Anda di halaman 1dari 27

Audit Energi Chiller

Model RTAA di PT.


Kimia Farma
Bandung
TUGAS AKHIR CETRA DIAH PALUPI RENGGANIS
03221011

Pendahuluan
Proses Pengkondisian udara adalah proses pendinginan udara untuk mendapatkan temperatur
dan kelembaban yang diharapkan terhadap kondisi udara pada ruangan.
Sistem pengkondisian udara yang banyak digunakan adalah sistem kompresi uap. Dalam studi
kasus ini menggunakan mesin pendingin AC Chiller Model RTAA jenis Rotary Liquid Chiller di PT.
Kimia Farma Bandung.

Chiller
Chiller adalah suatu sistem pendingin yang digunakan untuk mendinginkan air. Komponenkomponen utamanya adalah kompresor, kondensor, katup ekspansi dan evaporator. Mesin
chiller berfungsi untuk mendinginkan air, kemudian air tersebut digunakan untuk menyerap
kalor dari udara di dalam ruangan.

Berikut adalah bagan HVAC di PT. Kimia Farma Plant Bandung.

Chiller di PT. Kimia Farma


Chiller yang digunakan di PT. Kimia Farma menggunakan sistem Air Cooled Rotary Liquid Chiller.

Spesifikasi Objek
Chiller yang digunakan di PT. Kimia Farma berjumlah dua buah dengan spesifikasi sebagai
berikut
Chiller 1

Chiller 1

Type of use

: out door

Type of use

: out door

Model number

: RTAA 130 KXUQIA 0000

Model number

: RTAA 130 KXUQIA 0000

Serial number

: U 02A07642

Serial number

: U 02A07642

Fan motor : 400 Volt, 50 Hz

Fan motor : 400 Volt, 50 Hz

Design pressure

Design pressure

: high side 450

low side 300

low side 300


Refrigerant

: R-22

Volt

: compresor motor 1:
400V, 50Hz, 3fasa, 122 RLA
211 YLRA X-L LRA 638
compresor motor 2:
400V, 50Hz, 3fasa, 122 RLA
211 YLRA X-L LRA 638

Evaporator heater 220V AC, 60Hz,1fasa, 420VA

: high side 450

Refrigerant

: R-22

Volt

: compresor motor 1:
400V, 50Hz, 3fasa, 122 RLA
211 YLRA X-L LRA 638
compresor motor 2:
400V, 50Hz, 3fasa, 122 RLA
211 YLRA X-L LRA 638

Evaporator heater 220V AC, 60Hz,1fasa, 420VA

Data dan Perhitungan


Parameter pengukuran :
Pengambilan data dibagi dalam dua bagian yaitu

Data awal
Data rinci

Data Awal
Bisa menggunakan data historis perusahaan atau bisa juga data yang didapatkan dari
hasil pengukuran/pengamatan. Data awal diperlukan untuk menghitung Coefficient of
Performance (COP). Parameter yang diperlukan :

Temperatur air masuk evaporator


Temperatur keluar evaporator
Tekanan air masuk evaporator

Tekanan air keluar evaporator


Arus listrik masuk kompresor

Data Rinci
Data ini diperlukan untuk menghitung kesetimbangan energi (energy balance) dari
masing-masing komponen utama chiller. Komponen yang dianalisa kesetimbangan energinya
adalah evaporator, kompresor dan kondensor. Parameter yang diperlukan yaitu :

Temperatur udara masuk (dry bulb) kondensor


Temperatur udara masuk (wet bulb) kondensor
Temperatur udara keluar (dry bulb) kondensor
Laju massa udara yang melewati kondensor
Temperatur refrigerant masuk evaporator
Temperatur refrigerant masuk kompresor
Temperatur refrigerant masuk kondensor

Perhitungan
Perhitungan pada tanggal 27 Juli 2006 pukul 13.00 WIB:
Pelepasan kalor di evaporator

