Anda di halaman 1dari 13

Tugas geomorfologi

Haris Hartsa Naufal


1104107010016
T. Geofisika
Material Geomorofologi
Pelapukan : Produksi Sedimen
Pelapukan debris
Pelapukan terjadi pada batuan untuk memproduksi material yang solid, koloidal, dan
mudah larut. Material-material ini dibedakan dalam ukuran dan sifat:
1. Solid berkisar dari boulder sampai pasir, silt, dan lempung. Mereka adalah fragmen
batuan yang besar, medium, dan kecil yang tidak berintegritas dan berdekomposisi untuk
menambah material baru, terutama pembuatan lempung sekunder dari produk terlapukan
oleh prose yag disebut neoformatsi. Pada bagian terbawah dari kisaran ukuran mereka
mengelaskan kedalam pre-koloid, lo;oid, dan solutes.
2. Solutes adalah artikel yag ukurannya lebih kecil dari 1 nm diameternya yang sangat
berpencar dan hanya ada dalam cairan molekular.
3. Coloids adalah partikel organik dan zat mineral yang berkisar pada ukuran 1 sampai 10
nm. Mereka biasanya muncul pada kondisi yang sangat terpencar tapi dapat mengadosi
bentuk semi-solid. Koloid yang biasa dihasilkan oleh pelapukan adalah oksida dan
hidroksida dari silikon, alumunium, dan besi. Amorphous Silika dan Opaline Silika
adalah bentuk koloidal dari silikon dioksida. Gibbsite dan Boehmite adalah alumunium
hidroksida.
Pelapukan mekanik atau fisikal
Prose mekanikal mengurangi batuan kedalam fragmen yang lebih kecil. Disintegritas
meningkatkan luasa area yang terekspos terhapadap serangan kimia. Proses utama
pelapukan mekanis adalah unloading, frost action, thermal stress yang diakibatkan oleh
pemanasan dan pendinginan, swelling dan pengecilan karena pembasahan dan
pengeringan, dan tekanandisebakan oleh pertumbuhan kristal garam. Bahan dignifikan
dalam pelpukan mekanis adalah fatigue, yang merupakan stress yang terus berulang, oleh
pemanasan dan pendinginan yang intens, di dalam batuan. Hasil dari fatigue adalah
batuan akan merekah pada tingkat stress yang lebih rendah daripada spesimen nonfatigued.
UNLOADING
Ketika erosi menghilangkan material permukaan, tekanan yang membatasi pada batuan
dibawah tereda. Tekanan yang lebih rendah memungkinkan butiran minerl untuk pindah

lebih jauh, membuat voidm dan mengembangkan batuan atau dilatasi. Di dalam potongan
mineshafts dalam granit dan batuan padat lainnya, pelpasan tekanan dapat menyebabkan
ledakan rockbursts yang berbahaya.dalan kondisi natural, batuan melebat pada pada sudut
yang tepat pada perukaan erosional. Dilatasi menghasilkan retakan yang besar atau kecil
yang menjalar secara paralel dengan permukaan. Dilatasi mengabungkan jatuhan batuan
dan pergerakan massa yang lain. Retakan kecil dan joint yang baru menyediakan
kelemahan disepnjang kristal atau pertikel yang mungkin berdiintegritas dan exfoalition
mungkin terjadi.
FROST ACTION
Air yang mengisi pori batuan dan batuan akan mngembang 9 persen ketika membeku.
Pengembangan meningkatkan stress pada batuan, menghasilkan fiskal disintegritas pada
batuan. Pelapuakan beku menghancurkan butiran kecil maupun boulder yang besar,
boulder tersebut akan hancur menjadi fragment yang lebih kecil. Prose hydrofracturing
adalah proses dimana air yang mengisi pori-pori membeku secara cepat dan menginduksi
tekanan hidrastatik melalui ruang kosong yang menghubungi pori-pori. Gaya dari induksi
tersebut dapat menghancurkan batuan. Frost heaving adalah proses dimana air yang tidak
terlarut menguap bersikulasi melalui pori yang terbua dan bertemu dengan es dan
membeku. Hasilnya es mendorong kapisan tanah di atasnya.
PEMANASAN DAN PENDINGINAN
Batuanmemiliki konduktivitas termal, artinya mereka tidak baik dalam mengkonduksikan
anas jauh dari permukaan. Ketika mereka terpanaskan, beberapa milimeter di permukaan
menjadi lebih panas dari pada porsi di dalam dan bagian luar mengembang lebih dari
pada di dalam. Semua stres yang diakibatkan oleh suhu tersebut menyebabkan
disintegritas pada batuan. Pemnasan dan pendinginan yang tersu berulang menghasilkan
efek fatigue yang menyebabkan pelapukan termal.
PEMBASAHAN DAN PENGERINGAN
Beberapa mineral lempung, termasuk smectite dan vermiculate, mengembang dan
mengecil ketika mereka mengering. Material yang mengandung lempung ini akan
mengembang ketika basah, menginduksi retakan mikro, melebarkan retakan yang sudah
ada, dan mengdisintegritaskan massa batuan. Ketika mengering, air yang terserap dari
lempung tersebut akan menguapa, dan retakan yang menciutpun terbentuk. Swelling dan
pengecilan yang diakibatkan perputaran basah-kering menyebabkan wet-dry
weathering.
PERTUMBUHAN KRISTAL GARAM
Pada daerah pantai dan daerah panas, kristal yang terbentuk pada larutan saline akan
menguap. Pembentukan kristal garam didalam batuan akan menghasilkan stress yang
mana melebarkan mereka, dan akan menuju pada disintegritas butiran. Prose ini disebut
Pelapukan Garam.

