Anda di halaman 1dari 20

NILAI TEBUS DAN PREMI KOTOR

NILAI TEBUS
Pengertian dan Penentuan Nilai Tebus
Tidak semua pemegang polis akan meneruskan kontraknya. Beberapa di
antaranya menghentikan pembayaran premi dengan berbagai alasan. Ada yang
menghentikannya karena dia merasa tidak lagi membutuhkannya sehingga tidak lagi
menguntungkan dirinya bila meneruskan membayar premi. Orang tersebut mungkin
dalam keadaan kesehatan yang baik dengan penghasilan yang relatif sudah membaik.
Keutuhan akan jasa asuransi tidak lagi begitu besar. Ada pula yang menghentikan
kontraknya karena tidak lagi merasa mampu membayar premi.
Jika tingkat bunga bertambah tinggi maka, untuk jumlah santunan yang sama,
premi akan bertambah kecil. Dalam keadaan seperti itu, sering tidak menguntungkan
meneruskan polis yang lama karena preminya relatif tinggi; membeli polis baru dengan
premi yang lebih rendah (santunan sama bersar) mungkin lebih menguntungkan dan
polis lama dibiarkan batal.
Akan tetapi, seseorang yang dalam keadaan kesehatan yang lebih jelek akan
merasakan pentingnya jasa asuransi, sehingga dia akan tetap berusaha meneruskan
pembayaran reminya. Kalau dugaan ini benar maka akibatnya ialah bahwa peluang
meninggal dari orang yang membatalkan polisnya tidak sama dengan yang meneruskan
kontraknya, untuk umur yang sama. Yang tinggal (meneruskan kontrak) lebih tinggi
peluangnya meninggal untuk umur yang sama. Hal ini akan langsung mempengaruhi
nilai tebus yang akan kita bahas segera.
Apapun alasan seseorang untuk tidak meneruskan pembayaran preminya
sehingga kontrak polis menjadi batal, tidaklah wajar bila uang premi yang telah dia
bayarkan menjadi milik perusahaan asuransi seluruhnya. Di pihak lain, tidaklah pula
wajar bila seluruh premi yang telah dibayarkan dikembalikan seluruhnya kepada
pemilik polis yang berhenti karena perusahaan telah mengeluarkan cukup banyak biaya
untuk polis tersebut. Mengembalikan seluruh premi yang telah diterima perusahaan
berarti akan merugikan perusahaan, dan secara tidak langsung, merugikan seluruh
pemegang polis yang meneruskan kontraknya.
Jadi masalahnya sekarang ialah menentukan besarnya uang yang haru
dikembalikan kepada pemegang polis yang membatalkan kontraknya sehingga seadil
mungkin bagi kedua belah pihak. Dengan adil dimaksudkan sebesar mungkin tanpa
sampai merugikan perusahaan. Nilai uang yang dikembalikan ini disebut nilai tebus
(dalam bahasa inggris, surrender value). Kita dapat memandang seolah-olah
perusahaan menebus kembali polis yang telah dikeluarkannya tapi kemudian batal. Di
banyak negara, terutama yang telah maju perasuransiannya, batas terkecil nilai tebus
ini ditentukan melalui peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Ini maksudnya
unuk melindungi pemegang polis. Perusahaan kemudian, menurut kemampuannya dan

