Anda di halaman 1dari 41

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Undang undang kesehatan no.23 tahun 1992 dan Garis - Garis Besar
Haluan Negara (GBHN) tahun 1998, mengamanatkan bahwa pelayanan kesehatan
yang bermutu dan merata harus makin ditingkatkan. Upaya memperluas
jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat telah diwujudkan dengan
dibangunnya pusat kesehatan masyarakat atau Puskesmas yang tersebar di seluruh
pelosok tanah air.
Puskesmas adalah unit pelayanan kesehatan mandiri yang terdepan dari
dinas kesehatan kabupaten dan kota yang menyelenggarakan upaya kesehatan
yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata dan diterima serta terjangkau oleh
masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan IPTEK tepat guna dengan
biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan dana masyarakat melalui jaminan
pemeliharaan kesehatan masyarakat (JPKM).
Puskesmas

memiliki

beberapa

fungsi

yaitu

sebagai

penggerak

pembangunan berwawasan kesehatan, sebagai pusat pemberdayaan masyarakat


dan keluarga dan sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama. Upaya
pelayanan yang diselenggarakan dilakukan secara holistik, komprehensif dan
berkesinambungan berupa pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Berdasarkan Visi Pembangunan Kesehatan Nasional yang ditetapkan
dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 574/Menkes/SK/IV/2000, yaitu
Indonesia Sehat 2010, maka diharapkan bahwa tahun 2010 bangsa Indonesia

hidup dalam lingkungan yang sehat, berperilaku hidup bersih dan sehat serta
mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata di
semua lapisan masyarakat, sehingga dapat mencapai derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya atau optimal.
Untuk mewujudkan Visi Indonesia sehat 2010 ada 3 misi yang
diselenggarakan
berwawasan

oleh

kesehatan,

puskesmas,

yaitu

memberdayakan

menggerakkan

masyarakat

dan

pembangunan
keluarga

dan

memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu.


Dalam pencapaian visi dan misi puskesmas, maka digunakan beberapa
strategi seperti mengembangkan kemitraan dan pendekatan kewilayahan yang
mantap di tingkat kecamatan, agar pembangunan berwawasan kesehatan selalu
dikedepankan pada pembangunan disemua bidang, mengembangkan kemandirian
dalam menjalankan dan melaksanakan pembangunan kesehatan dengan upaya
upaya

yang

harus

dapat

dipertanggungjawabkan

dan

meningkatkan

profesionalisme petugas untuk mewujudkan pelayanan yang efektif, efisien dan


berkualitas.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
Menyiapkan dokter yang mampu menjalankan pelayanan kesehatan secara
holistik bagi masyarakat dengan menggunakan fasilitas dan sumberdaya yang
tersedia dan mengikutsertakan peran aktif masyarakat setempat.

1.2.2 Tujuan khusus


1.

Mampu memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh yang meliputi


upaya pelayanan kesehatan dasar yaitu berupa promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif.

2.

Mampu menyusun rencana program kesehatan yang disesuaikan terhadap


kondisi geografi dan sosio budaya masyarakat setempat.

3.

Melatih diri dalam manajemen puskesmas.

4.

Memahami medan kerja di suatu wilayah tertentu dan mampu menghayati


kehidupan mayarakat.

5.

Mampu meningkatkan peran serta masyarakat dalam menggunakan


sumberdaya dan menanamkan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat
agar tercapai peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

6.

Mampu bekerjasama dengan tim maupun lintas sektoral dalam memecahkan


masalah kesehatan.

1.3

Manfaat

1.3.1 Bagi dokter muda


Memperluas wawasan Dokter Muda mengenai manajemen Puskesmas dan
mampu

menjalankan

pelayanan

kesehatan

untuk

masyarakat

dengan

menggunakan sumberdaya yang tersedia dan mengikutsertakan peran serta


masyarakat setempat.

1.3.2 Bagi puskesmas ploso


1.

Terbantu dalam pengadaan sumber daya manusia untuk pelayanan di


Puskesmas Ploso.

2.

Terbantu dalam pengadaan data penelitian komunitas di sekitar wilayah


kerja Puskesmas Ploso.

BAB II
WILAYAH KERJA PUSKESMAS PLOSO

2.1

Data Umum

2.1.1 Geografi
a.

Data Wilayah
Puskesmas Ploso terletak di jalan Darmo Sugondo nomor 83, tepatnya di

desa Rejoagung, Ploso yang berjarak 2 km dari ibukota kecamatan Ploso dan
12 km dari ibukota kabupaten Jombang. Puskesmas Ploso merupakan salah satu
puskesmas perawatan dan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Essensial Dasar)
yang ada di wilayah kabupaten Jombang.
Tabel 2.1. Data Wilayah Kerja Puskesmas Ploso Tahun 2010
No
1
2
3
4
5

Data
Luas Wilayah
Jumlah RT
Jumlah RW
Jumlah Dusun
Jumlah Desa

Jumlah
26
263
86
53
13

Luas wilayah kerja puskesmas Ploso adalah 26 km, dengan 263 RT, 86 RW,
serta 53 dusun dan membawahi 13 desa. Tata guna lahan sebagian besar wilayah
kerja puskesmas Ploso adalah areal persawahan dan termasuk kategori daerah
dataran rendah.
b.

Batas wilayah
-

Utara : Kecamatan Kabuh

Timur : Kecamatan Kudu

Selatan

: Kecamatan Tembelang / Megaluh

Barat : Kecamatan Plandaan

2.1.2 Demografi
Terdapat 13 desa di wilayah kecamatan Ploso, yaitu desa Dadi Tunggal, Jati
Banjar, Kedung Dowo, Ploso, Jati Gedong, Pandan Blole, Pager Tanjung, Kebon
Agung, Gedong Ombo, Rejo Agung, Losari, Bawangan dan Tanggung Kramat.
Jumlah penduduk tahun 2010 sebanyak 44.046 jiwa.
Tabel 2.2 Jumlah Penduduk Kecamatan Ploso Tahun 2010
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Desa

Jumlah Penduduk

Tanggung Kramat
Rejoagung
Losari
Ploso
Jati Gedong
Dadi Tunggal
Gedong Ombo
Jati Banjar
Pager Tanjung
Pandan Blole
Kedung Dowo
Bawangan
Kebon Agung
Jumlah

2.169
5.688
5.771
3.743
3.793
1.946
2.419
2.563
2.524
1.597
2.506
2.310
1.763
38.792

Tabel 2.3 Data Penduduk Menurut Kelompok Umur Tahun 2010


No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Umur (tahun)
Jumlah
09
6.052
10 19
6.049
20 29
5.713
30 39
5.646
40 49
6.306
50 59
4.394
60 69
2.368
>70
2.264
Jumlah
38.792
(Sumber: Data Proyeksi Penduduk Kecamatan Ploso Tahun 2010)