PELAPUKAN KIMIAWI
Pelpukan melibatkan banyak rekasi kimia yang beraksi bersama batuan yang banyak
jenisnya dalam seluruh kondisi iklim. Ada enam reaksi kimia yang beraksi pada
dekomposisi batuan: solution, hydration, oxidation dan reduction, carbonation, dan
hydrolysis.
SOLUTION
Mineral garam banyak diserap oleh air, yang mana zat terlarut yang sangat efektif. Prose
ni disebut solution atau dissolution, melibatkan dissosiasi dari molekul kedalam anion
dan kation mereka dan setiap ion menjadi dikelilingi oleh air. Ini adalh proses yang lebih
bersifat fisikal ketimbang kimiawi, tapi biasanya didiskusikan dengan pelapukan kimiawi
karena terdapat hubungan dengan proses pelapukan kimiawi yang lain.
HYDRATION
Hydration adalah trasisional antara pelapukan kimiawi dan mekanik. Hudration terjadi
ketika mineral menyerap molekul air pada ujungnya dan permukaannya, atau, untuk
garam, pada kisi kristal mereka, tanpa perubahan komposisi kimia apapun dari material
awal. Dalam sekejap, jika air ditambahan anhydrite, yang mana merupakan kalsium
sulfat, gipsum akan terbentuk.
OXIDATION DAN REDUCTION
Oxidation atau oksidasi terjadi ketika sebuah atom atau kehilangan sebuah elektron,
menambahkan muatan positif atau pengurangan muatan negatif. Hal ini melibatkan
pengkombinasian oksigen bebas dalam air adalah agen oksidasi yang lazim di
lingkungan. Pelapukan oksidasi biasanya mempengaruhi mineral yang mengandung besi,
biarpun elemne seperti mangan, sulfur, dan titanium bisa juga teroksidasi. Reaksi untuk
besi, mungking terjadi ketika oksigen bebas pada air bertemu dengan mineral yang
mengandung besi. Jika tanah atau batuan terserap dengan air stagnant maka ia akan
menjadi defsien oksigen, dan dengan bantuan bakteri anaerob, reduksi terjadi. Reduksi
adalah kebalikan dari oksidasi, dan perubahannya sering disebut gleying. Dalam warna,
tanah gley biasanya berwarna abu-abu.
KARBONASI
Karbonasi adalah formasi karbonat, yang mana garam asam karbonik. Dioksida karbon
bebas didalam air membentuk asam kabonik. Reaksi terbalik mengkmbinasi air dengan
karbon dioksida akan membentuk asam karbon, yang mana kemudian berdisosiasi
menjadi ion hidrogen dan ion bikabonat. Asam karbonik menyerang mineral, membentuk
karbonat. Karbonasi mendominasi pelapukan pada batuan berkalsium deimana mineral
utamanya adalah kalsit dan kalsium karbonat. Kalsit bereaksidengan asam karbnik
membentuk kalsium hidrogen karbonat yang siap bebas di air. Oleh karen aitu beberapa