melihat persaingan dengan perusahaan lain, menentukan nilai tebus untuk tiap jenis
polis yang dia keluarkan dan biasanya lebih besar dari batas minimum yang ditentukan
pemerintah.
Sepintas lalu, kelihatannya, besarnya nilai tebus yang wajar adalah sama dengan
besarnya cadangan premi pada waktu suatu polis atal. Ada beberapa alasan mengapa
nilai tebus harus lebih kecil dari cadangan premi.
a. Pada waktu polis dianggap batal, belum tent seluruh biaya telah terbayar lunas
oleh pemegang polis. Karena itu bagian yang belum lunas haruslah
diperhiungkan.
b. Seperti telah disinggung di atas, ada kecenderungan tingkat kesehatan pemegang
polis yang berhenti lebih baik dari yang meneruskannya. Jika demikian maka
tabel mortalitas dalam perhitungan nilai tebus haruslah lebih baik (artinya,
peluang meninggalnya lebihh rendah). Ini akan berakibat nilai tebus akan lebih
rendah dari cadangan premi. Perhatikan bahwa tabel mortalitas yang lebih baik
akan menghasilkan cadangan premi yang lebih kecil untuk poli yang sama.
c. Jika pembatalan polis merupakan kejadian yang sering terjadi maka perusahaan
akan terpaksa selalu menyediakan dana tunai di kas untuk membayar nilai tebus
sehingga dana investasi berkurang dan hasil investasipun berkurang dan hasil
investasipun berkurang.
Ketiga alasan ini dan beberapa alasan lain menunjukkan bahwa nilai tebus
haruslah lebih kecil dari cadangan premi bersih. Perhitungan nilai tebus dapat
dikerjakan mengikuti cara perhitungan cadangan premi tapi dengan menggunakan
tabel mortalitas yang lebih baik, tingkat bunga yang berbeda (biasanya lebih rendah)
dan dengan memperhitungkan biaya-biaya yang belum lunas. Cara yang lebih
sederhana ialah dengan menetapkan nilai tebus sebagai persentase tertentu dari
cadangan premi bersih atau suatu persentase yang berubah menurut lamanya polis
telah berjalan yang kemudian dapat pula dikaitkan dengan umur.
Tiap negara biasanya mengadakan pengaturan tentang minimum nilai tebus
yang harus dibayar perusahaan dan tiap perusahaan mengadakan pengaturan khusus
sesuai dengan persaingan yang dihadapinya. Dalam hal negara belum menetapkan batas
minimum, seperti di Indonesia, maka perusahaan mempunyai kebebasan yang lebih
luas untuk menetapkan besarnya nilai tebus yang akan dia bayarkan.
Berikut ini akan dijelaskan bagaimana batas minimum nilai tebus ditetapkan di
Amerika Serikat menurut apa yang disebut the Standart Nonforfeiture Law. Batas
minimum ini ditentukan dengan menggunakan premi disesuaikan yang mirip dengan
premi bersih disesuaikan dalam penentuan cadangan premi disesuaikan metode
Conmmisioner.
Berdasarkan metode ini, biaya suatu polis terdiri atas dua bagian :
1) Suatu biaya B yang besarnya sama tiap tahun selama jangka waktu
pembayaran premi, dan

2) Biaya tambahn tahun pertama, misalnya B. Jadi jumlah biaya menjadi B + B.


Bila besarnya premi disesuaikan kita nyatakan dengan P dan premi kotor (gross) kita
nyatakan dengan G maka ditentukan bahwa
G = P + B
Misalkan lagi premi tunggal bersih polis tersebut adalah A dan premi dibayar selama n
tahun maka diperoleh persamaan premi kotor sebagai berikut :

Dari rumus ini kita dapat menentukan premi disesuaikan, yaitu


. . . . (1)

Rumus ini dapat pula dituliskan sebagai

| )

| )

Rumus terakhir ini menunjukkan bahwa kita dapat menganggap premi bersih tahun
pertama sebesar P - B dan premi bersih tahun-tahun berikutnya sebesar P. Misalkan
seterusnya
dan
. Nilai tebus kemudian ditentukan sebagai
cadangan premi pada suatu ketika dengan menggunakan premi tahun pertama dan
tahun-tahun selanjutnya . Sebagai contoh, untuk asuransi seumur hidup bagi orang
berusia x, nilai tebus pada akhir tahun polis ke t, lambang
, adalah

, t 1 . . . . (2)

Rumus di atas, seperti kita ketahui, menggunakan metode prospektif. Tentunya rumus
retrospektifpun dapat dipakai.
Rumus di atas memberikan cara mutakhir menghitung nilai tebus dan dianggap
lebih realistis. Menurut undang-undang Amerika Serikat, nilai tebus minimum
ditentukan menurut aturan berikut. Di samping mengharuskan menggunakan tabel
mortalitas yang mutakhir (CSO 1958 sejak 1 Januari, 1966) dan tingkat bunga
maksimum (

),

ditentukan berdasarkan :

a) $ 20 per $ 1000 asuransi (santunan); tambah


b) 40% dari premi disesuaikan ( ), tapi besarnya tidak melebihi $ 16; tambah
c) 25% dari premi disesuaikan untuk polis trsebut atau dari premi disesuaikan
untuk polis asuransi seumur hidup, bila lebih kecil besarnya, tapi tidak melebihi
10%.
Bila

, maka menurut b), kita peroleh (0,40) (

)(

dalam hal ini penambahan di b) adalah $ 16. Begitupun, penambahan di c) digunakan $

10 bila yang terkecil dari

dan premi disesuaikan untuk asuransi seumur hidup lebih

besar dari $ 40, karena (0,25)($ 40) = $ 10.


