Anda di halaman 1dari 12

ADDISONS DISEASE

KELOMPOK 3

ADDISONS DISEASE

Penyakit Addison ialah kondisi yang terjadi sebagai hasil


dari kerusakan pada kelenjar adrenal (Black,1997)
Penyakit Addison (juga dikenal sebagai kekurangan
adrenalin kronik, hipokortisolisme atau hipokortisisme)
adalah penyakit endokrin langka dimana kelenjar adrenalin
memproduksi hormon steroid yang tidak cukup.

EPIDEMIOLOGI
Penyakit Adison merupakan penyakit yang jarang terjadi di
dunia. Di Amerika Serikat tercatat 0,4 per 100.000
populasi. Frekuensi pada laki-laki dan wanita hampir
sama. laki-laki 56% dan wanita 44% penyakit Addison
dapat dijumpai pada semua umur, tetapi lebih banyak terdapat pada umur 30 50 tahun . 50% pasien dengan
penyakit
addison,
kerusakan
korteks
adrenalnya
merupakan manifestasi dari proses atoimun. Penyakit
addison predileksinya tidak berkaitan dengan ras tertentu.

ETIOLOGI
Penyebab paling umum penyakit Addison adalah Kerusakan
dan menyusut (atrofi) dari adrenal korteks.
A. Etiologi dari penyakit Addison bentuk primer :
Infeksi kronis, terutama
bagian kelenjar adrenal

infeksi-infeksi

jamur

pada

Sel-se kanker yang menyebar dari bagian-bagian lain


tubuh ke kelenjar-kelenjar adrenal
Amyloidosis, yaitu penyakit yang mengenai kelenjar
adrenal akibat adanya penumpukan protein amiloid yang
berlebihan.

Pengangkatan kelenjar-kelenjar adrenal secara operasi

B. Etiologi dari penyakit Addison bentuk sekunder :


Tumor-tumor atau infeksi-infeksi dari area, khususnya dibagian
otak, dikelenjar pituitary. Penyebab kerusakan kelenjar adrenal
karena infeksi yang lebih jarang ialah karena histoplasmosis,
koksidioid omikosis, serta septikemi karena kuman stafilokok atau
meningokok yang sering menyebabkan perdarahan dan nekrosis.
Kehilangan aliran darah ke pituitary, Embolisasi dan trombosis
dapat menyebabkan iskemia korteks adrenal, walaupun hal ini
jarang terjadi.

Radiasi untuk perawatan tumor-tumor pituitary


Operasi pengangkatan bagian-bagian dari hypothalamus
Operasi pengangkatan kelenjar pituitary

C. Etiologi penyakit addison bentuk idiopatik

Penyebabnya akibat komplikasi dari penyakit lain, penyakit yang


sering menyebabkan nya adalah penyakit TBC dan juga penyakit
penyakit autoimun.
Kerusakan kelenjar Adrenal akibat tuberkulosis didapatkan pada
21% dari penderita . Tampak daerah nekrosis yang dikelilingi oleh
jaringan ikat dengan serbukan sel-sel limfosit, kadang kadang
dapat dijumpai tuberkel serta kalsifikasi Seringkali didapatkan
proses tuberkulosis yang aktif pada organ-organ lain, misalnya
tuberkulosis paru, tuberkulosis genito-urinari, tuberkulosis
vertebrata(Pott s disease), hati, limpa serta kelenjar limpa.

PATOFISIOLOGI
Hipofungsi adrenokortikal menghasilkan penurunan level
mineralokortikoid (aldosteron), glukokortikoid (cortisol),
dan androgen. Penurunan aldosteron menyebabkan
kebanyakan cairan dan ketidakseimbangan elektrolit.
Secara normal, aldosteron mendorong penyerapan
Sodium (Na+) dan mengeluarkan potassium (K+).
Penurunan aldosteron menyebabkan peningkatan
ekskresi sodium, sehingga hasil dari rantai dari peristiwa
tersebut antara lain: ekskresi air meningkat, volume
ekstraseluler menjadi habis (dehidrasi), hipotensi,
penurunan kardiak output, dan jantung menjadi
mengecil sebagai hasil berkurangnya beban kerja.
Akhirnya, hipotensi menjadi memberat dan aktivitas
kardiovaskular melemah, mengawali kolaps sirkulasi,
shock, dan kematian.

Meskipun tubuh mengeluarkan sodium berlebih, ini


mempertahankan kelebihan potassium. Level potassium
lebih dari 7 mEq/L hasil pada aritmia, memungkinkan
terjadinya kardiak arrest. Penurunan glukokortikoid
menyebabkan meluasnya gangguan metabolic. Hal ini
menstimulasi melanosit epidermal, yang menghasilkan
melanin, pigmen warna gelap. Penurunan sekresi ACTH
menyebabkan peningkatan pigmentasi kulit dan
membrane mukosa.

Pigmentasi kulit

MANIFESTASI DI RONGGA
MULUT
Secara intara oral penyakit tersebut
ditandai oleh hipermelanosis yang
tampaknya
sama
denagn
melanoplakia. Polanya tidak unik dan
dapat terdiri datas bercak-bercak biru
hitam multipel atau biru sampai hitam
menyeluruh ,coret-coret difus dari
pigmentasi coklat tua. Biasanya
daerah-daerah
yang
berpigmen
berbentuk makula, tidak menimbul,
coklat dan bervariasi bentuknya.
Paling umum terjadi di mukosa pipi
dan gusi, tetapi pigmentasi dapat
juga meluas ke lidah dan bibir.

TERAPI
Penatalaksanaan secara medik
Terapi dengan pemberian kortikostiroid setiap
selama 2 sampai 4 minggu dosis 12,5 50 mg/hr

hari

Hidrokortison (solu cortef) disuntikan secara IV


Prednison (7,5 mg/hr) dalam dosis terbagi diberikan
untuk terapi pengganti kortisol

Pemberian infus dekstrose 5% dalam larutan saline


Fludrukortison : 0,05 0,1 mg/hr diberikan per oral
Hilangkan faktor penyebab : apabila telah dihilangkan
pigmentasi akan hilang kecuali pada rongga mulutnya.

TERIMA KASIH