batu gamping rentan terhadap cairan. Karbonasi adalah sebuah langkah dalam pelapukan
kompleks dari banyak mineral lainnya, seperti hidrolisis feldspar
HYDROLISIS
Pada umumnya, hydrolysisi adalah prose utama pada pelapukan kimiawi dan benar-benar
mendekomposisi atau memeodifikasi suseptibel primer secar dramatis pada mineral
dalam batuan. Pada hydrolisi, air berpisah menjadi kation hydrogen dan anion hydroxyl
dan bereaksi secara langsung pada mineral silikat pada batuan dan tanah. Ion hidrogen
ditukar dengan kation metal dari mineral silikat, biasanya kalium, natrium, kalsium, atau
magnesium. Kation yang terterlepas kemudian berkombinasi dengan anion hydroxyl.
Pelapukan batuan oleh hydrolysis mungkin sempurna atau sebagian. Hydrolysis
sempurna atau allitization memproduksi gibbsite. Hydrolysis sebagian memproduksi
antara 1:1 lempung dengan prose yang disebut monosiallitization, atau 2:1 dan 2:2
lempung melalui proses yang disebut bisiallitization.
CHELATION
Ini adalah penghilangan ion logam, dan pada ion alumunium tertentu, besi, dan mangan,
dari zar padat oelh pengikatan dengan asam organik tertentu sebagai fulvic dan asam
humic untuk membentuk organic matter-metal complex terlarut.
Agen chelating adalah bagian dari dekomposisi produk dari tanaman dan bagian sekresi
dari akar tanaman. Chetalation menghasilkan pelapukan kimiawi dan transfer logam pada
tanah atau batuan.
PELAPUKAN BIOLOGIS
Beberapa organisme menyerang batuan secara mekanik, atau secara kimiawi, atau oleh
kobinasi prose mekanik dan kimiawi. Akar tanaman, terutama akar tanaman, tumbuh
padadataran berlapus dan berjoint memiliki efek biomekanikal selagi mereka tumbuh,
tekanan yang terkumpul memungkinkan batuan untuk eretak. Lumut mati meninggalkan
nda hitam pada permukaan batuan. Bintik hitam menyerap radiasi termal daripada area
sekeliling yang lebih terang, sehingga menghasilkan pelapukan termal.
Dalam beberpa kondisi, bakteri, alga, jamur, dan lumut mungkin menghancurkan
mineral pada batuan secara kimiawi. Spon jenuh mengeluarkan asam untuk mlubangi
batuan berkalsium. Mineral batuan mungkin terhilang, membawa pada erosi batuan
biologis.
Aktifitas manusia juga membantu dalam perubahan tanah dan proses pelapukan di
banyak daerah.
TRANSPORTASI SEDIMEN
Geomorfologis sering membedakan tranportasi sedimen menjadi dua, yaitu transportasi
secara mekanis dan transportasi secara kimiawi, mereka juga mendiskriminasikan antara

proses yang melibatkan banyak perpindahan sedimen.


TRANSPORTASI MEKANIK
GAYA GEOMORFIK
Dalam transportasi semua materi dari partikel padat sampai ion bebas, memerlukan gaya
untuk bergerak atau mempertahankan posisinya. Gaya-gaya yang dapat mengerakkan
sedimen tersebut sebagian besar disebakan oleh gravitasi, dari efek iklim, dan dari
aktifitas tanaman dan hewan. Gaya utama yang bekerja dalam geomorfik material adalah
gaya gravitasi, gaya dari cairan, gaya tekan, gaya ekspansi, pergerakan fluida global, dan
gaya biologis.
1. Gaya gravitasi. Gravitasi adalah gaya terbesar untuk menggerakkan proses geomorfik.
Ia bertindak secara langsung pada badan batuan, sedimen, air, dan es, cendrung
mengakibatkan pergerekan.
2. Gaya cairan. Air yang mengalir di lereng. Ia melkukan hal tersebut sebagai sibdivisi
atau uniform lembaran atau sebagai saluran aliran pada anak sungan dan sungai. Air
adalah cairan yang bergerak pada arah kemanapun gaya diaplikasikan, dan tidak
memerlukan gaya kritis. Air juga membawa material lepas yag bergerak dengan
kecepatan yang sama dengan air dan secara esensial berlaku sebagai bagian cairan
tersebut.
3. Gaya tekanan air. Air dalam tanah dan sedimen membentuk gaya tertentu yang dapat
mempengaruhi pergerakan sedimen. Pada kondisi bersaturasi dengan tanah atau
sedimen air yang terdapat dalam tanah atau sedimen tersebut akan mengalami gaya
apung sehingga mengakngkat sebagian partikel tanah atau sedimen tersebut. Pada
kondisi tidak bersaturasi terdapat gaya hisap yang cendrung menahan air didalam pori
dan bahkan menarik air dari water table melalui penaikan kapiler. Akibat gaya tersebut
menimbulkan peningkatan gaya antara butiran sedimen dan meningkatkan ketahanan
terhadap pergerakan. Selain dari dua kondisi tersebut, ada lagi yang dapat
menggerakkan sedimen ataupun tanah yaitu butiran hujan. Butiran hujan yang jatuh
jika memiliki ukaran dan kecepatan yang besar, maka akan menimbulkan gaya yang
cukup besar untuk memindahkan butuiran sedimen.
4. Gaya ekspansi. Sedimen, tanah, dan batu padat dapat mengembang dan berkontraksi
dalam respon perubahan temperatur atau kandungan kelembaban, dan terkadang dalam
respon perubahan kmia dalam mineral. Pada lereng, aksi gravitasi berarti ekspansi pada
arah menurun lebih besar dari pada kntraksi pada arah menanjak sehingga
menghasilkan pergerakan material yang bergerak ke bawah.
5. Pergerakan fluida global. Angin membawa sedimen air dalam jumlah yang sama
dengan air. Tapi, keran udara memiliki densitas lebih kecil dari air maka ia hanya dapat
embawa butiran sedimen yang lebih kecil.
6. Gaya biolojikal. Binatang dan tumbuhan meinimbulkan gaya yang mempengaruhi
pergerakan sedimen. Akar tanaman mendorong material ke samping, dan jika terjadi di
lereng maka pergerakan menuju kebawah akan terbentuk. Demikian juga dengan
hewan jika hewan membuat sarang di lereng maka akan menciptakan gaya yang
mengarah ke bawah.

