Anda di halaman 1dari 52

LAPORAN PENDAHULUAN

PERSALINAN NORMAL PRE PARTUM


I.

KONSEP DASAR
A. DEFINISI
Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi
yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan
selaput janin dari tubuh ibu. (Prof. R. Sulaiman Sastrawinata, 1983 : 221).
Persalinan yang normal (Eutochia) ialah persalinan dengan presentasi belakang
kepala yang berlangsung spontan didalam 24 jam, tanpa menimbulkan kerusakan yang
berlebihan pada ibu dan anak (Prof. R. Sulaiman Sastrawinata, 1981:154).
B. ANATOMI DAN FISIOLOGI
Organ-oragan yang membentuk alat reproduksi wanita terbagi menjadi 2 bagian :
1. Genetalia Eksterna
a. Mons Veneris
Merupakan bagian yang menonjol dibagian depan simfisis, terdiri dari jaringan
lemak dan sedikit jaringan ikat. Setelah pubertas kulit dari mons veneris tertutup
oleh rambut.
b. Labia Mayora
Merupakan kelanjutan dari Mons Veneris, berbentuk lonjong, kedua bibir ini
dibagian bawah bertemu membentuk perineum. Permukaan terdiri :
1). Bagian luar

: Tertutup rambut, yang merupakan kelanjutan dari rambut


mons veneris.

2). Bagian dalam : Tanpa rambut, merupakan selaput yang mengandung kelenjar
sebasea (lemak).
c. Labia Minora
Didapatkan sebagai lipatan disebelah medial dari labia mayora, kedua lipatan
tersebut (kiri dan kanan) bertemu diatas (Prepatium clitoris). Bibir kecil ini
mengelilingi orifisium vagina.
1

d. Klitoris
Merupakan bagian terpenting alat reproduksi luar yang bersifat erektil.
Mengandung banyak pembuluh darah dan serat syaraf sensoris sehingga sangat
sensitif. Analog dengan penis laki-laki.
e. Vestibulum
Merupakan rongga yang sebelah luar dibatasi oleh ke-2 labia minora, anterior oleh
clitoris, dorsal oleh fourchet. Pada vestibulum terdapat muara : uretra, 2 lubang
saluran kelenjar bartolini, 2 lubang saluran kelenjar skene.
f. Kelenjar Bartholini
Kelenjar yang penting di daerah vulva dan vagina, karena dapat mengeluarkan
lendir, pengeluaran lendir meningkat saat coitus.
g. Hymen (selaput Dara)
2. Genetalia Interna
a. Vagina
1). Suatu saluran musculo membranosa yang menghubungkan uterus dengan
vulva
2). Terletak antara kandung kemih dan rectum
3). Panjang bagian depan sekitar 10 cm dan dinding belakangnya sekitar 11 cm
4). Pada dinding vagina terdapat lipata-lipatan yang berjalan circulair dan
disebut : rugae, terutama pada bagian bawah vagina
5). Setelah melahirkan sebagian dari pada rugae akan menghilang
6). Bagian dari cervic yang menonjol ke dalam vagina disebut : portio
7). Oleh portio ini, puncak vagina dibagi dalam 4 bagian, ialah :
a.

Fornix Anterior

b.

Fornix Posterior

c.

Fornix Lateral Kanan

d.

Fornix Lateral Kiri

8). Faal vagina


a.

Sebagai saluran keluar dari uteras yang dapat mengalirkan darah waktu
haid dan sekret dari uterus

b.

Alat hubungan seks

c.

Sebagai jalan lahir pada waktu purtus

b. Uterus
1). Merupakan jaringan otot yang kuat, terletak di pelvis minor diantara kandung
kemih dan rectum
2). Uterus merupakan alat yang berongga dan berbentuk seperti bola lampu yang
gepeng dan terdiri dari 2 bagian :
a. Corpus uteri berbentuk segitiga
b. Corpus uteri berbentuk silindris
3). Bagian dari corpus uteri antara kedua pangkal tuba disebut fundus uteri (dasar
rahim)
4). Dinding uterus terdiri dari 3 lapisan : peritonium, lapiran otot, endometrium
a. Peritonium
1. Meliputi dinding rahim bagian luar
2. Meliputi bagian luar uterus
3. Merupakan penebalan yang diisi jaringan ikat dan pembuluh darah,
limfe dan urat syaraf
4. Meliputi tuba dan mencapai dinding abdomen
b. Myometrium (lapisan otot)
Merupakan lapisan yang paling tebal. Terdiri dari otot polos yang disusun
sedemikian rupa hingga dapat mendorong isinya keluar pada saat
persalinan. Diantara serabut-serabut otot terdapat pembuluh-pembuluh,
syaraf dan limfe.
c. Endometrium (selaput lendir kavum uteri)
Pada endometrium terdapat lubang kecil yang merupakan muara dari
kelenjar endometrium. Variasi tebal, tipisnya, dan fase pengeluaran lendir
endometrium ditentukan oleh perubahan hormonal dan siklur menstruasi.
3

Pada saat konsepsi, mengalami perubahan menjadi desidua sehingga


memungkinkan terjadinya implantasi.
c. Tuba fallopi
Tuba fallopi terbagi menjadi 4 bagian :
1). Pars interstitialis (intramuralis), terletak diantara otot rahim, mulai dari
osteum internum tubae
2). Pars istimika tubae, bagian tubah yang berada di luar uterus dan merupakan
bagian yang paling sempit
3). Pars ampularis tubae, bagian tuba yang paling luas dan berbentuk S
4). Pars infundibulum tubae, bagian akhir tubae yang memiliki umbai yang
disebut fimbrae tubae
d. Ovarium (indung telur)
Ovarium adalah kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kirakira 4 cm, lebar dan tebal kira-kira 1,5 cm
C. PATOSIOLOGI
Sebab terjadinya persalinan sampai saat ini belum diketahui benar yang ada
hanyalah merupakan teori-teori yang kompleks antara lain dikemukakan faktor-faktor
humoral struktur rahim, sirkulasi rahim pengaruh tekanan pada syaraf dan nutrisi.
Banyak teori yang mengemukakan tentang proses persalinan :
1.

Teori penurunan hormon

2.

Teori plasenta menjadi tua

3.

Teori distensi rahim

4.

Induksi partus

D. TANDA DAN GEJALA


1. Tanda-tanda Presumtive
a.

Amenorhea

b.

Mual dan muntah


4

c.

Tidak tahan suatu bau-bauan

d.

Mengidam

e.

Pingsan

f.

Tidak ada selera makan

g.

Lelah

h.

Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri

i.

Konstipasi

2. Tanda-tanda kemungkinan hamil


a.

Perut membesar

b.

Uterus membesar

c.

Tanda hegar

d.

Tanda chadwick

e.

Tanda piscaseck

f.

Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang

g.

Teraba ballotement

h.

Reaksi kehamilan positif

3. Tanda-tanda pasti kehamilan


a.

Ada gerakan janin

b.

Denyut jantung janin

c.

Terlihat tulang-tulang janin pada rontgen

E. KOMPLIKASI
1. Hipertensi
Sindrom hipertensi, edema, dan proteinuria, yang terjadi selama kehamilan
pertengahan trimester kedua, dengan karakteristik primigravida dialami 10 hari pasca
partum.
2. Eklampsia
Lanjutan dari preeklampsi yang dikarakteristik oleh kanculsi klonik dan tonik.
5

3. Hiperemesis gravidarum
Muntah yang berlebihan atau hebat selama kehamilan potensi menimbulkan
dehidrasi
4. Ketuban pecah dini (KPD)
Ruptur kandung ketuban (RKK) 12 jam atau lebih sebelum awitan persalinan.
5. Plasenta Previa
Implantasi plasenta pada tulang servikal internal secara total, parsial, atau
rendah
6. Abruptio Plasenta
Pelepasan plasenta dini yang terjadi pada sebelum tahap ketiga ini persalinan.
7. Prolaps tali pusat mendahului bagian presentasi
8. Hemoragie pasca partum
Kehilangan darah pada ibu pasca persalinan diakibatkan dari atonik uterus.
9. Lochea purulenta
Terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah yang berbau busuk..

