Anda di halaman 1dari 10

PENDIDIKAN DI INDONESIA

Renstra DEPDIKNAS tahun 2005-2009: dokumen kebijakan strategis Depdiknas yang mengacu
pada RPJM nasional berfungsi sebagai acuan bagi penyusunan Renstra Unit Utama, UPT pusat
dipropinsi, dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kab/kota, dan satuan unit pendidikan teknis
termasuk perguruan tinggi.
Prosedur yang harus diikuti calon institusi baru untuk dapatkan ijin penyelenggaraan sebelum
menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar adalah:
1) Rencana induk pengembangan untuk jangka waktu 5 tahun yang akan datang.
2) Kurikulum (nasionalisasi & lokal)
3) Unsur penyelenggaraan:

Pimpinan dengan latar belakang pendidikan yang sesuai dan kualifikasi setingkat lebih tinggi.

Dosen tetap sekurang-kurangnya 6 orang dengan latar belakang pendidikan yang sesuai dan
setingkat lebih tinggi.

Pelaksana administratif.

Unsur penunjang.

4) Calon mahasiswa sekurang-kurangnya 60 orang dan perbandingan jumlah dosen tetap dengan
jumlah mahasiswa antara 1:7 sampai dengan 1:12.
5) Sumber pembiyaan:

Dapat menjamin kelancaran operasional pendidikan

Memiliki deposit minimal 25% dari jumlah pembiayaan pendidikan selama 1 tahun.

6) Sarana dan prasarana

Ruang kuliah (0,5 meter persegi/ mahasiswa).

Ruang kantor (4 meter persegi/mahasiswa).

Ruang perpustakaan dengan buku pustaka yang terdiri dari MKDK, MKK, dan lain-lain.

Ruang laboratorium dimana 80% peralatan sesuai dengan standar PBM.

Tanah dan sertifikat.

Alur pengurusan ijin penyelenggaraan pendidikan

Kanwil

Telaah dan
Penilaian Pusat
Diknaker

Permohonan

Izin
Penyelenggaraan

Dikti

Pertimbangan Dan rekomendasi

Prosedur perpanjangan izin penyelenggaraan pendidikan adalah institusi mengajukan


permohonan perpanjangan ijin kekantor wilayah (kanwil) propinsi dengan melampirkan berkasberkas yang diperlukan, ditelaah kemudian dikeluarkan surat keputusan perpanjangan izin dua kali.
Setelah berjalan 4 tahun institusi tersebut wajib memperoleh akreditas.

JENJANG PENDIDIKAN DI INDONESIA

Perguruan
Tinggi

Pendidikan Tinggi

SD
SMP

Pendidikan Dasar dan Menengah

SMA
Jalur pendidikan
formal
Pendidikan Anak Usia Dini

Jalur pendidikan
nonformal
Jalur pendidikan
informal
2

Wajib
belajar 9th

AKUNTANSI SEKTOR PENDIDIKAN


Peran dan fungsi akuntansi dalam dunia pendidikan adalah menyediakan informasi kuantitatif,
terutama yang bersifat keuangan agar berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam entitas
pendidikan.
Tahapan siklus akuntansi pendidikan
1) Tahap Pencatatan

Kegiatan mengidentifikasi dan pengukuran bukti transaksi serta bukti pencatatan.

Kegiatan pencatatan bukti transaksi kedalam buku harian atau jurnal.

Memindahbukukan (postung) dari jurnal berdasarkan kelompok atau jenisnya kedalam akun
buku besar.

2) Tahap Pengikhtisaran.

Penyusunan neraca saldo (trial balance) berdasarkan akun-akun buku besar.

Pembuatan ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries)

Penyusunaan kertas kerja (work sheet) atau neraca lajur.

Pembuatan ayat jurnal penutup (closing entries)

Pembuatan neraca saldo setelah penutupan (port-closing trial balance)

Pembuatan ayat jurnal pembalik (reversing entries)

3) Tahap Pelaporan.

