Anda di halaman 1dari 3

DAFTAR PUSTAKA

1.

Prof. Dr. Elin Yulinah Sukandar, Apt, dan Dr. Retnosari Andrajati, Apt, dkk,
2008, ISO Farmakoterapi, PT. ISFI Penerbitan, Jakarta, 26 35.

2.

Sek. Jend. Departemen Kesehatan, Tahun 2030 Prevalensi Diabetes


Melitus
Di
Indonesia
Mencapai
21,3
Juta
Orang,
http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=414, Diakses Tanggal, 16
Desember 2013, Jam 10.

3.

Direktorat Obat Asli Indonesia, 2009, Taksonomi Koleksi Tanaman Obat,


Kebun Tanaman Obat Citeureup, Volume II, Badan Pengawas Obat dan
Makanan RI, Jakarta, 100.

4.

Sugeng Haryanto S.Pd., Ensiklopedi Tanaman Obat Indonesia, Palmall,


Yogyakarta, 20 21.

5.

Idah Paridah, 2003, Pemeriksaan Kualitas Minyak Akar Wangi (Vetiveria


zizanoides (L.) Nash Ex Small.) Dua Industri Kecil di Kabupaten Garut,
Tugas Akhir Sarjana Farmasi Fakultas MIPA, Fakultas MIPA Universitas
Garut, Garut, 5.

6.

Karan, S.K. and Mishra, S.K., et. All., 2012, Antihyperglycaemic Effect Of
Vetiveria zizanoides (L.) Nash Root Extract In Alloxan Induced Diabetic
Rats, Journal of Pharmaceutical and Scientific Innovation, 35-38.

7.

Gembang Tjitrosoepomo, 2010, Taksonomi Tumbuhan Obat-Obatan,


Universitas Gadjah Mada Press, Yogyakarta, 415.

8.

Herdi, 2008, Herbal Indonesia Berkhasiat, Bukti Ilmiah dan Cara Racik,
Volume VIII, Trubus Info Kit, (kota),159.

9.

Dr. A Seno Sastromidjojo, 1988, Obat Asli Indonesia, Penerbit


Rakyat, Jakarta, 42.

Dian

10. Kasahara, 1995, Indek Tumbuh-Tumbuhan Obat di Indonesia, Edisi II,


PT Eisai Indonesia, 328.
11. Guyton, A.C., 1990, Fisiologi Manusia dan Mekanime Kerja Penyakit ,
Edisi III, Terjemahan Andrianto, Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 609.
12. Tjay, T.H dan Rahardja K., 2002, Obat - Obat Penting, Khasiat,
Penggunaan & Efek-Efek Sampingnya, Edisi VI, PT Elek Media
Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta, 693 - 698.
48

13. Mutschler, E., 1991, Dinamika Obat, Terjemahan M. B Widianto dan A.S.
Ranti, Institut Teknologi Bandung, Bandung, 339,341.
14. Gunawan, S.G., 2012, Farmakologi dan Terapi, Departemen Farmakologi
& Terapeutik, Edisi V, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta,
481,490.
15. Neal M.J., 2006, At a Glance Farmakologi Medis, Edisi V, Terjemahan dr.
J. Surapsari dan A. Safitri, Erlangga, Jakarta, 78,79.
16. Price S.A. and Wilson, 2005, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses
Penyakit, Edisi VI, EGC, Jakarta, 1295-1270.
17. Teguh Susanto, 2013, Diabetes Deteksi, Pencegahan, Pengobatan,
penerbit Buku Pintar, Yogyakarta, 23-27, 44-46, 78-79.
18. Noer M.S., 2002, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, Edisi 3, Balai
Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 586, 587, 593,
594.
19. Prof. Stephen Colagiuri, 2006, Panduan untuk Manajemen Pasca-Makan,
Terjemahan Dr. Benny Kurniawan, Boden Institute of Obesity, Nutrition and
Exercise, University of Sydney, Camperdown, NSW, Australia, 16.
20. Kelompok Kerja Ilmiah Yayasan Pengembangan Obat Bahan Alam Phyto
Medika, 1993, Penapisan Farmakologi, Pengujian Fitokimia dan
Pengujian Klinik, Pengembangan dan Pemanfaatan Obat Bahan Alam,
Jakarta, 15 17.
21. Dit. Jend. POM., 1985, Cara Pembuatan Simplisia, Departemen Kesehatan
Republik Indonesia , Jakarta, 4 15.
22. Dit. Jend. POM., 1995, Materia Medika Indonesia, Jilid VI, Departemen
Kesehatan RI, Jakarta, 325, 316 318.
23. Dit. Jend. POM., 2008, Farmakope Herbal Indonesia, Edisi I, Departemen
Kesehatan RI, Jakarta, 169.
24. Dit. Jend. POM., 2010, Suplemen I Farmakope Herbal Indonesia,
Kementrian Kesehatan RI, Jakarta, 136.