TEKANAN GESER, GESEKAN, KOHESI, DAN KEKUATAN GESER


Kunci mekanisme menjelaskan banya tentang proses transportasi. Gaya gravitasi yang
terdapat pada sedimen, menghasilkan tekanan. Tekanan normal cendrung menahan
sedimen ditempatnya. Tekanan geser bertindak pada arah menurun, jika cukup besar,
dapat mengerakkan tanah ke bawah,.
Tiga faktor yang menahan pergerakan ini adalah gesekan, kohesi, dan kekuta geser.
Gesekan menahan luncuran. Banyak faktor yang mempengaruhinya, yang paling penting
adalah:
- gesekan antara sedimen dan lapisan yang dibawahnya.
- gesekan internal pada butiran didalam sedimen.
- tekanan normal
- kehalusan permukaan kontak antara sedimen dan batuan, yang mana mempengaruhi
sudut gesekan,
Massa tanah tidak memerlukan gaya tambahna untuk membuatnya bergerak. Jika sudut
lereng cukup curam maka massa tanah akan menyebabkan perpindahan. Jika lereng
mencapai sudut kritikal maka massa tanah akan meluncur. Sudut kritikal ini adalah sudut
statik pada gesekan luncuran, , yang mana tangennya sama dengan koefisien statik
gesekan. Kohesi tanah juga mempengaruhi luncuran, sedimen kohesiv menahan luncuran
lebih baik dari pada sedimen non-kohesif. Gaya geser adalah gaya yang menahan tanah
dari tekanan geser yang meneybabkan perpindahan.
SIFAT TANAH
Kelas material dibagi menjadi padat, elastis, plastis, dan cair. Masing-masing sifat
memiliki reksi berbeda terhadap tekanan. Padatan dan cairan mudah sekali dibedakan.
Cairan newtonian sempurna langdung berdeformasi ketika tekanan diberikan,rasio
renggangannya bertambah secara linear dengan tekanan geser pada viskositas tertentu.
Padatan meiliki daya tahan yang tinggi sehingga tetap kaku sampai kekutan materialnya
kalah daripada gaya yang diberikan. Perubahan padatan berbeda-beda pada gaya yang
diberikan padanya. Jika batangan besi dipukul dengan keras maka akan berlaku sebagai
rigid solid dan retak. Jika gaya yang diberika secara perlahan ditambah maka akan
berperilaku sebagai elastic solid dan berdeformasi sebelum retak. Material bersifat plastik
solid menahan deformasi sampai tekanan geser mencapai nilai tertentu yang disebut titik
tahan. Jika melewati titik tahan maka material tidak akan kembali pada bentuk
semulanya. Cairan meliputi air dan tanah atau sedimen terlikuifaksi.
PERGERAKAN TANAH
Pergerakan tanah dapat diklasifikasi dalam banyak cara. Pergerakan tanah bisa
diklasifikasikan denganmekanisme dan kandungan airnya. Pada umumnya ada terdapat
enam perpindahan tanah:
1. Rayapan dalah pergerakan tanah yng sangat lambat dan berdeformasi secara plastis.
Mereka dihasilkan dari tekanan yang diberikan oleh massa tanah dan batuan dan terjadi
pada lapisan yang dalam dan terlapukan.

