Anda di halaman 1dari 44

TANDA BACA

Intan Pramasweta, S.Hum., M.Hum.

Tanda Titik (.)


Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukanb

pertanyaan atau seruan.


Misalnya:
Ibuku suka memasak.
Marilah kita berdoa.
Marilah kita menyanyikan lagu wajib nasional.
Rika lahir pada tanggal 12 Februari 1993.
Seorang pendaki sedang mendaki bukit.
Saya suka mendengarkan musik.

Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.

Misalnya:
R.A. Kartini
Muh. Hatta

Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan

sapaan.
Misalnya:
S.Pd.
Amd.Kes.
S.H.I.
S.Gz.
S.I.P.
M.A.R.S.
Nn.
Dr.(H.C)
M.P
Drg.
Jend.
S.Pd.Si

Sarjana Pendidikan
Ahli madya Kesehatan
Sarjana Hukum Islam
Sarjana Ilmu Gizi
Sarjana Ilmu Politik
Magister Administrasi Rumah Sakit
Nona
Doktor Honoris Causa
Master Pertanian
Dokter gigi
Jendral
Sarjana Pendidikan Sains

Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan

yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri


atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
Misalnya:
ASAP.
As soon as possible
AKA.
Also known as
ATM.
Ta the moment
ATEOTD. At the enf of the day

Tanda titik dipakai dibelakang angka atau huruf dalam

suatu bagan, ikhtisar, atau daftar. (Lihat juga pemakaian


tanda kurung Bab V, Pasal 1, Ayat 3.)
Misalnya:
III. Departemen Dalam Negeri
A. Direktorat Jendral Pembangunan Daerah
B. Direktorat Jendral Angkasa Pura

Penyiapan Naskah:
1. Patokan Umum
1.1
Isi Cerpen
1.2
Ilistrasi
1.2.1 Manga
1.2.2 Gambar
1.2.3 Tabel
1.2.4 Grafik

Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit,

dan detik yang menunjukan waktu.


Misalnya:
pukul 9.30.45 jam (pukul 9 lewat 30 menit 20 detik)

Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan,

jutaan, dan seterusnya yang tidak menunjukan jumlah.


Misalnya
Saya tinggal sejak tahun 2011 di Jakarta
Buku yang baru terbit itu memuat 2098 halaman
Nomor rekeningnya 049-192282-99. (Tanda titik di sini
mengakhiri kalimat).

Tanda titk tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf

awal kata atau suku kata, atau gabungan keduanya, atau yang
terdapat didalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.
Misalnya:
DPR
Dewan Perwakilan Rakyat
Mubes
Musayawara besar
Puskesmas
Pusat pelayanan kesehatan masyarakat
IGD
Instalasi Gawat Darurat
SD

NKRI

PBB
Capres

Sekolah Dasar
Negara Kesatuan Republik Indonesia
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Calon presiden

Tanda titik dipakai dalam singkatan lambang kimia,

satuan ukuran, timbangan, dan mata uang.


Misalnya:
Mg
Magnesium
ATP Adenosin Triphospate
5 cm Panjangnya 5 cm lebih sedikit.
2
Isinya 100 2 solar
g
Berat yang diizinkan 0.01 kg ke atas.
Rp25,00
harganya Rp25,00 tidak termasuk pajak

Tanda titik dipakai pada akhir judul yang merupakan

kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel, dan


sebagainya.
Misalnya
Acara Pelepasan Siswa Sma Bangsa
Kebebasan Beragama
Ilmu Pengetahuan alam

Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan

tanggal surat atau nama dan alamat surat.


Misalnya:
Yth. Sdr. Joshua Goraph
Jalan Yos sudarso 44
Jakarta
Kantor Penerbangan
Jalan Sekar 87
Makasar

Tanda Koma (,)


Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu

perincian atau pembilangan


Misalnya:
Ibu membeli buah apel, angur, dan pir.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara

yang satu dari kalimat setara berikutnya yand didahului


oleh kata seperti tetapi, melainkan.
Misalnya:
Ibu ingin datang, tetapi tidak ada kendaraan.
Inna bukan saudara saya, melainkan saudara erna

3a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari


induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk
kalimat.
Misalnya:
Kalau saya tidak belajar, saya akan mendapat nilai yang buruk
Karena sakit, saya tidak ke kampus hari ini.
3b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat
dari induk kalimat apabila kalimat tersebut mengiringi induk
kalimat.
Misalnya:
Saya tidak ke kantor karena hari ini libur.
Saya tidak ke kampus karena saya sakit
Mereka mengatakan bahwa pertenuan itu tidak penting.

Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan

penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat.


