Anda di halaman 1dari 21

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC

TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO


Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Mesin Bubut CNC TU-2A
Mesin bubut nonkonvensional yang digunakan dalam praktikum adalah mesin
bubut Emco TU-2A buatan Emco Austria, mesin ini merupakan mesin bubut otomatis
yang menggunakan Computer Numerically Controlled dengan dua sumbu (X dan Z),
untuk simulasi proses pembubutan.
Awal lahirnya mesin CNC (Computer Numerically Controlled) bermula pada tahu
1952 yang dikembangkan oleh John Pearseon dari Institut Teknologi Massachusetts,
atas nama Angkatan Udara Amerika Serikat. Semula proyek tersebut diperuntukkan
untuk membuat benda kerja khusus yang rumit. Semula perangkat mesin CNC
memerlukan biaya yang tinggi dan volume unit pengendali yang besar.
Pada tahun 1973, mesin CNC masih sangat mahal sehingga masih sedikit
perusahaan yang mempunyai keberanian dalam mempelopori investasi dalam teknologi
ini. Dari tahun 1975, produksi mesin CNC mulai berkembang pesat. Perkembangan ini
dipacu oleh perkembangan mikroprosesor, sehingga volume unit pengendali dapat lebih
ringkas.
Dewasa ini penggunaan mesin CNC hampir terdapat di segala bidang. Dari bidang
pendidikan dan riset yang mempergunakan alat-alat demikian dihasilkan berbagai hasil
penelitian yang bermanfaat yang tidak terasa sudah banyak digunakan dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat banyak. [1]
Spesifikasi mesin ini adalah:
1. Daerah kerja putaran spindel antara 50-3200 rpm
2. Kecepatan garak pahat arah longitudinal atau melintang
a) Kecepatan penuh (tak boleh memotong) :700 mm/menit
b) Kecepatan secara manual (mode manual) :5-400 mm/menit
c) Kecepatan secara otomatis (mode CNC) :5-499 mm/menit
3. Ketelitian gerakan (yang tercantum pada display digital) 0,01 mm
4. Daerah kerja memanjang :300 mm
5. Daerah kerja melintang :50 mm
6. Gaya pemakanan maksimum yang diperbolehkan : 1000 N

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

Gambar 2.1. Mesin CNC Bubut EMCO TU-2A .[5]


Bagian-bagian Mesin CNC Bubut EMCO TU-2A :
1.

Monitor
Pada mesin CNC Bubut EMCO TU-2A terdapat sebuah monitor, dimana monitor

ini berfungsi untuk menunjukkan informasi program yang telah diinput dan yang
sedang berjalan pada mesin, juga untuk memantau koordinat pahat.

Gambar 2.2. Monitor .[5]


2.

Tailstock
Pada mesin bubut TU-2A Kepala lepas (Tailstock) adalah Adalah alat bantu mesin

yang digunakan untuk mengerjakan tugas proses kerja secara manual, misalnya : unutk
mengebor dll. Disamping itu juga digunakan untuk menopang benda kerja yang panjang
pada waktu proses pembubutan yang berfungsi mencegah terwujudnya lendutan
(defleksi) dan agar benda kerja tetap center. Dan untuk menjepit center drill, bor,
reamer dll pada waktu kerja manual.

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

Gambar 2.3. Tailstock .[5]


3.

Revolver pahat
Pada mesin bubut TU-2A terdapat revolver pahat, dimana revolver pahat ini

berfungsi untuk mencekam pahat dalam jumlah banyak, hal ini memudahkan kita
apabila kita ingin menggunakan berbagai macam jenis pahat. Pada TU-2A dapat
dipasang 6 maksimum buah pahat, 3 pahat luar dan 3 pahat pahat dalam.

Gambar 2.4. Revolver pahat .[5]


4.

Chuck
Pada mesin bubut TU-2A Chuck berfungsi untuk menjepit benda kerja pada waktu

proses penyayatan benda kerja berlangsung. Chuck ini dihubungkan langsung pada
spindle utama dengan penggerak melalui sabuk, menggunakan transmisi sabuk karena
unttuk faktor safety, maksudnya pada saat terjadi kerusakan pada mesin, sabuk (belt)
akan dapat slip. Dengan demikian motor utama tidak terbakar, kalau menggunakan

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

rantai pada saat terjadi kemacetan mesin, maka tidak bisa slip sehingga motor utama
terbakar.