INPARTU NORMAL
Terdapat 4 kala dalam proses kelahiran janin, yaitu :
1. Kala I
Inpartu (partus dimulai) ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah karena
serviks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (Effacement)
Pada kala pembukaan terdiri dari 2 fase yaitu :
a. Fase laten, pembukan (0-3 cm)
Berlangsung dalam waktu 7-8 jam
b. Fase aktif
1. Akselerasi
Berlangsung 2 jam pembukaan menjadi 4 cm
2. Dilatasi maksimal
Selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm
3. Deselerasi
Berlangsung lambat dalam waktu 2 jam pembukaan menjadi lengkap 10 cm
Pada kala I dilakukan pemeriksaan luar untuk menentukan letak janin dengan turunnya
kepala, disamping itu dapat juga dilakukan pemeriksaan dalam yang diperlukan untuk menilai
:
a. Vagina, terutama dindingnya apakah terdapat penyempitan
b. Keadaan serta pembukaan servics
c. Kapasitas panggul
d. Ada atau tidaknya penghalang (tumor) pada jalan lahir
e. Sifat dari fluor albus, apakah terdapat infeksi seperti : Bartholinitis
f. Pecah tidaknya ketuban
g. Presentasi kepala janin
h. Turunnya kepala dalam ruang panggul
i. Penilaian besarnya kepala terhadap panggul
j. Apakah partus bisa dimulai atau belum
7

2. Kala II
Kala II dimulai apabila pembukaan serviks sudah lengkap, umumnya pada akhir kala I
atau permulaan kala II dengan bagian terbawah janin sudah masuk dalam ruang panggul,
ketuban pecah sendiri. Bila ketuban belum pecah, ketuban harus dipecahkan HIS akan timbul
lebih sering dan merupakan tenaga pendorong janin pula. Disamping HIS, wanita tersebut
harus dipimpin meneran pada waktu ada HIS.
Ada 2 cara meneran yang baik, yaitu :
a. Berbaring merangkul kedua pahanya sampai batas siku, kepala sedikit diangkat, sehingga
dagunya mendekati dadanya dan ia dapat melihat perutnya.
b. Sikap seperti diatas tapi badan dalam posisi miring ke kiri atau ke kanan, tergantung pada
letak punggung anak. Hanya satu kaki dirangkul, yakni kaki yang berada diatas. Posisi
yang menggulung ini memang fisiologis, posisi ini baik digunakan bila putaran paksi
dalam belum sempurna. Penolong persalinan berdiri pada sisi kanan wanita tersebut.
3. Kala III
Partus kala III merupakan kelahiran uri. Terdapat dua proses pada kala III, yaitu :
a. Lepasnya plasenta dari implantasinya pada dinding uterus
b. Pengeluaran plasenta dari dinding uterus
Apabila plasenta lahir, umumnya otot-otot uterus, apabila plasenta lahir, umumnya otototot uterus segera berkontraksi, pembuluh-pembuluh darah akan terjepit, dan pendarahan
akan segera berhenti.
Pada keadaan normal menurut Caldeyro Barcia plasenta akan lahir spontan dalam waktu
4-8 menit setelah anak lahir lengkap. Untuk mengetahui apakah plasentanya telah lepas
dari tempat implantasinya, dipakai beberapa prasat, antara lain :
1. Perasat Kustner
Tangan kanan meregangkan atau menarik sedikit tali pusat. Tangan kiri
menekan daerah diatas sympisis. Bila tali pusat ini masuk kembali ke vagina, berarti
plasenta belum lepas dari dinding uterus. Bila tetap atau tidak masuk kembali ke
vagina, berarti plasenta lepas dari dinding uterus. Perasat ini hendaknya dilakukan
secara hati-hati. Apabila hanya sebagian plasenta yang terlepas perdarahan banyak
dapat terjadi.
8

2. Perasat Strassman
Tangan kanan meregangkan atau menarik sedikit tali pusat, tangan kiri
mengetok-ngetok fundus uteri. Bila terasa getaran pada tali pucat yang diregangkan
ini, berarti plasenta belum lepas dari dinding uterus, bila tidak terasa getaran, berarti
plasenta telah lepas dari dinding uterus.
3. Perasat Klein
Wanita tersebut disuruh mengedan, tali pusat tampak turun kebawah. Bila
pengedanannya dihentikan dan tali pusat masuk kembali ke dalam vagina, berarti
plasenta belum lepas dari uterus.
4. Perasat Crede
Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar supaya plasenta lepas
dari dinding uterus, hanya dapat digunakan bila terpaksa, misalnya perdarahan.
Perasat ini dapat menimbulkan kecelakaan perdarahan post partum setelah plasenta
lahir, harus diteliti apakah jumlah kotiledannya lengkap atau masih ada yang
tertinggal di dalam cavum uteri. Selanjutnya perlu diperhatikan apakah corpus uteri
berkontraksi baik, harus dilakukan masase ringan pada corpus uteri untuk
memperbaiki kontraksi uterus. Apabila kontraksi kurang baik dapat diberikan utero
tonika seperti pitosin, metergin, ermetrin dan sebagainya.
Bila semua telah berjalan dengan lanar dan baik, maka luka Episiotomi dapat
segera diteliti dan dijahit. Adapun cara menjahit luka Episiotomi, yaitu:
a. Jahit dulu luka bagian dalam dengan catgut
b. Jahit luka perineum, mula-mula dengan catgut, kemudian diperkuat dengan
benang subkutis dan kutis
c. Jangan sampai ada luka disebelah dalam (dead space), karena akan dimasuki oleh
bekuan-bekuan daerah, sehingga menyebabkan luka kurang baik.
4. Kala IV
Kala IV merupakan pengamatan yang dilakukan pada wanita setelah selesai persalinan,
sekurang-kurangnya 1 jam post partus. Dengan cara ini diharapkan kecelakaan-kecelakaan
9

post partum dapat dihindari atau dikurangi. Sebelum meninggalkan wanita post-partum, harus
diperhatikan 5 pokok penting, yaitu :
a. Kontraksi uterus
b. Tidak ada perdarahan dari vagina
c. Plasenta dan selaput ketuban harus dalam keadaan baik
d. Nadi dan tekanan darah normal
e. Tidak terdapat pengaduan sakit kepala atau eneg

10

POST PARTUM NORMAL


Beberapa hal yang harus diperhatikan setelah persalinan:
a. Tekanan darah
Periksa setiap 15 menit selama 1 jam atau sampai stabil, kemudian setiap 30 menit untuk jam
berikutnya.
b. Nadi
Periksa setiap 15 menit selama 1 jam atau sampai stabil dan setiap 30 menit untuk jam
berikutnya.
c. Suhu tubuh
Periksa sekali pada 1 jam pertama setelah persalinan, kemudian periksa sesuai kebutuhan,
suhu tubuh mungkin meningkat bila dehidrasi atau keletihan.
d. Fundus
Periksa setiap 15 menit selama 1 jam/ sampai stabil, fundus harus berada dalam midline,
keras dan 2 cm dibawah pada umbilikus.
e. Kandung kemih
Periksa setiap kali fundus dikaji, kandung kemih ibu cepat terisi karena diuresis post partum
dan cairan intravena.
f. Lochea
Periksa setiap 15 menit dalam hubungan dengan fundus, aliran harus sedang, bila darah
mengalir dengan cepat curigai terjadinya robekan servies.
g. Perineum
Periksa dalam hubungan pengkajian lochea, episiotomi dan perineum harus bersih, tidak
berwarna, tidak ada edema dan jahitan harus utuh.
h. Kenyamanan
Berikan perhatian pada keluhan rasa nyeri.
11

i. Intervensi orang tua


Bila masih dalam ruangan, perhatikan ekspresi wajah orang tua ketika mereka melihat pada
bayinya, apa yang mereka lakukan dan katakan.
j. Status emosional
Perhatikan status emosional ibu, emosi negatif atau positif atau kurangnya pengekspresian
emosi mungkin sebagai warisan kebudayaan atau kepribadian.
k. Adanya perdarahan
Perdarahan post partum dapat disebabkan oleh 4 hal :
1. Sisa plasenta
2. Atonia uteri
3. Ruptur uteri
4. Infersio uteri
II.

