Anda di halaman 1dari 12

BAB 2

AL-QURAN SURAH AL-MUJADILAH, 58: 11 DAN SURAH ALJUMUAH, 62: 9-10

A. AL-QURAN SURAH AL-MUJADILAH, 58: 11, TENTANG KEUNGGULAN


ORANG YANG BERIMAN DAN BERILMU
1.

Terjemahan ayat
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: Berlapang-lapanglah dalam
majelis, maka lapangkanlah, niscahya Allah akan member kelapangan untukmu. Dan
apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscahya Allah akan meninggikan
orang-orang ynag beriman di antara kamu dan oarng-oarng yang diberi ilmu pengetahuan
beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S AlMujadilah, 58: 11)

2.

Kesimpulan
Suruhan untuk memberikan kelapangan kepada orang lain dalam mejelis ilmu, mmajelis
zikir, dan segala majelis yang sifatnya mentaati Allah SWT dan Rasul-Nya.
Bila disuruh mengerjakan pekerjaan baik dan diridai Allah, kerjakanlah suruhan itu dengan
segera dan cara yang sebaik-baiknya.
Penegasan Allah SWT bahwa orang yang beriman, beramal saleh dan berilmu penegtahuan
lebih tinggi derajatnya daripada orang yang beriman dan beramal saleh tetapi tidak berilmu
pengetahuan.

B. SURAH AL-JUMUAH, 62: 9-10, TENTANG DORONGAN AGAR RAJIN


BERIBADAH DAN GIAT BEKERJA
1.

Terjemahan ayat
Hai orang-orang yang beriman, apabila diseur untuk salat pada hari jumat, maka
bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu
lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (ayat 9)
Apabila telah ditunaikan salat, maka bersegeralah kamu di muka bumi dan carilah karunia
Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (ayat 10)
(Q.S Al-Jumuah, 62: 9-10)

2.

Kesimpulan

Seruan terhadap oarng-orang beriman untuk melaksanakan salat jumat. Agar seruan tersebut
dapat dilaksanakan, maka orang-orang beriman wajib meninggalkan segala kegiatan
kerjanya, selama melaksankan salat jumat itu.
Apabila salat jumat sudah selesai dikerjakan, maka umat islam hendaknya melakukan
kembali berbagai kegiata kerjanya yang baik diridai Allah. Selama itu umat islam hendaknya
senantiasa mengingat Allah (zikrullah)

BAB 3
IMAN KEPADA HARI AKHIR
A. HARI KIAMAT SEBAGAI HARI PEMBALASAN HAKIKI
1. Hari kiamat menurut Al-Quran
a. Kiamat sugra
Kiamat sugra berarti kiamat kecil. Misalnya kematian atau berbagai macam bencana alam,
seperti gempa bumi, gunung meletus, ataupun banjir, yang banyak menelan korban jiwa.
Mati ialah terpisahnya antara jasmani dan rohani. Jasmani kembali ke asalnya yaitu tanah,
sedangkan rohani terus hidup di alam Barzakh(alam kubur).
b. Kiamat kubra
Kiamat kubra (besar) adalah hancurnya alam semesta beserta isinya. Bumi,matahari, dan
bintang saling bertabrakan sehingga mengalami kehancuran total. Seluruh makhluk hidup
yang ada di muka bumi mati. Peristiwa ini terjadi setelah Malaikat Israfil meniup sangkakala
yang pertama. Tiupan yang kedua ialah membangkitkan kembali manusia yang pernah hidup
di alam dunia dari alam kuburnya.
2. Surga dan Neraka
Surga adalah tempat yang penuh kenikmatan, yang disediakan Allah bagi orang-orang yang
bertaqwa. Neraka adalah tempat yang penuh dengan berbagai siksaan, yang disediakan Allah
bagi orang-orang yang durhaka.
3. Kesimpulan

Hukum beriman kepada hati akhir adalah fardhuain. Apabial tidak beriman kepada adanya
hari akhir dianggap murtad
Ada kiamat sugra (kecil) dan kiamat kubra (besar). Setelah terjadi kiamat kubra, seluruh
umat manusia dibangkitkan dari alam kuburnya masing-masing (baas), kemudian
dikumpulakn di Padang Mahsyar untuk dihisab semua amal perbuatanya ketika di dunia.