Ketiga ketentuan di atas dapat dituliskan dengan lebih sederhana untuk besar santunan
$ 1 sebagai berikut (bagi polis dikeluarkan pada usia x):
(

Dengan selalu mengambil besaran yang terkecil pada setiap tanda kurang;
menyatakan premi disesuaikan untuk polis seumur hidup. Pertama-tama hitung
terlebih dahulu

, yaitu dari

atau

Dengan
bila
Dan
bila

Contoh 1
Hitunglah nilai tebus minimum pada akhir tahun kelima dari suatu dwiguna selama 30
tahun sebesar $ 1000 bagi orang berusia 25 tahun . Gunakan CSO 41, bunga 2
Jawab:
Pertama-tama hitung terlebih dahulu

atau

= 15,780422

Ternyata

, seandainya

menggunakan rumus

, maka

harus dihitung kembali dengan


yaitu mengganti 0,65

dengan $

26.
Sekarang, misalkanlah

menyatakan premi disesuaikan untuk endowmen

30 tahun bagi orang berusia 25 tahun dengan santunan $ 1000. Maka,


|

Sehingga
|

=
=
= 26,299421
Ternyata

, seandainya tidak demikian maka

dengan menghitung 0,4

harus dihitung kembali

pada rumus perhitungan di atas dengan (

)(

Jadi nilai tebus minimum pada tahun kelima adalah


|

= 566,226526 (26,299421)(17,784713)
= 98,4989
Secara umum rumus nilai tebus pada akhir tahun ke t adalah
|

Contoh 2
Hitunglah premi disesuaikan bagi suatu dwiguna sebesar $ 1000 bagi seseorang berusia
35 tahun selama 15 tahun dengan pembayaran premi 10 tahun dengan menggunakan
CSO 1958, i = 3%

Jawab :
Dari tabel CSO 1958, 3% diperoleh
untuk

santunan $ 1,
dan

Kita hitung kembali terlebih dahulu

. Dari

Diperoleh

= 17,719846 < $ 40
| menyatakan premi disesuaikan untuk asuransi dalam soal di atas maka

Bila

sehingga
|

dapat kita cari dari hubungan

=0,649795
Jadi
|
= 81,4732
Karena

maka

kita harus menghitungnya kembali

|+

atau
(

= 79,56

)(

Asuransi Bebas Premi dan Asuransi Berjangka Diperpanjang


Di atas telah dijelaskan bahwa pemegang polis yang berhenti sebelium waktunya
berhak menerima sejumlah uang yang disebut nilai tebus. Uang tersebut dapat
diperoleh dalam bentuk tunai. Umumnya perusahaan asuransi jiwa, dalam hal
pemegang polis tidak meneruskan pembayaran preminya, memberi pilihan bagi yang
berhenti ataukah menerima nilai tebus dalam bentuk tunai ataupun memilih
mengambil asuransi bebas premi dengan santunan yang lebih kecil.
Sebagai contoh, bila seseorang pemegang polis yang membeli polis endowmen
pada usia 25 tahun untuk selama 35 tahun berhenti membayar premi sesudah 5 tahun,
misalnya, maka sebagai pengganti menerima nilai tebus dia dapat memilih suatu
endowmen bebas premi dengan santunan yang lebih kecil yang akan habis masa
berlakunya waktu dia mencapai usia 60 tahun, sesuai dengan jangka waktu polis
semula. Besarnya santunan ditentukan oleh besarnya nilai tebus dan hubungannya
dapat dinyatakan oleh persamaan :
Nilai Tebus =
Dengan

menyatakan besarnya santunan yang akan dia terima Jadi besar

tergantung

pada besarnya premi dan, lamanya premi telah dibayar. Karena pada asuransi bebas
premi tidak lagi perlu menagih premi maka dapat dianggap biaya nol sehingga prmi
yang digunakan adalah yang bersih.
Pilihan lain ialah menggunakan nilai tebus tadi untuk membeli asuransi
berjangka yang diperpanjang dengan besar santunan sama dengan polis semula.
Sebagai contoh hutang suatu polis endowmen selama n tahun dengan santunan $ 1000
bagi seseorang berusia x. Misalkan polis tersebut tidak diteruskan setelah m tahun
berjalan. Nilai tebus dapat dipakai untuk membeli asuransi berjangka dengan besar
santunan $ 1000. Lamanya jangka waktu tergantung pada x + m, yaitu usia waktu
berhenti dan besarnya nilai tebus. Mungkin saja nilai tebus yang tersedia melebihi
harga untuk membeli asuransi berjangka. Dalam hal seperti itu, kelebihannya dapat
dipakai untuk membeli endowmen murni sampai usia x + m, yaitu akhir jangka waktu
endowmen semula. Besarnya santunan endowmen murni tersebut tergantung pada
kelebihan dana sesudah membeli asuransi berjangka di atas. Tentunya besar
santunannya akan lebih kecil dari $ 1000 untuk contoh di atas.

