Anda di halaman 1dari 11

www.akademiasuransi.

org

Soal-Jawaban K.651210.101.01

101: PRAKTEK ASURANSI


2006 s.d. September 2014

Disusun oleh:
Afrianto Budi P, SS MM
(dari berbagai sumber)

Persiapan Ujian LSPP - Maret 2015

KUMPULAN

Soal-Jawaban Ujian LSPP AAMAI


K.651210.101.01
MENERAPKAN PENGELOLAAN PRAKTIK ASURANSI PADA
PENYELENGGARAAN USAHA ASURANSI
Maret 2006 s.d. September 2014
untuk Persiapan ujian LSPP Maret 2015
Disusun oleh:
Afrianto Budi Purnomo, SS, MM

Copyright 2015 oleh www.AkademiAsuransi.org


Edisi 2, Cetakan ke-1 pada Januari 2015

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG.


DILARANG MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI
BUKU TANPA IZIN TERTULIS DARI PENYUSUN/PENERBIT

K ata P engantar
Mulai tahun 2014, Gelar profesi ujian Asuransi untuk gelar AAAIK dan AAIK
sudah tidak diselenggarakan lagi oleh Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi
Indonesia (AAMAI), namun akan diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi
Profisiensi AAMAI (LSPP AAMAI). Menanggapi hal tersebut, saya berusaha
menyusun kembali Buku Kumpulan Soal Jawaban LSPP AAMAI 101 (atau
dengan kode baru K.651210.101.01) yang bertopik Praktik Asuransi untuk
ujian CGI sekaligus ujian LSPP AAMAI.
Buku Kumpulan Soal Jawaban LSPP AAMAI 101: Praktek Asuransi ini disajikan
untuk persiapan ujian CGI 2015, sekaligus untuk mempersiapkan ujian LSPP
AAMAI bulan Maret 2015. Kumpulan Soal Jawaban LSPP AAMAI 101: Praktek
Asuransi ini diambil dari berbagai sumber lalu dikembangkan sesuai dengan
pengetahuan saya yang terbatas.
Meskipun buku Buku Kumpulan Soal Jawaban LSPP AAMAI 101: Praktek
Asuransi merupakan panduan belajar pribadi, sangat senang apabila
kumpulan soal yang saya susun ini dapat bermanfaat bagi teman-teman.
Terimakasih untuk para pengguna website www.akademiasuransi.org dan
para pelanggan artikel harian yang bisa didapat dengan memasukkan
email melalui kotak pelanggan feed burner. Saya berharap bahwa website
tersebut tidak hanya menjadi website pribadi, melainkan berguna bagi
masyarakat banyak. Buku ini diterbitkan untuk memperkaya konten www.
akademiasuransi.org sebagai media belajar asuransi online terbesar di dunia.
Terimakasih untuk sumbangan materi dan juga semangat untuk penerbitan
buku ini, terutama kepada kekasihku Paulina Sukmana yang senantiasa
memberi cinta dan semangat yang tak terkira. Kebaikan Anda sangat
bermanfaat untuk pengembangan website www.akademiasuransi.org dan
buku-buku yang akan terus diterbitkan satu demi satu. Segala kritik dan
saran sungguh saya harapkan.

Jakarta, 10 Januari 2015


Salam,
Afrianto Budi Purnomo, SS MM

Soal-Jawab Ujian LSPP - AAMAI - 101 - Praktek Asuransi, 2006 s.d. September 2014

D aftar I si
Kata Pengantar ..........................................................................................

Daftar Isi ......................................................................................................

BAB I: Relationship Between Risk and Insurance ........................................

BAB II: General Nature of Insurance ........................................................... 26


BAB III: Insurance Coverage .......................................................................

36

BAB IV: Marketing and Agency ..................................................................

39

BAB V: How Insurance Operate .................................................................. 44


BAB VI: Underwriting Insurance and Risk Sharing ......................................

64

BAB VII: General Feature of Claim Procedure ............................................ 85


BAB VIII: Supervision of Insurance ............................................................... 114
Soal LSPP AAMAI, Maret 2014 ..................................................................... 117

disusun oleh: Afrianto Budi Purnomo, SS MM - www.AkademiAsuransi.org

Bab 1: Relationship between Risk and Insurance

BAB I: RELATIONSHIP BETWEEN RISK


AND INSURANCE
1.1.

