Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERAWATAN LUKA GANGGREN

DISUSUN OLEH :
RUANG 29 / IRNA I

RUMAH SAKIT UMUM DR. SAIFUL ANWAR MALANG


JALAN JAKSA AGUNG SUPRAPTO 02 MALANG
JAWA TIMUR
TELP (0321) 362101 362102

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik
Sasaran
Tempat Kegiatan
Hari/ Tanggal
Alokasi Waktu
Pertemuan ke
Penyuluh

: Perawatan luka gangren


: Keluarga Pasien Ruang 29
: Ruang 29 RSUD dr. Saiful Anwar Malang
: 1 Agustus 2014
: 30 menit
:1
: Mahasiswa PSIK Brawijaya

A. LATAR BELAKANG
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu memahami cara perawatan
luka gangren
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penjelasan dan demonstrasi selama 30 menit diharapkan
sasaran dapat :
a. Mengetahui tentang pengertian dari luka gangren
b. Mengerti tentang cara perawatan luka gangren
C. SUB POKOK BAHASAN
Adapun sub pokok bahasan yang akan dibahas pada kegiatan
penyuluhan pendidikan kesehatan, antara lain :
1.
2.
3.

Pengertian luka gangrene dan perawatan luka gangren


Persiapan alat untuk perawatan luka gangren
Cara perawatan luka gangren

D. RENCANA KEGIATAN
1. Ceramah, demonstrasi, diskusi dan tanya jawab
2. Media dan alat bantu
a. LCD
b. Power point
c. Leaflet
3. Waktu dan tempat
a. Waktu
: Jumat, 01 Agustus 2014
b. Pukul
: 10.00 10.30 WIB (1x30 menit)
c. Tempat
: Ruang 29, RSSA Malang
4. Materi
: Perawatan Luka Gangren
5. Peserta
: Keluarga Pasien
6. Kegiatan Penyuluhan : (lihat tabel 1)
7. Materi
a. (terlampir)

Tabel 1. Kegiatan Penyuluhan


TAHAP
Pembukaan
(5 menit)

KEGIATAN
PENYULUHAN
Mengucapkan

berdoa, dan

doa, dan

mendengarkan

memperkenalkan diri

penyaji saat

tujuan dan dan topik


yang
dilaksanakannya
penyuluhan
Membuat kontrak
waktu dengan
peserta
Menjelaskan

(20 menit)

Menjawab salam,

salam, membaca

Menyampaikan

Penyajian

KEGIATAN SASARAN

pengertian luka

METODE DAN
MEDIA
Ceramah

perkenalan
Memperhatikan
dengan seksama
terkait apa yang
disampaikan
penyaji
Mendengarkan,
menyepakati
kontrak waktu
Mendengarkan
penjelasan penyaji

gangrene dan

Ceramah +
demonstrasi

perawatan luka
gangren
Menjelaskan
persiapan alat untuk
perawatan luka
gangren
Menjelaskan cara
merawat luka
gangrene dan
mendemonstrasikan

kembali materi

nya

yang telah

Meminta peserta

Penutup
(5 menit)

Menjelaskan

disampaikan oleh

untuk me-review

penyaji

materi pendidikan

Menjawab

kesehatan yang

pertanyaan yang

telah disampaikan

diberikan oleh

Ceramah

oleh penyaji
Mengevaluasi tingkat
pemahaman peserta
terhadap materi

penyaji
Menyimak
kesimpulan penyaji

yang disampaikan
dengan memberikan
pertanyaan
Meyimpulkan materi

Mendengarkan
penutupan yang
disampaikan oleh

pendidikan

penyaji, serta

kesehatan yang

menjawab salam

telah disampaikan
Penutupan dengan
salam dan doa

E. EVALUASI
a) Evaluasi struktur
a. Adanya koordinasi dengan pihak tenaga kesehatan Ruang 29 terkait
perijinan waktu, tempat, dan materi penyuluhan kepada keluarga pasien
b. Adanya persiapan yang baik terkait sarana dan prasarana yang akan
digunakan dalam penyuluhan
c. Adanya informasi yang disampaikan pada keluarga pasien sebelum
penyuluhan
b) Evaluasi Proses
d. Peserta terlihat antusias dan aktif dalam mengikuti penyuluhan tentang
perawatan luka gangren
e. Peserta mengikuti acara dari awal hingga selesai
f.

Peserta memberikan respon atau umpan balik berupa pertanyaan

c) Evaluasi Hasil
g. 75% dari seluruh peserta mengerti dan mampu menjelaskan cara
perawatan luka gangrene
Lampiran Materi Penyuluhan

MATERI
1.

Pengertian luka gangrene


Gangrene adalah luka yang terinfeksi disertai dengan adanya jaringan
yang mati berwarna kehitaman dan membau akibat pembusukan oleh
bakteri.
Gangren luka Diabetik adalah luka kaki yang merah kehitam-hitaman dan
berbau busuk akibat sumbatan yang terjadi dipembuluh darah sedang atau
besar ditungkai.
Luka Diabetika adalah luka karena kaganasan, tekanan, ganggunan
vaskuler dan lain-lain.
Luka Diabetik adalah luka yang terjadi pasa pasien dengan Diabetik yang
melibatkan gangguan pada Saraf Pariperal dan Automatik.

2.

