Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK KHUSUS IBU HAMIL DI DUSUN


SEJAHTERA, SENTOSA
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Komunitas I

Disusun Oleh :
1. Deni Laksono

P07120112010

2. Erman Suryana

P07120112015

3. Indra Nefita

P07120112019

4. Isnaini Wulandari

P07120112022

5. Karisma Dwijayanti P07120112023


6. Nurindah Intan K

P07120112029

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
JURUSAN KEPERAWATAN
2015

TINJAUAN KASUS
A. Kasus
Dusun Sejahtera merupakan bagian dari Kelurahan Sentosa yang
merupakan wilayah kerja Puskesmas Sentosa. Di dusun ini terdapat kelompok
ibu hamil, jumlah ibu hamil secara total ada 12 orang. Dari pengkajian yang
dilakukan, di desa ini terdapat dua posyandu yaitu posyandu balita dan lansia.
Posyandu balita dilaksanakan setiap tanggal 5 dengan jumlah kader 5 orang.
Pelaksanaan posyandu balita terfokus pada pelayanan balita saja, sedangkan
pelayanan untuk ibu hamil tidak berjalan. Menurut hasil wawancara dengan
kader, ibu hamil tidak pernah memeriksakan diri ke posyandu balita bahkan
kader pun tidak paham bahwa posyandu balita juga bisa melayani pemeriksaan
ibu hamil.
Setelah dilakukan pengkajian data di puskesmas setempat ternyata
Dusun Sejahtera merupakan dusun dengan angka anemia tertinggi di
kecamatan tersebut. Saat ini terdapat 9 dari 12 ibu hamil yang mengalami
anemia.. Begitu juga dengan angka perdarahan paska melahirkan. Dari data
yang ada di Puskesmas, selama tahun 2013 di dusun Sejahtera

diketahui

bahwa dari 15 ibu hamil ada 10 ibu hamil yang mengalami anemia dan terdapat
5 ibu yang meninggal saat melahirkan karena mengalami perdarahan.
Sedangkan menurut data yang saat ini, 10 dari 12 ibu hamil menyatakan bahwa
di kehamilan sebelumnya memiliki riwayat anemia bahkan 8 di antaranya
pernah mengalami perdarahan saat melahirkan.
Kader kesehatan di dusun ini menyatakan belum pernah mengadakan
penyuluhan tentang anemia pada ibu hamil. Berdasarkan wawancara dengan
ibu hamil, keluhan yang sering dirasakan yaitu kaki bengkak, mual, tidak nafsu
makan, lemas dan nyeri punggung, namun mereka menganggap hal tersebut
adalah hal biasa yang dialami oleh ibu hamil.

B. Pengkajian

1. Identitas Kelompok
a. Nama kelompok : Kelompok Ibu Hamil Dusun Sejahtera
b. Alamat
: Dusun Sejahera Kelurahan Sentosa
c. Jumlah anggota : 12 orang
2. Fasilitas Pelayanan Kesehatan
a. Puskesmas
: Puskesmas Sentosa
b. Jarak mencapai terdekat
: 4 km.
c. Angkutan umum
: Tidak ada
d. Alat transportasi
: Sepeda
3. Struktur dan Distribusi Penduduk
a. Dusun Sejahtera terdiri dari 5 RT.
b. Jumlah penduduk 520 jiwa:
1) Laki-laki
: 200 jiwa
2) Perempuan : 321 jiwa
c. Distribusi Ibu Hamil
1) Jumlah total : 12 orang
2) Distribusi menurut umur
a) Usia 14-17 tahun : 1 orang
b) Usia 18-24 tahun : 4 orang
c) Usia 25-35 tahun : 6 orang
d) Usia 36-49 tahun : 1 orang
3) Distribusi menurut tingkat pendidikan
a) SD
: 1 orang
b) SLTP
: 7 orang
c) SLTA
: 4 orang
4) Distribusi menurut jenis pekerjaan
a) Petani
: 7 orang
b) Ibu rumah tangga : 5 orang
5) Distribusi menurut agama/kepercayaan
a) Islam
: 9 orang
b) Kristen
: 3 orang
4. Biologis Kelompok
a. Keadaan kesehatan
Terdapat 9 ibu hamil yang mengalami anemia. Sepuluh dari 12 ibu hamil
menyatakan bahwa di kehamilan sebelumnya memiliki riwayat anemia
bahkan 8 di antaranya pernah mengalami perdarahan saat melahirkan.
Keluhan yang sering dirasakan yaitu kaki bengkak, mual, tidak nafsu
makan, lemas dan nyeri punggung, namun mereka menganggap hal
tersebut adalah hal biasa yang dialami oleh ibu hamil.
b. Kebersihan perorangan
Sebagian kebersihan ibu-ibu hamil baik. Mandi 2 kali dalam sehari
menggunakan sabun, menggosok gigi 2 kali sehari dengan pasta gigi,

dan keramas 2-3 kali seminggu dengan sampo. Hasil observasi rata-rata
berpenampilan bersih dan rapi, kuku terlihat bersih dan tidak panjang.
c. Penyakit yang banyak diderita
Dusun Sejahtera merupakan dusun dengan angka anemia tertinggi
dalam satu kecamatan. Dari 12 ibu hamil, terdapat 9 ibu hamil yang
mengalami anemia.
d. Penyakit kronis/menular
Semua ibu hamil tidak ada yang menderita penyakit kronis maupun
penyakit menular.
e. Pola makan
Rata-rata pola makan ibu hamil baik/teratur. Makan minimal 3 kali sehari,
dengan menu makan nasi, lauk, sayur seadanya. Rata-rata ibu hamil
f.

yang mengkonsumsi banyak sayur hanya sebagian kecil saja.