Uraikan 3 (tiga) komponen utama yang terdapat dalam definisi Risiko (Mar
2008 No. 1, Sept 2009 No. 1, Mar 2012 No. 1)
Jawaban:
Risiko adalah kemungkinan
menguntungkan

terjadinya

sesuatu

yang

tidak

Risiko adalah satu kombinasi dari bahaya- bahaya


Risiko adalah sesuatu yang tidak dapat diduga kecenderungan
membawa hasil yang berbeda dengan hasil yang diduga sebelumnya
Risiko adalah ketidakpastian kerugian
Risiko adalah kemungkinan kerugian
Dari definisi di atas, ketidakpastian (uncertainty) lebih difokuskan menjadi
definisi dari risiko sesuai dengan praktek asuransi sehari -hari.

1.2.

Uraikan pengertian uncertainty sebagai salah satu komponen utama


dalam definisi risiko (Sept 2013, No. 1).
Jawaban:
UNCERTAINTY (ketidakpastian):
Ketidak-pastian berarti sesuatu keraguan tentang waktu yang akan
datang didasarkan pada kurang pengetahuan, ketidaksempurnaan dan
pengetahuan.
Dalam hal ini, uncertainty terjadi tanpa memandang apakah keraguan
tersebut sudah diketahui sebelumnya oleh orang yang terlibat didalamnya.

1.3.

Uraikan 2 (dua) jenis attitude seseorang terhadap risiko (Mar 2013 No. 1).
Jawaban:
Perilaku risiko (risk atitude) seseorang atau institusi mempengaruhi keputusan
yang hendak diambil terhadap risiko yang dihadapi.
Ada tiga sikap yang mungkin terhadap resiko, yaitu:
1) Menghindari resiko

Soal-Jawab Ujian LSPP - AAMAI - 101 - Praktek Asuransi, 2006 s.d. September 2014

Bab 1: Relationship between Risk and Insurance


2) Sikap netral terhadap resiko
3) Preferensi akan resiko
1) Penghindaran resiko, mencirikan pada individu yang lebih menyukai
untuk menghindari atau meminimumkan resiko.
- Penghindaran resiko merupakan preferensi pada proyek-proyek yang
beresiko rendah untuk mengurangi potensi kerugian.
2) Netralitas resiko, mencirikan para pengambil keputusan yang berfokus
pada pengembalian yang diperkirakan dan mengabaikan penyebaran
pengembalian
- Penilaian proyek berdasarkan pengabdian yang diperkirakan, bukan resiko.
3) Pencarian resiko, mencirikan para pengambil keputusan yang lebih
menyukai resiko.
- Preferensi pada proyek-proyek yang beresiko tinggi untuk meningkatkan
potensi perolehan.

1.4.

Uraikan perbedaan antara profil risiko high frequency - low severity dengan
low frequencyhigh severity. (Mar 2009 No. 1)
Jawaban yang disarankan:
High frequency - low severity
Risiko yang frekuensi terjadinya tinggi (tingkat keseringannya tinggi), namun
dampak kerugian yang ditimbulkan rendah. Misalnya:
Pencopetan
Kebocoran beras dalam karung sewaktu proses bongkar muat
sebagai kargo
Semakin sering terjadi, risiko semakin dapat diprediksi hasilnya; semakin
berkurang tingkat ketidakpastiannya, semakin tidak dapat diprediksi
hasilnya. Risiko semacam ini lebih disarankan untuk dikelola sendiri daripada
diasuransikan
Low frequency - high severity
Risiko yang frekuensi terjadinya rendah (jarang), namun dampak kerugian
yang ditimbulkan tinggi. Misalnya :
Kecelakaan pesawat terbang
Letusan gunung berapi
Karena jarang terjadiya maka lebih sulit untuk diprediksikan hasilnya

disusun oleh: Afrianto Budi Purnomo, SS MM - www.AkademiAsuransi.org

Bab 1: Relationship between Risk and Insurance

1.5.

Berkaitan dengan konsep risiko, uraikan pengertian high frequency and low
severity, serta contoh jenis asuransi yang mempunyai karakteristik tersebut.
(Sept 2014 No. 2)
Jawaban yang disarankan:
Lihat jawaban atas dan juga di bawah ini.

1.6.

Dalam kaitan dengan tingkat risiko, uraikan : (Mar 2013 No. 10)
a.

relevansi frequency dan severity terhadap pengukuran tingkat risiko

b. 2 (dua) bentuk profil frequency dan severity


c.