2. Aliran. Aliran melibatkan geseran dari tanah, batu, atau salju dan ice debris. Alirannya
biasanya lambat tergantung kepada material yang dibawa dan akan meningkat
tergantung arah tujuannya. Aliran diklasifikasikan menjadi avalanche, dbris flow,
earthflows, atau mudflows, tergantung pada material yang dibawa.debris flow adalah
badan partikel sedimen yang bergerak dengan cepat dengan air atau udara atau kedua
yang biasnya memiliki konsistensi pada semen basah. Debris flow berlangsung dalam
hitungan bahkan sampai jam dan bergerak dengan kecepatan 1-20 meter per detik.
Mudflow dipicu oleh air yang terserap kedalam debris pada sisi gunung berapi yang
disebut lahar.
3. Luncuran. Lucuran adalah bentuk yang meluas dari pergerakan tanah. Mereka terdapat
di sepanjang bidang yang terlihat retak dan biasanya panjangnya sepuluh kali lebih
panjang dari pada lebarnya. Ada dua jenis luncuran yaitu translational dan rotational.
Translational terjad pada bidang gelincir yang lurus. Luncuran rotational terjadi pada
budang gelincir yang melekngkung.
4. Heave. Heave dihasilkan oleh fase alternatif dari ekspansi dan kontraksi yang
disebabkan oleh pendinginan dan pemanasan, pembasahan dan pengeringan, dan oleh
aktifitas binatang.material bergerak ketika sedang siklusnya karena ekspansi
mengangkat material pada sudut yang tepat sampai lereng apu kontraksi menurun
nyariws vertikal di bawah pengaruh gravitasi.
5. Fall. Fall atau runtuhan adalah pergerakan ke bawah dari batuan, atau tanah, melalui
udara.
6. Subsiden terjadi dengan dua cara. Pertama, runtuhan gua, dan yang kedua karena
kependudukan manusia.
PROSES FLUVIAL
AIR MENGALIR
Air adalah faktor penting dalam morfologi. Karena adanya air maka terjadi tranportasi
metrial dan mengubaha landscape. Terdapat aliran air berdasarkan yang mengalir di
landscape:
1. Aliran yang tidak terkonsntrasi. Conthnya air hujan.
2. Aliran air bawah tanah.
3. Mata air.
4. Aliran sungai.
EROSI FLUVIAL DAN TRANSPORT
Sungai adalah agen geomorfik yang kuat mampu mengerosi, membawa, dan
mendepositkan sedimen. Kekutan aliran dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
=gQs
Diamana adalah kekuatan sungai, massa jenis air, g ercepatan gravitasi, Q adalah
pengisian sungai, s kelerengan sungai. Dengan kata lain, kekuatan aliran adalah rasio

aliran untuk mengakut sedimen, menahan gesekan, dan menimbulkan panas.


MUATAN ALIRAN
Material- material yang terdapat di aliran disebut muatan aliran. Muatan aliran dibagi
menjadi 3, yaitu:
1. Muatan terlarut.
2. Muatan suspensi
3. Muatan traksi.
EROSI SUNGAI DAN TRANSPORTASINYA
Sungai akan mengerosikan aliran mereka secara bawah atau secara samping. Erosi secara
vertikal pada saluran alluvial terjadi ketika terjadi penghilangan pasir dan kerikil. Erosi
lateral terjadi ketika saluran mulai melemah sehingga mengakibatkan longsor dan
runtuhnya pinggiran saluran.
DEPOSISI PLUVIAL
Sungai dapat mendeposisikan material dimana saja di sepanjang aliran mereka, tapi
kebanyakan terjadi di bawah lembah dimana gradiennya rendah, pada tempat yang
gradiennya berubah secara tiba-tiba, atau dimana aliran mencekung, dengan reduksi
kedalam dan kecepatan. Deposisi ada 4 tipe yaitu channel deposit, channel margin
deposit, overbank flood plain deposit, dan valley margin deposit.
PROSES GLASIAL
Slaju, es, dan embun beku adalah bentuk beku dari air. Setiap meraka adalah agen
geomorfik yang kuat.
PROSES SALJU DAN EMBUN
Air yang membeku di batu, dan sedimen memberikan kenaikan bagi beberapa proses
yang intens dalam area periglasial. Air dalam pori batuan akan membeku dan
memebentuk massa segregated ice. Segregated ice sidah biasa mendominasi sedimentasi
berbutir sedang. Sedimen berbutir kasar yang terlalu permeabel dan yang terlalu halus
terlalu impermeabel dan memiliki potensial penghisapan yang tinggi akan sulit terbentuk
segregation.
PELAPUKAN FROST DAN PELEBURAN
Pelapukan frost terjadi akibat air yang ada dalam pori sedimen atau tanah membeku dan
mengakibatkan sedimen atau tanah berekspansi. Akibat ekspansi ini bisa berakibat pada
terbentuknya retakan-retakan. Akan tetapi, peleburan memerlukan siklus freeze-thaw dan
jumlah air yang besar.
FROST HEAVING DAN THRUSTING

