV / AIDS

FISIK
PSIKOLOGIS
KELUARGA
SOSIAL
MASYARAKAT
PERAN KITA !?

CARA PENALARAN / PINTU MASUK


VIRUS
1.

2.

3.

MELALUI DARAH /
KONTAK DARAH
MELALUI
HUBUNGAN SEX
DARI IBU KE ANAK

KOMPONEN KEPERAWATAN
KOMPREHENSHIP BERKESINAMBUNGAN
DALAM KERJASAMA TIM, BEBERAPA
KOMPONEN MELIPUTI :

KONSELING DAN TESTING SUKARELA


TATA LAKSANA KLINIS YANG RASIONAL
ASUHAN KEPERAWATAN YANG MAMPU MEMBERI
KENYAMANAN PASIEN DAN KELUARGA
PERAWATAN DI RUMAH DAN DIMASYARAKAT
PROMOSI GIZI

KOMPONEN KEPERAWATAN
KOMPREHENSHIP

DUKUNGAN PSIKOLOGIS DAN EMOSIONAL +


SPIRITUAL
MEMBENTUK KELOMPOK PENDUKUNG
MEMBANGUN SIKAP POSITIP UNTUK
MENYINGKIRKAN STIGMA
DUKUNGAN SOSIAL
MEMBANGUN KERJASAMA ANTAR
PENYELENGGARA LAYANAN (INSTITUSI)

KERAHASIAAN

PETUGAS KESEHATAN
PETUGAS TERKAIT

HARUS TETAP MENJAGA


KERAHASIAAN

TUJUAN : MENGURANGI DAMPAK BURUK AKIBAT


PEMBERITAAN / MEMBUKA RAHASIA KLIEN
PADA ORANG LAIN

TINDAKAN PENCEGAHAN
PENULARAN
A.

RUANGAN
TIDAK PERLU TERSENDIRI BILA :
- PASIEN DAPAT BEKERJA SAMA
- TIDAK BATUK
- PEDULI DALAM HAL KEBERSIHAN

PERLU RUANG TERSENDIRI


- BATUK-BATUK DAN ATAU TBC PARU
- DIARE BERAT
- BEBERAPA PENYAKIT OPORTUNISTIK
- PERDARAHAN

B. PETUGAS DALAM KEADAAN SEHAT, TIDAK


MENDERITA INFEKSI
C. PETUGAS SELALU MENERAPKAN KEWASPADAAN
UNIVERSAL

GEJALA-GEJALA PADA PENDERITA


DEWASA
A. GEJALA MAYOR
BB MENURUN LEBIH DARI 10 % SELAMA
1 BULAN
DIARE KRONIS YANG BERLANGSUNG
LEBIH DARI 1 BULAN
PENURUNAN KESADARAN DAN
GANGGUAN NEUROLOGIS
DEMENTIA / HIV ENCEPHALOPATIA

B. GEJALA MINOR
BATUK MENETAP LEBIH 1 BULAN
DERMATITIS GENERALISATA
HERPES ZOSTER
KANDIDIASIS OROFARINGEAL
HERPES SIMPLEX
LIMPADENOPATI GENERALISATA
INFEKSI JAMUR YANG BERULANG
PADA AREA KELAMIN WANITA
RETINITIS VIRUS SITOMEGALO

INTERVENSI KEPERAWATAN BERKAITAN DENGAN


MASALAH KESEHATAN YANG SERING TIMBUL
PERMASALAHAN
1. DIARHAE

INTERVENSI KEPERAWATAN
MENCEGAH DEHIDRASI

BERI MINUM BANYAK


BERI TERAPI PARENTERAL, SESUAI KONDISI
PASIEN
PERAWATAN KULIT PERIANAL

2. DEMAM DAN NYERI

BERI NINUM BANYAK, OBAT PENURUN PANAS, DAN

OBAT ANTI NYERI

3. KELAINAN KULIT

OLESI PELEMBAB

MASSAGE UNTUK MEMPERLANCAR ALIRAN DARAH


OBAT-OBAT A. B. TOPIKAL B/P
PERAWATAN KHUSUS PADA KASUS STEVEN
JONSON. S

PERAN MULUT DENGAN KUMUR-KUMUR


BILA NAMPAK INFEKSI JAMUR BERI TOPICAL
( ANTI JAMUR )

