Anda di halaman 1dari 54

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah

1.1.1. Gambaran Umum Wilayah


1.1.1.1 Keadaan Geografis
Daerah Khusus Ibukota Jakarta mempunyai luas wilayah 661,52
km2 atau 65.000 km2 termasuk wilayah daratan Kepulauan Seribu
yang tersebar di teluk Jakarta.Secara geografis wilayah DKI Jakarta
terletak antara 106 48 BT dan 6 12 LS.Batas-batas wilayah DKI
Jakarta, sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah timur
berbatasan dengan Kabupaten Bekasi, sebelah selatan berbatasan
dengan Kabupaten Bogor,

sebelah barat

berbatasan dengan

Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan Pasal 6 UU No. 5/1974 dan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia No. 25 tahun 1978 wilayah DKI Jakarta dibagi
dalam 5 wilayah kota yang setingkat dengan Kotamadya Daerah
Tingkat II dan berada langsung di bawah Daerah Khusus Ibukota
Jakarta yang terdiri dari 44 Kecamatan dan 267 Kelurahan.
Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah Kotamadya dan
satu Kabupaten administratif, yakni Kotamadya Jakarta Pusat dengan
luas 48,17 km2, Kotamadya Jakarta Utara dengan luas 142,20 km2,
Kotamadya Jakarta Barat dengan luas 126,15 km2, Kotamadya
Jakarta Selatan dengan luas 145,73 km2 dan Kotamadya Jakarta
Timur dengan luas 187,73 km2 serta Kabupaten Administratif
Kepulauan Seribu dengan luas 11,81 km2.
Keadaan topografi wilayah DKI Jakarta dikategorikan sebagai
daerah datar dan landai. Ketinggian tanah dari pantai sampai ke banjir
kanal berkisar antara 0 m sampai 10 m di atas permukaan laut diukur
dari titik nol Tanjung Priok. Sedangkan dari banjir kanal sampai batas
1

paling Selatan dari wilayah DKI antara 5 m sampai 50 m di atas


permukaan laut. Daerah pantai merupakan daerah rawa atau daerah
yang selalu tergenang air pada musim hujan. Di daerah bagian selatan
banjir kanal terdapat perbukitan rendah dengan ketinggian antara 50
m sampai 75 m. Sungai-sungai yang ada di wilayah DKI Jakarta
antara lain,Sungai Grogol, Sungai Krukut, Sungai Angke, Sungai
Pesanggrahan dan Sungai Sunter.
Wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara mempunyai luas146,66
km2. Berdasarkan posisi geografisnya, Kota Administrasi Jakarta
Utara memiliki batas-batas, di sebelah utara membentang pantai Laut
Jawa dari Barat sampai ke Timur sepanjang 35 km, sementara di
sebelah selatan berbatasan dengan wilayah Jakarta Barat, Jakarta
Pusat dan Jakarta Timur, di sebelah timur berbatasan dengan Jakarta
Timur

dan

Kabupaten

Bekasi,

sebelah

barat

dengan Kabupaten Tangerang dan Jakarta Barat.


Ketinggian wilayah dari permukaan laut antara 0 sampai dengan 2
meter, pada beberapa tempat tertentu berada di bawah permukaan laut
yang sebagian besar terdiri dari rawa-rawa atau empang air payau.

Gambar 1.1 Peta Wilayah Kecamatan Jakarta


Utara
2

Luas wilayah daratan Jakarta Utara saat Ini mencapai 155,01 km2
dan secara administratif dibagi menjadl 6 Wilayah Kecamatan, yaitu
Penjaringan, Tanjung Priuk, Pademangan, Cilincing, Koja dan Kelapa
Gading serta 31 Wilayah Kelurahan.
Batasan wilayah Kecamatan Koja adalah sebagai berikut :
a. Sebelah Utara : Laut Jawa / Kecamatan Cilincing dan
Kabupaten Administrasi Pulau Seribu.
b. Sebelah Selatan : Kali Betik / Kecamatan Kelapa Gading.
c. Sebelah Barat : Jl. Sulawesi/Jl. Yos Sudarso / Kecamatan
Tanjung Priok.
d. Sebelah Timur : Jl. Kramat Jaya / Kali Cakung Lama,
Kecamatan Cilincing.
Kali Sunter adalah sebuah kanal yang mengalir ke laut melalui
Koja, dengan muara yang terletak di perbatasan antara Kecamatan
Koja dan Kecamatan Cilincing.
Koja terdiri dari 6 kelurahan antara lain Koja, Lagoa, Tugu Utara,
Tugu Selatan, Rawa Badak Utara dan Rawa Badak Selatan.

1.1.1.2 Keadaan Demografi


Kecamatan Koja Jakarta Utara memiliki luas 1.224,62 Ha, yang
terbagi dalam 6 Kelurahan, 82 RW, 905 RT dengan total jumlah
penduduk 331.755 jiwa, dan dengan kepadatan penduduk 27.090
jiwa/km2.

Tabel 1.1 Data Luas Wilayah, Jumlah dan Kepadatan


Penduduk Pada Masing-Masing Kelurahan Di Kecamatan Koja

(Sumber : Laporan Tahunan Puskesmas Tahun 2013)

Tabel 1.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Dan


Kelompok Umur Pada Masing-Masing Kelurahan di Kecamatan
Koja

(Sumber : Laporan Tahunan Puskesmas Tahun 2013)

Berdasarkan tabel 1.2 jumlah jenis kelamin yang terbanyak adalah


perempuan yaitu berjumlah 171.652 jiwa. Sedangkan kelompok umur

terbanyak di kecamatan Koja pada tahun 2013 adalah kelompok umur


produktif yang berada pada usia 15 tahun 44 tahun.

Tabel 1.3 Data Pekerjaan Penduduk Pada Masing-Masing


Kelurahan di Kecamatan Koja Tahun 2013

(Sumber : Data Kependudukan Kecamatan Koja Tahun 2013)

Berdasarkan tabel 1.3 penduduk kecamatan Koja banyak


bekerja sebagai karyawan swasta/negeri/ABRI yaitu sebanyak
84.007 orang. Disusul kemudian dengan pekerjaan sebagai
pedagang yaitu sebanyak 45.474 orang. Angka pengangguran
tertinggi di kecamatan Koja terdapat di kelurahan Lagoa yaitu
sebanyak 25.436 orang.

Tabel 1.4 Data Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat


Pendidikan Pada Masing-Masing Kelurahan di Kecamatan
Koja Tahun 2013
PENDIDIKAN
NO

KELURAHAN

Tidak
Sekolah

Tidak
Tamat
SD

Tamat
SD

Tamat
SLTP

Tamat
SLTA

Tamat
PT

Koja

6365

3163

6293

9547

14108

2335

Lagoa

6613

9701

12890

16864

17825

Rawa Badak Selatan

4280

5548

10971

13389

10980

2945

Rawa Badak Utara

31596

7581

6396

7840

10026

6870

Tugu Selatan

3133

4828

6568

8674

9215

7259

Tugu Utara

1072

987

7725

8550

11567

999

TOTAL

46446

28720

47654

60890

72760

38233

(Sumber : Data Kependudukan Kecamatan Koja 2013)

Berdasarkan tabel 1.4 sebanyak 72.760penduduk kecamatan Koja


telah tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, dan hanya sebanyak
46.446 orang penduduk yang tidak sekolah. Dari 46.446 orang
penduduk yang tidak sekolah ini, 31.596 orang diantaranya berada di
kelurahan Rawa Badak Utara.

1.1.2 Gambaran Umum Puskesmas


A. Definisi Puskesmas
Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab terhadap pembangunan
kesehatan di wilayah kerjanya (Kurikulum & Modul Pelatihan
Manajemen Puskesmas, Departemen Kesehatan RI, tahun 2000).

B. Tujuan Pembangunan Kesehatan Oleh Puskesmas


Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh
Puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan
kesehatan Nasional yakni meningkatkan kesehatan, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di
wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2025.

C. Fungsi Puskesmas
Fungsi dari Puskesmas antara lain :
1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan.
Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau
penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh
masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya, sehingga
berwawasan

serta

mendukung

pembangunan

kesehatan.