Pentingnya profil frekuensi dan severity bagi penanggung

Jawaban yang disarankan:


a. relevansi frequency dan severity terhadap pengukuran tingkat risiko

Frekwensi adalah kombinasi kemungkinan terjadi kejadian


sedangkan severitas adalah besarnya kerugian bila terjadi. Dalam
contoh diatas, rumah yang berada dekat sungai, frekwensi terjadinya
banjir akan lebih besar dari rumah di lereng bukit. Sedangkan rumah
yang dilereng bukit bila terjadi banjir akan lebih besar kerugiannya
dari pada rumah dekat sungai (severitas).
Shop-lifting (Pengutilan) adalah contoh atas risiko dengan
berfrekwensi tingi. Di banyak toko frekwensi atas pengutilan sangat
tinggi. Risiko pengutilan dapat diprediksi dalam arti pemilik toko dapat
mengetahui berapa banyak barang tertentu yang dicuri setiap
tahunnya sehingga ketidakpastian bisa dikurangi atas frekwensi
kejadian. Perusahaan asuransi dapat memprediksi kejadian lebih
akurat, bila frekwensi kejadian tinggi. Artinya besarnya premi yang
akan dibayar lebih besar dari pada risiko yang frekwensinya rendah.

Hubungan antara Frekwensi dengan tingkat keparahan (Frequency


dan Severity) risiko dalam asuransi, menyatakan bahwa :
Pada Frequency tinggi, umumnya mempunyai nilai kerugian yang
rendah.
Pada Frekwensi rendah, umumnya dengan nilai kerugian yang
besar.
b. 2 (dua) bentuk profil frequency dan severity
o High frequency low severity: kerugian kebakaran pada rumahrumah tinggal
o Low frequency high severity: Kerugian kebakaran pada bangunan-2
pabrik.

Soal-Jawab Ujian LSPP - AAMAI - 101 - Praktek Asuransi, 2006 s.d. September 2014

Bab 1: Relationship between Risk and Insurance


c. Pentingnya profil frekuensi dan severity bagi penanggung
Dengan melihat profil frekuensi dan severity, penanggung dapat
melakukan:
1. Identifikasi risiko
2. Evalasi risiko
3. Pengendalian risiko

1.7.

Berkaitan dengan frequency dan severity dalam kontrak asuransi, uraikan:


(Mar 2014, No. 10)
a.

relevansi frequency dan severity terhadap pengukuran tingkat risiko.

b.

2 (dua) bentuk profil frequency dan severity.

c.

pentingnya profil frequency dan severity bagi penanggung.

Jawaban yang disarankan: Lihat atas

1.8.

Dalam kaitan dengan hazard (Mar 2008 no 11, Sept 2009 No. 11, Mar 2011
No. 14, Sept 2014 No. 10)
a. Jelaskan perbedaan antara perils dan hazard
a. Jelaskan perbedaan antara physical hazard dan moral hazard
b. Sebutkan masing-masing 2(dua) contih physical hazard dalam asuransi:
Harta Benda
Tanggung Gugat
Kendaraan bennotor
c. Sebutkan 3(tiga) contoh moral hazard
Jawaban yang disarankan:
a. Perbedaan antara perils dan hazard
Peril adalah penyebab kerugian, sesuatu yang akan menimbulkan
kerugian. Peril sering terjadi di luar kontrol seseorang yang mungkin
terlibat. Misalnya:
Kebakaran, badai
Gempa, kecelakaan, sakit
Hazard adalah suatu kondisi yang dapat
atau meningkatkan
kemungkinan kerugian yang timbul dari peril tertentu
Misalnya:

disusun oleh: Afrianto Budi Purnomo, SS MM - www.AkademiAsuransi.org

Bab 1: Relationship between Risk and Insurance


Sikap sembrono
Jalan rusak
Pekerjaan yang berbahaya
Mesin yang kurang perawatan
b. Perbedaan antara physical hazard dan moral hazard
Physical hazard adalah suatu kondisi fisik yang dapat menambah
kemungkinan terjadinya kerugian. Misalnya:
Bahan bakar, bahan peledak
Kondisi kapal
Konstruksi bangunan
Lokasi
Moral hazard adalah suatu
karakter dan tingkah laku individu
tertanggung yang dapat menambah atau menimbulkan kemungkinan
kerugian. Misalnya:
Sikap tendensi untuk memperoleh keuntungan dalam asuransi
Sikap sembrono / kurang hati-hati dalam menjalankan pekerjaan
c. Masing-masing 2 (dua) contoh physical hazard dalam asuransi :
Harta Benda
1. Peralatan pengaman
2. Menyimpan bahan berbahaya
3. Konstruksi bangunan
Tanggung Gugat
1 Adanya bahan berbahaya di tempat kerja
2. System kerja yang tidak aman
2 Karyawan kecelakaan akibat tugas dari majikannya
3 Dekat dengan properti atau fasilitas umum
Kendaraan bermotor
1. Usia kendaraan
2. Kendaraan pribadi atau komersial
d. Sebutkan 3(tiga) contoh moral hazard
Kurangnya kesadaran Tertanggung untuk menjaga keselamatan
objek pertanggungan

Soal-Jawab Ujian LSPP - AAMAI - 101 - Praktek Asuransi, 2006 s.d. September 2014

Bab 1: Relationship between Risk and Insurance


Ketidakjujuran Tertanggung
Kurangnya kebersihan
Tidak adanya larangan merokok

1.9.