2.1.3 Sosial-Ekonomi
Sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah petani. Adapun
selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.4 berikut ini.
Tabel 2.4 Data Penduduk Menurut Mata Pencaharian Tahun 2010
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mata pencaharian
Jumlah
Petani
13.967
Wiraswasta
5.917
Pegawai Swasta
4.564
Pegawai Negeri
698
TNI & POLRI
242
Pensiunan PNS & TNI
620
Jumlah
26.008
(Sumber: Data Demografi Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, 2010)
2.1.4 Hasil Utama Daerah
Hasil utama daerah Ploso adalah :
-

Padi dari sektor pertanian


Tebu dari sektor perkebunan
Ukir-ukiran dari sektor industri
Sektor perdagangan

2.1.5 Sosial Budaya


Perilaku, adat dan kebiasaan penduduk Ploso masih kental dengan tradisi
yang ada.
2.1.6 Agama dan Sarana Ibadah
Agama yang dipeluk oleh penduduk di wilayah kerja Puskesmas Ploso
Kecamatan Ploso , Kabupaten Jombang sebagian besar adalah agama Islam.

Tabel 2.5 Data Penduduk Menurut Agama

No
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Agama
Jumlah
Islam
38.454
Kristen Protestan
167
Kristen Katholik
165
Hindu
0
Budha
6
Kepercayaan
0
Jumlah
38.792
(Sumber: Data Demografi Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, 2010)
2.1.7 Pendidikan
Sarana pendidikan yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Ploso
Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang adalah seperti yang terlihat pada tabel
2.6.
Tabel 2.6 Jumlah penduduk di Kecamatan Ploso menurut Pendidikan
Tingkat Pendidikan
Jumlah
TK
1.278
SD / sederajat
6.003
SLTP / sederajat
3.245
SLTA / sederajat
3.972
Perguruan Tinggi
1.345
(Sumber: Data Demografi Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, 2010)

2.2

Data Khusus

2.2.1 Data sarana kesehatan dan penunjang


a. Sarana Kesehatan
Sampai Desember 2010, sarana kesehatan yang ada di wilayah
Puskesmas Ploso adalah sebagai berikut:

Tabel 2.7 Data Sarana Kesehatan di Puskesmas Ploso Tahun 2010


No
1
2
3
6
7
8
9
10
11

Uraian
Puskesmas Pembantu
Puskesmas Keliling
Kendaraan operasional (sepeda motor)
Pondok Bersalin Desa (Polindes)
Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)
BP / RB Swasta
RS Swasta
Posyandu
Praktek dokter

Jumlah
3
0
3
6
1
1
0
58

a. Umum
5
b. Gigi
1
12 Bidan Praktek Swasta
17
(Sumber: Data Kependudukan Kecamatan Ploso, Pemerintah Kabupaten
Jombang, Desember 2010)
b. Sarana Penunjang Pelayanan
- Laboratorium Klinis
Sebagai salah satu Puskesmas Rujukan, maka Puskesmas Ploso memiliki
fasilitas laboratorium klinis yang melayani pemeriksaan darah, urine, feses,
BTA dan pemeriksaan kimia klinik.
- Penunjang
Pemeriksaan Penunjang di puskesmas meliputi pemeriksaan dengan USG,
ECG dan Rontgen. Adapun hasil kegiatan pelayanan pemeriksaan
penunjang di Puskesmas Ploso tahun 2010 adalah sebagai berikut:
Jumlah pemeriksaan USG : 993 pemeriksaan

Jumlah pemeriksaan ECG : 107 pemeriksaan


Jumlah pemeriksaan Rontgen : 878 pemeriksaan

2.2.2 Data ketenagaan


Tabel 2.8 Daftar ketenagaan berdasarkan jenis pekerjaan di Puskesmas Ploso,
kabupaten Jombang, tahun 2010
No
1

2
3
4
5
6
7
8
9

10

11
12
13
14
15

Ketenagaan

PNS

Medis
a. Dokter Umum
b.Dokter Gigi
c. Dokter Spesialis
Perawat
Perawat gigi
Bidan
Farmasi
a. Asisten Apoteker
b.Apoteker
Kesehatan Masyarakat
Sanitarian
Gizi
Teknisi Medis
a. Analis Kesehatan
b. Radiografer
c. Teknisi Elektromedis
d. Teknisi Gigi
Keterapian Fisik
a. Fisioterapi
b. Akupunturis
c. Terapi Okupasi
Sopir
Promkes
Pelaksana TU
Pesuruh
Petugas unit dapur
JUMLAH

10

Tahun 2010
Non
Jumlah
PNS

4
1
0
12
1
13

2
0
0
21
0
6

6
1
0
33
1
19

2
0
2
1
1

3
1
0
0
1

5
1
2
1
2

1
1
0
0

1
0
0
0

2
1
0
0

0
0
0
1
1
5
1
0
47

0
0
0
1
0
4
1
4
45

0
0
0
2
1
9
2
4
92

2.2.3 Struktur organisasi


Struktur organisasi puskesmas rawat jalan/inap

KEPALA
PUSKESMAS

KTU

Perencanaan
& Penilaian

Jaringan
pelayanan

Polindes

Keuangan

UKP

UKM

Pustu

Upaya
kesehatan
wajib

Rawat
jalan
Rawat
inap

Upaya
kesehatan
pengembang
an

Pusling
Bidan
desa

Data &
Informasi

penunjang

Promkes

UKS

Kesehatan

PHN

nn

KIA/KB

UKGS

Gizi

UKJ

P2P

UKM
USILA

Bagan 2.1 Struktur organisasi puskesmas rawat jalan/inap

11

PONED

Umum &
Kepegawaian

BAB III
MANAJEMEN PELAYANAN MEDIS PUSKESMAS

3.1 Manajemen Program Puskesmas


Manajemen kesehatan merupakan salah satu subsistem di dalam Sistem
Kesehatan Nasional (SKN). Menurut SKN 2004, subsistem manajemen kesehatan
adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya administrasi kesehatan yang
ditopang oleh pengelolaan data dan informasi, pengembangan dan penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta pengaturan hukum kesehatan secara terpadu dan
saling mendukung, guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi
tingginya. Tujuan dari subsistem manajemen kesehatan adalah terselenggaranya
fungsi administrasi kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna didukung oleh
sistem informasi, IPTEK dan hukum kesehatan untuk menjamin terselenggaranya
pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan setinggi
tingginya.
Manajemen Puskesmas adalah suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara
sinergik antara komponen - komponen dalam sistem yankes puskesmas, sehingga
menghasilkan keluaran yang efektif dan efisien dengan menggunakan fungsifungsi atau instrumen manajemen. Manajemen program puskesmas terdiri dari:
a. Perencanaan (P1)
b. Penggerakan dan Pelaksanaan (P2)
c. Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian (P3)