Disamping itu Puskesmas juga aktif memantau dan melaporkan


dampak

kesehatan

dari

penyelenggaraan

setiap

program

pembangunan di wilayah kerjanya.

2. Pusat pemberdayaan masyarakat.


Puskesmas selalu berupaya supaya perorangan terutama
pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat dunia usaha
memiliki kesadaran, kemauan serta kemampuan melayani diri
sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat.

3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.


Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab
puskesmas,meliputi :
a. Pelayanan Kesehatan Perorangan.
Pelayanan ini bersifat pribadi (private goods) dengan
tujuan utamanya menyembuhkan penyakit dan pemulihan
kesehatan perorangan.
7

b.

Pelayanan Kesehatan Masyarakat.


Pelayanan ini bersifat publik (public goods)yang bertujuan
memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah
penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan
kesehatan.

D. Kondisi Geografi Dan Demografi


Puskesmas Kecamatan Koja yang berlokasi di Jln. Walang Permai
No. 39. Kelurahan Tugu Utara adalah Puskesmas tingkat Kecamatan di
wilayah Kecamatan Koja yang membawahi 8 Puskesmas Kelurahan
yang berada di wilayah Kecamatan Koja. Seluruh Puskesmas tersebut
memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat di wilayah
Kecamatan Koja. Nama dan alamat Puskesmas-Puskesmas di wilayah
Kecamatan Koja terdapat pada table 1.5 dibawah, yaitu sebagai berikut

Tabel 1.5 Daftar Alamat Puskesmas Kelurahan di Kecamatan Tahun 2014

(Sumber :Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Koja Tahun 2013)

Gambar 1.2 Peta Wilayah Kecamatan Koja

Dari tahun ke tahun pelayanan Puskesmas-Puskesmas di wilayah


Kecamatan Koja semakin baik apalagi didukung oleh sarana, prasarana
dan pelayanan dibidang manajemen yang semakin memadai. Perbaikan
sarana, prasarana dan manajemen tersebut ditunjukkan dengan
bangunan dan peralatan kesehatan Puskesmas yang semakin memenuhi
syarat serta SDM yang berkualitas.
Selain itu di bidang manajemen, Puskesmas Kecamatan Koja pada
saat ini menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum Daerah (PPK-BLUD) sesuai dengan SK Gubernur No. 237
tahun 2013 tentang :Penetapan Puskesmas Kecamatan Koja Kota
Administrasi Jakarta Utara Sebagai Unit Kerja Dinas Kesehatan
Yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum Daerah Secara Penuh.
Pola Pengelolaan Keuangan BLUD (PPK-BLUD) memiliki 5 pola
kinerja yang harus disinkronisasi dengan Kegiatan Pelayanan bidang
Kesehatan Puskesmas antara lain :
1) . Pola Penghitungan Satuan Biaya
9

2) . Pola Standard Pelayanan Minimal


3) . Pola Tata Kelola
4) . Pola Rencana Bisnis Anggaran
5) . Pola Remunerasi.

E. PROFIL PUSKESMAS KECAMATAN KOJA


Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Koja pada tahun 2013
memiliki 1 Subbagian Tata Usaha dan 2 Koordinator yang berperan
dalam pelaksanaan pelayanan kepada pelanggan internal dan
pelanggan eksternal sesuai Pergub No. 4 tahun 2011 tentang
Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Puskesmas.

1.

Koordinator Penunjang dan Kesmas


Penunjang dan Kesmas yang dilaksanakan di Puskesmas
Kecamatan Koja tahun 2013 meliputi kegiatan :
a. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Penyakit Menular (PM)
b. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Penyakit Tidak Menular (PTM)
c. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Penyehatan Lingkungan dan Kesehatan
Kerja
d. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Gizi Komunitas & Peningkatan Peran
Serta masyarakat (PPSM)
e. Promosi Kesehatan (Promkes).
f. Pelayanan Laboratorium.
g. Pelayanan Gizi.
h. Pelayanan Farmasi.
Kegiatan-kegiatan tersebut harus mengacu pada Pola
Standard Pelayanan Minimal sesuai dengan Permenkes No. 1457
tentang Standard Pelayanan Kesehatan dan SK Gubernur Nomor
12 tahun 2006 tentang Standard Pelayanan Minimal daerah
Khusus Ibukota Jakarta.

10

2.

Koordinator Yankes
Pelayanan kesehatan dalam gedung (Yankes) yang
dilaksanakan oleh Puskesmas Kecamatan Koja meliputi :
a. Pelayanan Kesehatan Dasar
1. Poli Umum
2. Poli Gigi
3. Poli MTBS
4. Poli Paru
5. Poli Spesialis
6. Layanan 24 Jam.
b. Pelayanan Kesehatan Penunjang Medik
1. Radiologi
2. Laboratorium
3. USG (Ultra Sono Grafi)
4. ECG (Electro Cardio Gram)
5. Ambulance
6. Klinik Gizi
7. Apotek / Depo Obat.
c. Pelayanan Kesehatan Keluarga Berencana dan Kesehatan
Ibu dan Anak
1. Klinik KI dan KA.
2. Klinik KB.
3. Klinik Imunisasi.
d. Pelayanan Kesehatan Rumah Bersalin (RB)
e. Pelayanan Kesehatan Rawat Inap (Ranap)
f. Pelayanan Kesehatan Lain Lain
1. Pelayanan Kesehatan bagi keluarga miskin (Gakin)
2. Pelayanan untuk Lansia
3. Klinik Jiwa dan Napza
4. Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM).
g. Pelayanan Kesehatan Gadar Bencana
1. Gadar Banjir
11

2. Gadar Kebakaran dan Bencana Lain


3. Gadar Hari Besar.

3.

Subbagian Tata Usaha dan Keuangan


a. Kepegawaian dan Umum
b. Keuangan
c. Mutu
d. Pemegang / Pengurus & Pemeliharaan Barang Inventaris
e. Administrasi Perkantoran
f. Pengadaan Barang dan Jasa
g. Pendidikan dan Pelatihan
h. Perencanaan dan Pelaporan.

Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan pada masyarakat,


jam kerja Puskesmas dibagi 2 sesuai dengan SK Kepala Dinas
tentang pengaturan jam kerja Puskesmas di lingkungan Dinas
Kesehatan DKI Jakarta sebagai berikut :
a) Untuk Puskesmas Kecamatan
Pelayanan Puskesmas Kecamatan Koja dimulai dari pukul
07.30 - 16.00 dari hari Senin hingga Jumat, untuk layanan
sore dari jam 16.00 s/d 20.00. Dan untuk layanan 24 jam
dilaksanakan oleh Unit Layanan 24 Jam.
b) Untuk Puskesmas Kelurahan
Pelayanan Puskesmas Kelurahan pada hari Senin sampai
dengan Kamis dimulai dari pukul 07.30 s/d 16.00 WIB,
hari Jumat dimulai pukul 07.30 s/d 16.30 dan di hari Sabtu
pelayanan dimulai pukul 07.30 s/d 12.00 WIB.
Pasien yang dilayani di Puskesmas Kecamatan Koja dan di
Puskesmas Kelurahan, antara lain :
a) Pasien Umum
b) Pasien KJS (Kartu Jakarta Sehat)
c) Pasien BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial)
12

Selain itu Puskesmas Kecamatan Koja juga menjalin mitra


dengan layanan kesehatan lainnya baik negeri maupun swasta
yang ada di wilayah Kecamatan Koja untuk memudahkan pasien
jika harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih memadai
(harus dirujuk), mitra tersebut antara lain :
a) Rumah Sakit Koja
b) Rumah Sakit Umum Pelabuhan (RS Tugu)
c) Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso
d) Rumah Sakit Sukmul
e) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (tersier).

Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan di Puskesmas


Kecamatan Koja, tenaga kesehatan yang melaksanakan tugas
pelayanan tersebut merupakan faktor utama yang memegang
peranan, karena itu tenaga kesehatan yang dimiliki Puskesmas
Kecamatan Koja dituntut memiliki kemampuan dan keahlian yang
Profesional. Komposisi tenaga kesehatan tahun 2014 yang ada di
Puskesmas Kecamatan Koja dan di Puskesmas Kelurahan dapat
dilihat pada tabel 1.6 dibawah. Pembagian tenaga kesehatan diatur
pula dalam Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Koja untuk
memudahkan koordinasidan pendelegasianserta pembagian tugas
dan tanggung jawab sehingga nilai-nilai organisasi tetap berlaku
dan terkendali.

Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Koja Jakarta


Utara disajikan secara lengkap dalam bagan 1.1 dibawah ini,
sebagai berikut :

13

Bagan 1.1 Struktur Organisasi Pusekesmas Kecamatan Koja


Berdasarkan Pergub No.4 Tahun 2011

(Sumber :Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Koja Tahun 2013)

Tabel 1.6 Jumlah Tenaga Kesehatan di Puskesmas Se-Kecamatan Koja


Tahun 2013

14

(Sumber :Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Koja Tahun 2013)

15

F. VISI, MISI & MOTTO PUSKESMAS KECAMATAN KOJA


1.

VISI
Terwujudnya Puskesmas Kecamatan Koja Yang Memberikan
Pelayanan Prima, Berorientasi Pada Kepuasan Pelanggan
Menuju Masyarakat Sehat Dan Mandiri.

2.

MISI
a. Memberikan Pelayanan Kesehatan Prima dan Merata.
b. Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kesehatan Medis
dan Non Medis Puskesmas.
c. Menggalang Kemitraan Pelayanan Kesehatan di Wilayah
Kerja Puskesmas.
d. Mengembangkan Upaya Kemandirian Masyarakat Dalam
Bidang Kesehatan.

3.

MOTTO
Motto Puskesmas Kecamatan Koja adalah :
PRIMA SEHAT MANDIRI UNTUK SEMUA

Diharapkan masyarakat di wilayah Kecamatan Koja dapat


menjadikan Puskesmas Kecamatan Koja sebagai pilihan dan dambaan
dalam mengatasi masalah kesehatan di wilayah Kecamatan Koja.
Untuk mengevaluasi upaya yang telah dilakukan oleh Puskesmas
Kecamatan Koja dan jajarannya di bidang pelayanan kesehatan maka
dibutuhkan data-data pencapaian pelayanan kesehatan selama kurun
waktu 1 (satu) tahun dari kegiatan pelayanan kesehatan baik yang
bersifat Publik maupun Perorangan.

1.1.3 Program Kesehatan Lingkungan Yang Diselenggarakan Di


Kecamatan Koja
Kesehatan lingkungan masuk ke dalam program dasar puskesmas
atau yang dikenal dengan basic seven dikarenakan kesehatan
16

lingkungan mempunyai daya ungkit yang tinggi terhadap penyelesaian


masalah-masalah kesehatan masyarakat. Dan juga masih terdapat
penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan. Pengendalian faktor
lingkungan yang baik sangat berguna dalam upaya penurunan angka
kesakitan (morbidity rate) maupun menurunkan angka kematian
(mortality rate) yang berhubungan dengan penyakit-penyakit yang
berbasis lingkungan.
Puskesmas Kecamatan Kojamerupakan salah satu Puskesmas yang
memasukkan kesehatan lingkungan ke dalam program wajib puskesmas
dan

melaksanakan kegiatan promotif, preventif, kuratif dan

rehabilitatif masalah kesehatan lingkungan yang terdapat di wilayah


kerjanya.
Program kesehatan lingkungan di Puskesmas Kecamatan Koja
tahun 2014 meliputi:
a.

Pengendalian Vektor dan Binatang Pengganggu.

b.

Pembinaan Tempat Tempat Umum (TTU).

c.

Pemantauan dan Pemeriksaan Kepemilikan Sanitasi Dasar.

d.

Pemeriksaan Instalasi Pengelolaan Makanan.

e.

Pemeriksaan Sarana Pendidikan

f.

Pemantauan Biopori

Dari enam program kegiatan tersebut, empat program yaitu


program

pembinaan

tempat-tempat

umum,

pemantauan

dan

pemeriksaan kepemilikan sanitasi dasar, pemeriksaan instalasi


pengelolaan makanan, pemeriksaan sarana pendidikan

adalah

program-program yang tidak dijalankan oleh puskesmas kecamatan


koja, sehingga pengumpulan data dan evaluasi program selama
periode Januari April 2014 tidak dilakukan. Program yang dapat
dievaluasi dari program kesehatan lingkungan puskesmas kecamatan
Koja pada periode Januari April 2014 adalah program Pengendalian
Vektor dan Binatang Pengganggu dan Pemantauan Biopori.

17

Pengendalian vektor dapat dilakukan melalui Pemeriksaan


Jentik Berkala (jumantik), PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dan
Larvitrap. Kegiatan program Pengendalian Vektor ini meliputi :
1. Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
Pemberantasan

sarang

nyamuk

ke

pemukiman

penduduk kecamatan Koja setiap hari Jumat serta


dilakukan pemeriksaan jentik. Pemeriksaan jentik
yang dilakukan oleh kader jumantik dilakukan setiap
minggu untuk mendapatkan data ABJ (angka bebas
jentik). Kader jumantik bekerja di bawah pengawasan
kelurahan dan bertanggung jawab ke kelurahan. ABJ
adalah angka yang menggambarkan persentase jumlah
bangunan yang bebas jentik. Indikator Puskesmas
Kecamatan Koja untuk Angka Bebas Jentik (ABJ)
yaitu >95 %.
2. Pemeriksaan jentik berkala dan abatisasi
a) Target kegiatan
Pemeriksaan jentik berkala dan abatisasi, dengan
pemeriksaan jentik berkala pada hari jumat di
bulan ketiga pada masing-masing triwulan yang
dilakukan oleh petugas kesehatan lingkungan
puskesmas Kecamatan Koja beserta beberapa staff
perawat dari puskesmas Kelurahan. Pemeriksaan
ini dilakukan dengan mengambil sampel 100
bangunan

secara

dikhususkan

untuk

acak.

Pemberian

larvasida

bangunan-bangunan

yang

memiliki tempat penampungan air yang sulit


untuk dikuras, seperti bangunan yang memiliki
torrent.
b) Pembahasan hasil kegiatan.

18

Jika terjadi peningkatan jumlah kasus, maka hal


tersebut merupakan tanggung jawab tujuh tatanan,
yaitu :

1) Fasilitas kesehatan
2) Institusi pendidikan
3) Pemukiman
4) Industri dan perkantoran
5) Tempat-tempat umum (TTU)
6) Tempat

pengelolaan

makanan

(TPM), Fasilitas olahraga.


3. Larvitrap
Larvitrap adalah program yang dilakukan dengan
meletakan sebuah alat perangkap larva di tempat-tempat
yang disenangi jentik seperti tempat-tempat yang teduh
dan gelap.
Hasil kegiatan program-program ini diarahkan kepada upaya
pelaksanaan Dokumen Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah
(DPA-SKPD) pada program pemantauan jentik berkala, dan program
Non DPA-SKPD dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk 30 menit.