12

KONSEP KEPERAWATAN
1. PENGERTIAN
Keperawatan antepartum adalah suatu atau serangkaian kegiatan keperawatan yang
diberikan kepada ibu dengan antepartum, dengan jalan pemeriksaan dan pengawasan ibu
sebelum persalinan dengan tujuan untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi dan
hal yang akan menghambat proses persalinan. Keperawatan post partum adalah suatu
tindakan atau serangkai kegiatan keperawatan yang diberikan kepada ibu sampai 6 minggu
setelah melahirkan yang meliputi upaya promotif, kuratif, dan preventif serta rehabilitative
sesuai dengan potensi yang ada padanya.
2.

Langkah-langkah Proses Perawatan


a. Pengkajian
1.

Kulit

: Masker, kehamilan, striae

2.

Payudara

: Kolostrum Asi

3.

Abdomen

: Involusi uterus, otot abdomen

4.

Lochea

: Warna (merah, serosa, putih) aliran (deras, sedang, banyak atau


sedikit)

5.

Perineum

: Episiotomi bersih atau utuh

6.

Respon

: Psiko emosional tepat pada kehamilan

b. Diagnosa keperawatan Pre Partum


1.

Gangguan rasa nyaman nyeri b/d sakit perut mau melahirkan

2.

Gangguan pola tidur b/d nyeri perut mau melahirkan

3.

Gangguan pola eliminasi b/d nyeri penekanan pada vesika urinaria akibat
penekanan bagian terendah janin

4.

Potensial kekurangan volume cairan b/d intake dalam persalinan yang terbatas

5.

Kala II
Nyeri b/d pola kontraksi semakin intensif dan tekanan bagian presentasi

6.

Kala III
Cidera resiko tinggi terhadap maternal b/d kesulitan pelepasan

7.

Kala IV
Resiko tinggi perdarahan b/d perubahan uterus post partum
13

c. Perencanaan Pre Partum


1.

Gangguan rasa nyaman nyeri b/d sakit perut mau melahirkan


a.

Tujuan : Rasa nyaman terpenuhi

b.

Intervensi
1. Atur posisi klien senyaman mungkin
2. Ciptakan lingkungan yang theraupetik
3. Berikan terapi motivasi keluarga untuk memberikan support kepada klien
dalam menghadapi kehamilan

c.

Rasionalisasi
1. Mengatur posisi senyaman mungkin dapat mengurangi rasa nyeri
2. Lingkungan yang nyaman dapat membuat klien beristirahat dengan
tenang
3. Memberikan motivasi keluarga klien diharapkan dapat mengurangi
kecemasan klien dalam menghadapi persalinan dan mempercepat
persalinan

2.

Gangguan pola tidur b/d nyeri mau melahirkan


a.

Tujuan : pola tidur klien terpenuhi

b.

Intervensi
1. Atur posisi tidur klien senyaman mungkin
2. Beri pejelasan tentang pola tidur yang baik
3. Ciptakan lingkungan yang theraupetik

c.

Rasionalisasi
1. Mengatur posisi tidur diharapkan klien dapat beristirahat dengan tenang
2. Agar dapat mengetahui keuntungan tidur yang baik bagi kehamilan
3. Lingkungan yang nyaman diharapkan klien dapat tenang dan nyaman
dalam menghadapi proses melahirkan

3.

Gangguan pola eliminasi b/d penekanan vesika urinaria akibat penekanan bagian
terendah janin
a.

Tujuan : Eliminasi teratasi


14

b.

Intervensi
1. Berikan penjelasan kepada klien
2. Kosongkan kandung kemih setiap 2-3 jam sekali
3. Monitor intake dan out put cairan

c.

Rasionalisasi
1. Memberikan penjelasan diharapkan klien mengerti penyebab dari
meningkatkan frekuensi BAK
2. Mengosongkan kandung kemih diharapkan tidak terjadi pemenuhan
kandung kemih
3. Monitor intake dan out put diharapkan dapat mengetahui keseimbangan
cairan yang masuk dan yang keluar

4.

Potensial kekurangan cairan b/d intake dalam persalinan terbatas


a.

Tujuan : bebas dari haus dan tidak terjadi dehidrasi

b.

Intervensi
1. Pantau suhu dan nadi setiap 15 menit dan sering selama nifas
2. Ukur suhu tubuh setiap 4 jam sesuai dengan indikasi kekeringan kulit dan
mulut
3. Catat masukan dan pengeluaran, perhatikan kontraksi urine sesuai
indikasi

c.

Rasionalisasi
1. Peningkatan suhu dan nadi dapat merendahkan retensi urine penurunan
sampai dengan peningkatan nadi, mungkin merupakan tanda yang lambat
dan kehidupan, volume cairan dan dehidrasi
2. Dehidrasi dapat berakibat pada peningkatan suhu tubuh, kulit kering, dan
penurunan produksi salva
3. Tirah baring mengakibatkan penurunan aktivitas korteks adrenalin,
peningkatan filtrasi glomerulus, peningkatan saluran urine.

15

Kala II
5.

Nyeri b/d kontraksi semakin intensif dan tekanan bagian presentasi


a.

Tujuan : Mengungkapkan penurunan nyeri dan menggunakan tehnik yang


dapat tepat untuk mempertahankan control istirahat diantara
kontraksi

b.

Intervensi
1. Berikan tindakan kenyamanan seperti perawatan perineal
2. Berikan informasi kepada klien
3. Monitor kontraksi uterus
4. Monitor vital sign

c.

Rasionalisasi
1. Agar dapat membantu klien memfokuskan pada persalinan dan
kenyamanan fisiologis
2. Agar dapat mempertahankan kemajuan dalam persalinan
3. Memungkinkan pengkajian dan membantu mengidentifikasi
4. Mengetahui keadaan umum klien

Kala III
6.

Cidera, resti terhadap maternal b/d kesulitan pelepasan plasenta


a.

Tujuan : Bebas dari cidera atau mengobservasi tindakan keamanan

b.

Intervensi
1. Palpasi fundus uteri
2. bersihkan pulva perineum
3. Dapat menyebabkan kembalinya cairan yang masuk ke sirkulasi pasien

c.

Rasionalisasi
1. Memudahkan pelepasan plasenta
2. Menghilangkan kemungkinan yang dapat menyebabkan infeksi
3. Dapat menyebabkan kembali cairan yang masuk kesirkulasi pasien

16

Kala IV
7.

Resiko tinggi perdarahan b/d perubahan uterus post partum


a.

Tujuan : Mempertahankan status pisiologis normal dengan kriterial


perdarahan dalam batas normal

b.

Intervensi
1. Monitor vital sign
2. Kaji tinggi fundus uteri
3. Kaji distensi kandung kemih

c.

Rasionalisasi
1. Agar dapat mengindentifikasi perubahan tanda-tanda vital
2. Bila tinggi fundus tidak dirasakan 2 hari ditambah bawah pusat
menunjukkan distensi blas
3. masase fundus merangsang otot-otot berkontraksi

Evaluasi Pre Partum


1.

Gangguan rasa nyaman nyeri b/d sakit perut mau melahirkan


Evaluasi

: Nyeri klien berkurang

Kriteria hasil : Klien mengungkapkan rasa nyaman


2.

Gangguan pola tidur b/d nyeri mau melahirkan


Evaluasi

: Klien dapat tidur dengan tenang

Kriteria hasil : Pola tidur terpenuhi dilihat dari ekspresi wajah tampak segar
3.

Gangguan pola eliminasi b/d penekanan pada vesika urinaria akibat penekanan bagian
terendah janin
Evaluasi

: Klien pola eliminasinya berjalan normal

Kriteria hasil : Pola eliminasi klien teratasi

17

4.

Potensial kekurangan volume cairan b/d intake dalam persalinan yang terbatas
Evaluasi

: Klien tidak terjadi dehidrasi

Kriteria hasil : Volume cairan terpenuhi


Kala II
5.

