Anda di halaman 1dari 6

Proposal Pendirian Usaha Keripik

Singkong
Hallo sobat ...
Siapa yang lagi cari - cari Contoh Proposal Pendirian Usaha ?? di bawah ini ada contoh
Proposal Pendirian Usaha atau pun Proposal Usaha Keripik Singkong. Nah bagi yang sedang
membutuhkan, silahkan gunakan dengan sebaik-baiknya.
Tapi, jika ingin mendownload-nya langsung supaya tidak ribet silahkan KLIK DISINI ..
-----------------------------------------------------------------PROPOSAL USAHA
KERIPIK SINGKONG KABAYAN
I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keripik singkong merupakan salah satu produk makanan ringan yang banyak digemari
konsumen. Rasanya yang renyah dan murahnya harga yang ditawarkan menjadikan produk
tersebut sebagai alternatif tepat untuk menemani waktu santai Anda bersama rekan dan
keluarga.
Seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen, kini keripik singkong mulai
diinovasikan berbagai varian rasa, seperti keripik singkong pedas dengan beberapa tingkatan
level. http://aiirm59.blogspot.com. Meskipun trend tersebut belum lama dikenal masyarakat
luas, namun perkembangannya sudah sangat pesat, sehingga banyak produsen keripik
singkong mulai beralih jalur dengan menambahkan ekstra pedas pada produk keripik yang
diciptakannya.
Sejatinya, produk keripik singkong pedas bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia.
Namun dengan menambahkan sedikit inovasi dalam hal peningkatan level rasa pedas yang
ditawarkan, kini keripik tersebut banyak dicari konsumen dan menjadi salah satu peluang
bisnis menarik yang menjanjikan untung besar bagi pelakunya.
1.2 Tujuan Pengembangan Proyek
Dalam rangka meningkatkan pendapatan Keluarga pada saat krisis ekonomi yang
berkepanjangan seperti saat ini diperlukan usaha usaha yang bersifat Agresif, Kreatif, Penuh
perhitungan dan Berorientasi Pasar. Usaha tersebut juga diharapkan mampu memberikan
peluang kerja bagi tenaga kerja potensial yang saat ini jumlahnya sangat melimpah baik itu
angkatan kerja baru maupun angkatan kerja yang oleh karena kondisi perekonomian Makro
terpaksa harus menganggur akibat tidak adanya kesempatan bekerja atau terkena PHK.
Dengan demikian tujuan dari pengembangan Proyek itu sendiri ada dua yaitu dari Aspek
Ekonomi dan dari Aspek Sosial, Aspek Ekonomi adalah untuk meningkatkan pendapatan,
sementara Aspek sosial adalah sedikitnya untuk membantu Masyarakat dalam mengatasi
Pengangguran.
1.3 Studi Kelayakan Proyek
Dari Pengamatan Langsung di lapangan, keripik singkong KABAYAN yang kami
produksi sangat digemari oleh konsumen, terutama para remaja karena mempunyai rasa khas
yang membedakan dengan produk serupa lainnya. Maka dapat diambil kesimpulan sementara
bahwa singkong KABAYANcukup laris dan memasyarakat serta dari segi Ekonomi layak
untuk dijadikan Produk yang akan dipasarkan. Data tersebut juga ditunjang oleh data yang
meningkat dari para distributor yang memesan langsung keripik singkong KABAYAN untuk
dijual kembali.