19

Tabel 1.7 Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes yang Diperiksa oleh Jumantik
di Kecamatan Koja Bulan Januari April 2014
Rata-Rata Angka Bebas Jentik
Januari April 2014
NO

Kelurahan

Bangunan Yang

Bangunan

Bangunan

Diperiksa

Dengan Jentik

Dengan

(+)

Jentik

(-)
1

Koja

1305

85

1220

93,48

Lagoa

6138

450

5688

92,66

Rawabadak

187

184

98,39

2720

52

2668

98,08

Selatan
4

Rawabadak
Utara

Tugu utara

449

36

413

91,98

Tugu Selatan

2039

42

1997

97,94

Sumber : Laporan Bulanan Program Kesehatan Lingkungan Periode Januari


2014 April 2014

20

Tabel 1.8 Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes Hasil Pemeriksaan Jentik
Berkala (PJB) Triwulan (Januari Maret 2014) Puskesmas Kecamatan Koja

HASIL PEMERIKSAAN
NO

KELURAHAN

JUMLAH
JUMLAH
BANGUNAN
BANGUNAN
POSITIF
DIPERIKSA
JENTIK

JUMLAH
BANGUNAN
NEGATIF
JENTIK

ABJ

Koja

100

11

89

89.00

Lagoa

100

91

91.00

Rawabadak Utara

100

93

93.00

Rawabadak Selatan

100

94

94.00

Tugu Utara

100

12

88

88.00

Tugu Selatan

100

94

94.00

600

51

549

91.50

JUMLAH

Sumber : Laporan Bulanan Program Kesehatan Lingkungan Periode Januari


2014 April 2014

21

Tabel 1.9 Hasil Pemantauan Larvitrap (Januari Maret 2014) Puskesmas


Kecamatan Koja

Larvitrap Januari April 2014

No

Kelurahan

Jumlah Larvitrap

Bangunan

Bangunan

Dengan Jentik

Dengan

(+)

Jentik

(-)
1

PKM Kel. Koja

100

Kel. Koja

100

PKM Kel.

100

Kel.

100

Kel. Rawabadak

10

10

100

100

100

Rawabadak
Utara I
3

PKM
Rawabadak
Utara II

II

Utara
III

Kel. Rawabadak
Selatan

PKM Kel. Tugu


utara I

PKM Kel. Tugu


utara III

PKM Kec. Koja

100

IV

Kel. Tugu Utara

19

19

100

PKM Kel. Tugu

100

Selatan
22

Kel. Tugu

100

Selatan
8

PKM Kel. Lagoa

100

VI

Kel. Lagoa

100

Jumlah

50

50

100

Sumber : Laporan Bulanan Program Kesehatan Lingkungan Periode Januari


2014 April 2014

Tabel 1.10 Hasil rekapitulasi data pembuatan ulang resapan biopori (LRB)
SKPD/UKPD Puskesmas Kecamatan Koja

Jumlah

Kondisi Lubang

titik

No

Lokasi

LRB

Lubang yang

yang

Tertutup

Fungsi Lubang

dibuat
Tertutup

Tidak

Berfungsi

tertutup

Puskesmas

Tidak
Berfungsi

Kecamatan Koja

Puskesmas
Kelurahan Tugu
Utara I

Puskesmas

23

Kelurahan Tugu
Utara III

Puskesmas

Kelurahan
Lagoa

Puskesmas
Kelurahan
Rawabadak
Utara I

Sumber : Laporan Bulanan Program Kesehatan Lingkungan Periode Januari


2014 April 2014

1.2 Identifikasi Masalah


Dari berbagai hasil pencapaian program kegiatan kesehatan lingkungan
yang dievaluasi di Puskesmas Kecamatan Koja Periode Januari April 2014,
program pemantauan Biopori dan pemantauan Larvitrap merupakan
program Puskesmas Kecamatan Koja yang berhasil karena sudah mencapai
indikator keberhasilan yaitu 100%.
Dari program pemeriksaan jentik berkala dijalankan di

Puskesmas

Kecamatan Koja, terdapat 3 kelurahan yang telah memenuhi standar Angka


Bebas Jentik pada bulan Januari April 2014 yaitu kelurahan Rawa Badak
Utara (98,8%), Rawa Badak Selatan (98,39 %), dan Tugu Selatan (97,94%).
Selain kelurahan yang disebutkan diatas, maka selanjutnya kelurahan
tersebut akan dilakukan evaluasi. Didapatkan angka bebas jentik yang
diperiksa tiap tiga bulan sekali (PJB triwulan) sebesar 91,50% yang masih
dibawah diindikator keberhasilan sebesar 95% .
Program tersebut dievaluasi karena adanya masalah pada program
tersebut yaitu belum mencapai target yang sudah ditetapkan, adanya
24

kemudahan dalam mengakses data serta pencatatan dan pelaporan yang


lengkap.
Adapun identifikasi masalah yang didapatkan antara lain :
1. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes yang diperiksa oleh
jumantik di Wilayah Kelurahan Koja bulan Januari - April 2014
sebesar 93,48%%.
2. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes yang diperiksa oleh
jumantik di Wilayah Kelurahan Lagoa bulan Januari - April 2014
sebesar 92,66%.
3. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes yang diperiksa oleh
jumantik di Wilayah Kelurahan Tugu Utara bulan Januari - April
2014 sebesar 91,98%%.
4. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes Hasil Pemeriksaan
Jentik Berkala (PJB) Triwulan (Januari Maret 2014) di Wilayah
Puskesmas Kecamatan Koja bulan Januari Maret 2014 sebesar
91,50%.

1.3 Rumusan Masalah


Setelah identifikasi masalah dari Angka Bebas Jentik pada Pemeriksaan
Sarang Nyamuk di wilayah puskesmas kecamatan Koja periode Januari 2014
April 2014 terdapat tiga kelurahan yang belum mencapai target. Kemudian
dilakukan perhitungan dan pembandingan nilai kesenjangan antara apa yang
diharapkan (expected) dengan apa yang telah terjadi (observed), dilakukan
perumusan masalah untuk membuat perencanaan yang baik sehingga masalah
yang ada dapat diselesaikan.
Rumusan masalah dari program kesehatan lingkungan di puskesmas
kecamatan Koja adalah sebagai berikut :
1. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes yang diperiksa oleh
jumantik di Wilayah Kelurahan Koja bulan Januari - April 2014
sebesar 93,48% kurang dari terget 95%.
25

2. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes yang diperiksa oleh


jumantik di Wilayah Kelurahan Lagoa bulan Januari - April 2014
sebesar 92,66% kurang dari terget 95%.
3. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes yang diperiksa oleh
jumantik di Wilayah Kelurahan Tugu Utara bulan Januari - April
2014 sebesar 91,98% kurang dari terget 95%.
4. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes Hasil Pemeriksaan
Jentik Berkala (PJB) Triwulan (Januari Maret 2014) di Wilayah
Puskesmas Kecamatan Koja bulan Januari Maret 2014 sebesar
91,50% kurang dari terget 95%.

26

BAB II
PENETAPAN PRIORITAS MASALAH DAN PENYEBAB
MASALAH

2.1 MENETAPKAN PRIORITAS MASALAH


Masalah adalah kesenjangan antara apa yang diharapkan (expected)
dengan apa yang aktual terjadi (observed). Perlu ditentukan masalah yang
menjadi prioritas karena keterbatasan sumber daya, dana, dan waktu
menyebabkan tidak semua permasalahan dapat dipecahkan sekaligus. Setelah
pada tahap awal merumuskan masalah, maka dilanjutkan dengan menetapkan
prioritas masalah yang harus dipecahkan. Prioritas masalah didapatkan dari
data atau fakta yang ada secara kualitatif, kuantitatif, subjektif, objektif serta
adanya pengetahuan yang cukup.
Pada BAB I, telah dirumuskan 3 masalah yang terdapat pada program
kesehatan lingkungan di Puskesmas Kecamatan Koja. Idealnya, setiap
masalah yang ada tersebut dicarikan solusi pemecahan masalahnya. Dalam
penetapan prioritas masalah, digunakan tehnik scoring dan pembobotan.
Untuk dapat menetapkan kriteria, pembobotan dan scoring perlu dibentuk
sebuah kelompok diskusi. Agar pembahasan dapat dilakukan secara
menyeluruh dan mencapai sasaran, maka setiap anggota kelompok
diharapkan mempunyai informasi dan data yang tersedia. Beberapa langkah
yang dilakukan dalam penetapan prioritas masalah meliputi:
1.

Menetapkan kriteria

2.

Memberikan bobot masalah

3.