Gambar 2.5. Chuck .[5]


5.

Motor
Motor utama adalah motor penggerak cekam ( Chuck ) untuk memutar benda kerja.

Motor ini adalah motor jenis arus searah ( DC ) dengan kecepatan yang variabel,
identifikasi dari motor adalah :
a. Jenjang putaran 600 - 4000 put / menit
b. Tenaga masukan / in put 500 watt
c. Tenaga pengeluaran/ out put 300 watt

Gambar 2.6. Motor .[5]


6.

Konfigurasi tombol

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

Merupakan bagian kontrol mesin CNC yang berisikan tombol-tombol dan saklar
yang dilengkapi dengan monitor. Bagian kontrol merupakan unsur layanan yang
terhubung langsung dengan operator.
Gambar 2.6 menunjukkan konfigurasi dan toinbol-tombol atau bagian-bagian untuk
mengoperasikan mesin bubut CNC TU-2A, yang terdiri dari:
1

10
16
1
1

15

3
1

Gambar 2.7. Konfigurasi tombol operasipada TU-2A .[5]


1.

Saklar utama, digunakan untuk menghidupkan/mematikan mesin

2.

Lampu indikator, sebagai petunjuk jika mesin hidup.

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

10

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

3.

Saklar menghidupkan spindle, angka 0 berarti spindle mati, angka 1 berarti


spindle hidup untuk mode manual, sedangkan CNC berarti spindle hidup untuk
mode CNC.

4.

Tombol untuk mengatur putaran kecepatan motor spindle.

5.

Display penunjuk besar kecepatan spindle.

6.

Tombol untuk mengatur kecepatan asutan ( untuk mode manual ).

7.

Lampu indikator jika sedang dalam mode manual.

8.

Tombol asutan untuk arah X dan Z untuk mode manual.

9.

Tombol gerakan cepat, untuk mempercepat gerakan pahat jika ditekan


bersamaan dengan tombol Nomor 8.

10.

Display yang menunjukkan harga X dan Z pahat.

11.

Switch untuk merubah mode manual ke CNC dan sebaliknya.

12.

Amperemeter, menunjukkan besar arus yang digunakan oleh mesin saat


beroperasi (diharapkan tidak melebihi 2 Ampere).

13.

Emergency Stop Button, merupakan saklar darurat untuk mematikan mesin


apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

14.

Tombol DEL, dipakai untuk menghapus data.

15.

Tombol pengalih yang berfungsi untuk mengalihkan dari arah X ke Z dan


sebaliknya

16.

Tombol INP, untuk memasukkan data data


Selain tombol tombol, juga di lengkapi dengan monitor untuk memantau

koordinat pahat. [6]


2.2. Pahat permesinan
Dalam pekerjaan pembubutan salah satu alat potong yang sering digunakan adalah
pahat bubut. Jenis bahan pahat bubut yang banyak digunakan di industriindustri dan
bengkel-bengkel antara lain baja karbon, HSS, karbida, diamond dan keramik.
2.2.1 Pengertian dan fungsi pahat
Proses permesinan dengan mesin bubut arah gerak pemakanan pahat harus
diperhatikan. Kesalahan arah gerak pemakanan ini dapat mengakibatkan pahat tidak
memotong benda kerja tetapi hanya membenturnya saja, sebab bukan mata potong