12

3.1.1 Perencanaan (P1)


Perencanaan merupakan salah satu kegiatan dari manajemen Puskesmas
sebagai suatu organisasi kesehatan. Perencanaan meliputi kegiatan program dan
kegiatan rutin puskesmas yang berdasarkan visi dan misi puskesmas sebagai
sarana pelayanan kesehatan primer dimana visi dan misi digunakan sebagia acuan
dalam melakukan setiap kegiatan pokok puskesmas. Selain itu, kebijakan sistem
puskesmas perlu ditinjau setiap akan melakukan perencanaan program, kebijakan
tersebut meliputi kebijakan mandiri dari puskesmas serta adanya fungsi dan upaya
puskesmas yang berlandaskan pada UUD 1945 pasal 28, UU No.22 tahun 1999
dan UU No.25 tahun 1999, PP No.25 tahun 2000 serta PP No.48 tahun 2000
dimana tujuan dari kebijakan tersebut adalah untuk mewujudkan puskesmas yang
kuat dari segi kemitraan, unit kesehatan mandiri, akontabilitas dan teknologi tepat
guna.
Perencanaan dilakukan setiap tahun sekali setiap awal tahun, yang
didasarkan permasalahan yang ada dan sumber daya pendukung yang ada. Berupa
Rencana Usulan Kegiatan (RUK) tahun yang akan datang dan Rencana
Pelaksanaan Kegiatan (RPK) tahun berjalan selama tahun berjalan setelah dana
alokasi kegiatan Puskesmas turun dari Dinas Kabupaten atau Kota. Perencanaan
Puskesmas disusun oleh tim Puskesmas dengan memperhatikan masukan dari
lintas sektoral dan Badan Penyuluhan Puskesmas (BPP) atau badan sejenis
sebagai perwakilan masyarakat.
Perencanaan (P1) tidak lepas dari kegiatan penyusunan rencana yang berupa
Planning of Action (POA). Sistem POA mencakup:

13

Analisis situasi

Identifikasi masalah

Prioritas masalah

Identifikasi penyebab masalah (Fish Bone)

Menentukan penyebab masalah yang paling mungkin

Alternatif pemecahan masalah

Keputusan pemecahan masalah terpilih.

Rencana penerapan (Gant Chart)

Monitoring dan evaluasi

Kesimpulan

Penutup
POA di Puskesmas Ploso dibuat satu tahun sekali, yaitu pada awal tahun

oleh Kepala Puskesmas bersama staf. Setelah itu dilakukan penentuan target
bulanan yang selanjutnya dievaluasi.
3.1.2 Penggerakan dan pelaksanaan (P2)
Penggerakan pelaksanaan merupakan penjabaran terinci dari RPK untuk
mewujudkan visi Puskesmas, yang dilaksanakan melalui Lokakarya Mini
(LokMin); bulanan bersifat bulanan Puskesmas dan tiga bulanan bersifat lintas
sektoral.
Sebagai pedoman P2 maka dibuatlah lokakarya mini yang terdiri dari dua
macam yaitu:
1.

Interna

: Lokakarya dilakukan di lingkungan Puskesmas setiap

bulan.

14

2.

Eksterna : Lokakarya yang dilakukan di kecamatan setiap tiga bulan atau


sesuai keperluan dan melibatkan lintas sektor yang lain.

Lokakarya mini terdiri dari tiga komponen, yaitu:


1.

Penggalangan kerja sama dalam tim Puskesmas

2.

Penggalangan kerja sama lintas sektoral

3.

Rapat kerja bulanan Puskesmas

Tujuan dilakukan lokakarya mini antara lain:

Tujuan Umum:
Meningkatkan fungsi Puskesmas melalui peningkatan tenaga Puskesmas
untuk bekerja sama dalam tim dan membina lintas program dan lintas
sektoral.

Tujuan Khusus:
a. Menggalang kerja sama antar tim lintas program dalam rangka
pengembangan manajemen sederhana terutama dalam pembagian dan
pembuatan rencana harian.
b. Terlaksananya penggalangan kerja sama lintas sektoral dalam rangka
membina peran serta masyarakat.
c. Terlaksananya rapat kerja bulanan sebagai tindak lanjut penggalangan
kerja sama tim Puskesmas.
d. Terlaksananya rapat kerja triwulan lintas sektoral sebagai tindak lanjut
penggalangan lintas sektoral.

3.1.3 Pengawasan, pengendalian dan penilaian (P3)


Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian Puskesmas dilakukan untuk
menilai keseluruhan proses, adakah kesesuaian dengan yang telah direncanakan

15

ataukah tidak, untuk kepentingan perencanaan selanjutnya atau perbaikan perbaikan kebijakan lainnya yang menunjang keberhasilan program Puskesmas
secara optimal dalam mempertahankan derajat kesehatan masyarakat diwilayah
kerjanya.
Pengendalian dalam manajemen Puskesmas merupakan indikator
keberhasilan Puskesmas yang meliputi 2 faktor yaitu menjadi indikator
pencapaian sehat meliputi lingkungan, perilaku masyarakat, layanan kesehatan
dan status kesehatan meliputi KEP balita, insiden penyakit yang berbasis
lingkungan dan kesehatan ibu dan anak. Selain itu juga merupakan indikator
penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan
keluarga, pelayanan kesehatan tingkat I meliputi:
a. Evaluasi
Salah satu ukuran pengawasan yang digunakan oleh manajer guna
mencapai hasil organisasi adalah sistem penilaian kerja karyawan. Melalui
evaluasi regular dari setiap pelaksanaan kerja pegawai manajer dapat
mencapai beberapa tujuan. Prinsip prinsip evaluasi :
1.

Evaluasi

pekerja

sebaiknya

didasarkan

pada

standar

pelaksanaan kerja, orientasi tingkah laku untuk posisi yang ditempati.


2.

Sampel tingkah laku perawat yang cukup representative

3.

Perawat sebaiknya diberi salinan deskripsi kerja, standar


pelaksanaan kejadian bentuk evaluasi untuk peninjauan ulang.

4.

Terdapat strategi pelaksanaan kerja yang memuaskan dan


strategi perbaikan yang diperlukan.

5.

Manajer menjelaskan area mana yang dijadikan prioritas

16

6.

Pertemuan evaluasi antara perawat dan menajer sebaiknya


dilakukan dalam waktu yang tepat.

7.

Laporan evaluasi maupun pertemuan tersusun secara rapih


sehingga membantu dalam pelaksanaan kerja.

Alat evaluasi :
1.

Laporan tanggapan bebas

2.

Pengurutan yang sederhana

3.

Checklist pelaksanaan kerja

4.

Penilian grafik (Henderson, 1984)

b.