Menentukan scoring setiap masalah

Berdasarkan hasil analisis program kesehatan lingkungan Puskesmas


Kecamatan Koja yang diangkat, maka di dapatkan 3 permasalahan. Adapun
permasalahan tersebut meliputi :

27

1. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di Wilayah Puskesmas


Kelurahan Kojabulan Januari 2014 sebesar 84,21% kurang dari
target sebesar 95%.
2. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedesdi Wilayah Puskesmas
Kelurahan Koja bulan Maret 2014 sebesar 93,63% kurang dari target
sebesar 95%.
3. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedesdi Wilayah Puskesmas
Kelurahan Koja bulan April 2014 93,31% kurang dari target sebesar
95%.
4. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di Wilayah Puskesmas
Kelurahan Lagoa bulan Januari 2014 sebesar 90,94% kurang dari
target sebesar 95%.
5. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di Wilayah Puskesmas
Kelurahan Lagoa bulan Februari 2014 sebesar 91,57% kurang dari
target sebesar 95%.
6. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di Wilayah Puskesmas
Kelurahan Lagoa bulan Maret 2014 sebesar 93,74% kurang dari
target sebesar 95%.
7. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di Wilayah Puskesmas
Kelurahan Lagoa bulan April 2014 sebesar 93,4% kurang dari target
sebesar 95%.
8. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di Wilayah Puskesmas
Kelurahan Tugu Utara bulan Januari 2014 sebesar 71,42% kurang
dari target sebesar 95%.
9. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di Wilayah Puskesmas
Kelurahan Tugu Utara bulan Februari 2014 sebesar 82,6% kurang
dari target sebesar 95%.
10. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di Wilayah Puskesmas
Kelurahan Tugu Utara bulan Maret 2014 sebesar 93,0% kurang dari
target sebesar 95%.

28

11. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di Wilayah Puskesmas


Kelurahan Tugu Utara bulan April 2014 sebesar 91,7% kurang dari
target sebesar 95%.
12. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes dari hasil PJB triwulan
di Wilayah Puskesmas Kecamatan Koja bulan Januari Maret 2014
sebesar 91,50% kurang dari target sebesar 95%.

Dalam menentukan prioritas masalah, digunakan metode MCUA


(Multiple Criteria Utility Assessment). Keuntungan metode MCUA yaitu
hasil perhitungan setiap masalah lebih objektif, sedangkan kerugiannya
proses untuk mendapatkan hasil dibutuhkan waktu yang lebih lama karena
harus menggunakan perhitungan bobot.
Dalam menetapkan bobot, dapat dibandingkan antara kriteria yang satu
dengan yang lainnya untuk mengetahui kriteria mana yang mempunyai nilai
bobot yang lebih tinggi. Nilai bobot berkisar satu sampai lima, dimana nilai
yang tertinggi adalah kriteria yang mempunyai bobot lima.
a) Bobot 5 yaitu bobot yang paling penting.
b) Bobot 4 yaitu bobot yang sangat penting sekali.
c) Bobot 3 yaitu bobot yang sangat penting.
d) Bobot 2 yaitu bobot yang penting.
e) Bobot 1 yaitu bobot yang cukup penting
A. Emergency
Emergency menunjukkan seberapa fatal suatu permasalahan
sehingga menimbulkan kematian atau kesakitan. Parameter yang
digunakan dalam kriteria ini adalah CFR (Case Fatality Rate), jika
masalah yang dinilai berupa penyakit. Adapun jika yang dinilai adalah
masalah kesehatan lain, maka digunakan parameter kuantitatif berupa
angka kematian maupun angka kesakitan yang dapat ditimbulkan oleh
permasalahan tersebut.Nilai proxyditentukan berdasarkan hasil diskusi,
argumentasi, serta justifikasi. Nilai CFR yang digunakan untuk Demam
Berdarah Dengue adalah 0,84% (Depkes,2011).
29

Tahap-tahap melakuan perhitungan skoremergency :


1. Mengidentifikasi besarnya target dari setiap indikator program
kesehatan lingkungan.
2. Mengidentifikasi seberapa besar angka cakupan (hasil yang
tercapai dari tiap-tiap progam Kesehatan Lingkungan).
3. Hitung selisih dari target dan cakupan, lalu kemudian hasil
tersebut dijumlahkan dengan angka proxy yang telah ditetapkan.
4. Sesuaikan hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut dengan
score emergencyyang telah ditetapkan.
Untuk menentukan score pada Emergency digunakan range.
Range didapatkan dari selisih antara target dan cakupan dari tiap masalah.
Diberikan score dari 1 - 5 dengan jarak tiap range sebesar 0,99 agar
mendapatkan nilai Emergency yang bervariasi.

Tabel 2.1 Range pada Score Emergency


Range

Score

0 0,99

1 1,99

2 2,99

3 3,99

>4

30

Tabel 2.2 Penentuan Score Emergency Terhadap Masalah Kesehatan


Lingkungan yang Terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Koja
Periode Januari 2014 April 2014

RUMUS
No

Daftar Masalah

Proxy

(TargetCakupan)

Score

+Proxy
Cakupan Angka Bebas Jentik
Wilayah

Demam

Kelurahan

Berdarah

Kojabulan Januari 2014 sebesar

Dengue

84,21%

(DBD)

Nyamuk
1

Aedesdi

Puskesmas

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk
2

Puskesmas
bulan

Aedesdi

Wilayah

Maret

2014

Puskesmas

sebesar

Dengue
(DBD)

Aedesdi

Wilayah

Kelurahan

Koja

bulan April 2014 93,31%

4.

Puskesmas

Aedes

di

Kelurahan

bulan Januari 2014


90,94%

(95-84,21) + 0,84
= 10,79 + 0,84

=11,63

(95-93,63) + 0,84
= 1,4 + 0,84

=2,24

CFR
Demam

(9593,31) + 0,84

Berdarah

= 1,69 + 0,84

Dengue

=2,53

(DBD)

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk

Demam
Berdarah

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk

CFR

Koja

Kelurahan

93,63%

3.

CFR

CFR

Wilayah

Demam

(9590,94) + 0,84

Lagoa

Berdarah

= 4,06 + 0,84

sebesar

Dengue

= 4,9

(DBD)

31

Cakupan Angka Bebas Jentik


Wilayah

Demam

(9591,57) + 0,84

Lagoa

Berdarah

= 3,43 + 0,84

bulan Februari 2014 sebesar

Dengue

= 4,27

91,57%

(DBD)

Nyamuk
5.

Aedes

Puskesmas

di

Kelurahan

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk
6.

Aedes

Puskesmas
bulan

di

Demam

(9593,74) + 0,84

Lagoa

Berdarah

= 1,26 + 0,84

sebesar

Dengue

= 2,1

Kelurahan

Maret

2014

Cakupan Angka Bebas Jentik

CFR

Nyamuk Aedes di Wilayah

Demam

(9593,4) + 0,84

Puskesmas Kelurahan Lagoa

Berdarah

= 1,6 + 0,84

bulan

Dengue

= 2,44

April

2014

sebesar

(DBD)

Cakupan Angka Bebas Jentik

CFR

Nyamuk Aedes di Wilayah

Demam

(9571,42) + 0,84

Puskesmas Kelurahan Tugu

Berdarah

= 23,58 + 0,84

Utara

Dengue

= 24,42

bulan

Januari

2014

sebesar 71,42%

9.

(DBD)

93,4%

8.

CFR

Wilayah

93,74%.

7.

CFR

(DBD)

Cakupan Angka Bebas Jentik

CFR

Nyamuk Aedes di Wilayah

Demam

(9582,6) + 0,84

Puskesmas Kelurahan Tugu

Berdarah

= 12,4 + 0,84

Utara bulan Februari 2014

Dengue

=13,24

sebesar 82,6%

(DBD)

32

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk
10

Aedes

di

Wilayah

Berdarah

Utara bulan Maret 2014 sebesar

Dengue

93%

(DBD)

Nyamuk

12

Demam

Tugu

Puskesmas

Kelurahan

Cakupan Angka Bebas Jentik


11

CFR

Aedes

di

Wilayah

CFR
Demam

Tugu

Berdarah

Utara bulan April 2014 sebesar

Dengue

91,7%

(DBD)

Puskesmas

Kelurahan

Cakupan Angka Bebas Jentik

CFR

Nyamuk Aedes dari hasil PJB

Demam

triwulan di Wilayah Puskesmas

Berdarah

Kecamatan Koja bulan Januari

Dengue

Maret 2014 sebesar 91,50%.

