Anda di halaman 1dari 3

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Kelapa sawit, kelapa dan kemiri adalah salah satu komoditi yang banyak
ditanam di Indonesia dengan perkembangannya demikian pesat. Selain luas area,
produksi minyak cukup tinggi, produk samping atau limbah juga tinggi. Untuk
mengatasi peningkatan produksi sampah karena keterbatasan lahan tempat
pembuangan akhir (TPA), maka upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi dikembangkan untuk mengolah beberapa hasil sampingan seperti
cangkang, tempurung, dan sabut, agar dapat diolah menjadi produk yang memiliki
nilai ekonomi yang tinggi, seperti arang cangkang kelapa sawit, tempurung
kelapa, dan cangkang kemiri yang sangat potensial untuk diolah menjadi arang
aktif. Namun dengan meningkatnya produksi arang aktif yang menggunakan
bahan dasar cangkang kelapa sawit, tempurung kelapa, dan cangkang kemiri maka
akan mengakibatkan terjadinya pencemaran udara karena adanya penguraian
senyawa-senyawa kimia dari cangkang kelapa sawit, tempurung kelapa, dan
cangkang kemiri pada proses pembakaran.
Dengan kondisi yang demikian sebenarnya banyak sekali manfaat yang
dapat diperoleh dari pemanfaatan cangkang sawit, tempurung kelapa, dan
cangkang kemiri. Salah satunya dengan cara pirolisis yaitu pembakaran dengan
sedikit udara atau tanpa udara terhadap bahan baku. Maka akan diperoleh
rendemen berupa asap cair yang dapat digunakan sebagai biopreservatif baru
pengganti preservatif kimia. Asap cair merupakan hasil kondensasi dari pirolisis
cangkang kelapa sawit, tempurung kelapa, dan cangkang kemiri yang
mengandung sejumlah besar senyawa yang terbentuk akibat proses pirolisis

Universitas Sumatera Utara

konstituen cangkang kelapa sawit, tempurung kelapa, dan cangkang kemiri seperti
selulosa, hemiselulosa dan lignin. Proses pirolisa melibatkan berbagai proses
reaksi yaitu dekomposisi, oksidasi, polimerisasi, dan kondensasi.
Pada proses pirolisis juga dihasilkan asap cair, tar dan gas-gas yang tak
terembunkan. Asap cair yang merupakan hasil sampingan dari industri arang aktif
tersebut mempunyai nilai ekonomi yang tinggi jika dibandingkan dengan dibuang
ke atmosfir. Asap cair diperoleh dari pengembunan asap hasil penguraian
senyawa-senyawa organik yang terdapat dalam tempurung kelapa, cangkang
kelapa sawit, dan cangkang kemiri sewaktu proses pirolisis. Pirolisis adalah
dekomposisi kimia bahan organik melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit
oksigen atau reagen lainnya, di mana material mentah akan mengalami
pemecahan struktur kimia menjadi fase gas. Pirolisis adalah kasus khusus
termolisis. Pirolisis ekstrim, yang hanya meninggalkan karbon sebagai residu,
disebut karbonisasi.

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menguji berbagai jenis bahan terhadap mutu
asap cair yang dihasilkan melalui proses pirolisis.
Kegunaan Penelitian
1. Bagi penulis yaitu sebagai bahan untuk menyusun skripsi yang merupakan
syarat untuk dapat menyelesaikan pendidikan di Program Studi
Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan berguna bagi
pihak- pihak yang berhubungan dengan teknologi tepat guna asap cair.

Universitas Sumatera Utara

Batasan Penelitian
Penelitiannya ini hanya untuk mengetahui kualitas dan kuantitas asap cair
yang dihasilkan melalui proses pirolisis.

TINJAUAN PUSTAKA
Tanaman Kelapa Sawit

Universitas Sumatera Utara