Kontrol kualitas
Merupakan suatu upaya organisasi dalam menyediakan pelayanan yang
memenuhi standar professional dan dapat diterima oleh klien.

Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan


yang dapat memuaskan setiap pemakaian jasa pelayanan kesehatan sesuai
dengan

tingkat

kepuasan

rata-rata

penduduk,

serta

yang

penyelenggaraannya sesuai dengan standar atau kode etik profesi yang


telah ditetapkan (Azwar, 1996)

Kriteria mutu pelayanan kesehatan


1.

Struktur

2.

Proses
Fungsi, proses interpersonal, metode pengorganisasian, perspektif
keperawatan proesional, praktek keperawatan professional.

3.

Tujuan

17

Tingkat kesehatan atau kesejahteraan, kemampuan fungsional,


kepuasan pasien, sumberpenggunaan/ pengeluaran efektif dan efisien,
kejadian dan proses yang tidak menyenangkan.
Syarat pelayanan berkualitas
a) Efficacy (kamanjuran)
b) Appropriatennes (kepantasan)
c) Accebility (mudah dicapai)
d) Accepbility (diterima)
e) Effectiveness (keberhasilan)
f) Efficiency (ketepatan)
g) Continuity (terus - menerus)
Pelaksanaan kegiatan pengendalian mutu
a.

Menetapkan
masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan

b.

Menetapkan
penyebab

masalah

mutu

pelayanan

kesehatan

yang

Menetapkan

cara

diselenggarakan
c.

penyelesaian masalah mutu pelayanan kesehatan yang


diselenggarakan
d.

Menetapkan
penyelesaian masalah mutu pelayanan kesehatanan.

18

cara

e.

Menyusun

sasaran

tudak lanjut untuk lebih memantapkan serta meningkatkan


mutu pelayanan.
3.2

Manajemen Ketenagaan
Mengingat keberhasilan suatu unit kerja sangat dipengaruhi sumber daya

manusianya, maka manajemen ketenagaan memegang peranan yang cukup


penting. Sistem pelaporan ketenagaan dilaporkan minimal setiap 3 bulan sekali
atau menyesuaikan permintaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten. Permasalahan
ketenagaan yang mungkin terjadi, diselesaikan bersama dahulu di tingkat
Puskesmas, lalu dikonsultasikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten jika masih belum
ditemukan penyelesaiannya. Mengenai jenis ketenagaan di Puskesmas Ploso ada 5
macam, yaitu:

Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Pegawai kontrak Pemkab Jombang

Tenaga Sukarelawan/kontrak yang sepenuhnya digaji melalui Dinkesda

Pegawai Tidak Tetap (PTT) Pusat dan Daerah

Tabel 3.1 Penempatan Tenaga Kesehatan di Puskesmas Ploso Selama Tahun 2010
No.
1

2
3
4
5

Ketenagaan
Medis
d.Dokter Umum
e. Dokter Gigi
f. Dokter Spesialis
Perawat
Perawat gigi
Bidan
Farmasi
c. Asisten Apoteker
d.Apoteker

Tahun 2010
Non
PNS
Jumlah
PNS

Prosentase
(%)

4
1
0
12
1
13

2
0
0
21
0
6

6
1
0
33
1
19

6,52
1,08
0
35,87
1,08
20,65

2
0

3
1

5
1

5,43
1,08

19

6
7
8
9

10

11
12
13
14
15

Kesehatan Masyarakat
Sanitarian
Gizi
Teknisi Medis
e. Analis Kesehatan
f. Radiografer
g. Teknisi Elektromedis
h. Teknisi Gigi
Keterapian Fisik
d. Fisioterapi
e. Akupunturis
f. Terapi Okupasi
Sopir
Promkes
Pelaksana TU
Pesuruh
Petugas unit dapur

2
1
1

0
0
1

2
1
2

2,17
1,08
2,17

1
1
0
0

1
0
0
0

2
1
0
0

2,17
1,08
0
0

0
0
0
1
1
5
1
0

0
0
0
1
0
4
1
4

0
0
0
2
1
9
2
4

JUMLAH

47

45

92

0
0
0
2,17
1,08
9,78
2,17
4,34
100

3.4 Manajemen Sarana Dan Prasarana


Untuk menunjang kegiatan Puskesmas dalam memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat tentunya diperlukan fasilitas-fasilitas, baik tenaga
medis dan paramedis, ketersediaan sarana fisik memegang peranan yang penting.
Tak dapat dibayangkan suatu Puskesmas yang merupakan ujung tombak
pelayanan kesehatan masyarakat tanpa adanya sarana fisik yang memadai.
3.4.1 Sarana fisik
a.

Puskesmas Pembantu (Pustu)


Adalah unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang
serta membantu pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Puskesmas
dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil.

b.

Puskesmas Keliling (Pusling)

20

Adalah unit pelayanan kesehatan yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor


roda empat atau perahu bermotor dengan peralatan kesehatan, peralatan
komunikasi serta sejumlah tenaga yang berasal dari Puskesmas.
c.

Pondok Bersalin Desa (Polindes)


Adalah unit pelayanan kesehatan yang terdapat di desa dengan pelaksana
seorang bidan. Tugas utama bidan tersebut adalah membina peran serta
masyarakat melalui pembinaan Posyandu dan pembinaan pimpinan kelompok
Dasa Wisma, disamping memberi pelayanan kesehatan langsung di Posyandu
dan pertolongan persalinan di rumah. Selain itu juga menerima rujukan
masalah kesehatan anggota Dasa Wisma untuk diberi pelayanan kesehatan
seperlunya atau dirujuk.

Tabel 3.3 Data Sarana Kesehatan di Puskesmas Ploso Tahun 2010


No. Uraian
Jumlah
Prosentase (%)
1
Puskesmas Pembantu
3
3,16
2
Puskesmas Keliling
0
0
3
Kendaraan operasional (sepeda
3
3,16
motor)
6
Pondok Bersalin Desa (Polindes)
6
6,31
7
Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)
1
1,05
8
BP / RB Swasta
1
1,05
9
RS Swasta
0
0
10 Posyandu
58
61,05
11 Praktek dokter
a.Umum
5
5,26
b.Gigi
1
1,05
12 Bidan Praktek Swasta
17
17,89
Jumlah
95
100%
3.4.2

Sarana medik
Sarana medik juga memegang peranan yang sangat penting pada

terjaminnya pelayanan kesehatan di Puskesmas di samping sarana fisik.