Dengan mengambil Asumsi bahwa Produksi Keripik Singkong KABAYAN ini berjalan
dengan baik, dimana pada tahap awal branding dan penjualan produk kami langsung menarik
konsumen dari segi kemasan maupun kualitas rasa dan bahannya.
II. TARGET PASAR / KONSUMEN
Rata-rata penggemar berat makanan pedas adalah kalangan remaja atau anak muda. Ini
menjadikan sebagai target pasar yang sangat potensial, dengan cara menawarkan beberapa
level rasa pedas untuk memenuhi permintaan para konsumen. http://aiirm59.blogspot.com. Di
samping itu, kami juga menyediakan varian rasa yang lain selain pedas level, seperti keripik
singkong keju, keripik singkong original, keripik singkong nano nano, keripik singkong
balado, keripik singkong rasa rumupt laut, keripik singkong jaung manis, dan berbagai rasa
lainnya, yang tentunya sangat renyah dan sedap untuk dijadikan sebagai makanan ringan atau
camilan.
III. MARKETING MIX
3.1 Penentuan Harga
Setelah menentukan target pasar atau positioning produk di pasaran, maka langkah yang
selanjutnya adalah penjabaran dari Positioning tersebut yaitu dengan Bauran Pemasaran atau
yang lebih terkenal adalah Marketing Mix.
Marketing Mix untuk Produk konsumsi adalah mengikuti Kaidah kaidah yang ada, dimana
dalam hal ini Strategi Penentuan Harga, Produk/Merek, Promosi, dan
Place/Tempat/Distribusi haruslah betul betul berbeda dari Produk yang sudah ada, sehingga
dalam hal ini betul betul ada Deferensiasi untuk keripik singkong yang kami produksi.
Untuk Keripik Singkong Kabayan sendiri dimana Target Konsumen yang ditetapkan
adalah segmen menengah bawah, terutama untuk para remaja, maka Faktor Harga menjadi
sangat sensitive, untuk itu dalam menentukan harga betul betul dipertimbangkan apakah
Produk kita dengan harga yang telah ditetapkan dapat terjangkau oleh masyarakat bawah.
Dan selanjutnya adalah apakah dengan harga murah tersebut kita masih mendapatkan untung,
sehingga untuk menentukan harga keripik singkong Kabayan sudah dipertimbangkan
supaya terjangkau oleh semua kalangan.
3.2 Penentuan Produk/Merek
Penentuan Merek produk kami dilakukan dengan memilih nama produk berdasarkan nama
generic dari Produk tersebut, umumnya produk Makanan lebih memilih nama Generic dari
Produk yang dibuat dengan ditambah label tertentu. Begitu pun kami, nama KABAYAN
sendiri sudah familiar di tengah masyakat luas, sehingga kami maksudkan supaya produk
kami juga ikut cepat familiar di tengah kehidupan masyarakat. Label ini sebenarnya justru
yang menjadi penguat Citra dari Produk makanan tersebut. Masyarakat akan lebih mengenal
Label Makanan dari pada hanya nama Genericnya saja.
3.3 Promosi
Untuk Produk Keripik Singkong KABAYAN, Media Promosi yang pertama yang paling
adalah membranding logo dan melakukan Promosi langsung ke konsumen, dimana konsumen
disuruh untuk mencoba memakannya dengan harapan mereka akan selalu ingat akan rasa dan
produk dari keripik singkong Kabayan dan diharapkan dapat menjadi media untuk
mempromosikan kepada orang lain.
Dalam melakukan Promosi selanjutnya ditempuh dengan berbagai cara, mulai dari membuat
iklan dengan pamphlet pamphlet, spanduk, sampai pada mempromosikannya melalui dunia
maya, khususnya pada situs situs jejaring social dan social group lainnya yang banyak
dikunjungi masyarakat online.

3.4 Distribusi/Tempat Penjualan


Untuk tujuan sebagai tempat penjualan produk keripik singokong KABAYAN ini adalah
di semua pasar yang menjual makanan. Baik itu super market, pasar tradisional, toko,
warung, maupun distributor yang menjualnya langsung pada konsumen.
http://aiirm59.blogspot.com. Karena dengan cara demikian, maka keripik singkong yang
diproduksi kami terdapat di berbagai sudut tempat yang sering dikunjungi oleh konsumen,
sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan membeli keripik singkong
KABAYAN. selain itu, penjualan yang didasarkan pada banyaknya remaja juga sangat kami
pertimbangkan dalam memilih tempat penjualan yang menjadi target kami.
IV. PERENCANAAN PERMODALAN
1.1. Sumber-sumber permodalan
Sebagai sumber awal mula pendirian DMaddy Distro yaitu dari pemilik distro sendiri.
Sebagai investasinya untuk itu didirikanlah perusahaan dalam bidang perdagangan
1.2. Analisa Ekonomi
Asumsi
- Produksi skala rumah tangga
- Dibantu oleh dua orang tenaga kerja
Modal awal
Mesin pengiris singkong (Slicer)
Rp 4.500.000
Mesin pengemas (Sealer)
Rp 500.000
Peralatan menggoreng (wajan dan alat penirisnya) Rp 300.000
Kompor gas dan tabung 3 kg
Rp 300.000
Total
Rp 5.600.000
Peralatan mengalami penyusutan dengan rincian sebagai berikut :
- Mesin slicer : 1/60 x Rp 4.500.000,00
Rp 75.000,00/bln
- Mesin sealer : 1/36 x Rp 500.000,00
Rp 13.900,00/bln
- Penggorengan : 1/36 x Rp 300.000,00
Rp 8.400,00/bln
- Kompor gas : 1/36 x Rp 300.000,00
Rp 8.400,00/bln+
Total
Rp.105.700,00/bln
Biaya operasional per bulan
Belanja bahan baku per hari :
- Singkong (Rp 1.500,00/kg x 50 kg)
- Minyak goreng (Rp 13.000,00/kg x 20 kg)
- Cabe
Total