Laporan surplus defisit

Laporan arus kas

Neraca

Catatan atas laporan keuangan

Transaksi dan Bukti Transaksi


- Transaksi adalah suatu pertemuan pihak penjual dan pembeli yang saling menguntungkan, yang
berdasarkan data/bukti/dokumen pendukung dan diamsumsikan setelah melalui pencatatan. Kejadian yang
dapat dicatat sebagai suatu transaksi antatar lain pembelian barang dagangan, penjualan barang dagangan,
pembayaran sewa, penerimaan uang kas.
- Bukti transaksi adalah dokumen sumber atau instrumen yang menandai bahwa transaksi yang sah
telah terjadi. Contoh bukti transaksi adalah kwitansi, nota penjualan, daftar gaji, faktur dan sebagainya.
Pencatatan akuntansi pendidikan
Jurnal
3

Buku Besar
Kertas Kerja
Laporan Keuangan dan Komponennya
AKUNTANSI UNTUK BADAN HUKUM PENDIDIKAN ANAK DINI USIA (BHPADU)
Akuntansi dalam BHPADU memiliki 3 tujuan yaitu pertanggung jawaban, manajerial dan
pengawasan.
Sumber pendanaan BHPADU berasal dari pemerintah dan masyarakat. Dana yang berasal dari
pemerintah bisa berupa blockgrant yang berasal dari depdiknas dan dalam bentuk dana yang berasal
dari masyarakat adalah dalam bentuk dana pendidikan dari orang tua peserta didik PADU
Elemen-elemen transaksi BHPADU dalam neraca: aktiva, kewajiban, dan modal.
Elemen transaksi BHPADU dalam laporan surplus defisit: pendapatan, biaya, surplus, defisit
Elemen transaksi BHPADU dalam laporan arus kas, arus kas masuk dan keluar dari aktivitas:
operasi, investasi, dan pembiayaan
Siklus akuntansi dalam BHPADU: tahap pencatatan, pengikhtisaran, dan pelaporan
AKUNTANSI UNTUK BADAN HUKUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH ( BHPDM )
Tujuan Penyelenggaraan Akuntansi BHPDM : Untuk menyediakan gambaran tentang keadaan
keuangan pada keseluruhan penyelenggaraan kegiatan pendidikan yang ada Pendanaan
Asal dana pendidikan, pasal 46 UU No.26 Tahun 2003:
- Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah
daerah,masyarakat.
- Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggungjawab menyediakan anggaran pendidikan
sebagaimana diatur dalam pasal 31 ayat (4) UUD 1945
Elemen transaksi BHPDM dalam neraca, surplus defisit, laporan arus kas dan siklus akuntansi
BHPDM sama seperti pada akuntansi untuk BHPADU
AKUNTANSI UNTUK BADAN HUKUM PENDIDIKAN TINGGI (BHPT)
Dana yang berasal dari masyarakat dapat diperoleh dari sumber-sumber sbb :
- Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)
- Biaya seleksi ujuan masuk perguruan tinggi
- Hasil kontrak kerja yang sesuai dengan peran dan fungsi perguruan tinggi.
- Hasil penjualan produk yang diperoleh dari penyelenggaraan pendidikan tinggi.
- Sumbangan dan hibah dari perorangan, lembaga pemerintah atau lembaga non pemerintah.
- Penerimaan dari masyarakat lainnya.
4