3.4.3 Laporan dan stok kecukupan

21

Laporan mengenai keadaan sarana fisik maupun sarana medik dilakukan


setiap semester. Terdapat 3 macam laporan, antara lain laporan pengadaan barang
(inventaris Puskesmas), laporan perbaikan / perawatan barang, dan laporan mutasi
barang. Laporan tersebut akan ditujukan ke sekretaris daerah bagian umum
dengan tembusan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Daerah Tingkat II. Laporan ini
memuat keadaan dari sarana fisik dan medik secara lengkap yang terdapat di
wilayah kerja Puskesmas yang diketahui oleh Kepala Puskesmas. Untuk sarana
yang habis pakai atau sarana yang sudah aus atau tidak mendapatkan sarana dan
prasarana yang baru, maka Puskesmas mengajukan permohonan ke Dinas
Kesehatan Kabupaten Daerah Tingkat II untuk mendapatkan penggantinya.
3.5

Manajemen Upaya Pelayanan Masyarakat


Salah satu fungsi Puskesmas dalam rangka meningkatkan kesehatan

masyarakat adalah menyediakan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan


terpadu. Fungsi tersebut dapat diwujudkan melalui 14 Upaya Pokok Kesehatan
(UPK), yang akan dibahas dalam bab berikutnya (Pelayanan Kesehatan
Puskesmas).
3.6

Pencatatan Dan Pelaporan

3.6.1 Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS)


SIMPUS adalah suatu tatanan manusia / peralatan yang menyediakan
informasi untuk membantu proses menuju Puskesmas mencapai sasaran kegiatan
3.6.2 Tujuan umum
Meningkatkan kualitas manajemen Puskesmas secara lebih berhasil guna
dan berdaya guna melalui pemanfaatan secara optimal data SP2TP dan informasi
lain yang menunjang melalui teknologi informasi.

22

3.6.3 Tujuan khusus


Sebagai dasar tersedianya informasi yang akurat dalam penyusunan
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) yang memuat unsur penyusunan rencana
pelaksanaan kegiatan pokok Puskesmas pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan
kegiatan pokok Puskesmas (PWS dan Stratifikasi Puskesmas).
Tersedianya informasi secara cepat dalam rangka menyelesaikan masalah yang
terjadi termasuk adanya keluhan dari pelanggan. Meningkatkan kepuasan
terhadap pelanggan dengan cara mempercepat dan mempermudah proses
pelayanan.
3.6.4 Pelaporan
Laporan yang terdapat dalam SIMPUS :

LB I

: Isi laporan bulanan data kesakitan

LB 2

: Isi laporan pemakaian dan lembar permintaan obat

LB 3

: Isi laporan bulanan gizi, KIA, imunisasi, dan P2M

LB 4

: Isi laporan bulanan kegiatan Puskesmas

Pelaksanaan SP2TP terdiri dari 3 kategori :


a.

Pencatatan (dengan menggunakan format)

b.

Pengiriman laporan (menggunakan format secara periodik)

c.

Pengolahan, analisis dan pemanfaatan data atau informasi.

Laporan Tahunan dilaporkan tiap akhir tahun yang mencakup :


a)

Data dasar puskesmas (LT-1)

b)

Data Kepegawaian (LT-2)

c)

Data Peralatan (LT-3)

23

3.7

Sistem Rujukan Puskesmas


Sistem rujukan merupakan sistem penyelenggaraan kesehatan dengan

pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap suatu kasus penyakit secara
vertikal dan horisontal. Vertikal dalam arti dirujuk ke unit kesehatan yang lebih
mampu, sedang secara horisontal dirujuk ke unit yang setingkat kemampuannya.

Dua sistem rujukan yang dianut, yaitu:


1. Rujukan Kesehatan
Rujukan kesehatan adalah rujukan yang menyangkut masalah kesehatan
masyarakat, bersifat preventif dan promotif yang meliputi:
-

Survei epidemiologi dan pemberantasan penyakit kejadian luar


biasa, atau terjangkitnya penyakit menular

Pemberian pangan untuk kelaparan di suatu daerah

Penyelidikan sebab keracunan, bantuan teknologi, bantuan


penanggulangan, dan bantuan obat-obatan

Sarana dan teknologi untuk penyediaan air bersih

Pemeriksaan spesimen air ke laboratorium kesehatan, dan


sebagainya.
Rujukan kesehatan melalui Dinas Kesehatan Dati II ke Dinas Kesehatan

Dati I, dan selanjutnya ke Departemen Kesehatan.


2.

Rujukan Medis
Rujukan medis meliputi:

24

Konsultasi

penderita

untuk

keperluan

diagnostik, pengobatan, tindakan operatif dan lain-lain


-

Pengiriman

spesimen

untuk pemeriksaan

laboratorium lengkap
-

Mendatangkan atau mengirimkan tenaga yang


kompeten untuk meningkatkan mutu pelayanan.

Rujukan medis dari Puskesmas ke RS (Rumah Sakit) tipe C, RS tipe B, dan


terakhir ke RS tipe A. Skema jalur rujukan yang diterapkan di Puskesmas Ploso
dapat dilihat pada gambar berikut.

PUSKESMAS

RS KLAS C

DINKES DATI II

RS KLAS B

DINKES DATI I

RS KLAS A

DEPKES

Bagan 3.1 Skema sistem rujukan Puskesmas

Pencatatan Pasien Rawat Jalan


Kekurangan:
1. PKM nya akan pindah di bawangan dan PKM Ploso yang sekarang akan
menjadi RS, jadi 3 bulan ini px berobat tidak memakai less, selain itu jika
memakai less maka untuk melayani 1 px akan memerlukan waktu lama

25

karena harus mencari less sedangkan tenaga dibagian loket hanya2 orang
2.

merangkap SP2TP (1 orang cuti hamil)


Identitas px tidak dimasukkan ke entry data computer karena

komputernya mati
3. Tidak dimasukkan ke buku per desa karena tidak ada tenaga
4. Ruangan yang terlalu kecil (3x2m) untuk menyimpan RM dan pencatatan
identitas pasien
5. Tempat penyimpanan RM kurang
6. Px Rawat Jalan di UGD tidak memakai RM

Saran :
1. Perlu ruangan untuk RM
2. Tenaga pencatatan dan RM ditambah
3. Sarana dan prasarana diperbaiki dan ditambah (computer mati, lemari
penyimpan RM ditambah dan diberi label sehingga memudahkan
pencarian RM)
4. Manajemen pencatatan perlu diperbaiki (Jika 1 px harus dicatat di 3 buku
maka akan lama)
5. Sebaiknya Px rawat jalan UGD memakai RM jadi jika nanti sewaktu2
rawat inap atau jaln sudah mempunya RM
Pencatatan Pasien Rawat Inap
Kekurangan:
1. Laporan pasien rawat inap masih manual tidak komputerisasi sehingga
jika ada px lama akan kesulitan mencari RM nya dan akan kesulitan
menganalisa
2. Laporan pasien pulang juga masih manual
3. RM pasien pulang hanya ditumpuk di ruang perawatan tanpa terorganisasi
dengan baik dan tanpa lemari (ditakutkan ada pencurian)
4. Tenaga administrasi merangkap RM rawat inap hanya 1 orang yang
dibantu oleh perawat lainnya (jika orang tersebut absen maka jika ada px
lama akan dibuatkan RM baru karena hanya 1 orang yang mengetahuinya
Saran:
1. Sarana dan Prasarana ditambah dan diperbaiki (computer, lemari
penyimpan RM disertai labelling dan , manajemen rawat inap diperbaiki)
2. Tenaga ditambah
26

