Anda di halaman 1dari 5

Perwujudan Masyarakat Madani

A. Pendahuluan
Manusia bukan hanya sebagai makhluk individu, tetapi juga sebagai makhluk sosial. Dan setiap
manusia pasti menginginkan kehidupan yang sejahtera dan harmonis. Didalam setiap kehidupan
individu manusia selalu dituntut untuk bisa mengekspresikan nilai-nilai keadaban, nilai kemanusiaan,
dan nilai ketuhanan untuk mewujudkan masyarakat yang ideal yang disebut masyarakat madani, yang
dapat memberikan kebebasan asasi, toleransi, keadilan, dan kebersamaan.
B. Pengertian Masyarakat Madani
Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan, maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Yang dimaksud masyarakat
madani ialah suatu lingkungan interaksi sosial yang berada di luar pengaruh Negara yang tersusun dari
lingkungan masyarakat paling akrab seperti keluarga, asosiasi-asosiasi sukarela, dan gerakan
kemasyarakatan lainnya serta berbagai bentuk lingkungan di mana di dalamnya masyarakat mampu
menciptakan kreatifitas, mengatur dan memobilisasi diri mereka sendiri tanpa keterlibatan Negara.
C. Beberapa Ciri Pokok Masyarakt Madani
Ada empat ciri utama dari masyarakat madani yaitu :
Kesukarelaan
Yang berarti masyarakat madani bukanlah merupakan suatu masyarakat paksaan atau
karena indoktrinasi. Keanggotaan masyarakat madani adalah keanggotaan pribadi yang bebas,
yang secara sukarela membentuk suatu kehidupan bersama yang mempunyai komitmen yang
sama untuk mewujudkan cita-cita bersama.
Keswasembadaan
Yang berarti masyarakat madani yang secara suka rela untuk hidup bersama dan tentunya
tidak akan menggantungkan kehidupannya kepada orang lain. Tidak hanya kepada orang lain,
melainkan kepada Negara dan lembaga-lembaga serta organisasi lain. Setiap anggota memiliki
harga diri yang tinggi dan percaya akan kemampuan dirinya sendiri.
Kemandirian tinggi terhadap Negara
Yang berarti masyarakat madani adalah manusia-manusia yang percaya diri sehingga tidak
tergantung kepada perintah orang lain termasuk Negara. Negara bagi mereka adalah
kesepakatan bersama sehingga tanggung jawab yang lahir dari kesepakatan tersebut adalah
juga tuntutan dan tanggung jawab dari masing-masing anggota

Keterkaitan pada nilai-nilai hukum yang disepakati bersama


Yang berarti suatu masyarakat madani adalah suatu masyarakat yang berdasarkan hukum
dan bukan Negara kekuasaan.
Terdapat sepuluh prinsip dasar pada piagam madinah yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Prinsip kebebasan beragama.


Prinsip persaudaraan seagama.
Prinsip persatuan politik dalam meraih cita-cita bersama.
Prinsip saling membantu
Prinsip persamaan hak dan kewajiban warga negaraterhadap Negara
Prinsip persamaan di depan hukum bagi setiap warga Negara
Prinsip penegakan hukum demi tegaknya keadilan dan kebenaran tanpa pandang bulu
Prinsip pemberlakuan hukum adat yang tetap berpedoman pada keadilan dan kebenaran
Prinsip perdamaian dan kedamaian
Prinsip pengakuan hak atas setiap orang atau individu

D. Islam dan Pancasila


Hubungan timbal balik antara agama dan pacasila merupakan masalah yang sangat dibicarakan
menyangkut umat beragama di Indonesia. Pancasila merupakan bagian dari ajaran agama-agama dan
merupakan bentuk pengamalan agama dalam konteks kehidupan bernegara dan bermasyarakat di
Indonesia. Sebaliknya, mengamalkan nilai-nilai universal agama dalam konteks kehidupan berbangsa,
bernegara dan bermasyarakat secara keindonesiaan berarti telah mengamalkan cara hidup
berpancasila.
E. Landasan Syariah bagi Nasionalisme
Dari sudut pandang islam, nasionalisme Indonesia dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, ialah
terwujudnya satu bangsa yang berasal dari latar belakang etnis, agama dan budaya yang beragam
dengan kesadaran yang sama sebagai satu bangsa dalam satu tanah air, Indonesia. Sisi ini tidak lain dari
manifestasi ajaran islam tentang persatuan, sehingga tidaklah mungkin islam akan menolaknya.
Sementara sisi kedua ialah semangat untuk menjadi suatu bangsa yang bermartabat yang hadir di
tengah pergaulan antarbangsa di dunia.
F. Mewujudkan Masyarakat Madani
Saat ini kendali kemajuan teknologi dipegang oleh masyarakat barat. Umat islam belum mampu
bangkit mengejar ketertinggalannya. Semangat untuk maju berdasar nilai-nilai islam harus dibangkitkan
melalui pemikiran islamisasi ilmu pengetahuan, islamisasi kelembagaan ekonomi melalui lembaga
ekonomi dan perbankan syariah, dan lain-lain. Maka dari itu kesadaran dan semangat untuk maju
tersebut bila disertai dengan sikap konsisten terhadap moral atau akhlak islami, pasti akan memberikan

