Anda di halaman 1dari 30

AKNE VULGARIS

Disusun oleh :
Ayu Nindya Sari
11.2011.199
KEPANITERAAN KLINIK ILMU
PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN
RUMAH SAKIT ANGKATAN UDARA
DR. ESNAWAN ANTARIKSA
PERIODE 15 JULI 2013 24
AGUSTUS 2013
FK UKRIDA - JAKARTA

DEFINISI
Akne vulgaris (AV) :
Akne vulgaris adalah penyakit kulit yang terjadi
akibat peradangan menahun folikel pilosebasea
yang ditandai dengan adanya komedo, papul,
pustul, dan kista. Predileksi akne vulgaris pada

daerah-daerah wajah, bahu bagian atas, dada, dan


punggung

EPIDEMIOLOGI
Usia awal rata-rata 11 tahun pada anak perempuan dan

12 tahun pada anak laki-laki


Perempuan lebih banyak dari laki-laki
Ras oriental lebih banyak dari ras kaukasia
:
Masih tampak hingga dekade III / lebih
Sebelum / saat mens papulopustul akne

ETIOLOGI

Multifaktorial, a.l :
Stress sekresi androgen adrenal
hiperplasia sebasea Komedo
2. Sebum
3. Bakteri
4. Herediter
5. Hormon
6. Diet
7. Iklim
8. Faktor iatrogenik
1.

PATOFISIOLOGI

4 Patogenesis utama :
1.

Peningkatan ekskresi sebum

2.

Keratinisasi folikel

3.

Peningkatan populasi & aktivitas dr P. acnes

4.

Inflamasi

-Hiperkeratotik
infundibulum

Komedo :

Papul/pustul infla-

Nodule :

-Akumulasi korneo

masi :

-Ruptur dinding

-Proliferasi P.acne

folikel

-Inflamasi

-inflamasi

sit & sebum

-Korneosit kohesif -Dilatasi folikular


-Sekresi sebum

ostium

perifolikular

perifolikular
-Skar

PATOFISIOLOGI
A. Hiperproliferasi keratinosit epidermal:
1. Hormon androgen :
H. androgen bekerja pd keratinosit folikular
stimulasi hiperproliferasi
DHT (dihydrotestosteron) adl androgen yg
potent yg berperan dlm patogenesis acne
stimulasi proliferasi keratinosit folikular

Dehydroepiandrosteron sulfate (DHEAS)


(androgen lemah) akan dikonversikan
3-HSD
dehydrogenase)

(Hidroxysteroid

Androstenodione
17-HSD

Testosteron
5 -reduktase
DHT
Stimulasi proliferasi keratinosit folikular

2. Penurunan As. Linoleat (LA)


Proliferasi keratinosit folikular jg diatur o/ LA
LA : as. Lemak esensial pada kulit yang turun
pada penderita acne
3. Peningkatan aktifitas Interleukin -1 (IL-1)
Pemberian IL-1 pada Keratinosit folikular
Manusia hiperproliferasi & pembentukan
mikrokomedo
Antagonis reseptor IL-1 akan menghambat
formasi mikrokomedo

B. Peningkatan produksi sebum

produksi sebum >>>


Sebum mengandung trigliserida patogenesis
acne
Pasien Acne

dipecah menjadi asam lemak bebas o/ P. acnes


( flora normal kulit)
As. Lemak bebas akan menyebabkan :
1. kolonisasi P. acnes
2. memicu reaksi inflamasi
3. komedogenik

Produksi sebum juga dipengaruhi oleh :


1. H. Androgen akan mempengaruhi
aktifitas sebosit.
Kadar androgen penderita Akne >> dr
Normal
Dapat menyebabkan predileksi
timbulnya akne di wajah, dada,
punggung

estrogen Dosis estrogen u/ menurunkan


produksi sebum > drpd dosis u/ menghambat
ovulasi
Mekanisme :
Melawan efek androgen dlm kel.
Sebasea
Menghambat produksi androgen o/
Jaringan Gonad melalui negative
feedback loop pd pelepasan
gonadotropin pituitari
Mengatur gen yg menekan pertumbuhan
kel. Sebasea atau produksi lemak.

H.

