Anda di halaman 1dari 2

Nama

NIM
Kelas
Mata Kuliah

: Bella Kurnia
: 1112101000096
: Kesehatan Lingkungan
: Surveilans Kesehatan Lingkungan
Resume Surveilans RS / Infeksi Nosokomial

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit.


Suatu infeksi dikatakan berasal dari rumah sakit jika memenuhi kriteria
berikut ini:
- Waktu mulai dirawat tidak ada tanda klinik infeksi dan tidak sedang
dalam masa inkubasi suatu infeksi penyakit tertentu.
- Infeksi timbul sekurang-kurangnya 3 24 jam sejak mulai dirawat.
- Infeksi terjadi pada pasien dengan masa perawatan lebih lama dari waktu
inkubasi infeksi.
- Infeksi terjadi setelah pasien pulang dan dapat dibuktikan berasal dari
rumah sakit.
- Infeksi terjadi pada bayi setelah kelahiran yang didapatkan dari ibunya
pada saat persalinan atau selama perawatan di rumah sakit.
- Sumber infeksi nosokomial dapat berasal dari penderita sendiri, personil
RS (dokter, perawat), pengunjung, serta lingkungan.
Infeksi nosokomial dapat ditularkan melalui:
- Melalui kontak baik kontak langsung, kontak tidak langsung, maupun
droplet.
- Melalui common vehicle seperti darah, cairan tubuh, alat suntik, dll.
- Melalui udara dan inhalasi. Contohnya bakteri Staphylococcus aureus.
- Melalui perantara vektor baik internal maupun eksternal
Infeksi nosokomial ini dapat bersumber dari berbagai hal sebagai berikut:
- Penderita lainyg berada di rumah sakit yang sedang dalam masa
perawatan juga
- Petugas pelaksana seperti, perawat, dokter, maupun staff-staff lain yang
berada di rumah sakit
- Peralatan medis yang digunakan
- Tempat perawatan penderita
- Makanan dan minuman yang disajikan
- Lingkungan rumah sakit secara umum seperti sumber air nya,
pembuangan limbah, dll.
Dalam hal ini, sangat diperlukan surveilans infeksi rumah sakit agar dapat
mencegah infeksi nosokomial; mendeteksi kejadian kematian yang tak wajar
seperti kematian yang diakibatkan oleh infeksi yang didapatkan ketika berada
di rumah sakit; mendeteksi kejadian tidak wajar; mendeteksi penyimpangan
proses penanganan kasus; serta mendeteksi faktor risiko infeksi nosokomial.

Namun, pada dasarnya surveilnas infeksi rumah sakit ini bergantung dengan
kebutuhan dari rumah sakit itu sendiri.
Kematian tak wajar ini jika keluhan yang dirasakan bukan keluhan dari
rumah.
Metode surveilans infeksi rumah sakit yang digunakan dapat terbagi menjadi
dua antara lain:
- Berdasarkan cara melaksanakan surveilans yang meliputi surveilans aktif
dan surveilans pasif.
- Berdasarkan waktu pelaksanaan surveilans yang meliputi survey berkala,
survey per bagian yang berlangsung terus menerus, dan survey yang
dilakukan pada waktu tertentu.
Setiap metode surveilans tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan di
masing-masing bagian sehingga metode yang tepat untuk digunakan itu
tergantung dari kebutuhan dan ketersediaan serta memungkinkan utuk
dilakukan.