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

11

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

yang melakukan pemakanan tetapi punggung pahat. Berdasarkan arah gerak pemakanan
pahat dapat dibedakan menjadi pahat kanan dan pahat kiri, Pahat kanan memiliki arah
gerak ke kiri, sedangkan pahat kiri memiliki arah gerak kekanan. Dari letak mata
potongnya dapat ditentukan jenis pahat tersebut yaitu apabila telapak tangan
ditelungkupkan diatas pahat dan ibu jari terletak pada sisi yang ada mata potongnya
maka pahat tersebut dikatakan pahat kanan, apabila sebaliknya dapat dikatakan pahat
kiri
Pahat merupakan benda yang nantinya akan melakukan pemakanan terhadap
benda kerja. Bentuk dan material pahat akan sangat berpengaruh terhadap apa saja
benda kerja yang akan dan bisa dibuat dengan menggunakan pahat ini. Jika material
benda kerja tidak terlalu keras, maka kita bisa memakai pahat dengan kekuatan yang
tidak terlalu tinggi. Material pahat antara lain bisa terbuat dari HSS, tungsten dll.
2.2.2 Jenis jenis Pahat
a.

Pahat sisi kanan


Pahat kanan adalah pahat yang mempunyai mata potong yang sisi potongnya

menghadap kekanan ( apabila pahat mata potongnya dihadapkan kearah kita ). Dan
digunakan untuk mengerjakan benda kerja dari arah kanan ke arah kiri, atau menuju
kearah kepala tetap.
Material : Baja Karbon, HSS(High Speed Steels), Paduan cor nonferro, karbida,
kramik, CBN(Cubic boron nitrides) dan Intan.

Gambar 2.8 Pahat sisi kanan. [7]


b.

Pahat sisi kiri

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

12

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

Pahat sisi kiri adalah pahat yang mempunyai mata potong yang sisi potongnya
menghadap kekiri (apabila pahat mata potongnya dihadapkan kearah kita). Dan
digunakan untuk mengerjakan benda kerja dari arah kiri ke arah kanan, atau menuju
kearah kepala lepas.
Material : Baja Karbon, HSS(High Speed Steels), Paduan cor nonferro, karbida,
kramik, CBN(Cubic boron nitrides) dan Intan.

Gambar 2.9 Pahat sisi kiri. [7]


c.

Pahat netral
Pahat netral dapat digunakan untuk melakukan pengerjaan pembubutan

memanjang, menyudut maupun radius dengan ketentuan:


1) Untuk pembubutan menyudut, sudut maksimal tidak boleh lebih dari 600.
2) Untuk pembubutan radius, tangen busur lingkaran tidak boleh lebih dari 600.
Material : Baja Karbon, HSS(High Speed Steels), Paduan cor nonferro, karbida,
kramik, CBN(Cubic boron nitrides) dan Intan.

Gambar 2.10 Pahat netral .[8]


d.

Pahat ulir
Pahat bubut ulir memilki sudut puncak tergantung dari jenis ulir yang akan dibuat,

sudut puncak 55 adalah untuk membuat ulir jenis whitwhort. Sedangkan untuk

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

13

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

pembuatan ulir jenis metrik sudut puncak pahat ulirnya dibuat 60Digunakan untuk
membubut ulir benda kerja. Ujung mata pahat dibuat sesuai dengan jenis ulir yang
akan dibuat.
Material : Baja Karbon, HSS(High Speed Steels), Paduan cor nonferro, karbida,
kramik, CBN(Cubic boron nitrides) dan Intan.

Gambar 2.11 Pahat ulir. [7]


e.

Pahat alur
Pahat alur digunakan untuk membuat alur pada benda kerja. Macam-macam pahat

alur digunakan sesuai dengan kebutuhan membuat celah alur atau ukuran clip.
Material : Baja Karbon, HSS(High Speed Steels), Paduan cor nonferro, karbida,
kramik, CBN(Cubic boron nitrides) dan Intan.

Gambar 2.12 Pahat alur. [8]


f.

Pahat dalam
Digunakan untuk membubut permukaan dalam lobang benda kerja.
Material : Baja Karbon, HSS(High Speed Steels), Paduan cor nonferro, karbida,

kramik, CBN(Cubic boron nitrides) dan Intan.

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

14

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

g.

Gambar 2.13 Pahat dalam. [8]


Pahat potong
Pahat potong adalah jenis pahat potong yang menggunakan tangkai untuk

memotong benda kerja. Pahat ini digunakan untuk memotong benda kerja, biasanya
untuk hasil akhir dari pembubutan dan diteruskan dengan pemotongan benda kerja.
Material : Baja Karbon, HSS(High Speed Steels), Paduan cor nonferro, karbida,
kramik, CBN(Cubic boron nitrides) dan Intan.

