Anda di halaman 1dari 30

Upaya Pengelolaan Anak Secara

Komprehensif
----dr. Fitri Hartanto, SpA--- Upaya preventif dan promotif
agar anak tidak sakit / tidak cacat

Upaya kuratif dan rehabilitatif


agar anak sembuh dan tidak cacat atau
kembali pada lingkungan semula

Upaya preventif : 3 tingkat upaya pencegahan


1. Pencegahan primer
tingkat pencegahan awal menghindari atau mengatasi
faktor-faktor risiko ( imunisasi thd penyakit menular )
2. Pencegahan skunder
deteksi dini penyakit saat penyakit tersebut belum
menampilkan gejala-gejala yang khas
3. Pencegahan tertier
melakukan tindakan klinis yang bertujuan mencegah
kerusakan lebih lanjut atau mengurangi komplikasi setelah
penyakit tersebut diketahui

Upaya promotif
Upaya penyuluhan yang bertujuan untuk merubah
kebiasaan yang kurang baik dalam masyarakat agar

berperilaku sehat dan ikut berperan serta aktif dalam


bidang kesehatan

Upaya kuratif

Upaya untuk mendiagnosis seawal mungkin dan mengobati


secepatnya secara tepat dan rasional.

mencakup sistem pelayanan kesehatan sistem rujukan

Upaya Pelayanan Kesehatan


A. Upaya pelayanan kesehatan primer ( 8 unsur pokok
bidang kesehatan : penyuluhan kesehatan, gizi, sanitasi
dan air bersih, KIA dan KB, imunisasi dasar,
pencegahan & pengelolaan penyakit endemik,
pengobatan, tersedianya obat ) Puskesmas
B. Upaya pelayanan skunder
upaya pelayanan kesehatan di RS tingkat Kabupaten
C. Upaya pelayanan tertier tingkat propinsi
(spesialistik)

Upaya rehabilitatif
Upaya untuk menolong / membantu anak dengan
ketidakmampuannya dengan berbagai usaha

anak sedapat mungkin kembali pada lingkungannya baik


lingkungan sosial maupun keluarga, dan dapat berdikari dalam
merawat dirinya, berpendidikan serta nantinya dapat mencari

nafkah

Skrining Perkembangan
Untuk menetapkan adanya penyimpangan tumbuh
kembang pada anak instrumen bervariasi
Beberapa alasan :

Tidak adanya Standard/baku


Umumnya sudah terlambat / sudah ada gejala
dirujuk RS.

DIFINISI
Skrining:
suatu pengujian & pengukuran yang dilakukan
bilamana prevalensi penyakit atau kelainan tinggi
Bukan untuk menegakkan diagnosis

SYARAT

Validitas (mengukur secara benar)


Reliabilitas (benar jika diulang)
Sensitivitas (menemukan kelainan yang ada)
Spesifisitas (menyingkirkan kelainan yang tidak ada)
Sesuai umur, mudah, murah, aman, sederhana

Tujuan
Upaya dini untuk mencari suatu penyimpangan

Mencegah dampak negatif dari penyimpangan tsb.


Tumbuh Kembang Optimal.

12-16% gangguan keterlambatan bicara & bahasa, RM,


gangguan belajar, gangguan emosi/perilaku 20-30%
terdeteksi saat masuk sekolah intervensi
Intervensi
kualitas SDM , biaya
+
lulus SMA, memiliki pekerjaan, hidup mandiri, kehamilan remaja (-), kenakalan
anak-anak (-) , korban kejahatan (-)

Ada 3 jenis deteksi dini tumbuh kembang


di tingkat puskesmas dan jaringannya
Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan
yaitu untuk mengetahui/menemukan arah garis
pertumbuhan yang tidak naik, status gizi kurang/buruk
dan mikro/makrosefali.
Deteksi dini penyimpangan perkembangan
yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan anak
(keterlambatan),gangguan daya lihat, gangguan daya
dengar.
Deteksi dini penyimpangan perilaku
yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental
emosional, autisme dan gangguan pemusatan perhatian
dan hiperaktif.

Deteksi Dini Penyimpangan PERTUMBUHAN :

Berat badannya (BB) terhadap umur


Ukur tinggi badan (TB) terhadap umur
Lingkar kepalanya (LK) terhadap umur
Lihat arah garis pertumbuhan
Tentukan status gizi

Deteksi Dini Penyimpangan PERKEMBANGAN


Tanyakan perkembangan anak dengan KPSP (Kuesioner
Pra Skrining Perkembangan)
Tanyakan daya pendengarannya dengan TDD (Tes Daya
Dengar), penglihatannya dengan TDL (Tes Daya Lihat),
Tanyakan masalah perilaku dgn kuesioner MME, autis
dengan CHAT, gangguan pemusatan perhatian dgn kuesioner
Conners

Stimulasi yang memadai artinya


merangsang otak balita sehingga
perkembangan kemampuan gerak, bicara

dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian


balita berlangsung secara optimal sesuai
dengan umur anak dan potensinya.