BAB 4
PERILAKU TERPUJI

A. ADIL
Dalam kamus bahasa Indonesia, kata adil berasal dari bahasa Arab yang berarti tidak berat
sebelah, jujur, tidak berpihak, atau proporsional. Pengertian adil menurut istilah ilmu akhlak
dapat dikemukakan sebagai berikut :
Meletakkan sesuatu pada tempatnya.
Menerima hak tanpa lebih dan memberikan hak orang lain tanpa kurang.
Memberikan hak setiap yang berhak secara lengkap, tidak melebihi dan tidak mengurangi,
antara sesama yang berhak dalam keadaan yang sama, dan menghukum orang jahat atau
melanggar hukum sesuai dengan kesalahan dan pelanggarannya.
Menurut pengertian tersebut, jelaslah bahwa Adil termasuk akhlaqul karimah yang harus
dimiliki oleh setiap Muslim/Muslimah, seseorang hendaknya berlaku adil terhadap diri
sendiri, kedua orangtuanya, bangsa dan negaranya, bahkan terhadap khaliqnya, Allah SWT.
Orang yang memiliki sifat adil akan menyadari bahwa setiap orang harus
mempertanggungjawabkan semua perbuatannya, setiap orang tidak akan menanggung
perbuatan dosa orang lain, dan setiap orang akan memperoleh hak sesuai apa yang telah
diusahakannya.
B. RIDA
Kata rida berasal dari bahasa Arab yang artinya rela dan menerima dengan suci hati. Menurut
istilah rida berarti menerima dengan rasa senang apa yang diberikan oleh Allah baik berupa
peraturan, hukuman, ataupun qada atau ketentuan nasib.
Rida dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam yaitu :
a. Rida terhadap hukum (peraturan) Allah SWT.
b. Rida terhadap qada dan qadar Allah SWT yang berkaitan dengan nasib.

C. AMAL SALEH
Menurut pengertiankebahsaan amal berarti perbuatan dan saleh berarti baik. Jadi amal saleh
berarti perbuatan baik.
Menurut istilah dalam pengertian yang khusus amal saleh atau perbuatan yang baik ialah
setiap hal yang mengajak dan membawa ketaatan terhadap Allah SWT, atau setiap perbuatan
yang mengantar pada ketaatan terhadap Allah SWT, baik perbuatan lahir maupun batin.
Dalam pengertian yang umum, amal saleh ialah perbuatan, lahir atau batin, yang berakibat
pada hal yang positif atau bermanfaat. Amal saleh harus dilandasi dengan iman.
Syarat sahnya amal saleh adalah :
1. Amal saleh itu dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah SWT semata.

2. Amal saleh itu hendaknya dilakukan secara sah, sesuai dengan petunjuk syara.
3. Dilakukan dengan mengetahui ilmunya.
Apabila amal-amal saleh itu dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah, sesuai dengan
ketentuan syara dan sesuai dengan ilmunya, tentu akan mendatangkan kebaikan-kebaikan
baik bagi kehidupan di alam dunia maupun bagi kehidupan di alam akhirat

BAB 5
MUNAKAHAT

A. KETENTUAN HUKUM ISLAM TENTANG PERNIKAHAN


1. Pengertian
Munakahat berarti pernikahan atau perkawinan. Kata dasar dari pernikahan adalah nikah.
Kata nikah memiliki persamaan dengan kata kawin. Menurut bahasa Indonesia, kata nikah
berarti berkumpul atau bersatu. Dalam istilah syariat, nikah itu berarti melakukan suatu akad
atau perjanjian untuk mengikatkan diri seorang laki-laki dan seorang perempuan serta
menghalalkan hubungan kelamin antara keduanya dengan dasar suka rela dan persetujuan
bersama, demi terwujudnya keluarga (rumah tangga) bahagia, yang diridai oleh Allah SWT.
Nikah termasuk perbuatan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW atau sunah
Rasul.
2. Hukum Nikah
Menurut sebagian besar ulama, hukum nikah pada dasarnya adalah mubah, artinya boleh
dikerjakan dan boleh ditinggalkan. Jika dikerjakan tidak mendapat pahala, dan jika
ditinggalkan tidak berdosa.
Ditinjau dari segi kondisi orang yang akan melakukan pernikahan, hukum nikah dapat
berubah menjadi sunah, wajib, makruh, atau haram.
1. Sunah
Bagi orang yang ingin menikah, mampu menikah, dan mampu pula mengendalikan diri dari
perzinahan walaupun tidak segera menikah maka hukum nikah adalah sunah.
2. Wajib
Bagi orang yang ingin menikah, mampu menikah, dan ia khawatir berbuat zina jika tidak
segera menikah, maka hukum nikah adalah wajib.
3. Makruh
Bagi orang yang ingin menikah, tetapi belum mampu memberi nafkah terhadap istri dan
anak-anaknya, maka hukum nikah adalah wajib.
4. Haram
Bagi orang yang bermaksud menyakiti wanita yang akan ia nikahi, hukum nikah adalah
haram.