Rencana anggaran pendapatan dan belanja perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat
setelah disetujui oleh senat perguruan tinggi akan diusulkan oleh Rektor/Ketua/Direktur.
Pimpinan perguruan tinggi bertugas menyusun usulan struktur tarif dan tata cara pengelolaan serta
pengalokasian dana yang berasal dari masyarakat. Setelah disetujui oleh senat perguruan tinggi
usulan tersebut diajukan rektor/ketua/direktur melalui menteri atau pimpinan lembaga Pemerintah
lain kepada menteri Keuangan untuk disahkan.
Elemen transaksi BHPDM dalam neraca, surplus defisit, laporan arus kas dan siklus akuntansi
BHPDM sama seperti pada akuntansi untuk BHPADU
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NO 2 TAHUN
2005 TENTANG SUBSIDI SILANG BIAYA OPERASI PERGURUAN TINGGI
- PASAL 1
Subsidi silang biaya operasi perguruan tinggi adalah subsidi yang diberikan kepada peserta didik
yang mampu secara finansial kepada peserta didik yang tidak mampu secara finansial, dalam menanggung
biaya operasi perguruan tinggi.
Biaya operasi perguruan tinggi adalah biaya untuk memberikan pelayanan pendidikan tinggi,
tidak termasuk investasi pada prasarana, sarana, dan modal kerja tetap dan biaya pendidikan personal yang
harus ditanggung oleh peserta didik.
Perguruan tinggi adalah universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, atau akademi yang
menyelenggarakan pendidikan tinggi
- PASAL 2
Subsidi silang biaya operasi perguruan tinggi dimaksudkan untuk memberikan kesempatan
kepada masyarakat untuk berperan membantu pendanaan pendidikan bagi peserta didik yang tidak mampu
secara finansial tetapi mampu secara akademik.
Tujuan subsidi silang biaya operasi perguruan tinggi adalah terselenggaranya pelayanan
pendidikan yang bermutu bagi peserta didik yang tidak mampu secara finansial.
PASAL 3
- Peserta didik yang tidak mampu secara finansial tetapi mampu secara akademik mendapatkan
subsidi silan biaya operasi perguruan tinggi.
- Peserta didik yang mampu secara finansial dibebani biaya operasi perguruan tinggi yang sama
dengan atau lebih besar dari biaya operasi perguruan tinggi per peserta didik.
- Pemberian subsidi silang sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) adalah untuk menjamin akses
peserta didik untuk memperoleh kesempatan belajar pada perguruan tinggi.
PASAL 4
1. Struktur pembiayaan subsidi silang biaya operasi perguruan tinggi diatur sebagai berikut :
- Pembayaran biaya operasi perguruan tinggi diklasifikasikan menjadi 4 (empat) kelompok yaitu :
5

*Peserta didik yang membayar sebesar biaya operasi perguruan tinggi per peserta didik
*Peserta didik yang membayar di atas biaya operasi perguruan tinggi per peserta didik
*Peserta didik yang membayar di bawah biaya operasi perguruan tinggi per peserta didik
*Peserta didik yang dibebaskan dari membayar operasi pendidikan.

dengan

- Proporsi peserta didik dari empat kelompok sebagaimana tersebut pada huruf a disesuaikan
kondisi perguruan tinggi.

2. Biaya operasi perguruan tinggi adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk
membiayai operasi perguruan tinggi agar dapat berlangsungnnya kegiatan pendidikan secara teratur
dan berkelanjutan, terdiri dari :
- Gaji pendidikan dan tenaga kependidikan serta segala tunjangannya yang melekat pada gaji
- Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai
- Biaya operasi pendidikan tak langsung seperti daya, air, jasa, telekomunikasi, pemeliharaan
sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, penyusutan sarana dan
prasarana, dan lain sebagainya.
3. Biaya operasi perguruan tinggi per peserta didik sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat
(2) ditetapkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan, mengacu pada standar biaya operasi
perguruan tinggi.
4. Menteri Pendidikan Nasional menetapkan biaya operasi perguruan tinggi.
5. Pengelolaan subsidi silang biaya operasi perguruan tinggi dilaksanakan secara transparan
dan akuntabel dan diserahkan sepenuhnya kepada perguruan tinggi.
SISTEM AKUNTANSI BIAYA SD, SMP, SMA, DAN PT
Tujuan system akuntansi biaya SD, SMP dan SMA
- Mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan dana
- Mengetahui penyebab utama biaya yang terjadi di sekolah
- Memberikan informasi
- Memberikan jaminan akuntabilitas dab transparasi penganggaran
- Menghasilkan laporan biaya yang terkini
Sistem akuntansi biaya pendidikan untuk siswa SD, SMP, dan SMA
- Klasifikasi biaya
*Biaya langsung: Biaya yang dikeluarkan untuk membiayai proses pencapaian
organisasi. Contoh: biaya praktikum, biaya ujian, biaya pemakaian laboratorium, dll

hasil dan tujuan

*Biaya tidak langsung: Komponen biaya penunjang atau pelengkap dari komponen biaya langsung.
Contoh: bantuan dana kegiatan siswa
6

