Anda di halaman 1dari 30

Tugas

Geometri Analitik Bidang


Ujian Tengah Semester

Oleh:

Nama: Yessy Nazir


Nim / bp : 1201300/2012
Prodi: matematika

Jurusan Matematika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Padang

Sistem koordinat
Letak Suatu Titik Pada Suatu Bidang Datar
Untuk menentukan letak suatu titik pada suatu bidang datar dapat digunakan beberapa macam cara:

Koordinat Cartisius
Koordinat siku-siku atau koordinat ortogonal
Koordinat miring atau koordinat condong
Koordinat Kutub atau koordinat polar

KoordinatCartesius
Dalam bidang datar, dipilih2 buah garis lurus yang saling memotong. Titik potong ke dua garis tersebut adalah
titik O sebagai titik asal, kedua garis disebut sumbu-sumbu koordinat (yang diberi nama sumbu x sebagai absis,
dan sumbu y sebagai ordinat), sudut antara kedua garis disebut sudut koordinat.

Sistem Koordinat
Sistem koordinat adalah suatu metode untuk menentukan letak suatu titik dalam grafik. Ada beberapa macam
system koordinat yaitu:

Sistem Koordinat Cartesius;

Sistem Koordinat Kutub;

Sistem Koordinat Tabung, dan

Sistem Koordinat Bola.

Sistem Koordinat Cartesius Koordinat ini terdiri dari 2 garis saling tegak lurus, yaitu satu mendatar (horizontal)
dan yang lain tegak (vertikal). Garis mendatar ini disebut sumbu-xsedangkan garis yang tegak disebut sumbu-y.
Perpotongan kedua sumbu tersebut dinamakan titik asal (origin) dan diberi tanda O. Seperti biasanya, titiktitik di sebelah kanan O nilainya adalah positif (bilangan-bilangan real positif) sedangkan titik-titik di sebelah
kiri O dengan bilangan-bilangan real negatif. Demikian pula dengan titik-titik di sebelah atas O dan di sebelah
bawah O masing-masing dikaitkan dengan bilangan-bilangan real positif dan negatif. Oleh ke dua sumbu,
bidang datar (bidang koordinat) terbagi menjadi 4 daerah (kwadran), yaitu kwadran I, kwadran II, kwadran III,
dankwadran IV

Gambar Koordinat Katesius dan kwadrannya Letak sembarang titik pada bidang dinyatakan dengan pasangan
variable berurutan (x,y). Titik P(x,y) berarti bahwa jarak titik P ke sumbu-x dan sumbu-y masing-masing adalah
|y| dan |x|. Apabila x < 0 (atau y < 0) maka titik P berada di sebelah kiri (atau sebelah bawah) titik asal O dan
apabila x > 0 (atau y > 0) maka titik P terletak di sebelah kanan (atau sebelah atas) titik asal O. Dalam hal
ini, xdisebut absis titik P sedangkan y disebut ordinat titik P.
(http://mathematica.aurino.com/?p=471 )
Sistem koordinat Kartesius

Dalam matematika, Sistem koordinat Kartesius digunakan untuk menentukan tiap titik dalam bidang dengan
menggunakan
duabilangan yang
biasa
disebut koordinat x dan koordinat y dari titik tersebut.
Untuk mendefinisikan koordinat diperlukan dua garis berarah yang
tegak lurus satu sama lain (sumbu x dan sumbu y), dan panjang unit,
yang dibuat tanda-tanda pada kedua sumbu tersebut (lihat Gambar 1).
Sistem koordinat Kartesius dapat pula digunakan pada dimensidimensi yang lebih tinggi, seperti 3 dimensi, dengan menggunakan tiga
sumbu (sumbu x, y, dan z).
Dengan menggunakan sistem koordinat Kartesius, bentuk-bentuk
geometri sepertikurva dapat diekspresikan dengan persamaan aljabar.
Sebagai

contoh,

lingkaran

yang

berjari-jari 2 dapat diekspresikan dengan persamaan x + y


= 4 (lihat Gambar 2).
Istilah Kartesius digunakan
matematika

mengenang

ahli

sekaligus filsuf dariPerancis Descartes,

yang

perannya

untuk
besar

dalam

menggabungkan aljabar dangeometri (Cartesius


adalah latinisasi untuk Descartes). Hasil kerjanya sangat
berpengaruh

dalam

perkembangan geometri

analitik, kalkulus, dan kartografi.