Termasuk didalamnya, oleh karena itu, jadi, lagi pula, Meskipun
begitu, akan tetapi.
Misalnya:
Meskipun begitu, dia tetap teman yang baik
Lagi pula, mereka tidak datang pada pesta itu.
Tanda koma dipakai dibelakang kata-kata seperti o, ya, wah,

aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat.


Misalnya:
Wah, hebat!
Ya, memang begitu.

Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain

dalam kalimat. (Lihat juga pemakaian tanda petik Bab V, pasal L dan M).
Misalnya:
Kata Indah " Aku tidak terpilih."
"Aku tidak terpilih," kata Indah, "karena terlambat datang."
Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat,
(iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah yang ditulis
berurutan.
Misalnya:
Sdr. Marchello, Jalan Irian, Serui
Ketua Panitia Natal, Universitas Airlangga, Jalan mulyorejo tengah 27,
Surabaya
Tangerang, 16 september 1994
Kent, Washington

Tanda koma dipakai untuk menceritakan bagian nama

yang dibalik susunanya dalam daftar pustaka.


Misalnya:
Kitti, Sura, 2010. Kimia itu Asyik. PT Kandel: Tangerang
Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar

akademik yang mengikutinya, untuk membedakan dari


singkatan nama keluarga atau marga.
Misalnya:
Ny. Triastutik, S.Hum.
Intan Pramasweta, S.Hum., M.Hum.

Tanda koma dipakai di muka angka per sepuluhan dan di

antara rupiah dan sen dalam bilangan.


Misalnya:
10,25 m
Rp17,10 ( lambang Rp tidak deberi titik)
Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan dan

keterangan aposisi.
Misalnya:
Adik saya, Lenny, Pandai berhitung.
Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung

dari bagian lain dalam kalimat apabila petikan langsung


tersebut berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan
mendahului bagian lain dalam kalimat itu.
Misalnya:
"Dimana kamu bekerja?" Tanya Meigel.
"Berdiri Tegap!" perintahnya.

Tanda Titik Koma ( ; )


Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-

bagian kalimat yang sejenis dan


setara.
Misalnya:
Hari sudah sore; Ibu belum pulang juga.
Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat

yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai


pengganti kata penghubung.
Misalnya:
Ayah pergi ke kantor; ibu beriap-siap untuk ke pasar, adik
baru selesai mandi; saya sendiri beriap-siap untuk pergi ke
sekolah.

Tanda Titik Dua ( : )


Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu peryataan

lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.


Misalnya:
Minggu depan semua siswa harus membawa barangbarang berikut: piring, sendok, gelas, selimut,
perlengkapan mandi, selimut, dam obat-obatan.

Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang

memerlukan pemerian.
Misalnya:
Nama
: Jean Marlin Weya
NIM
: 08121133017
Prodi
: Ilmu dan Teknologi Lingkungan

Tanda titik dua dipakai dalam teks drama sesudah kata

yang menunjukan pelaku dalam percakapan.


Misalnya:
Sari: Di mana rumahmu, Jeff?
Jeff: Rumah saya di kampung sebelah.
Sari: Wah, berarti jauh juga ya jarak rumahmu ke sekolah.

Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan

halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab


suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu
karangan.
Misalnya:
(i)
Tempo, I (1992), 23:17
(ii)
Surah yasin :9
(iii)
Karangan J.K Rowling, Harry potter and the
philosoper stone.

Tanda hubung ( - )
Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang

terpisah oleh pergantian baris.


Misalnya:
. . . . sekarang sudah terlambat.
Suku kata yang terdiri dari satu huruf tidak dipenggal
supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris.

Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.

Misalnya:
teman-teman
Berbuku-buku

pulang-pergi
kebiru-biruan

Tanda ulang hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula,


dan tidak dipakai pada teks karangan.
Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu

dan bagian-bagian tanggal.


Misalnya:
k-e-t-u-a
045-99484-44

Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas

hubungan bagian ungkapan.


Bandingkan:
Ber-ubah dengan be-rubah
Empat puluh lima-ribuan (40x5000) dengan empat-puluhlima-ribuan (1x450000)

Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se-dengan

kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, (b) kedengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan
huruf kapital dengan imbuhan atau kata.
Misalnya:
se-Asia
ber-sekolah
se-Papua
SIM-nya hilang
Tahun 70-an

Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan huruf bahasa

asing.
Misalnya :
di-cancel
di-pending

Tanda Pisah (- )
Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat

yang memberi penjelasan khusus diluar bangun kalimat.


Misalnya:
kemenangannya itu-saya yakin karena dia ber-latih
sungguh-sungguh.
Tanda pisah menegaskan adanya aposisi keterangan

yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.


