Anda di halaman 1dari 15

Intan Pramasweta

FIB Universitas Airlangga

intan_nanathan@yahoo.com
083 830 367 637
Jl. Semampir Tengah 2/40, Surabaya

Pedoman Umum Ejaan Bahasa


Indonesia yang Disempurnakan

Huruf Besar atau Huruf Kapital


1. kata awal kalimat.
2. petikan langsung.
3. ungkapan keagamaan, kitap suci, dan nama Tuhan, termasuk kata gantinya.
4. gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
5. nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang.
6. nama orang.
7. nama bangsa, suku, dan bahasa.
8. nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
9. nama khas dalam geografi.
10.nama resmi badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan serta nama dokumen resmi.
11.semua kata di dalam nama sebuah buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata :
di, ke, dari, untuk, dan yang, yang tidak terletak pada posisi awal.
12.kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang
dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.

Dan
13.digunakan dalam singkatan nama gelar sapaan.

Huruf Miring
Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk:

1.Menulis nama buku, majalah, dan surat


kabar yang dikutip dalam karangan.
2.Menegaskan atau mengkhususkan huruf,
bagian kata, atau kelompok kata.
3.Menulis kata nama-nama ilmiah, atau
ungkapan asing kecuali yang telah
disesuaikan ejaannya.

A. Kata Dasar
Kata yang berupa kata dasar ditulis
sebagai satu satuan.
Contoh :
Tali panjang warna ungu

B. Kata Turunan
1. Imbuhan (awaln, sisipan, akhiran) ditulis serangkai
sengan kata dasarnya.
2. Awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata
yang langsung mengikuti dan mendahuluinya kalau
bentuk dasarnya berupa gabungan kata.
3. Kalau bentuk dasar berupa gabungan kata dan
sekaligus mendapat awalan dan akhiran, maka katakata itu ditulis serangkai.
4. Kalau salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai
kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.

C. Kata Ulang
bentuk ulang ditulis secara lengkap
dengan menggunakan tanda hubung.
Contoh :
gotong-royong
sekali-kali
luntang-lantung

D. Gabungan Kata
Disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, bagianbagiannya umum untuk ditulis terpisah.
Termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan
salah baca, dapat diberi tanda hubung untuk
menegaskannya.
Gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata
ditulis serangkai.
Contoh :
Kaos dalam
Mata pisau
Korek api

E. Kata ganti Ku, Mu, dan Nya


Kata ganti ku dan kau ditulis serangkai
dengan kata yang mengikutinya ; ku, mu,
dan nya ditulis serangai dengan kata yang
mendahuluinya.
Contoh :
Dirinya yang mencintaiku.
Cintamu milikku.
Hanya diriku yang kau cintai.

F. Kata Depan di, ke, dan dari


Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah
dari kata yang mengikutinya, kecuali kata
kepada dan daripada.
Contoh :
Santi menunggu Amir di depan rumahnya
Santi berjalan dari rumah hingga sekolahannya
Santi pergi ke pasar.

G. Kata si dan sang


kata si dan sang ditulis terpisah dari kata
yang mengikutinya.
Contoh :
Kambing akhirnya dikalahkan oleh si raja hutan.
Sang surya takkan pernah berhenti menyinari dunia.

H. Partikel
1. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai
dengan kata yang mendahuluinya.
2. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang
mendahuluinya.
3. Patikel per yang berarti mulai, demi,
dan tiap ditulis terpisah ari bagianbagian kalimat yang mendampinginya.

I. Angka dan Lambang Bilangan


1. angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan
atau nomor. (1, 2, 3,)
2. Angka digunakan untuk menyatakan ukuran panjang,
berat, isi, satua waktu dan nilai uang. (2 inchi, 3 ons,
dll)
3 Angka lazim dipakai untuk menandai nomor jalan,
rumah, apartemen atau kamar. (2a, 3, 6, .)
4. Angka digunaan juga untuk menomori karangan atau
bagiannya. (1, 2, 3,)
5. Penulisan lambang bilangan. (I, II, III,.)
6. Penulisan kata bilangan tingkat. (Bab ke IV)

7. Penulisan kata bilangan yang mendapat akhiran -an.


(Harganya 500-an)
8. lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan
satu atau dua kata. (Pak Johan menikah untuk yang
ketiga kalinya)
9. Lambang bilangan pada awal dan akhir kalimat ditulis
dengan huruf.(Dua orang meninggal dunia)
10. Angka yang menunjukkan bilangan bulat yang besar.
(Tanahnya seluas 350 ribu hektar)
11. Kecuali di dalam dokumen resmi, seperti akta dan
kuitansi, bilangan tidah perlu ditulis dengan angka
dan huruf sekaligus dalam teks.(Diah membayar
jaminan sebesar Rp2000.000)