Anda di halaman 1dari 3

Keajaiban Tersenyum

Senyum adalah gerak tawa yang ekspresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan
rasa senang, gembira, suka dan sebagainya dengan mengembangkan bibir sedikit.
Senyum tidak sama dengn tertawa, tertawa adalah mengeluarkan suara dan lebih
ekspresif dalam pergerakan otot wajah. Islam menganjurkan tersenyum karena tersenyum
tidak hanya menambah kita semakin manis dan enak di pandang, tapi akan sangat
berpengaruh pada kualitas bicara kita. Selain itu juga menunjukkan rasa hormat pada lawan
bicara kita.
Rasulullah SAW selalu menghiasi bicaranya dengan senyuman di bibir bahkan tidak
berbicara sepatah kata pun selain dengan dihiasi senyuman. Seperti yang tertuang dalam
hadis riwayat Ahmad :
Abu Darda tidak berbicara tentang sesuatu kecuali sambil tersenyum. Ummi Darda
berkata kepadanya : sungguh aku khawatir bila orang lain menganggapmu pandir. Maka
dia berkata : adalah Rasulullah tidak berbicara tentang sesuatu kecuali sambil tersenyum.
(HR. Ahmad).
Demikianlah, seorang yang bernama Abu Darda dalam hidupnya meniru perilaku
Rasulullah SAW yang satu ini. Dia selalu menghiasi bibirnya saat bertutur dengan
sunggingan senyum. Tentu saja kita sebagai umatnya harus meniru perilaku Rasulullah ini.
Kita biasakan tersenyum dalam keseharian kita. Dengan senyum yang senantiasa kita
kembangkan, kita akan merasakan keajaiban, rahasia dan manfaat senyuman yang tidak saja
bagi diri kita, tetapi juga bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.
Paling tidak, ada empat keajaiban, rahasia dan manfaat senyuman yang bisa
ditemukan. Keempat keajaiban, rahasia dan manfaat senyuman tersebut adalah:
1. Senyum adalah ibadah
Keajaiban pertama dari sebuah senyuman adalah bahwa terkembangnya sebuah
senyuman dari bibir kita itu merupakan ibadah. Artinya bahwa senyuman yang
selalu mengembang dari bibir kita akan bernilai ibadah dan tentu akan mendapat
pahala dari Allah SWT. Dari sini kita taahu bahwa senyum tidak hanya aktifitas
fisik yang bernilai fisik saja, tetapi juga aktifitas ruhani dan psikis sehingga wajar
kalau kemudian mendapatkan limpahan balasan dari Allah SWT.

Bahkan senyuman juga dikategorikan sebagai sebuah sedekah, sebagaimana sabda


Rasulullah SAW : sunggingan senyum dibibir kepada saudaramu adalah
shadaqah. Sungguh luar biasa, kita tidak perlu keluar biaya untuk mendapatkan
kebaikan dari Allah SWT. Tanpa perlu repot untuk memberikan kebaikan kepada
orang lain, hanya dengan senyum tersungging dibibir

kita telah mendapat

kebaikan itu. Tentu dengan senyuman yang ikhlas.


2. Senyum pembawa berkah
Berkah adalah nilai kebaikan, dan kebaikan itu terus berkembang dan menjadi
lebih banyak. Artinya, satu kebaikan yang kita lakukan (misal tersenyum),
dampak dari kebaikan itu akan terus berkembang dan menjadi semakin banyak
lagi nilai kebaikannya. Senyuman yang selalu menghiasi bibir kita tentu saja akn
berkah karena kebaikan selalu mengiringi orang-orang yang tersenyum.
Keberkahan itu dapat berupa kesuksesan yang tak terduga karena senyuman kita.
Misalnya saat kita menyelesaikan masalah dengan orang lain, masalah tersebut
akan lebih mudah diselesaikan jika disertai dengan senyuman. Berbeda dengan
penyelesaian masalah yang diselesaikan tanpa senyuman, maka akan lebih sulit
untuk diselesaikan.
Keberkahan lain yang didapat dapat barangkali berupa keadaan hati yang
tertentramkan. Hadapi orang-orang yang banyak masalah dengan senyuman tulus,
maka mereka akan merasa mendapat dukungan. Gundah gulana hati yang risau
akan damai. Dan keberkahan-keberkahan lainnya.
3. Senyum itu menyehatkan
Didalam senyuman tulus ada kegembiraan, suasana hati yang menyenangkan,
rahasia bahagia, optimis, dan sebagainya. Berbeda dengan kemarahan dan
ketakutan. Pada saat orang marah, maka orang tersebut akan didominasi oleh
hormon noradrenalin. Demikian juga orang-orang yang penuh rasa takut akan
dikuasai oleh hormon adrenalin. Kedua hormon ini sangat berbahayaa bagi
kesehatan jantung dan pembuluh darah. Orang-orang yang tidak dapat
mengontrolnya lebih beresiko kena penyakit jantung. Berbeda dengan orang yang
bahagia dan gembira, mereka akan diselimuti hormon positif. Dan tentu saja
dalam kesehariannya akan memandang segala sesuatu dari sudut positif. Maka
ekspresinya adalah sunggingan senyum dibibir. Orang-orang seperti ini akan
menjalani hidup dengan lebih bisa menikmati.
4. Senyum itu indah

Secara kasat mata dapat dibedakan dampak senyuman antara wajah yang jauh dari
senyum dan wajah yang penuh senyuman. Dalam wajah yang selalu dihiasi
dengan senyuman akan tampak lebih menarik dan berseri-seri. Menarik untuk
diajak bicara dan diskusi serta menyelesaikan masalah. Wajah yang selalu dihiasi
dengan senyuman ikhlas akan memancarkan aura kepribadian hebat, cantik,
menarik, dan hal-hal positif lainnya. Inilah yang kemudian disebut dengan inner
beauty. Berbeda dengan wajah-wajah tanpa senyuman, yang terpancar adalah sifat
sombong, angkuh, penyendiri, sulit kerjasama dan sebagainya.
Demikian sekilas gambaran mengenai keajaiban senyum, selengkapnya akan anda
rasakan dalan hidup setelah anda mempraktekannya. Semoga bermanfaat.