Rp 75.000,00
Rp 260.000,00
Rp 250.000,00 +
Rp 585.000,00

Biaya belanja per bulan :


Rp 585.000,00 x 30 hari
Plastik kemasan
Gas 3 kg (Rp 17.500,00 x 15 tabung)
Gaji pegawai (2 orang x Rp 800.000,00)
Biaya transportasi
Biaya penyusutan peralatan
Total

Rp 17.550.000,00
Rp 1.500.000,00
Rp
262.500,00
Rp 1.600.000,00
Rp 1.000.000,00
Rp
105.700,00+
Rp 22.018.200,00

Omset penjualan per bulan


Rata-rata penjualan produk Rp 1.000.000,00/hari :
Perbulan
: Rp 1.000.000,00 x 30 hari = Rp 30.000.000,00
Laba bersih per bulan
Rp 30.000.000,00 - Rp 22.018.200,00

Rp 7.981.800,00

V.

UJI PEMASARAN
5.1 Strategi Penjualan
Dalam hal strategi Penjualan akan lebih banyak berkaitan dengan Masalah Distribusi,
pemasaran, dan tempat Penjualan. Strategi pemasaran yang kami lakukan yaitu :

Membranding produk atau memperkenalkan produk kripik singkong singkong yang


kami produksi sebagai salah satu keripik singkong dengan cita rasa yang super ekstra
pedas, juga dilengkapi berbagai varian rasa lainnya yang tak kalah sedap di lidah
konsumen. Baik online maupun offline, kami secara aktif promosi keripik singkong.
Dengan strategi ini, diharapkan bisa menimbulkan rasa penasaran bagi para
konsumen, hingga pada akhirnya mereka mulai percaya untuk mencoba keripik
singkong yang kami produksi.
Untuk memperluas jangkauan pasar, kami membuka sistem keagenan baik secara
offline maupun online bagi para distributor makanan yang tertarik memasarkan
produk keripik singkong kami. Dengan begitu tidak dibutuhkan tambahan biaya
promosi, kami mendapatkan bantuan dari para agen untuk meningkatkan omset
penjualan setiap bulannya.
Strategi promosi lainnya yang juga kami jalankan yaitu dengan cara mengikuti
berbagai pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sering diadakan di daerah
kami maupun di luar kota. Melalui pameran, kami bisa mengenalkan produk keripik
singkong pedas kepada khalayak ramai, dan membuka peluang yang lebih besar untuk
mengembangkan usaha tersebut.

Dalam menjalankan bisnis keripik singkong pedas, yang terpenting bagi kami adalah
menjaga kualitas cita rasa pedas dan cita rasa khas Kripik Singkong KABAYAN dan
menjamin kerenyahan keripik yang dihasilkan. Kedua hal tersebut menjadi faktor penentu
kualitas keripik singkong KABAYAN yang kami tawarkan kepada para konsumen.
http://aiirm59.blogspot.com. Dengan kualitas produk dan strategi pengemasan produk yang
menarik. Hal ini sangat penting kami lakukan untuk menarik perhatian konsumen dan
menjadi salah satu cara untuk membedakan produk kami dengan yang lain.
5.2 Studi Hasil Penjualan
Untuk melihat apakah penjualan sukses atau gagal maka hendaknya kami harus memasang
target penjualan. Target penjualan ini bisa ditentukan tiap hari, tiap minggu atau tiap bulan.
Toleransi untuk mengukur apakah penjualan produk keripik singkong KABAYAN baik
atau tidak dapat dilakukan dengan angka pencapaian dalam Presentase, misalnya saja apabila
penjualan dibawah 65% maka kita anggap gagal.
Namun demikian pada tahap pertama kami tidak memasang target terlalu optimis
mengingat produk yang kami jual ini masih relative baru sehingga belum banyak konsumen
yang tahu.
VI. RISIKO