(DBD)

(95-93) + 0,84
= 2 + 0,84

=2,84

(95-91,70) + 0,84
= 3,3 + 0,84

=4,14

(95-91,50) + 0,84
= 3,5 + 0,84

=4,34

Pada Emergency, daftar masalah program kesehatan


lingkungan didapatkan Score terbesar adalah 5, yaitu pada
cakupan angka bebas jentik nyamuk Aedes dari hasil PJB triwulan
di Wilayah Puskesmas Kecamatan Koja .
B. Greetest Member
Greetest member menunjukkan berapa banyak penduduk yang terkena
masalah atau penyakit yang ditunjukkan dengan angka prevalensi.
Semakin besar selisih antara target dan cakupan maka akan semakin besar
score yang didapatkan.Tahap-tahap melakukan perhitungan Score
Greetest Member :
1. Mengidentifikasi besarnya target dari tiap indikator program
kesehatan lingkungan.
2. Mengidentifikasi seberapa besar angka cakupan (hasil) yang
tercapai dari tiap-tiap program kesehatan lingkungan.
33

3. Hitung selisih dari target dan cakupan.


4. Sesuaikan hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut dengan
Score Greetest Member yang telah ditetapkan.
Untuk menentukan score pada Greetest Member digunakan range.
Range didapatkan dari selisih antara target dan cakupan dari tiap masalah.
Diberikan score dari 1 - 5 dengan jarak tiap range sebesar 0,99 agar
mendapatkan nilai Greetes Member yang bervariasi.
Tabel 2.3 Range padaScore Greetest Member
Range

Score

0 0,99

1 1,99

2 2,99

3 3,99

>4

34

Tabel 2.4 Daftar Masalah Program Kesehatan Lingkungan di Wilayah


Puskesmas Kecamatan Koja Periode Januari 2014 April 2014

No
1

Cakupan

Target

Selisih

Program dan Kegiatan

(a)

(b)

(b-a)

Cakupan Angka Bebas Jentik

84,21%

95%

10,79%

93,63 %

95%

1,37%

93,31 %

95%

1,69%

90,94 %

95%

4,06%

91,57%

95%

3,43%

93,74%

95%

1,26%

Nyamuk

Aedesdi

Puskesmas
Kojabulan

Score

Wilayah
Kelurahan

Januari

2014

sebesar 84,21%
2

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk

Aedesdi

Wilayah

Puskesmas Kelurahan

Koja

bulan Maret 2014 sebesar


93,63%
3

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk

Aedesdi

Wilayah

Puskesmas Kelurahan

Koja

bulan April 2014 93,31%


4

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk Aedes di Wilayah
Puskesmas Kelurahan Lagoa
bulan Januari 2014 sebesar
90,94%

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk Aedes di Wilayah
Puskesmas Kelurahan Lagoa
bulan Februari 2014 sebesar
91,57%

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk Aedes di Wilayah
Puskesmas Kelurahan Lagoa
bulan Maret 2014 sebesar

35

93,74%.
7

Cakupan Angka Bebas Jentik

93,4%

95%

1,6%

71,42%

95%

23,58%

82,6%

95%

12,4%

93%

95%

2%

91,7%

95%

3,3%

91,50%

95%

4,34%

Nyamuk Aedes di Wilayah


Puskesmas Kelurahan Lagoa
bulan

April

2014

sebesar

93,4%
8

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk Aedes di Wilayah
Puskesmas Kelurahan Tugu
Utara bulan Januari 2014
sebesar 71,42%

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk Aedes di Wilayah
Puskesmas Kelurahan Tugu
Utara bulan Februari 2014
sebesar 82,6%

10

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk Aedes di Wilayah
Puskesmas Kelurahan Tugu
Utara

bulan

Maret

2014

sebesar 93%
11

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk Aedes di Wilayah
Puskesmas Kelurahan Tugu
Utara

bulan

April

2014

sebesar 91,7%
12

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk Aedes dari hasil PJB
triwulan

di

Wilayah

Puskesmas Kecamatan Koja


bulan Januari Maret 2014
sebesar 91,50%.
36

Pada Greetest Member daftar masalah program kesehatan


lingkungan didapatkan Score terbesar adalah 5.

C. Expanding Scope
Expanding Scope menunjukkan seberapa luas pengaruh suatu
permasalahan terhadap sektor lain diluar kesehatan, berapa banyak jumlah
penduduk di wilayah tersebut, serta ada tidaknya sektor di luar sektor
kesehatan yang berkepentingan dengan masalah tersebut.Untuk Jumlah
penduduk diurut berdasarkan kelurahan yang memiliki penduduk terkecil
sampai yang terbanyak.
Tabel 2.5 Penentuan Nilai Expanding Scope
Berdasarkan Jumlah Penduduk Periode Januari 2014
April 2014
No.

Kelurahan

Kelurahan Koja

Jumlah
Penduduk

Nilai

41.944

Kelurahan Tugu Selatan

42.766

Kelurahan Rawa Badak Utara

45.477

Kelurahan Rawa Badak Selatan

50.230

Kelurahan Lagoa

72.112

Kelurahan Tugu Utara

79.226

Kecamatan Koja

331.755

37

Tabel 2.6 Penentuan Nilai Expanding Scope


Berdasarkan Luas Wilayah Periode Januari 2014 April 2014
No.

Kelurahan

Luas
Wilayah
(km2)

Nilai

Kelurahan Rawa Badak Selatan

101.10

Kelurahan Rawa Badak Utara

133.38

Kelurahan Lagoa

157.99

Kelurahan Tugu Utara

236.65

Kelurahan Tugu Selatan

268.00

Kelurahan Koja

327.50

Kecamatan Koja

1.224,62

Tabel 2.7Penentuan Nilai Expanding Scope Berdasarkan


Keterpaduan Lintas Sektoral Periode Januari 2014 April
2014
Nilai

Lintas Sektor

Tidak ada keterpaduan lintas sector

Ada keterpaduan lintas sector

Untuk keterpaduan lintas sektoral, dalam hal ini puskesmas kecamatan


menjalankan keterpaduan lintas sektoral.

38

Tabel 2.8 Penentuan Nilai Expanding Scope Program Kesehatan


Lingkungan di Wilayah Puskesmas Kecamatan Koja
Periode Januari 2014 April 2014

No.
1

Daftar Masalah
Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk
Aedesdi

Wilayah

Jumlah

Luas

Lintas

Penduduk

Wilayah

Sektor

10

10

10

10

Jumlah

Puskesmas

Kelurahan Koja bulan Januari 2014


sebesar 84,21%
2

Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk


Aedesdi

Wilayah

Puskesmas

Kelurahan Koja bulan Maret 2014


sebesar 93,63%
3.

Cakupan

Angka

Bebas

Jentik

Nyamuk Aedesdi Wilayah Puskesmas


Kelurahan Koja bulan April 2014
sebesar 93,31%
4

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

Puskesmas Kelurahan Lagoa bulan


Januari 2014 sebesar 90,94%
5

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

Puskesmas Kelurahan Lagoa bulan


Februari 2014 sebesar 91,57%
6

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

Puskesmas Kelurahan Lagoa bulan


Maret 2014 sebesar 93,74%.
7

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

39

Puskesmas Kelurahan Lagoa bulan


April 2014 sebesar 93,4%
8

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik

12

12

12

12

16

Wilayah

Puskesmas Kelurahan Tugu Utara


bulan Januari 2014 sebesar 71,42%
9

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

Puskesmas Kelurahan Tugu Utara


bulan Februari 2014 sebesar 82,6%
10

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

Puskesmas Kelurahan Tugu Utara


bulan Maret 2014 sebesar 93%
11

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

Puskesmas Kelurahan Tugu Utara


bulan April 2014 sebesar 91,7%
12

Cakupan
Nyamuk
triwulan

Angka
Aedes

Bebas
dari

hasil

Jentik
PJB

di Wilayah Puskesmas

Kecamatan Koja bulan Januari


Maret 2014 sebesar 91,50%.