3. Tujuan Pernikahan
Secara umum, tujuan pernikahan menurut Islam adalah untuk memenuhi hajat manusia (pria
terhadap wanita ataupun sebaliknya) dalam rangka mewujudkan rumah tangga yang bahagia,
sesuai dengan ketentuan-ketentuan agama islam.
Tujuan pernikahan yang islami dapat dikemukakan sebagai berikut :
Untuk memenuhi kebutuhan seksual (birahi) secara sah dan diridai Allah.
Untuk memperoleh keturunan yang sah dalam masyarakat.
Untuk mewujudkan keluarga bahagia di dunia dan akhirat
4. Rukun Nikah
Rukun nikah berarti ketentuan-ketentuan dalam pernikahan yang harus dipenuhi agar
pernikahan itu sah. Rukun nikah tersebut ada 5 macam yakni sebagai berikut:
Ada calon suami.
Ada salon istri.
Ada wali nikah
Wali nikah dapat dibagi menjadi dua macam :
a) Wali Nasab
b) Wali Hakim
Syarat yang harus dipenuhi oleh wali nikah :
a. Beragama Islam
b. Laki-laki
c. Balig dan berakal
d. Merdeka dan bukan hamba sahaya
e. Bersifat adil
f. Tidak sedang ihram haji atau umrah
Ada dua orang saksi.
Ada akad nikah yakni ucapan ijab kabul. Ijab adalah ucapan wali (dari puhak mempelai
wanita), sebagai penyerahan kepada mempelai laki-laki. Qabul adalah ucapan mempelai lakilaki sebagai tanda penerimaan.
Selesai akad nikah diadakan walimah, yaitu pesta pernikahan. Hukum mengadakn walimah
adalah sunah muakkad.
Menghadiri walimah bagi yang diundang hukumnya wajib, kecuali kalu ada uzur (halangan)
seperti sakit.
5. Muhrim
Menurut pengertian bahasa, muhrim berarti yang diharamkan. Dalam ilmu fikih, muhrim
adalah wanita yang haram dinikahi. Adapun penyebab seorang wanita haram dinikahi ada
empat macam, yaitu :
1) Wanita yang haram dinikahi karena keturunan:
a. Ibu kandung dan seterusnya ke atas (nenek dari ibu dan nenek dari ayah)
b. Anak perempuan kandung dan seterusnya ke bawah (cucu dan seterusnya)
c. Saudara perempuan (sekandung, sebapak atau seibu)

d.
e.
f.
g.
2)
a.
b.
3)
a.
b.
c.
d.
4)

Saudara perempuan dari bapak


Saudara perempuan dari ibu
Anak perempuan dari saudara laki-laki dan seterusnya kebawah
Anak perempuan dari saudara perempuan dan seterusnya kebawah
Wanita yang haram dinikahi karena hubungan sesusuan:
Ibu yang menyusui
Saudara perempuan sesususan
Wanita yang haram dinikahi karena perkawinan:
Ibu dari istri (mertua)
Anak tiri (anak dari istri dengan suami lain), apabila suami sudah berkumpul dengan ibunya)
Ibu tiri (istri dari ayah), baik sudah dicerai atau belum
Mennatu (istri dari anak laki-laki), baik sudah dicerai maupun belum
Wanita yang haram dinikahi karena mempunyai pertalian muhrim dengan istri.