3. Ruang penyimpanan RM tidak jadi satu dengan kantor perawatan


Rawat Jalan

Rawat Jalan

27

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1

Sistem Pencatatan dan Pelaporan Pelayanan Medis Puskesmas Ploso


Pencatatan pasien rawat jalan saat jam kerja di puskesmas Ploso

menggunakan sistem komputerisasi dengan format nomor register, identitas


(meliputi nama, umur, jenis kelamin, alamat), diagnosa dan terapi yang diberikan.
Sistem ini mempunyai keuntungan karena dapat mempermudah dan mempercepat
pelayanan terhadap masyarakat. Sistem ini bertujuan untuk menciptakan sistem
pencatatan dan pelaporan secara paperless yang online di seluruh bagian
pelayanan sehingga dapat berjalan tertib. Sedangkan pencatatan pasien rawat
inap atau pasien rawat jalan di luar jam kerja menggunakan sistem manual di
mana setiap pasien dicatat dalam buku register rawat jalan dan rawat inap.
Register rawat jalan UGD memiliki format tanggal, nama penderita, umur, nama
KK, alamat, diagnosa, pengobatan dan keterangan. Sedangkan format register
rawat jalan meliputi tanggal, jam datang, nomer urut, nomer register, nama
penderita, umur, jenis kelamin, alamat, anamnesa, asal penderita, diagnosa,

28

tindakan pertolongan, keterangan rawat tinggal/ rawat jalan/ dirujuk, yang


menolong dan keterangan.
Format pencatatan pasien di puskesmas Ploso belum baik jika dibandingkan
dengan rumah sakit karena terdapat identitas yang kurang lengkap, anamnesa
yang kurang lengkap, pemeriksaan fisik juga yang kurang lengkap serta untuk
semua sub bagian (kebidanan dan kandungan, anak, bedah, penyakit dalam dll)
masih menggunakan format yang sama. Akan tetapi jika di pakai untuk
puskesmas, dari segi praktis sudah cukup.
Adapun proses pencatatan pasien mulai dari loket sampai bagian
penyimpanan adalah:
1.

Alur Pelayanan Medik


2.

Pasien
3.

Loket 1

4.
5.
6.

1.

BP(umum, gigi, KIA/


PONED,
Kandungankhusus
jumat)

2.

Beli karcis (Nama, umur, alamat, pekerjaan) + Kertas resep+bayar


biaya administrasi
Biru: Askes, Hijau: Umum, Merah: Jamas/Jamda,Putih: Cuma2
Dicatat di entry data computer (nama, umur, sex, alamat,Nama
Kepala Keluarga, Ax, Asal px (datang sendiri, pkm, dokter, RS
lain), dx, tindakan pertolongan, Pembiayaan (umum, jamda, jamas,
PN, SPM)
Dicatat di buku register (Nama, umur, alamat,KK, Px baru/lama,
system pembayaran)
Dicatat dibuku per desa(no.RM, nama Kepala Keluarga)
Px mendapat kartu periksa(Nama, Umur, Pekerjaan, Alamat,
No.RM)
Px mendapat less untuk di bawa ke poli (umum, gigi, kandungan)

Px memberikan karcis+kertas resep+ less (Nama, alamat, sex,


umur,tgl, pemeriksaan, pengobatan ) pada pegawai poli (ditumpuk
dan dipanggil sesuai urutan)
Dokter periksa pxtulis di less(tgl, pemeriksaan, pengobatan),
less ditinggal di BP+buku registermemberi resep
Poli penunjang
(Radiologi)
Laboratorium

BP(umum, gigi,
kandungankhusus
jumat)

BP (umum,
gigi,
kandungan)

resep

1. Px memberikan karcis+kertas resep+ RM ??? pada pegawai


29
poli (ditumpuk dan dipanggil sesuai urutan)
1. Dokter periksa pxtulis di less(?????), less ditinggal di
BP+buku registermemberi resep

Loket 5 (Apotek)

Pengambilan obat

Bagan 4.1 Alur Pelayanan Medik


Pasien rawat jalan

Pasien

1.

2.

Loket 1
3.
4.
5.
6.

BP(umum, gigi, KIA/


PONED,
kandungankhusus
jumat)

2.

3.

Beli karcis (Nama, umur, alamat, pekerjaan) + Kertas


resep+bayar biaya administrasi
Biru: Askes, Hijau: Umum, Merah: Jamas/Jamda,Putih:
Cuma2
Dicatat di entry data computer (nama, umur, sex,
alamat,Nama Kepala Keluarga, Ax, Asal px (datang
sendiri, pkm, dokter, RS lain), dx, tindakan pertolongan,
Pembiayaan (umum, jamda, jamas, PN, SPM),
Dicatat di buku register (Nama, umur, alamat,KK, Px
baru/lama, system pembayaran)
Dicatat dibuku per desa(no.RM, nama Kepala Keluarga)
Px mendapat kartu periksa(Nama, Umur, Pekerjaan, Alamat,
No.RM)
Px mendapat less untuk di bawa ke poli (umum, gigi,
KIA, kandungan)

Px memberikan karcis+kertas resep+ less (Nama, alamat, sex,


umur,tgl, pemeriksaan, pengobatan ) pada pegawai poli
(ditumpuk dan dipanggil sesuai urutan)
Dokter periksa px tulis di less(tgl, pemeriksaan, pengobatan),
less ditinggal di BP+buku register (tgl, Nama,no urut, alamat,
umur, sex, dx, tx, jenis pembayaran)memberi resep

Data
Less dikembalikan ke loket 1 oleh
pegawai yang bertugas setelah selesai
balai pengobatan setelah 5 th less di
taruh kardus dilabelitaruh gudang
Data direkap oleh perawat yang bertugas di poli dan Setiap tanggal 26
dikumpulkan meliputi tgl, Nama, , alamat, umur, sex, dx, tx, jenis
pembayaran dan dilaporkan ke bagian SP2TP

30

Bagan 4.2 Alur Pencatatan Pasien Rawat Jalan

Yang berhuruf tebal tidak dilakukan


selama 3 bulan terakhir

Alur Pencatatan Pasien Rawat Inap / Jalan di UGD

1.

Pasien

UGD

Rawat Jalan
2.