Expanding scope tertinggi terdapat pada cakupan Angka Bebas Jentik


nyamuk Aedes yang diperiksa di Wilayah Puskesmas Kecamatan Koja
yaitu 16.
D. FEASIBILITY
Feasibility merupakan kriteria yang digunakan untuk menilai
seberapa mungkin suatu masalah dapat diselesaikan. Pada dasarnya,
kriteria ini adalah kriteria kualitatif, oleh karena itu perlu dibuat
40

parameter kuantitatif sehingga penilaian terhadap kriteria ini menjadi


obyektif.
Adapun parameter yang digunakan untuk menilai apakah suatu
masalah dapat diselesaikan meliputi:
1.

Rasio tenaga kesehatan Puskesmas terhadap jumlah bangunan


yang diperiksa. Semakin banyak jumlah tenaga kesehatan terhadap
jumlah bangunan yang diperiksa, maka kemungkinan suatu
permasalahan terselesaikan akan semakin besar. Oleh karena itu,
dilakukan penghitungan rasio tenaga kesehatan di setiap
Puskesmas kelurahan terhadap jumlah bangunan yang menjadi
sasaran program kesehatan di masing masing wilayah
Puskesmas.

Tabel 2.9 Range pada Scoring Rasio Tenaga Kesehatan


Range

Score

1: 1 1:200

1: 201 1: 400

1: 401 1: 600

1 : 601 1: 800

1: 801 1: 1000

1: 1001 1:1200

41

Tabel 2.10 Scoring Rasio Juru Pemantau Jentik dengan Jumlah Bangunan
Sasaran Program Kesehatan Lingkungan di Wilayah Puskesmas Kecamatan
Koja Periode Januari 2014 April 2014
No

Puskesmas

Juru
Pemantau
Jentik

Jumlah
Perbandingan Score
Bangunan
yang
diperiksa

Kelurahan Koja

146

5221

1 : 37,81

Kelurahan Lagoa

222

24.555

1 : 110,60

Kelurahan

119

10.880

1 : 91,43

109

751

1 : 6,89

214

1798

1 : 8,40

96

8156

1 : 84,96

600

1 : 66

Rawabadak utara
4

Kelurahan
Rawabadak selatan

Kelurahan Tugu
Utara

Kelurahan Tugu
Selatan

Kecamatan Koja

42

2.

Ketersediaan fasilitas (material), fasilitas juga merupakan hal yang


dibutuhkan untuk menjalankan suatu kegiatan dan menyelesaikan
suatu masalah dan cakupan kegiatan tersebut. Namun, fasillitas
yang dibutuhkan oleh setiap kegiatan berbeda-beda. Oleh karena
itu, dibuatkan kategori untuk fasilitas yang dibutuhkan oleh
kegiatan-kegiatan tersebut.
Kategori fasilitas digolongkan menjadi dua yaitu ketersediaan
alat/obat dan ketersediaan tempat. Penilaian berdasarkan ada
dalam jumlah mencukupi, ada namun kurang mencukupi dan tidak
ada sama sekali. Digolongkan cukup bila dari kegiatan
pelaksanaan program tidak ada masalah yaitu selalu tersedia dan
diberi nilai dua. Digolongkan kurang bila tersedia namun jumlah
kurang, atau terlambat datang, atau ada namun tidak layak pakai
dan diberi nilai satu. Dan tidak ada bila tidak tersedia dan diberi
nilai nol.

Tabel 2.11Scoring Ketersediaan Fasilitas Terhadap Kegiatan di Wilayah


Puskesmas Kecamatan KojaPeriode Januari 2014 April 2014
Kategori

Tempat

Alat/ Obat

3.

Ketersediaan

Score

Tidak ada

Ada tetapi kurang

Ada dan cukup

Tidak ada

Ada tetapi kurang

Ada dan cukup

Ketersediaan dana, Scoring ketersediaan dana terhadap setiap


kegiatan Puskesmas penilaian dibagi tiga yaitu tidak ada,
cukup dan kurang. Penilaian berdasarkan wawancara dengan
pemegang programterkait.
43

Tabel 2.12Scoring Ketersediaan Dana Terhadap Kegiatan di Wilayah


Puskesmas Kecamatan Kelapa Koja Januari 2014 Juli2014
Dana

Score

Tidak ada

Ada tetapi kurang

Ada dan cukup

Tabel 2.13 Penentuan Score Feasibility Program Kesehatan Lingkungan


terhadap Kegiatan di Wilayah Puskesmas Kecamatan Koja Periode Januari
2014 April 2014

No

Daftar Masalah

SDM

Cakupan Angka Bebas Jentik

Nyamuk

Aedesdi

Fasilitas

Dana

Jumlah

(Alat/Obat)

Wilayah

Puskesmas Kelurahan Kojabulan


Januari 2014 sebesar 84,21%
2

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk

Aedesdi

Wilayah

Puskesmas Kelurahan Koja bulan


Maret 2014 sebesar 93,63%
3

Cakupan Angka Bebas Jentik


Nyamuk

Aedesdi

Wilayah

Puskesmas Kelurahan Koja bulan


April 2014 93,31%.
4

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

Puskesmas Kelurahan Lagoabulan


Januari 2014 sebesar 90,94%
5

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

44

Puskesmas Kelurahan Lagoa bulan


Februari 2014 sebesar 91,57%
6

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik

Wilayah

Puskesmas Kelurahan Lagoa bulan


Maret 2014 sebesar 93,74%
7

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

Puskesmas Kelurahan Lagoa bulan


April 2014 sebesar 93,4%.
8

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

Puskesmas Kelurahan Tugu Utara


bulan

Januari

2014

sebesar

71,42%.
9

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

Puskesmas Kelurahan Tugu Utara


bulan

Februari

2014

sebesar

82,6%.
10

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

Puskesmas Kelurahan Tugu Utara


bulan Maret 2014 sebesar 93%.
11

Cakupan

Angka

Nyamuk

Aedes

Bebas
di

Jentik
Wilayah

Puskesmas Kelurahan Tugu Utara


bulan April 2014 sebesar 91,7%.
12

Cakupan

Angka

Bebas

Jentik

Nyamuk Aedes dari hasil PJB


triwulan

di Wilayah Puskesmas

Kecamatan Koja bulan Januari


45

Maret 2014 sebesar 91,50%.

Feasibility program kesehatan lingkungan di wilayah kerja


puskesmas kecamatan Koja pada periode Januari 2014 April 2014
tertinggi pada cakupan Angka Bebas Jentik nyamuk Aedes

yang

diperiksa di Wilayah Puskesmas Kelurahan Koja, Lagoa dan Tugu utara


dengan jumlah score masing-masing 4.

E. POLICY
Untuk dapat menyelesaikan masalah ini, maka aspek lain yang harus
dipertimbangkan dari suatu masalah tersebut menjadi concern masyarakat
dan pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana kebijakan yang
dibuat oleh pemerintah terhadap masalah tersebut.Parameter yang
digunakan sebagai hasil justifikasi ditentukan bahwa untuk mengetahui
hal tersebut dilihat dari ada tidaknya kebijakan dan perundang-undangan
yang dibuat oleh pemerintah.

Tabel 2.14 Penentuan Nilai Policy Terhadap Kegiatan Puskesmas di


Kecamatan Kelapa Gading Periode Januari 2013 - Juli 2013
No.

Parameter

Score

Tidak ada kebijakan

Ada kebijakan

Tabel 2.15 Penentuan Nilai Policy Terhadap Kegiatan Puskesmas di


Kecamatan Kelapa Gading Periode Januari 2013 Juli 2013

No.