Uraikan pengertian physical hazard dan moral hazard; masing-masing


disertai satu contohnya. (Mar 2006 No. 2; Sept 2007 No. 6; Mar 2009 No. 2)
Jawaban yang disarankan:
Physical hazard
Risiko yang berkaitan dengan karakter fisik suatu objek asuransi, contohnya:
Pada asuransi harta benda : jenis konstruksi bangunan
Pada asuransi tanggung gugat : adanya bahan-bahan yang berbahaya
di lingkungan kerja
Moral hazard
Risiko yang berkaitan dengan perilaku atau sikap atau karakter Tertanggung,
contohnya:
kurangnya kesadaran Tertanggung untuk menjaga keselamatan objek
asuransi,
ketidakjujuran Tertanggung
Kecerobohan dan kekuranghati-hatian

1.10. Uraikan dasar penghitungan rateable proportion dalam asuransi harta


benda (Sept 2013, No. 5)
Jawaban:
Perhitungan rateable proportion dapat dibagi dua cara, yaitu proporsi
terhadap harga pertanggungan dan limit of liability
1.Proporsi terhadap harga pertanggungan
Contoh:
Polis A HP : Rp 1 M
Polis B HP : Rp 2 M
Polis C HP : Rp 3 M
Polis A bayar : Rp 1 M X Loss
Rp 1 M + Rp 2 M + Rp 3 M 1
Dan seterusnya untuk polis B & C
2.Proporsi terhadap liability atas loss
Contoh :
Loss Rp 1,5 M; Liability A Rp 0,5 M; Liability B Rp 1 M; Liability C Rp 1 M

disusun oleh: Afrianto Budi Purnomo, SS MM - www.AkademiAsuransi.org

Akademia yth,
Mohon maaf, Anda hanya menikmati beberapa halaman sampel dan terhenti pada halaman ini. Anda
bisa mendapatkan PDF atas file lengkap ini hanya dengan Rp 50,000. Berikut ini caranya:

1. Transfer uang sebesar Rp. 50,000 + Rp. XYZ ke salah satu dari nomor rekening ini:
Bank Central Asia BCA
a.n. Afrianto Budi Purnomo
nomor rekening: 357-0414-576
Bank Rakyat Indonesia BRI
a.n. Afrianto Budi Purnomo
nomor rekening: 0004-0102-0565-503

2. Rp. XYZ adalah tiga angka terakhir dari nomor handphone Anda.
Misal:
Nomor HP anda 081234567890
Maka, Rp. XYZ adalah Rp. 890
Pilih salah satu Bank di atas, kemudian transfer langsungsenilai Rp. 50.890

3. Setelah selesai melakukan transfer, kirimkan email ke afriantobudi@ymail.com tersebut


dengan format:
KODE BUKU (SPASI) EMAIL ANDA (SPASI) 3 DIGIT TERAKHIR NO HP ANDA
Contoh:
PDF102 alamatemailanda@yahoo.com 890
Artinya, Anda meminta kami untuk mengirimkan PDF atas Subjek 102 Hukum Asuransi pada
alamat email: alamatemailanda@yahoo.com
Daftar Kode Buku:
PDF101 Untuk Soal Jawab LSPP 101: Praktek Asuransi
PDF102 Untuk Soal Jawab LSPP 102: Hukum Asuransi
PDF103 Untuk Soal Jawab LSPP 103: Bisnis Asuransi dan Keuangan
PDF104 Untuk Soal Jawab LSPP 104: Asuransi Kendaraan Bermotor dan Tanggung Gugat
Harap diperhatian bahwa hanya 4 buku Soal Jawab itu yang tersedia.

4. Sistem kami akan mengecek pembayaran Anda dan kami akan mengirimkan PDF tersebut
melalui email Anda dalam waktu maksimal 24 jam. Kami pastikan bahwa PDF dapat
diterima dengan baik.
Jika Anda kesulitan, silakan kontak saya via email di: afriantobudi@ymail.com. Kami akan senang
membantu Anda.

Salam,
Afrianto Budi Purnomo, SS MM