Anda di halaman 1dari 18

Economy

Sustainability
NI. KT. AYU INTAN PUTRI M.I.
NIM : 05
PMPDK-PPS ARSITEKTUR UNUD
2014

Kontribusi Pengembangan Sarana dan Prasarana


Wisata di Ubud Terhadap Keberlanjutan Ekonomi
Masyarakat Setempat
LATAR BELAKANG
Pengembangan wisata ekologis ubud

Peningkatan kujungan wisata

Pembangunan & pengembangan sarana-prasarana

Dampak terhadap perekonomian?

Economic Sustainability dalam Prinsip


Pembangunan Berkelanjutan

Didefinisikan sebagai pembangunan yang tidak


mengakibatkan pengurangan kapasitas produktif
kegiatan perekonomian di masa depan.

Keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, dengan


mengelola lingkungan dan sumberdaya alam
secara efektif dan efisien dengan yang
berkeadilan perimbangan modal masyarakat,
pemerintah dan dunia usaha.

Economic Sustainability

Keberlanjutan ekonomi makro menjamin


kemajuan ekonomi secara berkelanjutan dan
mendorong efesiensi ekonomi melalui reformasi
struktural dan nasional.
Melalui Tiga elemen utama :
efesiensi ekonomi, kesejahteraan ekonomi yang
berkesinambungan, dan meningkatkan
pemerataan dan distribusi kemakmuran.

Economic Sustainability

Keberlanjutan Ekonomi Sektoral

mengindentifikasi
dan
memperlakukan
sumber daya sebagai sumber yang terpulih,
tidak terpulihkan dan lingkungan hidup.
Sumber yang terpulihkan seperti hutan dapat
memberikan manfaat secara berkelanjutan
bila tidak memperlakukan produktivitas
ekonomi sebagai fungsi yang pasif atau jasa
yang
mengalir;
menggunakan
prinsip
pengelolaan yang berkelanjutan

Indikator Keberlanjutan Ekonomi

Kesejahteraan masyarakat lokal.


Tidak menurunkan pendapatan masyarakat
lokal.
Adanya kesepakatan dari pihak-pihak yang
terkait untuk menyelesaikan masalah-masalah
PHK sesuai dengan peraturan perundangan
yang berlaku.
Adanya upaya-upaya untuk mengatasi
kemungkinan dampak penurunan pendapatan
bagi sekelompok masyarakat.
Tidak menurunkan kualitas pelayanan umum
untuk masyarakat lokal.

Ekowisata untuk keberlanjutan ekonomi


Istilah

ekowisata
dapat
diartikan
sebagai perjalanan oleh seorang turis ke
daerah
terpencil
dengan
tujuan
menikmati dan mempelajari mengenai
alam, sejarah dan budaya di suatu
daerah, di mana pola wisatanya
membantu ekonomi masyarakat lokal
dan mendukung pelestarian alam.

Ubud sebagai Desa Wisata Ekologis


Panorama

alam pedesaan seperti tebing,


hutan, jurang dan sungai dengan air
jernih, persawahan, semak belukar,
suasana permukiman dengan tata ruang
dan arsitektur pemukiman tradisional,
alam lingkungan yang masih asri.

fasilitas penunjang

Pengembangan Sarana dan Prasarana Wisata


di Ubud
Pemicu :
Potensi wisata yang memungkinkan untuk
dikembangkan
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke
daerah bersangkutan.
Adanya keinginan untuk meningkatkan
kesejahteraan perekonomian

Sarana dan Prasarana Kepariwisataan


Prasarana :
o Prasarana umum (general infrastructure).
o Kebutuhan masyarakat banyak (basic need of
civilized life).
Sarana :
o Sarana pokok kepariwisataan (main tourism
superstructure)
o Sarana pelengkap kepariwisataan
(supplementing tourism superstructure)
o Sarana penunjang kepariwisataan (supporting
tourism superstructure)

Kontribusi terhadap keberlanjutan


ekonomi

Pembangunan sarana dan prasarana wisata di


Ubud berbanding lurus dengan pengembangan
sektor wisata secara global, karena itulah
peningkatan
jumlah
kunjungan
wisatawan
semakin memperbanyak jumlah sarana akmodasi
maupun sarana wisata lainnya yang
Salah satu sektor dominan yang memberikan
kontribusi
terbesar
bagi
peningkatan
perekonomian Kec. Ubud adalah sektor PHR
(Perdagangan, Hotel, & Restoran)tersedia.