Intervensi dini
melakukan tindakan koreksi dengan
memanfaatkan plastisitas otak anak untuk
memperbaiki penyimpangan tumbuh kembang
agar kembali normal atau

tidak terlalu berat

penyimpangan

Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)

9-10 pertanyaan singkat pada orang-tua / pengasuh,


tentang kemampuan yang telah dicapai oleh anak
mulai umur 3 bulan, minimal tiap 3 bulan sampai umur 2 tahun, minimal
tiap 6 bulan sampai umur 6 tahun
untuk mengetahui perkembangan anak sesuai umurnya atau terlambat

Alat :
1. Kuesioner (daftar pertanyaan) sesuai umur anak
2. Kertas, pensil,
3. bola karet atau plastik seukuran bola tenis,
4. kerincingan,
5. kubus berukuran sisi 2,5 cm sebanyak 6 buah,
6. benda-benda kecil seperti kismis/potongan biskuit kecil berukuran 0,5-1 cm

Kuesioner Pra Skrining Perkembangan ( KPSP )

Sapa orang tua/ pengasuh dan anak dengan ramah


Jelaskan tujuan dilakukan tes .
Buat komunikasi yang baik dengan anak.
Hitung umur anak dengan cara tanggal pemeriksaan dikurangi tanggal lahir.
Baca tiap pertanyaan dengan teliti dan benar sesuai umur anak
Jawablah setiap pertanyaan dengan memilih jawaban sesuai keadaan sebenarnya
Pilihlah salah satu dari 2 kemungkinan
Ya : Anak dapat melakukannya dulu & sekarang
Tidak: Anak tidak dapat melakukannya dulu & sekarang atau anda tidak yakin
bahwa anak dapat melakukan
Setelah semua pertanyaan telah dijawab hitung jumlah jawaban Ya
Jumlah jawaban Ya = 9 atau 10 normal (Sesuai = S)
Jumlah jawaban Ya <9 teliti kembali:
Cara menghitung usia anak ?
Cara memilih pertanyaan KPSP (sesuai usia anak?)
Jumlah jawaban Ya = 7 atau 8 Meragukan (M) jadwal pemeriksaan ulang 2 minggu
kemudian, jika jawaban Ya tetap 7 atau 8 dirujuk (Penyimpangan = P)
Jumlah jawaban Ya 6 Penyimpangan (P) perlu pemeriksaan lebih lanjut/dirujuk
Tulis hasilnya di Kartu Data Tumbuh Kembang Anak

3. Tes Daya Lihat (TDL)


Mulai umur 3 tahun, ulang tiap 6 bulan
Dikerjakan oleh tenaga kesehatan atau guru
Alat dan Sarana :
1.
2.
3.
4.

Ruangan
Dua buah kursi
Poster huruf E dan penunjuk
Guntingan huruf E

TES DAYA DENGAR ANAK (TDD)


Alat
1. Daftar pertanyaan
2. Gambar binatang (ayam, anjing, kucing), manusia
3. Mainan (boneka, kubus, sendok, cangkir, bola)
Cara melakukan tes daya dengar :
1. Jelaskan kepada orang tua :
Bahwa tujuan tes ini untuk mengetahui secara dini apakah bayi/anaknya ada
gangguan pendengaran atau tidak.
Tidak usah ragu-ragu atau takut menjawab, karena tidak untuk menyalahkan orang
tua.
2. Tanyakan tanggal lahir, hitung umur anak.
3. Pilih daftar pertanyaan yang sesuai umur anak.
4. Tes daya dengar pada anak umur kurang dari 24 bulan :
Semua pertanyaan harus dijawab oleh orang tua/pengasuh.
Bacakan pertanyaan dengan lambat, jelas dan nyaring, satu persatu.
Tunggu jawaban dari orang tua/pengasuh
Jawaban Ya jika:
Menurut orang tua anak dapat melakukannya dalam satu bulan terakhir.
Jawaban Tidak jika :
Anak tidak dapat/tidak mau melakukan perintah orang tua/pengasuh.

