Anda di halaman 1dari 15

I.

KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. MATERI 1 : ALAT DAN BAHAN PEMBUATAN DETERJEN

1. Indikator Keberhasilan
Setelah mempelajari modul ini peserta mampu mengidentifikasi bahan
dan alat untuk membuat deterjen.
2. Uraian Materi
a. Sejarah Pembuatan Deterjen
Tahun 1933 deterjen untuk rumah tangga diluncurkanpertama kali
di AS.Sebelum tahun 1965, deterjen menghasilkan limbah busadi
sungai dan danau.Tahun 1965 : ditemukan linear alkylbenzene
sulphonate(LAS) yang lebih

ramah

lingkungan.

Bakteri dapat

cepatmenguraikan molekul LAS, sehingga tidak menghasilkanlimbah


busa.

b. Pengertian Deterjen
Deterjenadalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk
membantu pembersihan yang terbuat dari bahan-bahan turunan
minyak bumi. Bahan utama deterjenadalahsodium lauryl sulfonathasil
reaksi antaraalkyl benzenesulfonat (ABS) dengan natrium hidroksida
(NaOH).

c. Zat-Zat dalam Deterjen


1) Surfaktan untuk mengikat lemak dan membasahipermukaan
2) Abrasive untuk menggosok kotoran
3) Substansi pengubahpH untuk mempengaruhipenampilan ataupun
stabilitas dari komponen lain
4) Water softener untuk menghilangkan efek kesadahan
5) Oxidants untuk memutihkan dan menghancurkan kotoran
6) Material lain selain surfaktan untuk mengikat kotorandidalam
suspensiuntuk mengikat protein, lemak, ataupun karbohidratdalam
kotoran.
1

d. Perbedaan Deterjen dengan Sabun


1) Bahan utama deterjenadalahAlkyl Benzene Sulfonat (ABS).
Bahan ABS diperoleh dari pengolahan minyak bumi.
2) Bahan utama sabun adalah Kalium Hidroksida (KOH) atau
Natrium Hidroksida (NaOH).
3) Perbedaan deterjen dengan sabun antara lain daya cuci deterjen
lebih kuat dibandingkan sabun dan deterjen dapat bekerja pada
airsadah.Akantetapi

sabun

lebih

mudah

diurai

oleh

mikroorganisme.

e. Kekurangan Sabun sebagai Pencuci


Sebagai pencuci sabun mempunyai kekurangan dibandingkan
dengan deterjen. Ujung-ujunghidrofil dari deterjen mudah bereaksi
dengangaram-garam,

misalnya

kalsiumkarbonat

(airsadah),

membentuk zat yang tidak larut. Endapan yang terjadi membentuk


lapisan kusam pada kain yang dicuci sehingga sabun kurang disukai.

f.

Sifat-Sifat Deterjen
1) Molekul deterjen terdiri atas dua bagian yaitu bagian yang bersifat
hidrofilik dan hidrofobik.
2) Bagian hidrofilik adalah bagian yang menyukai air atau bersifat
polar, bagian hidrofobik adalah bagian yang tidak suka air.
3) Kotoran yang bersifat nonpolar, seperti minyak atau lemak tidak
akan hilang jika hanya dibersihkan menggunakan air.
4) Kotoran berminyak tidak akan hilang jika hanya dibersihkan
menggunakan air. Oleh karena itu, diperlukan detergen
5) Ketika pakaian yang kotor diberi deterjen kemudian digosok atau
diperas maka minyak atau lemak pada pakaian menjadi butiran butiran lepas yang dikelilingi oleh lapisan molekul detergen.
6) Deterjen adalah surfaktan. Sedangkan surfaktan merupakan
singkatan dari surface active agents, bahan yang menurunkan
tegangan permukaan suatu cairan dan di antarmuka fasa
sehingga mempermudah penyebaran dan pemerataan
2

g. Klasifikasi Deterjen
Penggolongan deterjen berdasarkan bentuk fisik adalah:
1) Deterjen cair
2) Deterjen krim
3) Deterjen bubuk

h. Bagaimana Deterjen Bisa Membersihkan Kotoran


Kotoran yang bersifat polar biasanya larut dalam air, sehingga
kotoran jenis ini tidak perlu dibersihkan dengan deterjen.Surfaktan
mempunyai strukturbipolar.Bagian kepala bersifat hidrofilik dan bagian
ekor bersifat hidrofobik.Karena sifat inilah sabun mampu mengangkat
kotoran (biasanya lemak) dari badan dan pakaian.Surfaktanakan
menggerombol membentuk misel setelah melewati konsentrasi
tertentu yang disebut Konsentrasi Kritik Misel (KKM) (Lehninger,
1982).
Surfaktan