Rawat inap

Follow up

KRS

Px datang dicatat di buku register UGD :


Jam datang, no urut (tanpa ada nomer
register), nama, umur, sex, alamat, Ax, Asal
px (datang sendiri, pkm, dokter, RS lain),
dx, tindakan pertolongan, Pembiayaan
(umum,
jamda, jamas, PN, SPM),
Beli karcis + pembayaran dilakukan
pemeriksaanresepapotek KRS

Memakai Register rawat inap dicatat identitas px di buku rawat inap


( Jam datang, no urut, no RM, nama, umur, sex, alamat, Ax, Asal px
(datang sendiri, pkm, dokter, RS lain), dx, tindakan pertolongan,
Pembiayaan (umum, jamda, jamas, PN, SPM) dan buku per desa ( no
RM, nama, alamat)
Px di follow up setiap hari (pagi dan sore) dan setiap
pemeriksaan ditulis di lembar status px

Perincian dan pembayaran dilakukan di loket 7 (kantor perawatan)


Untuk retur obat dilakukan di loket 5
Ditulis secara manual Laporan pulangtgl masuk, tanggal keluar,
nama, alamat, dx, jumlah hari perawatan (manual)

Data Px direkap oleh kepala ruang perawatan meliputi (tgl


masuk, tanggal keluar, nama, alamat, dx, jumlah hari
perawatan) secara manuallidi dan dikumpulkan tgl 26 setiap
bulannya ke bagian SP2TP

Less px yang telah KRS ditumpuk di kantor


31 (loket 7) jika sudah penuh di taruh
perawatan
kardus dan dilabelitaruh gudang

Bagan 4.3 Alur Pencatatan Pasien Rawat Inap

Cara pencatatan nomor register :

10 (kepala keluarga) 06721 (nomor urut)

20 (istri)

01 (anak pertama), 02 (anak kedua), dst

90 (keluarga : nenek, kakek, paman)

Untuk pencatatan dan pelaporan di puskesmas dibagi sebagai berikut :

Kegiatan PONED dilakukan oleh bidan.

KIA, pasien TB, dan kusta dilakukan oleh perawat yang ditunjuk.

Rawat jalan dilakukan oleh perawat yang ditunjuk.

Rawat inap dilakukan oleh perawat yang ditunjuk.

Farmasi dilakukan oleh petugas di gudang obat.

Kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, gizi, kesehatan keluarga dilakukan


oleh bidan puskesdes.

Pelaporan Pelayanan Medis


Data 1 bulan direkap secara manual (BP, gigi, KIA/ PONED, Kandungan, UGD, Rawat
inap) meliputi nama, umur, sex, alamat, Ax, Asal px (datang sendiri, pkm, dokter, RS
lain), dx, tindakan pertolongan, Pembiayaan (umum, jamda, jamas, PN, SPM),jumlah hari
perawatan.
Dikumpulkan di loket 1 (bagian SP2TP) yang mengumpulkan PJ (kepala ruangan,
petugas yang ditunjuk) setiap tanggal 26
Oleh loket 1 (bagian SP2TP)

Sebelum tanggal 5 diserahkan ke dinas


32
kesehatan tk II

Bagian SP2TP merekap dan menganalisa


1. Data Dasar Puskesmas
2. Pelayanan Kesehatan
3. Laporan Kesehatan Keluarga
4. Laporan tentang Gizi
5. Laporan KLB/Wabah (Bila ada)
6. Laporan P2
7. Laporan Kesehatan Lingkungan
8. Laporan Promosi Kesehatan
Setelah itu disetujui dan ditandatangani kepala puskesmas

Sebelum tanggal 5 diserahkan ke dinas kesehatan tk II

Bagan 4.4 Pelaporan pelayanan medis


Kemudian semua laporan tersebut diserahkan kepada petugas SP2TP tiap
tanggal 25 setiap bulannya. Dan petugas SP2TP nantinya akan menyerahkan
laporan tersebut kepada kepala puskesmas untuk di setujui.
Di puskesmas Ploso tidak ada petugas pengisian khusus, semua petugas
memiliki tugas ganda karena kurangnya SDM. Misalnya petugas SP2TP juga
merangkap sebagai karyawan di loket.
Dokumen rekam medis rawat jalan disimpan di loket 1 sedangkan rekam
medis rawat inap pasien yang baru KRS disimpan di UGD kemudian pada akhir
bulan akan dipindahkan dan disimpan di lemari rekam medis. Tempat
penyimpanan kurang baik. Karena lemari rekam medik terletak di luar ruangan (di
dekat ruang tunggu pasien rawat jalan) dan tidak dikunci. Ini memungkinkan
terjadinya pencurian rekam medis dan isi rekam medis tidak terjaga
kerahasiaannya.
Untuk

pelaporan,

data-data

tersebut

tidak

menggunakan

sistem

computerized. Jadi dalam bentuk kolom yang di bundle. Hal ini menyulitkan
untuk mengetahui perkembangan dari tahun ketahun juga mempersulit jika ada

33

karyawan baru untuk melihat kinerja karyawan lama. Adapun data yang
dilaporkan adalah :
a.

Laporan bulanan data morbiditas :

b.

Laporan bulanan farmasi

c.

Kesehatan lingkungan

d.

Kesehatan keluarga

e.

Seksi gizi

f.

Promosi kesehatan
Setelah semua data pelaporan terkumpul dan disetujui oleh kepala

puskesmas kemudian petugas SP2TP akan melaporkan data ke Dinas kesehatan


tiap tanggal 1. Dan umpan balik terjadi bila ada KLB atau wabah.
Di puskesmas Ploso tidak dilakukan analisa terhadap pencatatan riwayat
penyakit pasien. Hal ini kemungkinan karena terbatasnya SDM. Maka ada
baiknya bila suatu hari dapat dilakukan analisa terhadap pencatatan riwayat
penyakit pasien oleh petugas SP2TP yang khusus dengan minimal pendidikan
sarjana kesehatan masyarakat.

4.2

Analisa Data Pencatatan Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap


Puskesmas Ploso Sampai Dengan Bulan Desember 2010

4.2.1 Analisa dan pencatatan data pasien selama satu bulan di instansi rawat
jalan dan rawat inap
Tabel 4.1

Jumlah Kunjungan di Puskesmas Ploso sampai dengan desember


2010.

34

No.

Kegiatan

Jumlah Prosentase (%)

1.
2.

Jumlah Kunjungan Rawat Jalan


Jumlah Kunjungan Rawat Inap
Jumlah

46.564
5.268
51.832

89,84
10,16
100%

Dari tabel diatas didapatkan sebanyak 89,84 % dari jumlah seluruh pasien
yang melakukan kunjungan rawat jalan dan 10,16% kunjungan rawat inap ke
puskesmas, sampai bulan Desember 2010.
Hal

ini menggambarkan kepuasan pasien terhadap puskesmas ploso

termasuk baik. Diantaranya :

Faktor pelayanan :

Jenis pelayanan : penyediaan pelayanan berdasarkan kebutuhan.