Interpretasi :
Bila ada satu/lebih jawaban Tidak, kemungkinan anak mengalami
gangguan pendengaran.

Intervensi :
Tindak lanjuti sesuai dengan buku pedoman yang ada evaluasi 2 minggu
Rujuk ke RS bila tidak dapat ditanggulangi.

Daftar Pertanyaan Tes Daya Dengar Anak

Umur 6-9 bulan

1. Pada waktu bayi anda tidur kemudian anda berbicara atau membuat
kegaduhan, apakah bayi akan bergerak atau terbangun dari tidurnya ?

Ya

Tidak

2. Pada waktu bayi anda telentang dan anda duduk di dekat kepalanya pada
posisi yang terlihat bayi, kemudian anda menepuk tangan keras-keras. Apakah
bayi anda terkejut atau mengerdipkan matanya atau menegangkan tubuh
sambil mengangkat kaki tangannya ke atas?

Ya

Tidak

3. Apabila ada suara nyaring (misal suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke
lantai dan lain-lainnya) apakah bayi anda akan terkejut atau terlompat?

Ya

Tidak

4. Anda berada disisi yang tidak terlihat oleh bayi, sebutlah namanya atau
bunyikan sesuatu. Apakah bayi memalingkan kepala mencari sumber suara?

Ya

Tidak

KUESENER MASALAH MENTAL EMOSIONAL (KMEE)


No

Pertanyaan

Apakah anak anda seringkali terlihat marah tanpa sebab yang jelas?
(sering menangis, mudah tersinggung atau bereaksi berlebihan terhadap hal-hal yang sudah biasa
dihadapinya)

Apakah anak anda tampak menghindar dari teman-teman atau anggota keluarganya?
(merasa sendirian, menyendiri atau sedih sepanjang waktu, kehilangan minat terhadap pada yang
biasanya dinikmati)

Apakah anak anda terlihat berperilaku merusak dan menentang terhadap lingkungan sekitarnya?
(melanggar peraturan , mencuri, seringkali melakukan perbuatan yang berbahaya bagi dirinya, atau
Menyiksa Binatang atau anak lainnya) dan tampak tidak perduli dengan nasihat-nasihat yang sudah
diberikan kepadanya?

Apakah anak anda memperlihatkan adanya perasaan ketakutan atau kecemasan berlebihan yang
tidak dapat dijelaskan asalnya dan tidak sebanding dengan anak lain seusianya?

Apakah anak anda mengalami keterbatasan karena adanya konsentrasi yang buruk atau mudah
Beralih perhatiannya, sehingga terjadi penurunan aktivitas sehari-hari atau prestasi belajarnya?

Apakah anak anda menunjukkan perilaku kebingungan, kesulitan dalam berkomunikassi dan
membuat keputusan?

Apakah anak anda menunjukkan perubahan pola tidur?


(sulit tidur , terjaga sepanjang hari,terbangun diwaktu tidur malam karena mimpi buruk, mengigau)

Apakah anak anda mengalami perubahan pola makan?


(seperti kehilangan nafsu makan, makan berlebihan / tidak mau makan sama sekali)

Apakah anak anda seringkali mengeluh sakit kepala, sakit perut atau keluhan-keluhan fisik
lainnya?

10

Apakah anak anda seringkali mengeluh putus asa atau berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya?

11

Apakah anak anda menunjukkan adanya kemunduran perilaku atau kemampuan yang sudah
dimilikinya? (mengompol kembali, menghisap jempol, atau tidak mau berpisah dengan orang
tua/pengasuhnya)

12

Apakah anak anda melakukan perbuatan yang berulang-ulang tanpa alasan yang jelas?

Ya

Tidak

Kesan:
Interpretasi:
Bila orangtua memberikan satu/lebih jawaban `ya` anak kemungkinan mengalami masalah mental emosional.
Bila jawaban `ya` hanya 1 lakukan konseling pada orang tua kemudian dievaluasi 3 bulan lagi bila menemukan `ya` lebih dari 1
(satu) maka harus dirujuk.

