Anda di halaman 1dari 6

PENGERTIAN PENELITIAN KUANTITATIF, PENELITIAN

KUALITATIF, DAN INSTRUMEN PENELITIAN


Dikerjakan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengertian Pengajaran
Dosen : Bapak Jajat

Oleh Kelas 4G :
Siti Aisah
2124110203

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
UNIVERSITAS GALUH
2014/2015

PENELITIAN KUANTITATIF
Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan
fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah
mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis
yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam
penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara
pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.
Penelitian kuantitatif banyak dipergunakan baik dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu
sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologi dan jurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan
sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif
sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian
kualitatif.
Penelitian kuantitatif adalah definisi, pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif
melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta
menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan
persentase tanggapan mereka. Sebagai contoh: 240 orang, 79% dari populasi sampel,
mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada diri mereka pribadi masa depan mereka dari
setahun yang lalu hingga hari ini. Menurut ketentuan ukuran sampel statistik yang berlaku,
maka 79% dari penemuan dapat diproyeksikan ke seluruh populasi dari sampel yang telah
dipilih. pengambilan data ini adalah disebut sebagai survei kuantitatif atau penelitian
kuantitatif.
Ukuran sampel untuk survei oleh statistik dihitung dengan menggunakan rumusan untuk
menentukan seberapa besar ukuran sampel yang diperlukan dari suatu populasi untuk
mencapai hasil dengan tingkat akurasi yang dapat diterima. pada umumnya, para peneliti
mencari ukuran sampel yang akan menghasilkan temuan dengan minimal 95% tingkat
keyakinan (yang berarti bahwa jika Anda survei diulang 100 kali, 95 kali dari seratus, Anda
akan mendapatkan respon yang sama) dan plus / minus 5 persentase poin margin dari
kesalahan. Banyak survei sampel dirancang untuk menghasilkan margin yang lebih kecil dari
kesalahan.
Beberapa survei dengan melalui pertanyaan tertulis dan tes, kriteria yang sesuai untuk
memilih metode dan teknologi untuk mengumpulkan informasi dari berbagai macam
responden survei, survei dan administrasi statistik analisis dan pelaporan semua layanan yang
diberikan oleh pengantar komunikasi. Namun, oleh karena sifat teknisnya metode pilihan
pada survei atau penelitian oleh karena sifat teknis, maka topik yang lain tidak tercakup
dalam cakupan ini.

PENELITIAN KUALITATIF
Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung
menggunakan analisis . Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam
penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus
penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat
untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan
pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori
dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif,
penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau
penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti
bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir
dengan suatu teori.
Penelitian kualitatif jauh lebih subyektif daripada penelitian atau survei kuantitatif dan
menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu,
dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup fokus. Sifat dari jenis penelitian
ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah relatif
kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam.
Peserta diminta untuk menjawab pertanyaan umum, dan interviewer atau moderator group
periset menjelajah dengan tanggapan mereka untuk mengidentifikasi dan menentukan
persepsi, pendapat dan perasaan tentang gagasan atau topik yang dibahas dan untuk
menentukan derajat kesepakatan yang ada dalam grup. Kualitas hasil temuan dari penelitian
kualitatif secara langsung tergantung pada kemampuan, pengalaman dan kepekaan dari
interviewer atau moderator group.
Jenis penelitian yang sering kurang dilakukan dari survei karena mahal dan sangat efektif
dalam memperoleh informasi tentang kebutuhan komunikasi dan tanggapan dan pandangan
tentang komunikasi tertentu. Dalam hal ini sering metode pilihan dalam kasus di mana
pengukuran atau survei kuantitatif tidak diperlukan.
Kode etik
Dalam penelitian kualitatif, identitas dan peran informan serta informasi-informasi yang
disampaikan menjadi hal-hal yang berharga sehingga peneliti harus memiliki tanggungjawab
untuk memperlakukan identitas diri dan informasi yang disampaikan oleh informan. Identitas
dan informasi tersebut dapat dibuka atau tertutup untuk khalayak, tergantung dari
kesepakatan antara peneliti dan informan yang tertulis dalam formulir kesepakatan (consent
form). Peneliti boleh membuka identitas selama informan sepakat dan peneliti juga harus
menghargai keputusan apabila informan ingin identitasnya dilindungi.
Dalam pengambilan data penelitian kualitatif, sebaiknya peneliti mendapatkan izin baik
secara tertulis ataupun lisan sehingga penelitian tidak melanggar norma-norma yang mungkin
dianut oleh informan atau objek penelitian.

