Anda di halaman 1dari 11

Typhoid adalah penyakit infeksi akut usus halus

yang disebabkan oleh kuman salmonella thypi dan


salmonella para thypi A, B, C.
Sinonim dari penyakit ini adalah Typhoid dan
paratyphoid abdominalis (Syaifullah Noer, 1998 )

Salmonella thyposa, basil gram negative yang bergerak


dengan bulu getar, tidak bersepora mempunyai
sekurang-kurangnya tiga macam antigen yaitu:
antigen O (somatic, terdiri darizat
komplekliopolisakarida)
antigen H (flagella)
antigen V1 dan protein membrane hialin.
Salmonella parathypi A
Salmonella parathypi B
Salmonella parathypi C
Feces dan Urin dari penderita thypus (Rahmad
Juwono, 1996).

Perasaan tidak enak badan


Lesu
Nyeri kepala
Pusing
Diare
Anoreksia
Batuk
Nyeri otot (Mansjoer, Arif 1999).

DEMAM
Demam berlangsung 3 minggu
Minggu I
: Demam remiten, biasanya menurun pada pagi hari
dan meningkat pada sore dan malam hari
Minggu II
: Demam terus
Minggu III : Demam mulai turun secara berangsur - angsur
GANGGUAN PADA SALURAN PENCERNAAN
Lidah kotor yaitu ditutupi selaput kecoklatan kotor, ujung dan
tepi kemerahan,
Hati dan limpa membesar yang nyeri pada perabaan
Diare

GANGGUAN KESADARAN
Kesadaran = somnolen
Gejala lain ROSEOLA (bintik-bintik kemerahan karena emboli
hasil dalam kapiler kulit) (Rahmad Juwono, 1996).

Penularan salmonella thypi dapat


ditularkan melalui berbagai cara, yang
dikenal dengan 5 F yaitu:
Food (makanan)
Fingers (jari tangan/kuku)
Fomitus (muntah)
Fly (lalat)
Feses

Uji Widal
Uji widal adalah suatu reaksi aglutinasi antara antigen dan
antibodi (aglutinin). Aglutinin yang spesifik terhadap
salmonella thypi terdapat dalam serum klien dengan typhoid

juga terdapat pada orang yang pernah divaksinasikan. Antigen


yang digunakan pada uji widal adalah suspensi salmonella yang
sudah dimatikan dan diolah di laboratorium. Tujuan dari uji
widal ini adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam
serum klien yang disangka menderita typhoid.

SGOT dan SGPT pada demam typhoid


seringkali meningkat tetapi dapat
kembali normal setelah sembuhnya
typhoid.

Perawatan
Pasien diistirahatkan 7 hari sampai demam turun atau 14 hari untuk
mencegah komplikasi perdarahan usus.
Mobilisasi bertahap bila tidak ada panas, sesuai dengan pulihnya
tranfusi bila ada komplikasi perdarahan.
Diet
Diet yang sesuai, cukup kalori dan tinggi protein.
Pada penderita yang akut dapat diberi bubur saring.
Setelah bebas demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim.
Dilanjutkan dengan nasi biasa setelah penderita bebas dari demam
selama 7 hari

Pengobatan
Klorampenikol
Tiampenikol
Kotrimoxazol
Amoxilin dan ampicillin

Trimakasih