- Identifikasi biaya
Setelah diketahui klasifikasi biaya menurut sifatnya yaitu langsung maupun tidak langsung
identifikasi biaya disekolah disesuaikan dengan APBS. Penyusuna anggaran terdiri dari: ACS (Activity
Costing System), biaya, anggaran, aktivitas, biaya langsung dan tidak langsung.
- Simulasi ACS untuk SD, SMP, SMU
Selama ini, entitas SD dan menengah dalam proses penyususnan komponen pembiayaan SPP dan
BP3 hanya menurunkan dari anggaran yang telah ditetapkan secara terpusat oleh pemerintah.

PEMBIAYAAN PENDIDIKAN
Pembiayaan pendidikan adalah upaya pengumpulan dana untuk membiayai operasional dan
pengembangan sektor pendidikan.
Peranan pembiayaan pendidikan terlihat jelas dalam peningkatan kualitas SDM dengan manusia lain
yang bermartabat, baik secara regional (otonomi daerah), nasional, maupun internasional (global).
Tujuan Pembiayaan Pendidikan
Membiayai pendidikan sebenarnya telah melakukan investasi. Investasi untuk menjadikan hidup
lebih baik.
Sumber-sumber Pembiayaan Pendidikan
Asal Dana Pendidikan menurut Pasal 46 UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
yaitu pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan
Masyarakat. Pendanaan lain untuk dana pendidikan berasal dari swadana, Public Private Partnership,
Pinjaman Domestik dan Luar Negeri serta Hibah yang digunakan untuk kurikulum, infrastruktur, peserta
didik, pendidik, teknologi pendidikan, ekstrakurikuler dan fasilitas pendukung lain.
*Alokasi dana APBN untuk pembangunan sektor publik sebaiknya dilakukan melalui mekanisme
Dana Alokasi Khusus (DAK) sektor pendidikan bukan melalui Depdiknas. Biaya pendidikan harus 20% dari
APBN
*Pemerintah Daerah juga mengalokasikan sebagian dana APBD untuk sektor pendidikan. Dalam
membiayai sektor pendidikan, Pemerintah Daerah sebaiknya mempertimbangkan implementasi system
earmarking dalam pembiayaan sektor pendidikan di daerah.
*Dana Pendidikan yang berasal dari masyarakat berupa Retribusi Kesejahteraan Masyarakat yang
dibayarkan masyarakat.
Permasalahan dalam Pembiayaan Pendidikan
*Pemerintah Pusat dan Daerah dituntut untuk melakukan berbagai program pembangunan
pendidikan, yang dibarengi dengan tekad untuk memprioritaskan alokasi anggaran pada sektor pendidikan.
Sementara itu, berdasarkan UUD 1945 dan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, dana pendidikan selain
gaji pendidik dan biaya pendidikankedinasan mendapat alokasi minimal 20% dari APBN dan APBD.