Contoh 3
Nilai tebus pada contoh 1 merupakan salah satu pilihan bagi pemegang polis yang
berhenti. Hitunglah kedua pilihan lain untuk contoh 1
Jawab
Dari contoh 1 diperoleh nilai tebus pada akhir bahwa kelima sebesar $ 98,4989.
Misalkan menyatakan santunan asuransi (endowmen) bebas premi maka
A

atau

= $ 173,9567
= $ 174 (dibulatkan)
Pilihan ketiga adalah asuransi berjangka dengan besar santunan $ 1000 (sama
dengan santunan polis semula. Masalahnya ialah menetukan jangka waktu asuransi
diperpanjang. Misalkan jangka waktunya n, jadi n harus memenuhi persamaan
|

Sulit sekali mencari nilai n secara langsung dari persamaan di atas. Salah satu
cara termudah ialah menaksirnya dengan interpolasi linear. Cara ini sedikit
mengandung unsur coba-coba, yaitu mencari dua nilai n, misalnya
|

Makin dekat kedua nilai

dan

sehingga

dan

makin teliti taksiran yang diperoleh dan

sebaliknya. Mula-mula kita coba n=20 dan diperoleh


|

= 91,5797 (<98,4989)
Coba lagi n=22 dan diperoleh
|

= 104,6894 (>98,4989)

Coba lagi n=21 dan diperoleh


|

Ternyata n=21 lebih baik ( lebih dekat dan masih lebih kecil dari 98,0126) daripada
n=20. Jadi, jangka waktu yang dicari adalah 21 tahun lebih. Jumlah hari hari dihitung
sebagai berikut
Dari
|

diperoleh jumlah hari

= 26,6 ~ 27 hari
Jika jangka waktu asuransi diperpanjang adalah 21 tahun 27 hari. Ini berarti bahwa jika
pemegang polis tersebut meninggal sebelum usia 51 tahun 27 hari maka ahli warisnya
akan menerima santunan $ 1000. Dan bila dia mencapai usia tersebut perusahaan tidak
membayar apapun padanya.

Contoh 4
Misalkan pemegang polis di contoh 1 mengundurkan diri pada akhir tahun polis ke-20,
hitunglah ketiga pilihan yang dapat dia pilih.
Jawab
Dari contoh 1 diperoleh
|

Jadi nilai tebus pada akhir tahun ke-20 adalah


|

= 790,78863 225,58665
= $ 565,2010

Besarnya santunan untuk asuransi bebas premi adalah


|

= $ 714,73 ~ $ 715
Ini berarti bahwa pilihan ini yang diambil oleh pemegang polis tersebut maka bila dia
meninggal sebelum usia 55 tahun maka ahli warisnya akan menerima santunan $ 715
(biasanya dibulatkan ke atas) sedangkan bila dia hidup mencapai usia 55 tahun maka
jumlah tersebut akan dia terima sendiri.
Sebagai pilihan yang ketiga adalah asuransi berjangka diperpanjang. Bila jangka
waktunya kita coba n=10 tahun diperoleh
|

Ternyata nilai tebus tidak terpakai semuanya untuk membeli asuransi berjangka
sampai akhir jangka waktu asuransi semula (55 tahun). Sisanya akan dipakai untuk
membeli endowmen murni sampai usia 55 tahun, jadi untuk selama 10 tahun. Besarnya
santunan adalah

= $ 673,57 ~$ 674
Bila si tertanggung meninggal dunia sebelum usia 55 tahun maka ahli warisnya
akan menerima santunan $ 1000 sedangkan bila dia mencapai usia 55 tahun dia akan
mendapat $ 674 dari perusahaan.

