Anda di halaman 1dari 25

PENDAHULUAN

Saraf optikus
Satu mata

akson sel sel ganglion retina


kira-kira 1,25 juta akson

Atropi papil merupakan kerusakan pada saraf optik yang


mengakibatkan degenerasi saraf optik.

Atropi papil bukan suatu penyakit, suatu tanda dari


berbagai proses penyakit
morbiditas dan mortalitasnya sangat tergantung pada
penyebabnya.

Atropi papil lebih banyak dijumpai pada orang Afrika


Amerika (0,3%) dibanding pada kulit putih (0,05%).
Penatalaksanaan atrofi papil saraf optikus tergantung
pada penyakit yang mendasari.

KLASIFIKASI SARAF OPTIKUS

1. Bagian intraokular

kepala saraf optikus (papil saraf


optikus/optic disk)

bagian prelaminar yang berada di depan


lamina kribrosa,

bagian laminar yang berada di dalam lamina


kribrosa dan

bagian post laminar yang berada di belakang


lamina kribrosa.

2. Bagian intraorbital

panjang sekitar 3 cm

berbentuk huruf S

dan menjulur dari bola mata sampai ke apeks orbita.


3. Bagian kanalis optikus dengan panjang sekitar 5-7 mm.
4. Bagian intrakranial yang menjulur dari kanalis optikus
ke bagian anterior kiasma optikum dan traktus optikus

VISUAL PATHWAY

VASKULARISASI
Vaskularisasi saraf optikus di anterior lamina kribrosa
berasal dari arteri siliaris
bagian orbital mendapat darah dari arteri oftalmika
beserta cabang cabangnya termasuk arteri retina
sentralis,
bagian saraf optikus yang berada di kanalis optikus
mendapat darah dari arteri oftalmikus,
sedangkan bagian intrakranial mendapatkan darah secara
sentripetal dari pembuluh darah pial.
Drainase vena dari bagian okular dan orbital saraf
optikus akan mengalir ke vena sentralis retina.

PAPIL SARAF OPTIKUS


Papil saraf optikus (optic disk) adalah permulaan saraf opticus di retina
Ketiadaan fotoreseptor di papil saraf optikus, sehingga bagian retina ini
tidak dapat berespon terhadap stimulus cahaya (blind spot)

Memiliki diameter sekitar 1, 5 mm.

Papil saraf optikus

DEFINISI ATROFI PAPIL


Atropi papil merupakan kerusakan pada saraf optik yang
mengakibatkan degenerasi saraf optik yang terjadi sebagai
hasil akhir suatu proses patologik.

EPIDEMIOLOGI ATROFI PAPIL


Di Amerika menurut penelitian Tielsch dkk,

prevalensi kebutaan akibat atropi papil adalah 0,8%.


Menurut penelitian Munoz dkk prevalensi gangguan penglihatan dan
kebutaan akibat atropi papil adalah 0,04% dan 0,12%.
Atropi papil lebih banyak dijumpai pada orang Afrika Amerika (0,3%)
dibanding pada kulit putih (0,05%).

Atropi papil dapat terjadi pada wanita dan laki-laki, dan dapat terjadi
pada semua umur.

ETIOLOGI
1. Vaskular
Oklusi Arteri Retina
Oklusi Vena Retina
Neuropati optikus iskemik
2. Degeneratif
Neurodegeneratif
Sekunder karena penyakit degeneratif pada retina
3. Herediter
Lebers hereditary optic Neuropathy
Dominant optic atrophy

4. Kompresi
5. Glaukoma
6. Toksik dan Nutrisional

7. Metabolik
8. Traumatik

PATOFISIOLOGI

Kerusakan
pada saraf

Akson tidak
bakal
regenerasi
semula

Akson
berdegeneras
i

Kehilangan
kemampuan
optik&timbul
manifestasi
klinis

PERUBAHAN HISTOPATOLOGI

Penegecutan atau kehilangan myelin dan silinder aksis


Gliosis
Lebih dalamnya cup fisiologis dengan barring lamina cribrosa

Pelebaran ruang subarachnoid


Pelebaran septa pial
Pembengkakan bulbus aksonal

GAMBARAN FUNDUSKOPI PADA ATROFI PAPIL

KLASIFIKASI

Klasifikasi Patologik

Degenerasi Antegrade
Degenerasi retrograde
Degenerasi trans- sinaptik

Klasifikasi oftalmoskopik

Atrofi optik primer


atrofi optik sekunder
Atrofi optic konsekutif
Atrofi optik glaukomatosa
Temporal Pallor

Klasifikasi etiologik

Herediter
Atofi konsekutif
Sirkulatori atrofi
Atrofi Metabolik
demielinasi atrofi
Tekanan atau traksi atrofi
Atrofi posti nflammatory
Neuropati optik Trauma

GEJALA DAN TANDA ATROFI PAPIL

Penurunan visus
Gangguan persepsi warna
Gangguan lapangan pandang

DIAGNOSIS ATROFI PAPIL

ANAMNESIS

PEMERIKSAAN
FISIK

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PENATALAKSANAAN ATROFI PAPIL


Tergantung pada penyakit yang mendasari.
Contohnya:
1.

Pemberian steroid intravena


neuritis optic atau
arteritic anterior iskemik optic neuropathy

2.

Idebenone ataupun quinone analog


optic

Leber hereditary

DIAGNOSA BANDING
Saraf optic pit
Hypoplasia saraf optik
Diskus optic drusen

Myopic cresent
Myelinated nerve fibers

PENCEGAHAN

1.

Pemeriksaan mata teratur.

2. Konsumsi vitamin c, vitamin atau anti oksidan.


3. Hindari paparan terhadap zat beracun.
4. Mencegah malnutrisi.

PROGNOSIS ATROFI PAPIL


Pengobatan dini dan intensif dalam neuropati optik gizi
penglihatan mendekati normal
Cadangan akson
Deteksi dini

Anda mungkin juga menyukai