Nyeri b/d pola kontraksi semakin intensif dan tekanan bagian presentasi
Evaluasi

: Klien mengungkapkan penurunan nyeri

Kriteria hasil : Klien dapat beristirahat diantara kontraksi


Kala III
6.

Resiko tinggi terhadap maternal b/d kesulitan pelepasan plasenta


Evaluasi

: Bebas dari maternal

Kriteria hasil : Mengobservasi tindakan keamanan


Kala IV
7.

Resiko tinggi perdarahan b/d perubahan uterus post partum


Evaluasi

: Mempertahankan status fisiologis normal

Kriteria hasil : Perdarahan dalam batas normal dan tanda vital stabil
E. DIAGNOSA KEPERAWATAN POST PARTUM
1.

Potensial terhadap nyeri b/d insisi atau laserasi

2.

Gangguan berhubungan dengan episiotomi setelah melahirkan dan ketidaknyamanan


payudara

3.

Konstipasi yang b/d nyeri episiotomi dan hemoroid sekunder terhadap proses
melahirkan

4.

Potensial terhadap perubahan tua b/d transisi pada masa terjadi orang tua dan perubahan
peran

18

F.

PERENCANAAN POST PARTUM


1.

Potensial terhadap nyeri b/d insisi laserasi


a. Tujuan : Infeksi tidak terjadi
b. Intervensi
1. Instruksikan klien pada perawatan perineal kebijakan dari RS
2. Ganti pembalut perineal dari depan kebelakang setelah setiap eliminasi
3. Observasi kondisi episiotomi dan dokumen sajikan setiap shift
4. Berikan antibiotic sesuai dengan yang diberikan tim medis
c. Rasionalisasi
1. Dengan dilakukan tindakan vulva nygiene yang menggunakan tehnik septik
sehingga infeksi tidak terjadi
2. Dilaksanakan untuk mengontrol perkembangan keperawatan pada luka episiotomi
3. Dengan mengubah atau mengganti balutan agar kebersihan di daerah vulva terjaga
4. Obat anti septik berguna untuk mempercepat proses penyembuhan luka tanpa
adanya infeksi dan tanda-tanda infeksi

2.

Nyeri b/d tindakan episiotomi, nyeri setelah melahirkan dan ketidaknyamanan payudara
a. Tujuan : Nyeri berkurang atau hilang, klien mampu mendemonstrasikan cara
perawatan payudara yang benar
b. Intervensi :
1. Atasi nyeri, berikan obat sesuai dengan advice dokter
2. Pertahankan selimut hangat dan berikan kompres pada klien
3. Anjurkan ibu untuk menggunakan tehnik relaksasi yang dipelajari pada persalinan
untuk nyeri
c. Rasionalisasi
1. Obat-obatan analgesti berguna untuk mengurangi nyeri dan mempercepat proses
penyembuhan
2. Pemberian kompres dingin pada daerah perineum diharapkan rasa nyeri berkurang
dan perndarahan dapat terhambat
3. Dengan tehnik relaksasi diharapkan rasa nyeri berkurang dan pikiran klien focus
pada nyeri
19

3.

Konstipasi yang berhubungan dengan nyeri episiotomi dan nemoroid sekunder terhadap
proses melahirkan
a. Tujuan : Konstipasi tidak terjadi dan klien dapat defekasi dengan baik
b. Intervensi
1. Berikan pelunak feces sesuai advice dokter agar pada saat klien defekasi tidak
mengalami konstipasi dank lien tidak mengedam berlebihan
2. Dapat diketahui kadar keseimbangan cairan dan elektrolit serta proses eliminasi
klien terkontrol

4.

Potensial terhadap perubahan peran orang tua b/d transisi menjadi orang tua dan
perubahan peran
a. Tujuan : Klien dapat mendemonstrasikan cara perawatan bayi
b. Intervensi
1. Bantu dan anjurkan ibu untuk melaksanakan semua tugas merawat bayi secara
mandiri
2. Diharapkan adanya rasa kasih saying antara ibu dan anak
3. Agar terciptanya suasana hangat dan harmonis dalam melaksanakan peran baru
sebagai orang tua, serta lebih mengerti akan sifat dan keinginan sang bayi.

G. EVALUASI POST PARTUM


1.

Potensial infeksi b/d insisi dan laserasi


Evaluasi

: Episiotomi sembuh tanpa adanya infeksi dan tidak ada dianase atau bau
busuk

Kriteria hasil : Luka sembuh tanpa ada bukti infeksi


2.

Nyeri b/d tindakan episiotomi, nyeri setelah melahirkan anak atau ketidaknyamanan
payudara
Evaluasi

: Nyeri hilang

Kriteria hasil : Klien harus dapat mengungkapkan kenyamanannya


3.

Konstipasi b/d nyeri episiotomi dan hemoroid sekunder terhadap proses kehamilan
Evaluasi

: Pada defekasi klien kembali normal, hemoroid tidak terjadi karena


mudah dalam defekasi
20

Kriteria hasil : Klien dapat defekasi dalam waktu 2 hari post partum dan hemoroid
sekunder tidak terjadi
4.

Potensial terhadap perubahan peran orang tua b/d transisi pada masa menjadi orang tua
dan perubahan peran
Evaluasi

: Dapat mendemonstrasikan keterampilan merawat bayi

Kriteria hasil : Klien dapat mengungkapkan perasaannya terhadap perubahan peran


baru, klien mengetahui peran dan tanggung jawab sebagai orang tua
bayinya dengan baik.

21

DAFTAR PUSTAKA
Babak, M Irene dan Margaret D Jensen. Perawatan maternitas perawat dan keluarga. YIA, PKP
Bandung. 2000
Carpenito, Lynda Juall, Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada praktik Klinis Edisi 6. EGC
Jakarta : 1995
Mochtar, Rustam, Sinopsis obsetri Jilid I Edisi 2 Cetakan 1. EGC, Jakarta : 1998
Rayburn, William, F. Obstetri dan Ginekologi Widya Medika, Jakarta : 2001
WHO, Perawatan dalam Kelahiran Nomal. EGC. Jakarta. 1998

22

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. R


DENGAN PERSALINAN NORMAL
DI. RU. MELATI RS. AK. GANI PALEMBANG
Tanggal : 10 Desember 2008
Jam
: 07.00 WIB
Oleh
: Novi Yanti. S
I. ASUHAN KEPERAWATAN PRE PARTUM
A. Pengkajian
1. Identitas
a. Inisial Klien

: Ny. R

Umur

: 24 Tahun

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMA

Suku/ Bangsa

: Indonesia

Alamat

: As. Yon Zikon

Tgl. MRS

: 10 Desember 2008

Tgl. Pengkajian

: 10 Desember 2008

Diagnosa Medis

: Partus Normal

Ruang Medis

: RU. Melati

No. Med

: 11.34.68

b. Nama penangung jawab

: Alsa Mohardika

Umur

: 28 Tahun

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMA

Penghasilan

Suku/ Bangsa

: Indonesia

Alamat

: As. Yon Zikon

Hub dengan klien

: Suami

23

2. Keluhan Utama
Klien datang ke RS. Ak. Gani tanggal 10 Desember 2007 pukul 07.00 WIB dengan
keluhan sakit pinggang menjalar keperut bagian bawah, makin lama makin sering,
gerakan anak dirasakan semakin kuat, ada bercak darah dan keluar lendir.
P

: klien mengeluh sakit perut menjalar dari pinggang menjalar ke perut bagian
bawah.

: klien mengalami nyeri daerah abdomen berhubungan dengan adanya kontraksi


uterus yang terus-menerus, terlihat dari ekspresi wajah klien meringis menahan
sakit.

: klien mengalami nyeri pada daerah abdomen menjalar dari pinggang ke abdomen
bagian bawah, keluar bercak darah dan lendir dari vagina.