Perawatan luka gangrene


Adalah melakukan perawatan luka akibat dari komplikasi penyakit diabetes
mellitus (Perry & Potter, 2006)
Tujuan:
- Mencegah meluasnya infeksi
- Memberikan rasa nyaman pada klien
- Mengurangi nyeri
- Meningkatkan proses penyembuhan luka

3.

Persiapan alat untuk perawatan luka gangrene


Alat steril:
-

1 pinset anatomis

2 pinset chirurgis

1 klem arteri

1 gunting jaringan

Kassa dan deppers steril secukupnya

Sarung tangan steril

Kapas lidi

Alat non steril


-

Larutan NaCl 0,9%

Handscone bersih

Pinset anatomis bersih

Verban/plester hipoalergik

Verban elastic, gunting verban

Spuit 50 cc dan 10 cc

Pengalas atau perlak

Tempat sampah ata kantong plastic, bengkok

Antiseptic: iodine, alcohol

Sampiran

Masker dan scoret jika perlu

Peralatan Balutan:

4.

Transparan film

Hidroaktif gel

Hidrokoloid

Hidroselulosa

Calcium alginate

Cara perawatan luka gangren


- Tutup pintu atau psang sampiran di sekitar klien
- Atur posisi yang nyaman bagi klien untuk memudahkan daerah luka dapat
-

dijangkau dengan mudah


Sediakan perlatan yang diperlukan dalam troley di samping pasien.
Cuci tangan, gunakan sarung tangan bersih
Pasang pengalas
Letakkan bengkok atau kantong plastik di dekat klien

- Buka balutan luka dengan menggunakan gunting verban. Bila balutan


lengket pada luka, basahi balutan yang menempel pada luka dengan
NaCl 0,9% dan angkat balutan dengan pinset secara hati-hati
- Kaji kondisi luka serta kulit sekitar luka:
Lokasi luka dan jaringan tubuh yang rusak, ukuran luka meliputi luas

dan kedalaman luka (arteri, vena, otot, tendon dan tulang).


Kaji ada tidaknya sinus
Kondisi luka kotor atau tidak, ada tidaknya pus, jaringan nekrotik, bau
pada luka, ada tidaknya jaringan granulasi (luka berwarna merah

muda dan mudah berdarah).


Kaji kulit sekitar luka terhdap adanya maserasi, inflamasi, edema dan
adanya gas gangren yang ditandai dengan adanya krepitasi saat

melakukan paplpasi di sekitar luka.


Kaji adanya nyeri pada luka
- Cuci perlahan-lahan kulit di sekitar ulkus dengan kasa dan air hangat,
kemudian keringkan perlahan-lahan dengan cara mengusap secara hatihati dengan kasa kering
- Cuci tangan dengan alkohol atau air bersih
- Ganti sarung tangan dengan sarung tangan steril
- Bersihkan luka:
Bila luka bersih dan berwarna kemerahan gunakan cairan NaCl 0,9%
Bila luka infeksi, gunakan cairan NaCl 0,9% dan antiseptik iodne 10%
Bila warna luka kehitama: ada jar. Nekrotik, gunakan NaCl 0,9%.
Jar.nekrotik dibuang dengan cara digunting sedikit demi sedikit
samapi terlihat jar.granulasi.
Bila luka sudah berwarna merah, hindari jangan sampai berdarah
Bila da gas gangren, lakukan masase ke arah luka
- Bila terdapat sinus lubang, lakukan irigasi dengan menggunakan NaCl
0,9% dengan sudut kemiringan 45 derajat sampai bersih. Irigasi sampai
kedalaman luka karena pd sinus terdapat banyak kuman
- Lakukan penutupan luka
a. Cara konvensional
Bila luka bersih, tutup luka dengan 2 lapis kain kasa yang telah
dibasahi dengan NaCl 0,9% dan diperas sehingga kasa menjadi
lembab. Pasang kasa lembab sesuai kedalaman luka (hindari
mengenai jaringan sehat di pinggir luka), lalu tutup dengan kain kasa
kering dan jangan terlalu ketat.
Bila luka infeksi, tutup luka dengan 2 lapis kasa lembab dengan NaCl
0,9% dan betadin 10%, lalu tutup dengan kasa kering.
b. Bila menggunakan balutan modern
Transparant film: balutan yang dapat mendukung terjadinya
autolitik debridement dan digunakan pada luka partial thickness.

- Kontraindikasi pada luka dengan eksudat banyak dan sinus


Hidroaktif
gel:
digunakan
untuk
mengisi
jaringan
mati/nelrotik,mendudkung

terjadinya

autolitik

debridement,

membuat kondisi lembab pada luka ynag kering/nelrotik, luka ynag


berwarna kuning dengan eksudat minimal.
Hidroselulosa: digunakan untuk menyerap cairan (hidrofiber) dan
membentuk gel yang lembut, mendukung proses autolitik
debridement, meningkatkan proses granulasi dan reepitelisasi,
meningkatkan kenyamanan pasien dengan mengurangi rasa sakit,
menahan stapilococcus aureus agar tidk masuk ke dalam luka.
Calsium Alginate, digunakan sebagai absorban, mendukung
granulasi pada luka. Digunakan pada warna luka merah, eksudat
dan mudah berdarah.
- Mengatur pasien ke posisi yang nyaman dan memungkinkan aliran darah
ke perifer dan ke daerah luka tetap lancar, misalnya dnegan cara elevasi
tungkai bila luka berlokasi di tumit atau telapak kaki.
- Merapikan alat-alat
- Membuka sarung tangan dan mencuci tangan