Anda di halaman 1dari 2

ari Abu Hurairah, ia telah berkata: Rasulullah SAW memegang tanganku kemudian berkata: "Allah

yang Maha Perkasa lagi Maha Tinggi telah menciptakan tanah (bumi) pada hari Sabtu, menciptakan
padanya gunung-gunung hari Ahad, menciptakan pohon pada hari Senin, menciptakan hal-hal yang
tidak disenangi pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, dan menyebarkan binatang
padanya hari Kamis, dan menciptakan Adam alaihissalam setelah Ashar pada hari Jum'at pada
akhir penciptaan pada akhir waktu dari waktu-waktu Jum'at antara Ashar hingga malam."
(sumber)
....harap diketahui bahwa panjangnya hari antara manusia dan Allah berbeda. hal ini dibuktikan oleh
:
Allah berfirman: Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya
mengetahui.
QS. Al-Mu'minuun (23) : 114
Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia)
melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.
QS. An-Nazi'at (79) : 46

Sangatlah jelas bahwa untuk membuat manusia menjadi berlainan warna kulitnya,
ternyata Allah dengan mudahnya memerintahkan Bintang mataahari untuk mengeluarkan sinar
Ultravioletnya dengan intensitas yang berbeda-beda pada setiap daerah, sesuai dengan posisi
bujur dan lintangnya.
Selanjutnya marilah kita telaah firman Allah Swt:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan
berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. (Q.S Ar-Rum :22).
Bila kita hanya membacabegitu saja ayat diatas, mungkin kitatidak dapat memahami apa
yang trsirat didalam maknanya.
Akan tetapi, begitu kita mengetahui penelitian yang telah dilakukan oleh Prof. Neil
Camplansky terhadap evolusi warna kulit sseorang, maka kita segaera mengetahui makna yang
lebih dalam tersirat tentang penjelan ayat tersebut di atas bahwa bahasa dan warna kulit manusia
penghuni planet bumi yang berlainan tersebut, ternyata memang terjadi akibat pengaruh migrasi
manusia dari satu daerah ke daerah yang lainnya yang berbeda secara geografisnya sehigga
menyebabkan juga bahasa manusia berkembang dari bahasa asalnya.
Sedangkan warna kuli berbeda dengan warna kulit asalnya karena pengaruh intensitas
inar ultraviolet yang berbeda-beda di setiap daerah sesuai dengan posisi lintang dan bujurnya
secara geografisnya.
Berdasarkan penelitian R. Biasutti 1940, sebelim migrasi global besar-besaran selama
500 tahun terakhir, manusia yang berkulit gelap kebanyakan terkonsentrasi di bumi belahan
selatan dekat dengan katulistiwa (ekuator) dan manusia yang berkulit cerah dapat ditemukan
semakin meningkat warna cerah kulitnya bila semakin jauh dari khatulistiwa.

Kenyataannya bahwa manusia dengan pigmen kulit gelap hidup dalam daerah 20 selatan
dari khatulistiwa, dan kebanyakan manusia dengan pigment kulit cerah hidup dalam bumi
belahan utara 20 utara dari khatulistiwa. Data tersebut sangat berhubungan dengan intensitas
radiasi ultraviolet matahari di daerah tersebut.
sebab Allah pun tidak melarang Azazil melakukan penyesatan itu!. sungguh Allah Maha Benar dan Maha
Mengetahui.