Sistem koordinat dua dimensi
Sistem koordinat Kartesius dalam dua dimensi umumnya
didefinisikan dengan dua sumbu yang saling bertegak
lurus antar satu dengan yang lain, yang keduanya terletak
pada satu bidang (bidang xy). Sumbu horizontal diberi
label x, dan sumbu vertikal diberi label y. Pada sistem
koordinat tiga dimensi, ditambahkan sumbu yang lain

yang sering diberi label z. Sumbu-sumbu tersebut ortogonal antar satu dengan yang lain. (Satu sumbu dengan
sumbu lain bertegak lurus.)
Titik pertemuan antara kedua sumbu, titik asal, umumnya diberi label 0. Setiap sumbu juga mempunyai
besaran panjang unit, dan setiap panjang tersebut diberi tanda dan ini membentuk semacam grid. Untuk
mendeskripsikan suatu titik tertentu dalam sistem koordinat dua dimensi, nilai x ditulis (absis), lalu diikuti
dengan nilai y (ordinat). Dengan demikian, format yang dipakai selalu (x,y) dan urutannya tidak dibalik-balik.

Pilihan huruf-huruf didasari oleh konvensi, yaitu huruf-huruf yang dekat akhir (seperti x dan y) digunakan
untuk menandakan variabel dengan nilai yang tak diketahui, sedangkan huruf-huruf yang lebih dekat awal
digunakan untuk menandakan nilai yang diketahui.
Sebagai contoh, pada Gambar 3, titik P berada pada koordinat (3,5).
Karena kedua sumbu bertegak lurus satu sama lain, bidang xy terbagi menjadi empat bagian yang
disebutkuadran, yang pada Gambar 3 ditandai dengan angka I, II, III, dan IV. Menurut konvensi yang berlaku,
keempat kuadran diurutkan mulai dari yang kanan atas (kuadran I), melingkar melawan arah jarum jam (lihat
Gambar 3). Pada kuadran I, kedua koordinat (x dan y) bernilai positif. Pada kuadran II, koordinat x bernilai
negatif dan koordinat y bernilai positif. Pada kuadran III, kedua koordinat bernilai negatif, dan pada kuadran
IV, koordinat x bernilai positif dan y negatif (lihat tabel dibawah ini).
Kuadran

nilai x

nilai y

>0

>0

II

<0

>0

III

<0

<0

IV

>0

<0

(http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_koordinat_Kartesius )
MENENTUKAN TITIK PADA SISTEM KOORDINAT KARTESIUS

Bidang datar disamping disebut bidang koordinat yang dibentuk oleh garis tegak Y (sumbu Y) dan garis
mendatar X (sumbu X). Titik perpotongan antara garis Y dan garis X disebut pusat Koordinat (titik O). Bidang
koordinat tersebut dikenal dengan bidang koordinat Cartesius. Bidang koordinat Cartesius digunakan untuk
menentukan letak sebuah titik yang dinyatakan dalam pasangan bilangan. Perhatikan titik A, B, C, dan D
padabidang tersebut. Untuk menentukan letaknya, mulailah dari titik O. Kemudian, bergerak mendatar kea rah
kanan (sumbu X), lalu bergerak ke atas (sumbu Y).
Letak titik pada bidang koordinat Cartesius ditulis dalam bentuk pasangan bilangan (x, y): x disebut absis dan y
disebut ordinat. Pada bidang koordinat tersebut, titik A terletak pada koordinat (1,0), ditulis A(1,0), titik B
terletak pada koordinat (2,4), ditulis B(2,4), titik C terletak pada koordinat (5,7), ditulis dengan C(5,7), dan titik
D terletak pada koordinat (6,4) ditulis D(6,4).
Bidang koordinat Cartesius dapat diperluas menjadi seperti pada gambar berikut ini:

Contoh:

Koordinat titik E adalah (2,2)


Koordinat titik F adalah (-2,1), diperoleh dengan bergerak mendatar ke kiri dimulai dari titik O
sebanyak dua satuan lalu tegak keatas sebanyak satu satuan.