Formasi es akan mengakibatkan frost heaving, yang merupakan gaya kebawah akibat
massa es sehingga membuat pergerakan secara vertikal pada material. Frost thrusting
adalah pergerakan es secara horizontal. Biasanya heaving dan thrusting terjadi secara
bersama. Massa es akan mengakibatkan heaving dan jika es tersebut berada pada lereang,
aka akibat gaya gravitasi dan massa akan tercipta thrusting.
PERPINDAHAN MASSA
Es juga dapat mengalami perpindahan massa. Pergerakan massa tersebut terjadi karena
tekanan cryostatic didalam kantong tanah yang belum membeku terperangkap antara
ermafrost table dan freezing front.
FROST CRAKING
Pada temperatur di bawah nol, tanah akan retak oleh kontraksi suhu, proses tersebut
disebut frost cracking.
FROST CREEP DAN GELIFLUCTION
Solifluction terjadi di antara permafrost atau seasonally frozen ground, ketika bisanya
disangkutkan dengan Gelifluction. Gelifluction adalh prose penting di lingkungan
periglasial.
NIVATION
Proses ini diasosiasikan dengan snow patche pada lapisan lama atau lapisan baru. Hal ini
merupakan denudation lokal yang membawa gabungan efek frost acton, pelapukan
kimiawi, gelufluction, frost creep, dan aliran air yang mencair.
PROSES GLESER
Gleser adalah massa es yang besar terbentuk dari saju yang terkompresi yang bergerak
dengan pelan menggunakan beratnya. Gleser biasanya diklasifikasikan sebagai hangat
dan dingin, berdasarkan suhu es. Gleser hangat memiliki es pada tekanan titik cair kecuali
yang di dekat permukaan, dimana pendinginan terjadi pada musim dingin. Gleser dingin
memiliki porsi es yang berada di bawah titik cair yang cukup. Geleser dibedakan menjadi
dua berdasarkan aktifitasnya, yaitu es aktif dan es stagnant. Es aktif bergerak ke bawah
dan terisi oleh akumulasi salju pada derah sumbernya. Es stagnant adalah es yang tidak
bergerak, tidak lagi terisi oleh sumbernya, dan rusak dimana ia berada.
ALIRAN ES
Es bergeak oleh tiga proses: flow atau creep, retakan atau hancur, dan sliding atau
slipping. Es mengalir atau merayap karena bidang individu dari atom hidrogen meluncur
pada permukaan basalnya. Oelh karena itu kristal relatif bergerak relatif terhadap satu

sama lain menyebabkan rekristalisasi, pengembangan kristal, dan migrasi kristal.