: nyeri pada daerah abdomen karena adanya kontraksi 15 menit sekali

3. Riwayat Obstetri
a. Perkawinan
1) Berapa kali kawin

: 1 kali

2) Usia waktu kawin

: 21 tahun

3) Lama perkawinan

: 3 tahun

b. Haid/ Menstruasi
1) Menarche

: 13 tahun

2) Siklus

: Normal

3) Lamanya

: 7 hari

4) Banyaknya

: Sedang 3 x ganti pembalut/ hari

5) Dismenorhea

:(-)

6) Sifat darah

: Kental

7) Warna

: Merah segar

8) Bau

: Amis

24

c. Status Gimekologi
1) Hamil

2) TFV

: 3 jari dibawah prosesus xypoideus

3) Cloosma gravidarum : tidak ada


d. Riwayat kehamilan sekarang
GPA

: G5P1A0

HPHT

: 28 Februari 2008

Taksiran Partus

: 05 Desember 2008

Umur kehamilan

: 40 Minggu

ANC

Imunisasi

: TT1 dan TT2 lengkap

Keluhan

: Nyeri menjalar dari pinggang sampai perut bagian bawah,


keluar darah dan lendir dari vagina

e. Riwayat kehamilan yang lalu


No
1
2

Suami
Umur
Penolong
ke
kehamilan
1
Aterm
Bidan
1

Aterm

Jenis
persalinan
Spontan

Sex

BB

Mati/ hidup

KB

(Lk)

2850

Hidup

Spontan

(Pr)

3300

Hidup

Bidan

4. Data Kesehatan
a. Riwayat penyakit yang pernah diderita
Klien tidak pernah menderita penyakit menular, menahun dan penyakit keturunan
b. Riwayat operasi yang pernah dijalani
Klien tidak pernah menjalani operasi apapu sebelumnya
c. Riwayat penyakit keluarga
Didalam keluarga klien tidak ada yang menderita penyakit menular, menahun, dan
penyakit keturunan.
d. Riwayat KB
Klien tidak pernah memakai KB jenis apapun karena klien ingin punya anak lagi.
25

5. Pola kebiasaan sehari-hari


No
Jenis kegiatan
1. Pola Nutrisi

Dirumah

a. Kebiasaan makan

Di rumah bersalin

- Klien makan 3x sehari, 1porsi habis dengan menu

porsi

bervariasi

diberikan hanya 1/2 porsi


-

- Klien minum 7-8 gelas


b.Kebiasaan minum

makanan

yang

Klien minum 9-10 gelas


sehari

sehari
- Klien

c. Pantangan

Klien tidak menghabiskan

Ibu

tidak

mempunyai

Klien

tidak

mempunyai

pantangan khusus

pantangan khusus

terhadap makanan

2.

klien belum BAB

+ 1 hari sebelum MRS

2) Konsistensi

Kuning jernih

3) Frekuensi

11-12 x/hari

1) Warna

Klien tidak tidur

2) Frekuensi

4-5 jam /hari

a. Tidur siang

1 x/hari

b.Tidur malam

1 x/hari

1 x/hari

Pola Eliminasi

- Kuning

a. BAB

- Lembek

1) Warna

- 1 x sehari

- Kuning jernih
b.BAK

- 7-8 x/hari

- 2-3 jam/ hari


3.

Pola Istriahat

- 7-8 jam/ hari

- 2 x/hari

26

Personal Hygiene

- 2 x/hari

a. Mandi

- 2 x/hari

b.Gosok gigi

- 1 x/hari (pagi hari)

c. Ganti pakaian
d.Cuci rambut
6. Data Psiko - Sosial Spiritual
a. Kesehatan Mental
Klien menerima kehamilan anak keduanya dengan bahagia dan berharap bahwa
anak yang dilahirkannya nanti dalam keadaan sehat dan tidak kekurangan sedikit
pun
Hubungan klien dengan suami klien baik, suami klien selalu mendampingi klien
selama berada di rumah sakit.
Hubungan klien dengan keluarga baik, keluarga menerima dengan bahagia
kehamilan Ny R karena akan bertambah anggota keluarga baru.
Klien tinggal bersama suami dan 1 orang anaknya dalam satu rumah.
b. Kesehatan Sosial
Hubungan klien dengan lingkungan baik, karena klien sering bersosialisasi
Klien aktif dalam kegiatan di lingkungan masyarakat.
c. Kesehatan Spritual
Klien menjalankan ibadahnya, namun sejak usia kehamilan memasuki usia 8
bulan, klien tidak lagi melakukan kegiatan ibadah, tetapi klien tetap berdoa
Klien mengatakan tidak percaya terhadap tahayul
Klien rajin memeriksakan kehamilannya ke rumah sakit

B. Pemeriksaan Fisik
27

1. Pengkajian Umum
a. Keadaan umum

: Baik

b. Kesadaran

: Compos Mentis

c. Tinggi badan

: 156 cm

d. Berat badan sebelum hamil

: 50 kg

e. Lila

: 25 cm

f. Vital sign :
- TD

: 120/80 mmHg

- Nadi

: 80 x/menit

- RR

: 24

- Temperatur

: 36.5oC

2. Pemeriksaan Khusus Obstetri


1. Kepala
Bentuk

: Bulat

Rambut

: Hitam, Panjang melebihi bahu, lurus

Kebersihan

: Tidak ada ketombe dan tidak rontok

2. Muka
Ekspresi wajah

: Meringis karena menahan nyeri dan gelisah

Lcoasma gravidarum

: Tidak ditemukannya cloasma gravidarum

Oedema

: Tidak ditemukan adanya Oedema

3. Mata
Konjungtiva

: Tidak anemis

Sclera

: Putih tanpa ikterus

Penglihatan

: Tidak menggunakan kacamata

4. Mulut
Gigi

: Tidak ada caries

Bibir

: Tidak kering dan tidak pecah-pecah

Lidah

: Lidah berwarna merah muda, cukup bersih

Kebersihan

: Cukup bersih

5. Leher
28

Kelenjar tyroid

: Tidak ditemukan adanya pembesaran

Kelenjar Limfe

: Tidak ada pembengkakan

Vena jugularis

: Teraba

6. Dada
Bentuk

: Simetris

Buah dada

: Membesar, puting susu menonjol, hipergigmentasi


areda mamae

Asi

: Colostrum sudah keluar

Kebersihan

: Bersih

7. Jantung atau Paru-paru


Sesak nafas

: (-) Tidak ditemukan adanya sesak nafas

Nyeri dada

: (-) Tidak ditemukan adanya nyeri dada

Oedema

: (-) Tidak ditemukan adanya oedema

8. Abdomen
Pembesaran

: Sesuai dengan usia kehamilan

Bentuk

: Simetris

Linea

: Adanya berwarna kehitaman

Striae

: Ada berwarna kemerahan

Bekas luka operasi

: Tidak ada

9. Genitalia
Varises

: Tidak ada varises

Oedema

: Tidak ditemukan adanya oedema

Kebersihan

: Terdapat Blood slim

10. Ekstrimitas
Atas

: Tidak ada kelainan dan keterbatasan gerakan

Bawah

: Tidak ada kelainan dan keterbatasan gerakan

Varises

: Tidak ditemukan adanya varises

Oedema

: Tidak ditemukan adanya oedema

11. Palpasi
29

Leopold I

: Tinggi fundus uteri 3 jari dibawah prosesus


xypoldeus

Leopold II

: Letak punggung janin teraba di sisi kanan ibu


(puka)

Leopold III

: Bagian terendah, teraba bulat, keras (yaitu kepala)

Leopold IV

: Bagian terbawah sudah masuk PAP

c. Auskultasi
DJJ

: (+) Terletak di regio kanan bawah

Frekuensi

: 136 x/menit

Teratur / tidak

: Teratur

Kuat / tidak

: Kuat

Lokasi

: 3 jari dari pusat ke kanan kemudian turun 3 jari ke


bawah

d. Perkusi
Patela Kanan

: Refleks (+)

Patela Kiri

: Refleks (+)

e. Pemeriksaan dalam (Touche) I : Tgl 3 desember 2007 Pkl: 15.00 Wib


Porsio

: Melebar

Pendataran

: 20%

Terbawah

: Kepala

Penurunan

: Hadge I

Penunjuk

: Belum diketahui

Pembukaan

: 4 cm

Ketuban

: masih ada (+)