4. RADANG MULUT DAN


TENGGOROKAN

5. GANGGUAN
PERNAPASAN

6. GANGGUAN
NEUROLOGIS

7. MALNUTRISI

AJAKAN TEKNIK RELAXASI UNTUK MENGURANGI


KEGELISAHAN
BERI OKSIGEN
OBAT-OBATAN SESUAI TINDAKAN / TX. MEDIS
POSISI DUDUK

NILAI STATUS COGNISI UNTUK MEMBERI ASUHAN


YANG TEPAT

LAKUKAN PENCEGAHAN DICUBITUS


CEK HB / ALBUMIN
BERI MAKAN YANG MUDAH DI CERNA
DIET TINGGI PROTEIN DAN TINGGI LEMAK

ASUHAN PADA ANAK DENGAN HIV / AIDS


GEJALA KLINIS PADA
MAYOR :
- BERAT BADAN MENURUN ATAU GAGAL TUMBUH
- DIARE TERUS MENERUS ATAU BERULANG DALAM
WAKTU 1 BULAN
- INFEKSI SALURAN NAPAS BAGIAN BAWAH ATAU
MENETAP (BROCHPNEUMONIA)
MINOR :
- LYMPADENOPATI GENERALISATA ATAU HEPATO
SPLENOMEGALI
- KANDIDIASIS ORAL
- INFEKSI BACTERI / VIRUS BERULANG
- BATUK KRONIS
- DERMATITIS LUAS
- ENCEPHALITIS

INTERVENSI KEPERAWATAN BERKAITAN DENGAN


MASALAH KESEHATAN YANG SERING TIMBUL
NO

PERMASALAHAN

INTERVENSI KEPERAWATAN

1.

KANDIDIASIS
OROPHARYNGEAL

OLESI GENTIAN VIOLET


- BERI OBAT KUMUR
- LAKUKAN ORAL HYGIENE SECARA RUTIN
- BERIKAN MAKANAN YANG MUDAH DI TELAN

2.

RADANG MULUT

3.

RADANG TELINGA
TENGAH ( OMP )

ORAL HYGIENE
- KUMUR
- ANTIBIOTIKA LOKAL SISTEMIK

JAGA KEBERSIHAN TELINGA DENGAN IRIGASI


TELINGA

4.

DIARE KRONIS

CEGAH DEHIDRASI LEBIH LANJUT DENGAN


BANYAK MINUM / TX PARENTERAL
- BERI MAKANAN YANG MUDAH DICERNA
- PERAWATAN PERIANAL

5.

KELAINAN KULIT

6.

MALNUTRISI

7.

DEMAM DAN NYERI

8.

SESAK NAFAS DAN


BATUK

- ATUR

OESKAN PELEMBAB
- MASSAGE UNTUK MEMPERLANCAR SIRKULASI
DARAH
- PERAWATAN KHUSUS PADA KASUS DIKUBITUS
MAKANAN MUDAH DICERNA
- DIET TINGGI PROTEIN, TINGGI LEMAK
BERI MINUM BANYAK
- ANTI PIRETIK, ANALGESIK
POSISI
- BERI NEBOLIZER UNTUK MELEGAKAN NAFAS
- BERI OKSIGEN
- ALIRKAN UDARA SEGAR

ASUHAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN IBU


HIV +

BEBASKAN CAIRAN TUBUH YANG MENEMPEL DI BAYI


TIDAK USAH MELAKUKAN PENGISAPAN LENDIR, K/P
DENGAN ELEKTRIK SUCTION
JANGAN DIBERI ASI
HINDARI HIPOTERMI DENGAN MENGHANGATKAN BAYI
ARV PROVILAXIS
HINDARI RESS MULUT KE MULUT

Gejala Klinis pada Stadium AIDS


1 dari 5 gejala minor
2 dari 3 gejala utama

batuk kronis selama


lebih dari 1 bulan

demam
berkepanjangan
lebih dari 3
bulan

infeksi pada mulut dan


tenggorokan disebabkan
oleh jamur Candida

albicans
diare kronis lebih
dari 1 bulan berulang
maupun terusmenerus
penurunan berat
badan lebih dari
10% dalam 3 bulan