Koordinat titik G adalah (-3,-3), diperoleh dengan bergerak mendatar ke kiri dimulai dari titik O
sebanyak tiga satuan lalu tegak ke bawah sebanyak tiga satuan.

(http://sriyuli.wordpress.com/matematika-sd/menentukan-titik-pada-sistem-koordinat-kartesius/)
Jarak dua buah titik

Apabila koordinat2 buah titik pada suatu garis diketahui, maka jarak kedua titik itu dapat dihitung, dengan
diambil harga mutlaknya.
Jika ada dua titik T1 (X1) danT2 (X2), maka jarak keduanya:
|X1 X2| = |X2 X1|
Jarak 2 Buah Titik Pada Bidang Datar

Rumus Jarak:
Misal diketahui titikA (x1,y1) danC (x2,y2) maka jarakkedua titik adalah:
-Pada Koordinat siku-siku

Contoh Soal :
Diketahui
titik-titik
a.
(10,
5)
b.
(2,
Tentukan
absis
Jawab :
a.
Dari
titik
b.
Dari
titik
c.
Dari
titik

pada
c.
dan
(10,
(2,
(7,

bidang
(7,
8)
ordinat
5)
8)
3)

koordinat
3)
dari

Cartesius
d.
masing-masing

diperoleh
diperoleh
diperoleh

absis:
10,
absis:
2,
absis:7,

sebagai
berikut.
e.
(4,
9)
(6,
1)
titik
tersebut.
ordinat:
ordinat:
ordinat:

5
8
3

d.
Dari
titik
(6,
1)
e. Dari titik (4, 9) diperoleh absis:4, ordinat: 9

diperoleh

absis:

6,

ordinat:

Contoh Soal :
Gambarlah
a.
P
b.
Jawab :

titik-titik
(4,2)
Q

berikut
c.
R
(2,
0)

pada
(0,

bidang
3)
d.

e.
S

koordinat
T
(1,

(3,

Cartesius.
3)
2)

Persamaan Garis Lurus


Garis-Garis Yang Istimewa
1.

Persamaan Garis y = a

2.

Persamaan Garis x = b

3.

Persamaan Garis y = 0

4.

Persamaan Garis x = 0

5.

Persamaan Garis y = mx + n

garis lurus yang melalui titik (x1,y1) dan (x2,y2)


m = tan koefisien arah garis
= sudut yang diapit oleh garis dan sumbu x positif
Garis Sebarang dengan Persamaan y = mx + n
Suatu garis g mempunyai koefisien arah m dan memotong sumbu y sepanjang n pada titik T (0,n). Misalkan
Garis g sejajar dengan garis g = mx, makauntuk T1(x1,y1) menjadiT1(x1,y1+n) dst. Untuk setiap titik T pada
garis g dipenuhi y = mx + nyaitudengann=0,

Untuk setiap titik T pada garis g memenuhi persamaan y = mx + n


Persamaan sebuah garis lurus yang diketahui sebuah titiknya
DiketahuititikT(x1,y1)

Persamaangarislurusy=mx+n(mdannbelumdiketahui)
PadaT(x1,y1)makaberlakuy1=mx1+n

n = y1 mx1
Sehinggadidapaty=mx+(y1-mx1)
=mx+y1-mx1
yy1=m(xx1)
Persamaan sebuah garis lurus yang diketahui dua buah titiknya
DiketahuititikT1(x1,y1)danT2(x2,y2)
PersamaangarisyangmelaluiT1(x1,y1)adalah
yy1=m(x-x1)
GarisinimelaluiT2(x2,y2)makaberlaku
y2-y1=m(x2-x1)
m=..
Sehinggadiperolehpersamaan:
yy1=(x-x1)
(y-y1)/(y2-y1) = (x-x1)/(x2-x1)
(http://fitriakha.files.wordpress.com/2010/04/gab-2-garis-lurus.pdf )
Menghitung
Gradien
pada
Persamaan
Garis
y
=
mx
gradien suatu garis dapat ditentukan melalui perbandingan antara ordinat dan absis sehingga dapat ditulis
sebagai berikut.

