Anda di halaman 1dari 8

BAB 1

LAPORAN KASUS
1.1 Data Umum Pasien
Nama
Nomor rekam medik
Usia
Jenis kelamin
Status Perkawinan
Agama
Pekerjaan
Tanggal pemeriksaan
1.2

:
:
:
:
:
:
:
:

T.Reza Kurniawan
T50/12
23 tahun
Laki-laki
Belum Kawin
Islam
Mahasiswa
2 Agustus 2012

Anamnesa
Pasien datang dengan keluhan adanya motif-motif pada permukaan lidahnya. Menurut

pasien motif telah ada sejak lama dengan keadaan berubah-ubah bentuk, berpindah-pindah
posisi, dan hilang timbul. Pasien mengaku tidak pernah merasa sakit di lidah saat mengkonsumsi
makanan atau minuman pedas dan panas. Pasien tidak pernah menggunakan obat kumur dan
ajarang menyikat lidahnya. Pasien tidak mengetahui apakah pada anggota keluarga yang lain
juga mengalami keadaan yang sama atau tidak.
Riwayat Penyakit Sistemik
Penyakit jantung

: Disangkal

Hipertensi

: Disangkal

Diabetes melitus

: Disangkal

Kelainan darah

: Disangkal

Penyakit hepar

: Disangkal

HIV+/AIDS

: Disangkal

Kelainan Pernapasan
(PPOK,TB, Pneumoni)

: Disangkal

Kelainan GIT

: Disangkal

Penyakit ginjal

: Disangkal

Penyakit kelainan

: Disangkal

Atopsi (Asma, eksim, alergi, dll)

: Disangkal

Alergi (makanan, obat, logam)

: Disangkal

Hamil

: Disangkal

Kontrasepsi

: Disangkal

Lain-lain

: Disangkal

Kebiasaan buruk
Menyirih

: Disangkal

Minuman beralkohol

: Disangkal

Merokok

: Disangkal

1.3 Pemeriksaan Ekstra Oral


Kelenjar limfe

Submandibula kanan : Teraba, kenyal, tidak sakit

Submandibula kiri

: Teraba, kenyal, tidak sakit

Submental

: Teraba, kenyal, tidak sakit

Servikal kanan

: Tidak teraba, tidak sakit

Servikal kiri

: Tidak teraba, tidak sakit

Bibir

: Tidak Ada Kelainan

Wajah

: Simetri/asimetri

Sirkum oral

: Tidak Ada Kelainan

Lain-lain

: Tidak Ada Kelainan

1.4 Pemeriksaan Intra Oral


Mukosa Bukal

: -

Fordyce granule (-)

Cheek Biting (-)

Tidak Ada Kelainan

Mukosa Labial

: Tidak Ada Kelainan

Palatum Durum

: - Torus palatinus (-)


-

Tidak Ada Kelainan

Palatum Molle

Tidak Ada Kelainan

Lidah

: - Dorsum: lesi erosi, warna merah dikelilingi plak putih, bentuk


-

Gingiva

variatif dengan tepi irregular, ukuran > 1cm, jumlah lesi 3.


Ventral : Tidak Ada Kelainan
Tidak Ada Kelainan

Dasar mulut

Tidak Ada Kelainan

Saliva

:-

Tidak Ada Kelainan

Lain-lain

Halitosis (-)

: Tidak Ada Kelainan

1.5 Pemeriksaan Penunjang


Tidak ada
1.6 Masalah Klinis
Terdapat lesi erosi, warna merah dikelilingi plak putih, bentuk variatif dengan tepi
irregular, ukuran > 1cm, jumlah lesi 3, terletak pada dorsum lidah.
1.7 Diagnosis
Geografik tongue
1.8 Diagnosis Banding
Lichen planus
1.9 Rencana Perawatan dan Perawatan
K.I.E
Pasien dijelaskan bahwa motif pada lidah merupakan keadaan normal dan tidak
berbahaya
Pasien diintruksikan untuk menjaga kebersiahan gigi dan mulut serta menyikat
lidah denga sikat gigi berbulu halus secara perlahan.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Geografik Tongue
Geografik Tongue atau erythema migrans/benign migratory glossitis adalah suatu kondisi
peradangan umum pada lidah.1-3 Peradangan tersebut berupa bercak merah yang ukuran dan
bentuknya berubah-ubah menyerupai peta. Lesi ini kadang-kadang dikaitkan dengan muncul lesi
ektopik serupa di palatum, mukosa bukal, atau gingiva.2

