Anda di halaman 1dari 21

Pembahasan Jurnal Pemasaran

tentang Persaingan, Kerjasama,


dan Kemitraan dalam
Pemasaran Internasional

Relationship Market dan


Relationship Quality
Kelompok 13
Khoirul afan

135030307111020
Rahmat Budiman
135030300111022
M Fakhrul Izzati 135030301111012

Relationship Market
Relationship Marketing (RM) didefinisikan

sebagai proses identifikasi dan pembentukan,


perawatan, peningkatan, dan bila diperlukan
pemutusan hubungan dengan pelanggan atau
stakeholder yang lain, untuk keuntungan, agar
tujuan semua pihak bisa terwujud, dengan cara
saling memberi yang menguntungkan dan
pemenuhan janji. (Gronroos, 2000, p. 98).

Relationship Quality
Relationship Quality (RQ) adalah persepsi
pelanggan tentang seberapa baik hubungan
memenuhi harapan, prediksi, tujuan, dan
keinginan mereka. Oleh karena itu, RQ adalah
sekumpulan nilai yang tidak berwujud, yang
menambah produk atau layanan dan hasil
diharapkan persimpangan antara pembeli dan
Penjual (Levitt, 1986).

Relationship Quality antara


Malaysia dan New Zealand

Berikut adalah study dengan objek dari kultur


budaya Malaysia dan New Zealand.

Empathy

Trust
Relationshi
p Quality
communication

Conflict Handling

personalization

Empathy
Empathy didefinisikan sebagai kemampuan untuk

mengerti keinginan dan tujuan orang lain.


Empathy akan mengurangi kebergantungan
pada penaganan pada jalur hukum karena pihak
terkait yang dikendalikan oleh prinsip empathy
terkait cenderung ingin diperlakukan
sebagaimana mereka ingin diperlakukan. Empati
terkait di tingkat budaya pada kemampuan
individu untuk melihat situasi dari perspektif lain,
meskipun tidak selalu setuju dengan sudut
pandang. Salah satu cara untuk
mengembangkan hubungan unik adalah untuk
mengembangkan empati.

Komunikasi
Komunikasi artinya menyediakan informasi yang

cepat dan akurat termasuk informasi apabila ada


masalah dalam pengiriman barang , informasi
tentang kualitas asuransi, informasi tentang tata
cara/ prosedur pada pelanggan dan kesempatan
untuk feedback dari pelanggan,dll. Palmatier et
al. (2006) menyatakan bahwa komunikasi dapat
meningkatkan dan membangun kualitas
hubungan yang kuat.

Kepercayaan
Trust (Kepercayaan) didefinisikan sebagai

kemauan untuk bergantung rekan yang dipercaya


(Moorman et al., 1993). Secara umum kualitas
dari hubungan bergantung pada tingkat
kepercayaan semakin tingkat kepercayaan maka
hubngan akan semakin kuat.
Penanganan masalah merujuk kepada
kemampuan supplier untuk menghindari potensi
konflik dan menyelesaikan konflik sebelum
menjadi masalah (Dwyer et al., 1987).

Personalisasi
Personalisasi adalah tentang bagaimana supplier

mampu mengukur hubungannya dengan


pelanggan.

Negara dengan individualism tinggi seperti NZ

akan lebih mementingkan Personalisasi karena


mereka akan terus menginginkan customisasi
untuk membedakan dari yang lain. Sedang
malaysia dengan kultur colectivism akan lebih
mementingkan kepercayaan, komunikasi , dan
empathy.

Negara dengan power distance tinggi seperti

Malaysia memiliki kecenderungan mau menerima


ketidakrataan/ketidakadilan kekuatan. Sedang NZ
dengan low power distance akan menuntut atas
tidak keadilan karena itu penanganan masalah
(conflict handling) lebih penting di NZ.

Dari data diatas diasumsikan :


Personalisasi akan lebih penting dalam membangun
RQ di kultur yang individualistic (seperti New
Zealand) daripada yang kolektif di Malaysia.
Penanganan masalah lebih penting dalam negara
dengan kultur individualistik dan low power distance
daripada Malaysia yang kolektif dan high power
distance karena diskusi yang terbuka tidaklah umum
di Malaysia . jadi penanganan masalah secara awal
lebih bernilai di negara dengan pasar seperti NZ.
Kepercayaan, komunikasi, dan empathy akan samasama penting di kedua negara tersebut.