Pemeriksaan dalam (Touche) II

: Tgl 10 desember 2008 Pkl : 07.30 WIB

Porsio

: Tipis

Pendataran

: 70%

Pembukaan

: 70 %
30

Terbawah

: Kepala

Penurunan

: Hadge II

Penunjuk

: UUK kiri depan

Pembukaan

: 9 cm

Ketuban

: masih ada (+)

f. Pemeriksaan penunjang
Tidak dilakukan pemeriksaan
g. Therapy
1. Amoxillin 3 x 500 mg
2. Asam Mefenamat 3 x 500 mg
3. Sango blod 2 x 1
4. Inj. Piton 1 amp (1m) : 10 unit
5. Inj. PH. Com 2 amp
C. Analisa Data Pre Partum
No
Komponen Data
1.
DS : Klien mengeluh sakit

Kemungkinan Penyebab
Masalah
Kontraksi otot-otot uterusGangguan
rasa

pinggang menjalar sampai ke (HIS) dan penekanan bagiannyaman : nyeri


perut bagian bawah
DO : - Wajah klien tampak
meringis menahan sakit
- adanya kontraksi uterus tiap
10 menit sekali
- Adanya blood slym
- Vital sign:
- TD: 110/70

Terendah anak

Serviks uteri mendatar dan


membuka

Mempengaruhi SSP

Nyeri

- T/P: 36,4/84
- RR: 18 x/m
31

2.

DS : Klien mengatakan tidak

Bagian terendah janin turun Gangguan

dapat tidur malam

dan masuk PAP

pola

eliminasi : BAK

DO : - Klien hanya tidur 4-5

Menerkan vesika urinaria

jam/hari karena terus-

menerus ke WC untuk

Tidak dapat menampung

BAK
- BAK : 11-12 x/hari
- Leopold IV Bagian kepala
sudah masuk PAP

banyak urine

Sering buang air kecil

Gangguan pola eliminasi

3.

DS : - Klien mengatakan tidak Kontraksi otot-otot uterus Gangguan


nafsu makan
DO : - Klien tidak menghabiskan
porsi yang di berikan

(HIS)

pemenuhan nutrisi

Mempengaruhi SSP

Nyeri

Kehilangan nafsu makan

Intake nutrisi kurang

Gangguan pemenuhan
nutrisi

D. Prioritas masalah
1. Gangguan rasa nyaman : nyeri
2. Gangguan pemenuhan nutrisi
32

3. Gangguan pola eliminasi


E. Diagnosa keperawatan
1.

Gangguan rasa nyaman, nyeri yang meningkat berhubungan dengan kontraksi uterus
dan penekanan bagian terendah anak

2.

Gangguan pemenuhan nutrisi berhubungan dengan cairan inadekuat

33

II. Gangguan pola eliminasi : BAK berhubungan dengan penekanan bagian terendah anakNama : Ny. R

Umur

34

Tahun

Ruang : Melati
No

Diagnosa
keperawatan
Tgl : 10 Des 09

1. Pukul : 07.05 Wib

Perencanaan
Intervensi

Tujuan
- Tuj. Jangka Panjang :

Gangguan rasa

Klien dapat beradaptasi dengan

nyaman nyeri b/d

nyeri yang terjadi saat ini

kontraksi uterus

Tawarkan masase pada klien

Rasionalisasi
-

Masase dapat mengurangi rasa


nyeri yang dirasakan klien

- Tuj. Jangka Pendek :

Atur posisi klien dalam posisi-

Dengan mengatur posisi klien

miring (sim)

(miring), besarnya fetus tidak


menekan vena, agar fetus tidak

- Dalam waktu 60 menit klien


mampu beradaptasi dengan nyeri -

mengalami hipoksia (kekurangan

Ajarkan cara meneran yang baik

O2)

yang dirasakan selama kala I


-

berlangsung

Dengan

mengajarkan

cara

meneran yang baik agar tidak


terjadi ruptur perineum
Tgl : 10 Des 08
2 Pukul : 07.10 Wib
Gangguan
pemenuhan nutrisi

- Tuj. Jangka Panjang :


- Kebutuhan nutrisi dan cairan
terpenuhi

b/d intake cairan


adekuat

- Anjurkan klien makan porsi kecil- Dapat memenuhi kebutuhan nutrisi


tapi sering disela-sela his

tubuh

- Anjurkan klien untuk banyak minum- Untuk mencegah dehidrasi


air

- Tuj. Jangka Pendek :


- Dalam 1 x 24 jam
34

34

Tgl : 10 Des 08
3. Pukul : 07.10 Wib
Gangguan
eliminasi
penekanan
terendah janin

- Tuj. Jangka Panjang:

- Anjurkan klien jangan terlalu sering- Dapat

pola - Pola eliminasi terpenuhi

mengedan dan menarik nafas

mengurangi

penekanan

vesika urivnaria

b/d
- Kosongka kandung kemih

bagian- Tuj. J. Pendek:


- Dalam 1 x 24 jam, klien dapat

- Agar dapat mengurangi penekanan


vesika urinaria akibat grafitasi

BAK dan BAB dengan lancar

No Diagnosa Keperawatan
Tgl : 10 Desember 2008
35

Intervensi

Evaluasi
Tgl : 10 - 12 - 08,
35

1. Pukul : 07.15 Wib

- Menawarkan

Gangguan rasa nyaman

pada

b/d kontraksi uterus

dari

klien,
pinggang

masase Pkl : 07.25 Wib


dilakukanS : Klien mengatakan rasa
sampai

nyeri sedikit berkurang


O : Klien tampak tenang

perut bagian bawah

- Dengan mengatur posisiA : Masalah teratasi sebagian


klien dalam posisi miring P : Intervensi dilakukan
- Dengan

mengajarkan

meneran yaitu baik :


mengeran seperti ingin
BAB

tetapi

tidak

bersuara
Tgl : 10 Desember 2008
2. Pukul : 07.10 Wib
Gangguan

pemenuhan

Tgl : 11 - 12 - 08
- Memberikan

yang telah disediakan

nutrisi b/d intake cairan - Memberikan


inadekuat

makanan Pkl : 07.30 Wib

banyak minum

klien

S : Klien mengatakan sudah


mau makan dan nafsu
makan ada
O : Klien menghabiskan porsi
yang diberikan
A : Masalah teratasi

Tgl : 10 Desember 2008

P : Intervensi dilanjutkan
Tgl : 11 Des 2008
36

3. Pukul : 07.10 Wib

- Menganjurkan

klienS : Klien mengatakan dapat

Gangguan pola

untuk tidak terlalu sering

melakukan eliminasi

eliminasi b/d penekanan

mengedan dan menarik

dengan normal tanpa

bagian

nafas

bantuan cateter

- Memasang
nelation

cateterO : BAK klien kembali


normal
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan

37

KISAH PERSALINAN
Tanggal : 10 Des 2008

Jam : 07.25 WIB

Oleh : Novi Yanti. S

Ibu mempunyai dorongan kuat untuk mengedan, perineum menonjol, vulva


vagina dan spinter ani membuk, maka dilakukan pemeriksaan dalam :

Porsio

: tidak teraba lagi

Pendataran

: 100 %

Pembukaan

: Lengkap 10 cm

Ketuban

: (+) masih ada

Terbawah

: kepala kepala

Penurunan

: Hodge IV

Penunjuk

: UUK kiri depan

Ketuban pecah spontan pukul 07.25 Wib. Warna ketuban jernih, banyaknya +
500 cc, memasang handuk bersih pada perut ibu, dan kain bersih dibawah bokong
ibu. Ibu dipimpin mengejan. Saat subocciput berada dibawah simpisis, tangan kanan
penolong melindungi perineum supaya tidak terjadi ruptur, tangan kiri menahan
puncak kepala supaya tidak terjadi defleksi yang terlalu cepat saat kepala lahir. Maka
lahirlah berturut-turut ubun-ubun kecil, dahi, mata., hidung, mulut dan dagu melalui
perineum, muka dibersihkan dengan kassa steril.
Lalu jari telunjuk tangan kanan mengontrol leher anak apakah ada lilitan tali
pusat dan ternyata tidak ada. Setelah kepala lahir terjadi putaran paksi luar kearah
punggung anak, kepala dipegang secara biparietal dengan kedua tangan. Ditarik
kebawah untuk melahirkan bahu anterior, ditarik keatas untuk melahirkan bahu
posterior. Setelah bahu lahir tangan kanan menyangga leher, kepala dan bahu anak
posterior dengan posisi ibu jari pada dada, (polda) dan keempat jari pada punggung
bayi.
Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri punggung kearah
bokong dan tungkai bawah bayi, selipkan jari telunjuk tangan kiri antara kedua lutut.
38