hasil yang lebih baik dibandingkan dengan hasil yang dicapai masyarakat barat yang sekedar
mengandalkan pemikiran manusiawi semata.
G. Posisi dan Peran Umat Islam Indonesia
SDM umat Islam saat ini belum mampu menunjukkan kualitasnya yang unggul. Karena itu dalam
percaturan global, baik dalam bidang politik, ekonomi, militer, ilmu pengetahuan dan teknologi, belum
mampu menunjukkan perannya yang signifikan. Di Indonesia , jumlah umat islam lebih dari 85%, tetapi
karena kualitas SDM nya masih rendah, juga belum mampu memberikan peran yang proporsional.
Aktifitas menyusun masyarakat madani ini dilakukan dengan menyusun tiga pilar utama yang
menyokong tegaknya sebuah daulah, yaitu pertama, program menyusun kekuatan umat islam dengan
memusatkan segala aktifitas ke dalam masjid.
Kedua program perjuangan menyusun ukhuwah islam, menyusun tata persaudaraan menurut
ajaran islam, membina umat berdasarkan pada mahabbah dan marhamah. Bentuk perjuangan ini adalah
membangun struktur komunitas masyarakat muslim yang tangguh, menusun tata sosial ekonomi yang
merata dan adil, menerapkan asas kekeluargaan, sosialisme dan kolektifitas dengan rasa
kesetiakawanan dalam satu aqidah
Ketiga adalah membina sebuah daulah islamiyah, sebuah tatanan kenegaraan islam yang
pertama di Madinah al-Munawarrah. Program perjuangan ini adalah puncak perjuangan Rasulullah
dalam menegakkan dinul islam di sebuah daulah islam, sebuah Negara yang ditegakkan di atas dasar
hukum abadi (hukum Allah) dan sunnah Rasulullah.
H. Problem dan Dinamika Masyarakat Islam
Dalam proses memasuki era universalitas dunia kita masih memiliki pekerjaan yang belum
terselesaikan yaitu :

Kebodohan
Ini merupakan sesuatu hal yang sungguh ironi dan yang menjadikan kemerosotan dan
keterbelakangan manusia. Ini merupakan salah satu hal yang membuat dinamika kehidupan
selalu turun tidak pernah stabil atau bahkan naik. Maka dari itu peningkatan mutu kualitas
ilmu pengetahuan di Indonesia haruslah ditingkatkan agar kualitas SDM manusia Indonesia
semakin meningkat.

Kemiskinan
Kemiskinan apabila dipandang oleh islam sebagai patologi sosial yang harus
ditanggulangi. Hal ini bermula dari premis, bahwa sumberdaya alam itu berkecukupan untuk
memberikan kesejahteraan. Oleh karena itu, jika kelangkaan muncul, merupakan kesalahan
orang untuk memanfaatkannya, melestarikannyaatau kebodohan dan kemalasannya.

Kemaksiatan
Kekacauan jiwa, kegoncangan hati, ketidak tentraman batin, sentimen, dendam dan
macam-macam penyakit batin lainnya adalah dampak langsung dari kemaksiatan. Berapa
terjadi kehancuran sosial akibat dari tindak maksiat seperti pembunuhan, perjudian atau
kehancuranrumah tangga, lingkungan dan martabat eseorang sebagai individu. Hal ini yang
telah membuat pemikiran sesorang untuk tidak dapat berpikir lebih jauh lagi dikarenakan
sudah tertutup akal pikirannya oleh perbuatan tercela dan biasanya juga bisa disebabkan oleh
faktor lingkungan yang memang tidak mendukung sama sekali.

I. Kesimpulan
Dalam dunia tanpa batas atau yang biasa disebut dengan era globalisasi ini, sebuah Negara dan
masyarakat akan memiliki resiko atau beban yang tinggi , dan apabila tatanan dalam sebuah masyarajat
tidak memberikan ruang gerak yang terbuka atau dikatator. Maka dari itu untuk dapat membentuk
suatu masyarakat madani diperlukan suatu komitmen yang dipegang teguh oleh seluruh masyarakat
yang bersangkutan agar program-program yang telah disusun dapat berjalan dengan baik dan sesuai
rencana. Serta dinamika kehidupan akan ikut serta mengikuti dengan apa yang telah dikerjakan oleh
masyarakat tersebut.