Karena itu dapat dihipotesiskan sebagai berikut:


H1. Efek empathy dalam RQ akan lebih kuat di
Malaysia daripada New Zealand
H2. Efek komunikasi dalam RQ akan lebih kuat
di Malaysia daripada New Zealand.
H3. Efek kepercayaan dalam RQ lebih kuat di
Malaysia daripada New Zealand.
H4. Efek Penanganan masalah (conflict handling)
dalam RQ akan lebih lemah di Malaysia daripada
New Zealand.
H5. Efek personalisasi dalam RQ akan lebih
lemah di Malaysia daripada New Zealand.

Hubungan RQ dan RM antara


Malaysia dan NZ dengan
Indonesia
Setelah melihat dari kesimpulan diatas dapat kita
jadikan acuan dalam membangun persaingan, kerjasama,
maupun membentuk suatu kemitraan antara Indonesia
dengan negara Malaysia dan New Zealand.
Hasil hipotesis 1 menunjukkan bahwa negara Malaysia
memiliki efek empathy yang kuat dari pada NZ.
Artinya jika kita (Indonesia) melakukan suatu hubungan
kerjasama maupun kemitraan dengan Malaysia maka
otomatis lebih menguntungkan daripada dengan New
Zealand. Efek empathy dalam RQ yang dimiliki Malaysia
disini dapat dimaksud bahwa pihak Malaysia lebih peduli
dengan hubungan yang dilakukan dengan pihak luar.
Dan tentu saja hal ini sangan di perhatikan oleh para
bebisnis internasional karena akan bisa saling memahami
satu sama lain dalam berbisnis. Sebab dunia bisnis adalah
dunia yang senantiasa saling membutuhkan satu dengan
yang lainnya dan saling bergantung agar mendapat
keuntungan yang baik.

Hasil hipotesis 2
menunjukkan bahwa efek komunikasi dalam RQ
akan lebih kuat di Malaysia daripada New Zealand.
Ternyata selain lebih bersikap empathy, negara
Malaysia juga memiliki efek komunikasi yang lebih
kuat dari pada negara NZ. Dalam melakukan suatu
bisnis terhadap negara luar, tentu komunikasi
biasanya yang menjadi sebuah masalah. Namun di
sini yang menjadikannya susah bukan lagi bahasa.
Namun pola pikir yang mereka lakukan nantinya.
Setelah melihat hasil penelitian tersebut dapat
dikatakan bahwa negara Malaysia ternyata lebih
unggul dalam efek komunikasi yang berarti dalam
berkomunikasi pasti lebih mudah terhadap kita. Tidak
dapat diragukan lagi jika kita melakukan kerjasama
maupun kemitraan pasti lebih menguntungkan
dengan pihak Malaysia daripada dengan New
Zealand.

Hasil hipotesis 3
menunjukkan bahwa efek kepercayaan dalam

RQ lebih kuat di Malaysia daripada New Zealand.


Semakin memperlebar peluang melakukan
kerjasama baik dengan pihak Malaysia. Karena
dengan kepercayaan yang terbangun baik, maka
dari pihak manapun pasti akan merasa aman dan
tidak takut akan hal yang terjadi dikemudian hari
walapun sikap kewaspadaan itu tetap harus ada.

Hasil hipotesis 4
menunjukkan bahwa efek penanganan masalah

(conflict handling) dalam RQ akan lebih lemah di


Malaysia daripada New Zealand.
Dengan kata lain, jika terdapat suatu problem dalam
hubungan yang terjalin dengan Malaysia, kita akan
sedikit mendapat hambatan karena efek penanganan
masalah yang ada di Malaysia itu lemah. Dan
tentunya hal ini dapat menggangu dalam kegiatan
persaingan, kejasama, maupun kemitraan pada
Negara Malaysia.
Dan disini New Zealand unggul dalam penanganan
suatu masalah dikarenakan dalam penelitian dikatan
bahwa New Zealand memiliki orientasi jangka
panjang yang cukup besar. Artinya permasalahan
sekecil apapun pasti diselesaikan dengan baik agar
tidak merusak orientasi tadi.

Penutup
Dalam pemasaran relationship marketing dan

relationship quality sangatlah penting . Dari


keduannya juga saling berhubungan dan tidak
bisa dipisahkan. RM dan RQ penentu
keberhasilah suatu perusahaan dalam
memasarkan produk yang dimilikinya.

TERIMA KASIH
^_^