6. Kewajiban Suami dan Istri


Secara umum kewajiban suami-istri adalah sebagai berikut.
Kewajiban Suami
a. Memberi nafkah, sandang, pangan, dan tempat tinggal kepada istri dan anak-anaknya, sesuai
dengan kemampuan yang diusahakan secara maksimal.
b. Memimpin serta membimbing istri dan anak-anak.
c. Bergaul dengan istri dan anak-anak dengan baik (makruf)
d. Memelihara istri dan anak-anak dari bencana.
e. Membantu istri dalam tugas sehari-hari.
Kewajiban Istri
a. Taat kepada suami dalam batas-batas yang sesuai dengan ajaran islam.
b. Memelihara diri serta kehormatan dan harta benda suami.
c. Membantu suami dalam memimpin kesejahteraan dan keselamatan keluarganya.
d. Menerima dan menghormati pemberian suami walaupun sedikit.
e. Hormat dan sopan kepada suami dan keluarganya.
f. Memelihara, mengasuh, dan mendidik anak agar menjadi anak yang saleh.
7. Perceraian
Perceraian berarti pemutusan ikatan perkawinan antara suami dan istri. Salah satu sebab
perceraian adalah perselisihan atau pertengkaran suami-istri yang sudah tidak dapat
didamaikan lagi, walaupun sudah didatangkan hakim (juru damai) dari pihak suami dan pihak
istri.
Hal-hal yang dapat memutuskan ikatan perkawinan adalah meninggalnya salah satu pihak
suami atau istri, talak, fasakh, khulu, lian, ila, dan zihar.
Adapun penjelasannya sebagai berikut:
a) Talak

a.
b.
b)

c)

d)
e)

f)

Talak berarti melepaskan ikatan perkawinan dengan mengucapkan secara suka rela ucapan
talak dari pihak suami kepada istrinya. Asal hukum talak adalah makruh (sesuatu yang
dibenci atau tidak disenangi).
Talak dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:
Talak Raji
Talak Bain
Fasakh
Fasakh adalah pembatalan pernikahan antara suami-istri karena sebab-sebab tertentu. Fasakh
dilakukan oleh hakim agama, karena adanya pengaduan dari istri atau suami dengan alasan
yang dapat dibenarkan.
Khulu
Menurut istilah bahasa, khulu berarti tanggal. Dalam ilmu fikih, khulu adalah talak yang
dijatuhkan suami kepada istrinya, dengan jalan tebusan dari pihak istri, baik dnengan jalan
mengembalikan mas kawin kepada suaminya, atau dengan memberikan sejumlah uang
(harta) yang disetujui oleh mereka berdua.
Lian
Lian adalah sumpah suami yang menuduh istrinya berzina.
Ila
Ila berarti sumpah suami yang mengatakan bahwa ia tidak akan meniduri istrinya selama
empat bulan atau lebih, atau dalam masa yang tidak ditentukan.
Zihar
Zihar adalah ucapan suami yang menyerupakan istrinya dengan ibunya.

8. Iddah
Iddah berarti masa menunggu bagi istri yang ditinggal mati atau bercerai dari suaminya
untuk dibolehkan menikah kembali dengan laki-laki lain. Tujuan iddah antara lain untuk
melihat perkembangan, apakah istri yang bercerai itu hamil atau tidak.
Lama masa iddah adalah sebagai berikut:
1. Iddah karena suami wafat
a. Bagi istri yang sedang tidak hamil, baik sudah campur dengan suaminya yang wafat atau
belum, massa iddahnya adalah empat bulan sepuluh hari.
b. Bagi istri yang sedang hamil, masa iddahnya adalah sampai melahirkan.
2. Iddah karena talak, fasakh, dan khulu
a. Bagi istri yang belum campur dengan suami yang baru saja bercerai dengannya, tidak ada
masa iddah.
b. Bagi istri yang sudah campur, masa iddahnya adalah:
Bagi yang masih mengalami menstruasi, masa iddahnya ialah tiga kali suci.
Bagi istri yang sudah menopause, masa iddahnya adalah tiga bulan.
Bagi istri yang sedang mengandung, masa iddahnya ialah sampai dengan melahirkan
kandungannya.
9. Rujuk

a.

b.
c.
d.

