Anda di halaman 1dari 6

PENANGANAN

PERSALINAN SUNGSANG
Metode Pelahiran Pervaginam
1.
2.
3.

Persalinan Sungsang Spontan


Ekstraksi Sungsang Parsial
Ekstraksi Sungsang Total

1.PROSEDUR PERTOLONGAN PERSALINAN


SPONTAN
Tahapan
1. Tahapan pertama : fase lambat, yaitu mulai lahirnya
bokong sampai pusar (skapula depan).
2. tahap kedua : fase cepat, yaitu mulai dari lahirnya pusar
sampai lahirnya mulut.
3. Tahap ketiga : fase lambat, yaitu mulai lahirnya mulut
sampai seluruh kepala lahir.
Keuntungan
Tangan penolong tidak masuk ke dalam jalan lahir. Cara ini
adalah cara yang paling mendekati persalinan fisiologik
Kerugian
5 - 10% persalinan secara Bracht mengalami kegagalan

2.EKSTRAKSI
SUNGSANG PARSIAL
Tahapan
1.
Tahap pertama, lahirnya bokong sampai tali pusar yang dilahirkan
dengan kekuatan tenaga ibu sendiri.
2.
Tahap kedua, lahirnya bahu dan lengan yang memakai tenaga
penolong.
Secara :
a) Klasik (seringkali disebut Deventer)
b) Mueller
c) Lovset
d) Bickenbach
3.
Tahap ketiga, lahirnya kepala.
Kepala dapat dilahirkan dengan cara :
a) Mauriceau (Veit-Smellie)
b) Najouks.
c) Wigand Martin-Winckel
d) Prague
e) Cunam Piper

CARA PRAGUE
TERBALIK

CARA CUNAM
CARA
KLASIK
CARA
MAURICEAU
(VEIT-SMELLIE)
PIPER

3.PROSEDUR EKSTRAKSI
SUNGSANG TOTAL
1.
2.

Teknik ekstraksi kaki


Teknik ekstraksi bokong

PENYULIT
1.
2.
3.
4.

Sufokasi.
Asfiksia fetalis.
Kerusakan jaringan otak.
Fraktur pada tulang- tulang janin.

REKOMENDASI PERSALINAN
PER ABDOMINAM
Persalinan secara seksio sesar pada keadaan-keadaan berikut ini :
1. Janin berukuran besar
2. Setiap derajat kontraksi atau bentuk pelvis tidak wajar yang ditentukan
secra klinik atau dengan pelvimetri CT.
3. Kepala janin hiperekstensi.
4. Ketika pelahiran diindikasikan pada keadaan tidak ada persalinan
spontan.
5. Disfungsi uterus: beberapa ahli menggunakan augmentasi oksitosin.
6. Presentasi bokong inkomplete atau kaki.
7. Janin kurang bulan yang tampak sehat dan viable dengan ibu yang
mengalami persalinan aktif atau diindikasikan untuk melahirkan.
8. Restriksi pertumbuhan janin yang berat.
9. Riwayat kematian perinatal atau anak mengalami trauma pelahiran.
10. Permintaan untuk sterilisasi.
11. Kurangnya operator yang berpengalaman.

KOMPLIKASI
1.

Morbiditas dan mortalitas perinatal akibat pelahiran yang sulit.

2.

Berat lahir rendah pada pelahiran preterm, pertumbuhan terhambat,


atau keduanya.

3.

Prolaps tali pusat.

4.

Plasenta previa.

5.

Anomali janin, neonatus, dan bayi.

6.

Anomali dan tumor uterus.

7.

Janin multipel.

8.

Intervensi operatif, terutama seksio sesar.

PROGNOSA
1.

Morbiditas maternal

2.

Morbiditas dan mortalitas perinatal