Pegang bayi sedemikian hingga bayi menghadap penolong. Nilai bayi (apgar score)
kemudian letakkan bayi diatas perut ibu dengan posisi kepala lebih rendah dari badan.
Segera keringkan bayi, tungkus badan dan kepala bayi. Menjepit tali pusat
menggunakan klien kira-kira 3 cm dari pusat bayi, lalu tali pusat diurut kearah ibu
dan memasang klem kedua 2 c, dari klem pertama. Tali pusat dipotong diantara 2
klem sambil dilindungi dengan kedua jari, lalu diikat dengan pengikat tali pusat.
Mengganti pembungkus bayi dengan kain kering dan bersih dan memberikan bayi
kepada ibu untuk segera disusui.
Jam : 16.30 Wib
Anak lahir spontan dengan letak belakang kepala
O
A Biru pucat

1
2
Biru kemerahan Seluruh badan

1 menit
2

5 menit
1

10 menit
2

Gerakan aktif

A Lemah terkulai Sedikit refleksi

Bereaksi aktif

R Tidak ada

Teratur baik

10

kemerahan
P Tidak teraba

< 100 x/menit > 100 x/menit

G Tidak bereaksi Ada sedikit


gerakan

Lambat, tidak
teratur

Kala III
Keadaan ibu setelah bayi lahir

Keadaan

: Compos Mentis

Tifut

: Sentral

Pendarahan

: + 200 cc

Manajemen aktif kala III

39

Setelah bayi lahir periksa kandung kemih apakah penuh atau tidak.
Memeriksa fundus uteri, raba untuk mengetahui kemungkinan ada bayi kedua,
kemudian memberikan injeksi piton 10 unit IM, memeriksa tanda-tanda pelepasan
plasenta. Setelah plasenta terlepas klem dipindahkan hingga berjarak 5-10 cm. Saat
uterus berkontraksi menegangkan tali pusat dengan tangan kanan sementara tangan
kiri menekan uterus dengan hati-hati kearah dorso. Kranial melahirkan plasenta,
minta ibu untuk mengejan sedikit dengan tarikan ringan maka lahirlah plasenta secara
spontan
Jam : 07.55 Wib
Plasenta lahir spontan dengan bagian fetal atau maternal terlebih dahulu
Keadaan plasenta

Kotiledon

: Lengkap

Insersi tali pusat

: Sentral

Panjang tali pusat

: 50 cm

Selaput chorion

: Utuh

Lebar robekan

: 5 cm

Diameter plasenta

: 20 x 25 cm

Berat plasenta

: + 500 gram

Kala IV
Keadaan ibu setelah plasenta lahir

Keadaan umum

: Lemah

T/D

: 110/70

Nadi

: 80 x / m

Suhu

: 36 0C

Respirasi

: 18 x/m

40

Tifut

: 3 jari dibwah pusat

Kontraksi uterus

: Baik

Perdarahan

: + 150 cc

Perineum

: luka robek perineum dijahit dengn chrome 40


Jalur luar : 2 jahitan, jalur dalam : 2 jahitan

Pengawasan ibu inportu sampai 2 jam setelah persalinan


Kala I

Perdarahan
: 50 cc

Kala I

Lamanya
: 6 jam

Kala II

: 200 cc

Kala II

: 20 menit

Kala III

: 200 cc

Kala III

: 13 menit

Kala IV

: 100 cc

Kala IV : 2 jam
Jumlah : 8 jam 33 menit

III.

ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM


41

Tanggal : 10 Desember 2008


Jam : 09.55 Wib
Keluhan utama
Klien mengeluh nyeri pada daerah perineum yang mengalami ruptur dan
dijahit sebanyak 2 jahitan dengan chrome 40, dan perut terasa mulas, klien juga
berkata bahwa tubuhnya masih lemas, klien terlihat gelisah dan meringis saat
bergerak secara tiba-tiba, klien memanggil perawat bila ingin ke kamar mandi.
1. Pemeriksaan fisik

Keadaan umum

: Lemah

Kesadaran

: Compos mentis

TD

: 120/70 mmHg

Nadi

: 80 x/menit

Suhu

: 37,5 0C

Respirasi

: 20 x/menit

2. Pemeriksaan abdomen

Tinggi fundus uteri : 3 jari dibawah pusat

Kontraksi uterus

: Baik

3. Genitalia

Lochea

: Ada, lochea rubra

Perineum

: Ada nyeri dan ruptur, jahitan luar, dalam : 2

4. BAK

: 4-5 x/hari

BAB

: 1 x/2 hari

42

5. Analisa Data
No.
Data
1. Tgl : 10 Des 2008
Pukul : 09.45 Wib

Etiologi
Masalah
Kerusakan jaringan di daerah Gangguan
rasa
vagina dan perineum
nyaman : nyeri

DS : - Klien mengeluh
nyeri pada daerah
perineum
- Klien mengatakan

Merangsang keluarnya zat


bradikinin, kreatinin, as laktat
dan sitokinin

ia merasa mulas
dan sakit perut

Mempengaruhi SSP

DO : - Klien tampak
gelisah, meringis

Nyeri

- Adanya luka
didaerah perineum
Gangguan rasa nyaman
2. Tgl : 10 Des 2008
Pukul : 09.45 Wib

Kerusakan jaringan di daerah Perubahan


pola
vagina dan perineum
eliminasi urine

DS : - Klien mengeluh Tindakan medis pada perineum :


dijahit
nyeri pada daerah
perineum

Ketidaknyamanan pada perineum


Perubahan pola eliminasi urine

DO : - Klien memanggil
perawat bila ingin
ke kamar mandi
- BAK : 4-5 x/hari
sedikit-sedikit
3. Tgl : 10 Des 2008

Proses melahirkan

Gangguan aktivitas

Pukul : 09.45 Wib

43

DS : - Klien mengatakan
badan

terasa

lemah

setelah

melahirkan

Kondisi tubuh lemah

Akibat pengurasan tenaga

DO : - K/U : lemah
- Klien

meminta

bantuan
bila

Gangguan aktivitas : ADL

perawata

ingin

pergi

kekamar mandi
4. Tgl : 10 Des 2008

Proses pengeluaran janin

Potensi infeksi

Pukul : 09.45 Wib


DS : - Klien mengatakan
nyeri pada daerah

Pelebaran perineum dan robek

perineum
Tuptur dijahit/ trauma jalan lahir
DO : - Saat

dilakukan

vulva

hygiene,

masih

terdapat

lochea rubra
5. Tgl : 10 Des 2008

Potensial terjadinya infeksi


Proses pengeluaran janin

Terjadinya

Pukul : 09.45 Wib

perubahan

DS : - Klien mengeluh

eliminasi : BAB

nyeri pada daerah

pola

Kondeisi tubuh lemah

perineum
Akibat pengurasan tenaga
DO : - Klien memanggil
perawat bila ingin
ke kamar mandi

Kurang mobilitasi

44

- BAK : 4-5 x/hari


- BAB : 1 x / 2 hari
Aktivitas usus menurun

Potensial terjadi perubahan pola


eliminasi: BAB
6. Prioritas Masalah
1. Gangguan rasa nyama: nyeri
2. Perubahan pola eliminasi: BAK
3. Gangguan aktivitas ADL
4. Potensial terjadinya infeksi
5. Potensial perubahan pola eliminasi
7. Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan rasa nyaman : nyeri pada daerah perineum dan abdomen b/d
ruptur dan involusi uterus
2. Perubahan pola eliminasi : BAK b/d ketidaknyamanan perineum
3. Gangguan aktivitas ADL b/d kondisi tubuh yang lemah setelah
melahirkan
4. Potensial terjadinya infeksi b/d trauma jalan lahir
5. Potensial perubahan pola eliminasi : BAB b/d kurangnya mobilitasi

45

ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM


Nama : Ny. R
No
1.