Jaringan
Selain penelitian yang melibatkan masyarakat dan media komunikasi yang dihasilkan,
kegiatan dan manajemen komunikasi dengan informan terdapat aspek penting lainnya yaitu
organisasi komunikasi yang belajar untuk sepenuhnya pemahaman dimensi tentang
bagaimana sebuah organisasi berkomunikasi dan apa yang bekerja dan apa yang tidak dalam
hal ini termasuk pemeriksaan penggunaan pola komunikasi elektronik sistem seperti e-mail,
Voice-Mail, intranet, dll, analisis pola arus komunikasi dalam jaringan, sistem umpan balik
dan komunikasi informal seperti memo.
Penelitian di daerah-daerah yang sering dilakukan oleh sistem teknologi komunikasi dan
audit personel profesional seperti lembaga periset.
Pengertian Data Kuantitatif dan Kualitatif
Berdasarkan nilainya, data dapat digolongkan menjadi data kuantitatif dan data kualitatif.
a. Data kuantitatif adalah data yang berupa bilangan, nilainya bisa berubah-ubah atau bersifat
variatif. Data kuantitatif terbagi atas 2 bagian, yaitu data cacahan dan data ukuran.
1) Data cacahan (data diskrit) adalah data yang diperoleh dengan cara membilang. Contoh:
Pegawai di perusahaan X terdiri atas 160 laki-laki dan 70 perempuan.
Guru yang berpendidikan sarjana di SMA Bina Bangsa berjumlah 6 orang.

Peserta SPMB pada tahun 2004 berjumlah 120.000 orang.

2) Data ukuran (data kontinu) adalah data yang diperoleh dengan cara mengukur. Contoh:
Panjang lintasan jalan tol X adalah 12,8 km.
Suhu badan penderita penyakit demam berdarah itu 41C.

Kecepatan kereta api ekspres BandungJakarta adalah 110 km/jam.

b. Data kualitatif adalah data yang bukan merupakan bilangan, tetapi berupa ciri-ciri, sifatsifat, keadaan, atau gambaran dari kualitas objek yang diteliti. Golongan data ini disebut
atribut. Sebagai contoh, data mengenai kualitas suatu produk, yaitu baik, sedang, dan kurang.

PENGERTIAN INSTRUMEN PENELITIAN


Dalam sebuah penelitian kuantitatif, peneliti akan menggunakan instrumen untuk
mengumpulkan data, sedangkan dalam penelitian kualitatif-naturalistik peneliti
akan lebih banyak menjadi instrumen, karena dalam penelitian kualitatif
peneliti merupakan key instrumen. Instrumen penelitian digunakan untuk
mengukur nilai variabel yang diteliti. Dengan demikian jumlah instrumen yang
akan digunakan untuk penelitian akan tergantung pada jumlah variabel yang
diteliti.
Instrumen itu merupakan alat yang digunakan untuk melakukan sesuatu. Sedangkan
penelitian memiliki arti pemeriksaan, penyelidikan, kegiatan pengumpulan, pengolahan,
analisis dan penyajian data secara sistematis dan objektif. Dengan masing-masing pengertian
kata tersebut di atas maka instrumen penelitian adalah semua alat yang digunakan untuk