Tempat pelayanan : jarak yang dekat dengan masyarakat.

Biaya pelayanan : terjangkau oleh masyarakat miskin

Mutu pelayanan : adanya kunjungan rumah (home visite)

o Sarana Prasarana :

Rawat inap sudah sesuai :

Jumlah tempat tidur yang banyak

Tempat yang luas

Ventilasi yang cukup memadai

Cleaning service 24 jam

UGD 24 jam

Lantai dari keramik

35


4.2.2

Tempat tidur sebagian besar permanen dari kayu


Analisa pencatatan data pasien selama satu bulan di instansi rawat
jalan dan rawat inap menurut penyakit terbanyak

Tabel 4.2 10 penyakit terbanyak di rawat jalan Tahun 2010 di Puskesmas Ploso
NO.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

ICD
J 06
A 09
I 10
K31
J44
T 14
M79
K06
A01
M 25

JUMLAH
4,271
2,574
2,566
2,317
1,682
1,314
1,314
1,241
1,002
858

%
22,32
13,44
13,41
12,11
8,78
6,87
6,87
6,48
5,24
4,48

Tabel 4.3 10 penyakit terbanyak di rawat inap Tahun 2010 di Puskesmas Ploso
NO.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

ICD
A 09
K31
A01
I 10
R 69
J44
J 18
K92
J 06
N39

JUMLAH
851
414
335
324
305
199
153
106
96
96

36

%
29,56
14,38
11,64
11,25
10,59
6,91
5,31
3,68
3.33
3,33

Diagram 1. Distribusi 10 penyakit terbanyak di rawat jalan tahun 2010 di


Puskesmas Ploso
Dari tabel diatas pada tahun 2010 pasien rawat jalan di Puskesmas Ploso
didapatkan sebanyak 22,32% pasien menderita infeksi saluran pernafasan atas
(ISPA). Hal ini menunjukkan penyakit infeksi saluran nafas atas masih merupakan
penyakit yang paling sering diderita masyarakat Ploso, sedangkan urutan
berikutnya adalah diare dan gastroenteritis lainnya yang diduga karena infeksi
sebesar 13,44%, kemudian 13,41% hipertensi, 12,11% penyakit oesophagus,
lambung, dan usus duabelas jari, 8,78% asma dan penyakit kronis pernafasan
bawah lainnya, 6,87% cedera dan gangguan jaringan ikat, otot, sinovium, tendon,
dan jaringan lunak lainnya, 6,48% gangguan gusi, periodontal,dan tulang
alveolaris, 5,24% demam tifoid dan paratifoid, 4,48% penyakit sendi

37

Diagram 2. Distribusi 10 penyakit terbanyak di rawat inap tahun 2010 di


Puskesmas Ploso
Dari tabel diatas pada tahun 2010 pasien rawat inap di Puskesmas Ploso
didapatkan sebanyak 29,56% pasien menderita diare dan gastroenteritis lainnya
yang diduga karena infeksi. Hal ini menunjukkan penyakit infeksi diare dan
gastroenteritis masih merupakan penyakit yang paling sering diderita masyarakat
Ploso, sedangkan urutan berikutnya penyakit oesophagus, lambung, dan usus
duabelas jari adalah sebesar 14,38%, kemudian 11,64% demam tifoid dan
paratifoid, 11,25% hipertensi, 10,59% kesakitan tidak dikenal dan tidak jelas,
6,91% asma dan penyakit kronis pernafasan bawah lainnya, 5,31% pneumonia, ,
3,68% intoleransi, gangguan usus, peritoneum, kandung empedu, pankreas dan
penyakit sistem pencernaan lainnya, 3,33% infeksi akut pernafasan atas (ISPA),
gangguan dan infeksi sistem kemih sebesar 3,33%.

38

4.2.3

Analisa pencatatan data pasien selama satu bulan di instansi rawat


jalan dan rawat inap menurut cara pembayaran
Tabel 4.4 Kunjungan pasien berdasarkan cara pembayaran
Kunjungan pasien
Umum
Askes
Gakin
Non gakin
TOTAL

Jumlah
1430
257
466
17
2170

Prosentase (%)
66
12
21
1
100

Diagram 2. Distribusi kunjungan pasien berdasarkan cara pembayaran di


Puskesmas Ploso periode Desember 2010
Dari data di atas menunjukkan bahwa kunjungan pasien terbanyak pada
bulan Desember adalah dengan cara pembayaran umum sebanyak 66%. Dan
sebanyak 21% membayar dengan memakai ASKESKIN.

39

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1.

Manajemen Puskesmas adalah suatu rangkaian kegiatan yang bekerja


secara sinergik antara komponen - komponen dalam sistem yankes
puskesmas, sehingga menghasilkan keluaran yang efektif dan efisien dengan
menggunakan fungsi - fungsi atau instrumen manajemen.

2.

Manajemen program puskesmas terdiri dari:


a. Perencanaan (P1)
b. Penggerakan dan Pelaksanaan (P2)
c. Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian (P3)

3.

Format pencatatan pasien di Puskesmas Ploso belum baik jika


dibandingkan dengan rumah sakit karena terdapat identitas yang kurang
lengkap, anamnesa yang kurang lengkap, pemeriksaan fisik juga yang kurang
lengkap serta untuk semua sub bagian (kebidanan dan kandungan, anak,
bedah, penyakit dalam, dll) masih menggunakan format yang sama. Akan
tetapi jika di pakai untuk puskesmas, dari segi praktis sudah cukup.

4.

Di Puskesmas Ploso, untuk pelaporan dilaksanakan oleh SP2TP tiap bulan


tanggal 26 kemudian diserahkan kepada kepala puskesmas untuk disetujui
setelah itu SP2TP akan melaporkan ke dinas kesehatan sebelum tanggal 5.

5.

Tempat penyimpanan rekam medik kurang baik. Karena lemari rekam


medik terletak di luar ruangan (di dekat ruang tunggu pasien rawat jalan) dan

40

tidak dikunci. Ini memungkinkan terjadinya pencurian rekam medis dan isi
rekam medis tidak terjaga kerahasiaannya.
5.2 Saran
1. Perlu disediakannya tempat penyimpanan rekam medis yang khusus, karena
lemari rekam medik masih terletak di luar ruangan (di dekat ruang tunggu
pasien rawat jalan) dan tidak dikunci. Ini memungkinkan terjadinya pencurian
rekam medis dan isi rekam medis tidak terjaga kerahasiaannya.
2. Untuk pelaporan, hendaknya data-data yang ada diolah menggunakan sistem
computerized. Hal ini akan memudahkan pencatatan dan pelaporan.
3. Tenaga yang bertugas di rekam medis ditambah

41

Anda mungkin juga menyukai