Umur : 24 Tahun

Diagnosa
keperawatan
Tujuan
Tanggal 10 Des 2008 Tujuan Jangka Panjang:
Pukul : 09. 45 WIB

- Rasa nyama klien terpenuhi

Gangguan rasa nyaman

Ruang : Melati

Perencanaan
Intervensi
Rasionalisasi
Anjurkan klien untuk mengubah Tekaan pada sisi yang sama terlalu
posisi tidur dan menghindari duduk lama
untuk beberapa waktu

dapat

menyebabkan

bertambahnya nyeri.

: nyeri b/d luka ruptur Tujuan jangka pendek


Lakukan masase pada uterus dengan Dapat meningkatkan nyeri
dan involusi uterus
berguna untuk involusi uterus
- Dalam waktu 1-2 hari nyeri lembut
pada daerah perineum dan Ajarkan beberapa tehnik relaksasi
vagina berkurang
- Klien tenang

yang

Dapat membantu mengurangi nyeri

Kolaborasi dengan tim medis dalam yang dirasakan


pemberian analgetik

Analgetik bekerja pada ssp untuk


menekan rasa nyeri

Dengan merawat luka diharapkan dapat mengurangi ketidaknyamanan pada perineum

Dengan memberikan dorongan diharapkan klien akan memenuhi pola eliminasi tanpa merasa terhambat akibat jahitan perineum
3. Tanggal 10 Des 2008 Tujuan jangka panjang :
- Bantu kebutuhan aktivitas klien
- Dapat memenuhi semua kebutuhan

46

45
T
2.

Pukul : 09.45 WIB


Gangguan

aktivitas

- Kebutuhan kativitas sehari-hari - Berikan nutrisi yang seimbang


klien terpenuhi

- Observasi TTV

ADL b/d kondisi tubuh Tujuan jangka pendek :


yang

lemah

- Dapat memulihkan stamina klien


setelah melahirkan

setelah - Dalam waktu 1-2 hari keadaan

melahirkan

sehari-hari klien

- Dapat mengetahui perkembangan KU

klien membaik

klien.

- Klien tidak lemah lagi


- Dapat mencegah timbulnya kuman-kuman penyakit yang dapat berkembang biak di tempat lembab dan kotor
- Dapat mencegah terjadinya infeksi
5. Tanggal 10 Des 2008 Tujuan jangka panjang:
Pukul : 09.45 WIB
Potensial

perubahan

- Pola

eliminasi

BAB

mengalami perubahan

pada eliminasi: BAB Tujuan jangka pendek:


46
4.

b/d
mobilitas

kurangnya

- Anjurkan klien untuk melakukan- Dengan melakukan mobilisasi ringan


tidak

mobilisasi ringan setelah 8 jam

diharapkan kerja usus tidak terganggu

- Libatkan keluarga untuk membantu- Dengan melibat-kan keluarg atau


mobilitas klien

orang terdekat, klien dapat melakukan

- Dalam waktu 1-2 hari klien - Kolaborasi dengan tim medis mobilisasi ringan dengan bersemangat
dalam pemberian makanan tinggi- Dengan memberi-kan makanan tinggi
BAB
serat dan buah-buahan

serat dan buah-buahan diharapkan


dapat membantu kerja usus dalam
mencerna makanan

47

48

ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM


Nama : Ny R
47

Umur : 34 tahun

Ruang : Melati

No
Diagnosa Keperawatan
Implementasi
Evaluasi
1. Tgl : 10 Des 2008
Tgl
:
11
Des
2008
Menganjurkan
klien
Pukul : 09.45 Wib
Gangguan

rasa

untuk mengubah posisiJam : 08.00 Wib


nyaman

nyeri b/d luka ruptur dan


involusi uterus

tidur dan menghindariS : Klien mengatakan


nyeri berkurang

duduk selama + 3 jam

masaseO : Klien tampak tenang


A : Masalah teratasi

Melakukan
pada uterus
Mengajarkan
relaksasi

tehnik

berupa

sebagian

:P : Intervensi dilanjutkan

menarik nafas dalam


lalu

hembuskan

perlahan-lahan melalui
mulut
Memberikan
2. Tgl : 10 Des 2008

asam

mefenamat 3 x 500 mg
Mengkaji
tingkatTgl : 11 Des 2008

Pukul : 09.45 Wib

ketidaknyamanan klien,Jam : 08.00 Wib

Perubahan pola eliminasi :

di

BAK b/d ketidaknyamanan

merasa

perineum

perineum dan merasaO : - BAK 7-8 x/hari


risih

dapatkan
nyeri
karena

klienS : Klien mengatakan


pada
adanya

hygiene

- Luka dalam keadaan


bersih

bekas jahitan
Melakukan

ketidaknyamanan

vulva

- Klien tidak menahan


BAK

Melakukan percakapanA : Masalah teratasi


+ 5 menit untuk sebagian
memberikan semangatP : Intervensi dilanjutkan
49

pada klien
Memberikan

3. Tgl : 10 Des 2008


Pukul : 09.45 Wib

pada

Gangguan aktivitas ADL

memenuhi

b/d kondisi tubuh yang

kebutuhannya

lemah setelah melahirkan

klien

Memberikan

bantuanTgl : 11 Des 2008


dalamJam : 08.00 Wib
S : Klien mengatakan
kondisi tubuh sudah
makanan

tidak lemah lagi

mengandungO : K-U klien membaik


banyak protein vitamin - Aktivitas ADL klien
terpenuhi
dan mineral
yang

Melakukan

observasi

- TD : 120/80 mmHg
- Nadi : 84 x / menit

TTV

- Suhu : 36,4 0C
A : Masalah teratasi
Melakukan

4. Tgl : 10 Des 2008


Pukul : 09.45 Wib
Potensial

infeksi

P : Intervensi dilanjutkan
vulvaTgl : 11 Des 2008

hygiene dan menggantiJam : 08.00 Wib


b/d

buruknya personal Hygiene

pembalut setiap klienS : Klien mengatakan


eliminasi : BAB dan

O : Klien tampak rajin

BAK
Memberikan Amoxilin
3 x 500 mg

keadaan sekarang baik


mengganti pembalut
setelah BAK dan BAB
A : Masalah teratasi

Mengajak

5. Tgl : 10 Des 2008

P : Intervensi dilanjutkan
danTgl : 11 Des 2008

Pukul : 09.45 Wib

membantu klien untukJam : 08.00 Wib

Potensial perubahan pola

melakukan

eliminasi

ringan

BAB

kurangnya mobilitas

b/d

mobilitasS : Klien mengatakan pagi


ini sudah BAB

keluargaO : - Klien di bantu oleh


keluarga
untuk membantu klien
- BAB : 1 x pagi hari,
pergi ke kamar mandi

Mengajak

lunak berwarna
50

Memberikan

makanan

kuning tua

tinggi serat dan buah-A : Masalah teratasi


buahan

P : Intervensi dilanjutkan

DAFTAR PUSTAKA
Babak, M Irene dan Margaret D Jensen. Perawatan maternitas perawat dan
keluarga. YIA, PKP Bandung. 2000
Carpenito, Lynda Juall, Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada praktik Klinis Edisi 6.
EGC Jakarta : 1995
Mochtar, Rustam, Sinopsis obsetri Jilid I Edisi 2 Cetakan 1. EGC, Jakarta : 1998
51

Rayburn, William, F. Obstetri dan Ginekologi Widya Medika, Jakarta : 2001


WHO, Perawatan dalam Kelahiran Nomal. EGC. Jakarta. 1998

52