Anda di halaman 1dari 6

APLIKASI PALEONTOLOGI

1. Menentukan Umur Relatif Batuan


2. Melakukan Korelasi
3. Menentukan Lingkungan Pengendapan

4. Mengetahui Paleoklimatologi

1. Menentukan Umur Relatif Batuan


Kemunculan fosil dari zaman ke zaman selalu berbeda, sehingga fosil
dapat digunakan untuk menentukan umur relatif suatu batuan sedimen.

Fosil Indeks: fosil yang kemunculannya sangat spesifik


mewakili suatu zaman, contoh: Ammonit pada Trias.
Syarat-syarat fosil indeks:
1. Memiliki penyebaran lateral yang luas.
2. Kisaran umurnya pendek
3. Mudah dikenali

2. Melakukan Korelasi
Korelasi: menghubungkan dua atau lebih satuan batuan
berdasarkan kesamaan umur.
Biostratigrafi: Menyusun suatu satuan batuan berdasarkan
kesamaan kandungan fosilnya.
Dalam perkembangannya satuan biostratigrafi sering identik dengan
umur dari batuan itu sendiri.

3. Menentukan Lingkungan Pengendapan


Organisme dalam hidupnya dibatasi oleh suatu lingkungan,
dimana organisme tersebut dapat beradaptasi.
Dengan demikian fosil dapat dipergunakan untuk menentukan lingkungan
pengendapan.
Syarat:
1. Fosil terendapkan pada lingkungan dimana dia hidup (bioconoese)
2. Lingkungan hidupnya sempit
3. Mudah dikenali

Lingkungan Pengendapan
1. Darat, meliputi gurun, sungai, danau, dan sebagainya
2. Laut, meliputi: pantai, rawa, laut dangkal (neritik) dsb.

4. Mengetahui Paleoklimatologi
Selain lingkungan hidup, organisme juga dipengaruhi oleh iklim
sebagai salah satu unsur lingkungan.
Contoh: Koral biasanya hidup pada iklim tropis sub tropis. Sehingga
pada batuan yang diketemukan mengandung koral iklim masa
lampaunya adalah tropis.