Misalnya:
Bentuk sungai ini ber-ubah setiap tahun, karena adanya
pengikisan yang terjadi secara terus-menerus.

Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal

yang berarti 'sampai dengan' atau di antara dua nama


kota yang berarti 'ke', atau 'sampai'.
Misalnya:
1204 1993
Tanggal 12 20 Februari 1994
Surabaya Makasar

Tanda Elipsis ( ..... )


Tanda elipsis menggambarkan kalimat yang terputus-putus

Misalnya:
Sebenarnya ..... Ya, saya setuju.
Tanda elipsis menujukan bahwa dalam suatu petikan ada bagian

yang dihilangkan.
Misalnya:
Akibat dari bencana itu ..... Yang ada hanyalah puing-puing.
Catatan;
Kalau bagian yang dihilangkan dalam kalimat perlu dipakai empat

titik; penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat.


Misalnya:
Dalam melakukan percobaan di lab, segala sesuatu harus dilakukan
dengan teliti....

Tanda Tanya ( ? )
Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.

Misalnya:
Mengapa demikian?
Apa yang membuat kamu seperti ini?
Tanda tanya dipakai diantara tanda kurung untuk

menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang


kurang dapat dibuktikan kebenaranya.
Misalnya:
Dia pergi ke tempat yang sunyi ( ? )
Uangnya sebanyak 5 juta rupiah ( ? )

Tanda seru ( ! )
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau peryataan

yang berupa seruan atau perintah, atau yang


menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau
rasa emosi yang kuat.
Misalnya:
Maju!
Saya sangat gembira hari ini!
Keluar dari ruangan ini!
Jangan ganggu saya lagi!
Pergi!

Tanda Kurung ( )
Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau

penjelasan.
Misalnya:
NIM (Nomor Induk Mahasiswa) sangat bervariasi.

Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang

bukan bagian integral pokok pembicaraan.


Misalnya:
sejak terpilih menjadi bupati lanny jaya (nama tempat di
papua), bapak Befa Yigibalom, S.E. M.Si (bupati terpilih
)selau melakukan gerakan perubahan.

Tanda Kurung Siku ([....])


Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata

sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian


kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu jadi isyarat bahwa
kesalahan itu memang terdapat di dalam naskah sala.
Misalnya:
Bagai sang srya men[y]inari dunia.
Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat

penjelas yang sudah bertanda kurung.


Misalnya:
semua yang dibahas dalam rapat tadi [lihat Bab II] ada
disana.

Tanda Petik (".. ..")


Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari

pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Kedua


pasang tanda itu ditulis sama tinggi disebelah atas baris.
Tanda petik mengapit judul syair, karangaaan dan bab

buku, apabila dipakai dalam kalimat.


Misalnya:
Terdengar suara dari dalam "siapa di luar ? ".
Novel terbitan baru itu berjudul " The Blood Convesion"

Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang masih kurang

dikenal atau kaya yang mempunyai arti khusus


Misalnya:
Ade suka memakai celana jeans "higway" ke kampus
Untung saja ada "Tour Guide" kalau tidak, kita pasti sudah
tersesat.
Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang

mengakhiri petikan langsung.


Misalnya:
Kata Araya "Kami mau pergi ke malang."

Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat

ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata


atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus.
Misalnya:
Karena panasnya yang dasyat kobaran api dijuluki "si
jago merah "
Ia memakai kaos oblong yang dikalangan sekarang di
sebut dengan nama
"T-shirt" ; di kalangan
masyarakat.

Tanda Petik Tunggal ('.....')


Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di

dalam petikan lain.


Misalnya:
Tanya Lina, "apakah kau melihat cahaya yang bintang yang
'kelap-kelip' tadi?
Tanda petik tunggal mengapit terjemahan atau penjelasan

kata atau ungkapan asing. (Lihat pemakaian tanda


kurung, Bab V, Pasal J.).
Misalnya: Traffic jamp 'Kemacetan'

Tanda Ulang (...........2) (angka 2 biasa)


Tanda ulang dapat dipakai dalam tulisan cepat dan notula

untuk menyatakan pengulangan kata dasar.


Misalnya:
Buru2
Cepat2
Sering2

Tanda Garis Miring ( / )


Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat.

Misalnya:
No. 9/DN/1987
Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan,

atau, per atau nomor alamat.


Misalnya:
Siswa/siswi
Saudara/i
Harganya 80,00/lembar

Tanda Penyingkat (apostrof) (')


Tanda apostrof menunjukkan penghilangan bagian kata.

Misalnya:
t'lah (telah)
s'bab (sebab)
'tuk (untuk)