GEJALA KLINIS PADA


STADIUM AIDS
2 dari 3
gejala utama
demam
berkepanjangan
lebih dari 3 bulan
diare kronis
lebih dari 1 bulan
berulang maupun
terus-menerus
penurunan
berat badan
lebih dari 10%
dalam 3 bulan

1 dari 5
gejala minor
batuk kronis
selama lebih
dari 1 bulan
infeksi pada mulut
dan tenggorokan
disebabkan oleh jamur
Candida albicans
pembengkakan
kelenjar getah bening
yang menetap
di seluruh tubuh
munculnya
Herpes zorter
berulang
bercak-bercak
gatal di seluruh
tubuh

pembengkakan kelenjar
getah bening yang
menetap di seluruh tubuh

munculnya Herpes zorter


berulang bercak-bercak
gatal di seluruh tubuh
contoh

Hampir Semua Organ/Bagian


Tubuh Dapat Terserang AIDS

Paru
Kulit, Kuku
Rongga Mulut-gigi
Usus
Otak

PENCEGAHAN = PERUBAHAN PERILAKU


A = abstinence = tidak melakukan
hubungan seksual

B = be faithful = setia pada suami/istri,

Menghindari hubungan seks bebas

C = Condon = pemakaian kondom pada


hubungan seks berisiko
D = drugs NO = tidak memakai Napza
suntik
E = Equipment = alat suntik/yang dapat
melukai harus steril

Test HIV

Yang Di test : Orang yang


Dicurigai
Untuk :
Melihat Jumlah Virus
Melihat Jumlah Sel Imun
Melihat Antibodi
Gunanya:
Menentukan Diagnosis HIV
Menentukan Kondisi
Penderita

KESIMPULAN
AGAR MAMPU MERAWAT PASIEN HIV / AIDS PERAWAT PERLU
MEMAHAMI TENTANG PENYAKIT HIV / AIDS.
PERAWAT DALAM MENJALANKAN PRAKTIK KEPERAWATAN
HARUS SELALU MENERAPKAN PRINSIP KEWASPADAAN
UMU PADA KASUS APA SAJA. TANPA MEMANDANG STATUS
SEROLOGIS PASIEN
MERAWAT PASIEN HIV / AIDS SAMA DENGAN MERAWAT
PASIEN LAINNYA SESUAI MANIFESTASI KLINIS YANG MUNCUL
AGAR BISA HIDUP OPTIMAL, PASIEN HARUS MENDAPAT
PENGOBATAN, DUKUNGAN KELUARGA, MASYARAKAT,
MENTAL SPIRITUAL YANG BAIK, DAN MELIBATKAN BANYAK
PIHAK.

TUGAS
Bagi kelas menjadi 5 Kelompok
Tugas seluruh kelompok:
buat clinical pathway HIV-AIDS sampai ke
masalah keperawatan dan intervensi
Tugas tiap kelompok:
I: Asuhan keperawatan pada klien HIV-AIDS
dengan infeksi oportunistik Tuberculosis (TB)
II: Asuhan keperawatan pada klien HIV-AIDS
dengan infeksi oportunistik 1) infeksi jamur di
kulit, mulut dan tenggorokan,

III: Asuhan keperawatan pada klien HIV-AIDS


dengan infeksi oportunistik (Diare)
IV: Asuhan keperawatan pada klien HIV-AIDS
dengan masalah psikososial dan spiritual
V: Peran perawat pada pemberian ARV

Diskusikan (untuk kelompok I-IV):


Pengkajian sesuai dengan kasus/masalah
yang diberikan
Clinical pathway sampai mengarah ke
masalah keperawatan sesuai dengan infeksi
yang terjadi

Rumuskan minimal 4 diagnosa keperawatan


utama
Susun intervensi keperawatan untuk masingmasing diagnosa
Pengobatan dan kolaborasi pada masingmasing kasus dan nursing consideration untuk
tiap obat

Diskusikan (untuk kelompok V)


Obat ARV (jenis, cara kerja, manfaat, waktu
memulai-selesai, resistensi, kepatuhan, efek
samping, masalah keperawatan, peran
perawat)
Dikumpulkan senin, 23 November 2010
Waktu pengumpulan (10%)
Content (isi) (75%)
Sistematika dan sumber (15%)