Pola tidur
Sebagian besar pola tidur baik, hanya sebagian ibu hamil kadang

terganggu tidurnya karena frekuensi buang air kecilnya meningkat.


g. Kecacatan
Semua ibu hamil tidak ada yang mempunyai kecacatan pada tubuh.
5. Psikologis Kelompok
a. Keadaan emosi
Keadaan emosi rata-rata baik, terbukti dari sikap menerima dengan baik
para ibu saat dilakukan wawancara.
b. Kebiasaan buruk
Sebagian besar ibu hamil jarang memeriksakan kehamilannya ke
pelayanan kesehatan.
c. Pengambilan keputusan
Dari hasil wawancara dengan 12 ibu hamil, 8 orang di antaranya
beranggapan bahwa pemeriksaan kehamilan di puskesmas hanya
dilakukan dua kali, saat awal kehamilan dan saat akan melahirkan.
d. Ketergantungan obat/bahan
Tidak ada ibu hamil yang ketergantungan terhadap obat/bahan karena
ibu hamil jarang memeriksakan dirinya ke puskesmas.
e. Mencari pelayanan kesehatan
Ibu-ibu hamil biasanya datang ke puskesmas setempat jika ingin periksa.
6. Kegiatan Sosial Kelompok
a. Keadaan ekonomi (rata-rata)

Rata-rata ibu hamil merupakan golongan ekonomi menengah ke bawah.


Mata pencaharian sebagaian besar petani. Pendapatan rata-rata
600.00-800.000 /bulan.
b. Hubungan di luar kelompok
Hubungan dengan luar kelompok seperti keluarga, tetangga, atau orang
lain baik.
c. Kegiatan organisasi sosial
Sebagian besar ibu hamil mengikuti PKK atau pengajian ibu-ibu.
d. Hubungan antara anggota kelompok
Hubungan antar ibu hamil satu sama lain baik.
7. Spiritual Kelompok
Sebagian besar ibu hamil rajin beribadah sesuai agama dan kepercayaan
masing-masing. Di dusun tersebut terdapat masjid yang dekat dengan rumah
penduduk. Sedangkan gereja agak jauh, jarak terdekat 4km.
8. Kultural Kelompok
a. Adat yang mempengaruhi kesehatan
Tidak ada adat yang mempengaruhi kesehatan ibu hamil Hal ini
dibuktikan dengan keterangan dari pihak puskesmas bahwa ibu hamil
memilih pergi ke puskesmas atau rumah sakit untuk periksa.
b. Tabu-tabu
Sebagian besar ibu hamil menyatakan belum mengetahui apa itu anemia,
cara pencegahannya, dan akibatnya. Sehingga kebutuhan ibu hamil
terhadap asupan asam folat dan zat besi tidak tercukupi.
C. Analisis Data
Data

Masalah
DS :
Risiko terjadinya
- Ibu hamil tidak pernah memeriksakan peningkatan
diri ke posyandu balita bahkan kader anemia pada ibu
pun tidak paham bahwa posyandu hamil di Dusun
balita juga melayani pemeriksaan ibu Sejahtera
hamil.
- Berdasarkan
hasil
wawancara
dengan 12 ibu hamil, 8 orang
diantaranya beranggapan bahwa
pemeriksaan
kehamilan
di
Puskesmas hanya dilakukan dua kali,
saat awal kehamilan dan saat akan
melahirkan.

Penyebab
Kurangnya
pengetahuan dan
kesadaran
ibu
hamil
terhadap
kesehatan
kehamilannya
terutama tentang
anemia
dan
bahayanya
Tidak berjalannya
posyandu untuk
ibu hamil