Es meretak atau hancur ketika tidak dapatengakomodasi lagi tekanan yang diberikan.
Crevasses adalah retakan tensional yang terjadi pada permukaan. Mereka biasnya berda
sekitar 30 meter dibawah es hangat, tapi terdapat lebih dalam pada es dingin.
Es bisa slip atau slide pada dasar gleser. Sliding tidak bisa terjadi pada gleser es
dingin, karena bagian bawah gleser membeku pada dasarnya. Sliding sering terjadi pada
gleser es hangat dan biasanya dibantu oleh air mencair, yang mana jika di bawah tekanan
akan uga membantu menanggung berat es yang ada di atas.
EROSI GLESER
Erosi gleser dicapai dengan tiga proses umum: quarrying atau plucking, abrasi, dan erosi
air mencair.
1. Quarrying atau plucking. Hal ini melbatkan dua proses yang berbed: peretakan batuan
dasar di bawah gleser, dan pengembangan retakan pada batuan dasar yang sudah
hancur. Es tipis yang bergerak cepat menyebabkan quarrying karena hal itu memicu
pemisahan antara ice form dan dasarnya untuk membentuk rongga subglasial dan
menyebabkannya memfokuskan tekanan pada pinggirannya dimana es menyentuh
dasarnya.
2. Abrasi glasial. Hal ini hasil batuan dasar oleh sedimen subglasial atau fragmen batuan
yang meluncur di atas batuan dasar. Benturan, goresan, alur, dan gosokan batuan dasar
menghasilkan duce stration dan fitur lainnya. Bubuk batu, yang terdapat di dalam
aliran air mecair, adalah produk dari abrasi glasial. Efektifitas abrasi glasial terdapat
pada 8 faktor. (1) kehadiran konsentrasi debris es basal. (2) kecepatan luncuran gleser.
(3) raiso yang mana debris muda yang terbawa melalui dasar gleser untuk menjaga
permukaan yang terabrasi. (4) ketebalan es. (5) tekanan air pada gleser hangat. (6)
perbedaan kekerasan antara benturan yang terabrasi dan batuan dasar. (7) ukuran
bongkahan benturan. (8) effisiensi dengan debris yang tererosi yang dihilangkan oleh
air mencair.
DEBRIS GLASIAL DAN TRANSPORTASINYa
Dua proses yang menggabungkan batuan dasar yan tidak tersambung menjadi sebuah
gleser. Fragmen batuan kecil cendrung menjadi es ketika terjadi pembekuan, yang mana
hal yang biasa pada sisi yang menurun dari sebuah batuan dasar. Blok besar biasnyan
bergerak sebgai es yang berdeformasi.
Es yang bergerak adalah agen erosi yang potensial hany jika sedimen terus diantar
dan ditransportasikan. Debris subglasial dibawa oleh dasr gleser. Hal ini dihasilkan oleh
basal yang meleleh dalam es hangat dan pembekuan ulang yang subkuen. Supraglasial
debris jatuh ada permukaan es dari dindng batuan dan area bebas es lainnya. Hal ini jauh
lebih sering terjadi pada lembah dan gleser cirque daripada sebgian besar lembaran es
laninnya. Ketika terubur, debris dikatakan eglacial debris, yang mana mungkin muncul
kembali pada permukaan es dalam zona ablasi atau terperangkap dengan subgalcial
debris, atau mungkin bergerak menuju ujung gleser.

DEPOSISI GLASIAL
Host dari proses yang memawa deposit glasial sedimen. Mekanisme yang dilibatkan
mungkin bisa diklasifikasikan menurut lokasi relatif menuju glaser. Deposisi Subglasial
terpengaruh oleh sedikitnya tiga mekanisme: (1) pncairan, (2) pengangkutan basal, (3)
aliran basal. Deposisi Supraglasial disebabkan oleh dua prose yaitu pencairan dan
pengaliran. Deposisi marginal timbul dari beberapa proses.
PROSES AEOLIAN
Udara adalah gas yang berdebu. Ia membawa dengan tiga cara: (1) stream line, paralel
lapisan dengan arah angin; (2) aliran tubulen, yang mana memiliki pergerakan yang
irregular; (3) vortic, yang mana aliran spira, biasanya disekitar axis vertikal.
EROSI ANGIN
Erosi angin melibatkan dua proses yaitu deflasi dan abrasi. Deflatsi adalah pengilangan
dari partikel lepas oleh agin. Abrasi menyerang batuan dan permukaan lainnya denga
partikel yang dibawa oleh angin. Batuan dan boulder yang terekspos pada permukaan
tanah dapat terabrasikan oleh partikel pasir dan silt.
TRANSPORTASI ANGIN
Sebelum angindapat mentransportasikan partikel, ia harus mengangkat mereka dari
permukaan tanah. Partikel yang terangakat diproduksi oleh efek bernoulli dan akselerasi
angin lokal, dan serangn oleh partikel yang sudah ada pada udara. Transportasi angin
terdtiri dari empat proses- saltasi, reptasi, suspensi, dan creep/rayapan.
1. Saltasi. Butiran pasir mengikat, mendarat dan memantul, menyatu ulang dengan
butiran yang lain.
2. Reptasi. Pada permukaan yang terpantul, butiran yang tersaltasi melepas hujan partikel
yang kecil dan menyebabkan partikel tersebut melompat tidak pada tempat pendaratan.
3. Suspensi. Partikel silt dan lempung terangkat ke atmosfer menjadi suspensi dan
mungkin terbawa pada jarak yang jauh. Partikel pasir mungkin terangkat ke lapisan
yang lebih rendah di atmosfer tapi akan jatuh dekat dengan titik pengangkatan.
4. Rayapan dan aktifitas dekat permukaan. Pasir kasar dan kerikil kecil melaju sedikit
dengan cara berputar atau meluncur dengan momentum yang ditumpuk dari tumbukan
saat memantul.
DEPOSISI ANGIN
Angin bergerak banyak pada sedimen di seluruh dunia, meskipun tidak sebanyak sedimen
yang dipindahkan oleh sungai. Beberapa sedimen ini, merepresentasikan 10 persen dari
yang terbawa oleh sungai, terbawa ke samudra. Deposisi angin dapat terjadi dalam tiga
cara: (1) sedimentasi, (2) akresi, (3) encoachment. Sedimentasi terjadi ketika butiran
jatuh dari udara atau berhenti merayap. Akrsi terjadi ketika butiran terbawa oleh saltasi
menumbuk permukaan dengan kekutatan tertentu sehingga beberapa butiran bergerak
maju selagi merayap, tapi biasanya tergantung dimana mereka bertumbuk. Encroachment