Gambar 2.14 Pahat potong. [9]


h. Pahat Ulir Dalam
Pahat ulir dalam ini biasanya digunakan untuk membuat ulir bagian dalam lubang
yang sudah di bor atau untuk memperbesar lubang, dan biasanya ulir dalam ini
memakai pahat alat bantu.
Material : Baja Karbon, HSS(High Speed Steels), Paduan cor nonferro, karbida,
kramik, CBN(Cubic boron nitrides) dan Intan.

Gambar 2.15 Pahat ulir dalam. [9]


2.2.3 Kompensasi pahat
Mesin bubut CNC TU-2A dilengkapi dengan rumah alat potong (toolturret) yang
berbentuk revolver, sehingga mesin dapat dioperasikan nebgganti alat potong secara

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

15

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

terprogram. Oleh karena pada toolturret di pasang lebih dari satu alat potong, maka
masing-masing alat potong dalam pemasangan akan mempunyai selisih panjang.
Dalam pengukuran selisih panjang terhadap sumbu x dan z dengan tool referensi
dinamakan kompensasi panjang alat potong.Dalam membuat pemprograman CNC
dengan mengganti alat potong hendaknya hati-hati dan harus mengetahui data dari
masing-masing alat potong yang digunakan. Sebab apabila salah dalam memasukkan
datanya akan mengakibatkan mesin menabrak. Untuk mencari data selisih panjang
untuk masing-masing alat potong digunakan perkakas optik.
Selanjutnya hasil selisih dari panjang masing-masing dicatat dan dimasukkan
pada lembar data alat kosong.data hasil ini dipergunakan pada format pemprograman
dengan M06. Kompensasi berfungsi untuk mengatasi masalah dalam melakukan kerja
dengan menggunakan berapa alat. [10]
2.3 Parameter Proses Permesinan
Parameter proses permesinan pada mesin bubut adalah sebagai berikut :
1. Cutting Speed
Cutting Speed ialah kecepatan potong

= .d.n / 1000
V : (mm/min)
d : diameter benda kerja (mm)
n : putaran poros utama (rpm) . [11]
Nilai cutting speed pada praktikum cnc adalah sebagai berikut:
Diketahui : n=100, d=18 mm, =3,14
Ditanya V...?
Jawab :
V= .d.n / 1000 = 3,14*18*100/1000= 5,652 mm/min
Penggunaan cutting speed karena yang diketahui diameter dan putaran poros.
2. Feeding Speed
Feeding Speed ialah kecepatan Makan

f =

f : (mm/min) f : gerak makan

(mm)

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

16

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

n : putaran poros utama (benda kerja). [11]

Gambar 2.16 Grafik untuk menentukan kecepatan makan. [12]


Diketahui : f = 100, n = 100
Maka nilai f=100*100=10000mm/min
3. Depth of cut
Depth of cut ialah Kedalaman Pemotongan
a

(D d )
2

mm D = diameter awal pembubutan (mm)


d = diameter akhir pembubutan (mm). [11]

a=(D-d)/2=(22-18)/2=2mm
4. Material Removal Rate
Material Removal Rate ialah Laju penghasil geram
Z=f

. a . f

( cm3/min) f : gerak makan (mm)


a : kedalaman potong (mm)

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

17

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

f : kecepatan makan (mm/min). [11]


Diketahui : f = 100, Vf = 10000
Maka nilai Z = 100*2*100 = 20000mm3/min = 20cm3/min

5. Cutting time
Cutting time ialah waktu pemotongan (min)

tc = l t / f

lt : panjang permesinan
f : kecepatan makan (mm/min). [11]

Tc = 55/10000 = 0,0055min = 5,5x10-3 min.