merupakan

senyawa

aktif

penurun

tegangan

permukaan. Surfaktan dapat diproduksi secara sintesis secara kimiawi


dan biokimiawi. Surfaktan memiliki gugus hidrofobik dan hidrofilik
dalam satu molekol. Pembentukan film pada antar muka fasa
menurunkan energi antar muka. Surfaktan dimanfaatkan sebagai
bahan penggumpal, pembasah, pembusa, emulsifier, industri kimia,
industri pangan dll.
Untuk lebih jelasnya bagaimana sabun dapat membersihkan
kotoran, coba perhatikan tayangan video berikut ini:

Video 2. ProsesDeterjen dapat Membersihkan Kotoran

Pada proses pembersihkan kotoran oleh surfaktan terjadi apa


yang disebut dengan Critical Micelle Concentration (CMC). CMC
adalah konsentrasi surfaktan dimana sejumlah micelle tebentukdan
mampu memisahkan kotoran.Micelle adalah kumpulan unit yang terdiri
dari

sejumlah

molekul

bahanaktif

permukaan

(surface

active

material).Micelle melarutkan kotoran dan minyak dengan cara


3

mengangkatkotoran tersebut dari permukaan dan mendispersikannya


ke

larutan.CMC

untuk

mengukur

efisiensi

surfaktan.CMCyang

rendahmenunjukkan bahwa makin sedikit surfaktan yang diperlukan


untukmenjenuhkan
mendapatkan

permukaan
kinerja

dan

membentuk

pembersihan

micelle.Untuk

yang

optimal,

umumnyakonsentrasi surfaktan yang digunakan adalah 1-5%.


Untuk

lebih

jelasnya

bagaimana

proses

Critical

Micelle

Concentration (CMC), coba perhatikan tayangan video berikut ini:

Video 3. Proses Critical Micelle Concentration (CMC)

i.

Bahan Baku Deterjen


1) Bahan aktif (aktive ingredient)
Bahan aktif ini merupakan bahan inti dari deterjen sehingga
bahan ini harus ada dalam pembuatan deterjen.Secara kimia
bahan kimia ini dapat berupa sodium lauryl sulfonate.Sodium
lauryl sulfonate dengan beberapa nama dagang dengan nama
texapone, emal, luthensol, dan neopelex.Secara fungsional bahan
mempunyai andil dalam meningkatkan daya bersih.Ciri dari bahan
aktif ini mempunyai busa banyak dan bentuknya jel (pasta). Untuk
lebih jelasnya tentang bahan aktif coba perhatikan gambar
dibawah ini:

Gambar 1. Bahan Aktif Jenis Texapon


4

2) Bahan Pengisi (filler)


Bahan ini berfungsi sebagai bahan pengisi dari keseluruhan
bahan baku.Pemberian bahan pengisi ini dimaksudkan untuk
memperbesar atau memperbanyak volume.Keberadaan bahan ini
dalam deterjen semata-mata dilihat dari aspek ekonomis.Bahan
pengisi

deterjen

(Na2SO4).Bahan

disini
lain

menggunakan

sebagai

pengisi

Sodium

Sulfat

deterjen

dapat

menggunakan tetra sodium pyroposphate dan sodium sitrat.


Bahan ini berbentuk serbuk, berwarna putih dan mudah larut
dalam air.
Untuk lebih jelasnya tentang bahan pengisi, coba perhatikan
gambar dibawah ini:

Gambar 2. Bahan Pengisi Jenis Sodium Sulfat

3) Bahan Penunjang
Salah satu contoh bahan penunjang deterjen adalah soda abu
(Na2CO3) yang berbentuk serbuk putih.Bahan penunjang ini
berfungsi sebagai meningkatkan daya bersih.Keberadaan bahan
inidalam deterjen tidak boleh terlalu banyak, sebab dapat
menimbulkan

efek

panas

pada

tangan

saat

mencuci

pakaian.Bahan penunjang lainnya adalah STPP(Sodium Tripoly


Posphate) yang juga penyubur tanaman. Ini dapat dibuktikan air
bekas cucian disiramkan ke tanaman akan menjadi subur. Hal ini

disebabkan oleh kandungan fosfat yng merupakan salah satu


unsur dalam jenis pupuk tertentu.
Untuk

lebih

jelasnya

tentang

bahan

penunjang,

coba

perhatikan gambar dibawah ini:

Gambar 3. Bahan Penunjang Jenis Soda Abu dan STPP

4) Bahan Tambahan (aditive)


Bahan tambahan ini sebenarnya tidak harus ada didalam
pembuatan deterjen.Namun demikian, produsen mencari hal-hal
baru untuk mengangkat nilai dari deterjen itu sendiri.Salah satu
contoh bahan tambahan ini adalah CMC (Carboxyl Methyl
Cellulose).Bahan ini berbentuk serbuk putih yang berfungsi
mencegah kotoran kembali ke pakaian.Untuk lebih jelasnya
tentang bahan tambahan, coba perhatikan gambar dibawah ini:

Gambar 4. Bahan Tambahan Jenis CMC


5) Bahan Pewangi (Parfum)
Keberadaan bahan wangi ini sangat penting keberadaannya,
sebab suatu deterjen dengan kualitas baik bila menberi parfum
salah akan berakibat fatal dalam penjualan.Parfum untuk deterjen
bentuknya cair kekuning-kuningan.Untuk lebih jelasnya tentang
bahan pewangi, coba perhatikan gambar dibawah ini:

Gambar 5. Bahan Pewangi (parfum)

j.

Peralatan Pembuatan Deterjen


1) Masker, dipakai selama pencampuran bahan-bahan.

Gambar 6. Masker
2) Kacamata, dipakai selama pencampuran bahan-bahan

Gambar 7. Kacamata Laboratorium

3) Sepasang sarung tangan karet. Dipakai selama pembuatan sabun


atau deterjen. Sarung tangan harus dipakai untuk menghindari
efek dari bahan kimia yang terkandung pada pembuatan sabun
atau deterjen

Gambar 8. Sarung Tangan Karet


4) Wadah untuk menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan seperti
Texapone, LAS , Na2SO4, Na2CO3 dan STPP.

Gambar 9. Wadah untuk Bahan Baku


9

5) Timbangan dengan skala terkecil 1 atau 5 gram.

Gambar 10. Timbangan Digital

6) Gelas beker

Gambar 11. Gelas Beaker


10

7) Pengaduk

Gambar 12. Pengaduk


8) Wadah dari gelas atau PlastikPolypropilene.

Gambar 13. Box Plastik

11

9) Wadah dari Plastik. Untuk menimbang

Gambar 14. Wadah Plastik

10) Ayakan

Gambar 15. Ayakan

12

11) Pipet

Gambar 16. Pipet


12) Bleder Kering

Gambar 17. Blender Kering

13

3. Rangkuman
a. Produk pembersih sabun dibedakan dengan deterjen.Detergenadalah
senyawa kimia bernama alkyl benzene sulfonat

(ABS) yang

direaksikan dengan Natrium Hidroksida (NaOH). Bahan ABS diperoleh


dari pengolahan minyak bumi. Perbedaan deterjen dengan sabun
antara lain daya cucinya. Daya cuci deterjen lebih kuat dibandingkan
dengan sabun, selain itu deterjen dapat bekerja pada air yang sadah.
b. Molekul deterjen terdiri atas dua bagian yaitu bagian yang bersifat
hidrofilik dan yang bersifat hidrofobik. Bagian hidrofilik adalah bagian
yang menyukai air atau bersifat polar, adapun bagian hidrofobik
adalah bagian yang tidak suka air atau bersifat nonpolar.
c. Ujung hidrofob detergen yang bersifat nonpolar mudah larut dalam
minyak atau lemak dari bahan cucian. Ketika pakaian yang kotor
digosok atau diperas maka minyak atau lemak pada pakaian menjadi
butiran-butiran lepas yang dikelilingi oleh lapisan molekul deterjen.

14

DAFTAR PUSTAKA
1. Ani Suryani, Erliza Hambali, Mira Rivai. 1993. Membuat sabun transparan
untuk gift dan kecantikan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
2. Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San
Diego, 2001. ISBN 0-12-352651-5.
3. http://toserbanagita.blogspot.com/2009/03/cara-membuat-deterjen-bubuk.html
4. http://en.wikipedia.org/wiki/Sodium_carbonate
5. http://www.deterjenindonesia.com/

15