terjadi ketika deposis terjadi pada permukaan yang kasar. Pada kondisi ini, butiran
bergerak selagi rayapan tertahan, sedangkan salatasi terus berlangsung.
PROSES DEGRADASI
PELAPUKAN GARIS PANTAI
Prose pelapukan sama juga bertindak pada lingkngan pantai seperti di lingkungan
daratan, tapi aksi air laut dan pembasahan terus menerus dan pengeringan batuan dan
sedimen menghasilkan bentuk air pasang adalah faktor extra dengan efek yang besar.
Pelapukan garam adalh proses penting dalam pelapukan pantai, akan lebih efektif lagi
jika batuan pantai dapat menyerap air laut dan menyemburkannya.
EROSI OMBAK
Deburan pantai akibat ombak adalah proses erosi yang besar dan kuat. Efek dari ombak
bervariasi dengan ketahanan batua yang sedang diserang dan dengan energi ombak.
Ketika ombak pecah di pantai, air akan tumpah ke daratan dan erosi dan transportasi pun
terjadi. Kompresi udara dan tumbukan tiba0tiba dari massa yang besar dari air mencabut
batu yang merekah dan partikel lepas lainnya, proses ini dinamakan quarrying.
PROSES AGGRADASI
TRANSPORTASI SEDIMEN DAN DEPOSISI
Sedimen pantai berasal dari dratana pingir pantai atau zona littoral, zona pinggir pantai
dan melewatiya, dan landform pantai. Beberapa ombak besar seperti storm surge dan
tsunami dapat membawa sedimen dari luar zona offshore. Aktifitas ombak dan pasang
surut cendrung memindahkan sedimenmenuju dan menjauhi garis pantai.
AKTIFITAS BIOLOJIKAL
Beberapa organisme marin terbentuk dan beberapa membantu dalam membangun,
beberapa landform pantai. Koral dan sekresi hewan karbonat membentuk coral reef, yang
bisa menjadi sangat luas. Tumbuhan yang tahan garam mengkolonisasi salt marsher.
Magruf adalah komponen besar dalam vegetasi kosatal di daerah tropik.
SEDIMEN KLASTIK
Sedimen klastik terbentuk dari pelapukan batuan . Pelapukan menyerang batuan secara
kimiawi dan fisikal dan melemahkan mereka. Dari proses tersebut melepaskan fragmen
atau pertikel yang membentuk boulder dan clay. Partikel ini yang disebut klastik.
SEDIMEN KIMIA
Material dalam sedimen kimia berasal darim pelapukan, yang melepas mineral dalam

larutan dan bentuk padatan. Contoh-contoh ineral pelepasan akibat pelapukan adalah
oksida besi, hydroksida, kalsium karbonat, dan evaporite.
SEDIMEN BIOGENIK
Sedimen biogenik adalah sedimen yang terbentuk akibat peleburan sisa-sisa makhluk
hidup. Sisa-sisa makhluk hidup tersebut membentuk sedimen seperti minyak bumi dan
bataun gamping.
LINGKUNGAN SEDIMENTARI
Ada tiga lingkungan sedimentari utam yaitu teresterial, laut dangkal, dan laut dalam.
Tersesterial meliputi sungai dan danau dan sumber air lainnya yang berada di daratan.
MANUSIA SEBAGAI AGEN GEOMORFIK
Aktifitas manusia juga bisa menjadi agen geomorfik. Aktifas manusia seperti
penambangan dapat mengubah tatanan landform sebua daerah. Selain itu petapan
penduduk dapat mengakbiatkan perubahan pada landform. Bangunan yang dibangun oleh
manuisa memberikan beban pada tanah sehingga tanah terkompresi. Pembanguan
bendungan juga dapat menggangu kerja transportasi sedimen. Sungai adalah transportasi
sedimen terbesar sehingga jika bendungan dibentuk maka tranportasi akan terganggu.