Anda di halaman 1dari 4

KEGUNAAN PEKERJAAN SURVEI DAN PEMETAAN

Perincian Fungsi Surveyor


Seorang surveyor profesional memiliki satu atau lebih kegiatan yang dilakukan di atas
atau di bawah permukaan tanah/ laut dan dapat dilakukan dalam hubungan dengan para
profesional lainnya. Berikut fungsi dari seorang surveyor di lapangan;
a.

Penentuan ukuran dan bentuk bumi, pengukuran


dari semua data yang diperlukan untuk menentukan
ukuran, posisi, bentuk, dan kontur pada setiap
bagian bumi dan memantau setiap perubahan.

Sumber:www.gneissbrain.blogs
pot.com/

b. Penentuan posisi objek/titik pada sebuah ruang dan

waktu serta posisi dan pemantauan bentuk fisik, struktur dan pekerjaan yang berada di
atas atau di bawah permukaan bumi
c. Pengembangan, pengujian dan kalibrasi sensor, peralatan dan sistem untuk pekerjaan
Survei
d. Perolehan dan penggunaan informasi tata ruang dari jarak dekat, udara dan citra satelit
dan proses-proses yang dapat dilakukan secara otomatis.
e. Penentuan dari posisi batas-batas tanah masyarakat atau pribadi, termasuk batas-batas
nasional dan internasional, dan pendaftaran lahan tersebut dengan pihak yang berwenang
f. Perencanaan dan pembentukan

system informasi geografis (GIS) suatu daerah dan

mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, mengelola, menampilkan dan menyebarkan


data.

g. Menganalisis, menyajikan dan menggabungkan objek tata ruang dan fenomena pada GIS,
termasuk visualisasi dan komunikasi seperti data dalam peta, model dan perangkat
mobile digital
h. Studi tentang lingkungan alam dan sosial, pengukuran tanah dan sumber daya alam laut.
Penggunaan data tersebut berguna untuk perencanaan pembangunan di perkotaan, daerah
pedesaan dan regional.
i. Perencanaan, pengembangan dan pembangunan kembali sebuah kawasan seperti;
perkotaan, pedesaa, maupun perumahan.
j.

Pengkajian nilai dan pengelolaan sebuah kawasan seperti; perkotaan, pedesaa, maupun
perumahan.

k. Perencanaan, pengukuran dan pengelolaan pada pekerjaan konstruksi, termasuk rencana


anggaran biaya.
Dalam melaksanakan tugas diatas, surveyor harus mempertimbangkan aspek hukum,
ekonomi, lingkungan, dan sosial yang relevan sehingga proyek tetap berjalan secara normal.
Pekerjaan mengukur tanah dan pemetaan (Survei dan pemetaan) meliputi pengambilan/
pemindahan data-data dari lapangan ke peta atau sebaliknya.
Pengukuran yang akan dipelajari dibagi bagi dalam pengukuran mendatar dari titik titik
yang terletak diatas permukaaan bumi , dan pengukuran tegak guna mendapatkan beda tinggi
antara titik titik yang diukur diatas permukaan bumi yang tidak beraturan ,yang pada akhirnya
dapat digambar diatas bidang datar (Peta). Ilmu ukur tanah merupakan ilmu sebagai dasar dalam
melaksanakan pekerjaan survey atau ukur mengukur tanah.Dalam bidang teknik sipil, meliputi
pekerjaan-pekerjaan untuk semua proyek pembangunan, seperti perencanaan dan pembuatan

gedung, jembatan, jalan, saluran irigasi. Sedangkan dalam bidang pertanian untuk perncanaan
proyek seperti : pembukaan lahan baru, saluran irigasi dll.

Tujuan Pekerjaan Survei


Secara umum tujuan pekerjaan survey adalah untuk :
a. Menentukan posisi sembarang bentuk yang berbeda diatas permukaan bumi
b. Menentukan letak ketinggian (elevasi) segala sesuatu yang berbeda diatas atau dibawah
suatu bidang yang berpedoman pada bidang permukaan air laut tenang
c. Menentukan bentuk atau relief permukaan tanah beserta luasnya
d. Menentukan panjang, arah dan posisi dari suatu garisyang terdapat diatas permukaan bumi
yang merupakan batas dari suatu arealtertentu.

Manfaat pekerjaan survei dan pemetaan yang ditemui dalam kehidupan


a.sehari-hari
Pengukuran untuk mencari luas tanah
Luas tanah sangat diperlukan untuk keperluan jual beli, penentuan pajak, dan untuk
perencanaan pengembangan daerah, rencana jalan, rencana pengairan dan rencana
transmigrasi.
b. Pengukuran untuk mengetahui beda tinggi tanah
Sebelum suatu bangunan didirikan , maka terlebih dahulu harus diketahui tinggi permukaan
tanah dan rencana meratakan tanahnya sehingga dapat dihitung seberapa tanah yang gigali
dan berapa banyak urugan yang diperlukan serta untuk menentukan peil suatu bangunan yang
akan dibangunan untuk pedoman ketinggian lantai dan sebagainya.
c. Pengukuran untuk pembuatan peta

Untuk memberi petunjuk berapa jauh antara tempat A ke tempat B maka kita harus membuat
sket jalan dari tempat A ke tempat B.
Gambar sket tersebut walaupun tidak sempurna
dinamakan peta.
Untuk praktisnya pemerintah mulai dari tingkat
desa, kecamatan, kabupaten , propinsi bahkan
setiap Negara mempunyai ganbar daerahnya
yang disebut peta. Peta tersebut harus digambar
berdasarkan

hasil

pengukuran

pengukuran secara teoritis

tanah,

baik

maupun secara

fotogrametrik.
d. Pengukuran untuk merencanakan bangunan
Bila akan mendirikan rumah , maka harus ada ijin bangunan dari dinas pertanahan atau dinas
pekerjaan umum. Pada setiap rencana pembangunan daerah , pembuatan jalan, rencana
irigasi terlebih dahulu tanah yang akan dibangunan harus diukur dan disahkan oleh
pemerintah daerah. Disamping hal tersebut pekerjaan ukur tanah merupakan hal sangat
penting dalam merencana bangunan karena dapat memudahkan menghitung rencana biaya.