1.
2.
3.
4.

Rujuk berarti kembali, yaitu kembalinya suami kepada ikatan nikah dengan istrinya
sebagaimana semula, selama istrinya masih berada dalam masa iddah rajiyah.
Hukum rujuk asalnya mubah, artinya bolehrujuk boleh pula tidak. Akan tetapi hukum rujuk
bisa berubah, sebagai berikut:
Sunah, misalnya apabila rujuknya suami kepada istrinya dengan niat karena Allah, untuk
memperbaiki sikap dan perilaku serta bertekad untuk menjadikan rumah tangganyasebagai
rumah tangga bahagia.
Wajib, misalnya bagi suami yang mentalak salah seorang istrinya, sedangkan sebelum
mentalaknya, ia belum menyempurnakan pembagian waktunya.
Makruh (dibenci), apabila meneruskan perceraian lebih bermanfaat daripada rujuk.
Haram, misalnya jika maksud rujuknya suami adalah untuk menyakiti istri atau mendurhakai
Allah SWT.
Rukun rujuk ada empat macam, yaitu:
Istri sudah bercampur dengan suami yang mentalaknya dan masih berada pada masa iddah
rajiyah.
Keinginan rujuk suami atas kehendak sendiri, bukan karena dipaksa.
Ada dua orang saksi, yaitu dua orang laki-laki yang adil.
Ada sigat atau ucapan rujuk.

B. HIKMAH PERNIKAHAN
Fuqaha (ulama fiqih) menjelskan tentang hikmah-hikamh pernikahan yang islami, antara lain:
1. Memenuhi kebutuhan seksual dengan cara yang diridai Allah, dan menghindari cara yang
dimurkai Allah.
2. Pernikahan merupakan cara yang benar, baik, dan diridai Allah untuk memperoleh anak serta
mengembangkan keturunan yang sah.
3. Melalui pernikahan, suami-istri harus saling bertanggung jawab dalam mengurus keluarga.
4. Menjalin hubungan silaturahmi antara keluarga suami dan keluarga istri.
C. PERKAWINAN MENURUT PERUNDANG-UNDANGAN DI INDINESIA
Perkawinan diatur dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 154/1991 tentang Pelaksanaan
Instruksi Presiden RI NO. 1/1991 tanggal 10 Juni 1991 mengenai Kompilasi Hukum Islam di
Bidang Hukum Perkawinan.
1. Pengertian dan Tujuan Perkawinan
Dalam pasal 2 dan pasal 3 dari Kompilasi Hukum Islam di Bidang Hukum Perkawinan
dijelaskan bahwa pengertian perkawinan menurut Hukum Islam adalah pernikahan yaitu akad
yang sangat kuat atau misaqan galizan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya
merupakan ibadah. Tujuan perkawinan ialah untuk mewujudkan rumah tangga yang sakinah,
mawaddah, dan rahmah.
2. Sahnya Perkawinan

Dalam pasal 4 Kompilasi Hukum Islam di Bidang Hukum Perkawinan dijelaskan bahwa
perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut Hukum Islam sesuai dengan pasal 2 ayat
(1) UU RI No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, yang menegaskan bahwa perkawinan
adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya
itu.
3. Pencatatan Perkawinan
Dalam pasal 5 dan 6 Kompilasi Hukum di Bidang Hukum Perkawinan dijelaskan:
Agar terjamin ketertiban perkawinan bagi masyarakat Islam setiap perkawinan harus dicatat.
Pencatatan perkawinan dilakukan oleh Pegawai Pencatat Nikah.
Agar pelaksanaan pencatatan perkawinan itu dapat berlangsung dengan baik, maka setiap
perkawinan harus dilaksanakan dihadapan dan dibawah pengawasan Pegawai Pencatat Nikah.
Perkawinan yang dilakukan diluar pengawasan Pegawai Pencatat Nikah tidak mempunyai
kekuatan hukum.
4. Akta Nikah
Dalam pasal 7 ayat (1) dari Kompilasi Hukum Islam dibidang hukum perkawinan dijelaskan
bahwa perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan Akta Nikah yang dibuat oleh Pegawai
Pencatat Nikah.
Akta Nikah atau Buku Nikah (Surat Nikah) adalah surat keterangan yang dibuat oleh
Pegawai Pencatat Nikah yakni KUA Kecamatan.
Surat nikah tersebut ditandatangani oleh Pegawai Pencatat Nikah diatas materai dan
distempel, lalu diserahkan kepada kedua mempelai yang telah melakukan akad nikah.
5. Kawin Hamil
Dalam pasal 53 ayat (1), (2), dan (3) dari Kompilasi Hukum Islam dibidang perkawinan
dijelaskan:
1) Seorang wanita hamil diluar nikah, dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya.
2) Perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat (1) dapat dilangsungkan tanpa
menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya.
3) Dengan dilangsungkannya perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan
ulang setelah anak lahir.

PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA

A. MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA


Agama Islam masuk ke Indonesia pertama kali pada abad pertama Hijriyah (kira-kira abad 8
Masehi
Islam masuk ke Indonesia melalui dua jalur. Yaitu:
a. Jalur utara dengan rute: Arab (Mekah dan Madinah) - Damaskus - Baghdad - Gujarat (pantai
barat India) - Srilangka Indonesia

b. Jalur Selatan dengan rute: Arab (mekah dan Madinah) - Yaman - Gujarat - Srilangka
indonesia
Dalam waktu yang tidak terlalu lama islam sudah tersebar di Indonesia. Hal itu disebabkan
antara lain:
Adanya dorongan kewajiban bagi setiap muslimin khususnya para ulama untuk berdakwah
mensyiarkan Islam.

...... ()
Artinya: Sampaikanlah apa-apa dariku walaupun satu ayat
Adanya kesungguhan hati dan keuletan para juru dakwah untuk berdakwah secara terus
menerus kepada keluarga, tetangga dan masyarakat sekitarnya
Persyaratan masuk islam sangat mudah, seseorang telah dianggap masuk islam hanya dengan
mengucapkan dua kalimah syahadat
Ajaran islam mengajarkan tidak ada sistem kasta. Yang membedakan hanyalah takwa
Banyak raja-raja yang telah masuk islam ikut berperan aktif dalam menyebarkan dakwah
islam
B. PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA
1. Sumatera
a) Daerah pertama kali yang di masuki islam adalah sumatera bagian utara. Disana terletak di
tepi selat Malaka tempat lalu lintas kapal-kapal dagang dari India ke Cina.
b) Para pedagang tinggal cukup lama bahkan bayak yang menikah dengan wanita pribumi yang
kemudian membentuk keluarga muslim.
c) Para pedagang tidak hanya dakwah kepada rakyat saja pun berdakwah kepada raja-raja kecil
yang ada di bandar-bandar sepanjang sumatera Utara.
d) Puncak penyebaran islam adalah dengan berdirinya kerajaan islam pertama yaitu samudra
pasai pada tahun 1261 M.
2. Jawa
a) Tidak diketahui persis kapan islam masukke Jawa. Hanay saja penemuan nisan makam Siti
Fatimah binti Maimun di Leran/Gresik wafat tahun 1101 M dapat dijadikan patokan
kedatangan islam di Jawa.
b) Abad ke 13 hingga abad-abad berikutnya banyak menyimpan bukti bahwa islam sudah
tersebar di jawa dan tidak hanya menyentuh kalangan rakyat biasa saja. Kalangan raja pun
tersentuh. Dengan di temukannya nisan makam muslim di Trowulan yang letaknya dekat
dengan kompleks makam para bangsawan Majapahit.
c) Untuk masa-masa selanjutnya penyebaran islam di Jawa dilakukan oleh para ulama dan
muballigh yang kemudian terkenal denan sebutan Wali Songo.
3. Sulawesi
a) Pulau Sulawesi sejak abad ke-15 menurut berita tom pires, sudah didatangi oleh para
pedagang muslim dari Sumatera.

