Anda di halaman 1dari 12

Modeling Decisions

CREATIVITY AND DECISION MAKING

Ratih Ardia Sari, ST., MT.

Pengantar
Hasil keputusan yang baik tergantung dari

Jumlah alternatif yang ditetapkan


(dimunculkan)
Penetapan kriteria yang terkait dengan
alternatif

Kemampuan manusia dalam menghimpun

alternatif dan menghayati kriteria yang banyak


akan membatasi efektifitas dalam
pengambilan keputusan
Berkaitan dengan KREATIVITAS
2

Ratih Ardia Sari, ST., MT.

It is much easier to identify creative acts than

Pendekatan Kreativitas (1)


Kreativitas adalah hasil aktivitas alam bawah

sadar (teori psychoanalytic)


Tingkah laku (termasuk kreativitas) adalah

kumpulan respon terhadap rangsangan


lingkungan, sehingga ransangan yang sesuai
akan menghasilkan perilaku yang lebih kreatif
(teori behavioristic)
Kreativitas berakar dari kapasitas untuk

melakukan hubungan-hubungan mental yang


tidak biasa (pendekatan ketiga)
3

Ratih Ardia Sari, ST., MT.

Pendekatan Kreativitas (2)


Kreativitas dihubungkan dengan aktualisasi diri:
Orang yang kreatif adalah orang yang mampu
mengaktualisasikan dirinya, dimana ide untuk aktualisasi
diri menyediakan kerangka untuk berpikir tentang
kreativitas dan mempertinggi kreativitas baik pada tingkat
personal maupun organisasi
Teori tersebut menghubungkan kreativitas dengan
kualitas kepribadian seseorang.
Ciri orang yang self-actualized adalah menjalani hidup
dengan bahagia dan cenderung memecahkan
masalahnya dengan pendekatan yang baru dan fleksibel
Kreativitas dapat dibedakan karena memiliki bakat
4

alam/khusus dan/atau karena mampu


mengaktualisasi dirinya

Ratih Ardia Sari, ST., MT.

Fase-fase Proses Kreatif


1. Preparation; tahap mempelajari

permasalahan, termasuk elemen-elemen


permasalahan dan bagaimana hubungan
antar elemen-elemen tersebut
2. Incubation; tahap untuk production atau

generation alternatif-alternatif
3. Illumination; tahap memunculkan calon-

calon solusi baru secara instant


4. Verification; tahap terakhir dimana decision
5

maker harus me-verifikasi calon solusi yang


pantas
Ratih Ardia
Sari, ST., MT.

Penghambat Kreativitas: Perseptual

Menyebabkan kegagalan untuk memandang


dan memahami persoalan dalam cara yang
memungkinkan penyelesaian baru, yaitu:
1. Kesulitan dalam memilih prmasalahan dan

menentukan penyebabnya
2. Membuat batasan permasalahan terlalu sempit
karena memaksakan konstrain yang tidak sesuai
3. Ketidakmampuan melihat masalah dari berbagai
sudut pandang
4. Membentuk stereotype (mencocokkan sesuatu
dengan standard kategori tertentu) yang dapat
mempengaruhi keputusan
5.RatihMenjenuhkan
permsalahan, padahal alternatif baru
Ardia Sari, ST., MT.
yang menjanjikan membutuhkan informasi yang

Penghambat Kreativitas: Emosional

Menyebabkan perasaan yang tidak membuat enak


sehingga menghalangi kreativitas, yaitu:
1. Ketakutan mengambil risiko (ketakutan

mengajukan alterantif kreatif yang terlihat terlalu


jauh dari permasalahan)
2. Memberikan penilaian bukannya menciptakan ide.
Menilai ide terlalu dini dapat menghalangi ide baru
untuk menjadi matang dan berguna sehingga
menghalangi kreativitas
3. Ketidakmampuan membiarkan sebuah ide
mengendap (membutuhkan waktu untuk
menyelesaikan)
Ratih Ardia Sari, ST., MT.

Penghambat Kreativitas: Kultural


Menyebabkan kreativitas seseorang terhalang,

yaitu:
1. Tabu; tidak pantas dari segi budaya walaupun

alasannya tidak jelas


2. Pembatasan terhadap humor, permainan, fantasi, dan

pemikiran
3. Tidak memperhatikan perasaan, naluri, dan emosi

(menggunakan alasan dan logika) dalam


memecahkan permasalahan padahal ide-ide yang
berguna seringkali muncul dari situ
4. Penekanan terhadap pola pikir analitis tanpa
8

memperhatikan pemikiran artistik (keindahan,

Ratih Ardia Sari, ST., MT.

Penghambat Kreativitas: Lingkungan


Pengaruh lingkungan (kerja) yang

menghalangi kreativitas, yaitu:


1. Lingkungan yang tidak mendukung,

penuh kritik, dan selalu mengadili


2. Pemimpin yang selalu menyelesaikan

permasalahan sendiri tanpa berdiskusi


dengan bawahan (otokrasi)
3. Rancangan organisasi dan bisnis yang

tidak disusun dengan baik


9

Ratih Ardia Sari, ST., MT.

Metode Peningkatan Kreativitas


(1)
1. Sifat berani bertanya untuk menggali kreativitas]

2. Cara pikir yang lancar dan cepat dalam

menciptakan banyak ide serta fleksibel dalam


mendorong terciptanya ide yang bervariasi
3. Checklist ide; menggunakan daftar yang

mencakup sumber-sumber potensial untuk solusi


kreatif suatu permasalahan
4. Morphological forced connection; untuk

10

menekankan kombinasi morfologi atribut-atribut


permasalahan dengan cara menuliskan atribut
Ratih Ardia Sari, ST., MT.
permasalahan,
mendaftar alternatif di bawah

Metode Peningkatan Kreativitas


(2)
5. Brainstorming; salah satu cara untuk

mendapatkan daftar ide dengan cepat.


Sebaiknya dilakukan dengan 2 8 orang
dengan aturan:
Tidak diijinkan adanya evaluasi (menghalangi

munculnya ide)
Seluruh peserta harus memikirkan ide seluas

mungkin
Kelompok harus didorong untuk

menghasilkan ide sebanyak mungkin


11

Ratih Ardia Sari, ST., MT.

Peserta harus berusaha untuk membangun

Metode Peningkatan Kreativitas (3)


6. Cara pikir metafora; yaitu peningkatan kreativitas

dengan menggunakan kiasan. Terdapat 3 macam


metafora:

Analogi langsung; memikirkan bagaiamana yang lain


(alam) memecahkan permasalahan yang serupa

Analogi personal; membayangkan berbagai situasi


personal yang berhubungan dengan permasalahan

Analogi fantasi; kelompok berusaha mencari solusi


yang dibuat-buat, fantastik, dan ideal

7. Nominal Group Technique; menimbulkan diskusi

12

(debat) untuk meningkatkan kreativitas dengan


mengatur interaksi dalam kelompok dan meningkatkan
Ratih Ardia Sari, ST., MT.
lingkungan
kreatif