Latihan 1
1) Turunkanlah rumus yang sesuai dengan rumus (1) untuk premi disesuaikan
untuk suatu polis yang dikeluarkan bagi orang berusia x, pembayaran premi n
kali, bila diketahui bahwa
Petunjuk :
Gunakan aturan yang berlaku di Amerika Serikat

2) Hitunglah nilai tebus minimum pada akhir tahun kelimaa untuk suatu asuransi
dwiguna pada usia 30 tahun selama 30 tahun dengan 20 kali pembayaran, besar
santunan $ 1000.
Petunjuk :
Mirip contoh 1
3) Hitunglah nilai tebus minimum pada akhir tahun kelima dari suatu asuransi
seumur hidup sebesar $ 1000 bagi orang berusia 30 tahun.
4) Idem soal 3, untuk asuransi seumur hidup dengan pembayaran premi sekaligus.
5) Misalkan nilai premi disesuaikan diketahui, tuliskanlah rumus untuk
perhitungan premi nilai tebus disesuaikan pada akhir tahun kelima suatu
dwiguna 15 tahun dengan pembayaran premi 10 kali bagi orang berusia 30
tahun.

PREMI KOTOR
Faktor Yang Mempengaruhi Premi Kotor
Sebelum kita membahas faktor yang mempengaruhi premi kotor, kita perlu
mengenal adanya dua macam bentuk perusahaan asuransi jiwa. Pengenalan ini
diperlukan karena premi kotor untuk kedua jenis perusahaan ini berlainan.
Perusahaan asuransi jiwa dapat dibagi atas dua bagian besar : bersama (mutual,
dalam bahasa inggris) dan tidak bersama. Suatu perusahaan jiwa bersama dimiliki
sepenuhnya oleh pemegang polisnya jadi pemegang polis adalah nasabah dan
sekaligus juga pemilik perusahaan tersebut Di Indonesia perusahaan seperti itu
adalah Asuransi Jiwa Bersama BUMIPUTRA 1912. Dalam perusahaan seperti itu
pemegang polis mempunyai wakil dalam pimpinan atau dewan direksi ataupun pada
dewan komisaris perusahaan.
Secara teoritis, tentunya, pemegang polis memiliki dan mengontrol manajemen
perusahaan. Dalam praktek hal ini amat sulit dikerjakan mengingat banyaknya
pemegang polis dan kebanyakan dari mereka juga tidak mengerti atau mungkin pula
tidak ingin dipusingkan mengenai hal tersebut.
Perusahaan asuransi jiwa bersama biasanya hanya mengeluarkan polis peserta
(porticipating, dalam bahasa inggris). Disebut demikian karena pemegang polis ikut

serta dalam kepemilikan perusahaan dengan demikian dia berhak mendapat dividen
Pengertian dividen berlainan dalam asuransi jiwa bersama denganyang bukan.
Biasanya dividen berarti keuntungan akibat investasi, tetapi bagi asuransi jiwa
bersama, dividen berarti pengembalian dari bagian premi yang tidak diperlukan untuk
penentuan santunan dan biaya menurut pengalaman sesungguhnya perusahaan. Jadi
dividen disini bukanlah keuntungan, tapi kelebihan pembayaran, premi, kelebihan itu
terjadi karena selisih antara perkiraan dan keadaan sesungguhnya.
Itulah sebabnya untuk polis peserta tidak diperlukan perhitungan premi kotor
yang amat teliti. Asal saja premi itu cukup besar maka perusahaan akan selalu aman
jalannya. Kelebihan pembayaran akan dikembalikan kelak kepada peserta. Kendati
demikian, akibat adanya persaingan antara perusahaan, akan merugikan suatu
perusahaan bila premi ditentukan terlalu besar.
Jenis perusahaan asuransi yang kedua ialah yang kepemilikannya berdasarkan
saham (stock). Tujuan perusahaan seperti itu tentunya mencari keuntungan bagi
pemegang sahamnya. PT. Asuransi JIWASRAYA, misalnya, pemegang sahamnya yang
terbesar (barangkali juga seluruhnya) ialah Pemerintahan Indonesia, dalam hal ini
Departemen Keuangan. Polis yang dikeluarkan oleh perusahaan seperti ini tidak
memberikan dividen, karena pemegang polis tidaklah mendapat keuntungan maupun
kerugian yang mungkin dialami perusahaan. Karena tidak bakal ada pengembalian
maka premi haruslah ditentuka seteliti mungkin. Ditambah lagidengan adanya
persaingan antara pemisahan maka enentuan premi menjadi jauh lebih rumit. Pada satu
pihak, premi haruslah sekecil mungkin demi persaingan, tetapi masih tetap cuku besar
sehingga tidak merugikan malahan harus dapat memberi keuntungan bagi pemegang
saham, kalau tidak, pimpinan perusahaan akan mendapat teguran dari pemegang
saham. Tentunya menjadi tugas aktuaris perusahaan menetukan berapa tepatnya besar
premi yang sesuai, dalam hal ini, haruslah semerata atau seadil mungkin antara
berbagai macam polis yang dikeluarkan perusahaan tersebut.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, premi kotor (brutto) adalah premi bersih
(netto) ditambah sejumlah tertentu yang dibebankan pada pemegang polis. Beban
tersebut (loading, dalam bahasa inggris) terdiri atas biaya, suatu bagian tertentu untuk
menjaga agar perusahaan tidak rugi, ditambah bagian untuk keuntungan perusahaan.