2.1. Evaluasi tentang kelemahan Usaha (Analisis SWOT)


Strength (Kekuatan)
1. Berpengalaman dalam kualitas rasa, disiplin kerja, kreatif dan inovatif
2. Dapat memenuhi kebutuhan pelanggan
3. Memiliki produk keripik singkong yang berkualitas dengan rasa yang khas yang
sangat cocok di lidah konsumen
Weaknes (Kelemahan)
Semakin sulit mendapatkan sumber bahan baku singkong yang berkualitas
Oportunity (Peluang)
1. Dengan tetap menjaga mutu dan kualitas produk keripik singkong Kabayan, kami
yakin kami dapat bersaing walaupun harus bersaing dengan perusahaan atau industry
lain yang skalanya lebih tinggi.
2. Saat ini dengan banyaknya penggemar keripik singkong terutama yang memiliki rasa
khas dengan berbagai varian rasa yang unik, kami yakin perusahaan kami akan cepat
maju untuk masa mendatang.
3. Keripik singkong merupakan penganan yang paling diminati oleh konsumen dan
paling laku di pasaran.
Threaty (Ancaman)
Banyaknya dan munculnya Perusahaan - perusahaan baru yang sejenis yang berusaha
menyaingi perusahaan kami, dengan keunikan dan kekhasan perusahaan mereka sendiri.
2.2. Gambaran tentang Kendala Usaha Masa Kini
Kendala usaha yang kami temui dalam produksi keripik singkong pedas adalah sulitnya
mendapatkan persediaan bahan baku singkong dan cabe yang benar-benar berkualitas bagus.
Persediaannya yang kurang stabil membuat harga bahan baku tersebut cenderung naik turun,
sehingga kami harus pintar-pintar menyiasatinya tanpa harus menaikan harga jual produk ke
pasaran.
Selain itu, kendala yang lainnya yaitu adanya persaingan pasar yang cukup ketat.
Sekarang ini jumlah produsen keripik singkong pedas sudah cukup banyak di pasaran,
sehingga kami dituntut untuk menghasilkan cita rasa yang lezat dan melengkapinya dengan
kemasan yang bisa menarik perhatian konsumen. http://aiirm59.blogspot.com. Namun, untuk
hal itu, kami sudah menemukan solusi yang tepat, mulai dari cita rasa yang menggugah lidah
konsumen, hingga kemasan yang apik dan unik sudah kami siapkan sebagai strategi
pemasaran kami.
VII. PENUTUP
Dalam melakukan usaha dituntut untuk serius dan Fokus, kita tidak bisa dalam memulai
bisnis itu secara setengah tengah,dan dikerjakan sambil lalu meski pun usaha tersebut berupa
usaha sampingan.
Kegagalan berusaha sebenarnya bukan disebabkan oleh orang lain namun berasal dari diri
kita sendiri, dengan demikian ketekunan dalam menjalankannya adalah suatu keharusan.
Perhitungan perhitungan yang matang selayaknya dilakukan di awal awal memulai usaha
karena sekali kita salah dalam perhitungan di awal maka yang terjadi adalah efek Berantai di
mana kita akan terus menerus mengalami kesalahan, sementara modal lama kelamaan
tersedot habis

Sudah sewajarnya apabila kita ingin memulai usaha belajar kepada mereka yang lebih
sukses agar kita dapat memilah mana yang pas dan mana yang kurang Dengan demikian kita
akan terhindar dari resiko yang lebih besar.
Demikian proposal ini kami buat, semoga langkah ini dapat mengembangkan suatu bisnis,
khususnya bagi perusahaan kami dan untuk masyarakat luas pada umumnya. Semoga Allah
SWT memberikan berkat dan Rahmat-Nya bagi kita semua, sebelum dan sesudahnya kami
ucapkan terima kasih.
-----------------------------------