Entering Chiller Water Temperature (ECWT) : 11C


Leaving Chiller Water Temperature (LCWT) : 8C
Entering Ciller Water Pressure (ECWP)

:176,5197 kPa

Leaving Chiller Water Pressure (LCWP)

:2 07,2368 kPa

Cp pada 14,5C : 4,1955 kJ/kg. C


pada 14,5C

:0,9992 kg/L

Air Sejuk

Laju aliran () dicari dari Pressure Drop (PD) pada manual book chiller berkapasitas 125 yaitu
sebesar 205 GPM=55916,93 L/h

Laju aliran massa didapatkan dari hasil perkalian antara rapat massa air dengan laju aliran
m

=.
= 55916,93 L/h . 0,9992 kg/L
= 55872,20 kJ/h

qcv

= m . Cp .t
= 55872,20 kJ/h . 4,19955 kJ/kg.C . 3C
= 703235,40 kJ/h
= 195,34 kW

Daya Kompresor
Motor yang digunakan kompresor adalah motor 3 fasa, jadi untuk mencari daya kompresor digunakan
rumus dibawah ini
=

3 . 380 . 110,9 . 0,85

= 62330 Watt = 62,33 kW

195,34
62,33

= 3,13

Analisis

1.

Perbandingan kondisi mesin

Perbandingan kondisi mesin yang dianalisis hanya satu hari yaitu tanggal 27 Juli 2006. data
standar mengacu pada manual book Air-Cooled Series RTM Rotary Liquid Chiller Model RTAA 70 to
125 Tons, Agustus 2002.
Coefisien of Performance (COP)
Dari grafik diatas dapat dilihat penurunan
COP actual dengan COP standar, COP
standar sebesar 3,5. COP actual terkecil
sebesar 3,13 terjadi pada pukul 14:00 WIB
sedangkan COP actual terbesar terjadi
pada pukul 14:30 WIB sebesar 3,27.
Penurunan COP dipengaruhi oleh qcv dan
Pkomp

Evaporator
Penyerapan kalor di evaporator
(qcv) actual menurun dari kondisi
awal (standar) saat
commissioning dari 200,4 kW
menjadi 195,34 kW

Kompresor
Dari grafik dapat dilihat bahwa Pkomp actual
naik dari Pkomp standar, Pkomp standar sebesar
53,7 kW. Pkomp terkecil sbesr 59,66 kW terjadi
pada. Hal ini disebabkan karena efisiensi dari
motor kompresor menurun. Dari grafik di atas
terjadi kenaikan efisiensi motor kompresor
dari kondisi awal.

COP vs Pkomp

Dari grafik di atas dapat didimpulkan bahwa


COP berbanding terbalik dengan Pkomp. COP
terbesar yaitu 3,27 dengan Pkomp sebesar
59,66 kW sedangkan COP terkecil yaitu 3,13
dengan Pkomp sebesar 62,33 kW. Mesin chiller
PT. Kimia Farma mempunyai qcv yang stabil,
jadi untuk memperbaiki COP efisiensi motor
kompresor harus diperbaiki sehingga
mendekati kondisi awal.

2. Kesetimbangan Energi

Dari gambar di atas terjadi tiga proses, yaitu kerja masuk kompresor (Win), penyerapan kalor di
evaporator (qin) dan pelepasan kalor dari kondensor (qout) ke lingkungan. Dari ketiga proses tersebut
maka dapat dicari kesetimbangan energy pada mesin chiller.

Pelepasan Kalor
Chilled Entering Air Temperature (CEAT)

: 30C

Chilled Entering Air Temperature wet-bulb (CEATwb)

: 23C

Chilled Leaving Air Temperature (CLAT)

: 44C

Pressure air : 75 cmHg = 0,9999178 bar


= 0,662

()
;()

0,0281
0,9999178;0,0281

; : ;()
;()

303,2 ;296,17 :0,017985(2543,5;96,52)


2556,3;96,52

0,622:

0,020749 (0,9999178)
0,662:0,020749

0,03228
0,04246

= 0,017985

= 0,020749

= 0,03228

= 0,76032 = 76,03%

==

8314
28,97.