Pada dasarnya ada tiga faktor terpenting yang menentukan besarnya premi kotor.
Ketiga faktor tersebut adalah mortalitas (peluang meninggal), tingkat bunga dan biaya.

MORTALITAS
Sampai saat ini Indonesia belum memiliki tabel mortalitas yang disusun
berdasarkan pengalaman perusahaan asuransi di Indonesia. Perusahaan asuransi di
Indonesia pada umumnya, masih menggunakan CSO 1958. Menurut pengamatan,
peluang meninggal bagi orang yang membeli asuransi berjangka pada umumnya lebih
tinggi daripada peluang meninggal orang yang membeli asuransi seumur hidup atau
endowmen (dwiguna), untuk umur yang sama. Hal ini sring diistilahkan sebagai antiselection atau adverse selection. Seseorang yang akan membeli suatu polis asuransi
sering didasari kesadaran tentang keadaan kesehatannya pada waktu tersebut. Jika dia
yakin umurnya akan panjang maka dia akan cenderung membeli asuransi seumur hidup
atau endowmen. Sebaliknya, bila ia was-was tentang kesehatannya sekarang dan di
masa mendatang dia akan cenderung membeli asuransi berjangka. Tentunya si pembeli
memilih yang paling menguntungkan baginya sesuai dengan dugaannya. Hal seperti ini
haruslah diketahui oleh aktuaris perusahaan. Karena itu, untuk melindungi perusahaan
dari kerugian, peluang meninggal untuk asuransi berjangka sebaiknyalah dibuat lebih
tinggi sedikit daripada untuk asuransi lainnya. Untuk tujuan tersebut biasanya
digunakan tabel mortalitas select seperti yang telah diperkenalkan di modul

TINGKAT BUNGA
Akhir-akhir

penentuan

tingkat

bunga

menjadi

masalah

yang

cukup

membingungkan karena perubahannya yang cukup besar. Sukar sekali meramalkan


tingkat bunga investasi beberapa tahun ke depan. Antara tahun 1930 sampai 1948
tingkat bunga cenderung turun, tapi sejak 1948 kecenderungannya naik. Kalau dulu
tingkat bunga yang digunakan dalam penentuan premi kotor antara

sampai 3%

maka sekarang sudah banyak yang menggunakan 6%. Perhitungan aktuaria


memerlukan penentuan tingkat bunga sampai 20 sampai 50 tahun kedepan. Tapi
mengingat gejolak ekonomi yang makin cepat berubah akhir-akhir ini maka penentuan
tingkat bunga menjadi amat pelik. Salah satu cara mengatasi hal ini, misalnya

Departemen Keuangan Republik Indonesia tiap tahun menetapkan indeks asuransi yang
menentukan kurs premi asuransi tiap tahun. Indeks ini ditentukan oleh nilai yang ada
tiap tahun. Aktuaris perusahaan pun selayaknyalah mengadakan penyesuaian tingkat
bunga dari polis yang sedang berjalan, penyesuaian itu menurut perubahan nilai uang
dari waktu ke waktu.