nilai gradien dalam suatu persamaan garis sama dengan besar nilai konstanta m yang terletak di depan
variabel x, dengan syarat, persamaan garis tersebut diubah terlebih dahulu ke dalam bentuk y = mx.
Contoh Soal :
Tentukanlah
Jawab :
Persamaan
sehingga

gradien

garis

4x

dari

6y

persamaan

diubah

garis

terlebih

berikut 4x

dahulu

menjadi

6y

bentuk

mx

Persamaan garis y = /3 x sudah memenuhi bentuk y = mx. Jadi, diperoleh m = /3.


Menghitung
Gradien
pada
Persamaan
Garis
y
=
mx
+
c
Sama halnya dengan perhitungan gradien pada persamaan garis y = mx, perhitungan gradien pada garis y = mx
+ c dilakukan dengan cara menentukan nilai konstanta di depan variabel x.
Contoh Soal :
Tentukanlah

gradien

dari

persamaan

garis

berikut

4y

3x

Jawab :
Persamaan garis 2 + 4y = 3x +5 diubah terlebih dahulu menjadi bentuk y = mx + c
sehingga

Menghitung
Gradien
pada
Persamaan
Garis
ax
+
by
+
c
=
0
Sama seperti sebelumnya, gradien pada persamaan garis ax + by + c = 0 dapat ditentukan dengan cara
mengubah terlebih dahulu persamaan garis tersebut ke dalam bentuk y = mx + c.
Contoh Soal :
Tentukanlah gradien dari persamaan garis berikut x + 2y + 6 = 0

Jawab :
Persamaan garis x + 2y + 6 = 0 diubah terlebih dahulu menjadi bentuk y = mx + c
sehingga

Menghitung Gradien pada Garis yang Melalui Dua Titik


Coba kamu perhatikan Gambar 3.5 berikut.

Gambar 3.5 menunjukkan tiga buah segitiga ABC, DEF, dan GHI yang memiliki sisi miring dengan tingkat
kemiringan atau gradien yang berbedabeda. Dengan menggunakan perbandingan ordinat dan absis, gradien
untuk masing-masing segitiga dapat dihitung sebagai berikut.

Sekarang, perhatikan Gambar 3.6 . Gambar tersebut menunjukkan sebuah garis lurus pada bidang koordinat
yang melalui titik P dan R. Untuk mencari gradien garis tersebut, kamu tinggal menentukan gradien PR pada
segitiga PQR. Dengan menggunakan perbandingan ordinat dan absis, akan diperoleh gradien garis yang melalui
titik P dan R, yaitu:

Jadi, gradien garis yang melalui P(1, 3) dan R(7, 6) pada Gambar 3.6 adalah /2. Dari uraian tersebut diperoleh
rumus umum untuk mencari gradien pada garis yang melalui dua titik, sebagai berikut.

Adapun bentuk umum dari persamaan garis lurus dapat dituliskan sebagai berikut.

Menentukan Persamaan Garis dari Gradien dan Titik Koordinat


Sekarang, perhatikan Gambar 3.1. Gambar tersebut menunjukkan sebuah garis k pada bidang koordinat
Cartesius. Garis tersebut melalui titik A(x1, y1) dan tidak melalui titik pusat koordinat sehingga persamaan garis
pada Gambar 3.11 dapat dituliskan:
y1 = mx1 + c ....(1)
Adapun bentuk umum persamaan garis yang tidak melalui titik pusat koordinat dituliskan:
y = mx + c ....(2)

Jika ditentukan selisih dari persamaan (2) dan persamaan (1) maka diperoleh:

Selanjutnya diperoleh rumus umum untuk menentukan persamaan garis jika diketahui gradien dan titik
koordinat, yaitu:

Contoh Soal :
Tentukan persamaan garis yang melalui titik P(3, 5) dan memiliki gradien 2.
Jawab :
Untuk titik P(3, 5) maka x1 = 3, y1 = 5.
Dengan menggunakan rumus umum, diperoleh persamaan garis:
fi y y1 = m (x x1)
y 5 = 2 (x 3)
y 5 = 2x + 6
y = 2x + 6 + 5
y = 2x + 11 atau 2x + y 11 = 0
Menentukan Persamaan Garis yang Melalui Dua Titik
perhatikan uraian berikut :
y y1 = m (x x1) adalah rumus umum persamaan garis dari gradien dan titik koordinat.

Jadi, rumus untuk menentukan persamaan garis yang melalui dua titik koordinat adalah

Contoh Soal
Tentukan persamaan garis yang melalui titik-titik koordinat berikut A (3, 3) dan B (2, 1)
Jawab :
Untuk titik A (3, 3) maka x1 = 3 dan y1 = 3.
Untuk titik B (2, 1) maka x2 = 2 dan y2 =1.
Persamaan yang diperoleh:

1 (y 3) = 2 (x 3)
y + 3 = 2x + 6
2x y + 3 6 = 0
2x y 3 = 0
Jadi, persamaan garisnya adalah 2x y 3 = 0.
(http://www.crayonpedia.org/mw/Garis_Lurus_8.1 )
Suatu Garis Lurus Ditentukan Oleh 2 buah titik
#Persamaan garis lurus y=mx+n,maka dari suatu garis lurus yang diketahui 2 buah titik persamaan
garisnya dapat dicari.
#Persamaan umum garis lurus Ax+By+C=0, maka dari suatu garis lurus yang diketahui 2 buah titik
persamaan garisnya dapat dicari.
Contoh:
Carilah persamaan garis lurus yang ditentukan oleh titik (1,-1) dan (3,3)
Suatu Garis Lurus Ditentukan Oleh 2 buah titik

(http://fitriakha.files.wordpress.com/2010/04/gab-2-garis-lurus.pdf )

Lingkaran
Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap sebuah titik tertentu yang
digambarkan pada bidang cartesius.
(http://gusmau.wordpress.com/2009/12/24/persamaan-lingkaran-dan-persamaan-garis-singgung-lingkaran/ )
Persamaan Lingkaran
1. Persamaan Lingkaran yang Berpusat di O (0,0) dan Berjari-jari r

Misalkan titik P(x,y) adalah sembarang titik yang terletak pada keliling lingkaran. Titik P adalah
proyeksi titik P pada sumbu x sehingga OPP adalah segitiga siku-siku di P.
Dengan menggunakan teorema Phytagoras pada OPP, maka
OP =OP)2+(PP)2
Substitusi OP = r, OP= x dan PP = y
r = x2+y2
r2 = x2 + y2
x2 + y2 = r2
Karena titik P(x,y) sembarang, maka persamaan x2+y2 = r2 berlaku untuk semua titik, sehingga :
Persamaan lingkaran dengan pusat 0 dan jari-jari r adalah :
x2+y2
=
r2
2. Persamaan Lingkaran yang Berpusat di A (a,b) dan Berjari-jari r

Misalkan titik P(x,y) adalah sembarang titik yang terletak pada lingkaran. Buat garis g melalui
pusat A(a,b) dan sejajar dengan sumbu x. Proyeksi P pada garis g adalah P, sehingga APP
adalah segitiga siku-siku di dengan AP = x a, PP = y b dan AP = r (jari-jari lingkaran).
Dengan menggunakan Teorema Phytagoras pada APP, diperoleh :
AP = (AP)2 + (PP)2
r2 = (x a)2 + (y b)2
r2 = (x a)2 + (y b)2
(x a)2 + (y b)2 = r2
Karena titk P(x,y) sembarang, maka persamaan (x a)2 + (y b)2 = r2 berlaku untuk semua titik,
sehingga :
Persamaan lingkaran dengan pusat A(a,b) dan jari-jari r adalah :
(x a)2 + (y b)2 = r2
(http://ismimusnovi.blogspot.com/2009/01/persamaan-lingkaran-dan-garis-singgung.html )

Persamaan umum dengan pusat (-1/2 a,-1/2b) dan jari-jari r

Jadi,prinsip persamaan lingkaran adalah menentukan dulu pusat dan jari-jarinya.