Sebuah laporan melaporkan dari dua pasien dengan pustular dan psoriasis dan lesi
mukosa memiliki karakteristik gambar lidah geografis tampaknya mendukung.2 Dalam hal ini,
pasien memiliki psoriasis kulit termasuk lesi pada bibir atas dan lesi eritematosa menyebar pada
mukosa labial dan bukal. Etiologi geografik tongue tidak diketahui. Stres emosional diketahui dapat
meningkatkan jumlah lesi. Selain itu juga terdapat hubungan antara geografik tongue dan psoriasis
dalam beberapa kasus. Geografik tongue ditemukan pada 5,4% pasien dengan psoriasis dan dalam
1% dari pasien kontrol sedangkan geografik tongue ditemukan pada 10,3% dari pasien dengan
psoriasis dan dalam 2,5% dari kontrol patients. Namun, studi lain menemukan bahwa 10% dari
pasien psoriasis memiliki lesi oral histologis sugestif psoriasis namun hanya 1% memiliki
geografik tongue.2
2.2. Gambaran Klinis
Geografik tongue terlihat di sekitar 2% dari populasi AS dan mempengaruhi perempuan
sedikit lebih sering daripada laki-laki. Anak-anak mungkin kadang-kadang akan terpengaruh. 1
Hal ini awalnya ditandai oleh kehadiran patch atropi dikelilingi oleh peningkatan margin
keratotik. Daerah yang mengalami erosi tampak merah dan mungkin sedikit lembut. Pola
berubah-ubah ketika dalam observasi selama beberapa hari atau minggu. Hal ini terutama terjadi
pada dorsum lidah.3 Ada hubungan kuat antara geografik tongue dan fissure tongue. Gejala
mungkin lebih umum ketika fissure tongue hadir, mungkin karena jamur sekunder infeksi di
dasar celah.1,2,3
Meskipun kebanyakan pasien dengan lidah geografis yang asimtomatik, kadang-kadang
pasien mengeluhkan iritasi atau nyeri, terutama dalam kaitannya dengan konsumsi makanan
pedas dan minuman beralkohol. Keparahan gejala bervariasi dengan waktu dan sering menjadi
indikator intensitas aktivitas lesi. lesi menghilang secara berkala dan berulang tanpa alasan
jelas.1,3

Gambar 2.1. dan 2.2 Geografik Tongue pada Dorsum Lidah


2.3. Gambaran Histopatologi
Atrofi papilla filiform dan margin lesi menunjukkan hiperkeratosis dan acanthosis. Pada
bagian tengah lesi terjadi eritematosa, kehilangan keratin, dengan adanya intraepithelial neutrofil
dan limfosit. Inflamasi sel mencapai hingga dasar lamina propria, terutama terdapat neutrofil,
limfosit, dan sel-sel plasma.1

Gambar 2.3 Gambaran Histologi Geografik Tongue1


2.3. Diagnosis Banding
Geografik tongue biasanya tidak ada pemeriksaan lanjut yang diperlukan kecuali ada
kemungkinan glositis difesiensi, sindrom Reiter (transiently), psoriasis atau gangguan lainnya. 4
Meskipun gambaran klinis geografik tongue adalah khas, namun ada beberapa kondisi lain yang
dapat mengerupai keadaan ini seperti oral lichen planus, kandidiasis eritematosa, dan
leukoplakia.3 Dalam hal ini terkadang biopsi diperlukan meskipun sangat jarang dilakukan.1
2.4. Terapi Geografik Tongue
Biasanya geografik tongue tidak dilakukan perawatan jika pasien tidak ada keluhan.
Manfaat yang cukup besar mungkin diperoleh dengan menjaga mulut bersih dengan
menggunakan obat kumur yang terdiri dari natrium bikarbonat dalam air. Topical steroid,
terutama yang mengandung agen antijamur dapat membantu dalam mengurangi gejala. 3 Pasien

harus diyakinkan bahwa kondisi ini benar-benar jinak dan tidak memicu penyakit yang lebih
serius untuk membantu mengurangi kecemasan.1

BAB 3
PEMBAHASAN

Berdasarkan anamnesis didapat informasi bahwa pasien mengeluh adanya motif-motif


pada permukaan lidahnya yang sudah ada sejak lama dengan motif berubah-ubah bentuk,
berpindah-pindah posisi, dan hilang timbul. Pasien mengaku tidak pernah merasa sakit di lidah
saat mengkonsumsi makanan atau minuman pedas dan panas. Pemeriksaan ekstra oral tidak
menunjukkan adanya kelainan. Pada pemeriksaan intra oral menunjukkan adanya lesi erosi,
warna merah dikelilingi plak putih, bentuk variatif dengan tepi irregular, ukuran > 1cm, jumlah
lesi 3, terletak pada dorsum lidah. ( Gambar 3.1 )

Gambar 3.1 Geografik Tongue pada Dorsum Lidah

Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan
bahwa diagnosis pasien adalah Gegrafik tongue. Lesi tersebut merupakan variasi normal rongga
mulut dan bukan merupakan lesi ganas dan berbahaya oleh karena itu tidak perlu dilakukan
perawatan apapun.

DAFTAR PUSTAKA
1.

Regezi JA, Sciubba JJ. Oral Pathology: Clinical Pathology Correlations. 4th edition. St
Louis,Missouri: Saunders, 2003.

2.

Burket LW. Oral Medicine. 6th ed. Philadelphia, Toronto: J.B. Lippincott Co,1981. p. 103-4.

3.

Bruch JM, Treister NS. Clinical Oral Medicine and Pathology. New York: Humana Press,
2010. p. 20.

4.

Laskaris G. Color Atlas of Oral Disease, 3rd Edition. Thieme : Germany. 2003. p.120.