Kontribusi terhadap keberlanjutan


ekonomi
Kontribusi PDRB Berlaku dan Konstan menurut Sektor
Tahun 2011-2012 (persen)

Perkembangan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kecamatan


Ubud Tahun 2008-2012

Pengembangan kawasan Ubud sebagai Desa


Wisata Ekologis berdampak pula pada
perekonomian masyarakat setempat, dalam hal
ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah
industri maupun usaha kecil lainnya yang
menjadi lapangan kerja bagi masyarakat sekitar
objek wisata. Berdasarkan data yang diperoleh
dari Badan Pusat Statistik Gianyar (Kecamatan
Ubud dalam Angka Tahun 2013), tenaga kerja
terbesar di Ubud berasal dari kategori Kerajinan
Rumah Tangga dengan jumlah 372 disusul
kategori industri kecil dengan jumlah 131
kemudian industri sedang berjumlah 49, dan nihil
untuk kategori industri besar.

Data mengenai Penduduk Menurut Sumber


Mata Pencaharian Utama Untuk Kecamatan
Ubud yang dirinci per Desa Tahun 2013
sebagai berikut; 1.741 orang bekerja
dibidang perdagangan, 550 orang bekerja
dibidang pertanian, 105 orang bekerja
dibidang industri dan 8 orang bekerja
dibidang
peternakan.
Data
tersebut
menujukan bahwa pengembangan wisata
ekologis di Ubud dimanfaatkan penduduk
sekitar sebagai lahan dagang untuk mata
pencaharian terbesar masyarakat setempat.

SIMPULAN

Terlihat adanya potensi di Kawasan Ubud


sebagai desa wisata ekologis.
Peningkatan kunjungan wisatawan ke kawasan
wisata Ubud berdampak pada pembangunan
sarana dan prasarana wisata disekitar daerah
tersebut
sebagai
wujud
optimalisasi
pengembangan pariwisata di daerah Ubud.
Pengembangan dan pembangunan saranaprasarana wisata di Ubud memberikan peluang
lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar
kawasan
wisata
sekaligus
berkontribusi
meningkatkan perekonomian daerah dan taraf
hidup masyarakat setempat.

Pengembangan pariwisata ubud memberikan


kesempatan kepada masyarakat setempat untuk
berpartisipasi dalam pengembangan tersebut baik
secara langsung maupun tidak, dengan ikut serta
dalam pengelolaan kawasan wisata atau pun
membuka usaha dan industri rumah tangga secara
mandiri.
Berdasarkan data yang diperoleh, kegiatan ekonomi
yang paling menjanjikan untuk keberlanjutan
ekonomi masyarakat setempat adalah dibidang
perdagangan, hal ini berkaitan dengan tingginya
jumlah kunjungan wisatawan ke Ubud sehingga
memperbesar kemungkinan terjadinya transaksi jual
beli.

SARAN

Pembangunan sarana dan prasarana wisata diharapkan


selalu mengikutsertakan masyarakat sekitar dalam pegelolaan
maupun bekerjasama dalam pengembangan industri lain
yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata.
Diharapkan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan
pelaku usaha di Ubud karena akan berdampak pada
kontribusi pendapatan rumah tangga dalam usaha memenuhi
kebutuhan hidup, dan diharapkan menciptakan usaha-usaha
secara langsung agar mempermudah meningkatkan
pendapatan rumah tangga.
Diharapkan kepada pihak berwenang untuk memperbesar
kapasitas sarana dan prasarana, peningkatan produksi sektor
unggulan yang dominan dan sektor-sektor prospektif untuk
kedepannya

SEKIAN
&
TERIMA KASIH