b) Kerajaan besar yang terkenal dan akhirnya menjadi kerajaan islam adalah Gowa tallo.
c) Perubahan menjadi kerajaan islam ini berkat jasa dari Dato Ribandang dan Dato Sulaemana
yang intensif menyebarkan islam sampai raja Gowa yang bernama Karaeng Tonigallo masuk
islam dan berganti nama menjadi sultan Alaudin
d) Setelah menjadi kerajaan islam, kerajaan Gowa intensif melakukan penaklukan ke kerajaankerajaan yang ada di sekitarnya dan mendapatkan hasil yang gemilang
e) Sejak saat itu Gowa menjadi tempay transit yang ramai di kunjungi dari berbagai
mancanegara.
4. Kalimantan
a) Sebelum islam masuk ke Kalimantan, kerajaan yang bercorak hindu sudah banyak dan
berpusat di negara Dipa, Daha dan Kahuripan.
b) Kerajaan Daha sepeninggal Maha raja Sukarama terjadi polemik keluarga siapa yang berhak
menjadi Raja antara pangeran Tumenggung dan pangeran Samudera.
c) Pangeran Samudera oleh para pengikut stianya di daulat menjadi raja dan mendirikan
pemerintahan yang membawahi daeah masik, Balit, Muhur, Kuwin dan Balitung yang
terletak di hilir sungai Nagara.
d) Pangeran samudera meminta bantuan kerjaan demak untuk memrangi kerajaan Daha. Jika
menang maka mereka bersedia untuk masuk islam. Peristiwa ini terjadi tahun 1550 M.
e) Setelah menang pangeran samudra masuk islam dan memindahkan ibukota kerajaan ke
Banjarmasin.
5.
a)
b)

Maluku dan Sekitarnya


Abad ke 15 M islam telah masuk da berkembang di ke Maluku.
Raja-raja di Maluku yang masuk Islam di antaranya:
Raja Ternate (sultan Mahrum thn. 1465 1486) dan sultan Zaenal Abidin yang besar jasanya
menyebarkan islam sampai irian bahkan Filiphina.
Raja Tidore (sultan Jamaludin)
Raja Jailolo (sultan Hasanuddin)
Raja Bacan (sultan Zaenal Abidin)
c) Selain Maluku, Islam pun masuk ke Irian di daerah Miso, Jalawati, Pulau Waigio dan Pulau
Gebi.
C. HIKMAH PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA
1. Masa Penjajahan
a) Dengan mengakarnya ajaran islam di masyarakat indonesia mampu mengubah cara berpikir
masyarakat yang dulunya bersifat sektarian menjadi berjiwa nasionalis.
b) Sikap nasionalis di tandai dengan lahirnya organisasi yang bernama Jong Indonesia pada
bulan februari 1927 dan berlanjut kepada sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.
c) Semboyan yang diajarkan islam yang berbunyi Islam adalah agama damai, tetapi lebih cinta
kemerdekaan mampu mendorong masyarakat indonesia untuk melakukan usaha-usaha
mempertahankan kemerdekaan bagsa ini dengan berbagai cara.

d) Masyarakat islam menyadari dengan membela negara dan mempertahankan kemerdekaan


sama dengan Jihad fi sabilillah yang akan berbalas surga.
2. Masa Perang Kemerdekaan
a) Para Ulama terpanggil untuk menyiapkan kader umat islam. Banyak diantaranya ada yang
mendirikan organisasi atau pun pondok pesantren
b) Banyak organisasi yang berbasis islam yang bermunculan. Diantaranya:
Serikat dagang islam yang berubah menjadi Serikat Islam, Muhammadiyah, Nahdhotul
Ulama (NU).
c) Ada juga yang mendirikan pondok pesantren. Para kadernya dididik dengan pengetahuan
agama yang menggunakan kitab bahasa arab yang tidak berharakat atau biasa dikenal dengan
kitab kuning.
3. Masa Pembangunan
a) Melakukan usaha-usaha agar masyarakat Indonesia berilmu pengetahuan tinggi, berbudi
luhur dan bertakwa kepada Allah swt. Dengan cara mendirikan amal usaha yang berbasis
pendidikan.
b) Melakukan usaha-usaha dibidang kesehatan dan kesejahteraan dengan cara mendirikan
rumah sakit, poliklinik, yang memiliki standar sebagai tempat perawatan terhadap orangorang yang sakit, panti asuhan dan Pos Santunan Sosial.
c) Memberikan fatwa dan nasihat untuk umat islam berkaitan dengan hal-hal yang bertentangan
dengan ajaran islam. Ini semua dilakukan agar terjaga kemurnian ajaran agama islam