C. Inflamasi
Ekstrusi dr keratin, sebum & bakteria ke
dalam dermis respon inflamasi yg cepat
Dlm 24 jam Limfosit ( dominan) Limfosit
CD 4+ ditemukan disekitar unit pilosebaseus

1-2 hr stlh komedo ruptur akan


di dominasi o/ neutrofil

D. Peningkatan populasi & aktivitas dr P.


acnes
gram (+), anaerob,
microaerobic bacteria terdapat di
Folikel sebasea.
Bakteri lainnya :
S. epidermidis
P. ovale
P.acnes

memicu Delayed hipersensitivity


response

P. acne
Induksi inflmasi via :

Dinding sel mgd


karbohidrat antigen
stimulasi pembentukan
antibodi
respon inflamasi
(dengan mengaktifasi komplemen)

Memproduksi :
- lipase
- protease
- Faktor kemotaktik
- Hialuronidase

GEJALA KLINIS
Lesi akne dibagi menjadi :
Inflamasi :
Papul/pustul
Nodul/kista
Non inflamasi :
Komedo tertutup (white head)
Komedo terbuka (black head)

KLASIFIKASI & DERAJAT


AKNE
Pillburry, dkk membagi menjadi :

Grade I :

Komedo di muka, inflamasi -/+

Grade II :

Komedo, papul, pustul inflamasi lebih dalam di


muka

Grade III :

Komedo, papul, pustul, nodul


Inflamasi yg > dalam, muka dada punggung

Grade IV

Akne konglobata

Akne vulgaris dan gradenya

21

DIAGNOSIS
1. Anamnesis : biasanya terjadi saat
pubertas, Siklus menstruasi pd wanita
2. Pemeriksaan fisik : lesi non inflamasi
(komedo terbuka/tertutup), inflamasi
(mikrokomedo yg mjd papul, pustul,nodul)
3.Pemeriksaan penunjang :
Ekskohleasi sebum, pemeriksaan
histopatologis,pemeriksaan mikrobiologis

22

DIAGNOSA BANDING

Rosasea & Perioral Dermatitis

Penyakit kulit kronis pada


daerah sentral wajah

(yang
menonjol/cembung)

Ditandai dengan
kemerahan pada kulit
dan telangiektasi disertai
episode peradangan
timbulnya rupsi papul,
pustul, edema.

Terjadi terutama pada


wanita
Gejala klinis sering
ditemukan di sekitar
mulut, namun dapat pula
di sekitar hidung dan
mata.
terdiri atas mikropapul,
mikrovesikel, atau
papulopustulosa dengan
diameter kurang dari 2
mm

23

DIAGNOSA BANDING

Erupsi Akneiformis

akne yang disebabkan oleh induksi obat, seperti


kortikosteroid, Isoniazid, barbiturat, bromida, iodida,
difenilhidantoin, dan ACTH

berupa papul dan pustul di berbagai tempat tanpa


komedo, timbul mendadak disertai demam

Terjadi di semua usia

TERAPI
24

Oral :Antibiotik oral (Tetrasikilin gen I, Doksisiklin,


Eritromisin, Klindamisin, Kontrimoksasole)
Isotretinoin oral
Terapi Hormonal
Topikal : Antibiotik topikal
Retinoid topikal
Asam salisilat

TERAPI
25

Terapi Fisik
I.
II.
III.

Ekstraksi komedo
Kortikosteroid intralesi
Liquid Nitrogen

Bedah kulit
Pengelupasan kimiawi (chemical peel)
Dermabrasi / mikrodermabrasi
Terapi laser
Teknik punch-out
Dermal grafting
Dermaroller (Needling)

PROGNOSIS

Baik, pengobatan sebaiknya dimulai pada awal onset


munculnya akne dan cukup agresif untuk
menghindari sekuele yang bersifat permanen.
akne biasanya sembuh secara spontan ketika
melewati usia remaja dan memasuki usia 20an

Kesimpulan
Akne vulgaris adalah penyakit
radang menahun folikel
pilosebacea

dengan

gejala

klinik

komedo

,papul,pustul, kista , nodus dengan tempat predileksi di


muka, bahu, leher, dada, punggung. Terdapat pada
masa remaja dan lebih pada anak perempuan.
Diagnosis

pemeriksaan

ditegakkan

fisik,

dan

berdasarkan

anamnesis,

penunjang.

Pengobatan

sebaiknya dilakukan awal onset untuk menghindari


sekuele permanen.

30