2.4 Sistem Acuan
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan seorang programmer sebelum
menggunakan mesin CNC, pertama mengenal beberapa sistem koordinat yang ada pada
mesin CNC, yaitu: (a) sistem koodinat kartesius, yang terdiri dari koordinat mutlak
(absolut) dan koordinat relatif (inkremental), dan (b) sistem koordinat kutub (koordinat
polar), yang terdiri dari koordinat mutlak (absolut) dan koordinat relatif (inkremental).
Selanjutnya menentukan system koordinat yang akan digunakan dalam
pemograman. Apakah program akan menggunakan sistem pemogramman metode
absolut atau inkremental. Pada umumnya sistem koordinat yang sering digunakan
antara lain sistem koordinat kartesius, yaitu koordinat mutlak (absolut) dan koordinat
relatif/berantai (inkremental). Langkah kedua adalah memahami prinsip gerakan sumbu
utama dalammesin CNC.
1. Sistem absolut
Pemrograman absolut adalah pemrogramman yang dalam menentukan titik
koordinatnya selalu mengacu pada titik nol benda kerja. Kedudukan titik dalam
bendakerja selalu berawal dari titik nol sebagai acuan pengukurannya. Sebagai titik
referensibenda kerja letak titik nol sendiri ditentukan berdasarkan bentuk benda
kerja dankeefektifan program yang akan dibuat. Penentuan titik nol mengacu pada
titik nol benda kerja (TMB). Pada pemrogramman benda kerja yang rumit, melalui
kode G tertentu titiknol benda kerja (TMB) bisa dipindah sesuai kebutuhan untuk
memudahkan pemrogramman dan untuk menghindari kesalahan pengukuran.

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

18

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

Pemrogramman absolut dikenal juga dengan sistem pemrogramman mutlak,di


mana pergerakan alat potong mengacu pada titik nol benda kerja. Kelebihan dari
sistem ini bila terjadi kesalahan pemrogramman hanya berdampak pada titik yang
bersangkutan, sehingga lebih mudah dalam melakukan koreksi. Berikut ini contoh
pengukuran dengan menggunakan metode absolut.
Titik Koordinat Absolut
(X , Y)
ABC
(1, 1)
(5, 1 )
(3, 3 )

Gambar 2.17 Pemberian

ukuran dengan

sistem absolute. [13]


2. Sistem Inkremental
Pemrograman

inkremental

adalah pemrograman yang pengukuran lintasannya selalu mengacu pada titik akhir
dari suatu lintasan. Titik akhir suatu lintasan merupakan titik awal untuk
pengukuran lintasan berikutnya atau penentuan koordinatmya berdasarkan pada
perubahan panjang pada sumbu X (.X) dan perubahan panjang lintasan sumbu Y
(.Y). Titik nol benda kerja mengacu pada titik nol sebagai titik referensi awal, letak
titik nol benda kerja ditentukan berdasarkan bentuk benda kerja dan keefektifan
program yang akan dibuatnya. Penentuan titik koordinat berikutnya mengacu pada
titik akhir suatu lintasan.
Sistem pemrogramman inkremental dikenal juga dengan sistem pemrogramman
berantai atau relative koordinat. Penentuan pergerakan alat potong dari titik satu ke
titik berikutnya mengacu pada titik pemberhentian terakhir alat potong. Penentuan
titik setahap demi setahap. Kelemahan dari sistem pemrogramman ini, bila terjadi
kesalahan dalam penentuan titik koordinat, penyimpangannya akan semakin besar.
Berikut ini contoh dari pengukuran inkremental.
YC

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

19

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

AB
Titik Koordinat Inkremental
(.X , .Y)
ABC
(1,1)
(4,1)
( -2 , 2 )

Gambar 2.18 Pemberian

ukuran dengan

sistem incremental. [13]


2.5 Kode Pemrograman
Kode-kode instruksi untuk pembuatan program CNC (Kode G, M,) yang sering
digunakan di sini akan dijelaskan sesuai urutan penggunaan kode yang digunakan
dalam suatu program CNC. Kode programatau instruksi untuk pemrograman CNC
dibagi dalam dua kelompok yaitu modal dan non modal. Kode program modal berarti
kode program tersebut tetap aktif sampai dengan dibatalkan oleh kode program dari
kelompok yang sama, misalnya G0 tetap aktif sampai blok program berikutnya dan
akan dibatalkan oleh G1,G2, atau G3 di blok program berikut:
1)

Fungsi G yaitu yang mengatur gerakan mesin.