CHEKLIST DETEKSI DINI AUTIS ANAK USIA 18-36 BLN/CHAT


Bagian A.
Alo-anamnesis

Apakah anak anda


1. Senang diayun-ayun atau diguncang-guncang naik turun (bounced) dilutut
2. Tertarik (memperhatikan) anak lain
3. Suka memanjat benda-benda, seperti memanjat tangga
4. Bisa bermain ciluk-ba, petak umpet
5. Pernah bermain seolah-olah membuat secangkir teh menggunakan mainan
berbentuk cangkir dan teko atau permainan lain
6. Pernah menunjuk atau meminta sesuatu dengan menunjukkan jari
7. Pernah menggunakan jari untuk menunjuk ke sesuatu agar anda melihat ke sana
8. Dapat bermain dengan mainan yang kecil (mobil mainan atau balok-balok)
9. Pernah memberikan suatu benda untuk menunjukkan sesuatu

Bagian B.
Pengamatan

1. Selama pemeriksaan apakah anak menatap ( kontak mata dengan) pemeriksa


2. Usahakan menarik perhatian anak, kemudian pemeriksa menunjuk sesuatu di ruanga
pemeriksaan sambil mengatakan : lihat, itu ada bola (atau mainan lain) perhatikan
mata anak, apakah anak melihat ke benda yang ditunjuk. Bukan melihat tangan
pemeriksa
3. Usahakan menarik perhatian anak, berikan mainan gelas/cangkir dan teko. Katakan
pada anak anda apakah kamu bisa membuatkan secangkir susu untuk mama
diharapkan anak seolaholah membuat minuman, mengaduk, menuangkan, meminum.
Atau anak mampu bermain seolah-olah menghidangkan makanan, minuman, bercocok
tanam, menyapu, mengepel dll
4. Tanyakan pada anak coba tunjukkan mana ` anu ` nama benda yang dikenal anak
dan ada disekitar kita. Apakah anak menunjukkan dengan jarinya? Atau sambil
menatap wajah anda ketika menunjuk ke suatu benda
5. Dapatkah anak anda menyusun kubus/balok menjadi menara

Interpretasi

Risiko tinggi menderita autism bila JAWABAN TIDAK UNTUK A5, A7, B2, B3, dan B4

Risiko kecil menderita autism bila JAWABAN TIDAK UNTUK A7 dan B4

Kemungkinan gangguan perkembangan lain, bila JAWABAN TIDAK > 3 (untuk A1-4,6,8,9, B1,B5)

Dalam batas normal, bila bukan kategori 3 diatas

Hasil pemeriksaan : .................................................................................................................

FORMULIR DETEKSI DINI GPPH


Kegiatan yang diamati

1. Tidak kenal lelah, atau aktivitas yang berlebihan


2. Mudah menjadi gembira, impulsive
3. Mengganggu anak-anak lain
4. Gagal menyelesaikan kegiatan yang telah dimulai, rentang perhatian pendek
5. Menggerak-gerakan anggota badan atau kepala secara terus

menerus

6. Kurang perhatian, mudah teralihkan


7. Permintaannya harus segera dipenuhi, mudah menjadi frustasi
8. Sering dan mudah menangis
9. Suasana hatinya mudah berubah dengan cepat dan drastis
10. Ledakkan kekesalan, tingkah laku eksplosif dan tak terduga
Jumlah
Nilai Total
Kesan :
Penilaian

Tidak pernah, nilai 0

Kadang-kadang, nilai 1

Sering, nilai 2

Selalu, nilai 3
Interpretasi :
Anak kemungkinan dengan GPPH bila jumlah nilai total > 13

FORM PENILAIAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK


Puskesmas : ...................................... Kec. ..................................

Kab/kota...............................

Prop......................................
Identitas Anak
Nama

Tgl. Lahir

: ...

Nama Ayah

No. CM

:............................................

nama ibu

:..............................
Alamat lengkap
Tanggal
Periksa

Usia
(bln)

BB/TB
(status gizi)
kesan

tindakan

:............................................
Lingkar Kepala
kesan

tindakan

Arah Garis
Pertumbuhan
kesan

tindakan

KPSP
kesan

TDL
3 thn
tindakan

kesan

tindakan

TDD
kesan

KMME
3-6 thn
tindakan

kesan

tindakan

CHAT
18 bln -3 thn
kesan

tindakan

GPPH
> 3 thn
kesan

tindakan

Status gizi : gizi baik, gizi kurang, gizi buruk, gizi lebih Lingkar Kepala : normal, mikrosefal, makrosefal Arah Garis Pertumbuhan : N2, N1, T1, T2, T3 KPSP (kuesener prasekrining
perkembangan) : sesuai, meragukan, penyimpangan TDL (tes daya lihat) : normal , curiga ada gangguan TDD (tes daya dengar) : normal, curiga ada gangguan KMME (kuesener
masalah mental emosional): normal, curiga ada gangguan CHAT (checklist for autism in toddlers) : risiko tinggi, risiko rendah, gangguan lain, normal GPPH (gangguan pemusatan
perhatian dan hiperaktifitas): kemungkinan, bukan