(http://soalcerdas.blogspot.com/2011/01/lingkaran.html )
Contoh :
Tentukan persamaan lingkaran yang menyinggung sumbu x di (3,0) dan menyinggung sumbu y
negatif.
Jawab :

Pusat : (3,-3)
Jari-jari = 3
Persamaan :
2
2
2
(x ) + (y ) = R
2
2
(x 3) + (y 3) = 9
2
2
x + y 6x + 6y + 9 = 0

Persamaan garis singgung lingkaran


1. Garis singgung bergradien m pada lingkaran yang berpusat (,) dan berjari-jari r

2. Garis singgung melalui titik pada lingkaran


a. Lingkaran berpusat (,) berjari-jari r dan titik singgungnya P (x1,y1)

b. Lingkaran dengan persamaan x + y + ax + bx + c = 0 dan titik singgungnya P (x1,y1)

3. Garis singgung melalui titik di luar lingkaran


Prinsip : persamaan garis di substitusi ke persamaan lingkaran,kemudian D = 0
(http://soalcerdas.blogspot.com/2011/01/lingkaran.html )

(http://nazilatullailiyahmathematics.blogspot.com/2012/01/lingkaran.html)
Contoh :

Tentukan persamaan garis melalui titik (16,18) dan menyinggung lingkaran (x - 10) + (y 10) = 100
Jawab :
2
2
Persamaan lingkaran : (x 10) + (y 10) = 100
Titik (16,18) terletak pada lingkaran di atas,maka persamaan garis singgung :
2
(x x1) (x ) + (y y1) (y ) = R
(16 10) (x 10) + (18 10) (y 10) = 100
3 (x 10) + 4 (y 10) = 50
3x 30 + 4y 40 = 50
3x + 4y 120 = 0

Kuasa suatu titik terhadap suatu lingkaran


Misal titik

dan berada di luar lingkaran, kuasanya:

P = pusat lingkaran
r = jari-jari lingkaran
Jika K>0 maka T di luar lingkaran
K=0 maka T pada lingkaran
K<0 maka T di dalam lingkaran
(http://nazilatullailiyahmathematics.blogspot.com/2012/01/lingkaran.html )
Pada gambar berikut, titik ( , ) 1 1 T x y terletak di luar lingkaran L.

(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Geometri%20Analitik%20Bidang%20_Lingkaran_.pdf )
Contoh :

Diketahui persamaan x + y = 9 dan titik P (5,1)


2
2
Kuasa titik P (5,1) terhadap lingkaran x + y = 9 adalah :
K = 25 + 1 9 = 17
K > 0 ,maka titik P (5,1) di luar lingkaran

Menurut definisi (2) K = PQ

Jadi kuasa titik P (5,1) terhadap lingkaran adalah 17


Garis kuasa
Adalah tempat kedudukan titik-titik yang kuasanya terhadap dua lingkaran adalah sama.
Misal,

Maka garis kuasa ke dua lingkaran tersebut:

(http://nazilatullailiyahmathematics.blogspot.com/2012/01/lingkaran.html )

(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Geometri%20Analitik%20Bidang%20_Lingkaran_.pdf )
Titik Kuasa
Adalah suatu titik yang memiliki kuasa yang sama terhadap tiga buah lingkaran.
Misal,

Persamaan titik kuasa:

(http://nazilatullailiyahmathematics.blogspot.com/2012/01/lingkaran.html )

(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Geometri%20Analitik%20Bidang%20_Lingkaran_.pdf )

Berkas lingkaran
Adalah Lingkaran-lingkaran yang melalui titik potong dua buah lingkaran.
Misal,

Maka persamaan berkas lingkarannya:

(http://nazilatullailiyahmathematics.blogspot.com/2012/01/lingkaran.html )

(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Geometri%20Analitik%20Bidang%20_Lingkaran_.pdf )

Parabola
Pengertian Parabola
Parabola adalah tempat kedudukan titik-titik yang jaraknya sama terhadap suatu titik tertentu dan garis
tertentu. Titik tertentu itu disebut titik api ( fokus ) dan garis tertentu itu disebut direktriks.
Persamaan Parabola
A. Persamaan Parabola yang berpuncak di O(0,0) dan fokus F(p,0)

Y
C

Q ( -p,y )

Sumbu Simetri : y = 0
O

P ( x,y )

.
F ( p,0 )
C1

Direktriks : x = -p

Dari gambar diatas, O(0,0) merupakan puncak parabola, garis g adalah direktriks parabola dengan persamaan
direktriks x = -p, F(p,0) merupakan fokus parabola, Sumbu x merupakan sumbu simetri parabola dengan
persamaan parabola y = 0 dan CC1 adalah panjang lactus rectum dari parabola.
Misalkan P(x,y) adalah sembarang titik pada parabola, berdasarkan definisi parabola maka berlaku :
Jarak PF = jarak PQ
( x p )2 ( y 0 )2

( x p )2

( x p )2 y 2 ( x p )2

x2 2 p x p2 y 2 x2 2 p x p2

x2 x2 p2 p2 2 p x 2 p x y 2 0
4 p x y 2 0
y2

4p x

Dengan demikian persamaan parabola yang berpuncak di O(0,0) dengan

y2 4 p x

fokus F( p,0)adalah
Catatan :
1.

Jika p > 0 maka parabola terbuka kekanan

2.

Jika p < 0 maka parabola terbuka kekiri.

3.

Dengan : - Puncak (0,0)


- Fokus F ( p,0 )
- Persamaan direktriks : x = -p
- Persamaan sumbu simetri : y = 0

B. Persamaan Parabola yang berpuncak di O(0,0) dan fokus F (0,p)


Y

P ( x,y )

C1

F ( 0,p )
X

Direktriks : y = - p

Sumbu Simetri : x = 0

Q ( x,-p)

Misalkan titik P(x,y) adalah sembarang titik pada parabola, berdasarkan definisi parabola berlaku :
Jarak PF = jarak PQ
( x 0 )2 ( y p )2

( y p )2

x 2 ( y p)2 ( y p ) 2
x 2 y 2 y 2 p 2 p 2 2 py 2 py 0
4 p y x 2

x2

4p y

Dengan demikian persamaan parabola yang berpuncak di O(0,0) dengan


fokus F(0,p)adalah

x2 4 p y

Catatan :
1.

Jika p > 0 maka parabola terbuka keatas.

2.

Jika p < 0 maka parabola terbuka kebawah.

3.

Dengan : - Puncak (0,0)


- Fokus F ( 0, p )
- Persamaan direktriks : y = - p
- Persamaan sumbu simetri : x = 0

C.

Persamaan parabola yang berpuncak di A(a,b)

Y
Q ( -p+a ,y+b )

Sumbu Simetri : y = b
A (a,b)

P(x,y)

.
F ( p+a ,b )
C1
X

Persamaan parabola yang berpuncak di A(a,b) adalah :

Direktriks : x = - p+ a

( y b)2 4 p x a

I.

Catatan :
1.

Jika p > 0 maka parabola terbuka kekanan

2.

Jika p < 0 maka parabola terbuka kekiri.

3.

Dengan : - Puncak (a,b)


-

Fokus F ( p+a , b )

Persamaan direktriks : x = - p + a

Persamaan sumbu simetri : y = b

( x a)2 4 p y b

II.

Catatan :
1.

Jika p > 0 maka parabola terbuka keatas.

2.

Jika p < 0 maka parabola terbuka kebawah.

3.