(303)

= 0,869643 /
0,9999178105 /2
1
1,1498
=
= 0,0011498/
0,869641
3
=

Laju aliran didapat dari perkalian antara kecepatan udara pada permukaan total fan (A)
Laju aliran volume(Q)

= v.A
= v. 2

=9,9m/s . 3,14(0,762)2m2
=18,07 m3/s
=65.052.000 L/h
Laju aliran massa (m)

=Q.

=65.052.000 L/h . 0,0011498kg/L


=74.803 kg/h
= 1 2 + (1 2
= 74803/

318,2;303,2

= 1.169.711,30 /
= 324,92

+ 0,020749 2583,2 2556,3 /

Kesetimbangan Energi
Energi input

= Energi output

Pkomp + Qcv = Qcn + Losses


62,33kW+195,34kW = 324,92 kW
Idealnya nilai antara energy input dan output harus sama. Pada kondisi actual terdapat perbedaan
yaitu sebesar 67,25 kW.

P-h Diagram

Dari P-h diagram dapat dihitung besaran penting dalam siklus kompresi uap :
Kerja kompresi

Efek Refrigerasi

Merupakan perubahan entalpi pada proses 1-2 ,yaitu h1-h2

Merupakan kalor yang dipindahkan pada proses 4-1, yaitu h1-h4

= 1 2

= 1 4

413kJ
kg

451kJ
kg

187

= 226/

= 38/
Perbedaan entalpi merupakan besaran negatif. Besaran ini
menunjukkan bahwa kerja diberikan pada sistem
Laju pengeluaran kalor

Merupakan perpindahan panas dari refrigeran pada proses 2-3,


yaitu h3-h2
= 3 2
=

413

187

451

= 264/
Harga h3-h2 negatif menunjukkan bahwa kalor dilepas dari
refrigeran

Laju Alir massa


Kapasitas refrigerasi didapatkan dari manual book yaitu sebesar
60 Ton Refrigeran atau sama dengan 211kW
=

211
226/

= 0,9336/

Coeficient of Performance (COP) internal


=

1 ;3
2 ;1

413;187 /
451;413 /

226 /
38 /

= 5,9

Efisiensi kompresi
=
=

()

21 ;1
22 ;1

100% =

100%

424;413
100%
451;413

= 28,95%

Kesimpulan
Mesin chiller di PT. Kimia Farma menggunakan udara sebagai pendingin mesin dan air sebagai
media untuk mendinginkan udara di AHU.
Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa kondisi mesin sekarang menurun dibandingkan
kondisi mesin pada saat commissioning. Hal ini terlihat dari perhitungan Coeficient of
Performance(COP). COP actual mesin pada tanggal 27 Juli 2006 sebesar 3,13 3,27 sedangkan
COP standar sebesar 3,5.
Penurunan kinerja disebabkan oleh turunnya pelepasan kalor yang terjadi di evaporator dari
200,4 kW menjadi 195,34 kW, dan kenaikan daya input motor kompresor dari 57,3 kW menjadi
59,66 kW-62,44 kW. Kenaikan daya input kompresor berate penurunan efisiensi motor
kompresor. Nilai Qcv hasil perhitungan didapatkan konstan, ini diakibatkan oleh temperatur
ruangan yang diatur konstan yaitu sebesar 18 C

Dari hasil kesetimbangan energi didapatkan losses sebesar 67,25 kW. Efisiensi kompresi actual
didapat sebesar 28,95%.
Penurunan efisiensi kompresi diakibatkan gesekan pada permukaan-permukaan yang
bersentuhan dengan bagian yang bergerak.