2)

Fungsi M yaitu yang mengatur sistem persumbuan dan keadaan mesin.

3)

Tanda alarm benbunyi ketika terjadi kesalahan pada saat proses cek M.

Fungsi G
Macam-macam kode G , antara lain :
Kode standar yang digunakan ketika membuat program tingkat dasar antara lain :
1.

G00 : Merupakan intruksi untuk memerintahkan mesin CNC agar


sumbu utama (pisau frais/pahat bubut) melakukan gerakan cepat
tanpa melakukan pemakanan.

2.

G01 : Merupakan instruksi agar alat potong mesin CNC melakukan


gerakanpemakanan lurus baik ke arah sumbu X,dan Z

3.

G02 : Merupakan intruksi agar alat potong mesin CNC melakukan


gerakaninterpolasi lingkaran searah jarum jam

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

20

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

4.

G03 : Merupakan instruksi agar alat potong mesin CNC melakukan


gerakaninterpolasi lingkaran berlawanan arah dengan jarum jam.

5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.

G04 : Merupakan intruksi menyisipkan waktu tinggal diam.


G21 : Merupakan intruksi menambah blok kosong
G24 : Intruksi penetapan radius pada pemrograman harga absolut
G25 : Merupakan intruksi Teknik sub program
G27 : Merupakan perintah melompat
G33 : Merupakan intruksi siklus pembuatan ulir akan membuat ulir
sesuai denganprosedur baku.
G64 : Merupakan intruksi motor asutan tak berarus
G65 : Merupakan intruksi pelayanan kaset ayau penggunaan kaset
G66 : Intruksi pelayanan antar aparat RS 232
G73 : Merupakan intruksi siklus pemboran dengan pemutusan tatal
G78 : Merupakan intruksi siklus penguliran
G81 : Merupakan intruksi siklus pemboran
G82 : Merupakan intruksi siklus pemboran dengan tinggal diam.
G83 : Merupakan intruksi siklus pemboran dengan penarikan
G84 : Merupakan intruksi siklus pemakanan memanjang dan lintasan
alat potong mesinCNC bubut bergerak dengan siklus pemakanan
memanjangdengan pengurangan diameter secara bertahap
G85 : Merupakan intruksi siklus pereameran
G86 : Merupakan intruksi siklus pengaluran
G88 : Merupakan perintah untuk membuat siklus pembubutan
melintang padamesin CNC TU 2A EMCO.
G89 : Merupakan intruksi siklus pereameran dengan tinggal diam.
G90 : Merupakan intruksi pemrograman harga absolut
G91 : Intruksi pemrogaman harga inkremental
G92 : Merupakan intruksi pencatat penetapan
G94 : Merupakan intruksi penetapan kecepatan asutan
G95 : Merupakan intruksi penetapan ukuran asutan
G110 : Merupakan intruksi alur permukaan
G111 : Perintahmembuat alur luar
G112 : Perintah membuat alur dalam
G113 : Perintah membuat ulir luar
G114 : Perintah membuat ulir dalam
G115 : Merupakan intruksi membuat permukaan kasar
G116 : Merupakan intruksi putaran kasar

Fungsi M
Macam-macam kode M, antara lain :
1.
2.

M00 : Mesin berhenti terprogram


M03 : Sumbu utama berputar searah dengan jarum jam; Kode ini biasanya pada
awal intruksi adanya kode ini menyebabkan sumbu utama mesin akan
berputar searah jarum jam.

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

21

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

3.
4.

M05 : Merupakan intruksi agar sumbu utama berhenti


M06 : Penggantian alat potong dilakukan agar kualitas benda kerja
meningkat.

5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.