BIAYA
Pada modul 7 telah kita singgung mengeni biaya. Biaya dapat dikelompokkn atas
beberapa bagian dan cara pengelompokkan tergantung atas cara memandangnya.
Begitupun biaya yang dibebankan pada pemegang polis berbeda dari perusahaan ke
perusahaan. Karena hal ini menyangkut persaingan antara perusahaan maka biasanya
perusahaan merahasiakannya. Penentuan biaya sesungguhnya amat rumit karena dapat
mencangkup banyak segi. Tetapi umumnya biaya dapat dinyatakan sebagai salah satu
dari :
a. Suatu presentasi dari jumlah yang diasuransikan;
b. Suatu presentasi dari premi;
c. Suatu jumlah tertentu per polis.
Biaya dapat pula dilihat sebagai; biaya tahun pertama dan biaya tahun-tahun
berikutnya. Umumnya komisi bagi agen atau petugas dinas luar yang memasarkan
polis dibayar pada permulaan tahun, yaitu segera setelah polis dikeluarkan. Biaya
permulaan ini menyangkut pemeriksaan kesehtan, komisi, biaya mengeluarkan
polis, adpertensi, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan biaya untuk terjualnya
sampai keluarnya suatu polis. Besarnya komisi sering tergantung atas besarnya
pertanggungan (santunan), sedangkan biaya pemeriksaan kesehatan sering tak
tergantung dar besarnya pertanggungan; untuk pertanggungan atas amat besar
mungkin memerlukan pemeriksaan kesehatan yang lebih teliti sehingga biayanya
menjadi lebih besar.
Komisi mungkin pula dibayar selama jangka waktu pembayaran premi agar ada
insentif bagi agen atau petugas dinas luar untuk menarik secara teratur pembayaran
premi, misalnya, 3% dari besar premi. Biaya lain yang termasuk dalam biaya tahuntahun berikutnya adalah biaya mengadministrasikan polis dari tahun ke tahun,

biaya penagihan premi (jika belum termasuk komisi), biaya investasi dan biaya
manajemen. Semua biaya dalam bagian ini biasanya dinyatakan sebagai presentasi
dari besar premi.
Sesungguhnya, di samping ketiga bagian besar biaya tersebut di atas masih ada
satu lagi yang sering ditambahkan pada faktor biaya, yaitu keuntungan bagi
perusahaan. Tanpa ada keuntungan maka pemegang saham akan marah pada
pimpinan perusahaan hal ini terutama sekali berlaku untuk asuransi yang pemegang
polisnya bukan menjadi peserta. Untuk menjaga perusahaan dari situasi merugikan
yang tak terduga-duga, misalnya wabah yang berjangkit, maka perusahaan sering
menambah proporsi tertentu, misalnya 0,2% dari premi, sebagai beban pada premi.
Beberapa negara mengenakan pajak pada premi asuransi yang harus dibayar oleh
pemegang polis, besarnya biasanya merupaka proporsi tertentu dari premi.

Contoh 5
Hitunglah besarnya premi kotor P untuk seumur hidup dengan besar santunan
(pertanggungan) Rp 1 bila biaya permulaan 3% dari besar santunan, biaya tahun
berikutnya 4% dari premi bersih, keuntungan 4% dari premi dan tambahan beban
untuk keadaan darurat 0,2% dari besar santunan dibayarkan tiap kali pembayaran
premi.
Jawab
dan

dan masing-masing menyatakan premi bersih dan premi kotor. Biaya

permulaan sebesar 3% dari santunan akan dicicil selama pembayaran premi.


Nilai tunai seluruh cicilan untuk biaya permulaan ini adalah 0,03%/ .
+ 0,04

+ 0,002.

atau
(

atau
(

Dalam perhitungan premi kotor digunakan prinsip bahwa nilai tunai premi kotor
yang akan datang sama dengan nilai tunai santunan yang akan datang ditambah dengan
nilai seluruh biaya yang akan datang, semua nilai tunai dihitung pada waktu polis
dikeluarkan. Aturan ini berlaku untuk asuransi yang pemegang polisnya bukan peserta
dan berasal dari E. E. Commack.

Contoh 6
Suatu asuransi seumur hidup bagi orang yang berusia 40 tahun dengan santunan
1 juta rupiah dengan biaya sebagai berikut : 60% dari premi (kotor) tahun pertama,
20% dari premi (kotor) tahun kedua, 15% dari premi (kotor) tahun ketiga sampai
kelima dan 5%, setelah itu, ditambah Rp 15.000 pada permulaan tahun pertama Rp
5.000 pada permulaan tahun kedua, ketiga, dan seterusnya, dan Rp 10.000 sebagai
biaya

penyelesaian

santunan

(biaya

yang

timbul

waktu

penyesuaian

dan

pembayaransantunan). Hitunglah premi kotor polis tersebut. Misalkanlah tingkat bunga


6% setahun.
Jawab
Misalkanlah P dan P masing-masing premi bersih dan kotor polis tersebut. Maka
menurut prinsip Cammack di atas diperoleh

)(
P (

| )

| )