*Persoalan yang muncul di sektor pendidikan masih di sekitar permasalahan sarana dan prasarana
pendidikan yang tidak lengkap, jumlah dan mutu tenaga pendididk yang kurang, serta ketersebaran yang
tidak merata. Pendidikan di Indonesia menghadapi dilema pada terbatasnya anggaran dan tuntutan
peningkatan mutu pendidikan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempraktekkan keterbukaan
dan mengefesienkan penggunaan yang tersedia. Pemerintah Pusat dan Daerah harus berupaya mencegah dan
menekan kebocoran anggaran.
Inovasi pemecahan permasalahan di atas yaitu mengkaji mekanisme jaminan dan subsidi silang
secara mendalam.
Penerapan mekanisme aliran dana dari Pusat ke Daerah melalui Dana Perimbangan,
khususnya melalui Dana Alokasi Umum (DAU) yang bersifat block grant, diharapkan dapat
memberikan kepastian dan keleluasaan kepada Pemda dalam menerima dan mengalokasikan
anggarannya.
Pencapaian kualitas pembiayaan pendidikan: indikator hasil-output
- United Nation Development Program (UNDP) mengumumkan Human Development Index
masyarakat Indonesia berada di urutan ke 112 sedunia.
- Pendidikan yang berkualitas dengan aspek pembiayaan mempunyai korelasi yang positif. Kualitas
pendidikan tinggi di Indonesia sebaiknya perhitungan dananya harus bersumber dari APBN, APBD, dan
dana masyarakat serta memasukkan subsidi silang. Pembiayaan pendidikan oleh masyarakat seharusnya
bersifat sosial.
Tantangan Pengelolaan Pembiayaan Pendidikan di Masa Depan
Pemerintah Pusat dan Daerah dituntut untuk melakukan berbagai program pembangunan pendidikan,
yang dibarengi dengan tekad untuk memprioritaskan alokasi anggaran pada sektor pendidikan

PENCAPAIAN TUJUAN KUALITAS PENDIDIKAN


Supriadi (1996:54) mengemukakan bahwa Agar pendidikan dapat memainkan perannya, keterkaitan
dengan duna kerja harus difokuskan, artinya lulusan pendidikan harus memiliki kemampuan dan
ketrampilan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja. Dengan cara ini pendidikan mempunyai
kontribusi terhadap ekonomi.
Achmad Sanusi (1994) menyebutkan tiga dimensi mutu pendidikan khusus mutu hasil belajar,
yaitu:
1. Dimensi mutu pengajar terkait faktor-faktor kemampuan dan profesionalitas guru.
2. Dimensi bahan ajar tentang masalah kurikulum suatu institusi pendidikan apakah relevan dengan
kebutuhan anak di masyarakat dan kebutuhan lingkungan pendidikan yang berubah demikian cepat.
3.Dimensi hasil belajar terkait perolehan nilai-nilai hasil belajar, perolehan lapangan pekerjaan dan
perolehan pendapatan setiap lulus
Kapasitas Manajemen Sekolah
8

Menurut Pricilla, School Based Management is a strategy to improve education by transferring


significant decision-making authority from state and district offices to individual school. SBM provides
principals, teachers, students, and parents greater control over the education process by giving them
responsibility for decision about budget, personnel, and the curriculum. Through the involvement of
teachers, parents, and other community members in these key decision, SBM can create more effective
environments for children.
Sebagai bentuk implementasi otonomi daerah di bidang pendidikan, sekolah ditantang untuk mampu
mengelola, mengembangkan, dan meningkatkan kapasitas pendanaannya sendiri, di sisi lain, sekolah
adalah suatu institusi nirlaba
Diperlukan langkah-langkah kongkrit untuk memperkuat mutu pendidikan dasar dan menengah ,
yaitu:
- Memperkuat kurikulum dalam arti menjamin relevansi, efesiensi, efektivitas dan produktivitas
pembentukan kompetensi.
- Memperkuat kapasitas manajemen sekolah melalui implementasi manajemen berbasis sekolah.
- Memperkuat sumber daya tenaga kependidikan melalui penguatan sistem pendidikan tenaga
kependidikan, peningkatan inovasi guru-guru dalam mengembangkan proses pembelajaran dan
mengoptimalkan fungsi-fungsi tenaga kependidikan.
- Memperkuat kapasitas keuangan sekolah berbasis persaingan melalui pengembangan kegiatankegiatan inovatif untuk peningkatan mutu sekolah dan mutu pendidikan.
- Perlu ada kemauan politik pemerintah dalam member prioritas dukungan keuangan sekitar 20%
dari anggaran untuk sektor pendidikan.
Tujuan Akhir Pendidikan
mencerdaskan kehidupan bangsa; mempersiapkan SDM yang berkualitas, terampil dan ahli yang
diperlukan dalam proses memasuki era globalisasi dan otonomi daerah; dan membina serta mengembangkan
penguasaan berbagai cabang keahlian ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ukuran keberhasilan atas kualitas pendidikan ada tiga hal yaitu head, hand, and heart.
Mengukur kualitas pendidikan secara rasional diliat dari aspek IQ (kecerdasan intelektual), EQ
(kecerdasan emosi) dan SQ (kecerdasan spiritual).
Biaya bukanlah salah satu jawaban yang harus diberikan dan ditentukan lebih awal untuk
meningkatkan kualitas pendidikan.
Ada tiga hal penting selain biaya yang bisa dijadikan sebagai cara meningkatkan kualitas pendidikan.
Pertama, pendekatan dan cara penyampaian yang dilakukan dalam proses belajar mengajar. Kedua,
kurikulum sebagai perencanaan akademis setidaknya memuat tujuan, isi, urutan, pembelajaran,
proses pengajaran, evaluasi dan penyesuaian. Ketiga yaitu fasilitas meliputi operasional
laboratorium serta kebutuhan pembiayaan lainnya.
APRESIASI AKUNTANSI PENDIDIKAN
9