Dengan : - Puncak (a,b)


- Fokus F ( a , p + b )
- Persamaan direktriks : y = - p + b
- Persamaan sumbu simetri : x = a

(http://images.dartono.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SauLDwoKCscAAFW0TgI1/MODUL%20PA
RABOLA.doc?key=dartono:journal:10&nmid=214230773 )
I.

Persamaan

, gambarnya sebagai berikut.

Y
g

1.

Titik puncak di O (0,0)

g = garis direktriks
F = Fokus
O = Titik Puncak parabola
MN = Latus Rectum

II.

2.

Fokus F (p, 0).

3.

Persamaan direktris, x = p.

4.

Panjang Latus Rectum (disebut juga: tali busur fokal terpendek) adalah 4p.

5.

Persamaan garis singgung di titik (x1,y1) pada parabola adalah : yy1 = 2p (x + x1)

6.

Persamaan garis polar titik (x1,y1) di luar parabola adalah : yy1 = 2p (x + x1)

7.

Persamaan garis singgung bergradien m :

Persamaan
1.

Titik puncak di O (a,b)

2.

Fokus F (a + p, b).

3.

Persamaan sumbu simetri, y = b.

4.

Persamaan direktriks, x = a p.

5.

Panjang Latus Rectum = 4p.

6.

Persamaan garis singgung di titik (x1,y1) pada parabola adalah


(y b )(y1 b) = 2p (x + x1 2a)

7.

Persamaan garis polar titik (x1,y1) di luar parabola adalah


(y b )(y1 b) = 2p (x + x1 2a)

8.

Persamaan garis singgung bergradien m :

Sketsa gambarnya:

(http://www.mdp.ac.id/materi/2011-2012-1/TI201/052116/TI201-052116-606-10.docx )

Contoh 1.
Tentukan koordinat fokus dan persamaan sumbu simetri, persamaan direktriks dan panjang lactus rectum dari
persamaan parabola

y2 8 x

Jawab :
Diketahui pers. Parabola
y2

y2

8 x , dimana persamaan umum parabola adalah

4 p x . Sehingga diperoleh 4 p x 8 x , maka p = - 2 < 0. Jadi

parabola terbuka ke kiri. Dari hasil yang didapat , diperoleh :


-

Fokus parabola di F ( p , 0 ) = ( -2 , 0 )

Persamaan direktriks : x = - p = - (-2 ) = 2

Persamaan sumbu simetri : y = 0

Dari fokus F ( - 2 , 0 ) , x = - 2 , diperoleh

y2

8 .( 2) 16 , sehingga

diperoleh y 4 . Jadi koordinat titik-titik ujung lactus rectumnya adalah


-

( 2 , 4 ) dan ( -2 , - 4 ).Dengan demikian panjang lactus rectumnya adalah 2 . 4 = 8.

Contoh 2
Tentukan persamaanparabola jika titik puncaknya ( 2 , 3 ) dan titik fokusnya ( 6 , 3 ) !
Jawab :
Diketahui titik puncak ( 2 , 3, ) = ( a , b ), maka diperoleh a = 2, b = 3, Titik fokus

F (6,3)
F ( p a ,b )

Jadi persamaan parabolanya adalah

( y b) 2 4 p x a
( y 3) 2 4.4 x 2
( y 3) 2 16 x 2

p+a=6,

p+2=6,

p=4

Contoh 3
Tentukan koordinat titik puncak, titik fokus, sumbu simetri dan persamaan direktriks dari persamaan
parabola

y2 4x 4 y 8 0

Jawab :

y2 4x 4 y 8 0
y2 4 y 4x 8

y 2 22 4 x 8
2
y 2 4x 8 4
2
y 2 4x 4
2

y 22 4( x 1)
y b 2 4 p ( x a )

4 p = 4, p = 1

a = 1 , b = - 2, dengan demikian diperoleh :


- titik puncak ( a, b ) = ( 1, -2 )
- Titik fokus F ( p + a , b ) = ( 2, -2 )
- Persamaan direktriks : x = - p = - 1
- Persamaan sumbu simetri : y = b = -2

(http://blog.tp.ac.id/wp-content/uploads/8661/download-bab-iv-parabola.pdf )

CONTOH SOAL