Anda di halaman 1dari 1

By : Nur Eka Widayanti

040901036

AUDIT TERHADAP SIKLUS PENDAPATAN: PENGUJIAN PENGENDALIAN


Siklus pendapatan terdiri dari transaksi penjualan barang atau jasa, baik secara kredit
maupun secara tunai, retur penjualan, pencadangan kerugian piutang, dan penghapusan piutang.
Sistem Informasi Akuntansi yang Membentuk Siklus Pendapatan
Siklus pendapatan terdiri dari berbagai sistem informasi akuntansi berikut ini :
1. Sistem penjualan kredit, yang terdiri dari berbagai prosedur berikut ini.
a. Prosedur order penjualan.
b. Prosedur persetujuan kredit.
c. Prosedur pengiriman barang.
d. Prosedur penagihan.
e. Prosedur pencatatan piutang.
f. Prosedur pencatatan pendapatan penjualan kredit.
g. Prosedur pencatatan cos produk jadi yang dijual.
2. Sistem penjualan tunai, yang terdiri dari jaringan prosedur berikut ini.
a. Prosedur order penjualan.
b. Prosedur penerimaan kas.
c. Prosedur penyerahan barang.
d. Prosedur pencatatan penerimaan kas.
e. Prosedur pencatatan pendapatan penjualan tunai.
f. Prosedur pencatatan cos produk jadi yang dijual.
3. Sistem retur penjualan, yang terdiri dari prosedur berikut ini.
a. Prosedur penerimaan barang.
b. Prosedur pencatatan piutang usaha.
c. Prosedur pencatatan retur penjualan.
4. Sistem pencadangan kerugian piutang, yang terdiri dari prosedur berikut ini.
a. Prosedur pembuatan bukti memorial.
b. Prosedur pencatatan cadangan kerugian piutang.
5. Sistem penghapusan piutang, yang terdiri dari prosedur berikut ini.
a. Prosedur pembuatan bukti memorial.
b. Prosedur pencatatan penghapusan piutang.
Sistem prosedur pengauditan harus dikerjakan secara urut dan dengan berpedoman pada catatan
koreksi atau check list.
Sistem ini dimaksudkan agar dalam melakukan pekerjaan audit kita dapat menyelesaikan dengan
urut dan diharapkan tidak ada yang terlewat, sehingga nantinya diperoleh hasil yang sempurna.
Untuk pengerjaan audit memang kita tidak dapat seenaknya mengerjakan dengan tidak berurutan.
Dikarenakan tujuan audit itu sendiri adalah mengkoreksi laporan keuangan suatu perusahaan agar
dapat kita ketahui, jika ada kecurangan dalam laporan keuangan suatu perusahaan tersebut.