Modernisasi akuntansi merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan UU No 17 tahun 2003 tentang
Keuangan Negara dan UU No 1 tahun 2004 tentang Pembedaharaan Negara, dimana pemerintah
perlu melakukan persiapan pelaksanaan dari segi kelembagaan maupun SDM, waktu dan pekerjaan
dalam menyempurnakan sistem yang mendukung pengelolaan keuangan dan administrasi
pendapatan.
Aktivitas-aktivitas yang dilakukan sistem informasi dalam sepanjang tahapan tersebut meliputi:
- Data collection
- Data maintenance
- Data management
- Data control
- Information generation
Sistem informasi akuntansi dimaksudkan untuk:
*Mendukung operasi harian
*Mendukung pengambilan keputusan internal
*Membantu dalam memenuhi tanggung jawab entitas kepada publik
Arti Penting Akuntansi Pendidikan
Akuntansi pendidikan memberikan arti penting dalam menjamin akuntabilitas penyelenggaraan
pendidikan. Segala aktivitas/kegiatan operasional tidak terlepas dari sisi keuangan yang tercermin dalam
laporan keuangan.
Perkembangan Akuntansi Pendidikan
1. Decision model-approach mempertanyakan atau mempersoalkan informasi apa yang diperlukan
untuk berbagai jenis pengambilan keputusan. Laporan keuangan yang didasarkan pada entry value, exit
value, dan discounted cash flows menjadi alternatif-alternatif yang mungkin lebih bermanfaat dibandingkan
laporan keuangan yang berbasis historical cost.
2. Penelitian pasar modal. Hipotesis pasar efisien secara potensial memiliki implikasi-implikasi
penting terhadap akuntansi. Sebagai contoh, informasi dengan cepat tercermin dalam harga sekuritas
sehingga mendorong pengungkapan (disclosure) akuntansi.
3. Penelitian perilaku. Fokus utama riset keperilakuan adalah bagaimana para pengguna informasi
akuntansi mengambil keputusan dan informasi apa yang dibutuhkan. Menurut McIntyre (1973), misalnya
berupaya untuk menemukan apakah informasi replacement cost lebih bermanfaat dibandingkan informasi
historical cost dalam mengevaluasi actual annual rate of return, riset ini berupaya untuk memahami
informasi apa yang dipilih dan bagaimana infomasi tersebut diproses. Pendekatan riset keperilakuan bersifat
deskriptif/positif, hasilnya bisa digunakan untuk kesimpulan-kesimpulan normatif yang bertujuan untuk
memperbaiki penggunaan data akuntansi dalam pengambilan keputusan

10