= 1.040.300
atau
P

Pada jawaban di atas terdapat faktor (

)(

. Faktor (

tentunya karena besar santunan ditambah dengan biaya penyelesaian santunan. Faktor

) dimasukkan karena anggapan tentang kematian yang terjadi secara rata-rata

pada pertengahan tahun. Pada pemisahan sebelumnya dianggap santunan asuransi


dibayarkan pada akhir tahun meninggal. Pada prakteknya santunan dibayarkan segera
setelah bukti tentang kematian ke perusahaan. Secara approksimasi dapat dimisalkan
kematian dalam setahun terjadi pada tertengahan tahun dan santunanpun dibayarkan
segera. Akibatnya perusahaan kerugian bunga selama tahun dari santunan tersebut,
karena uang tersebut tidak lagi dapat dia investasikan. Hal ini belum diperhitungkan
dalam penentuan premi bersih. Jadi membayar santunan 1 juta rupuah pada
pertengahan tahun sama saja dengan membayar
tunainya menjadi

) pada akhir tahun, nilai

Contoh 7
Suatu asuransi seumur hidup sebesar 1 juta rupiah dikeluarkan bagi orang berusia 40
tahun dengan perhitungan biaya sebagai berikut :
1. Komisi : tahun pertama 30%, tahun kedua 15%, tahun ketiga 10% dan 2%
setelah itu dari premi kotor.
2. Biaya administrasi dan lainnya : Rp 5000 untuk tahun pertama dan Rp 2000
setelah itu.
3. Pajak atas premi 2%.
Misalkan tingkat bunga 6%.
Nyatakan premi kotor tahunan dalam lambang komutasi select (pengaruh select
dianggap telah habis setelah

tahun) Bagi yang telah lupa pengertian select silakan

baca kembali modul 2.


Jawab
Seperti biasa misalkan P premi kotor tahunan. Maka diperoleh, menurut prinsip
Cammack
[

)
[

| [

+ 3000 + 2000 [

atau, setelah dibagi dengan


P

+ 3000

]
]

atau
[

P =

[
[

[
[

]
[

Latihan 2
1) Turunkanlah rumus premi kotor tahunan dinyatakan dalam anuitas hidup untuk
suatu asuransi seumur hidup bagi orang berusia x dengan pembayaran premi
selama n tahun, besar santunan 1, bila biaya terdiri atas :
a. c% dari premi kotor untuk premi tahun pertama,
b. k% dari premi kotor untuk tahun-tahun selanjutnya, dan
c. h rupiah tiap kali pembayaran premi
Petunjuk : Kerjakan mengikuti contoh 6, tidak perlu menggunakan lambang
select
2) Turunkanlah rumus dinyatakan dalam lambang komutasi (commutation
symbols) untuk premi bersih tahunan suatu asuransi seumur hidup bagi orang
berusia x, besar santunan 1 ditambah dengan pengmbalian semua premi kotor
(tanpa bunga) bila premi kotor P dan premi bersih P dimisalkan dihubungkan
melalui persamaan.
P

(P

c) (

k) c dan k tetapan

Petunjuk : Besar santunan adalah 1 + seluruh premi kotor yang telah dibayarkan
3) Nyatakanlah dalam lambang komutasi premi tunggal bersih suatu asuransi
seumur hidup bila bunga selama 10 tahun pertama dianggap 6% dan 4% setelah
itu.
Petunjuk : Bedakan lambang komutasi dengan tingkat bunga 6% dan 4%,
misalnya yang satu biasa sedangkan yang lainnya memakai (aksen).

4) Turunkanlah rumus untuk premi tunggal kotor pada usia x dari suatu anuitas
hidup akhir dengan pembayaran sebesar 1 setahun dibayarkan m kali setahun
bila biayanya k% dari premi kotor ditambah h rupiah tiap tahun (dibayar
permulaan tahun).
Petunjuk : Kerjakan menggunakan prinsip di atas.
5) Nyatakanlah premi kotor tahunan dalam lambang komutasi select suatu
asuransi dwiguna 20 tahun bagi orang yang berusia 30 tahun, besar santunan 1
juta rupiah, bila biaya ditaksir sebesar :
a. Komisi : 50% dari premi kotor untuk tahun pertama, 4% selama 9 tahun
beikutnya, dan tidak ada setelah itu.
b. Biaya administrasi dan lain-lain Rp 6000 pada tahun pertama dan Rp 2000
setelah itu.
c. Pajak 2%.
Petunjuk : Ikuti contoh 7