M08 : Perintah agar cairan pendingin akan mengalirkan


M09 : Perintah agar cairan pendingin berhenti mengalir
M10 : Merupakan intruksi table Pallet Clamp
M11 : Merupakan intruksi table Pallet Unclamp
M12 : Merupakan intruksi menyalakan shower Coolant
M14 : Perintah Spindle Air Blow On
M15 : Perintah Spindle Air Blow Off
M16 : Air Blast / Tool Charger
M17 : Perintah Sub program (Interprogram) berakhir
M18 : Merupakan intruksi Air Blast Off
M19 : Sumbu utama posisi tepat
M29 : Merupakan intruksi Rapid Tapping
M30 : Program berakhir dan kembali pada program semula.
M60 : Perintah Pallet Change
M61 : Merupakan intruksi Load Pallet #1
M62 : Merupakan intruksi Load Pallet #2
M90 : Pembatalan fungsi pencerminan.
M98 : Kompensasi kelonggaran / kocak Otomatis
M99 : Penentuan parameter lingkaran I, J, K.

2.6 Kode Alarm


Tanda alarm adalah bentuk informasi bagi operrator untuk

mengenali jenis

masalah yang timbul akibat kesalahan operasi,sehingga akan lebih mudah dalam
mengatasinya. Bila alarm muncul kita tidak dapat melanjutkan opersi apapun sebelum
alarm tersebut dihapus.
Alarm muncul pada layar dengan ketentuan sebagai berikut :
A 00
A 01

Salah perintah G atau M


Salah interpolasi melingkar.
Pada masukan titik lingkaran yang salah ( busur lingkaran, titik akhir lingkaran
atau koordinat pusat ) akan diberikan alarm A 01. Sebelum pengerjaan busur
lingkar, komputer menguji apakah suatu busur lingkaran dengan harga yang

A 02
A 03
A 04
A 05

dimasukkan sudah benar.


Harga X terlalu besar, lihat harga batas maksimal
Salah harga F, lihat pada harga batas maksimal
Harga Z terlalu besar, lihat harga batas maksimal
Jika anda lupa memasukkan M 30 pada akhir program dan anda menekan

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

22

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

A 06

tombol START atau melakukan uji jalan


Jumlah putaran sumbu utama terlalu besar pada pemotongan ulir. Alarm ini
tidak timbul pada masukan program, melainkan selama jalannya program ( G
33 atau G 78 ). Tindakan :
Kurangi jumlah putaran
Tekan tombol INP + REV, tanda alarm akan hilang dan program secara

A 07
A 08
A 09
A 10
A 11
A 12
A 13

otomatis dilanjutkan jika diberikan putaran yang sesuai


Tidak terpakai
Mencapai ujung pita pada perekaman
Program tidak ditemukan
Program kaset aktif
Salah jalan
Salah pengecekan
Pengalihan dari mm ke inchi dengan memori penuh. Dapat dihapus dengan

A 14

mengalihkan saklar pemilih metric inchi


Salah penetapan satuan jalan pada pelayanan pemuatan. Jika anda memuat
program metric ke mesin tetapi saklar pemilih dalam kedudukan inchi, timbul

A 15
A 16
A 17

alarm ini
Salah harga H, lihat harga batas yang diijinkan
Tidak terpakai
Salah sub program. Jika anda menyelipkan sub program dari lima tahap

2.7 Kombinasi Tombol CNC TU-2A


2.7.1 Jenis-jenis Kombinasi Tombol CNC TU-2A dan Fungsinya
Tombol tombol pada keyboard dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
a. Tombol Eksekusi
Tombol ini berfungsi untuk melakukan pengeksekusian pada benda kerja yang
akan dibentuk.
b. Tombol Memasukkan Data
Tombol ini berfungsi untuk memasukkan data-data yang sebelumnya sudah dibuat
ke dalam format pemrograman mesin CNC
2.7.2 Aplikasi Penggunaan Kombinasi Tombol
Dari sisi operasional, cara memasukkan dan menjalankan program pada mesin
CNC adalah sebagai berikut :

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

23

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

1.

Untuk menginput tiap langkah penulisan program (atau word) ke mesin, tekan
tombol INP.Perlu diketahui bahwa program terdiri dari beberapa baris, dan tiap
baris terdiri dari satu atau beberapa word.