Parameter

Score

Tidak ada perundang-

undangan
2

Ada perundang-undangan

2
46

Tabel 2.16 Penentuan Score Policy Program Kesehatan Lingkungan pada


Puskesmas di Wilayah Kecamatan Koja Periode Januari 2014 April 2014

No

Daftar Masalah

Cakupan

Angka

Ada

Tidak

kebijakan

ada

Ada

Tidak ada

Jumlah

perundang- perundang-

kebijakan

undangan

undangan

Bebas Jentik Nyamuk


Aedesdi

Wilayah

Puskesmas Kelurahan
Kojabulan

Januari

2014 sebesar 84,21%


2

Cakupan

Angka

Bebas Jentik Nyamuk


Aedesdi

Wilayah

Puskesmas Kelurahan
Koja

bulan

Maret

2014 sebesar 93,63%


3

Cakupan

Angka

Bebas

Jentik

Nyamuk Aedes di
Wilayah Puskesmas
Kelurahan

Koja

bulan

2014

April

93,31%.
4

Cakupan

Angka

Bebas Jentik Nyamuk


Aedes

di

Wilayah

Puskesmas
KelurahanLagoabulan
Januari 2014 sebesar
90,94%
47

Cakupan Angka

Bebas Jentik Nyamuk


Aedes di Wilayah
Puskesmas Kelurahan
Lagoa bulan Februari
2014 sebesar 91,57%

Cakupan

Angka

Bebas Jentik Nyamuk


Aedes

di

Wilayah

Puskesmas Kelurahan
Lagoa bulan Maret
2014 sebesar 93,74%
7

Cakupan

Angka

Bebas Jentik Nyamuk


Aedes

di

Wilayah

Puskesmas Kelurahan
Lagoa

bulan

April

2014 sebesar 93,4%.


8

Cakupan

Angka

Bebas Jentik Nyamuk


Aedes

di

Wilayah

Puskesmas Kelurahan
Tugu

Utara

bulan

Januari 2014 sebesar


71,42%.
9

Cakupan

Angka

Bebas Jentik Nyamuk


Aedes

di

Wilayah

Puskesmas Kelurahan
Tugu

Utara

bulan
48

Februari 2014 sebesar


82,6%.
10

Cakupan

Angka

Bebas Jentik Nyamuk


Aedes

di

Wilayah

Puskesmas Kelurahan
Tugu

Utara

bulan

Maret 2014 sebesar


93%.
11

Cakupan

Angka

Bebas Jentik Nyamuk


Aedes

di

Wilayah

Puskesmas Kelurahan
Tugu

Utara

bulan

April 2014 sebesar


91,7%.
12

Cakupan

Angka

Bebas Jentik Nyamuk


Aedes dari hasil PJB
triwulan di Wilayah
Puskesmas
Kecamatan

Koja

bulan Januari Maret


2014 sebesar 91,50%.

Score Policy pada program kesehatan lingkungan memiliki score yang


sama pada seluruh cakupan masalah.
Setelah diklasifikasikan berdasarkan 5 kriteria, keseluruhan hasil
penghitungan dari kriteria tersebut dimasukan kedalam tabel penentuan
masalah program kesehatan lingkungan menurut metode MCUA untuk
dikalikan dengan bobot masing-masing kriteria, kemudian hasil
perkaliaannya di jumlahkan.
49

Tabel 2.17 Penentuan Masalah Program Kesehatan Lingkungan


menurut Metode MCUA di Wilayah Puskesmas Kecamatan Koja
Periode Januari 2014 April 2014

No

Kriteria

Bobot

MS 1

MS2

MS3

BN

BN

BN

Emergency

25

15

15

Greatest Member

20

Expanding Scope

27

27

27

Feasibility

Policy

Jumlah
No

Kriteria

Bobot

84

62

62

MS 4

MS 5

MS 6

BN

BN

BN

Emergency

25

25

15

Greatest Member

20

16

Expanding Scope

10

30

10

30

10

30

Feasibility

Policy

Jumlah
No

Kriteria

Bobot

87

83

65

MS 7

MS 8

MS 9

BN

BN

BN

Emergency

15

25

25

Greatest Member

20

20

Expanding Scope

10

30

12

36

12

36

Feasibility

Policy

Jumlah

65

93

93

50

No

Kriteria

Bobot

MS 10

MS 11

MS 12

BN

BN

BN

Emergency

15

25

25

Greatest Member

12

16

20

Expanding Scope

12

36

12

36

16

42

Feasibility

Policy

Jumlah

75

89

99

Keterangan :
MS 1 : Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Kojabulan Januari
2014 sebesar 84,21%
MS 2 : Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Koja bulan Maret
2014 sebesar 93,63%
MS 3 : Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Koja bulan April
2014 93,31%.
MS 4 : Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Lagoa bulan Januari
2014 sebesar 90,94%
MS 5 : Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Lagoa bulan Februari
2014 sebesar 91,57%
MS 6 : Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Lagoa bulan Maret
2014 sebesar 93,74%
MS 7 : Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Lagoa bulan April
2014 sebesar 93,4%.
51

MS 8 : Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di


Wilayah Puskesmas Kelurahan Tugu Utara bulan
Januari 2014 sebesar 71,42%.
MS 9 : Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Tugu Utara bulan
Februari 2014 sebesar 82,6%.
MS 10 : Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Tugu Utara bulan
Maret 2014 sebesar 93%.
MS 11 : Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Tugu Utara bulan
April 2014 sebesar 91,7%.
MS 12 : Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes dari
hasil

PJB

triwulan

di

Wilayah

Puskesmas

Kecamatan Koja bulan Januari Maret 2014 sebesar


91,50%.

Bedasarkan scoring MCUA, maka dipilih dua prioritas


masalah yaitu :
1. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes dari hasil PJB
triwulan di Wilayah Puskesmas Kecamatan Koja bulan Januari
Maret 2014 sebesar 91,50% dengan score 99.
2. Cakupan Angka Bebas Jentik nyamuk Aedes yang diperiksa di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Tugu Utara Bulan Januari 2014
sebesar 71,42%, dengan score 93.

2.2 Mencari Kemungkinan Penyebab Masalah


Setelah dilakukan penetapan prioritas terhadap masalah yang ada,
selanjutnya ditentukan kemungkinan penyebab masalah untuk mendapatkan
penyelesaian yang ada terlebih dahulu. Pada tahap sebelumnya telah dicoba
mencari apa yang menjadi akar permasalahan dari setiap masalah yang
merupakan prioritas. Pada tahap ini digunakan diagram sebab-akibat yang
52

disebut juga dengan diagram tulang ikan (fishbone) atau diagram Ishikawa.
Dengan memanfaatkan pengetahuan dan dibantu dengan data yang tersedia,
dapat disusun berbagai penyebab masalah secara teoritis.
Penyebab masalah dapat timbul dari bagian input maupun proses. Input,
yaitu sumber daya atau masukan oleh suatu sistem. Sumber daya antara lain
man (sumber daya manusia), money (dana), material (sarana), method (cara).
Sedangkan proses merupakan kegiatan sistem. Melalui proses, input akan
diubah menjadi output, yang terdiri dari:

a.

Planning (perencanaan)
Sebuah proses yang dimulai dengan merumuskan tujuan organisasi
sampai dengan menetapkan alternatif kegiatan untuk mencapainya.

b.

Organizing (pengorganisasian)
Rangkaian kegiatan manajemen untuk menghimpun semua sumber
daya (potensi) yang dimiliki organisasi dan memanfaatkannya
secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi.

c.

Actuating (pelaksanaan)
Proses bimbingan kepada staf agar mereka mampu bekerja secara
optimal

menjalankan

tugas-tugas

pokoknya

sesuai

dengan

keterampilan yang telah dimiliki dan dukungan sumber daya yang


tersedia.
d.

Controlling (monitoring)
Proses untuk mengamati secara terus-menerus pelaksanaan kegiatan
sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan
koreksi (evaluating) jika terjadi penyimpangan.

Berikut ini adalah prioritas masalah yang akan ditetapkan penyebab


masalahnya dengan menggunakan diagram fishbone:
1. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes dari hasil PJB
triwulan di Wilayah Puskesmas Kecamatan Koja bulan Januari
Maret 2014 sebesar 91,50%.

53

2. Cakupan Angka Bebas Jentik nyamuk Aedes yang diperiksa di


Wilayah Puskesmas Kelurahan Tugu Utara bulan Januari 2014
sebesar 71,42%.
Masing masing cakupan tersebut dapat dilihat pada digaram fishbone yang
tergambar pada gambar 2.1 dan gambar 2.2.

54