- 12 ibu hamil tersebut menyatakan


belum mengetahui tentang anemia,
cara mencegahnya dan akibatnya.
- Kader kesehatan menyatakan belum
pernah mengadakan penyuluhan
tentang anemia pada ibu hamil.
- Keluhan yang sering dirasakan ibu
hamil yaitu kaki bengkak, mual, tidak
nafsu makan, lemas dan nyeri
punggung,
namun
mereka
menganggap hal tersebut adalah hal
biasa yang dialami oleh ibu hamil.
- Sepuluh
dari
12
ibu
hamil
menyatakan
bahwa
dikehamilan
sebelumnya memiliki riwayat anemia
bahkan
8
diantaranya
pernah
mengalami
perdarahan
saat
melahirkan.
DO :
- Jarak desa dengan Puskesmas yaitu
4km dan tidak ada angkutan umum.
- Pelaksanaan
posyandu
balita
terfokus pada pelayanan balita saja,
sedangkan pelayanan untuk ibu
hamil tidak berjalan.
- Dusun Sejahtera merupakan dusun
dengan angka anemia tertinggi di
kecamatan tersebut
- Dari hasil data di puskesmas di
dusun sejahtera terdapat 9 ibu hamil
yang mengalami anemia
DS :
Sepuluh dari 12 ibu hamil menyatakan
bahwa
dikehamilan
sebelumnya
memiliki riwayat anemia bahkan 8
diantaranya
pernah
mengalami
perdarahan saat melahirkan.
DO :
- Dusun Sejahtera merupakan dusun
dengan angka anemia dan angka
perdarahan saat melahirkan tertinggi

Risiko
terjadi
perdarahan intra
dan post partum
berulang.

Anemia

di kecamatan tersebut
- Dari hasil data di puskesmas di
dusun sejahtera terdapat 9 ibu hamil
yang mengalami anemia

D. PRIORITAS MASALAH

No.
dx
1
2

Sesuai
Peran
CHN
4
4

Resiko
terjadi
4
3

Potensi
Resiko
untuk
parah
HE
4
4
3
4

Tersedianya sumber

Minat
masy.

Sesuai
program

Kemungkinan
diatasi

Tempat

Dana

Waktu

Fasilitas

Petugas

4
4

5
5

4
4

5
5

3
3

4
4

4
4

5
5

Jumlah
50
40

E. PERENCANAAN KEPERAWATAN
No.
Dx
1

Jangka
Panjang
Setelah
dilakukan
pembinaan
selama
2
minggu
tidak terjadi
peningkatan
anemia
pada
ibu
hamil
di
Dusun
Sejahtera
dengan
kriteria tidak
terdapat ibu
hamil yang
mengalami
anemia

Tujuan
Jangka Pendek
Setelah dilakukan
tindakan
keperawa-tan
sebanyak 2 kali
pertemuan dalam 2
minggu diharapkan
ibu hamil di Dusun
Sejahtera mampu:
a. Terbentuk
posyandu yang
menangani ibu
hamil di Dusun
Sejahtera
b. Menyebutkan
waktu
pemeriksaan
kehamilan
c. Menyebutkan
tempat
pemeriksaan
kehamilan
d. Menjelaskan
pengertian
anemia
e. Menyebutkan
cara
pencegahan
anemia
f. Menyebutkan
akibat anemia
g. Mengidentifikasi

Rencana Keg.

Tempat

1. Bentuk
kelompok Balai Desa
khusus ibu hamil di Sentosa
Dusun Sejahtera
2. Libatkan
kader
Posyandu dan Ibu
Hamil serta tokoh
masyarakat
di
masing-masing RT.
3. Berikan
penkes
kepada ibu hamil
tentang pentingnya
pemeriksaan
ibu
hamil,
waktu
pemeriksaan
kehamilan, tempat
pemeriksaan
kehamilan,
pengertian,
cara
pencegahan, akibat,
tanda dan gejala
bahaya
pada
kehamilan.
4. Motivasi ibu hamil
untuk
menjaga
kesehatan
kehamilan
5. Koordinasi dengan
petugas puskesmas
untuk
pelayanan
posyandu ibu hamil

Sasaran
Ibu hamil
di Dusun
Sejahtera
.

Waktu
Pelaksanaan
-

Tgl : 11
dan 18
Januari
2015
Jam :
16.00 wib

Sumber Dana
dan Tenaga
- Iuran warga
- Dana promkes

Puskesmas
Sentosa

PJ
Deni

Ket.

tanda
dan
gejala bahaya
pada kehamilan
h. Meningkatnya
kesadaran
kunjungan
kehamilan
dengan datang
ke
yankes
minimal 4 kali
Setelah dilakukan
pembinaan,
sebanyak 3 kali
dalam 2 minggu,
kader
kesehatan
mengetahui
tentang
pelaksanaan
posyandu ibu hamil
dengan kriteria :
a. Dapat
mengidentifika
si
tentang
pelaksanaan
posyandu ibu
hamil
b. Mampu
melaksanakan
posyandu
dengan sistem
5 meja

1. Penyegaran kader Balai Desa


posyandu
Sentosa
2. Pelatihan
pada
kader
tentang
pelaksanaan
posyandu ibu hamil
3. Koordinasi dengan
kepala puskesmas
untuk mendampingi
petugas puskesmas
dalam pelaksanaan
posyandu ibu hamil
4. Advokasi pada para
pengambil
keputusan
(tokoh
masyarakat) untuk
kerjasama
dalam
pemberian
penyuluhan tentang
posyandu ibu hamil

Kader
posyandu
dusun
Sejahtera

Tgl :11,
- Iuran warga
Erm
15 dan 18 - Dana promkes an
Januari
Puskesmas
2014
Sentosa
Jam :
10.00 wib