2.

Untuk menghapussuatu data tertentu,maka tekan tombol DEL

3.

Menggeser kursor ke baris selanjutnya, yaitu tekan tombol FWD

4.

Menggeser kursor ke baris sebelumnya, yaitu tekan tombol REV

5.

Menyisipkan baris,maka tekan bersama-sama tombol ~ dan INP

6.

Menghilangkan baris ,maka tekan bersama-sama tombol ~dan DELMemeriksa


program , maka tekan terus tombol minus( - ) danjangandilepas, maka kursor akan
berjalan dari awal program sampai akhirprogram, baru proses penekanan tombol
dilepas. Jika program adakesalahan dari sisi matematis, maka akan muncul tanda
alarm di bagian sisi atas monitor.

7.

Menghapus alarm, yaitu tekan bersama-sama tombol INP dan REV

8.

Mulai menjalankan program permesinan CNC , yaitu tekan tombol START

9.

Menghentikan sementara saat program sedang berjalan, tekan bersama-sama


tombol INP dan FWD. Untuk meneruskan jalnnya program, tekan tombol START

10.

Menghentikan atau mengagalkan program saat sedang berjalan, tekan bersamasama tombol INP dan REV

11.

Menghapus semua data program dari mesin, maka tekan bersama-sama tombol
DEL dan IN

2.8 Sistem Permesinan


Sistem permesinan pada mesin bubut TU-2A hanya memiliki sumbu X dan Z
beserta arah positif dan negatifnya. Sumbu X menyatakan arah melintang, Sumbu Z
menyatakan arah longitudinal.

Gambar 2.19 Sistem persumbuan pada mesin CNC TU-2A. [13]

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

24

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

Penggesetan titik nol dimulai dengan cara memasang benda kerja pada head stock,
hidupkan spindle utama pada angka 1 (mode manual) dan berilah spindle / benda kerja
dengan putaran yang rendah. Pengesetan dilakukan sebagai berikut :
a. Pengesetan titik Z = 0
Sentuhkan pahat pada sisi muka benda kerja (gambar 2.20) dan tekan tombol DEL,
maka posisi Z = 0.

Gambar 2.20 setting Z = 0. [6]


b. Pengesetan X = 0
Sentuhkan pahat pada permukaan silinder benda kerja (gambar 2.21) dan tekan
tombol DEL,maka posisi X = 0.

Gambar 2.21 setting X = 0. [6]


Setelah titik nol didapat pahat sebaiknya digeser menjauhi titik nol tersebut yang
dianggap cukup aman untuk melakukan awal proses permesinan. Gambar 2.22 adalah
sebuah contoh penempatan pahat sebelum proses permesinan. Pahat di beri jarak X dan
Z sebesar 5 mm, dengan cara mengeser-geser pahat sampai di layar monitor tertera
harga X = 500 dan Z = 500. hal ini dikarenakan ketelitian mesin ini 0,01 mm sehingga
nilai 500=5mm dari titik 0 manual.

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

25

LABORATORIUM PROSES PRODUKSI DAN CNC


TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275 Telp. (0240 7460053, 7460055
Situs : http://www.ft.undip.ac.id Email : teknik@undip.ac.id

Gambar 2.22 penempatan pahat posisi aman. [6]


2.9 Aplikasi Dalam Dunia Industri
Dalam dunia industri salah satu aplikasi yang bisa diterapkan adalah pembuatan
mesin perkakas. Salah satunya adalah pembuatan as roda sepeda motor, pulley, tromol
sepeda motor, batang pegas motor, pion catur, ring piston, piston, camshaft, dan pin
piston.
Namun dalam contohnya kali ini akan dijelaskan tentang cara pembuatan pion
catur. Pion catur dalam industri menggunakan bahan alumunium, yang memakai mesin
CNC TU 2A, atau bubut. Dalam praktiknya menggunakan program yang kita hitung
terlebih dahulu. Dan masukkan ke input program.
Berikut adalah gambar proses kerja pion pin catur:

Gambar 2.23 Pion Catur. [14]

Computer Numerically Controlled Laboratory 2014

26