Anda di halaman 1dari 24

Hipertensi Sistolik

Terisolasi
Ivanna
I11109078

Definisi
peningkatan tekanan darah sistolik 140
mmHg
disertai tekanan darah diastolik <90
mmHg
pasien berada dalam kondisi tidak
mengonsumsi obat obatan antihipertensi
tidak berada dalam kondisi penyakit akut

Epidemiologi

Pada lanjut usia


dengan hipertensi,
65% diantaranya
merupakan
hipertensi sistolik
terisolasi

Prevalensi pria
dan wanita sama
setelah wanita
memasuki masa
menopause.

70 80%
didapatkan pada
keluarga yang
memiliki riwayat
hipertensi

Epidemiologi

Regulasi tekanan darah

Patofisiologi

Penurunan
compliance
(kelenturan)
arteri

Kekakuan
pembuluh
darah

Penebalan
dinding
aorta

HST

Perubahan
sensitivitas
baroreseptor

Retensi
natrium

Patogenesis

Klasifikasi - bentuk

Hipertensi
primer
(essensial)

Hipertensi
sekunder

95% penderita
Penyebabnya tidak dapat diidentifikasi

5 8%
Penyakit parenkim ginjal, hipertensi
renovaskular, feokromositoma, Sindrom Cushing.

Klasifikasi derajat (BHS)


Kategori

Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik

(mmHg)

(mmHg)

Tekanan darah optimal

< 120

< 80

Tekanan darah normal

< 130

< 85

Tekanan darah meningkat

130 139

85 89

Hipertensi grade 1 (ringan)

140 159

90 99

Hipertensi grade 2 (sedang)

160 179

100 109

Hipertensi grade 3 (berat)

180

110

Hipertensi sistolik terisolasi grade 1 140 159

<90

Hipertensi sistolik terisolasi grade 2 160

<90

Diagnosis

Diagnosis hipertensi
sistolik terisolasi
ditegakkan jika dalam
pemeriksaan tersebut
diatas didapatkan
tekanan darah sistolik
140 mmHg dan tekanan
darah diastolik <90 mmHg

Diagnosis hipertensi
bergantung pada
peninggian tekanan darah
arterial yang ditunjukkan
dalam sekurang
kurangnya 3 kali
pemeriksaan dalam
kesempatan terpisah, dan
sekurang kurangnya 2
kali pengukuran tekanan
darah yang terpisah pada
masing masing
kesempatan dengan jarak
1 5 menit

Anamnesis

Lama menderita hipertensi dan derajat tekanan darah

Indikasi adanya hipertensi sekunder

Faktor faktor resiko

Evaluasi gejala kerusakan organ

Riwayat pengobatan antihipertensi sebelumnya

Keluhan tidak spesifik sebelum adanya gejala penyerta

Pemeriksaan Penunjang
(Rutin)
Urinalisis

Serum elektrolit, bikarbonat dan kreatinin


Kadar gula darah sewaktu, jika meningkat diulangi dengan
gula darah puasa
Profil lipid (termasuk kolesterol total, HDL, LDL, dan
trigliserida)
Elektrokardiogram (EKG)

Penatalaksanaan

Non medikamentosa

Medikamentosa

Terapi farmakologi dimulai pada:

tekanan darah sistolik 150 mmHg atau tekanan


darah diastolik 90 mmHg

dengan tekanan darah target adalah <150/90 mmHg

Non medikamentosa
Intervensi

Rekomendasi

Perkiraan

penurunan

tekanan darah
Mengurangi

Menjaga indeks massa tubuh ideal (20 5

10

berat badan

25 kg/m2)

Diet

Diet kaya buah buahan, sayuran dan 8 14 mmHg

kehilangan 10 kg BB

serat, rendah lemak

Pengurangan

<100 mmol/hari (<6 gr NaCl, atau 2 8 mmHg

intake sodium

<2,4 gr sodium per hari)

Aktivitas fisik

Aktivitas fisik aerobic regular seperti 4 9 mmHg

jalan

cepat

mmHg

minimal

30

menit,

sekurang-kurangnya 5 kali perminggu

per

Medikamentosa
Tatalaksana utama
pemberian thiazide (diuretic) dan
antagonis kalsium (CCB)

Dapat dipertimbangkan golongan


angiotensin converting enzyme
inhibitor (ACEI)
angiotensin receptor blocker (ARB).

Pemberian dipantau tiap 1 bulan

Dosis

Kombinasi obat antihipertensi

JNC 8

Manajemen HST

Hipertensi stage 1
Tekanan darah sistolik 140159mmHg

Hipertensi stage 2
Tekana darah sistolik
>160mmHg

Dengan Indikasi Tertentu

Modifikasi gaya hidup


Mengurangi berat badan
Latihan Fisik
Diet rendah garam
Mengurangi konsumsi
alkohol

Bukan Target Tekanan


Darah

Terapi Farmakologi
Diuretik golongan Thiazid
(dapat
dikombinasi
bersama
ACE-Inhibitor,
ARB, Beta-Blocker, CCB )

Terapi Farmakologi
Dua kombinasi obat pada
banyak pasien (biasanya
Thiazid type-diuretik, ACE
Inhibitor, ARB, beta
blocker, CCB dan
modifikasi gaya hidup)

Terapi Spesifik
Gagal Jantung :
ACE Inhibitor, ARB, Beta-Blocker,
diuretik
Infark Post Miokardial:
Beta blocker, ACE inhibitor
Resiko Tinggi Penyakit Koroner :
ACE-Inhibitor, ARB, Beta Blocker,
CCB, Diuretik
Penyakit Ginjal Kronik:
ACE Inhibitor, ARB
Diabetes Melitus:
ACE Inhibitor, ARB, beta blocker,
CCB, diuretik

Terima Kasih