mengumpulkan, memeriksa, menyelidiki suatu masalah, atau mengumpulkan, mengolah,


menganalisa dan menyajikan data-data secara sistematis serta objektif dengan tujuan
memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis. Jadi semua alat yang bisa
mendukung suatu penelitian bisa disebut instrumen penelitian. Instrumen penelitian
digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. Dengan demikian jumlah instrument
yang akan digunakan tergantung pada jumlah variable yang diteliti. Jadi jika variable yang
digunakan jumahnya 3, maka instrumen yang digunakan juga 3 jumlahnya .
Instrumen merupakan hal yang sangat penting di dalam kegiatan penelitian. Hal ini karena
perolehan suatu informasi atau data relevan atau tidaknya, tergantung pada alat ukur tersebut.
Oleh karena itu, alat ukur penelitian harus memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai
Instrumen penelitian dirancang untuk satu tujuan penelitian dan tidak akan bisa digunakan
pada penelitian lain. Kekhasan setiap obyek penelitian membuat seorang peneliti harus
merancang sendiri instrumen yang akan digunakannya. Susunan instrumen untuk setiap
penelitian tidak selalu sama dengan penelitian yang lain. Hal ini disebabkan karena setiap
penelitian mempunyai tujuan dan mekanisme kerja yang berbeda-beda.
Dalam mekanisme pengumpulan informasi dalam penelitian sosial dilakukan secara langsung
dengan berbagai cara, yang antara lain melalui teknik wawancara (baik secara langsung
maupun dengan telepon), survey, pengamatan dan angket.
Teknik angket dilakukan dengan meminta informasi dari responden mengenai sesuatu
masalah dengan sukarela. (Perbedaan antara teknik angket dan survey terletak pada
penentuan responden yang memang tidak akan sama).
Teknik survey dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diajukan kepada
responden. Kemudian responden didatangi oleh pencacah untuk menanyakan informasi yang
diminta serta dicatat dalam daftar kuesioner yang telah disiapkan.
Teknik wawancara dilakukan dengan mendatangi secara langsung para responden untuk
dimintai keterangan mengenai sesuatu yang diketahuinya (bisa mengenai suatu kejadian,
fakta, maupun pendapat si responden).
Apapun teknik pengumpulan informasi yang dipilih penelitian sosial yang melibatkan banyak
orang, membutuhkan suatu instrumen penelitian, yang nantinya akan digunakan dalam proses
pengumpulan informasi dari responden.

Beberapa jenis instrumen dalam suatu penelitian adalah sebagai berikut :


o Tes
Tes adalah sederetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk
mengukur ketrampilan, pengukuran, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki
oleh individu atau kelompok.
o Kuesioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh
informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atu hal-hal yang ia
ketahui.
o Wawancara (Interviw)
Interview digunakan oleh peneliti unyuk menilai keadaan seseorang, misalnya untuk
mencari data tentang variabel latar belakang murid, orang tua, pendidikan, perhatian,
sikap terhadap sesuatu.
o Observasi
Didalam artian penelitian observasi adalah mengadakan pengamatan secara langsung,
abservasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, ragam gambar, dan rekaman suara.
Pedoman observasi berisi sebuah daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan
diamati.
o Skala bertingkat (ratings)
Rating atau skala bertingkat adalah suatu ukuran subyaktif yang dibuat bersekala.
Walaupun skala bertingkat ini menghasilkan data yang kasar, tetapi cukup
memberikan informasi tertentu tentang program atau orang. Intrumen ini depat
dengan mudah menberikan gambaran penampilan, terutama panampilan didalam
orang menjalankan tugas, yang menjukan frekuensi munculnya sifat-sifat. Didalm
menyusun skala, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menentukan variabel
skala. Apa yang ditanyakan harus apa yang dapat diamati responden.
o Dokumentasi
Dokumentasi, dari asal kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Didalam
melaksanakan metode dokumentasi, penelitian menyelidiki benda-benda tertulis
seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, dan
sebagainya.